PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
PERMULAAN SIKSAAN BUAT PUTRI ASUYA .


__ADS_3

"Jiejie...kau di sini...? Kau sudah datang..?" seru San Lau dan San Pai bersamaan, mereka segera memeluk tubuh ramping Alea.


"Hey...dua jagoan Jiejie...apa kabar sayang..?" tanya Alea sambil memeluk mereka berdua.


"Kami baik- baik saja Jiejie.." jawab mereka serempak.


"Kalian dari mana..?" tanya Alea.


"Kami baru pergi mencari bahan tugas dari sekolah Jiejie, oh ya jiejie...kami sudah sekolah di sekolah kerajaan, maaf salam sejahtera yang Mulia...." sapa Mereka berdua pada pangeran Lingzhi. setelah menyadari kehadiran pangeran Lingzhi di ruangan itu .


"Salam kalian aku terima, apakah kalian sudah menyelesaikan tugas sekolah kalian...?" tanya pangeran Lingzhi pada mereka berdua.


"Sudah yang Mulia..." jawab mereka serempak.


"Tunggu , tunggu..maksud kalian, kalian sekarang sudah sekolah...? Dan itu di perguruan milik kerajaan..?" tanya Alea sambil menatap kedua bocil itu. dan keduanya mengangguk secara bersama .


"Jangan bilang kalau Putra Mahkota yang memasukkan kalian ke perguruan itu..?" tanya Alea sambil menatap kedua bocil itu yang kembali mengangguk kepalanya. Mengetahui semua itu, Alea menatap pangeran Lingzhi dengan raut wajah yang sulit di lukiskan, sedang yang di tatap hanya mengangguk dan tersenyum lembut. Dan tiba- tiba Alea memeluk Pangeran Lingzhi dengan erat.


"Trimakasih My Zhi..." ucapnya lembu , tanpa terasa air mata mengalir di pipi lembutnya.


"Sama- sama..apapun akan aku lakukan, jika itu bisa membuatmu bahagia..." bisik pangeran Lingzhi. Alea semakin mempererat pelukannya ketika mendengar ucapan pangeran Lingzhi.


"Sayang...ini di dalam restoran lo.." goda Pangeran Lingzhi pada Alea. Mendengar pangeran Lingzhi berucap seperti itu , Alea sadar akan tingkahnya. Dia buru- buru melepas pelukannya, namun Pangeran Lingzhi malah mempererat pelukannya.


"Pangeran..." ucap Alea pelan.


"Apakah aku tidak mendapatkan hadiah.." goda kembali Pangeran Lingzhi. Alea tertegun mendengar ucapan sang Pangeran.


"Ya ampun ini cowok bener- bener ya... Tapi dia So Sweet banget sich...seru Alea dalam hati.


Dia segera mencium pipi pangeran Lingzhi kiri dan kanan, tentu saja yang mendapatkan hadiah tertegun dan terkejut bukan main . merasakan pelukan mulai mengendor, Alea segera melepas pelukan mereka dan berjalan kedalam ruangan yang memang khusus untuk pangeran Lingzhi jika datang kerestoran ini . sedang Pangeran Lingzhi masih tertegun karena kaget. Melihat tingkah pangeran Lingzhi dan Alea, Nyonya Zio, nyonya San , Mimi , Guansi dan Zheng Bai serta dua bocil itu menahan tawa mereka. Setelah sadar Pangeran Lingzhi langsung masuk kedalam ruangannya. Terlihat Alea yang sudah duduk dengan tenang , tanpa merasa bersalah atas kelakuannya tadi. Walau dalam hati dia merasakan debaran jantungnya tak berhenti.


"Sayang...apa yang kau lakukan barusan hmm...!" seru pangeran Lingzhi sambil duduk di dekat Alea dengan wajah gemas.


"Hamba...hamba melakukan apa My Zhi..?" tanya Alea dengan menatap Pangeran Lingzhi sekilas. Dia tak berani lama- lama agar tak terlihat kegugupannya.


