
Sesampainya di aula perguruan mereka segera berkumpul bersama, Di sana terlihat ada beberapa kelompok yang sudah datang . , Alea segera pergi menghampiri kelompoknya . Di sana dia bertemu dengan Lian Han yang sudah datang. Atas persetujuan dari guru besar Juan , Lian Han bisa pergi bersama kelompok Alea. ( Waah Alea memakai kesempatan kolusi nich hihi🤣)
"Gege kau sudah datang...?" tanya Alea menyapa Lian Han yang sudah berdiri dan sedang bercakap- cakap bersama Qing Ju, dan Gu Jing. Mendengar sapaan Alea mereka bertiga menghentikan obrolannya.
"Lumayan Lea'er , kau sendiri kenapa baru datang....?" tanya Lian Han dengan wajah cerah.
"Biasalah kak...jika seorang gadis mau bepergian..." jawab Akeh memberi Alasan.
"Di mana Putra Mahkota..? Buasanya dia selalu nempel di dekatmu..? tapi beberapa hari ini aku tidak melihat keberadaan dirinya , kemana dia...?" tanya Lian Han pada sang adik.
"Hey, kenapa.? apa kau merindukannya?" goda Alea.
"Siapa yang merindukannya...dasar kau ini..aku cuma bertanya sebab aku heran saja, penjagamu itu tiba - tiba tidak ada di samping mu..." ucap Lian Han sambil menjitak kepala sang adik.
"Aauu...sakit gege..." sungut Alea. sang kakak tertawa melihat wajah Alea yang terlihat menggemaskan saat dia cemberut.
"Dia pulang, ada tugas yang harus dia selesaikan..." jawab Alea.
"Apakah hari ini dia tidak mengantarmu untuk masuk ke Dunia kecil...?" tanya Lian Han lagi .
"Entahlah...kalau dia terlalu sibuk, mungkin dia tidak bisa datang gege..." jawab Alea tenang, walaupun di dalam hatinya Alea merasakan ada perasaan kecewa. Melihat ketenangan Alea, Lian Han merasa tenang sebab dia melihat Alea dalam keadaan tenang . Dia takut Alea sedih karena tidak adanya pangeran Lingzhi saat mereka akan berangkat .
"Ya sudah...gege senang kau tidak merasakan kecewa saat dia tidak datang saat kau akan pergi kedunia kecil..."ucap Lian Han lagi .
"Siapa yang tidak datang..." sebuah suara mengagetkan mereka berdua . secara serempak mereka berdua melihat kearah suara datang.
"Pangeran Lingzhi.." seru Alea dan Lian Han bersamaan . Mereka melihat pangeran Lingzhi datang bersama kedua pengawalnya.
"Kau menungguku sayang..." ucap Pangeran Lingzhi . Dia memeluk Alea dengan mesra tanpa perduli sekitarnya .
Tentu saja Alea kaget bukan main ketika tangan kekar itu memeluk tubuhnya, walaupun tidak dia pungkiri kalau di dalam hatinya dia merasa bahagia.
"Pangeran kita ada di muka umum lo..." kata Alea mengingatkan.
"Ck kau ini...apa kau tidak merindukan diriku... ?" ucap Pangeran Lingzhi dengan wajah cemberut menatap Alea. Mendengar perkataan pangeran Lingzhi, Alea tersenyum apalagi melihat wajah tampan dan gagah itu cemberut.
"Ist...ternyata Putra Mahkota kerajaan Shi bisa cemberut juga ya...?" goda Alea .
"Kau ini...kau fikir aku nggak bisa kesal he..." ucap Pangeran Lingzhi sambil menjitak pelan kening Alea sambil tersenyum gemas.
"Auu..." seru Alea sambil memegang dahinya.
"Kenapa hari ini orang pada senang menjitak kepalaku sich..." batin Alea sambil mengusap keningnya.
Melihat kedatangan pangeran Lingzhi yang masih memakai seragam lengkap seorang putra Mahkota, semua orang memberi hormat.
