
Episode 144 : Kembali seperti biasa.
***
Sedangkan Haley yang tahu Sazu juga menangis melihat dengan sangat syok kearah Sazu.
Selama mereka mengenal ini adalah kali pertama Sazu menangis.
Saat acara menangis yang begitu mengejutkan itu, ada telepon dari Kai yang memang tengah menjalankan misi.
"Halo?"
Sazu menerima panggilan itu sembari memalingkan wajahnya.
"Kau sudah bertemu Bos? aku tidak bisa menghubungi dia, jika sudah berikan telepon ini kepada Bos ...."
Kai yang masih menjalankan misi sudah bertemu dengan Black, dimana sekarang seluruh anggota Baron termasuk Baron dan keluarganya sudah diamankan secara langsung oleh Black dan anggotanya.
"Ada ... sebentar ...." Sazu segera melangkah kearah Bos nya dan memberikan telepon genggamnya.
"Halo?"
Adam masih merangkul istrinya sekarang sembari mengangkat panggilan dari Kai.
"Bos ... tim Black sudah berhasil mengamankan seluruh anggota Baron, kita hanya perlu mengejar sekutunya yang tidak hadir hari ini, hasil persidangan juga sudah didapatkan ...."
"Setelah seluruh kejahatan Baron dan seluruh sekutunya ditemukan, maka Baron akan diadili dengan hukuman mati ...."
"Dan keluarganya akan diberikan hukuman penjara seumur hidup!"
Kai memberikan hasil teraktual dari keputusan sidang hari ini.
Kasus ini sangat besar dan masif, jadi masih banyak yang harus dilakukan, karena jika sindikat Baron tidak diringkus keseluruhan walau Baron dihukum mati sekalipun, maka ada kemungkinan kejahatan paga sekutunya akan bangkit lagi.
Dan yang ditakutkan adalah akan muncul dendam yang baru yang pastinya nanti akan mengarah ke Adam Duke.
Untuk menghindari semua itu, seluruh sekutu Baron harus diringkus secara keseluruhan.
"Baiklah ... terimakasih Kai ... ummm, kau tahu ...." Adam mencoba memberitahu kepada Kai.
Jika untuk saat ini Adam dan istrinya sungguh tidak ingin mendengar dan berurusan dengan keluarga Brown.
Baik Adam maupun Alice sungguh ingin menyembuhkan luka hati mereka bersama, dan untuk sementara waktu dia dan Alice harus menjauhi segala fakta mengenai keluarga Brown.
__ADS_1
Mereka memang mengatakan akan hidup baik di masa depan, melupakan masa lalu dan berdamai dengan masa lalu akan tetapi tentu saja hal itu tidak bisa dilakukan dengan mudah dan cepat, seperti membalikkan telapak tangan.
Ada waktu yang harus mereka lalui, dan Adam maupun Alice akan bersama-sama menjalaninya dengan saling bergantung satu sama lain.
Akan tetapi, sebelum Adam menjelaskan lebih jauh, sepertinya seluruh anggotanya sudah mengerti apalagi Kai.
"Aku paham Bos, tanpa kau beritahu aku dan yang lain sudah mengerti, tinggalkan sisanya kepada kami, kami akan pastikan mereka mendapatkan hukum yang setimpal!"
"Bos dan Nyonya Alice sudah menderita cukup lama, sudah waktunya kalian berbahagia ...."
Kai tersenyum di ruangan itu, dimana seluruh anggotanya dan anggota Black berada.
Melihat seorang Kai tersenyum dan berbicara sangat lembut sungguh membuat semua orang tersentak.
Kai akhir-akhir ini terlihat lebih sering tersenyum, jika diingat-ingat lagi, Kai mulai tersenyum dan lembut setelah pulang kampung saat lalu.
"Terimakasih ya Kai, untuk Black juga ... aku serahkan kepada kalian, aku dan istriku ingin menikmati waktu berduaan dalam waktu dekat, jadi mungkin aku akan merepotkan kalian ...."
Adam sedikit merasa bersalah kepada saudara-saudaranya ini akan tetapi dia memang harus melakukan ini.