"Kau sekarang berani menggodaku he.?


Kau akan mendapat hukumannya nanti." seru Pangeran Lingzhi sambil menyentil kening Alea dengan perasaan gemas. Dia tak bisa melakuka hukuman itu saat ini. Dia tahu Alea sangat pemalu.


"Bukanya tadi pangeran meminta hadiah,..." jawab Alea yang kini mulai agak tenang.


"Jadi kau akan memberiku hadiah jika aku melakukan sesuatu untukmu..?" tanya Pangeran Lingzhi kembali menggoda Alea.


"Tidak..." jawab Alea.


"Kenapa...?" tanya Pangeran Lingzhi lagi.


"Karena itu pertanda Pangeran melakukannya dengan perasaan ingin di beri hadiah. Dan itu tidak baik..." jawab Alea tenang , seolah berkata pada anak kecil, tentu saja Pangeran Lingzhi berusaha dengan kerasa untuk tidak ******* bibir yang berkata dengan tenang itu.


"Ist kau ini, memang pandai sekali memutar kata- kata...." ucap Pangeran Lingzhi sambil mencubit Pipi Alea dengan gemas.


Dan Makanan pun datang , mereka segera menikmati makanan itu sambil bercanda .


Sedang di rumah Mentri Keuangan terlihat Nyonya Lan sedang duduk bersama suami dan anaknya.


"Bunda...kau mengatakan kalau si ja***g itu akan tiada selamanya di dunia kecil, tapi mana...dia sehat- sehat saja..dan malah Pangeran Lingzhi mengumumkan tentang pertunangan mereka.


Pangeran Lingzhi mengatakan pada semua orang kalau si ja***g itu sekarang Sudah menjadi Putri Mahkota. Bagaimana ini Bunda...!" seru Lan Wen dengan marah.


"Apa benar yang kau katakan itu Wen'er." tanya nyonya Lan kaget .


"Benar bund, untuk apa aku berbohong..Pangeran Lingzhi malah menunjukkan pada semua orang kalau dia sangat mencintai gadis itu.." ucap Lan Wen dengan perasaan sedih , marah dan kecewa.


"Dasar pe****r murahan. Bunda juga belum mendapatkan berita dari orang suruhan Bunda. Tunggu Bunda akan memanggil si Congro..." seru nyonya Lan dengan wajah marah.


"Sudahlah Bun...aku kan sudah bilang, gadis itu jangan kau sepelehkan. Lagian masih ada banyak pria bangsawan atau pangeran yang akan mencintai Lan Wen dengan tulus. Bukan hanya pangeran Lingzhi di dunia ini...Kau sadar tidak..kita akan celaka jika perbuatanmu ini di ketahui Putra Mahkota atau kerajaan..." ucap Mentri Keuangan tuan Lan Tou Su.


"Tidak Ayah..aku tidak akan menikah dengan pria lain selain Putra mahkota..!" seru Lan Wen dengan manja.


"Tapi dia tidak mencintaimu Lan Wen..!" seru sang Ayah mulai marah.


"Sudahlah Ayah...sebelum penobatan putri mahkota di lakukan , masih ada peluang untuk Lan Wen menjadi putri mahkota.." ucap nyonya Lan dengan penuh keyakinan.


"Ya sudah terserah kalian, tapi ingat jangan salahkan aku jika sesuatu terjadi pada kalian, karena aku telah menasehati kalian...oh ya aku hampir lupa, nanti malam ada jamuan makan malam di kerajaan. " ucap tuan Lan Tou Su Ayah Lan Wen .


"Jamuan makan malam Ayah...?" tanya Lan Wen gembira .


"Iya..." jawab tuan Lan Tou Su sambil berdiri dari kursinya.


"Apa hanya kita yang di undang suamiku...?" tanya sang istri.