"Salam sejahtera semoga panjang umur Putra Mahkota..." ucap mereka bersama sama . Sedang Alea hanya bisa terdiam , karena semua mata menatap kearah mereka berdua. Lalu memberi hormat pada Pangeran Lingzhi . Alea segera menatap sang Pangeran, ternyata Pangeran Lingzhi memakai seragam lengkap sebagai Putra Mahkota . Sedang Pangeran Lingzhi segera mengibaskan tangannya , bertanda salam mereka sudah dia terima.
"Sudahlah, aku kemari hanya ingin menemui Putri Mahkota, jadi kembalilah pada kegiatan kalian..." ucap Putra Mahkota dengan wajah berwibawa.
"Trimakasih yang Mulia..." jawab mereka bersamaan. Setelah itu mereka kembali beraktifitas oada kegiatan mereka lagi.
'My Zhi kenapa kau kemari memakai seragam ini...?" tanya Alea sambil menatap sang kekasih .
"Aku tadi dari tempat tugas langsung kemari sayang... Aku takut aku akan terlambat mengantarmu..." jawab Pangeran Lingzhi.
"Maafkan aku sayang ...aku tidak bisa ikut bersamamu..." ucap pangeran Lingzhi dengan wajah sedih.
"Tidak masalah My Zhi..Bukankah aku sudah berkata padamu, kalau kau harus mengutamakan kepentingan kerajaanmu terlebih dahulu..." jawab Alea.
" ,Tapi kau adalah prioritas utamaku... andai tugas ini bisa kuwakilkan pada Guansi, tapi tugas ini tidak bisa di wakilkan sayang ." ucap Pangeran Lingzhi lagi .
"Iya aku tahu.., sudahlah, aku nggak masalah kok, malah kalau kau mementingkan diriku daripada rakyatmu aku malah akan kecewa..." jawab Alea lembut .
"Trimakasih sayang...kau memang calon permaisuri terbaikku. aku tak salah memilihmu ..." ucap pangeran Lingzhi .
"Tapi bagaimanapun kau tetap yang utama untukku..." ucap pangeran Lingzhi kembali.
" Iya, iya..." ucap Alea mengalah.
sampai kapanpun takkan bisa Alea mengalahkan omongan pangeran Lingzhi. Bersamaan dengan berakhirnya ucapan Alea, terlihat beberapa guru termasuk guru besar Jihao dan guru Lao masuk kedalam aula latihan. Semua murid yang akan ikut dalam kompetisi Dunia kecil , sudah berkumpul sesuai kelompok mereka. Saat para guru melihat Pangeran Lingzhi yang memakai seragam lengkap bersama kedua pengawalnya, Mereka segera memberi salam pada Putra Mahkota , dan di balas dengan anggukan kepala oleh pangeran Lingzhi.
Acarapun segera di mulai, setelah mendapatkan nasehat dan petuah dari kedua guru besar, mereka mendapatkan token masuk kedalam dunia kecil . token itu bentuknya segi empat , kecil dan terbuat dari ukiran Kayu yang berlapis giok. Dan token itu akan segera aktif kalau mendapat setetes darah dari sang pemilik.
"Setelah kalian berada di dunia kecil, teteskan sedikit darah kalian pada giok yang ada di token kalian, nanti token akan segera aktif . token ini akan otomatis mencatat hasil poin yang akan kalian dapatkan, dan apa saja yang telah kalian bunuh . kalian harus mengumpulkan banyak inti roh hewan buas yang ada disana, yang akan menambah poin kalian, dan ingat , kalian harus menjaga token kalian , jangan sampai di rebut oleh pihak lain, karena akan membuat mereka menambah poin keuntungan. Kalianpun seperti itu, kalau kalian memang mampu merebut token dari orang lain, poin yang akan kalian dapatkan secara otomatis akan bertambah. Nach sekarang kalian birsiap- siaplah dengan kelompok kalian masing- masing. Sebentar lagi kalian akan kami kirim ke dunia kecil dengan teleportasi. Kami harap saat kami menjemput kalian nanti, kami melihat kalian semua masih lengkap seperti ini . Sekarang kalian boleh mengambil token tanda pengenal kalian..." ucap guru Juan. Merekapun segera berjalan satu persatu mengambil token atas nama mereka. Begitu juga dengan Alea, dia segera berjalan bersama dengan kelompoknya untuk mengambil token milik mereka .
