PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
KEDATANGAN TAMU.


__ADS_3

Pagi sekali Alea sudah bangun. Dia segera pergi ke ruang dimensi untuk mandi dan berkultivasi . Setelah menyerap energi Qi dengan banyak dan merasakan kesegaran dan kekuatan di dalam tubuhnya. Dia berlatih pedang di bawah guyuran air terjun. Keempat mahluk kontraknya pun ikut bermain dengan menyerang Alea secara bersama- sama. Cukup lama Alea melatih ilmu pedangnya serta ilmu pedang kembarnya. Dan kini dia merasakan kalau ilmu pedangnya semakin maju pesat. Begitu juga dengan ilmu bayu birunya. Dia sudah bisa menciptakan Angin biru yang besarnya melebihi bola sepak.


"Lea'er...tenagamu semakin kuat..." ucap White sambil menyerang Alea.


"Benarkah...syukurlah kalau begitu.." jawab Alea.


"Kekuatanmu hampir menyamai Pangeran Lingzhi..." kata Lauyan.


"Itu lebih baik...mana mungkin seorang suami di bawah kekuatan seorang istri...!" seru Eagle sambil tertawa.


"Gege...kau mulai menggodaku he...!" seru Alea pura- pura kesal.


"Lea'er...kau membuatku patah hati...!" teriak Xiao Bai.


"Kenapa gege...!" seru Alea heran.


"Kenapa kau tuanku sekaligus adik kesayanganku bukan kekasihku, aku iri pada Pangeran Lingzhi...!" seru Xiao Bai sambil menyerang Alea gencar.


"Hey...jangan gege katakan kalau kau jatuh hati padaku ya...!" teriak Alea sambil tertawa.


"Mungkin kalau kau bukan adik kesayangan kami ...!" seru Xiao Bai sambil tertawa pula. dan merekapun berlari sambil bercanda .


"Dasar gege laknat...kalau punya hewan kontrak sekaligus gege- gege tampan seperti mereka , mana mau aku punya pacar lagi. Dasar..untung saja ada Pangeran Lingzhi yang lebih tampan dari mereka He he he..seru Alea dalam hati.


"Hey..kenapa kau diam Lea'er... Jangan - jangan kau memiliki ide jahil untuk kami..!" seru Lauyan .


"He he he...tidak gege.. siapa sich yang jahil...mana mungkin gadis secantik aku jahil...!" ucap Alea sambil terkekeh. Lalu dia melesat ke udara sambil berputar. Tak lama dia melompati tubuh keempat hewan kontraknya dan mendarat mulus di bawah pohon kehidupan.


"Maaf aku sudah lelah....aku masuk dulu para gege tampanku....!" teriak Alea sambil berlari masuk ke istananya untuk ganti baju. Setelah itu dia membuatkan makanan untuk keempat hewan kontraknya dan tiga daging panggang setengah masak untuk ketiga harimau peliharaannya . Setelah memberikan daging pada ketiga harimau dan semangkok susu untuk masing- masing harimau. Alea segera kembali kebawa pohon kehidupan. Dia melihat keempat pria tampan itu masih berlatih.


Setelah mengambil tiga buah , buah dari pohon kehidupan dia segera berseru.


"Gege...di dalam sudah ada makanan untuk kalian, jangan terlalu lama nanti kalau dingin tidak enak, aku pergi dulu, tiga kawanan sudah ku beri makan...!" seru Alea lalu menghilang.


Keempat pria tampan yang sedang berlatih itu hanya bisa geleng kepala sambil tersenyum.


"Gadis cantik yang selalu membuat kita bahagia..." ucap Xiao Bai sambil tersenyum.


"Benar apa katamu Bai... Dia gadis cantik yang memiliki segudang kepandaian , mulai dari hal kecil sampai yang paling sulit dia bisa mengatasi..." ucap Eagle.


"Aku baru sekarang memiliki seorang Master wanita tanggu yang seperti dia. Dia mengalahkan semua master yang pernah aku ikuti..." ucap Lauyan.


"Tak salah jika kita terlalu membanggakan dia..." kata White menimpali.


"Bagaimana nanti tuan- tuan kecil kita.?" kata Xiao Bai sambil terkekeh.


"Ha ha ha...kau terlalu jauh berfikir Bai.!"


