PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
KEMBALI KE DESA CAHAYA.


__ADS_3

Alea dan pangeran Lingzhi pergi ke kediaman Selir Rolia yang kini di diami putri May karena keinginan dia sendiri yang beralasan untuk mengenang sang Bunda. Ketika mereka sampai di sana, Alea dan Pangeran Lingzhi melihat Jendral Murong Han sedang duduk melihat sang putri yang badanya terlihat bengkak dan terluka di sekujur tubuhnya karena terkena garukan. Dan di depan putri May terlihat seorang tabib sedang memeriksa keadaannya. Sedangkan putri May terlihat masih menggaruk badannya dengan wajah kesakitan. Setelah melihat tabib selesai memeriksa. Jendral Murong Han bertanya dengan wajah sedih .


"Tabib...apa sebenarnya yang terjadi pada putriku...?" tanya Jendral Murong Han pada sang tabib .


"Sepertinya putri May mengalami alergi makanan tuan.." ucap sang tabib sambil memberikan resep yang telah dia tulis.


"Di sini saya memberikan resep obat untuk di oleskan pada badan yang bengkak itu, saya juga menuliskan beberapa ramuan untuk di minum..." kata tabib sambil menyerahkan selembar kertas yang berisi catatan obat untuk putri May Han .


"Trimakasih tabib...aku akan segera membeli ramuan obat itu . .." kata Raja Murong Han sambil menerima resep itu dari tangan sang tabib. Setelah itu tabib segera keluar dari ruang kamar putri May. Ketika melihat kedatangan Alea dan pangeran Lingzhi , Jendral Murong Han berkata.


"Nak...apakah kau tidak ingin memeriksa penyakit yang di derita saudaramu...?" kata sang Ayah pada Alea, namun me dengar perkataan Jendral Murong Han, putri May Han segera mendongakkan kepalanya karena sejak tadi dia melihat pada tubuhnya yang terasa sangat gatal. dan dia dapat melihat di dekat pintu kamarnya terlihat putri Lea Min Han yang dia benci sedang berdiri bersama pria yang dia inginkan, dan sedang menatap kepadanya. Tatapan Alea yang tenang membuat dia semakin marah.


"Dasar wanita sialan, kenapa dia membawa pangeran Lingzhi untuk melihat badanku yang dalam keadaan seperti sekarang ini..." jerit putri May Han dalan hati .


"Tidak Ayah, aku tidak butuh bantuan darinya, lagian belum tentu dia bisa. Semua orang bisa dia tipu, tapi tidak denganku. Aku tahu sebenarnya dia tidak bisa apa- apa seperti biasanya, dia hanya menipu semua orang termasuk juga Ayah....!" seru Putri May Han dengan marah.


"Tutup mulutmu May....!" Seru Jendral Murong Han marah.


"Gadis ini...sudah tahu kepandaian saudaranya, tapi dia tetap menghinanya. .." pikir Jendral Murong dengan wajah heran dan marah .


"Sudahlah Ayah...aku tidak apa- apa, kalau dia tidak mau dan itu sudah menjadi pulihannya , yach... Mau apalagi kita, Bukankah itu hanya alergi saja ..." ucap Alea mengejek.


"Ya sudah aku pergi dulu ke istana dulu Ayah..." kata Alea dengan wajah tenang.


"Tunggu Aku juga akan pergi nak...., kita bisa pergi kesana bersama- sama..." kata Jendral Murong Han sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Ayah...kau tidak akan menungguiku...?" tanya putri May dengan manja


"Kau bukan anak- anak lagi May..." jawab Jendral Murong Han dengan cuek. Dia masih marah akan sikap Putri May pada Alea. Mendengar perkataan sang Ayah putri May terlihat kecewa. Sedang Jendral Murong segera menyuruh pelayan untuk membelikan resep obat yang telah di tulus oleh tabib. Sedangkan dia bersama selir Zhena segera keluar mengikuti Alea.


"Oh ya Ayah...Setelah aku melihat keadaan kakek Kaisar tua nanti, kalau keadaan Kakek kaisar memang benar- benar sudah baikan, mungkin kami akan segera kembali ke perguruan Ayah..." pamit Alea pada Jendral Muring Han.


"Kau tidak akan lama di sini nak...?" tanya Selir Zhena sambil memandang Alea yang berjalan di sebelahnya.


