PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
MENOLONG IBU SURI .


__ADS_3

Karena perjalanan mereka tidak terlalu terbuka - buru. Maka tiga minggu lebih mereka baru tiba di kerajaan Shi. Ketika sampai di sana ternyata hari sudah siang . saat mulai memasuki kota Kerajaan , Alea berkata kalau dia akan kembali ke perguruan.


"My Zhi aku langsung ke perguruan ya...?" ucap Alea sambil menghentikan kudanya.


"Tidak, kau harus pergi ke kerajaan dulu sayang... Apakah kau tidak ingin melaporkan kedatanganmu pada Ayahanda... Bukankah sekarang ini kau adalah putri Mahkota kerajaan Shi sayang..." ucap Pangeran Lingzhi beralasan. Sebenarnya tanpa melaporpun Alea tak jadi masalah.


"Haruskah....? Bukankah aku belum sah sepenuhnya jadi Putri Mahkota...?" ucap Alea dengan menatap wajah Pangeran Lingzhi.


"Siapa Bilang... Kami hanya tinggal mengumumkan saja pada rakyat kerajaan, Bukankah kau telah mendapatkan Cincin pemberian Ayah...?" ucap Pangeran Lingzhi dengan menahan senyuman di bibir sexsinya.


"Ya ampun sayang ...kau benar- benar gadis polos...bagaimana aku akan membiarkan kau dengan pria lain, aku tak akan membiarkan pria lain mendekatimu, aku takut mereka akan memanfaatkan kepolosanmu ini..." kata hati Pangeran Lingzhi .


"Begitu ya...?" ucap Alea polos.


"Hmm..." angguk Pangeran Lingzhi. Sedang Jihao dan Guansi yang ada di belakang mereka berusaha sekuat mereka untuk tidak tertawa.


"Dasar pangeran... Karena keinginannya membawa putri ke istana sampai- sampai dia rela berbohong, bukankah itu sifat yang paling dia benci ha ha ha..ternyata Pangeran Lingzhi bisa berbohong juga demi putri Lea.Ck.ck..ck " ucap Jihao dalam hati.


"Pangeran...pangeran, kenapa anda sekarang menjadi pria yang berbeda...? Putri Lea benar- benar sukses membuat anda berubah, pria dingin dan arogan itu telah berubah menjadi pria yang terlalu memuja seorang gadis . Sifat yang belum pernah aku temui selama hidup dengan pangeran Lingzhi. Kini aku bisa melihatnya, ternyata putri Lea bisa membuat hidup pangeran Lingzhi berubah, untuk itu putri Lea yang baik hati, aku tak bisa membayangkan kalau itu terjadi pada putri manja seperti gadis lainnya. ..." ucap Guansi dalam hati.


"Baiklah...hamba akan ikut ke kerajaan, tapi nanti sore hamba akan kembali ke perguruan...." ucap Alea dengan wajah pasrah.


"Boleh... Kau bisa kembali nanti sore ke perguruan , sekarang ayo kita ke kerajaan lebih dulu..." ucap pangeran Lingzhi dengan wajah ceriah.


"Janfan kuatir sayang...jika sudahvsampai di kerajaan aku akan memanfaatkan Bunda atau Jiejie Yinhan untuk membuat dia menginap di kerajaan lebih lama..." ucap angeran Lingzhi dalam hati. Sedangkan Jihao dan Guansi hampir tidak bisa menahan tawa mereka melihat Pangeran Lingzhi terlihat gembira setelah bisa membujuk Alea dengan akal liciknya. Mereka segera melanjutkan perjalanan mereka menuju kerajaan Shi. Ketika mereka sampai di pintu kerajaan, terlihat para prajurit penjaga memberi hormat pada tiga pimpinan besar mereka.


"Selamat datang Yang Mulia Putra mahkota, selamat datang Jendral Giansi, selamat datang kepala pengawal kerajaan Jihao..." sapa mereka hampir bersama. Dan Alea bisa melihat pangeran Lingzhi hanya mengibaskan tangannya pada mereka, yang bertanda penghormatan mereka diterima.


