Pengantin Tuan Adam

Pengantin Tuan Adam
Haredang II


__ADS_3

Episode 95 : Haredang II


***


Setelah puas mengerjai istrinya yang sudah memperlihatkan wajah merah panas karena malu, Adam sekarang menempelkan tubuh nya ke tubuh istrinya, mendekapnya erat dan menyandarkan wajahnya di pundak istrinya.


Tangannya masih mengusap perut rata istrinya.


"Sayang ... kapan ya kita punya anak? aku sudah sangat ingin memiliki anak denganmu, aku ingin tahu dia mirip siapa nanti,"


Adam berbincang begitu santai dimana Alice sudah sangat tegang dan malu sekarang.


"Kenapa tidak dijawab ..." dengan wajah cemberut Adam melihat ke sisinya dimana Alice hanya memejamkan matanya dan terdiam.


"Hummm ..."


Alice yang sudah tidak tahan dengan segala kenakalan suaminya, Alice langsung membalikkan tubuh dan mendekap suaminya.


Menenggelamkan tubuhnya dan wajahnya dalam tubuh suaminya.


"Aku malu ... jangan goda aku lagi, mungkin bagimu ini tidak memalukan tapi bagiku ini sangat malu, bukan karena aku tidak suka, aku hanya malu ... jadi aku tidak tahu harus menjawab apa,"


Jawab polos Alice dan suaranya yang terdengar menggemaskan.


Pipi Adam memerah dan detak jantungnya berpacu tak karuan. dia langsung menggendong istrinya, dia tersenyum nakal dan mengecup dahinya lembut.


"Sayang ... aku sangat menginginkan mu, karena itulah aku suka melakukan ini hanya denganmu saja, apakah kau tidak dengar detak jantungku jika berada di dekat mu ...." Adam berbicara sembari langkah kakinya melangkah menuju bath tub yang sudah diisi dengan air hangat.


Disaat yang sama Alice mendengarkan detak jantung suaminya dengan menempelkan telinganya di dada suaminya.


Dan benar saja ....

__ADS_1


"Deg ... Deg ... Deg!"


Detak jantungnya berpacu cepat sekali, saat keduanya sudah duduk didalam bathtub dimana Alice duduk di pangkuan suaminya.


Mata Alice berbinar seolah baru mengetahui sesuatu.


"Detak jantungku juga, aku juga akan berdegup kencang sekali jika berada di dekat mu, aku mengatakan kebenaran aku serius ...." Dengan antusias dan serius seolah tidak mau kalah, Alice berbicara dengan sangat menggemaskan tepat di hadapan suaminya.


Adam menyeringai nakal, dia menggigit bibir bawahnya lalu mendekatkan wajahnya.


"Baiklah aku juga mau dengar," bisiknya membuat Alice keheranan.


Lalu barulah ia sadar apa yang baru saja ia katakan dan lakukan.


Sekarang tangan Adam menarik pinggang istrinya, agar dadanya sejajar dengan wajahnya.


Lalu Adam melihat keatas dimana wajah terkejut dan pipi merah Alice tengah terpampang nyata.


Saat nafas hangatnya menyentuh dirinya, dan apalagi saat Adam membebankan wajahnya dikedua buah dadanya yang memang semakin membesar karena ulah suaminya.


Alice menahan nafasnya sejenak, karena merasa semakin jantungan saat Adam mulai melakukan hal-hal nakal lainnya.


Malam Haredang dan air yang terus saja tertumpah dari bath tub pun dimulai.


***


Disaat yang sama,


Sazu dan Black sudah sampai di kota, hal pertama yang mereka lakukan adalah mencari kado untuk bos kecil mereka.


"Black, apakah kau sudah tahu mau memberikan apa pada bos kecil?" tanya Sazu dengan serius.

__ADS_1


Dia belum tahu ingin memberikan apa kepada wanita bosnya itu.


Black dengan percaya diri mengangkat dagunya, walau nama nya Black sebenarnya Black itu terbilang tampan dan memiliki kulit sawo matang.


Tampilannya seperti model bule yang memiliki mata biru, dia dipanggil Black karena suka warna hitam dan suka gelap, jika dia sudah di tempat gelap maka Black bisa langsung tertidur pulas.


"Tentu saja aku sudah tahu apa yang akan aku berikan, ha ha ha!"


Dia tertawa terbahak-bahak.


Jiwa kompetisi Sazu langsung terbakar dan dengan ngotot dia harus tahu apa yang akan diberikan oleh Black kepada Bos kecil.


Dia tidak boleh kalah dari pertandingan apapun, walau ini bukan pertandingan akan tetapi Sazu menganggap nya sebagai pertandingan.


Akan tetapi jiwa Kompetisi Sazu segera redup saat tahu apa yang akan diberikan oleh Black untuk bos kecil mereka.


"Tentu saja aku akan memberikan bantal tidur, agar dia dan Bos bisa tidur dengan nyaman! hahaha!" Black dengan sangat bangga dan percaya diri sekali memamerkan apa yang hendak ia berikan sebagai kado.


"Haaahhhh!" Sazu mengenal nafasnya dalam-dalam.


Sampai sekarang dia belum tahu apa yang harus ia berikan kepada Bos kecilnya.


Bagi Sazu ini adalah hal yang sangat penting, karena ini akan menjadi kado pertama untuk Bosnya.


Apalagi Alice baru pertama kali merasakan perayaan ulang tahun, jadi kadonya juga tidak boleh sembarangan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2