"Tidak Bunda...tugas Pangeran Lingzhi banyak yang tertunda karena ikut aku kemari, jadi kami tidak bisa lama- lama di sini...." jawab Alea . Mendengar perkataan Alea yang perduli padanya, pangeran Lingzhi sangat bahagia.


"Lalu kapan kalian akan pergi...?" tanya Jendral Murong Han lagi .


"Kita lihat dulu keadaan Kakek Kaisar. Kalau keadaannya sudah baikan, mungkin besok pagi kami pergi Ayah..." ucap Alea lagi.


"Ya sudah, kalau begitu kita langsung pergi saja ke istana..." kata Jendral Murong Han tegas.


"Baik Ayah..." jawab Alea.


Mereka segeta pergi ke istana untuk melihat keadaan Kaisar tua, sedang Jendral Murong Han ada kepentingan dengan sang Raja.


Sesampainya di istana, Alea segera memeriksa keadaan Kakek Kaisar, dan ternyata keadaannya telah pulih dengan cepat. Karena itu mereka juga sekalian berpamitan dengan keluarga istana.


Dan keesokan harinya pagi- pagi sekali mereka segera pergi dari Minsion milik jendral Murong han. Namun sebelum itu, Alea melihat keadaan putri May, terlihat keadaannya semakin parah. Luka- luka pada tubuh dan wajahnya terlihat cukup parah. Karena bagaimanapun dia masih saudaranya , putri sang Ayah, apa lagi melihat wajah sang Ayah sangat bersedih karena keadaan putri May , karena itu Alea memberikan penawar racun pada sang Ayah. Agar nanti Jendral Murong Han bisa memberikan pada putri May Han. Dengan Alasan kalau obat itu bisa menghilangkan segala penyakit fi karenakan alergi. Jendral Murong sangat bahagia melihat obat yang di berikan Alea, dia lalu memeluk sang putri sambil berucap.


"Nak...hatimu baik sekali , walaupun saudaramu begitu jahat padamu, namun kau masih mau memberi dia obat agar dia tidak menderita. Maafkan Ayah yang pernah menyakitimu..." ucap Jendral Murong sambil memeluk Alea.


"Ya Dewa...maafkan Alea Ayah...Alea telah berbohong pada Ayah, semua ini karena Alea ingin memberi pelajaran pada gadis sombong itu. andai dia bukan putri Ayah, mungkin Alea tidak akan memberi penawarnya..." ucap Alea dalam hati.


"Tidak masalah Ayah... Bukankah dia putri Ayah juga, dan sewajarnya Alea menolongnya. " jawab Alea lembut.


"Melihat tingkah lakunya padamu, sebenarnya dia tidak pantas mendapat pertolonganmu, namun apalah daya Ayah nak..." kata Jendral Murong Han sambil melepas pelukannya. Andai May bukan putrinya, Jendral Murong Han tak akan rela memberikan obat penawar itu pada May.


"Alea mengerti Ayah...ya sudah Alea pergi dulu, kapan- kapan Alea akan kemari lagi Ayah, jaga kesehatan Ayah jangan terlalu memfosir tubuh ayah untuk pekerjaan...." kata Alea lembut .


"Baik...ayah akan mendengar nasehatmu..." ucap jendral Murong Han lembut. Dia mencium pipi Alea dengan lembut. Setelah itu Alea mendekati Selir Zhena yang berdiri bersama Lila, So Gun Han dan Cong Fu Han . mereka berempat menatap Alea dengan wajah tersenyum.


"Bunda Alea pergi...tolong jaga kesehatan Ayah dengan baik, tapi Bunda harus menjaga kesehatan Bunda dengan baik pula..agar Bunda bisa menjaga mereka dengan benar..." ucap Alea sambil memeluk tubuh wanita cantik itu


"Baik...Bunda akan menjaga mereka dengan baik, jangan lupa kalau ada liburan panjang pulanglah kembali, kami akan selalu menunggumu..." ucap Selir Zhena dengan wajah sedih.


"Baik Bunda.."jawab Alea dengan senyum lembut sambil melepas pelukannya. Setelah itu dia mendekati ketiga saudaranya. Satu persatu Alea memeluk mereka, dan dia memberikan kalung indah yang memiliki bandul merah berbentuk bunga yang terlihat cantik pada Lila. Yang membuat Lila bahagia sekali. Sedang pada kedua saudara laki- lakinya Alea memberikan pil ramuan Qi yang membuat mereka kaget bukan main,


"Putri Lea..kau memberi kami pil ramuan Qi...?" seru So Gun Han dengan wajah kaget.