" Entahlah..aku hanya mendapat undangan dua hari yang lalu sebelum kita menjemput Lan Wen , kalau kalian mau datang bersiaplah.." jawab tuan Lan Tou dengan datar. Terlihat wajah istri dan anaknya bahagia. Mereka mengira hanya merekalah yang di undang kedalam istana.


"Baik kami akan bersiap- siap..." jawab nyonya Lan dengan wajah ceriah , begitu juga dengan sang putri. Tuan Lan Tao Su segera pergi meninggalkan anak dan istrinya. Sedang Nyonya Lan segera memanggil Congro pengawal setia nya. Dia segera menyuruh Congro untuk mencari istri dan anak dari Lanting orang yang telah dia bayar untuk membunuh Alea.


"Kau cari istri dan anak pria itu. Aku ingin membuat mereka membayar semua kerugianku, aku telah membayar banyak untuk kematian wanita ja***g itu..!" teriaknya dengan marah. Setelah itu dia segera pergi untuk menyiapkan sang Putri untuk menghadiri makan malam di istana, dia akan membuat sang putri menjadi cantik agar pangeran Lingzhi jatuh hati pada Lan Wen dan membatalkan pertunangannya dengan Hanpey gadis murahan itu. Terlihat senyum percaya diri di wajahnya .


Sedang Putri Asuya yang di jemput Ibu dan Ayahnya baru saja tiba di kerajaan We. Kerajaan We memang kerajaan yang paling dekat dengan kerajaan Shi diantara ketiga kerajaan Lainya dan yang paling jauh adalah kerajaan Long, sedang kerajaan Li hanya tiga hari perjalanan dari Kerajaan We. Walaupun Kerajaan Li adalah kerajaan yang paling lemah di antara ketiga kerajaan itu, namun kerajaan ini memiliki kehidupan yang tenang karena kepala negaranya atau Rajanya adalah seorang Kaisar yang memiliki sifat sangat sederhana, Raja Victor adalah raja yang sangat lembut dan baik hati. Begitu juga dengan permaisuri Chi Luyi , permaisuri cantik ini bersifat lembut dan baik hati. Raja Victor hanya memiliki satu istri dan tiga putra , satu putri. Putri bungsu yang bernama Putri Pricilia , ternyata gadis yang baik hati pula .


Saat itu Putri Asuya merasakan badannya terasa sangat gatal. Tanpa sadar Dia mulai menggaruk tempat yang dia rasakan terlalu gatal. Namun semakin lama perasaan gatal itu menjalar di sekujur tubuhnya.


Ah..dia berfikir mungkin karena dia belum mandi. Dia buru- buru meminta pada para pelayannya menyiapkan air hangat untuk dia mandi. saat air hangat menyentuh tubuhnya, bukannya sembuh dia malah merasakan air hangat membuat dia semakin gatal. Karena tidak tahan diapun segera berteriak pada dayang pembantunya.


"Bibi....!" serunya pada pelayannya.


"Ya putri...!" seru mereka buru - buru.

__ADS_1


"Garuk punggungku...!" seru Putri Asuya pada pelayannya.


"Baik putri..." jawab mereka. Mereka menggaruk punggung sang putri dengan perlahan. Namun terdengar teriakan sang putri.


"Apa kalian tidak mempunyai tenaga ha.. Garuk yang lebih keras...!" seru Putri Asuya dengan marah. Mereka pun menggaruk lebih keras lagi. Namun putri Asuya masih kurang puas dengan garukan mereka. Dengan wajah dan tubuh depannya sudah memerah karena garukan dia sendiri. Semakin lama wajahnya semakin memerah dan terlihat banyak luka di tubuhnya karena kuku tangannya. Melihat semua itu para dayang ketakutan. Mereka segera membalut tubuh putri Asuya dengan Kain bersih dan membawanya keatas pembaringan. Mereka segera memberitahukan penyakit gatal sang putri pada Raja Saujin Ayah putri Asuya . Salah satu dari mereka segera berlari kearah istana Raja We. Saat Raja Saujin mendengar penyakit sang putri , dia sangat terkejut dia segera berlari ke istana sang putri bersama permaisurinya. Dan ketika mereka sampai di sana, mereka terkejut dengan keadaan sang putri yang sudah terlihat sangat menyedihkan, wajahnya terlihat terluka karena garukan, apalagi tubuhnya , terlihat darah mengalir dari tubuh putih itu .