Setelah mendapatkan token mereka segera mengikuti guru besar yang mengajak mereka menuju tempat teleportasi yang berada di sebelah gedung utama dari perguruan Calang.
"Sayang ...hati- hati di sana. Jaga diri jangan sampai terluka, empat bulan waktu di sini aku akan menjemputmu di tempat penilaian semua praktisi. Aku minta jangan sampai terluka, kau harus ingat aku selalu menunggumu di sini . dan kau White, tolong jaga master kalian ini dengan baik, aku mempercayai kalian untuk keselamatannya..." ucap Pangeran Lingzhi pada Alea dan juga White yang sejak tadi berada di pergelangan tangan Alea.
"Aku mengerti My Zhi..jangan cemaskan diriku, kau juga harus menjaga dirimu juga. .." ucap Alea lembut.
"Baik...aku akan mengingat perkataanmu.." jawab Pangeran Lingzhi.
"Ya sudah aku pergi ..tolong aku , titip keluarga Zio jika mereka sudah datang .."kata Alea pada pangeran Lingzhi.
"Jangan cemaskan mereka, yang penting sekarang tugasmu harus kau selesaikan dengan benar..." jawab Pangeran Lingzhi .
"Baik My Zhi, Sekarang aku pergi dulu.." pamit Alea. Pangeran Lingzhi memeluk Alea dengan erat. Tentu saja Alea kaget.
"Ya ampun Pangeran...apa kau tak malu dengan para guru..." teriak Alea dalam hati. Namun dia tak bisa berbuat untuk melepas pelukannya karena jika itu dia lakukan maka Alea akan membuat pangeran Lingzhi terluka harga dirinya, dan malu di depan orang banyak.
Para teman kelompok Alea juga kaget, ketika melihat posesifnya pangeran Lingsi pada Alea. Hanya Lian gege dan kedua pengawal pangeran Lingzhi saja yang menatap mereka dengan bibir tersenyum. Sedang di sebelah sana dua pasang mata menatap pada Alea yang berada dalam pelukan pangeran Lingzhi dengan tatapan mata marah, iri, dan cemburu. Siapa lagi kalau bukan mata milik putri Lan Wen dan Putri Asuya.
Tak berapa lama pangeran Lingzhi melepas pelukannya. Setelah itu Alea segera berjalan kearah para temannya yang sudah menunggu di depan pintu teleportasi.
Ternyata kelompok dari perguruan Calang mengirimkan tiga kelompok . dua dari siswa prajurid khusus dan satu dari siswa murid biasa. Didalam kelompok siswa murid biasa terlihat putri Lan Wen dan Putri Asuya ikut dalam kelompok tersebut.
Ternyata alat teleportasi yang akan mereka gunakan , adalah dua buah pintu tanpa dinding yang bisa terbuka dengan mendapat kekuatan dari guru Juan dan guru Lao . Setelah pintu terbuka kedua guru tersebut menyuruh para siswa masuk kedalam pintu tersebut dalam satu kelompok , setelah itu guru Lao maupun guru Juan menutup pintu tersebut. Begitupun dengan Alea, setelah masuk bersama kelompoknya tiba - tiba seberkas cahaya menyilaukan mata ,hingga tanpa sengaja mata mereka terpejam.
Dan saat mata terbuka kembali tiba- tiba Alea dan kawan- kawan sudah berada di daerah sebuah hutan belantara . mereka semua terkejut.
__ADS_1
"Hey...apakah kita sekarang ada di dalam Dunia kecil...?"tanya Xio Wei yang ada di sebelah Alea. Gadis cantik itu memang sangat ingin tahu tentang dunia kecil.
"Mungkin ini yang namanya dunia kecil kak...tapi kata guru Juan , kita harus selalu hati - hati. Karena di sini hanya ada hewan roh dan Monster saja .
"Apakah kita akan terus berbicara saja..? Bukankah kita harus meneteskan darah kita pada giok yang ada di atas plakat milik kita...?" ucap Lian Han mengingatkan .