"Apa benar ini pil ramuan Qi , putri...?" seru Cong Fu Han kaget juga .


"Ist...kenapa kalian memanggilku Putri sich..apa aku tidak pantas jadi saudara kalian..." ucap Alea pura- pura marah.


"Bukan , bukan begitu...!" seru mereka cepat.


"Kami merasa tidak pantas menjadi saudaramu...aku malu karena perbuatan Bunda dan Jiejie yang telah meracuni Ayah...." ucap So Gun Han sambil menunduk.


"Hey...itu bukan salahmu ...mereka yang melakukannya , bukankah mereka sudah mendapat hukumannya...?" kata Alea dengan senyuman di Wajahnya .


"Jadi kau tidak menyalahkan diriku... ?" tanya So Gun Han sambil menatap Alea. So Gun yang berumur lebih mudah satu tahun dari Alea memang dulu tidak dekat dengan Alea. Karena sang Bunda melarang dia untuk mendekati Putri Lea, walaupun sang Bunda dan sang kakak tidak ikut membuly Putri Lea.


"Untuk apa aku menyalahkan dirimu.... Saat itu bukan hanya bundamu yang membenciku, malah orang yang teramat aku sayangi membinci dan menjauhiku, bukan kah begitu Ayah...." sindir Alea sambil menatap sang Ayah.


"Lea'er..." ucap sang Ayah merasa tersindir , wajahnya menyerah . sedang Selir Zhena tersenyum mendengar perkataan Alea.


'He he he...maaf Ayah..." kekeh Alea.


"Sudahlah...trimalah pil itu agar membuat kalian berdua lebih giat berlatih. Dan aku adalah saudara kalian, jangan lagi memanggilku putri , aku adalah anak Ayah juga seperti kalian, nach jaga diri kalian, aku titip Ayah. .." kata Alea sambil tersenyum .


"Baik...trimakasih atas pemberianmu ini . aku akan berlatih lebih keras lagi, kalau bisa aku akan pergi ke perguruan Calang seperti kalian..." ucap So Gun Han dengan yakin.


"Aku juga, aku akan belajar lebih keras lagi, semoga tahun depan aku bisa menyusulmu belajar di perguruan Calang...oh ya boleh aku memanggilku Lea'er...?" tanya Cong Fu Han sambil menatap Alea.

__ADS_1


"Tentu saja boleh ... Karena kau memang gegeku...Ya sudah Ayah Bunda kami berangkat,..." ucap Alea berpamitan. Begitu juga dengan Pangeran Lingzhi dam kedua pengawalnya. Mereka segera berpamitan dan berjalan keluar Minsion tempat tinggal Jendral Murong Han. Tak berapa lama terlihat empat kuda di pacu dengan cepat menuju keluar kota kerajaan Long.


"Pangeran...kita langsung ke desa Cahaya ya...!" seru Alea dari atas kudanya.


"Iya sayang.. ..kita langsung kesana...!" jawab Pangeran Lingzhi sambil berteriak . mereka memacu kuda mereka dengan cepat ketika mereka mulai melalui jalan pedesaan yang terlihat sepi, .Dua jam kemudian mereka sampai di gerbang jalan desa Cahaya . Mereka segera mengurangi kaju kuda mereka.


Tanpa terasa satu tahun sudah Alea pergi meninggal desa cahaya. Dan kini terlihat desa cahaya sudah menjadi sangat ramai. Perlahan mereka berjalan di jalan desa yang sudah terlihat banyak perubahan. Alea tersenyum menatap keindahan desa Cahaya.


"Lea'er..desamu telah banyak berubah.." ucap Pangeran Lingzhi.


"Benar pangeran...aku tak menyangka desa Cahaya yang terlihat sepi dan mati saat aku datang, kini telah ramai penduduknya, banyak bangunan - bangunan baru yang berdiri disini sekarang. Lihatlah sekarang , disini telah banyak berdiri toko- toko yang menjual bermacam- macam barang..." ucap Alea bahagia.


