
Dua puluh orang murid khusus Calon prajurit utama kerajaan Shi mulai masuk kedalam hutan Halimun. Alea bersama ketiga teman barunya mulai masuk kekedalaman hutan Halimun.
"Katanya di sini terkenal banyak hewan roh buasnya lo...." kata Han Yunja.
"Benar ...karna itu kita harus berhati- hati..." Kata Saojin menimpali.
"Tapi kenapa sampai sekarang kita tidak bertemu dengan satupun hewan roh...?" tanya Xio Wei .
Sebab sejak mereka masuk kedalam hutan ini, mereka tidak berjumpa dengan satupun hewan roh .
"Akupun juga heran...sejak tadi kita belum berjumpa dengan satupun hewan yang ada di sini..." timpal Yunja.
"Gege...apakah kalian bertiga tahu jawabannya....?" tanya Alea pada ketiga hewan kontraknya.
Ketiga hewan kontrak Alea segera sadar kalau mereka lupa untuk menyembunyikan kekuatan aura hewan legendaris mereka.
"Maaf Lea'er...kami melupakan menyembunyikan aura kehadiran kami .." kata Eagle menjawab pertanyaan Alea.
"Dasar kalian bertiga..." seru Alea kesal. Namun tak urung ada senyuman di bibir mungil Alea.
Dan ternyata setelah aura ketiga hewan kontraknya di tarik, mereka berempat segera sibuk melawan hewan- hewan roh yang menghampiri mereka. Membuat mereka dengan mudah mengumpulkan beberapa inti roh yang mereka dapatkan.
Dua hari berlalu dengan cepat. Kini mereka sudah memiliki inti roh binatang yang sudah mereka kumpulkan cukup banyak, namun mreka belum mendapatkan binatang Kontrak yang harus mereka miliki. Hingga tanoa mereka sadari, mereka telah berada di pertengahan hutan Halimun yang cukup menakutkan, saat mereka melalui hamparan padang luas, mereka di kejutkan oleh segerombol serigala buas. Dan di antara mereka ada dua serigala putih yang juga sedang menatap kearah mereka.
"Hanpey...kita harus hati- hati menghadapi mereka, ...." kata Yunja dengan mata penuh waspada.
" Benar apa kata Yunja, Kita harus waspada, biasanya mereka akan menyerang musuh secara berkelompok, aku takut kelompok mereka bukan ini saja..."kata Saojin menimpali.
"Lea' er...kalau kau bisa mengalahkan kedua serigala putih itu, kau akan mampu menguasai seluruh pasukan serigala, apalagi kalau kau bisa melakukan Kontrak dengan raja mereka , yaitu seekor rubah ekor sembilan...." kata Eagle memberitahu .
"Rubah ekor sembilan...? Bukankah rubah ekor sembilan merupakan mahluk legendaris seperti kalian bertiga...?" tanya Alea kaget.
"Benar katamu, Ruba ekor sembilan adalah mahluk legendaris yang sudah berada di tingkat mahluk ilahi seperti kami. Karena itu jika kau bisa melakukan kontrak dengannya, kau akan memiliki pasukan serigala yang sangat kuat.." kata Eagle lagi.
"Tapi gimana dengan kalian...?bukankah aku sudah cukup memiliki kalian...? dan Apakah kalian mau berteman dengan dia, jika aku melakukan kontrak dengan rubah itu...?" tanya Alea pada mereka bertiga.
"Kalau soal itu bukan masalah buat kami, kami senang kalau master kontrak kami memiliki kekuatan yang lebih besar..." jawab White mewakili Eagle dan Lauyan.
"Gimana pendapatmu Yan ge...?" tanya Alea pada Lauyan yang sejak tadi hanya diam saja.
"Bukan masalah buatku Lea'er..." jawabnya tenang.
"Baiklah kalau kalian semua menginginkan diriku membuat kontrak dengan si rubah itu. Tapi lebih baik aku memberi kesempatan pada mereka dulu untuk mengalahkan serigala putih itu..." kata Alea.
"Mereka tidak akan mampu Lea'er..." jawab Lauyan.
"Setidaknya aku memberi kesempatan pada mereka untuk mencoba..." jawab Alea.
"Ha ha ...kau memang gadis baik Lea'er..."seru White gembira.
"Saudara Hanpey...kenapa kau bengong..?" tanya Xio Mei . yang menyadarkan Alea kalau mereka sedang berhadapan dengan sekelompok serigala bukan hanya sendiri.