"Putriku....ada apa denganmu...!" seru Raja Saujin dengan perasaan khawatir dan cemas.


"Entahlah Ayah, a..aku merasakan sekujur tubuhku sakit dan gatal sekali.." ucap Putri Asuya dengan mengadu kesakitan.


"Pengawal...panggil tabib...?" teriak Raja We dengan panik . begitupun dengan sang permaisuri , mereka segera mendekati putri Asuya yang merintih kesakitan dan gatal. Terlihat wajahnya membengkak dan terluka. Bukan hanya wajah, tapi sekujur tubuhnya.


"Kenapa kau seperti ini nak..." tanya sang Bunda .


"Aku juga tidak tahu Bun.. Ketika kita baru datang tadi, tiba- tiba tubuhku terasa gatal semua , aku fikir karena aku belum madi. Tapi saat terkena air hangat , tiba- tiba gatal di sekujur tubuh semakin menggila. Apalagi kalau di garuk Ayah.." seru putri Asuya dengan wajah kesakitan.


Tak lama tabib kerajaan datang tergopoh- gopoh bersama pengawal kerajaan.


"Tabib cepat kau periksa penyakit putriku...!" seru Raja Saujin dengan cemas.


"Baik yang Mulia..." jawab tabib Kerajaan . dengan cepat dia memeriksa keadaan putri Asuya.


Terlihat tabib itu lama memeriksa tubuh putri Asuya. namun akhirnya dia berucap.


"Yang Mulia, lebih baik anda memanggil tabib Rou agar datang kemari, sebab hamba tidak bisa melihat penyakit apa yang ada di tubuh tuan Putri.." kata tabib istana. Sedang tabib Rou yang di maksud oleh tabib istana adalah tabib terkenal di kota We , tabib ini merupakan kepala atau guru besar rumah pengobatan yang ada di Kerajaan We.


Mendengar perkataan tabib kerajaan , Raja Saujin segera mengutus seseorang untuk memanggil tabib Rou . Sedang Putri Asuya terpaksa tangannya di ikat agar tak menggaruk tubuhnya. dia menangis merasa tersiksa karena gatal. hingga akhirnya dia jatuh pingsan karena siksaan rasa gatal yang dia derita.


Tak berapa lama tabib Rou pun datang dengan wajah terlihat heran dan cemas.


"Salam yang Mulia semoga panjang umur dan mendapat berkah dari dewa.. " sapa tabib Rou sambil memberi hormat.


"Salammu aku terima, sekarang cepatlah kau periksa putriku, ..." ucap Raja Saujin dengan wajah sedih dan cemas .


"Baik yang Mulia..." ucap tabib Rou .


Dia segera berjalan mendekati putri Asuya yang terbaring dengan tangan di ikat.


"Kenapa tangan putri di ikat yang Mulia..?" tanya tabib Rau dengan wajah heran.


"kalau tidak di ikat dia akan menggaruk wajah dan tubuhnya karena gatal. ." jawab Raja Soujin.


"Jadi luka ini karena garukan...?" tanya tabib Rou kaget .


"Iya..." jawab Raja dengan wajah sedih.


Dengan segera tabib Rou memeriksa putri Asuya . terlihat wajahnya mengkerut dengan aneh, Dia merasa heran dengan penyakit putri Asuya . kalau terkena racun tapi tidak ada tanda- tanda terkena racun, kalau penyakit, penyakit Apa ini..? kalau di gigit hewan atau terkena racun tumbuhan, kenapa tidak berbekas dan tidak meninggalkan tanda- tanda keracunan.