"Apakah anda tahu...pertamakali hamba datang kesini, rumah - rumah banyak yang di tinggal penghuninya, karena mereka mencari pekerjaan di desa lain, karena sawa dan ladang mereka tidak dapat di kelolah oleh mereka, namun sekarang lihatlah...di sini malah kita dapa


melihat, banyak rumah - rumah baru yang yang berdiri di lahan kosong saat hamba pergi dari desa ini..." kata Alea sambil menatap rumah - rumah penduduk yang berjejer rapi di sepanjang jalan desa. juga beberapa tokoh yang terlihat sudah mulai buka.


Saat mereka melewati jalan desa , terlihat banyak orang yang menatap kedatangan mereka maklumlah tiga pria tampan dan satu gadis cantik berjalan menaiki kuda di pagi hari di jalan pedesaan yang mulai ramai . akhirnya mereka sampai di depan pintu penginapan milik Alea yang telah dia serahkan pada Zio Sang. pemuda desa yang sudah dia anggap sebagai kakaknya. saat ini Alea berdandan seperti gadis pengelana, tanpa topeng di wajahnya. terlihat wajah cantiknya membuat orang terperangah. sejak tadi para penduduk desa memperhatikan penampilan Alea dan Pangeran Lingzhi bagai dewa dan dewi yang turun dari surga . ketika mereka masuk kedalam restoran , seorang pria gagah mendatangi mereka dan mengangguk hormat.


"Selamat datang tuan dan nona terhormat, silahkan masuk ..." sapa pria itu ramah. melihat pria itu Alea menahan tawanya. sebab bagaimana dia tidak tertawa kalau pria di depannya Adalah Zio Sang si kakak angkatnya. terlihat rumah makan miliknya pagi- pagi begini sudah banyak pembelinya, ada yang makan di restoran ada juga yang di bawa pulang . melihat semua itu Alea tersenyum senang. Mereka segera berjalan kearah meja makan yang masih kosong. ruangan rumah makan itu kini terlihat tertata lebih rapi. setelah mereka duduk Alea segera memesan makanan yang ada di sana . tak berapa lama terlihat dua pelayan wanita membawakan pesanan mereka. setelah masakan tertata rapi di meja, mereka segera menyantap makanan yang Alea pesan .


"Putri...bukankah dia orang yang selalu bersamamu dulu saat kau disini...?" kata Jihao pada Alea. mendengar perkataan Jihao terlihat ada kilatan di mata pangeran Lingzhi.


"Benar , dia adalah kakak angkatku yang membantuku dalam mendirikan dan membangun seluruh bangunan ini. Dia juga yang dulu mencarikan lahan yang akan aku bangun ...." jawab Alea.


"Lalu kenapa dia tidak mengenal putri..?" tanya Jihao lagi.


"Apa kalian lupa siapa tabib Hanpey...?" jawab Alea sambil terkekeh pelan .


"Maksud putri mereka tidak tahu kalau putri adalah tabib Hanpey...?" tanya Jihao kaget.


"Benar...mereka tahunya aku pria tampan yang memakai topeng..." jawab Alea lembut. mendengar perkataan Alea, wajah pangeran Lingzhi yang tadinya merah perlahan kembali normal.


Ck...pasti sifat cemburunya kambuh, 🤣


"Apakah mereka tidak ada yang tahu kalau anda seorang wanita...?" tanya Guansi menyela pembicaraan Jihao dan Alea.


"Ada...dua anak laki- laki yang ku anggap sebagai adik laki- lakiku. mereka berdua dan ibunya tahu kalau aku seorang wanita..." jawab Alea tenang.


namun percakapan mereka terhenti ketika mereka mendengar seruan dari luar memanggil nama Zio Sang.


"Kakak Zio....!" teriak mereka dari luar rumah makan. Tak lama terlihat dua anak laki- laki mendatangi Zio Sang yang berada di meja kasir. tentu saja teriakan mereka membuat para pembeli menatap kedatangan mereka dengan wajah sedikit terganggu.


"Hey...apakah kalian tidak bisa berkata dengan pelan. ..." tegur Zio Sang pada kedua anak laki- laki itu.


"Maaf kak...habis kami gembira mendengar katanya ada dua orang pria wanita yang berwajah tampan dan cantik sedang mendatangi rumah makan kita, apa dia kak Hanpey...?" tanya anak laki- laki yang terlihat agak besar. dan itu pasti Si San Lau.


"Benar...memang ada tamu yang datang makan di sini, tapi dia bukan Hanpey dan Mimi Lau.." kata Zio Sang dengan wajah sedih.