Seru Lauyan sambil kembali menyerang.


"Hey kalian dengar apa perintah Lea'er...kita tidak boleh membuat makan kita dingin, kalau sampai dingin tidak enak lo..." seru White sambil melompat ke daratan dan di ikuti ketiga sahabatnya.


Sedang gadis yang mereka percakapan sekarang sudah berada di dalam kamar nya. Dia duduk sambil memakan buah pohon kehidupan. Tak berapa lama terdengar ketukan di pintu kamarnya.


"Putri...apa sudah bangun...?" terdengar suara Gita dari luar kamarnya.


"Buka saja Git..." seru Alea dari dalam kamarnya. Terlihat pintu kamar terbuka, dan masuklah dua gadis cantik pelayan Alea.


"Selamat pagi Putri..." ucap mereka bersamaan.


"Pagi...jam berapa kalian bangun...?" tanya Alea sambil menatap mereka berdua .


"Sudah tadi putri..." jawab mereka kembali serempak. Melihat tingkah mereka Alea tersenyum.


"Kalian kompak sekali ya...?" ucap Alea menggoda. Terlihat wajah mereka memerah karena malu.


"Sella, Gita...apakah kalian mau belajar bela diri...? Sebab aku tak ingin pelayanku seorang yang lemah, apa kalian mau...?" tanya Alea sambil menatap mereka berdua .


"Mau putri...kami mau belajar...!" seru mereka gembira .


"Tapi apa kita bole belajar bela diri...?" tanya Sella cemas.


"Memang siapa yang tidak memperbolehkan kalian belajar...?" tanya Alea dengan heran.


"Bukankah di dalam istana ini kami para dayang tidak boleh belajar pelajaran seperti itu. Kita juga tidak boleh belajar membaca..." jawab Gita.


"Apaa...kalian tidak bisa membaca...?" tanya Alea kaget.


"Di dalam istana kami cuma bisa belajar tata krama atau cara menjadi pelayan yang baik..." ucap Sella.


"Siapa yang menentukan seperti itu..?" tanya Alea lagi.


"Kepala pelayan..." jawab Sella dan Gita hampir bersamaan.


"Baiklah karena sekarang kalian pelayanku, kalian harus belajar segala hal, nanti aku akan mengajari kalian , dengan satu syarat kalian harus tekun belajar..." kata Alea yang membuat dua pelayannya merasa senang.


"Hamba berhanji putri...tapi bagaimana kalau kami ketahuan...?" tanya Sela yang masih nerasa takut.


"Mudah sekali...jika nanti kalian di tegur oleh kepala pelayan, bilang saja akulah yang memberi perintah. karena itu mulai besok kalian harus bangun pagi- pagi untuk belajar bela diri. dan siang belajar membaca...Sekarang kalian bantu aku untuk berbena, bukankah sebentar lagi kita ke istana untuk acara makan pagi..." ucap Alea.


"Baik Putri..." jawab mereka serempak. Dan Alea bisa melihat kalau ada pancaran kebahagian pada mata mereka kala Alea menyuruh mereka untuk belajar. Lebih baik aku akan tanyakan ini pada Ayahanda , dan kalau boleh aku merubah akan membuat sekolah khusus untuk para pelayan , agar mereka bisa sedikit memiliki kepandaian dan ketrampilan . bukankah ini juga aset kerajaan agar kerajaan memiliki pelayan yang pandai , ucap Alea dalam hati.


Setelah itu Alea mulai memakai baju dan berhias. seperti biasa Alea akan memakai pakaian yang sederhana dan tak ribet saat pergi makan pagi di istana. Sebelum berangkat Alea meminta Pada Mimi kalau mulai besok dia memiliki tugas mengajar mereka berdua pelajaran bela diri dan membaca. Nanti Alea juga akan turun tangan sendiri. Mendengar perkataan Alea, Zheng Bai akan ikut membantu Mimi. Setelah itu mereka pergi berjalan menuju istana permaisuri atau istana Naga, Tempat Raja dan permaisuri tinggal. Setelah Alea resmi menjadi Putri Mahkota, maka Alea harus menghadiri acara rutin makan pagi bersama keluarga kerajaan.