Setelah lama memeriksa Putri Asuya, tabib Rou pun menatap Raja Soujin dengan wajah sedih.


"Hamba tidak bisa mengenal penyakit Putri Asuya. apakah putri memiliki penyakit Alergi pada makanan..?" tanya tabib Rou dengan wajah sedih . Walau dalam hati dia meragukan pertanyaannya


"Maaf Yang Mulia..hamba tidak bisa melihat penyakit apa yang ada di tubuh putri Asuya. namun hamba akan mencoba atau mendiskusikan penyakit


ini dengan seluruh tabib kerajaan.


"Apakah kalian tidak bisa mengobati untuk mengurangi penderitaan putri Asuya..?" tanya Raja Soujin dengan wajah berduka.


"Akan hamba coba Yang Mulia..." jawab tabib Rou. dia segera mengajak tabib istana untuk mendiskusikan penyakit putri Asuya.


Sedang Raja Soujin menatap sang putri dengan perasaan sedih.


"Apa sebenarnya yang terjadi dengan putri kita Yang Mulia...?" tanya sang permaisuri.


"Entahlah istriku... apakah ini penyakit yang di bawah dari dunia kecil.." ucap Raja Soujin pelan.


"Kalau dari sana, kenapa hanya putri kita saja yang terkena, bukankah banyak para murid dari perguruan lain yang datang kesana, lagian dalam satu kelompok ada enam orang . lalu kenapa hanya putri kita saja yang terkena..?" tanya permaisuri dengan wajah heran.


"Tapi kita juga belum tahu siapa saja yang terkena penyakit seperti putri kita, dan aku juga heran, kenapa si Guanyu belum datang juga. seharusnya dia menyelesaikan tugasnya dengan cepat. kita masih melihat kalau tabib perempuan itu masih hidup. bukankah kita tadi melihat dia keluar dari dunia kecil bersama Pangeran Lingzhi dalam keadaan baik- baik saja..sedang Dia malah tidak muncul di hadapan kita.


Aku tadi sangat ingin menangkap dan membunuh gadis itu, jika saja gadis itu tidak sedang berjalan dengan Putra Mahkota Lingzhi.." geramnya , Dia masih mengingat ketika dia akan menjemput putrinya tiba- tiba dia melihat Pangeran Lingzhi keluar dengan menggandeng gadis yang telah merebut pangeran Lingzhi dari putrinya. Dia sangat marah karena gadis itu telah mengubah rencananya untuk menjodohkan putrinya dengan Pangeran Lingzhi putra Mahkota kerajaan Shi . Jika itu bisa terjadi dia akan bangga dan merasa semakin dekat dengan kerajaan terbesar itu. dia bisa menjadi penguasa kedua setelah kerajaan Shi. karena Putra mahkota yang sebentar lagi akan menjadi raja itu bakalan menjadi menantunya. dan dia juga tahu kalau putri satu- satunya sangat teropsesi dengan Putra Mahkota Lingzhi. namun beberapa bulan Lalu, dia mendengar kalau Raja Rong Kyu telah Mengakui seseorang menjadi Putri Mahkota , dan dia tahu jalau gadis itu hanyalah seorang wanita biasa. Betapa marahnya Raja Soujin , karena tabib itu telah merusak semua rencananya . Dan kini sang putri sedang sakit seperti ini, Dia bingung sebab nanti malam Raja Rong Kyu mengadakan pesta. entah pesta apa, yang dia tahu di surat undangan hanya di tuluskan makan malam bersama dengan para Raja di seluruh benua Barat.


'Oh ya..apakah ini pesta untuk Ibu suri yang telah Selamat dari kematiannya empat bulan yang lalu itu ya..." seru Raja Soujin dalam hati.