"Ah..tidak kak...aku hanya berfikir, apa hanya segitu kelompok mereka, bukankah biasanya kelompok serigala itu sangat banyak anggotanya...?" jawab Alea .
"Benar katamu Hanpey...yang aku dengar dalam satu kelompok serigala terdiri dari berpuluh serigala. Nach yang kita lihat ini hanya ada sekitar 12 ekor srigala, .." kata Saojin pelan . namun sebelum Alea berucap lebih banyak, terlihat para srigala mulai menyerang mereka. Dengan sigap keempat calon prajurit utama itu segera menyambut serangan dari para serigala. Maka terjadilah pertempuran empat manusia melawan belasan serigala buas itu. Namun ketika dua belas serigala itu hampir habis, tiba- tiba berpuluh serigala yang lain datang dan menyerang mereka berempat. akhirnya keadaan berbalik, semula para serigala yang terdesak , Kini ganti mereka yang terdesak, ketiga teman Alea sudah banyak mendapatkan luka. Dan Jika ini terus menerus Alea takut kekalahan ada pada mereka. Sedangkan ketiga temannya sudah mengalami banyak luka seperuli itu . Akhirnya Alea mempunyai ide, dia berlari kearah kedua serigala putih itu. Dengan menghalau para serigala yang menghadang jalannya mendekati kedua serigala itu Alea semakin mendekati serigala, akhirnya Alea bisa berada di depan kedua serigala itu.
"Hay sobat...kaulah lawanku yang sebenarnya....apa kau tak merasa kasihan pada pasukanmu, kenapa kau mengorbankan nyawa mereka jika kau bisa menghadapi kami...?" kata Alea dengan tenang.
Geerrrh....
Kedua serigala itu menggeram dengan marah, terlihat mata merahnya memandang Alea dengan tatapan marah.
"Wooiii...kalian berdua marah...?Kenapa..? Apa kalian sebenarnya merasa takut pada kami, hingga kau suruh anak buahmu yang menghadapi kami...?" seru Alea memprovokasi. Dan ternyata pancingan Alea kena, salah satu dari binatang itu menerjang menyerang Alea. Dan Alea pun segera menghindar lalu balik menyerang. Maka kini terjadilah perkelahian antara Alea dan salah satu serigala putih itu. Namun tak butuh lama , serigala itu terdesak oleh pukulan demi pukulan yang dia dapatkan dari Alea. Melihat sang teman mulai terdesak serigala yang satunya segera maju membantu sang teman.
"Nach...itu baru teman setia, jadi kalau ada teman yang sedang bertempur, kau tidak boleh hanya melihat saja. . kau harus membantunya..." kata Alea kocak di sela perlawanannya melawan kedua serigala itu. Saat Alea bertempur melawan dia serigala putih itu, Ketiga temannya tercengan, terlihat sekali kalau yang terdesak di sini bukan Alea, tapi kedua binatang itu. Sedang Alea terlihat main- main melawan mereka.
Tak berapa lama Alea terlihat memegang rantai berwarna perak, dan saat selanjutnya, terlihat rantai itu telah mengikat leher kedua binatang serigala putih itu. Walau kedua serigala itu merontah- rontah, namun ikatan di leher mereka malah semakin kencang.
"Hey...apa kalian ingin kepala kalian terlepas dari badan kalian...?" teriak Alea marah.
"Kalian tidak akan bisa lepas dari rantai pegikat jiwa milikku..." seru Alea.
Mendengar perkataan Alea kedua serigala itu terdiam. Mereka tahu kehebatan dan kekuatan senjata rantai pengikat jiwa itu, sebab senjata ini akan mengikat siapapun dengan sangat kuat, bukan saja badan mereka yang terikat , tapi jiwa mereka juga ikut terikat.
Bukan saja kedua serigala itu yang kaget, namun semua mahluk yang mendengar perkataan Alea bergidik ngeri, jangankan para hewan, ketiga teman Alea kaget bukan kepalang, karena senjata itu adalah senjata yang sangat langkah dan banyak pembudi daya yang ingin memiliki senjata itu. Namun sayang, karena yang mereka dengar , senjata itu mencari pemiliknya sendiri.
"Nach...kalau kalian sepatuh ini kan bagus...?" ucap Alea konyol.Setelah itu dia menatap pada para serigala yang masih tertegun menatap pada Alea dan serigala putih yang terikat di tangan Alea .