Ketika sampai di pintu istana Naga terlihat Pangeran Lingzhi juga baru datang. Dia tersenyum dan mendekati sang kekasih.


"Sayang...kau cantik..." ucap pangeran Lingzhi setelah mendekati Alea.


"Mulai dech rayuannya..." ucap Alea sambil cemberut.


"Sayang...pagi- pagi jangan menggodaku dengan wajahmu, kau tahu akibatnya kan...?." bisik Pangeran Lingzhi pada Alea.


Alea segera tersenyum dan cepat- cepat berjalan. Pangeran Lingzhi tertawa melihat tingkah sang kekasih. Mereka segera masuk kedalam istana naga setelah kasim memberitahukan kedatangan mereka berdua.


Mereka segera berjalan keruang makan . ketika sampai di sana terlihat para penghuni istana sudah pada kumpul dan terlihat ada enam tamu yang Alea belum pernah bertemu dengan mereka.


Sepasang suami istri yang terlihat angkuh dan memakai baju mewah , bersama dua orang pria mudah dan tampan yang satu sepertinya sepantaran Pangeran Lingzhi, dan yang satu masih agak muda seumuran Alea. Lalu dua gadis cantik yang agak tua terlihat angkuh dan sombong , sedang yang mudah terlihat ramah .


"Paman, Bibi...kapan kalian datang...?" kata Pangeran Lingzhi perlahan.


"Pangeran Lingzhi...kami datang kemaren, apa kabarmu nak...?" ucap wanita paruh baya itu.


"Baik Bi..." jawab Pangeran Lingzhi.


"Pangeran kau semakin terlihat tampan dan gagah...lalu siapa wanita yang ada di sampingmu itu...?" tanya bibi Pangeran Lingzhi.


"Perkenalkan Bibi...dia Putri Mahkota kerajaan Shi ini..." ucap Pangeran Lingzhi dengan bangga.


Alea mengangguk pelan kearah Paman Bibi serta para saudaranya.


"Apaa ..putri mahkota...? Apa maksudmu pangeran...?" seru Bibi sang Pangeran kaget.

__ADS_1


"Dia Putri Mahkota yang akan mendampingi putra MahkotaLingzhi .." tiba- tiba terdengar suara bariton menjawab pertanyaan Bibi sang pangeran.


"Maksud kakak dia calon istri Pangeran Lingzhi...?" tanya sang Bibi lagi.


"Iya..dia adalah calon Lingzhi, dan mereka akan segera menikah.." jawab Raja Rong Kyu.


"Kakak...bukankah yang akan menjadi Putri Mahkota adalah Renata kita...!" ucap wanita paruh baya itu.


"Cukup Selin..Bukankah aku sudah bilang padamu kalau aku tidak akan memaksa Pangeran Lingzhi soal pernikahan, dan Putri Alea adalah Putri Mahkota yang terpilih. Dan itu sudah mutlak keputusan kami.." ucap Raja Rong Kyu tegas.


"Dia bisa menjadi selir, bukan Putri Mahkota. Karena putrikulah yang pantas menjadi permaisuri..." ucapnya Bibi Selin marah . Dia adalah adik ipar atau istri sepupu Raja Rong Kyu. Sejak dulu dia menginginkan Putri nya Renata menjadi Permaisuri. Namun Permaisuri Shulia tidak setuju , karena mereka saudara sepupu. Dan Permaisuri tidak menyukai sifat Putri Selin yang suka ikut campur masalah orang lain. Permaisuri takut jika nanti putrinya jadi Permaisuri dia akan ikut campur masalah kerajaan. Dan mereka tidak bisa mencegahnya . untunglah Putra Mahkota tidak tertarik sama sekali dengan putri Renata.


"Dan itu tidak akan pernah terjadi Bibi... karena yang pantas menjadi Permaisuri adalah kekasih ku ini, dia adalah satu- satunya calon istriku, dan aku tidak ingin hadirnya seorang selir di dalam kehidupanku...!" kata Putra Mahkota dingin.