"Yaah...aku fikir mereka kak Hanpey dan kak Mimi...sebab tidak ada Orang yang tampan dan Cantik selain mereka..." kata San Lau dengan wajah kecewa.


"Lalu di mana mereka...? apa mereka sudah pergi...?' tanya San Pai yang sejak tadi diam saja. anak kecil yang kini berusia enam tahun lebih itu terlihat menatap Zio Sang dengan wajah kecewa.


"Belum itu mereka, mereka sedang menikmati makanan rumah makan kita.." jawab Zio Sang sambil menunjuk Alea dan rombongan dengan dagunya. Alea yang duduknya menghadap kearah mereka yang sedang bercakap, tentu saja bisa melihat tingkah ke dua bocah itu .


Dan saat mereka menatap kearah Alea. dengan sengaja Alea melambaikan tangan menyapa mereka berdua dari tempat dia duduk sambil tersenyum manis . Ketika melihat wajah Alea, kedua pria kecil itu tertegun. dan tak lama terdengar teriakannya.


"Kakaaaaak....!" seru mereka bersamaan dan berlari kearah Alea. Alea segera berdiri dan merentangkan kedua tangannya. dengan menangis mereka berlari dalam pelukan Alea. Sedang Zio Sang kaget ketika kedua anak itu berlari kearah tamu yang baru datang tadi , yang sekarang masih menikmati makanannya.


"San Lau , San Pai...apa yang kalian lakukan..." seru Zio Sang kaget. Dia melihat kedua anak laki- laki itu memeluk gadis cantik yang baru datang tadi .


"Kakak...ternyata memang kau yang datang...aku tadi sudah menyangka kalau pria tampan dan gadis cantik yang di bicarakan orang itu pasti kakak..." ucap San Lau yang masih menangis dalam pelukan Alea.


"Hey...kenapa kalian sekarang cengeng sekali...bukankah kakak tidak ingin memiliki adik yang cengeng..." ucap Alea menggoda.


"Maaf kak...habis kami rindu dengan kakak...sudah setahun ini kakak baru datang..." ucap mereka sambil melepas pelukan mereka.


"Maaf Nona... adik hamba tidak sopan pada Anda..." tiba- tiba Zio Sang sudah berada di dekat mereka.


Melihat tingkah Zio Sang yang terlihat sedih karena tingkah San Lau dan San Pai , Alea jadi tertawa.


"Gege...apakah kau sudah lupa padaku..?" tanya Alea sambil tertawa. sedang San Lau dan San Pai ikut mentertawakan Zio Sang. terlihat wajah kebingungan di wajah tampan milik Zio Sang.


"Maaf...hamba tidak mengenal anda Nona..." ucap Zio Sang dengan wajah terlihat bingung.


Alea tersenyum, dia segera mengambil topeng yang selalu dia pakai saat dia menyamar dari dalam cincin dimensinya, dan segera memakainya . Seketika Alea berubah menjadi Hanpey pria yang menjadi adik angkatnya.


"Kau...kau Hanpey..." seru Zio Sang tak percaya.


"kau sudah mengingatku...?" goda Alea.


Tanpa sadar Zio Sang memeluk Alea yang juga kaget dengan perbuatan Zio Sang, Sedang pangeran Lingzhi terlihat marah. untunglah Zio Sang segera melepas pelukannya dan berkata.


"Maaf Hanpey...gege terlaku bahagia melihat kedatanganmu .lalu di mana Mimi...?" tanya Zul Sang sambil melihat kanan kiri mencari Mimi.


"He he he...kau merindukan dia...?" tanya Alea sambil tertawa. mendengar perkataan Alea, pangeran Lingzhi seperti tersiram Air dingin. kemarahan dia ketika tanpa sengaja Zio Sang memeluk Alea surut seketika.


"Apakah dia tidak ikut...?" ucapnya kecewa.


"Maaf gege...kami kemari tanpa sengaja, aku kemari karena sedang mengobati kakek Kaisar tua..." ucap Alea.


"Oo..Aku fikir kalian sudah liburan..." kata Zio Sang terlihat kecewa.


"Jangan kecewa...aku punya rencana untuk kalian, tapi sebelum itu perkenalkan dulu. ini kekasihku Pangeran Lingzhi dan dua pengawalnya. tuan Guansi dan tuan Jihao..." ucap Alea memperkenalkan Pangeran Lingzhi dan pengawalnya.