"Istriku...kau masih ingat, bukankah hari ini kita dapat undangan dari Raja Rong Kyu, pasti semua kerajaan datang, lalu gimana dengan kita...? apakah kita tidak datang, atau kita datang tanpa putri kita, kalau putri kita tidak datang, aku takut banyak wanita cantik yang akan menggoda Putra Mahkota Lingzhi, apalagi si gadis tabib itu..dia bisa menggoda Putra Mahkota.


Kalau itu terjadi, kita bisa kehilangan kesempatan menjadi penguasa kedua setelah kerajaan Shi. dan kita tidak bisa lagi mencari menantu setampan dan sekaya pangeran Lingzhi..." ucap Raja Soujin dengan wajah kecewa.


"Coba Yang Mulia bertanya pada para tabib, apakah mereka bisa membuatkan obat yang bisa menahan rasa sakit dan gatal selama semalam saja,.." usul sang Permaisuri.


"Baiklah akan aku coba tanyakan pada mereka..." jawab Raja Soujin sambil menyuruh seorang pengawal untuk memanggil tabib Rou. tak lama tabib Rou pun datang. Raja Soujin segera meminta tabib Rou untuk membuatkan obat penahan sakit dan gatal untuk putri Asuya , karena dia akan menghadiri pesta di kerajaan Shi.


Tabib Rou pun segera undur diri dan berusaha membuat obat penahan sakit itu. atau kalau bisa penyembuhkan penyakit yang di derita Putri Asuya.


Dan saat putri Asuya mendengar kalau akan ada pesta di kerajaan Shi, dia senang bukan main , dan dia tak ingin membuang kesempatan itu. Dia akan melakukan segala cara agar Pangeran Lingzhi terpikat dengannya. kalau perlu menyingkirkan gadis gembel itu.


Sedang Putri Alea sendiri kini sedang bersama Pangeran Lingzhi menghadap Ibu Suri. Setelah pulang dari Restoran besar milik Alea, Pangeran Lingzhi dan Alea telah di tunggu di pintu gerbang oleh pelayan Ibu Suri. mereka berkata kalau ibu Suri mengharap kedatangan mereka berdua .


Akhirnya Alea dan Pangeran Lingzhi segera pergi ketempat Ibu Suri tanpa pengawal . Mimi dan Zheng Bai di suru kembali ke istana baru milik Alea. Begitu juga dengan Jihao dan Guansi.


Ketika mereka sampai di sana, terlihat ibu suri sedang duduk menunggu di taman.


"Salam sejahtera dan Panjang Umur nenek..." ucap mereka berdua bersamaan sambil memberi hormat pada Ibu Suri.


"Ck..kalian. kenapa begitu formal sich..ayo sini Alea...nenek sudah merindukanmu...sudah berapa bulan kau tidak mengunjungi nenek ha...!" seru Ibu Suri sambil memperlihatkan wajah kesal.


"Maafkan Alea Nek...Alea baru pulang dari dunia kecil..." jawab Alea sambil mendekati Ibu Suri.

__ADS_1


"Apaa...kau datang dari dunia kecil...? tapi kau tidak terluka kan...?" tanya Ibu Suri dengan cemas.


"Tidak nenek, Alea baik- baik saja..." jawab Alea.


"Syukurlah nak... sini peluk Nenek, nenek sangat merindukan dirimu..." ucap Ibu suri sambil merentangkan tangannya.


Alea segera memeluk Ibu Suri.


"Nek..nenek harus bangga pada cucu menantu Nenek, karena dia ada di urutan pertama dalam penilaian Dunia kecil..." kata Pangeran Lingzhi bangga.


Mendengar omongan Pangeran Lingzhi Ibu Suri melepas pelukannya.


"Apa benar itu nak...?" tanya dia pada Alea tak percaya.


"Benar nek..." jawab Alea sambil tersenyum lembut.


"Ya dewa ...kau memang gadis pilihan Nak...aku sangat bangga memiliki cucu sepertimu, dan aku ingin segera melihat ada calon cicitku di perut mu ini...?" ucap Ibu suri sambil mengusap perut Alea yang datar. tentu saja omongan Ibu Suri membuat wajah Alea memerah. dan itu membuat Pangeran Lingzhi bahagia.