"Cukup...sekarang bukan saatnya berdebat, dan kau Selin...Putri Lea menjadi putri Mahkota sudah pilihan kami . dan dia sangat pantas menjadi Putri Mahkota. Dan tidak ada seorang pun yang bisa menentangnya , tidak juga kau, atau siapapun. Sekarang mari kita mulai makan ...!" ucap Raja Rong Kyu dengan tegas. Terlihat Putri Selin dan Putri Renata sangat marah. Mereka menatap Alea yang duduk di dekat pangeran Lingzhi dengan penuh kebencian. Sedang yang di tatap terlihat sangat tenang. Wajah anggun itu tidak memperlihatkan kecemasan ataupun ketakutan. Merekapun mulai menyantap makan pagi mereka dengan tenang. Sepotong Roti dengan isian daging dan potongan buah- buahan terlihat ada di depan setiap orang serta segelas susu atau teh menemani menu makanan Pagi itu. Terlihat keanggunan Alea setiap menyuapkan makanan di mulutnya. Sesekali pangeran Lingzhi menatap Alea penuh dengan kasih sayang. Setelah selesai Raja menutup sendok dan garpu di atas piring bertanda waktu makan pagi telah usai. Tak lama Raja Rong Kyu berucap.


"Putra Mahkota..datanglah keruanganku, ada sesuatu yang akan aku bicarakan.." ucap Raja Rong Kyu datar.


"Baik Ayah..." jawab Pangeran Lingzhi.


"Ayahanda...apakah hamba boleh membicarakan sesuatu dengan Ayah... ?" tanya Alea pada Raja Rong Kyu.


Terlihat Raja Rong kyu menatap Alea lembut.


"Datanglah bersama calon suamimu. Aku menunggu kalian ..." ucap Sang Raja dengan suara lembut. Terlihat sekali kalau Raja Rong Kyu sangat menyayangi Alea.


"Baik Ayah..." ucap Alea lembut.


"Lea'er...setelah menghadap Ayahmu, datanglah ketempat Ibu Suri, Sejak kemaren beliau selalu menanyakan tentang dirimu..." ucap Permaisuri lembut.


"Akan hamba lakukan Bunda..." jawab Alea lembut.


Setelah itu Raja Rong Kyu pergi dari ruang makan di iringi para pelayan dan pengawal .


Setelah melihat kepergian sang Raja, satu persatu mereka meninggalkan tempat itu. Saat Alea dan Pangeran Lingzhi akan pergi tba- tiba Bibi Selin berucap.


"Tunggu pangeran Lingzhi ...!" serunya mencegah pangeran Lingzhi pergi.


"Ada apa Bi...?" tanya Pangeran Lingzhi menghentikan gerakannya. Dia menggenggam tangan Alea dengan kembut. melihat itu Putri Renata terlihat mengepalkan tangannya .


"Biarkan gadis itu pergi dulu, aku tidak butuh dia berada disini. ...silahkan pergilah dulu...!" ucapnya sinis pada Alea.


"Maaf...kalau Bibi ingin berbicara denganku, maka dia sebagai calon istriku tidak akan pergi dariku, jadi silahkan berbicara....?" kata Pangeran Lingzhi dingin.


"Pangeran Lingzhi...apa sich kelebihan dan kehebatan gadis itu di bandingkan putriku Renata..? Cantik..? Putriku lebih cantik dari dia..! Kepandaian...? Semua tata krama kerajaan dia tahu , keahliwn sebagai seorang gadis bangsawan dia nomer satu , kesenian...dia ahli sekali. Lalu kenapa dia yang kau pilih...? kalau masalah kau kasihan padanya , kau bisa menjadikan dia selir kerajaan,..untuk apa kau jadikan dia Putri Mahkota. ...? jangan terkecoh dengan penampilan nya Putra Mahkota...gadis sekarang banyak sekali yang suka menipu Lo..." ucap nyonya Selin dengan wajah sinis dan menghina menatap Alea .


"Bibi...jangan membuatku berani padamu, jangan membuatku semakin membencimu, apakah kau tahu..apa kesalahan putrimu hingga aku sangat membenci dirinya...?" ucap Pangeran Lingzhi dingin . dia sangat marah mendengar ucapan Bibi Selin yang menghina Alea.


"Apa maksudmu pangeran...?" ucap nyonya Selin kaget.


"Jadi bibi tidak tahu...? Baik akan ku katakan, pertama aku memang tidak menyukai dia lebih dari seorang saudara .dan kedua aku membenci dia karena dialah yang membunuh Lila sahabat kecilku yang sudah kuanggap sebagai adikku sendiri ..." jawab Pangeran Lingzhi. terlihat ada kesedihan di wajah pangeran Lingzhi .