"Benar...kita harus meneteskan darah kita pada giok plakat..." ucap Qing Ju.
Mereka segera melukai sedikit jari mereka . dan meneteskan darah yang keluar dari luka pada giok plakat mereka. Saat darah mulai mengalir secerca sinar kecil keluar dari giok itu. Dan setelah cahaya meredup lalu hilang, terlihat di atas giok tertera nama mereka dan nama perguruan mereka.
"Waaah...hebat...ternyata di setiap plakat terdapat nama masing- masing peserta serta dari mana mereka berasal..." seru Gu Jing sambil berdecak kagum.
"Ya sudah ayo kita segera meneruskan perjalan, takutnya kita akan kemalaman di sini, apakah kita ingin menjadi pengisi perut hewan Roh yang terkenal ganas itu..." ucap Alea mengingatkan.
"Benar ayo kita mulai bergerak...?" jawab Xio Yixing. Mereka segera mulai berjalan menyusuri hutan yang terlihat sangat menyeramkan. Hingga beberapa waktu, mereka tidak menemukan satu hewanpun yang ada di hutan itu.
"Hey...kenapa tidak ada satupun hewan atau monster yang kita temui...?" ucap Lian Han heran.
"Entahlah..aku juga heran..bukankah katanya di sini banyak hewan roh dan monsternya, lalu pada kemana mereka. ?." kata Gu Jing.
"Apakah kalian tahu penyebab nya...?" tanya Alea pada ke empat hewan kontraknya.
"White mungkin lupa menghilangkan aura nya..." ucap Lauyan.
"Ha ha ha maaf Lea'er...benar kata Lauyan, aku lupa menyembunyikan auraku..!" jawab White sambil tertawa.
"Dasar gege White...!" ucap Alea kesal.
Setelah aura White di sembunyikan, maka merekapun mulai menemukan. hewan roh atau monster di perjalanan.
Mereka mulai membantai satu persatu hewan roh yang mereka temukan. Dan inti rohnya mereka kumpulkan untuk menambah poin penilaian.
"Siapa yang memegang peta perjalanan..?" tanya Alea.
"Aku...!" kata Yu Kui dari arah belakang.
"Coba kita lihat jarak terdekat kampung persinggahan yang akan kita lalui, agar kita bisa singga di sana malam ini, jangan sampai kita kemalaman di tengah hutan..." ucap Alea dengan tenang.
"Benar kata Hanpey , kita harus sampai pada kampung persinggahan sebelum malam tiba, kita tidak mungkin bisa berjalan di dalam kegelapan..." ucap Xio Wei.
"Ya sudah, ayo kita lihat bersama- sama..." ucap Yu Kui sambil menurunkan tempat perbekalannya. dia lalu mengambil sebuah kulit hewan dari tempat perbekalannya dan menaruh kulit itu di depan teman- temannya yang sudah mengelilinginya.
"Ini petanya .." kata Yu Kui .
mereka segera melihat peta secara bersama- sama.
"Waah...ternyata tempatnya masih agak jauh , kita harus lebih cepat jalannya..." kara Alea pada mereka.
"Ya sudah ayo kita segera bergerak, kita harus sampai di sana sebelum petang..." ucap Qing Ju yang di iyakan oleh teman- temannya. merekapun segera bergerak dengan cepat meninggalkan tempat itu dengan segera. namun mereka harus membunuh hewan- hewan yang menghalangi jalan mereka.
Saat hari hampir petang, mereka sampai juga di kampung persinggahan pertama.
"Kita harus mencari tempat untuk bermalam..." kata Alea pada mereka semua.
namun ternyata bukan mereka saja yang juga sampai di sana. ternyata sudah ada praktisi dari perguruan lain yang juga sudah sampai di sana.
Saat mereka melihat kedatangan rombongan Alea, mereka semua terpesona dengan kecantikan ketiga gadis yang ada di antara rombongan yang baru datang itu.
"Waah cantik - cantik sekali mereka., terutama gadis berbaju merah itu. lihatlah, tinggi semampai bagai dewi yang baru turun dari khayangan..." kata salah satu pria kekar yang ada di sana.
