Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Aku ingin awan warna-warni.


__ADS_3

Episode 46 : Aku ingin awan warna-warni.


***


Adam langsung melangkah dengan cepat kearah Alice, tiket yang sudah ia beli di kantungi agar tidak hilang.


“Srek!”


Adam segera menarik tangan Alice dan menggenggamnya kuat.


“Bukankah aku sudah bilang jangan pergi kemanapun? kenapa kau berpindah kesini? bagaimana jika kau hilang atau tersesat?” Adam langsung mengomel, mencubit pipi istrinya pelan.


Namun saat Adam memarahi Alice, saat itulah Adam melihat bibir Alice telah berair dan baru saja Alice menelan salivanya dengan berat, seperti hendak memakan sesuatu.


Adam mengenyitkan dahinya bingung, mengapa wajah Alice terlihat merah dan bibirnya basah.


Lalu Adam melihat gula kapas yang ada di hadapannya …


“Pffftt ….” Adam terkekeh lucu, dia sampai harus memiringkan wajahnya karena merasa Alice benar-benar selucu dan selugu itu.


“Kau mau makan ini?” seru Adam menunjuk kearah gula kapas.

__ADS_1


“Glek!” Alice menalan salivanya namun dia menggelengkan kepala, menolak tawaran Adam.


Alice tidak ingin merepotkan Adam, dimana harus mengeluarkan uang untuk membeli awan warna warni itu.


Namun tatapannya masih belum bisa ia palingkan dari awan warna warni.


Sisi jahil Adam saat melihat wajah super lucu Alice tiba-tiba saja membara.


“Aku kerjai saja ah,” benak Adam dengan tatapan yang membara.


“Ooh, tidak mau, ya sudah kita pergi ke tempat lain, kita naik rollercoaster nya 30 menit lagi, sedang banyak yang mendaftar tadi,” seru Adam hendak berlalu.


Alice yang terkejut setelah Adam hendak pergi meninggalkan awan berwarna warni itu langsung panik.


“Umm, aku … aku mau, tapi Tuan bagaimana jika harganya mahal, aku tidak ingin merepotkanmu,” seru Alice seperti mau menangis.


Hanya ingin meminta gula kapas saja, dia seperti tengah mempertaruhkan hidupnya.


Adam yang sudah puas mengerjai istrinya dan telah melihat wajah menggemaskan itu segera menarik tangan Alice dan mendekapnya, di hadapan banyak sekali orang, namun wajahnya ia hadapkan ke wajah Alice agar ia tetap bisa melihawat wajah merona istrinya ini.


“Kau tahu, aku ini sangat kaya, aku bahkan bisa membelikanmu apapun yang kau inginkan, mulai hari ini jika ada yang kau mau, atau kau inginkan, katakan saja padaku, aku akan membelikannya untukmu, jadi jangan takut untuk meminta sesuatu,”

__ADS_1


Mendengar ucapan itu, Alice langsung tersenyum lebar, dia mengangguk bersemangat.


“Humm,” seru Alice bersemangat, walau sebenarnya tentu saja Alice tetap tidak akan meminta apapun selain gula kapas tentunya.


***


Sesaat setelah itu, Adam segera membelikan gula kapas berwarna pink untuk istrinya.


Keduanya pergi ke kursi taman untuk duduk sebentar, menunggu jadwal mereka menaiki rollercoaster.


Alice sangat penasaran bagaimana rasanya awan berwarna pink ini, dia mencicipinya sedikit, lalu ia sedikit menyipit saat memakan sedikit, “Rasanya terlalu manis, tapi enak, terimakasih ya Tuan sudah membelikan aku awan pink ini,” ucap Alice tersenyum begitu lepas dan lebar.


“Awan pink? hahahah, lucu sekali, kenapa kau lucu sekali sih," seru Adam gemas dan mencubit pipi Alice lagi pelan.


Dia suka sekali menghabiskan waktu bersama Alice karena kepolosan dan betapa berterus terangnya Alice dengan segala hal yang ia rasakan.


Alice melanjutkan memakan awan pink yang ada di tangannya, di sisi lain, Adam tengah memberikan pesan kepada Kai untuk mempersiapkan sesuatu.


Adam sudah bertekad akan membuat malam ini menjadi malam paling menakjubkan bagi Alice.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2