"Sekarang katakan pada prajurit yang kau pimpin, untuk mengatakan pada rajamu agar dia datang kemari, karena aku ingin bertemu dengan dia.." kata Alea dengan
nada tegas.
Ggrrrrrh....
__ADS_1
Terdengar geraman dari mulut mereka berdua. sepertinya mereka berdua marah tapi tak bisa berkutik.
"Siapa yang telah berani menangkap panglima perangku..." tiba - tiba terdengar suara nyaring mendatangi mereka. Dan terlihat seekor rubah putih ekor sembilan datang dari balik gelapnya hutang Halimun . Melihat kedatangan sang Rubah , dengan serempak semua serigala tunduk bersimpu kearah rubah ekor sembilan itu.
"Salam sejahtera raja kami..." seru kedua serigala putih itu.
"Hey...ternyata kalian bisa ngomong ya.." seru Alea kaget. Dan kedua Serigala putih itu hanya bisa menatap Alea dengan wajah kaku.
"Ck...ternyata kalian hanya mau berbicara pada Raja kalian saja...tapi gimana kalau Raja kalian tunduk padaku..?" tanya Alea santai.
"Jaga ucapanmu manusia...!" seru salah satu dari kedua binatang itu.
"Waaah ..ternyata kalian pemarah ya..." goda Alea.
"Ha ha ha...menarik..." seru Rubah ekor sembilan .
"Benar...aku memang menarik.. Dan aku juga tampan kan...?" kata Alea narsis.
"Ha ha ha...kau memang lucu manusia... Kau bisa menutupi penyamaranmu dari mata manusia, tapi kau tidak bisa menipuku gadis cantik...!" seru rubah ekor sembilan mengagetkan Alea juga semua orang maupun hewan yang ada di sana.
"Gadis..." seru Saojin kaget. Begitupun dengan Xio Mei dan Yunja yang mendengar perkataan dari rubah ekor sembilan.
"Ck..kau ini...suka banget membongkar penyamaran orang ya...?" kata Alea dengan kesal.
"Ha ha ha...sekarang rahasia mu terbongkar ya...?" ejek rubah ekor sembilan.
"Kau memang rubah sialan..." geram Alea.
"Nach sekarang lepaskan prajurit ku..." ucapnya dengan nada memerintah .
"Enak aja...aku menangkap mereka dengan susah paya, ee..kau datang- datang menyuruhku melepaskan mereka..." jawab Alea dengan kesal.
"Lalu apa maumu...?" Tanya rubah ekor sembilan dengan nada marah.
"Kita bertarung,... jika kau kalah , maka kau akan menjadi hewan kontrakku, tapi jika aku kalah aku akan melepas kedua panglima mu , dan aku akan memberikan pil penawar racun yang ada di tubuhmu ,gima kau setuju...?" tanya Alea. Rubah ekor sembilan kaget ketika Alea tahu kalau dia terkena racun.
"Dari mana kau tahu aku terkena racun..?" tanya dia dengan perasaan kaget.
"Mudah saja...dari lidahmu..lidahmu terlihat menghitam saat berbicara denganku. Dan kalau aku tak salah tebak, kau sekarang terkena racun dingin..." jawab Alea tenang.
"Apaa...kau juga tahu itu...?" tanya rubah itu semakin terkejut. Begitupun dengan kedua panglima nya , yaitu kedua serigala putih itu.
"Darimana dia tahu kalau raja terkena racun dingin...pikir kedua serigala putih.
"Dasar manusia licik...kau ingin membodohiku...? tidak ada yang bisa menyembuhkan lukaku, apalagi kau hanya seseorang manusia biasa.. " seru rubah ekor sembilan marah.
"Percaya atau tidak itu terserah kau sendiri..." jawab Akeh cuek.
"Baik..aku akan menyetujui taruhanmu.." jawab Rubah ekor sembilan sinis
"Bagus....sekarang karena kau dalam keadaan terluka, maka aku akan memberi keadilan untukmu , begini jika aku dalam tiga jurus tidak bisa mengalahkan dirimu, maka aku akan mengaku kalah, ..." kata Alea dengan wajah tenang.
"Hey manusia...kau terlalu percaya diri dan sombong, kau tahu kesombonganmu ini akan membuatmu menyesal..." kata riba ekor sembilan sambil tersenyum licik. Mendengar perkataan Alea, semua teman Alea menyesalkan perkataan Alea, mereka tahu kekuatan raja serigala itu. namun beda dengan ketiga mahluk kontrak Alea , mereka hanya tersenyum mendengar perkataan Alea. mereka tahu kemampuan Alea.