"Gila...benar- benar cantik gadis itu..aku belum pernah melihat gadis yang secantik dia, Bos...apa kau tak berminat pada gadis itu...?" tanya salah satu pria yang berada di sebuah rumah singga yang terlihat cukup luas .
"Dasar Bodoh...apa mataku buta hingga tak melihat dan menginginkan gadis secantik dia.." ucap pria itu. dia segera berdiri dan menghampiri rombongan Alea yang baru datang.
"Hey gadis...apa kabar..." sapa pria itu dengan gaya congkak.
Melihat kesombongan dan sikap kurang ajar dari pria itu, Lian Han langsung ingin menghajar pria itu. namun tangan Alea menahan tangan Lian Han yang ingin berjalan mendekati pria sombong itu.
"Maaf, apakah anda ada keperluan dengan kami..." tanya Alea datar.
"Ha ha ha...tentu saja cantik...aku ada perlu denganmu...aku butuh kau membantuku menghilangkan kesepianku, ha ha ha..." ucap Pria itu sambil tertawa dan berjalan semakin mendekati Alea. ucapannya membuat teman- temannya tertawa . sedangkan Lian Han sudah
mengepalkan tangannya keras.
"Kau ingin bersama denganku..? apakah kau sudah berkaca di cermin, apakah wajah sepertimu pantas bersama denganku...?' tanya Alea datar.
"Sialan...ternyata mulutmu tajam juga Nona... tapi aku malah semakin menyukaimu..." ucap pria itu.
Dia segera mendekati Alea dan mengulurkan tangannya. namun sebelum tangan itu memegang tubuh Alea, sebuah tangan halus telah menangkap dan memelintir kebelakang tubuhnya dan juga menguncinya.
"Jangan pernah bermimpi kalau tangan kotormu bisa memegang tubuhku tuan.." kata Alea dengan tajam.
Melihat sang pemimpin terkalahkan dengan mudah oleh seorang gadis, anak buat pria itu segera maju menyerang Alea. namun dengan bertumpuh di tubuh pria yang ada di depannya. Alea menendang secara beruntun pria- pria yang akan menyerangnya tadi dengan kedua kakinya. dan gerakan itu sangat cepat sekali. hingga ke empat pria yang tadinya ingin menyerang Alea tumbang satu persatu. semua teman Alea hanya bisa terpaku takjub dan kagum, hanya Lian Han yang menatap sang adik dengan bibir tersenyum. Setelah itu Alea melepas pria itu kearah teman- temannya.
"Brengsek kau curang...!" seru pria itu karena merasa malu telah di kalahkan oleh seorang gadis mudah.
"Curang...? dari mananya aku curang...?" tanya Alea sambil tertawa lembut.
"Kau mengunci tanganku lebih dahulu, hingga aku tidak bisa bergerak..." ucap pria itu emosi.
"He he he...lalu maumu apa..? apa kau ingin melawanku kembali..?" tanya Alea.
"Ayo kita berhadapan satu lawan satu... " ucap Pria itu lagi.
"Baik...tapi dengan satu syarat, kalau kau kalah, maka seluru isi tas perbekalan kalian akan menjadi milik kami...?" ucap Alea sambil tersenyum meyeringai.
"Baik aku setuju itu..." jawabnya cepat.
"Baiklah, sekarang kau bisa memilih kita untuk berhadapan denganmu. jadi sekarang pilih salah satu dari kami..." ucap Alea.
pria itu menatap satu- persatu teman Alea. dan semua orang yang berada di belakang Alea masih muda- muda , gagah cantik dan tampan, semuanya terlihat sudah dewasa dan memiliki ilmu tinggi, hanya gadis ini saja yang terlihat sangat cantik, mudah sendiri, dan terlihat lemah,
__ADS_1
"tapi kenapa tenaganya tadi kuat sekali, hingga aku tidak bisa membuka tekanan tangannya yang mengunci tanganku..apa itu hanya kebetulan saja ya...?" ucapnya dalam hati.
"Ayo aku melawanmu.." ucap Pria itu dengan pasti. Mendengar perkataan Pria itu semua teman Alea tertawa dalam hati.
