Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Cinta sejati?


__ADS_3

Episode 147 : Cinta sejati?


***


Di jaman sekarang cinta sejati terdengar seperti lelucon lucu yang hanya dianggap sebagai kebohongan.


Kesetiaan begitu tipis dan saling menghargai pasangan sulit dilakukan.


Saling mementingkan ego masing-masing, lebih memikirkan kepentingan diri sendiri, yang berujung adanya ketidakpuasan dan retaknya hubungan.


Padahal jika sudah menikah, dua kepribadian menjadi satu, tentu ada perbedaan dan keburukan, akan tetapi jika keduanya saling terbuka dan memberikan ruang untuk saling mendengarkan dan memahami, tidak selalu melulu tentang diri sendiri, maka perasaan cinta akan semakin kuat.


Bagi Adam dan Alice mereka memang belum terlalu lama menikah, tetapi Adam yang memang lebih dewasa dan sangat menyayangi istrinya selalu memberikan ruang untuk mendengarkan dan memberikan pilihan tanpa pemaksaan.


Makna cinta sejati terlalu dalam namun juga misterius, tetapi kamu akan tahu jika dia adalah cinta sejati mu saat kedua pasangan sama-sama bahagia dan puas, merasa jika pasangannya adalah penyembuh.


Ya, setidaknya begitulah gambaran cinta sejati menurut Adam dan Alice.


***


Sekarang ini Adam dan Alice sedang ada di kamar mandi mewah kediaman Adam, yang dimana atapnya bisa dibuka menjadi atap kaca agar menampilkan langit malam spektakuler.


Tadinya Adam memang ingin dibantu oleh Alice mandi, akan tetapi mereka malah mandi bersama berendam di dalam bathtub, dimana tangan Adam yang terluka dijaga sedemikian rupa oleh istrinya agar tidak terkena air.


Adam menahan dirinya untuk tidak melakukan hal lebih jauh, bagi Adam kepentingan dan kepuasan nya bukanlah yang utama, walau dia akan menahan gairahnya dalam waktu yang lama, itu tidak masalah asalkan istrinya dan calon bayi nya sehat.


Mereka berdua diam saja dalam bath tub hangat, seolah hati mereka bersatu dan menikmati kenyamanan yang hangat ini.


Sampai ketika ...


*Terdengar suara perut Alice*


Mata Adam yang tadi terpejam segera terbuka, dia terkekeh dan mengecup tengkuk istrinya.


"Sepertinya istri ku dan anakku yang disana sedang lapar, kita harus sudahi mandi disini, aku akan memasak untuk mu ...." Adam membisik.


Dia tidak menduga di suasana romantis seperti ini suara lapar istrinya akan terdengar.


Tetapi tidak apa, hal itu membuat malam itu sama seperti malam sebelumnya, lucu menggemaskan dan hangat.


"Hummm ..." Alice menunduk lalu terdiam.


Pipinya seperti biasa akan merona, dia merasa malu karena merusak suasana romantis.


Tapi kau bagaimana lagi, dia memang tengah lapar sekarang.


***


Di sisi lain,

__ADS_1


Sazu dan Haley dengan mata bengkak mereka hendak melanjutkan misi tersisa, yaitu membantu Black dan Kai dalam misi mereka.


Mereka berempat sudah sepakat akan menuntaskan segalanya.


Tindakan ini memang harus dilakukan, karena jika Adam ikut andil lagi mungkin kemarahannya akan timbul lagi.


Sekarang Adam dan Alice sungguh ingin memisahkan dunia mereka dari kegelapan itu sejenak, mereka ingin fokus menyembuhkan hati dan saling membahagiakan satu sama lain.


Nanti setelah hati mereka siap, mereka akan melihat perkembangannya secara langsung m


Tetapi untuk sekarang seluruh saudara Adam ini akan menyelesaikan nya untuk bos mereka.


"Al, kau pulang saja dulu ... biar aku yang menyusul Kai kesana, kau juga pasti lelah ... seorang wanita juga penting menjaga jam tidurnya ...."


*Al : nama panggilan Haley.


Sazu hendak memberikan saran kepada Haley, sebab sudah malam dan lebih baik para lelaki saja yang mengurus sisanya malam ini.


"Terdengar suara kunyahan Snack yang nyaring*


Saat Sazu melihat kearah Haley, Sazu langsung melihat dengan dingin dan pasrah.


"Haaahhh ... aku baru saja bersikap sok keren, dia malah tidak pernah terlihat manis sedikit pun!" geram Sazu mengenakan nafasnya dengan berat.