"Baik kita mulai sekarang saja.. bersiaplah..." ucap Alea sambil berdiri memasang kuda- kuda.
Saat Alea baru saja memasang kuda- kuda ternyata ruba ekor sembilan telah menyerang Alea lebih dahulu.
"He he he...ternyata kau sudah tidak sabar lagi untuk mengalahkanku ya...?" goda Alea , dengan gerakan tenang dia menghindar dari serangan rubah ekor sembilan. dan Alea sadar kalau ekor dari si rubah merupakan senjata yang paling hebat dari sang ruba . Saat ekor rubah berubah seperti sebuah kipas, Alea tahu pasti dia akan menyerangnya dengan kekuatan penuh . Benar saja saat ekor rubah mulai mengembang, terlihat angin kencang melanda daerah itu dan terlihat gumpalan angin yang mulai terbentuk di sekitar ekor rubah , dan Alea tahu sebentar lagi gumpalan itu akan menyerang kearahnya. karena si rubah telah menggunakan kekuatan elemen angin. dengan tenang Alea memutar tangannya dan mengeluarkan elemen Air yang segera terbentuk dan dia hantam kan kearah udara dari ekor si ruba yang menuju kearahnya.
Duuaar.....
Terdengar ledakkan dasyat menggelegar di udara. terlihat serpihan- serpihan air yang keluar dari ledakan itu menyebar bagai air hujan di sekitar mereka.
"Satu jurus...." seru Alea.
"Tinggal dua lagi sobat..." seru Alea mengingatkan kembali. dan seruan itu membuat rubah ekor sembilan seperti terhina.
"Kaauuu..." seru marah rubah ekor sembilan .
"Jangan marah...racun yang ada di dalam tubuhmu akan lebih cepat menyerang tubuhmu...lihat..apakah kau sekarang merasakan sesak dan sangar sakit di dada sebelah kirimu...?" kata Alea tenang.
rubah ekor sembilan kaget ketika apa yang Alea katakan benar adanya.
"Kaauuu...kenapa kau bisa tahu apa yang aku derita...?" tanya rubah ekor sembilan dengan perasaan kaget.
"Bukankah aku sudah bilang kalau aku mengetahui penyakitmu...?" ejek Alea.
Terlihat ada keraguan di mata rubah ekor sembilan. dia menatap Alea tak yakin.
"Baginda...jika pria ini bisa menyembuhkan dirimu, kami rela mengabdi padanya tuan ..." ucap salah satu serigala putih pada rubah ekor sembilan. sang raja menatap kedua serigala bawahannya itu. tak lama dia kembali menatap Alea.
"Apakah kau benar - benar akan menyembuhkan diriku jika aku melakukan kontrak denganmu...?" tanya rubah ekor sembilan tak percaya.
__ADS_1
"Aku tak memaksa kau mempercayaiku atau tidak, semua itu terserah padamu..." kata Alea cuek.
"Baiklah aku akan menyerah padamu, aku akan membuat kontrak perjanjian denganmu..." kata rubah ekor sembilan dengan yakin.
"Baiklah kita akan melakukan kontrak,.." Alea segera melukai tangannya dengan sebila pisau yang dia ambil dari pinggangnya. dia segera melukai tangannya sedikit dan meneteskan di kepala rubah ekor sembilan. saat dara menetes di kepala rubah ekor sembilan dan menodai kepalanya. tiba- tiba seberkas cahaya sangat terang memancar dari tubuh rubah itu. Sunar itu sangat menyilaukan mata mereka, dan saat sinar itu hilang tiba- tiba berdiri seorang pria mudah dan tampan di depan Alea.
Alea terkejut melihat penampilan rubah ekor sembilan jika berubah menjadi manusia. begitupun dengan kedua bawahannya yaitu kedua serigala putih, mereka juga berubah menjadi dua pria tampan yang terlihat sangat gagah.
"Salam kami tuan..." seru mereka serempak.
"Hey..hey..hey..jangan kau panggil aku tuan...aku bukan tuan kalian, tuan kalian itu ya tetap raja kalian ini...ayo bangun... dan kau Raja...siapa namamu...?" tanya Alea pada rubah ekor sembilan.
"Nama hamba Xiao Bai tuan..." jawab Rubah ekor sembilan sopan.