Sesampainya di dalam wilaya istana dalam, tiba- tiba mereka mendengar kabar yang sangat mengagetkan, ibu Suri Whilma , ibu dari Raja Rong Kyo terkena serangan jantung karena di kagetkan oleh seorang pencuri yang keluar dari ruang tidurnya saat dia baru saja pulang dari berjalan- jalan.


Tentu saja berita itu menggemparkan seluruh kerajaan, begitu juga dengan Pangeran Lingzhi, Alea, Jihao dan Guansi . mendengar semua itu Mereka berempat segera berlari kearah istana ibu Suri. Terlihat wajah ketakutan di wajah tampan Pangeran Lingzhi. Ketika mereka sampai di sana, Alea melihat Raja Rong Kyu dan Oermaisuri Shulia sudah berada di sana dengan wajah sedih. Alea segera berlari mendekat.


"Apa yang terjadi bunda...?" seru pangeran Lingzhi dengan wajah cemas.


"Nenekmu terkena serangan jantung, dia tiba- tiba jatuh karena di kagetkan oleh seseorang yang keluar dari kamar beliau, tadi saat ibu dan Ayahmu datang dia masih bernafas. Namun tiba- tiba detak jantungnya berhenti...." ucap Permaisuri dengan wajah sedih. Begitu juga dengan Raja Rong Kyu.


Sedang Alea yang berada di dekat ibu suri segera memeriksa denyut nadinya. Memang terlihat denyut nadi ibu suri sudah hilang begitupun dengan detak jantungnya , namun samar Alea masih marasakan denyut lemah nadi dari ibu Suri. Dengan cepat Alea mengangkat kepala Ibu Suri dan memberikan bantalan di kepalanya agar muda melakukan tindakan CPR dengan cara menekan dada ibu suri dan melakukan nafas buatan melalui mulut. dengan kedua tangannya yang dia tekan dengan kekuatan yang sesuai kekuatan untuk memancing detak jantung, serta melakukan pernafasan melalui mulut, membuat semua orang ternganga.


"Putri....! Apa yang anda lakukan, anda lancang sekali putri...! " teriak seorang gadis yang berada di sana. Namun Alea tak perduli. Dia tetap menekan dada ibu suri dan kembali membuat pernafasan buatan, terlihat wajah Alea berkeringat, sedang gadis itu terlihat sangat marah, saat ucapannya tidak di dengarkan oleh Alea , dia segera berjalan kedepan dan akan menghalangi apa yang sedang di lakukan Alea, namun saat tangannya hampir menyentuh Alea, sebuah tangan kekar menyentakkan tangan lembutnya.


"Kalau kau ingin melihat ibu Suri selamat, maka diamlah di tempatmu, atau aku akan menyuruh orang mengeluarkan dirimu dari ruangan ini...!" .ucap Pangeran Lingzhi dengan wajah dinginnya.


Gadis itu bisa melihat kemarahan di wajah tampannya, membuat hatinya bergetar karena takut walaupun di sudut sana terasa sakit akibat sikap pangeran Lingzhi yang dingin .


"Tapi Yang Mulia...mana bisa dia menghidupkan lagi orang yang sudah mati, lagian apakah putra Mahkota tidak melihat tindakannya yang tak senono pada yang Mulia ibu Suri..." ucap gadis itu, sambil menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah .


"Kenapa kau yang ribut, sedang aku dan Ayahanda percaya padanya..." ucap Pangeran Lingzhi sambil memberi kode pada Jihao yang ada di depan pintu untuk membawa gadis itu keluar.


Jihao segera membawa gadis itu keluar dari kamar itu, walau sebenarnya gadis itu tidak menginginkan Jihao membawa dia pergi dari kamar Ibu Suri . Apalagi di sana ada pangeran Lingzhi .