"Siapa gadis Lila..." ucap hati Alea, dia merasakan ada nyeri di dalam hatinya.


"Tapi Pangeran...bukankah saat itu Renata tidak sengaja...!" ucap nyonya Selin.


"Tidak sengaja...? Pintar sekali..andai aku tidak menyaksikan sendiri, mungkin aku akan mempercayainya bukankah begitu Renata...?" ucap Pangeran Lingzhi sambil menatap Putri Renata dengan tatapan tajam dan marah .


Wajah angkuh itu terlihat memucat saat matanya bertemu dengan mata pangeran Lingzhi.


"Sudahlah...kita tak usah membicarakan masalah ini lagi, dan perlu kalian ketahui cintaku, kasih sayangku sudah habis di ambil oleh calon permaisuriku, dan tidak ada satu wanitapun yang bisa menggantikan calon istriku ini. Dan akan kukatakan lagi. Istriku hanya satu yaitu Putri Mahkota Alea. Dan tidak ada yang namanya selir di kehidupan kami. Dan semua itu Ayah handa serta para pembesar Kerajaan sudah menyetujui.." ucap Pangeran Lingzhi tegas.


Namun Alea berkata pada mahluk kontraknya.


"Gege..tolong salah satu dari kalian mendengarkan percakapan mereka, aku ingin tahu rencana dari keluarga tadi. Aku yakin mereka akan berniat jahat, terutama ibu dan anak perempuan tertuanya itu . kalau bisa gege Eagle saja yang menyamar jadi burung kecil . kalau gege Lauyan malah akan menjadi pusat perhatian..ikuti mereka. Tapi kalau gege Eagle lelah , gege Lauyan bisa menggantikannya..." kata Alea .


"Baik Lea'er...aku tahu..." tak lama terlihat seekor burung parkit terbang menuju ruang makan yang baru saja Alea tinggalkan. Dia hinggap di jalan udara yang ada di ruangan itu.


Sedang keluarga Bibi Selin terlihat sangat marah. Dia berseru dengan keras.


"Dasar ja***g...berani sekali gadis itu merebut kedudukan yang seharusnya jadi milikmu Renata...!" teriak sang Ibu.


"Gadis lemah dan bodoh seperti itu apa sich yang di banggakan oleh Pangeran Lingzhi.." seru gadis yang bernama Renata dengan wajah sombong.


"Renata...apakah kau tidak bisa membereskan gadis itu sendiri...? Apa perlu pamanmu yang menangani...?" ucap sang ibu dengan wajah serius.


"Tidak usah repot- repot ibu...cukup Aku saja yang akan membereskannya.." jawab Renata.


"Apakah kita akanmenghabisinya sekarang nak...?" tanya sang ibu.


"Jangan sekarang ibu...kita akan melakukan nanti malam saja..." jawab Sang Ibu.


"Bagus..tapi lebih baik kita minta bantuan pamanmu, agar tak meninggalkan jejak.." ucap sang ibu.


"Baik kalau itu kenauan ibu..." jawab gadis itu tenang.


"Kalau begitu ayo kita telfon pamanmu agar membantumu..." kata sang Ibu.


" Baik ayo kita telfon paman." jawab Renata.


"Ibu ..kenapa ibu melakukan itu..kata putra ketiganya seolah tak senang dengan tingkah ibu dan kakak nya .


"Diamlah kau Dion... Jika ibu berhasil. Kita juga akan bahagia. Nanti kita yang akan menguasai kerajaan ini..." ucap putra pertama nyonya Selin .


Eagle mendengar pembicaraan itu merasa marah. Ternyata keluarga ini lebih serakah dari nyonya Lan dan Raja We. Eagle Pun segera mengatakan pada Alea sambil tetap memperhatikan mereka. Mendengar laporan dari Eagle Alea menjadi marah. Namun dia berusaha untuk bersikap wajar.karena saat itu dia bersama Raja Rong Kyu.


"Lea'er...apa sebenarnya keperluanmu menemuiku...? Apakah kau sudah memutuskan kapan kalian akan menikah...?" goda Raja Rong Kyu.


