
Episode 80 : Kau menggodaku jadi ...
***
"APA?" Alice tentu terkejut sekali, dia kira Adam sudah lupa dengan kegiatan panas itu, tetapi ternyata Adam hanya menunggu waktu yang tepat saja.
"Ya ... kita akan melakukan pembuatan anak sampai pagi, apakah kau lupa dengan ucapan ku sejak awal?"
"Gairah ku sangat besar untuk mu, dan saat kau menggodaku, maka aku tidak akan berhenti," bisik Adam menyeringai, dia sudah naik keatas tubuh istrinya dan kedua tangannya ia genggam sebegitu erat.
Alice memiringkan wajahnya, dia kebingungan atas ucapan suaminya, bagi Alice dia tidak menggoda Adam sedikitpun, tetapi ucapan yang dikatakan oleh Adam mengatakan jika dia jelas-jelas menggodanya.
"Adam ... aku tidak mengerti, aku kan tidak menggoda mu?" balas Alice dengan matanya yang berbinar, bulat dan sangat indah dilihat oleh Adam Duke.
"Pfft ..." Adam terkekeh.
Dia menarik tangan Alice sehingga keduanya kembali duduk, lalu hanya dalam satu hentakan Alice sudah naik ke pangkuan suaminya.
Adam kemudian membisik di telinga Alice sembari menyesap daun telinganya sangat lembut.
"Sayang ... coba lihat ke samping mu, lihat tampilan mu yang sekarang, dan katakan padaku, apakah kau sedang tidak menggoda aku?" bisik Adam dimana tangannya sudah mengusap pundak mulus istrinya dan wajahnya ia benamkan di kedua buah dada istrinya yang sangat ia suka.
Adam suka sekali meraba dan memeluknya, dia gemas karena keduanya sangat lembut bersentuhan dengannya, ukurannya juga pas di tangannya.
Alice mengikuti saran Adam, di sisi mereka memang adalah dinding kaca yang bisa melihat pantulan diri.
__ADS_1
Lalu jelaslah ia lihat tampilannya, baju tembus pandang sudah terlepas dari tubuh bagian atasnya, dengan rambut yang terurai tubuh indahnya terlihat menantang di depan wajah Adam yang sekarang mendekapnya begitu erat.
Adam juga melihat ke cermin yang ada di sisi mereka, senyumannya begitu nakal dan mata tajamnya sedalam langit malam.
Siapapun yang melihat matanya dan memerhatikan senyuman nakal Adam, maka pastilah akan merasa malu karena seolah seluruh nya berada dalam kuasanya.
"Kau lihat kan sayang? bagaimana mungkin tampilan mu ini tidak menggodaku, jadi karena kaulah yang menggodaku maka aku tidak akan melepaskan mu ...."
"Aku ingin memiliki anak denganmu, mari kita membangun keluarga kecil bersama, setelah semua urusan ku usai, aku ingin kita memiliki apa yang tidak kita miliki sebelumnya," bisik Adam sudah beralih pandangan lagi.
Sekarang dia sudah meraih dagu istrinya agar berhenti melihat ke cermin, agar Alice berfokus kepada nya saja.
Adam mulai memberikan ciuman yang sangat lembut, lalu perlahan ciuman ini menjadi sedikit panas dan menekan, ciuman itu turun ke bagian leher dan di sana Adam meninggalkan banyak bekas kepemilikan.
Suara kecil Alice yang ditimbulkan karena gigitan kecilnya, akan membuat Adam semakin terbakar gairah yang sangat menggebu-gebu.
Alice yang hanya bisa menikmati permainan gila suaminya, dengan pipi yang merona dan ekspresi yang terlihat sangat nakal.
Adam semakin menggelora, ada senyuman mengerikan di wajahnya.
"Sayang ... panggil aku suamiku ...."
Bisik Adam mulai membuka seluruh bajunya sendiri, dia menampakkan tubuh bidang indahnya di hafal istrinya.
Walau sudah beberapa kali melihat tubuh bidang suaminya yang terlihat sangat memesona tetap saja Alice belum terbiasa dan merasa malu.
__ADS_1
Alice dengan sedikit memejamkan matanya, dengan sedikit terbata-bata memanggil suaminya.
"Su ... suamiku ..." serunya pelan karena malu.
Saat semua baju Adam sudah terlepas, Adam dengan kelembutan naik keatas tubuh istrinya, menahan berat badannya dengan bertumpu tangan di ranjang tetapi memastikan tubuhnya dan tubuh istrinya menempel dengan hangat.
"Sayang ... lagi dan lebih kuat," Adam mengecup kening istrinya, seperti tengah mengerjai namun dalam versi nakal.
"Suamiku ... suamiku suamiku suamiku!"
Dengan cepat dan volume yang sedikit kuat, Alice sudah tidak tahu apa yang terjadi, yang jelas dia ingin segera merasakan sesuatu yang lebih sekarang, dia merasa tubuhnya terbakar dan Adam seolah tahu dan sengaja membuat istrinya menginginkan nya lebih lagi.
"Hehe ... bagus ...."
"Mulai sekarang, kau hanya boleh memanggil ku suamiku," bisik Adam kemudian memulai kegiatan pembuatan anak yang menggebu-gebu dan panas malam itu.
Adam menuntun Alice yang masih tidak pandai dalam hal nakal seperti ini, Adam mengajari Alice beberapa posisi yang akan membuat keduanya melayang tinggi di angkasa. (🤣)
.
.
.
.
__ADS_1
Jika ada kesalahan ketik, mohon maafkan author ya. Jika bab ini lama updatenya berarti ketahan di sistem, karena sekarang review bab sudah lebih selektif dan lebih lama untuk menghindari adanya bab yang vuulgar.
Terimakasih atas perhatiannya. 🤍