Sedang Alea terus melakukan CPR pada ibu Siri. Dan juga dengan cepat Alea mengambil obat Epinefrin (andrenalin) dari cincin ruangnya. Dengan gerakan cepat Dia segera menyuntikkan obat itu tanpa setahu mereka yang ada di ruangan itu, namun Pangeran Lingzhi yang berada sangat dekat dengan Alea mengetahui itu, dia segera membantu Alea dengan menutupi gerakan Alea dari pandangan orang lain. Setelah itu Alea kembali melakukan gerakan CPR berulang- ulang, Andai di jaman modern oasti menggunakan kejut jantung. Bamun usaha Alea tak sia- sua , Tak berapa lama terdengar helaan nafas panjang dari ibu Suri yang membuat semua orang ternganga. Mereka tak percaya kalau Ibu Suruh bisa hidup kembali.


Mereka tak menyangka tindaka putri Lea membuahkan hasil . Ibu Suri yang sudah di nyatakan meninggal oleh tabib kerajaan , dan tabib terkenal Lao, Kini terlihat mulai bernafas kembali.


Setelah melihat keadaan ibu Suri detak jantungnya kembali normal, dan nafasnya telah kembali normal , Alea terduduk di lantai ruangan, dia terlihat bernafas dengan lega. Melihat Itu pangeran Lingzhi berseru.


"Sayang....!" seruan pangeran Lingzhi membuat semua orang tersadar .


"Kau tidak Apa- apa sayang...?" ucap pangeran Lingsi sambil berjongkok di dekat Alea.


"Tidak yang Mulia...hamba baik- baik saja...hamba hanya bernafas lega..." jawab Alea sambil tersenyum. pangeran Lingzhi memapah Alea untuk bangun . Sedang Raja Rong Kyu dan permaisuri segera mendekat. Mereka segera melihat Ibu suri yang perlahan mulai sadar dan membuka mata.


"Di mana ini...? Apakah aku sudah mati..?" ucapnya perlahan.


"Mana mungkin ibuku meninggal ... Ibunda masih hidup, dan ini kamar ibunda..." ucap Raja Rong Kyu dengan wajah bahagia.


"Apaa...aku masih hidup...?" ucap Ibu Suri sambil melihat sang putra dan menantunya ada di depannya.


"Tentu saja Bunda....cucu menantu anda telah menyelamatkan anda dari kematian..." ucap Raja Rong Kyu dengan air mata mengalir di pipinya, begitu juga dengan sang permaisuri.


"Apa aku telah di selamatkan cucu menantuku...? Siapa yang telah memiliki calon permaisuri...? Apakah cucu pertamaku yang dingin itu...? Apakah dia sudah memiliki calon istri...?atau cucu yang lain...?" ucap Ibu suri sambil menatap pada Raja Rong Kyu dengan wajah bahagia.


"Benar bunda...gadis yang telah menolong bunda adalah calon istri dari putra Mahkota ..." ucap permaisuri gembira walaupun air mata masih mengalir dengan deras di pipinya. Bukan hanya Permaisuri dan Raja saja yang menangis, tapi semua orang terlihat menangis bahagia.

__ADS_1


"Benarkah...lalu di mana dia...?" tanya Ibu Suri walaupun tubuhnya masih terlihat lemah.


Mendengar sang Nenek menanyakan tentang calon istrinya, Pangeran Lingzhi segera bergerak maju mendekati ranjang sang Nenek sambil menarik Alea bersamanya.


"Nenek...aku disini, dan ini cucu menantu nenek yang telah menyelamatkan nenek dari kematian, sebab Nenek tadi telah di nyatakan meninggal oleh dua kepala tabib istana..." kata pangeran Lingzhi dengan bangga.


"Dasar anak nakal...kenapa baru sekarang kau membawa cucu menantuku kemari. Inikah cucu menantuku..?andai aku tak jatuh sakit, apakah kau tidak akan memperkenalkan dia padaku ha.m." ucap ibu Suri sambil berpura - pura marah, sedang Oangetan Lingzhi tahu kalau sang Nenek hanya berpura- pura marah.