"Mm...itu..itu..." Alea masih tergagap dengan pertanyaan Raja Rong Kyu .namun terdengar suara Pangeran Lingzhi berkata .


"Benar Ayah...Lea'er sudah berjanji padaku, kalau dia mau menikah denganku setelah kami pulang dari benua tengah..." jawab Pangeran Lingzhi dengan gembira.


"Apaa...!" Raja dan permaisuri terkejut mendengar omongan Pangeran Lingzhi.


"Apa benar itu Lea'er...." tanya permaisuri.


"Bukan...bukan begitu Bunda..." ucap Alea tergagap.


"Lea'er...apakah ucapanmu tadi malam hanya bohong semata...?" ucap Pangeran Lingzhi dingin.


"Bukan..bukan begitu pangeran...Its... Baik..baiklah ..kita menikah setelah pulang dari Tiangzi..." ucap Alea pasrah. Dia tak tahan melihat wajah kecewa sang kekasih. Mendengar ucapan Alea ketiga orang di depan Alea tertawa bahagia.


"Apa benar itu sayang...tapi tunggu... tunggu dulu...apa maksud dari perkataan kalian tadi...kalian mau pergi ke benua tengah...? Untuk apa...?" tanya Raja Rong Kyu. Dia menatap Alea dengan wajah heran.


"Maaf Ayah...hamba kemari ingin meminta ijin Ayah untuk pergi ke benua tengah, sebab dua bulan lagi akan di adakan seleksi murid baru . jadi ananda yang merupakan Ketua baru dari Sekte Tiangzi kalau bisa di harap kedatangannya..." jawab Alea menjelaskan.


"Oo begitu...baguslah kalau begitu kalian bisa sekalian membawa kakekmu kemari untuk menyaksikan pernikahan dirimu nak..." ucap Raja Rong Kyu gembira.


"Ayah..ananda akan ikut Lea'er ke sekte Tiangzi .." kata pangeran Lingzhi menyela.


"Tentu saja kau harus ikut ...memang seharusnya kau mengikuti calon istrimu . Bawalah beberapa pengawal yang kuat untuk menjaga kalian..." kata Raja Rong Kyu.

__ADS_1


"Selain itu Ayah...apakah ananda boleh bertanya...?" kata Alea perlahan .


"Tanya apa nak..." ucap Raja Rong Kyu.


"Apa benar para pelayan di sini tidak di perbolehkan untuk mengecap pendidikan , belajar bela diri...?" tanya Alea dengan wajah menunduk. dia takut menyinggung Raja Rong Kyu.


"Benar sekali...Memangnya kenapa Lea'er...?" tanya Raja Rong Kyu heran.


"Ayah..maafkan sebelumnya jika perkataan Alea menyinggung Ayah..." kata Alea pelan.


"Katakan saja ...ayah akan mendengarkan.." jawab Raja Rong Kyu lembut.


"Ayah...kalau boleh Hamba memberi usul, lebih baik kita memberi pelajaran pada para pelayan atau pembantu di dalam kerajaan. Jika para pembantu di beri pendidikan sewajarnya, maka kita akan memiliki pembantu atau pelayan yang berkualitas. Apalagi kalau kita juga membekali mereka dengan pelajaran ilmu bela diri. Jadi mereka akan menjadi pembantu sekaligus pengawal para putri yang menjadi tanggung jawab mereka. Hamba pernah mendengar suatu kota atau kerajaan yang memiliki penduduk yang cerdas. Maka tak mudah orang asing yang akan memanfaatkan kita untuk sebuah kejahatan. Kita akan terhidar dari keinginan seseorang yang akan memanfaatkan penduduk kita. Jika penduduk sebuah kerajaan bodoh maka kerajaan itu akan sulit berkembang Ayah. maaf Ayah bukannya ananda berniat menggurui Ayah...?" kata Alea lembut.


Terlihat tiga orang yang ada di depan Alea menatap Alea dengan tatapan yang sulit di artikan . melihat mereka terdiam , Alea merasa mereka tersinggung.


"Ayah, Bunda...maaf jika Ayah dan Bunda tersinggung..." ucap Alea dengan perasaan agak takut.


