
Episode 52 : Kapan aku mendapatkan misi lapangan?
***
Setelah Sazu dan Black undur diri, Kai yang juga ada di ruangan pribadi Bosnya melihat dengan mata berbinar seolah menunggu misi untuk dirinya sendiri.
"Apa yang kau tunggu? kepala cabang yang saat lalu dipecat apakah sudah ada penggantinya?"
Adam langsung merobek seluruh berkas laporan yang diberikan oleh Sazu dan Black, hanya tinggal undangan lelang yang dia simpan.
Seluruh isinya sudah diingat oleh Adam, jadi tidak boleh ada satu berkas pun yang tertinggal guna meminimalisir adanya data yang bocor.
"Kapan aku bisa mendapatkan misi lapangan lagi? Bos hanya memberikan aku pekerjaan di kantor saja, aku kan juga anggota mafia," Kau protes, dia ngambek pada Bosnya.
Adam Duke, Kai, Sazu dan Black juga Haley telah menjadi saudara setelah mereka menjadi satu perkumpulan, jadi jangan heran jika Kau begitu kompak dan akrab dengan Bosnya sendiri.
Sebab Kai dan yang lain sangat menyayangi Bos mereka tetapi disaat yang sama juga sangat menghormati, begitu juga dengan Adam, dia menyayangi seluruh anggotanya seperti saudaranya sendiri.
"Oh, kau ingin aku menjabarkan misi lapangan mu? begitu?"
"Baiklah, aku pernah menyuruh mu melakukan misi lapangan untuk memberantas salah satu geng mafia yang telah menguasai salah satu desa, aku menyuruhmu untuk tidak membantai mereka dan menyisakan ketuanya untuk kita interogasi, lalu apa?"
__ADS_1
"Kau membantai mereka sampai habis,"
"Oh atau kau mau aku menjabarkan misi brutal mu yang lain?"
Adam Duke seperti seorang kakak tertua, dia mengomeli Kai yang sedang berada di hadapannya ini.
"Tapi itu kan karena mereka menyandera banyak anak kecil, mereka mengancam untuk membunuh anak-anak itu, bayangkan betapa anak kecil tidak berdosa itu ketakutan karena para bajingan itu! mengingatnya saja aku sudah ingin membunuh mereka untuk yang kedua kalinya!"
Kai dengan berapi-api, mengingat kejadian itu lagi.
Adam menggelengkan kepalanya, "Hah!" Adam menghela nafas dalam-dalam.
Kai menghela nafasnya dalam-dalam, walau dia sangat ingin menjalani misi lapangan tetapi jika Bosnya tidak setuju, dia tidak bisa apa-apa.
"Baik Bos, kalau begitu aku ingin bonus tambahan, aku baru kalah taruhan dari Sazu," seru Kai berlalu dan hendak mempersiapkan meeting bersama vendor mereka satu jam lagi.
Adam hanya geleng-geleng melihat saudaranya yang satu itu, walau dia begitu manja dan sangat ingin diperhatikan tetapi sangat penurut, juga sebenarnya Kai itu terlalu mengerikan.
Sampai Adam tidak mau Kai menjalani misi lapangan karena satu musuh punya tak akan ada yang berhasil hidup jika dia yang diturunkan.
***
__ADS_1
Saat Kai sudah pergi berlalu ke ruangan pribadinya untuk menyiapkan bahan presentasi meeting nanti, sekretaris Adam Duke mengetuk ruangannya.
"Tok ... Tok ... Tok!"
"Pak, ada yang ingin bertemu dengan anda, katanya sudah ada janji pribadi," sekretaris nya berbicara sopan sekali.
Bagaimana tidak, di luar ruangan, Rose sangat berisik, walah sekretaris nya telah menolak kunjungan Rose karena nama Rose tidak ada di daftar tamu atasannya, Rose malah mengancam sekretaris itu.
Dengan membawa-bawa nama keluarga nya yaitu Brown.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like dan komentar membangunnya, dukung author ya dengan karya baru ini 🤍🍊
__ADS_1