"Tentu saja todak nek...kami sedang sibuk, jadi baru sekarang kami datang kemari. dan kebetukan Nenek sakit...." jawab Pangeram Lingzhi sambil mencium lembut pipi sang nenek. Dia segera menatap Alea dengan cermat, dia melihat di depannya ada sosok wanita yang teramat cantik sedang berdiri di dekat Pangeran Lingzhi. Gadis ini teramat cantik dan lembut serta anggun sekali, walaupun dia memakai baju sederhana, tapi saat berada di tubuh gadis ini , terlihat baju itu sangat indah. Apalagi sekarang dia sudah berhutang nyawa pada gadis itu , Melihat tingkah pangeran Lingzhi yang selalu menatap gadis itu dengan sorot mata penuh cinta dan perhatian, membuat sang nenek tahu, kalau sang cucu sangat mencintai gadis ini .


"Kesini gadis cantik..." ucap ibu Suri sambil melambaikan tangannya.


"Hamba yang Mulia..." jawab Alea lembut, terlihat dia begitu sopan pada orang tua. Tanpa gaya berlebihan dia mendekati ibu Suri .


"Dan kau anak nakal kesinilah...." ucap Ibu Suri pada Pangeran Lingzhi. dengan wajah senang Pangeran Lingzhi jugaendekat .


Setelah mereka berdua mendekat, Ibu suri memegang tangan Alea dan pangeran Lingzhi.


"Apakah kau sangat mencintai gadis ini Zhi'er...?" tanya Ibu Suri pada pangeran Lingzhi .


"Sangat Nenek..dan aku tak bisa membayangkan hidup tanpa dia nek..." jawab Pangeran Lingzhi membuat sang nenek tersenyum.


"Dan kau gadis muda...apakah kau juga mencintai pangeran Lingzhi...?" tanya Ibu Suri pada Alea yang membuat Alea terkejut dan bingung harus berkata Apa.


Perlahan dia menatap pangeran Lingzhi.


Terlihat wajah pangeran Lingzhi memohon . akhirnya Alea tersenyum manis sambil memandang wajah ibu Suri sekilas lalu menunduk.


"Hamba juga mencintai pangeran Lingzhi yang Mulia..." jawab Alea dengan meyakinkan. Tentu saja ungkapan Alea membuat Pangeran Lingzhi bahagia, begitu juga dengan Raja dan Permaisuri Shulia , mereka teihat bernafas lega.


"Kalau begitu aku akan merestui kalian , bahagialah kalian berdua, jadilah pemimpin kerajaan ini yang menjadi contoh untuk semua orang , jadilah panutan dan pemimpin terbaik bagi rakyatmu ...." Ucap ibu Suri sambil menyatukan tangan Alea dan Pangeran Lingzhi menjadi satu.


"Tunggu ibu Suri...mengapa anda melupakan saya....?" terdengar suara dari belakang pangeran Lingzhi dan Alea. tentu saja suara itu membuat semua orang yang berada di ruangan itu terkejut. siapa yang berani menyelah perkataan pangeran dam ibu Suri... seru mereka dalam hati. ketika mereka melihat kearah suara yang menyela perkataan Ibu suri. terlibat seorang gadis yang tadi hampir saja mengganggu pengobatan Alea pada Ibu suri, sedang berjalan kearah Ibu Suri.


"Ada apa Menwa.. .?" tanya Ibu Suri pada gadis itu.


"Kenapa ibu Suri melupakan hamba...?" tanya gadis itu dengan wajah kecewa.


"Bukankah Ibu suri berjanji pada hamba akan mendapatkan hati Putra Mahkota untuk bisa memilih hamba...?" ucap Menwa dengan yakinnya.


"Menwa...sejak kapan kau pandai memutar balik pekataan mu sendiri, bukankah kau berkata kalau kau menyukai cucuku, dan aku berkata kalau aku menyerahkan sepenuhnya perjodohan putra Mahkota pada pulihannya sendiri, dan aku memberimu kesempatan untuk mendekati dia, tapi kau tidak bisa membuat putra mahkota mencintaimu, dan sekarang saat putra mahkota sudah mendapatkan jodohnya, kenapa kau menyalahkan diriku...?" ucap Ibu Suri kesal. Begitu juga dengan Raja dan Putra Mahkota. berani sekali gadis itu menekan Ibu Suri.


"Tapi yang Mulia..." gadis itu sepertinya masih ingin menyalahkan Ibu Suri.