"Nak...bagaiman kau bisa memiliki fikiran yang begitu mengagumkan, kenapa di kepala yang kecil itu memiliki begitu banyak ide, apakah kau ini manusia atau dewi Lea'er..." ucap Raja Rong Kyu kagum sekaligus bangga.


"Jadi Ayah tidak marah...?" tanya Alea kaget.


"Tentu saja tidak sayang....Ayah malah bangga memiliki menantu seperti dirimu ini...Ayah tak pernah membayangkan akan memiliki menantu yang secerdas dirimu. Trimakasih sayang...trimakasih atas ide- ide yang selaku membuat kemajuan di kerajaan ini, lakukanlah apapun yang bisa membuat kemajuan kerajaan Shi ini. Nak kemarilah Ayah ingin memeluk putri Ayah yang cerdas ini..." ucap Raja Rong Kyu dengan perasaan bahagia. Dia merentangkan tangannya. Alea segera berdiri dan berjalan kearah Raja Rong Kyu. Dia segera tenggelam dalam pelukan raja terbesar di seluruh benua itu.


"Ayah...jangan lama- lama...aku bisa cemburu ..." seru pangeran Lingzhi menggoda . dia sangat bangga pada sang kekasih yang mampu membuat semua orang takluk padanya .


"Ck dasar anak konyol..kau ingin Ayah menjewer telingamu he...!" seru sang Ayah pura - pura marah. Merekapun tertawa bersama.


"Nak ..kemarilah Bunda juga ingin memelukmu..." kata permaisuri. Alea pun segera mendekati Permaisuri dan membalas pelukannya. Setelah itu Raja Rong Kyu hanya menasehati sang Putra agar hati- hati terhadap Bibinya.


Saat Pangeran Menanyakan kenapa.


"Ada apa ayah...kenapa aku harus berhati- hati...?" tanya Pangeran Lingzhi.


"Pokoknya kalian berdua harus selalu berhati- hati pada Bibi Selin..." jawab sang Raja. Akhirnya Alea dan pangeran Lingzhi undur diri. Setelah keluar dari ruangan Raja Rong Kyu , Alea berkata pada pangeran Lingzhi.


"My Zhi...aku mendapat musuh satu lagi.." ucap Alea pelan.


"Apaa...!" seri Pangeran Lingzhi kaget.


"Sstt...pelan My Zhi..." ucap Alea.


"Apakah kau tidak merasa seseorang mengikuti kita...?" tanya Alea.


"Iya aku merasakannya....apakah mahluk ini yang kau katakan tadi...?" tanya Pangeran Lingzhi pelan.


"Iya ..berjalanlah dengan tenang seolah kita tidak merasakan apapun. Itu ada belokan. Kita berbelok dan langsung masuk keruang dimensi ..." kata Alea pelan.


Dan ketika mereka berbelok , Alea langsung masuk kedalam ruang dimensi bersama pangeran Lingzhi. Dan dari ruang dimensi dengan menggunakan kekuatan Qi milik Alea, mereka bisa melihat keadaan di Istana .


Tak berapa lama terlihat seekor mahluk berkepala babi dan badannya manusia sedang mencari sesuatu di mana Alea dan pangeran Lingzhi tadi menghilang.


"Iblis..." seru pangeran Lingzhi heran.


"Jadi mahluk itu yang mengikuti kita..lalu kenapa kita sembunyi...?kenapa tidak kita serang saja dia " tanya Pangeran Lingzhi lagi.


"Apakah kau tidak ingin tahu siapa yang menyuruh dia membuntuti kita..?" tanya Alea lembut.


"Siapa..." tanya Pangeran Lingzhi lagi. Dia mulai marah mendengar ada seseorang yang ingin mengusik mereka.


"Dia ingin membunuh putri Mahkota. Dan mereka akan melaksanakannya nanti malam.. " tiba- tiba mahluk kontrak Pangeran Lingzhi yang merupakan seorang naga berucap pada tuannya.


"Apaa...siapa yang berani melakukan semua ini...?" ucap Pangeran Lingzhi marah.


"Bibi tuanku dan putrinya di bantu oleh paman ya yang memiliki ilmu hitam cukup tinggi. ..." jawab Naga.