"Dasar Bodoh...kenapa dia malah ingin melawan Hanpey..." seru Qing Ju sambil tertawa dalam hati.
"Dasar Bodoh...kau hanya menatap penampilan Lea'er yang memang mampu mengecoh musuhnya.." seru Lian Han sambil tertawa dalam hati.
"Baik...kalau begitu , kau ingin melawan ku dengan tangan kosong atau dengan memakai senjata...?" tanya Alea dengan tenang.
" Sombong... kalau hanya melawanmu saja , aku tidak butuh senjata..." kata pria itu dengan wajah marah.
"Baiklah kalau itu maumu. sekarang mari kita mulai..." ucap Alea.
Pria itupun segera memasang kuda- kuda, dan Alea hanya memandang pria itu dengan iris matanya yang tajam mempesona . Melihat sikap Alea yang meremehkan dirinya, pria itu menjadi marah. dia segera menerjang Alea dengan kepalan tangannya yang mengarah wajah Alea. namun dengan mudahmya Alea mengelak dan tiba- tiba kaki indak Alea telah mendarat telak di tubuhnya. hingga dia terlempar dengan keras ketanah . pria itu kaget, hanya dengan sekali gerak , dia bisa di kalahkan oleh gadis itu dengan satu jurus saja. Bukan hanya pria dan teman- temannya yang kaget. tapi teman Alea pun di buat kaget oleh gerakan Alea yang terlihat sangat cepat hingga mereka tak menyadari atau tak melihat gerakan kaki Alea yang menendang tubuh pria itu.
"Giman ..masih penasaran..?" tanya Alea menggoda .
"Maafkan kami Nona...kami telah meremehkan nona... " kata pria itu dengan wajah ketakutan.
"Baiklah kalau begitu berikan token kalian pada kami, juga hasil kalian tadi..." kata Alea sambil mengulurkan tangannya.
"Tapi nona...?" seru pria itu keberatan.
"Apakah aku harus membunuh kalian semua..." kata Alea dingin.
Pria itu dan teman- temannya segera memberikan token mereka pada kelompok Alea serta isi tas mereka. mereka berjumlah delapan orang . setelah menerima dan hanya menyisahkan makanan dan senjata tajam pada tas barang mereka , lalu mengembalikan pada mereka kembali.
setelah itu Alea dan rombongannya segera meninggalkan tempat itu.
"Bos...barang dan token kita telah mereka ambil, giman ini...?" tanya salah satu temannya.
"Salah kita, kita telah melawan orang yang seharusnya kita jauhi..." kata si kepala kelompok.
"Benar Bos, kita nggak menyangkah hadis cantik itu ternyata kuat sekali..." kata sang teman.
"Iya...aku kira dia gadis lemah yang sok - sok an saja ikut kompetisi ini..." kata yang lain.
"Sudahlah...kita lihat saja, apa yang mereka tinggalkan untuk kita..." ucap pria si ketua tadi.
Mereka lalu membuka isi tas masing- masing, dan ternyata mereka masih mendapatkan persediaan makanan yang mereka bawa masih lengkap, dan senjata tajam untuk senjata mereka masih ada di sana.
"Waah bang...gadis itu sebenarnya baik hati, lihatlah bahan makanan kita masih ada...Dia hanya mengambil token yang kita dapatkan ketika kita merampas dari praktisi lain, dan juga tanaman obat .." kata para anak buahnya.
"Soal token semoga masih ada praktisi yang di bawa kita, agar kita bisa merebutnya dari tangan mereka.." kata si Ketua.
Sedang Alea sendiri bersama- teman se kelompoknya kini sudah mendapatkan dua rumah kayu yang cukup kuat , mereka memutuskan untuk tidur di sini malam ini. sebelum mereka masuk ke rumah itu. mereka mengeluarkan hasil rampasan mereka. dan Alea memutuskan untuk di bagi bersama.
"Tapi Hanpey...ini hasil jerih payahmu sendiri lo...?" ucap Xio Yiking pada Alea.
"Benar Hanpey...kau sendiri tadi yang mengalahkan mereka.." ucap Yu Kui menimpali.