"Sudah cukup Menwa...seharusnya kau tahu diri... kau memang cucu dari sahabatku, tapi aku lebih perduli pada masa depan Cucuku sendiri. mana mungkin aku mengorbankan kebahagiaannya dengan menukar calon istri yang sangat dia cintai denganmu,.. dan lagi saat kau sebagai pelayanku, coba kau lihat gajihmu...gajihmu lebih besar dari para pelayan yang lain, jadi aku berharap kau tidak perlu memprotesku lagi. jadi sekarang kau bisa memilih. kau tetap jadi pelayanku atau kau pergi dari sini. jika kau masih ingin bekerja di sini, maka kau jangan berharap akan menjadi istri cucuku. aku tidak akan mengorbankan kebahagiaan dia...." ucap Ibu Suri lagi.


"Bukankah hamba masih bisa menjadi selir yang Mulia Lingzhi ..." ucap gadis itu lagi.


"Maaf...aku tidak membutuhkan seorang Selir di kehidupanku, aku hanya ingin hidup dengan permaisuriku saja, dan maaf nek..rasanya aku tak ingin, orang yang pernah mengharapkan diriku menjadi suaminya, untuk tetap hidup di lingkungan kerajaanku, jadi aku harap nona Menwa berhenti dari pekerjaannya, karena aku tak ingin permaisuriku cemburu jika aku berjumpa denganmu..." kata Pangeran Lingzhi dengan tegas.


"Apakah calon permaisuri kerajaan Shi seorang pencemburu Putra Mahkota...?" tanya Menwa dengan wajah menatap Alea dengan tatapan sinis menghina .


"Aku tak perduli dia cemburu atau tidak, tapi aku menjaga perasaan calon istriku, aku tidak ingin melihat dia menderita karena merasa cemburu pada wanita yang menginginkan diriku..." jawab Pangeran Lingzhi sambil menatap Alea mesra. Mendengar ucapan pangeran Lingzhi, Alea merasakan perasaan hangat menjalar di dalam dadanya . tanpa sadar dia menatap Pangeran Lingzhi yang sedang menatapnya sambil tersenyum lembut. membuat Ibu Suri, Permaisuri , dan Raja Rong Kyu tersenyum bahagia. ternyata putra Mahkota mereka mendapatkan seorang gadis yang memang tepat menduduki singgasana permaisuri.


Sedang Menwa merasakan marah , iri dan kecewa, marah karena kesempatan menjadi seorang permaisuri gagal di tengah jalan.


Sebab sudah sejak dulu Menwa mengharap jadi istri dari putra Mahkota yang terlihat tampan , dingin tapi membuat dia jatuh cinta . dulu saat sang Nenek menyuruh dia menjadi pelayan kepercayaan Ibu Suri agar keinginannya menjadi seorang permaisuri terkabul dia mau, karena dengan dia lebih dekat dengan ibu Suri, kemungkinan peluang menjadi seorang permaisuri pasti sangat besar. dengan cara mendekati Ibu Suri, pasti dia akan mudah menjadi calon permaisuri.


Memang benar beberapa hari yang lalu dia sempat mendengar kalau raja akan mengangkat seorang Putri Mahkota. Dia fikir pasti Raja akan membuat pengumuman mencari calon putri Mahkota, dan saat itulah Menwa akan meminta Ibu Suri untuk langsung meminta pada Raja agar dia menjadi calon Putri Mahkota. tapi tidak dia bayangkan kalau pria yang dia inginkan telah memiliki sendiri calon permaisuri, dan gadis itu sepertinya sangat di sayangi Raja dan Permaisuri, dan kini gadis itu berada di depannya.


Gadis ini memang benar- benar cantik, malah sangat cantik, tapi dia berfikir sepertinya gadis itu hanya memanfaatkan kecantikannya untuk mendapatkan putra Mahkota. Beda dengan dia, dia sebenarnya seorang kultivator di dunia persilatan. dia menjadi pelayan pribadi Ibu Suri hanya karena ingin mendekati ibu suri agar bisa mendapatkan Putra Mahkota, yang dia dengar sangat patuh dan sayang pada Ibu Suri. namun ternyata perhitungan dia dan sang Nenek salah, kasih sayang Ibu suri tidak mau menekan sang cucu untuk menuruti kemauannya, walau dia pernah mengatakan pada Ibu suri kalau dia sangat mencintai putra Mahkota.