"Mereka akan melakukannya nanti malam, mereka berniat akan membunuh Lea'er..dan satu lagi pangeran, niat sebenarnya mereka ingin putri mereka jadi permaisuri adalah ingin menguasai kerajaan ini, tadi hamba mendengar sendiri percakapan mereka." kata Eagle.


"Dasar keluarga serakah...kalian bunuh saja mereka nanti..." kata pangeran Lingzhi marah .


"Baik akan hamba lakukan pangeran.. Tapi lebih baik lagi kalau nanti malam kita kembalikan saja ilmu hitam mereka sendiri beserta bunganya .." jawab si naga dengan nada dingin seperti tuannya.


"Bagus...lakukanlah.." jawab Pangeran Lingzhi.


"Kalau begitu hamba ingin mengajak ular putih milik Putri untuk menghukum mereka..." jawab sang Naga.


"Silahkan ,gege White apakah kau mau..?" tanya Alea.


"Dengan senang hati Lea'er...aku paling benci pada manusia yang mengusik hidupmu..." jawab White marah .


"Kalau begitu mulai sekarang kalian akan selalu bersama- sama dalam menjalankan tugas kalian..." ucap pangeran Lingzhi.


"Kami mengerti tuan. Walau sebenarnya kami pun bersahabat sejak dahulu. Sebab tuan- tuan kami dahulu juga bersahabat...." jawab si Naga .


"Bagus lah kalau begitu..." kata Pangeran Lingzhi lega.


"Lea'er...apa bisa kita langsung pergi ke istana Nenek...?" tanya Pangeran Lingzhi.


"Kita berteleportasi saja pangeran..." jawab Alea.


"Apaaa...berteleportasi...? Kau bisa ilmu itu..?" tanya Pangeran Lingzhi kaget.


"Bisa , ilmu itu aku dapatkan di dunia kecil...apakah Pangeran mau belajar ilmu itu...?" tanya Alea pada sang kekasih.


"Tentu saja Lea'er...aku mau mempelajari ilmu itu.." ucap pangeran Lingzhi antusias.


"Baik nanti kita akan berlatih bersama.." jawab Alea.


"Baiklah Ayo kita berteleportasi...?" ucap Alea. Dia segera memegang tangan pangeran Lingzhi dan dalam sekejap mata mereka sudah berada di depan istana ibu suri. Tentu saja Penjaga di sana kaget bukan main, karena tiba- tiba Pangeran Lingzhi dan Alea sudah berada di hadapan mereka . Mengalami semua itu, Pangeran Lingzhi berdecak kagum pada sang kekasih. Dia semakin mencintai gadis cantik di sebelahnya.


"Apakah gadis yang sepandai ini akan kutukar dengan gadis- gadis manja itu . Bodoh sekali jika itu aku lakukan, walau dengan seribu gadis pun aku lebih memilih gadis cantik yang sangat aku cintai ini..." batin Pangeran Lingzhi.


"Ada apa My Zhi...?" tanya Alea heran , karena dia melihat pangeran Lingzhi menatap dirinya sambil tersenyum bangga.


"Tidak...kau sangat cantik dan pintar, aku semakin ingin cepat- cepat menikahimu sayang...." jawab Pangeran Lungzhi .


"Ck..mulai dech rayuannya ..." kata Alea kesal. Dan pangeran Lingzhi hanya bisa terkekeh sambil mengusap rambut Alea dan mencium keningnya.


"Dasar gadisku yang aneh sendiri.. bukankah kata orang seorang gadis butuh di rayu...tapi kenapa tidak dengan gadis cantik ku ini..." batin Pangeran Lingzhi.


"My Zhi...kita di depan istana Nenek...!" seru Alea kaget . dan Pangeran Lingzhi hanya tertawa dan membawa Alea masuk kedalam istana sang Nenek.


Ya Allah...maaf ya kalau banyak salah tulis dan tiponya di cerita kemaren . habis mata author sudah ngantuk. demi kalian author kuat- kuatir tu mata...maaf..maaf banget ya..🙏🙏🙏


Untuk yang merasa alurnya merembet kemana- mana, gimana ya...habis harus seperti itu....mohon maaf dech kalau ceritanya ngebosenin..soalnya kalau di persingkat rasanya ada ganjalan di fikiran author. maaf ya...🙏🙏


jangan lupa like, vote dan komennya ya..


sekali lagi author minta maaf..🙏


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2