Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Misi terakhir bagian 2.


__ADS_3

Episode 134 : Misi terakhir bagian 2.


***


Masih di hotel pertemuan besar,


Saat menyadari nyawa mereka berada di ujung tanduk, seluruh orang yang ada di gedung ini menjadi panik dan tegang, mereka bergetar ketakutan.


Rasa takut mereka seperti berada di tepi jurang, tidak bisa digambarkan.


Seluruh orang yang ada di gedung ini memang orang-orang besar, yang tidak pernah melihat darah dan melakukan segala sesuatu dengan memerintahkan suruhan mereka masing-masing.


Kecuali beberapa mafia yang juga merupakan rekan Baron Brown.


"Tuan ... tunggu aba-aba dari kami, kami akan mengorbankan nyawa kami, saat itu kabur lah dari arah belakang," penjaga yang berjumlah puluhan orang itu memberikan saran kepada Baron yang kelihatan masih berpikir keras, siapakah Adam ini sebenarnya.


Mengapa mengatakan jika Lou adalah musuhnya juga.


"Percuma kalian melakukan itu, jika tidak ingin seluruh orang mati di dalam gedung ini, maka diam saja dan dengarkan aku!" Adam menegaskan suaranya.


Mars suasana menjadi diam membuat suara Adam menggema di seluruh ruangan.


Seperti rasa takut menjalar di seluruh tubuh, Virgo, putra dari Baron bahkan pingsan di tempat saking takutnya.


"Plak!"


"Plak!"


"Plak!"


Baron yang sudah kehabisan ide mengingat siapa Adam sebenarnya, tiba-tiba saja Baron bertepuk tangan.


Membuat seluruh orang di ruangan ini mengira jika Baron sudah menjadi gila.


"Hebat sekali Tuan Adam, ternyata dugaan ku benar seluruhnya, dengan fakta kau sungguh mengepung perkumpulan ini artinya kau juga adalah dalang di balik penghancuran pabrik di pulau pribadi ku bukan?"

__ADS_1


Baron menyeringai, dia terlihat biasa saja, tidak seperti yang lain bergetar ketakutan bahkan anaknya sendiri langsung pingsan di tempat.


Kelihatan Baron sudah memprediksi keadaan ini sungguh akan terjadi, namun dia masih memiliki kartu as tentunya.


Adam menyipitkan matanya, dia tidak mengeluarkan suara namun penasaran mengapa Baron seolah tahu jika hal ini akan terjadi.


"Apakah kau terkejut? Adam ... kau belum sadar jika kita memiliki kemiripan? karena itulah aku tetap membiarkan mu berada di sisiku walau aku tahu kau memiliki rencana untuk menusuk aku dari belakang!"


"Kita berbeda dari orang kebanyakan, yang langsung takut dan tidak bisa melihat sesuatu ke depan, aku sangat tertarik kepada mu dan ingin kau menjadi salah satu orang ku, jika kita bersama maka kita bisa menguasai segalanya,"


Suara Baron terdengar sangat meyakinkan, namun hal itu membuat Adam menjadi jijik.


Adam melangkah mendekat kearah Baron, namun dihalangi oleh penjagaan ketat yang seperti benteng itu.


Akan tetapi ....


"Bak!"


"Buk!"


"Bak!"


Hanya menggunakan tangan kosong mereka terkapar, sebab saat meninju, Adam memfokuskan tinjunya ke titik persendian lawan, Agar mereka langsung lumpuh hanya dalam sekali gerakan.


Dan setelah menyingkirkan halangan di hadapannya, Adam tepat berdiri di hadapan Baron.


"Kau bilang kita sama?"


"Ha?"


Bisikan itu menekan dan kemarahannya sudah berada di ubun-ubun, dia ingin segera melenyapkan Baron namun ia sedang menahan dirinya.


"Aku masih ingat, saat kau menghabisi keluarga ku, bahkan membuang mereka ke lautan, kau menghabisi adik kecilku yang sudah menangis meminta tolong tetapi tidak kau hiraukan!"


"Kau melenyapkan segala hal yang aku punya, dan kau bilang kita sama?"

__ADS_1


"Heh!"


"Jangan membuat ku muntah sampah! aku tidak sama denganmu! kau dengar?"


Geram Adam membuat Baron melebarkan matanya, dia kemudian ingat sebuah keluarga yang dulu ia lenyapkan demi merebut harta warisan ayahnya.


"Jangan bilang kau putra dari Akram Dutch, bukankah kalian semua sudah mati?" Entah mengapa ketenangan Baron sudah hilang.


Tubuhnya menjadi dingin, sepertinya dia telah meremehkan kemampuan Adam Duke dengan cara menyamakan cara berpikirnya dan Adam.


"Ya ... kami sudah mati malam itu, tetapi aku kembali dari kematian untuk memburu mu, jadi jangan aku dengar mulut kotor mu mengatakan aku sama denganmu sampah!"


Adam menghina Baron, dia ingin sekali membunuh Baron yang ada di hadapannya sekarang juga, namun dia menahan dirinya.


Saat mendengar jika lelaki yang mengerikan ini adalah salah satu korban dari masa lalunya membuat Baron sudah tidak memiliki pilihan lain.


***


"Adam ... apakah kau tahu jika sehebat apapun orang akan selalu ada kelemahan?"


"Kau mengambil langkah yang salah sejak kau menikah dengan Alice, kau membuka lebar kelemahan mu sendiri,"


"Jangan kira aku tidak tahu jika kau sangat dekat dengannya ...."


Baron menyeringai, dia menatap tajam kearah Adam Duke, jika dia tdiak menguasai Adam Duke maka sama seperti Lou maka dia akan melenyapkan Adam Duke.


Mungkin Baron juga tidak sadar jika dalam hal itu, dia juga salah prediksi dan meremehkan Adam Duke.


.


.


.


Author : Jika salah ketik tolong dikomen saja ya biar aku perbaiki, terimakasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2