Saat itu ibu suri hanya tersenyum dan berucap.


"Berusaha lah agar Putra Mahkota terpikat olehmu...." itulah sebenarnya ucapan dari Ibu Suri padanya.


"Mendengar omongan anda sepertinya anda tak mempermasalahkan siapa gadis itu, dari mana asal dia, anak siapa dia, dan apakah dia pantas menjadi permaisuri kerajaan ini...?" ucap Menwa dengan nada sinis.


"Maksudmu permausuriku orang bodoh dan tak tahu apa- apa...? juga gadis sembarangan, kau belum tahu dia tapi kau sudah menilai dia terlalu rendah, bukankah kita tadi sudah melihat kejeniusan gadisku saat ibu Suri sudah di katakan meninggal , dan dia dengan yakinnya menyembuhkan Nenekku...?" ucap Pangeran Lingzhi dengan nada bangga.


"Mungkin itu hanya kebetulan saja..." jawabnya enteng.


'Ha ha ha...kebetulan katamu..? Baik kalau memang hanya kebetulan , mengapa kebetulan itu tidak terjadi pada dirimu, kenapa kamu tidak berusaha menyembuhkan Nenekku...? mungkin anda bisa kebetulan juga, dan Nenek akan merasa berhutang nyawa padamu..? mungkin juga dia akan memaksaku menikahimu... kenapa tidak kau lakukan itu...?" tanya Pangeran Lingzhi sinis dengan wajah kesal. Menwa terdiam mendengar perkataan Pangeran Lingzhi.

__ADS_1


"Kenapa Diam....? kau tahu kenapa...? karena kau tidak tahu caranya..sedang putri Mahkota dengan pasti melakukannya , karena dia tahu apa yang harus dia lakukan, dan dia tahu caranya... itulah perbedaanmu dengan putri Mahkota, Karena itulah aku bangga dia menjadi kekasihku..." ucap Pangeran Lingzhi dengan bangga. terlihat wajah Menwa merah karena malu. namun dia tak mau kalah dia pun berucap.


"Mungkin aku kalah dari gadis yang anda pilih, tapi belum tentu kekuatan yang ku miliki untuk dapat bersanding denganmu, membantumu dalam menjalankan roda pemerintahan kerajaan Shi akan lebih baik dari dia..." ucapannya dengan bangga.


Saat Pangeran Lingzhi akan menjawab , Putri Lea Min Han memegang tangannya lembur. Pangeram Lungzhi Alea, dan dia melihat wajah Alea mebatapnya dengan raut wajah lembut seolah mengatakan biar dia yang menjawab .


"Lalu apa maumu...apakah kau ingin membuktikan seberapa kuatnya dirimu daripada aku...?" ucap Alea dengan senyum dinginnya.


"Benar...aku akan menunjukkan pada rakyat kerajaan Shi, siapa di antara kita yang lebih pantas menjadi putri Mahkota..." jawabnya dengan sombong.


"Baguslah kalau itu keinginanmu...?" jawab Alea dengan wajah tenang.


"Kau ingin kita bertarung di mana...?" tanya Alea cuek.


"Nak...." ucap ibu Suri yang sudah mengetahui kekuatan yang di miliki Menwa .


"Tenang Yang Mulia...bukankah hamba harus menunjukkan pada rakyat kerajaan Shi ini, sekuat apa hamba sebenarnya...?" ucap Alea menenangkan Ibu Suri.


"Nenek...tenanglah , jangan remehkan putri Alea. Aku percaya Nenek akan bangga padanya..." bisik pangeran Lingzhi.


"Di arena tempur kerajaan di tengah kota kerajaan Shi..." jawabnya dengan bangga.


"Baik aku akan datang..." jawab Alea dengan yakin. mendengar di mana mereka akan bertempur, Pangeran Lingzhi dan Raja terkejut, begitu juga dengan Ibu Suri dan Permaisuri.