"Cukup... ingat ini Xiao Bai,...jangan pernah kau memanggilku tuan, aku tidak suka itu, aku hanya ingin bersahabat dan memiliki saudara, melihat umurmu sepertinya kau lebih tua dariku , karena itu aku akan memanggil dirimu gege, dan kau bisa memanggil namaku Lea , kau mengerti....?" kata Alea dengan tegas.
"Tapi tuan..." kalimat Xiao Bai terpotong oleh ucapan Alea.
"Tidak ada penolakan, oh ya setelah ini aku akan mulai mengobati tubuhmu, karena itu, kau harus ikut denganku..." kata Alea sambil menatap Xiao Bai.
"Tentu saja tuan...hamba akan selalu bersama dengan anda..." jawab Xiao Bai.
"Bagus.. kalau begitu sebelum dirimu ku obati, aku akan memperkenalkan gegeku padamu...." Alea lalu memanggil Lauyan, dia tak ingin memanggil kedua hewan kontraknya yang lain, karena ada ketiga temannya dari perguruan Calang. tak lama Lauyan keluar dari dalam ruang dimensinya. Pria tampan itu membuat semua orang yang ada di sana terkejut, tak terkecuali ketiga teman Alea.
"Siapa Pria ini...? kenapa dia tiba- tiba berada di dekat Hanpey...?" tanya mereka dalam hati.
"Phoenix..." seru Xiao Bai kaget.
"Apa kabar Bai....?" sapa Lauyan tenang.
"kau juga bersama tuanku...?" tanya Xiao Bai dengan wajah ceriah.
"Kau bukan saja melihat diriku, tapi kau akan mendapat kejutan lagi..." jawab Lauyan dengan tenang.
"Maksudmu...?" tanya Xiao Bai heran .
"Gege...tolong kau bawa dia kedalam... dan kau Bai ge..jangan lupa kau tidak boleh memnggilku tuan, hari ini kau kumaafkan tapi tidak untuk lain kali.." kata Alea.
"Maaf..." kata Xiao Bai.
"Baik Lea'er..." jawab Lauyan hampir bersamaan dengan Xiao Bai.
"tunggu..." seru kedua bawahan Xiao Bai serempak.
"Ada apa...?" tanya Alea datar.
"Maaf...apakah hamba boleh mengikuti Raja, dan apakah boleh kami berdua mengabdi bada anda...?" kata salah satu dari kedua bawahan Rubah ekor sembilan..
"Apakah kalian yakin ikut denganku , dan patuh padaku...?" tanya Alea datar.
"Benar tuan...." jawab mereka serempak.
"Baik...tapi kalian harus ijin dulu pada Raja kalian, kalau raja kalian mengijinkan , akupun nggak masalah..." jawab Alea .
Dan kedua bawahan Xiao Bai menatap dia dengan tatapan mata memohon.
"Boleh saja...karena aku adalah mahluk kontrak putri yang ada di depan kalian, maka otomatis segala apa yang dia katakan sama juga dengan aku yang mengatakannya kalian paham semua...?" seru Xiao Bai dengan lantang .
"Kami mengerti Raja..." seru mereka serempak.
"tunggu ,kalau kalian bertiga mengikutiku, lalu siapa yang akan menjaga dan mengatur mereka....?" tanya Alea.
"Masih ada tetua di sana... dan kalian tolong bilang pada tetua kalau aku sudah mengadakan kontrak dengan putri Lea, dan kini sedang menyembuhkan penyakit ku...." kata Xiao Bai dengan lantang.
"Hamba mengerti Baginda Raja..." jawab Mereka serempak.
"Bagus...sekarang kembalilah kalian ke Kerajaan dan jalankan perintahku..." kata Xiao Bai dengan berwibawa.
"Kami undur diri Baginda..." dan merekapun menghilang kekedalaman hutan Halimun. Alea pun segera berucap.
"Kalau sudah selesai tolong bawa mereka Yan ge...." kata Alea pada Lauyan.
"Suruh gege Xiao Bai bermedirtasi di bawah air terjun, dan beri dia pil penawar racun tiap hari satu butir..." kata Alea bertelepati dengan Lauyan .
"Baik Lea'er..." jawab Lauyan. tak lama Lauyan dan Rubah ekor sembilan serta bawahannya hilang dari pandangan.
Ketiga teman Alea kaget bukan kepalang.
Maaf baru sekarang bisa up date, sebab ada kerabat yang baru meninggal 🙏🙏
dan jangan lupa like, vote, dan komennya selaku author tunggu.
Bersambung.
__ADS_1