"Kau dengar itu sayang.. Nenek telah menunggu kau melahirkan putra kita...!" goda pangeran Lingzhi. tentu saja omongan kedua orang itu membuat Alea tersipu malu, dan itu membuat wajahnya memerah. semua itu membuat wajahnya semakin cantik. semua dayang yang ada disana sangat kagum melihat kecantikan Alea. Sedang Pangeran Lingzhi semakin bahagia melihat sang kekasih tersipu malu. Untuk mengalihkan pembicaraan Alea meminta Salah satu Hewan Kontraknya mengambilkan dua buah, buah dari pohon kehidupan.


"Nenek...Alea punya satu hadiah buat nenek..." kata Alea sambil tersenyum dan berdiri dengan tumpuhan kedua luturnya di lantai , di depan Ibu Suri . dan kedua tangannya memegang lembut tangan orang tua itu.


"Hadiah..? untuk nenek..?" kata Ibu Suri dengan wajah bahagia.


"Hmm..." angguk Alea.


"Hadiah apa sayang...kau tahu, kau hadir dalam keadaan sehat saja itu sudah merupakan hadiah terbaik untuk Nenek nak...?" kata Ibu suri terharu.


"Tapi ini khusus untuk nenek..." jawab Alea, dia segera mengambil buah Pohon kehidupan dari cincin ruangnya. dan memberikan dua buah - buahan itu pada Ibu Suri .


"Buah apa ini nak...?" tanya Ibu suri sambil menatap buah kuning emas yang ada di tangannya. Namun para pelayan tak bisa melihat buah itu karena tertutup tubuh Pangeran Lingzhi.Alea segera mengambil dan memotong buah itu menjadi kecil. laku memberikannya pada Ibu Suri.


"Coba Nenek makan dulu...apakah buah itu enak...?" Kata Alea lembut.


perlahan Ibu Suri menggigit sedikit buah itu, dan terlihat dia sangat terkejut dengan buah itu.


"Nak...manis sekali...buah apa ini..?" tanya ibu suri lagi. Dia memakan buah itu hingga habis. Alea dan Pangeran Lingzhi saling pandang. Lalu pangeran Lingzhi meminta ijin untuk berkata yang sesungguhnya pada nenek. Alea mengangguk pelan.


"Kalau Nenek mendengar nama buah itu, aku takut nenek jatuh pingsan..." ucap pangeran Lingzhi perlahan.


"Dasar anak nakal...kau fikir nenek selemah itu hingga akan jatuh pingsan..?" kata Ibu Suri marah.


"Nek..aku akan memberitahu nama buah itu, tapi nenek harus merahasiakan dari siapapun , apa Nenek berjanji...?" kata Pangeran Lingzhi.


Terlihat Ibu Suri memandang wajah kedua cucunya.


"Baiklah nenek berjanji..." kata Ibu suri lagi. Pangeran Lingzhi segera berbisik.


"Itu buah dari pohon kehidupan nek...?" kata Pangeran Lingzhi pelan. dan suara itu hanya Nenek dan Alea yang bisa mendengar.


Mendengar perkataan Pangeran Lingzhi Ibu Suri terkejut. Sedang Alea menggenggam tangan Sang nenek sambil mengalirkan tenaga dalam agar tak terjadi sesuatu pada ibu suri .


"A..apaa..!" serunya kaget. untunglah Alea sudah menjaga dengan tekanan tenaga dalam yang membuat Jantung Ibu Suri tenang walaupun dia mengalami guncangan. terlibat debaran jantungnya lebih cepat. andai ini terjadi tanpa bantuan Alea, Mungkin jantung permaisuri akan berhenti.


"Apa benar ucapan anak nakal ini Lea'er...?" tanya Ibu Suri tak percaya.