__ADS_1


"Salam sejahtera yang Mulia.." sapa Zio Sang memberi hormat pada Pangeran Lingzhi dan kedua pengawalnya .


Pangeran Lingzhi hanya menjawab dengan anggukan.


Mendengar keributan di luar, Nyonya Zio dan Nyonya San masuk kedalam ruangan dengan wajah khawatir.


"Zio...ada apa...? kenapa ada keributan di sini...?" ucap nyonya Zio Khawatir.


namun beda dengan Nyonya San, dia tertegun menatap Alea.


"Putri...kaukah itu...?" ucapnya perlahan.


"Ibu ...kau masih mengenalku...?" ucap Alea sambil tersenyum. melihat Alea kembali berada di depannya, Nyonya San menangis, dia memang merindukan gadis yang telah menolong keluarga mereka, hingga sampai saat ini kehidupan mereka tidak lagi kekurangan, hidup mereka serba berkecukupan walau tanpa suami di sisinya. Alea melihat nyonya San menangis segera berjalan kearahnya dan memeluknya dengan lembut.


"Kenapa menangis ibu...apa ibu tidak senang ketika melihatku...?" ucap Alea menggoda.


"Bukan, bukan begitu nak...tapi ibu sangat bahagia, ibu bahagia bisa melihatmu lagi..." kata nyonya San dengan wajah bahagia.


"Kalau begitu ibu harus tersenyum...." ucap Alea sambil tertawa.


"Dan ibuku yang satu ini kenapa masih menatapku seperti tidak mengenalku...?" goda Alea pada nyonya Zio.


Nyonya Zio yang sejak tadi hanya merasa bingung dan tak mengenal gadis yang sangat cantik di depannya hanya bisa bengong.


"Ibu...dia Pey'er bu..." bisik Zio Sang sambil tersenyum.


"Apaa...dia Hanpey....? " tanya nyonya Zio dengan wajah kaget.


"Benar Bu...aku Hanpey pria tampan putra ibu..." ucap Alea sambil tertawa.


terlihat wajah haru, bingung tak percaya di mata tua nyonya Zio. melihat itu Alea segera memeluk nyonya Zio.


"Apa ibu tidak percaya kalau aku adalah Hanpey putramu yang tampan..." terdengar lagi Alea menggoda ibu Zio Sang sambil melepas pelukannya.


"Jadi sebenarnya kau ini seorang gadis nak...?" tanya nyonya Zio tak percaya.


"Maafkan Hanpey ibu... memang benar Hanpey ini seorang gadis. demi menyembunyikan identitasku , aku menjadi Hanpey pemuda tampan putra ibu..." ucap Alea sambil tersenyum manis.


"Ya dewa...kau telah sempurna menipu kami selama ini Hanpey...dasar anak nakal..." ucap Nyonya Zio sang sambil mencubit hidung Alea. Alea terkekeh mendengar ucapan nyonya Zio.


Pangeran Lingzhi yang melihat tingkah Akeh dengan rakyat kecil sangat kagum. Gadis yang tak membedakan setatus. sangat beda dengan gadis yang biasa ada di sekitar pangeran Lingzhi.


"Oh ya ibu...perkenalkan kekasih Hanpey .


namanya pangeran Lingzhi dan itu kedua pengawalnya , ini Guansi dan ini Jihao.." ucap Alea memperkenalkan mereka .


Nyonya San dan nyonya Zio segera memberi hormat pada Pangeran Lingzhi Dan kedua pengawalnya.


"Oh ya gege...apakah rumahku masih ada...?" tanya Alea dengan wajah lucu.


"Sembarangan...tentu saja ada Pey'er..kami selalu merapikan dan membersihkan tempatmu. sesekali Zio Sang tidur di sana..." ucap nyonya Zio pada Alea.


"Syukurlah....kalau begitu bagaimana kalau kita pergi kesana, aku akan mengatakan sesuatu pada kalian nanti..." ucap Alea.


"Kalau begitu kau pulanglah dulu Pey'er , setelah para pembeli sudah habis, kami akan menyusulmu, tunggu..." Zio Sang berlari kearah kasir dan mengambil sesuatu di sana, dan ternyata itu kunci rumah kecil Alea.


"Ini kuncinya, dan Nanti San Lao dan San Pay akan membawakan kalian minuman dan makanan ringan. ..." ucap Zio Sang sambil menyerahkan kunci rumah pada Alea.