Adam harus meluangkan waktunya lebih banyak bersama sang istri, diantara keduanya dalam kondisi ini, Alice adalah yang paling terguncang jadi Adam harus mengawasi dan menjaga Alice secara ekslusif kedepannya.
"Tidak merepotkan Bos, kami akan selalu berada di sisimu dan mendukung mu ..." Kai mengangkat dagunya, melihat luas kedepan dan terlihat seperti pahlawan super yang sangat dibutuhkan Bosnya.
Kai memang tipe yang suka jika dia dibutuhkan oleh sang Bos yang sudah ia anggap sebagai anggota keluarganya sendiri.
"Apakah Bos Kai baik-baik saja?" tanya salah satu anggota kepada Black yang terlihat tidak terlalu peduli dengan sikap Kai.
Sebab Black sudah tahu jika Kai akan sangat suka jika Bos mereka merepotkan dan meminta bantuannya.
"Dia baik-baik saja, tenang saja dan fokus pada misi ...." perintah Black yang hanya ingin dengan cepat menyelesaikan misi super panjang ini lalu tidur dan liburan.
Ya, Bos Adam menjanjikan liburan panjang bagi Black dan yang lain saat misi terakhir ini usai.
***
Setelah panggilan itu usai, Haley yang sudah menahan sesenggukan itu datang mendekati Alice.
"Adik ... kedepannya jangan tiba-tiba diam seperti tadi, walau aku baru tahu alasannya akan tetapi kau membuatku takut dan khawatir ..."
"Sekarang kau memiliki kami bukan hanya Bis saja, jika kau ingin bercerita kau bisa bercerita kepada aku, jangan diam seperti tadi lagi ... berjanjilah!"
Haley berbicara dengan suaranya yang gemetaran karena tiba-tiba saja dia menangis lagi.
__ADS_1
Dia khawatir sekali dengan Alice yang tiba-tiba saja terdiam tadi.
"Hummm ..." Alice yang merasa bersalah langsung menangis juga.
Bibirnya yang manyun dan air matanya yang sudah menggenang.
Dia melingkarkan jari kelingking nya di jari kelingking Haley yang sudah disodorkan.
Sebagai bukti janji antara keduanya.
"Janji kakak tertua, aku akan bercerita jika aku memang ingin meluapkan sesuatu ... maafkan aku ... maafkan aku ... huaaa." Alice jadi ikutan menangis.
Dia melepaskan pelukan suaminya dan memeluk kakak tertuanya.
"Adikku ... Huaaa!"
Haley juga memeluk Alice, mereka menangis seperti anak kecil.
Entah mengapa hari ini banyak sekali orang yang menangis.
Adam yang melihat istrinya melepaskan pelukan darinya merasa kesal, wajahnya langsung suram dan terlihat tidak senang.
"Sayang ... kenapa kau melepaskan pelukan ku? kah malah lebih memilih dipeluk Haley, apakah kau lebih suka pada Haley dibandingkan aku?"
Adam terlihat sangat sensitif, jika di ingat-ingat lagi, sepertinya yang lebih sensitif disini bukan Alice melainkan Adam.
Sepertinya sesi hamil muda istrinya sangat mempengaruhi mood Adam Duke.
Dan yang mengidam sepertinya adalah Adam bukan Alice.
"Bos ... aku hanya memeluknya karena khawatir ... kenapa cemburu begitu, lagian dia adikku," Haley menggerutu, Adam sungguh mengganggu suasana haru biru antara dirinya dan adik kecilnya.
"Dia istriku! aku lebih khawatir!" Adam mengangkat dagunya, dia menaruh tangan di pinggang dan seperti mengajak Haley bertengkar.
Sazu yang melihat pertengkaran kekanak-kanakan ini langsung geleng-geleng kepala.
Dia menghela nafasnya dan mengusap air matanya, "Akhirnya semuanya kembali seperti biasa, aku tidak menduga Bos kekanak-kanakan begitu .... apakah Bos mengidam? HUAHAHAHAH .... ini menarik, ada gosip baru!"
Disaat Adam dan Haley berdebat diantara Alice, Sazu tengah menggema dalam dirinya mengenai gosip terbaru sang bos.
.
.
__ADS_1
.
Like dan komentar kalian adalah semangat author loh, jangan lupa berikan Like dan komentar nya yaa 🤍