"Benar nek...itulah nama buah yang ada di tangan Nenek. karena itu Nenek harus menghabiskan buah itu, agar tubuh nenek semakin kuat..." kata Alea lembut.


Buah di tangan Nenek memang tinggal satu.


"Nak...kenapa kau memberikan buah yang begitu berharga ini pada nenek...?" tanya Ibu Suri pada Alea.


"Karena Nenek adalah nenek Alea..." jawab Alea sambil kembali tersenyum.


"Trimakasih sayang..." ucap Ibu Suri sambil kembali memeluk Alea.


"Sama- sama Nek...Nach sekarang Alea harus kembali ke istana Baru untuk Alea Nek... soalnya nanti malam Alea harus menghadiri pesta makan malam yang akan di selengarakan Ayahanda Raja..." kata Alea sambil melepas pelukannya.


"Apakah itu peresmian dirimu menjadi Putri Mahkota..." kata Ibu Suri sambil tersenyum bahagia.


"Benar Nek..." jawab Alea sambil tersenyum.


"Nenek juga akan hadir di sana.. Oh ya, Ada sesuatu yang akan kuberikan padamu.." kata Ibu Suri pada Alea.


"Apa itu nek..." tanya Alea.


Ibu Suri menyuruh seorang pelayan kepercayaan nya untuk mengambilkan hadiah yang sudah dia siapkan untuk Alea. Tak lama pelayan itu datang membawa sebuah kotak merah dan memberikannya pada Ibu Suri.


"Nak...ini hadiah dari kakekmu khusus untuk ku. dan sekarang barang ini akan kuberikan padamu..." kata Ibu suri pada Alea.


"Nenek, nenek , tunggu dulu.. Alea tak pantas menerima barang berharga itu Nek...masih banyak cucu Nenek yang pantas menerima barang itu ...tolong, tolong nenek jangan terburu - buru memberikannya pada Alea nek..bukankah Alea hanya Cucu Mantu.." ucap Alea berusaha menolak pemberian barang berharga milik Ibu suri padanya.


"Tidak nak...Nenek yakin pilihan nenek tidak salah, barang ini adalah lambang kepercayaan Nenek dan Kakek padamu untuk mendampingi Putra Mahkota, karena itu, nenek mohon jangan menolak pemberian Nenek ini..." ucap Ibu Suri pada Alea. Akhirnya dengan terpaksa Alea menerima barang pemberian ibu suri.


"Baiklah Nek, Alea akan menerima pemberian Nenek, tapi dengan satu syarat, kalau nanti Alea lupa atau berbuat tidak sesuai dengan sifat seorang permaisuri, Alea mohon Nenek mau menegur Alea, atau mengingatkan kesalahan Alea..." kata Alea sambil menerima kotak pemberian Ibu suri.


"Pasti nak...pasti Nenek akan menegurmu jika kau berbuat salah.." kata Ibu Suri dengan wajah bahagia.


"Trimakasih Nek..." jawab Alea sambil memeluk kembali Ibu Suri. Merekapun segera berpamitan untuk kembali ke istana milik Alea yang baru di berikan oleh Raja Rong Kyu.


Putra Mahkota mengantar Alea sampai di istana anggrek tempat tinggalnya.


Ketika sampai di sana ternyata Jendral Murong Han , Selir Zhena, Lian Han serta ketiga adik tirinya, Mimi Dan Zheng Bai sudah berada di sana. mereka sedang duduk di ruang tamu menunggu Alea datang. setelah mengantarkan Alea, pangeran Lingzhi segera berpamitan , dan berkata kalau nanti malam bertemu langsung di pesta.


Maaf..sekian dulu ceritanya ya...Besok author lanjut lagi. maaf kalau ada tutur kata atau penulisan author yang salah atau masih banyak tipo nya. trimakasih juga pada para sahabat yang telah memberi semangat dan do'a untuk author . juga like, komen vote serta hadiah buat Author.


jangan Lupa like, vote dan komennya selalu author tunggu .🙏🙏

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2