Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Menu Pembuatan Anak.


__ADS_3

Episode 79 : Menu Pembuatan Anak.


***


Kehangatan setiap malam yang dilalui oleh keduanya berada di level yang berbeda, keduanya saling berbagi, saling melengkapi dan saling menginginkan satu sama lain.


Lebih dari sekedar hubungan intim biasa, hati mereka bersatu dan saling memahami, mata mereka saling memandang namun mereka langsung saling mengerti.


"Tapi ngomong-ngomong, kenapa ada baju seperti ini sih? rasanya lebih baik tidak mengenakan baju saja, tekstur nya licin dan pasti tidak nyaman dipakai kan?" Adam bertanya serius, sembari menggenggam baju transparan dan mengusapnya tepat dibagian dada istrinya.


"Duar!"


Seperti ada bom yang meledak di kepala Alice, keromantisan itu hilang tak berbekas, warna pink dan rasa hangat yang baru bermekaran langsung sirna, Alice dibuat sadar jika sekarang dia berpenampilan begitu nakal di hadapan Adam, walau Adam suaminya akan tetapi tetap saja rasanya sangat malu.


"Adam ...." keluh Alice langsung memukul dada suaminya dan langsung kabur menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut.


Adam yang menyadari istrinya langsung sangat malu karena dia bertanya hal itu langsung terkekeh lucu.


"Sayang ... kau masih malu? apa sih yang membuat mu malu? semuanya sudah aku lihat juga," seru Adam terlihat semakin nakal dia datang kearah Alice dan masuk kedalam selimut dimana Alice bersembunyi.


"Aku melakukan nya untukmu, tapi kau malah bercanda, ini memalukan, biarkan aku bersembunyi ...."


Alice menggerutu, dia merasa Adam malah bercanda saat dia sudah menunjukkan bagian paling memalukan dari dirinya.


Ini adalah kali pertama Alice menggerutu dan mengomel, rasanya enak di dengar.


"Beginikah istriku mengomel? akan sangat indah di dengar saat pagi hari, nanti saat anak-anak kami lahir, dia juga akan mengomel membangunkan mereka, mau ke sekolah dan lain-lain ...."


Hanya mendengar Alice mengomel bayangan Adam sudah sampai ke anak-anak mereka nanti.

__ADS_1


Lalu ia terperanjat.


"Anak-anak? oh iya ... kami kan suami istri suatu saat akan memiliki anak juga ...."


Adam langsung sadar, dia menyadari jika sekarang dia sudah pantas memiliki anak.


Pipi Adam merah merona, tanpa sadar ada buliran air mata di pipinya.


Dia langsung ingat ayah ibu dan adik kecilnya, Adam ingat dulu saat dia masih kecil, ibunya akan mengatakan hal-hal seperti ....


"Jangan nakal, nanti anak mu di masa depan juga akan nakal,"


"Siapa sih nanti istri putra kecilku ini, Ibu penasaran sekali,"


"Ibu tidak sabar ingin dipanggil nenek oleh anakmu di masa depan nanti ...."


Ucapan-ucapan yang selalu membuat Adam kesal dahulu, Adam akan langsung mengomel dan mengatakan dia tidak akan menikah dan memiliki anak karena ibu dan adiknya saja sudah cukup baginya.


"Ibu ... akhirnya aku paham apa yang kau katakan, sekarang aku memiliki istri dan ingin memiliki anak, seandainya kau masih ada pasti kau akan senang sekali ...."


Adam seolah berbicara dengan angin dengan bulan yang terang, seolah ingin ucapannya sampai ke ibunya yang telah tiada.


Adam langsung menarik selimut dan masuk kedalam, dia mendekap istrinya dengan sangat erat.


Alice heran, Adam tidak lagi berbicara nakal dan bercanda seperti tadi.


Hanya memeluknya erat sekali dan membenamkan wajahnya di pundaknya.


"Ada apa? kenapa tiba-tiba jadi diam?" Alice yang kebingungan segera membalikkan tubuhnya dan mendekap suaminya lembut, dia mengusap rambutnya seperti yang biasa ia lakukan.

__ADS_1


Adam menggelengkan wajahnya, dia tidak ingin memperlihatkan wajahnya Yang sendu, jika dia mengingat keluarganya memang Adam akan berubah menjadi sangat menyedihkan.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin memeluk istriku saja! kenapa? tidak boleh?" Adam masih membenamkan wajahnya, namun kali ini dibagian dada istrinya, dia merasa lebih nyaman dan lembut tentunya.


"Boleh ... siapa bilang tidak boleh," seru Alice masih tetap mengusap rambut suaminya dan memeluknya.


Alice tahu ada sesuatu yang disembunyikan, dan mungkin hal itu belum siap diceritakan oleh Adam sekarang ini.


"Sayang ...." setelah beberapa saat terdiam dalam keheningan malam dan tenggelam dalam kehangatan masing-masing, Adam akhirnya mengajak Alice berbicara.


"Hmmm?" Alice yang sudah setengah mengantuk tetap menyahuti suaminya.


"Lusa setelah lelang usai, mau kah kau pergi bersamaku? aku ingin membawamu ke tempat ayah, ibu dan adikku berada, aku ingin memperkenalkan mu pada mereka," Adam ingin membawa istrinya ke tempat keluarga nya.


Adam ingin membuka dirinya secara perlahan, bagaimana pun Alice akan menjadi istrinya sampai selamanya, jadi tidak ada lagi yang pergi do tutup-tutupi.


Saat mendengar itu, tentu saja Alice setuju, walau Alice belum tahu jika yang dimaksud Adam adalah makam keluarganya.


"Sayang .... jangan tidur dulu, kita belum ke menu utama!" seru Adam mencubit pelan pipi istrinya.


"Menu utama?" tanya Alice keheranan, memangnya mereka mau makan apa lagi malam ini? pikir Alice sedikit bingung.


"Iya ... menu pembuatan anak," bisik Adam mulai membuka semua pakaian nakal istrinya.


"APA?" Alice tentu terkejut sekali, dia kira Adam sudah lupa dengan kegiatan panas itu, tetapi ternyata Adam hanya menunggu waktu yang tepat saja.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2