"Ha? Bos Sazu tadi bilang apa? aku tidak dengar ... aku terlalu lapar karena baru saja menangis, jadi suara kunyahan Snack ini memenuhi telinga ku ...."


Karena tadi saat ia mengunyah Snack, dia melihat Sazu mengoceh dengan gerakan mulutnya akan tetapi dia sama sekali tidak dengar.


"Tak!"


Sazu menjitak dahi Haley membuat Haley melebarkan matanya dan hendak membalas.


"Kau itu seorang wanita, jika kau terlihat menyedihkan seperti ini kapan kau akan menikah?"


"Perhatikan penampilan mu sedikit ... lihat sisa Snack yang di pinggiran bibir mu, hah!"


Entah mengapa Sazu kesal dengan bagaimana Haley sama sekali tidak pernah mementingkan keanggunan dan keindahan seperti wanita lain


Seperti sekarang Haley hanya mengenakan Hoodie terbalik, dimana Snack yang ia kunyah sedari tadi ia masukkan kedalam topi Hoodie yang terbalik itu.


Agar Haley bisa makan dengan nyaman.


Saat mendengar itu Haley terdiam sejenak, dia mengepal tangannya dan tanpa sadar menangis di hadapan Sazu.


"Ke ... kenapa menangis, aku hanya khawatir saja ... kita semakin dewasa, pasti nanti akan menikah ... jika kau begini lelaki akan ...." Sazu menjadi panik.


Dia tidak tahu jika Haley akan menangis oleh karena ucapannya.


Padahal mereka memang biasa berbicara nyaman dan santai, saling mengkritik sebab mereka terlalu dekat dan ingin yang terbaik untuk saudaranya yang lain.

__ADS_1


"Hu ... hu ... hu!"


Semakin Sazu hendak menjelaskan, semakin keras tangisan Haley.


Haley menutup matanya menggunakan jemarinya.


"Aku tidak mau menikah ... aku tidak mau ... lelaki selain kalian semuanya jahat ... aku takut menikah ... Huaaa .... aku akan adukan kau pada Bos, kau membuat ku menangis dan menyakiti hatiku! lihat saja! huaaaa ...."


Haley menangis sembari melangkah menjauh.


Dia menunjuk-nunjuk Sazu seperti anak kecil yang baru bertengkar.


Saat Haley menangis, saat itulah Sazu ingat masa lalu Haley, bagaimana Haley dahulu terpaksa menjadi wanita malam.


Haley bisa keluar dari dunia gelap dan mengerikan itu karena dulu Adam juga dirinya dan yang lain sedang ada misi di klub.


Saat itu Haley sedang terpuruk karena dilukai oleh beberapa orang, dan ternyata itu adalah pemilik klub yang menghajar Haley karena Haley tidak mau melayani pelanggan.


Adam tidak tega melihat Haley karena entah mengapa Adam memang memiliki firasat yang kuat, saat itu Adam menyelematkan Haley dan membuat Haley menjadi bagian dari mereka.


Dan semakin lama mereka bersama, semakin terlihat kebaikan hati Haley, sikapnya dewasa namun disaat bersamaan juga sangat pengertian.


Sedikit manja dan suka menangis tetapi menyembunyikan fakta itu dan berpura-pura kuat seperti yang lain.


Sazu baru sadar jika sepertinya Haley juga trauma hendak mengenal pria yang lain apalagi untuk berhubungan serius.


Mengingat betapa banyak pria bajingan yang dulu pernah melukainya.


"Haaahh ...." Sazu memegang keningnya dan menghela nafasnya dalam.


"Sepertinya aku sudah berlebihan ...." seru Sazu akan mulai memikirkan solusi bagaimana caranya agar Haley bisa berdamai dengan masa lalunya.


Dan mulai mempercayai pria lain, Sazu tidak ingin anggota wanita satu-satunya dari mereka tidak menikah.


"Tenang saja Al, aku sebagai rekan mu dan guru taruhan mu, akan mencarikan jalan terbaik untuk mu! hmmm!"


Sazu mengepal tangannya dan akan membuat Haley merubah pikiran nya mengenai lelaki diluaran sana.


Mungkin memang ada yang jahat tetapi banyak yang baik juga, pasti salah satunya ada yang cocok untuk Haley.


.


.


.


.


Like dan komentar kalian adalah semangat author loh, jangan lupa berikan Like dan komentar nya yaa 🤍

__ADS_1


__ADS_2