"Sudahlah..kita ini satu kelompok, jadi mau dapat apapun kita harus membaginya bersama..." jawab Alea.
Mendengar perkataan Alea, semua terdiam karena haru. Mereka tidak pernah menyangka kalau sifat gadis cantik ini begitu baik dan bersahabat.
Akhirnya mereka menerima token yang mereka rampas tadi. mereka membaginya sama rata. Setelah itu, mereka segera masuk kedalam rumah yang mereka temukan untuk tidur.
Saat masuk rumah yang di pilih para wanita, rumah itu ternyata memiliki tiga kamar hingga mereka bisa memaki setiap orang satu kamar. sedang pada rumah kedua, ternyata hanya memiliki dua kamar , dan terpaksa tiap kamar harus di huni dua orang. Setelah selesai memilih kamar, mereka segera masuk kekamar masing- masing. setelah sampai didalam kamar, Alea segera masuk kedalam ruang dimensi untuk bermeditasi . setelah selesai dia segera berganti pakaian dan tidur di kamar di dalam istananya . dasar Alea enak sendiri ya 😂
tidur beberapa jam di ruang dimensi, Alea segera kembali ke kamar yang ada di Dunia kecil. saat sampai di sana, ternyata hari masih dini. akhirnya Alea memilih untuk berkultivasi di dalam ruangannya .
Pagi harinya mereka segera meneruskan perjalanan mereka. mereka kembali membantai beberapa hewan roh atau monster yang mereka jumpai. hingga akhirnya mereka bertemu dengan beberapa praktisi yang sedang berlarian pergi dengan wajah ketakutan.
"Ayo pergi...kalian harus pergi dari sini..' seru beberapa orang, mungkin mereka dalam satu kelompok.
"Emang ada apa kak...?" tanya Alea heran.
"Di depan ada beruang salju yang sedang mengamuk, dia mengejar para praktisi yang terlihat olehnya..." jawab Pria itu dia segera berlari pergi dari hadapan Alea.
"Tunggu kak.. Kok bisa begitu kak.. emangnya ada apa dengan beruang itu...?" tanya Alea. pria itu kembali berhenti dan menatap Alea. Dia terkejut ketika melihat wajah Alea yang tadi belum sempat dia lihat, terlihat di hadapannya berdiri seorang gadis yang teramat cantik yang kini sedang menunggu jawabannya.
"Seseorang ingin mengambil bunga salju yang dia jaga..." jawab pria itu sambil masih menatap Alea.
"Bunga salju...? bukankah itu tanaman langkah yang tumbuh setelah seratus tahun...?" kata Alea meyakinkan.
"Benar katamu dek...tapi ebih baik kau pergi dari sini ...aku takut kau terluka nantinya. .." ucap pria itu lagi.
"Trimakasih kak... kalau begitu biarkan aku melihatnya..." jawab Alea.
"Aku sarankan lebih baik kau pergi saja dik..." ucap pria itu.
"Baik kak...aku akan pergi nanti, nach sekarang kakak pergilah dulu , biar kami sebentar lagi menyusul kakak..." jawab Alea. Pria itu segera pergi dari hadapan Alea,
Sedang Alea kini berkumpul kembali dengan teman- temannya.
"Gimana sekarang...apa kita akan melanjutkan melihat beruang itu, atau kita akan pergi dari sini...?" tanya Alea pada Mereka berenam .
"Kalau kau sendiri memilih yang mana..?" tanya Xio Wei.
"Aku akan melihat beruang itu, aku ingin melihat bunga salju yang sedang di jaga beruang itu, syukur- syukur aku bisa mendapatkannya...?" jawab Alea.
"Kalau begitu tunggu apa lagi...ayo kita kesana..." ajak Xio Yiking yang memang paling suka menantang maut.
"Baiklah kita pergi, tapi aku minta, sebelum aku melihat keadaan di sana, kalian aku harap jangan terlalu dekat..." kata Alea.
"Baik kami mengerti..." jawab mereka.
Merekapun segera pergi kearah tempat beruang itu berada.
maaf sampai di sini dulu ya...
__ADS_1
jangan lupa, like, vote, dan komennya Author tunggu.
Bersambung