"Baiklah Aku pergi dulu, kami tunggu kalian di rumah..." ucap Alea .mereka segera keluar dari rumah makan . terlibat Pangeran Lingzhi menggandeng Alea seolah mengatakan kalau Alea miliknya. Setelah sampai di rumah kecil Alea , terlihat rumah itu masih terlihat indah terlihat letak barang yang ada di dalam rumah Alea tidak berubah sama sekali. namun rumah itu terlihat bersih dan rapi.


"Apakah ini tempat tinggalmu Lea'er..." tanya Pangeran Lingzhi sambil menatap seluruh ruangan.


"Benar pangeran...ini rumah tempat tinggalku dengan kak Mimi setelah keluar dari rumah Ayah Jendral Murong Han..." jawab Alea.


"Apakah rumah makan dan rumah berobat milikmu juga...?" tanya pangeran Lingzhi.


"Tentu saja pangeran ..sebelum Aku keluar dari rumah kediaman Ayah, aku telah membuat rumah , restoran dan rumah obat terlebih dahulu..." jawab Alea.


"Jadi kau memang sengaja ingin keluar dari rumah Jendral Murong Han...?" tanya Pangeran Lingzhi lagi.


"Saat aku baru datang kedunia ini..


aku melihat penderitaan yang Putri Lea alami dengan tubuhku ini, aku sangat marah. namun saat itu Aku hanya ingin membalaskan dendam putri Lea terhadap orang- orang yang telah melukainya hingga dia meninggal, Karena itu aku mempunyai rencana keluar dari Minsion milik Ayah. dan aku memilih desa ini. desa yang sebenarnya sangat indah, namun karena pengelolahan yang tidak bisa, membuat desa ini menjadi desa mati, yang hampir semua penduduknya pergi dari desa ini. dan sekarang pangeran lihat sendiri pertumbuhan desa Cahaya sekarang..." kata Alea sambil menatap hamparan luas tanah persawahan miliknya yang berada tidak jauh dari tepat tinggalnya.


"Sayang...aku bangga padamu..." ucap pangeran Lingzhi sambil memeluk pinggang Alea dari belakangan dan menaruh kepalanya di bahu Alea.


Tentu saja perbuatan pangeran Lingzhi mengagetkan Alea. tiba- tiba dia merasakan debaran Aneh di dalam dadanya. agar pangeran Lingzhi tidak mendengar debaran di dadanya, Alea berusaha melepas pelukan Pangeran Lingzhi. namun Pria itu semakin mempererat pelukannya ketika melihat Alea ingin lari darinya.


"Lalu apa yang terjadi pada Pangeran Fang...kenapa dia membatalkan perjodohannya denganmu ....?" tanya Pangeran Lingzhi pada Alea.


"Aku juga tidak tahu... sebenarnya saat aku mendengar dari kak Mimi yang bercerita kalau putri Lea sangat mencintai Pangeran Fang, dan ternyata pangeran Fang membenci segala tingkah laku putri Lea, hamba ingin mencari cara untuk nembatalkan perjodohan itu, namun pucuk di cinta ulampun tiba, tiba- tiba saat pertunangan akan di resmikan, pangeran Fang membatalkan perjodohan itu. jadi hamba tidak repot- repot mencari cara lagi..." Ucap Alea denga. wajah tersenyum.


"Jadi sebenarnya kau tidak menginginkan perjodohan itu...?" tanya Pangeran Lingzhi bahagia.


"Putri Lea yang dulu yang menginginkan, sedangkan hamba tidak . untuk apa hamba harus mengemis cinta pada orang yang tidak mencintai hamba. Bukankah masih banyak pria di luar sana..." ucap Alea lagi.


"Betul sekali...dan salah satunya adalah aku...untung Pangeran Fang Bodoh hingga gadis cantik itu kini jadi calon permaisuriku..." ucap Pangeran Lingzhi sambil mencium sekilas leher Alea yang membuat si empunya terbelalak kaget .


"Pangeran....!" seru Alea kaget .


"He he he maaf...habis kau sangat menggemaskan sayang..." ucap Pangeran Lingzhi sambil tertawa neninggalkan Alea yang tertegun karena perbuatannya.


Maaf sampai di sini dulu ceritanya.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan konennya author tunggu.


Bersambung.


__ADS_2