"Sayang...kenapa kau menyamggupi permintaan perempuan itu kalau pertandingan di adakan di sana...? kau tahu arena tempur kerajaan itu...?" tanya Pangeran Lingzhi dengan Was- was.


"Tidak...kenapa...?" tanya Alea dengan mengerutkan alis matanya dengan penuh pertanyaan.


"Siapa yang bertarung di sana..salah satu dari kalian harus mati, itulah peraturan di sana. ..." kata pangeran Lingzhi dengan cemas.


"Baguslah kalau itu maunya dia,..dan kau Nona...kalau itu memang maumu, aku punya satu syarat,..." kata Alea datar.


"Apa itu...asal jangan persyaratan kau menghalangi perjodohanku dengan pangeran Lingzhi..." jawabnya dengan nada sombong. seolah dia sudah memenangkan pertandingan.


'Tidak...mana mungkin itu kulakukan... aku hanya meminta kau dan aku membuat janji, jika salah sati dari kita ada yang meninggal , maka tidak ada di belakang hari ada dendam di antara keluarga kita, karena ini sudah keputusan yang kita sepakati bersama..." kata Alea dengan tenang.


"Baik...aku menyanggupi permintaan dirimu dan sebagai saksinya aku memiliki yang Mulia Bamginda Raja dan Yang Mulia Putra Mahkota Lingzhi. ..." jawabnya dengan tegas.


"Bagus..lalu kapan pertandingan itu kita lakukan...?" tanya Alea dengan tenang.


"Besok pagi aku tunggu kau disana, dan kita bisa memakai hewan kontrak kita masing- masing. apakah kau memiliki hewan kontrak...?" tanyanya dengan mencemooh.


"Jangan khawatir...aku akan datang dengan membawa hewan kontrakku...." jawab Alea dengan tenang dan cuek.


Melihat ketenangan Alea. Menwa memcibirkan bibirnya .


"Dasar gadis sok pintar...aku tahu, sebenarnya di dalam hatimu kau ketakutan, kau ingin menolak tapi kau akan malu melakukan itu...." ucap gadis itu dengan wajah sinisnya.


"Ya sudah aku akan pergi, ingat aku menunggumu pagi- pagi di arena tempur besok pagi. dan mulai sekarang bersiaplaj untuk segera menghadap raja neraka..." ucapnya dengan sombong.


Alea tersenyum menatap pada gadis itu, tapi tiba- tiba dia berkata.


"Hey gadis Menwa...tolong katakan pada keluargamu, kalau kau mati jangan sampai mereka membalas dendam padaku, takutnya kalau mereka membalas dendam maka keluarga besarmu akan habis..." ucap Alea dengan keras. mendengar perkataan Alea, Menwa menatap Alea dengan sorot mata marah dan terlihat tangannya mengepal dengan keras.


tak lama dia kembali melangkahkan kakinya kembali keluar ruangan Ibu Suri.


Setelah kepergian Memwa Ibu Suri terlihat menatap Alea dengan wajah cemas.


"Nak..pertarungan itu sangat berbahaya nak...apakah kau harus melakukan itu...?" tanya ibu Suri dengan wajah ketakutan.


"Boleh Hamba memanggil Yang Mulia Nenek...?" tanya Alea sebelum menjawab pertanyaan ibu Suri.


"Tentu saja sayang....kau adalah calon istri cucuku, kau putri Mahkota kerajaan ini, tentu saja kau boleh memanggilku Nenek ..." ucap ibu Suri sambil membelai kepala Alea dengan sayang. entah mengapa baru bertemu dengan Alea, namun perasaan sayang Ibu suri pada Alea sudah seperti cucunya sendiri.


"Trimakasih Nek... nenek jangan khawatir, aku akan berjanji tidak akan terluka sedikitpun, kalau sampai aku terluka anda bisa menghukum hamba...." jawab Alea sambil tersenyum lembut menenangkan .


Maaf author dalam beberapa hari ini untuk up date agak malem, sebab Author ada kesibukan yang harus Author selesaikan, dan terimakasih atas semua perhatian para penggemar novel ini.


sekali lagi maaf ya....🙏🙏🙏


jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2