PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
PERTARUNGAN ALEA 2


__ADS_3

Pria tampan dan gagah itu berdiri di sebelah Alea dengan tenang dan berwibawa .


"Hay kau....jangan ikut campur urusan kami...! Apa kau merasa kalau putri kalian akan kalah, hingga kau ketakutan dan segera datang kemari...!" teriak Menwa marah. Dia sangat kaget ketika tiba- tiba seorang pria tampan berdiri di sebelah Arena. Melihat gerakannya yang terlihat sangat ringan dan tak terlihat kedatangannya, Menwa merasa kalau kultivator ini berilmu tinggi. Begitu juga dengan keluarga besar Menwa. Mereka kaget dengan kedatangan pria tampan itu


"Ck..kau ini gimana sich, .kau bilang aku harus menunjukkan hewan kontrakku...? Lalu kenapa kau sekarang seperti orang yang tak memiliki pendirian ..apa kau lupa dengan ucapanmu sendiri..." ejek Alea.


Mendengar perkataan Alea , Menwa kaget bukan maian .


"A..apa maksudmu....? Jangan kau katakan kalau pria ini adalah seekor hewan kontrak...?" tanya Menwa dengan wajah kagetnya. Dia melihat pria itu berdiri dengan anggun dan berwibawa di sebelah Alea.


"Gila...dasar wanita sialan...hewan Apa yang ada di sebelah nya...? Mahluk apa yang bisa berubah menjadi manusia, atau itu hanya triknya saja...? Aah... betul.. pasti itu hanya triknya saja...mana mungkin ada hewan yang bisa berubah menjadi manusia , hanya hewan ilahi lah yang mampuh berubah menjadi manusia, dan pastinya mana mungkin gadis itu memiliki kontrak dengan hewan ilahi..." ucap Menwa dalam hati untuk menghibur diri sendiri .


"He he he...kenapa...? Apa sekarang kau takut...?" tanya Alea mengejek.


"Sialan...kau fikir kami percaya...? Hanya hewan legendarislah yang bisa berubah menjadi manusia... Siapa yang telah kau bayar untuk mau menjadi hewan piaraanmu itu...?" ucapnya sombong.


"Tutup mulutmu itu..! dasar wanita sombong, apa hanya kau yang mamouh memiliki hewan kontrak hebat..?Baik lah kalau kau ingin melihat dia yang sebenarnya...gege Xiao Bai tunjukkan wujudmu yang sebenarnya pada manusia rendah ini..." ucap Alea pada Xiao Bai yang berada di sisinya.


"Baik Lea'er..." dan dalam sekejap mata , terlihat di depan para penonton seekor rubah besar yang memiliki ekor sembilan. Dia terlihat anggun , cantik dan kuat, melihat penampilan Xiao Bai semua orang ternganga dengan Mata melotot tak percaya.


"Aahhh...rubah ekor sembilan...!" teriak para penonton dengan kagum. Jangankan penonton, keluarga Menwa sendiri terkagum- kagum pada penampilan Xiao Bai . tanpa sadar mereka sampai berdiri dari tempat duduk mereka. Begitupun dengan keluarga ketajasn , mereka terpaku dengan penampilan ruba ekor sembilan .Sedang Xiao Bai sendiri yang badannya lebih besar dari Alea berdiri di sebelah Alea dengan gagah. Dia menatap pada hewan kontrak Menwa dengan wajah dinginnya.


"Sudah jangan terlalu lama mengagumi hewan kontrakku, bisa- bisa kau nanti jatuh cinta pada hewan kontrakku . ayo kita lanjut lagi pertarungan kita, kita lihat siapa yang akan menang di antara hewan kontrakku dan hewan milikmu..." ucap Alea dengan nada sinis.


"Brengsek kau fikir kau bisa mengalahkan diriku hanya dengan memiliki hewan kontrak rubah ekor sembilan, Dia akan di ***** tuang- tulangnya oleh hewan kontrakku...!" teriak Menwa marah. Mendengar perkataan Menwa yang sombong tidak pada tempatnya, membuat keluarganya mennelan ludah pahit.


"Dasar gadis bodoh...rubamu akan tercabik- cabik oleh rubah ekor sbilan milik Lea'er..." ucap pengertian Lingzhi dalam hati. Dia tersenyum sinis memandang pada Menwa yang bodoh.


"Dasar Menwa tolol...dia menyamakan mahluk legendaris dengan hewan biasa, dasar tolol..." seru para kerabat dan kedua orang tuanya serta kakek dan neneknya .


"Kalau begitu ayo kita lanjutkan...!" seru Alea dan dengan berakhirnya Perkataan Alea, terlihat Menwa telah maju menyerang Alea bersama hewan kontraknya. Namun ternyata hewan Kontrak Menwa bukan tandingan Xiao Bai. Hanya dalam beberapa jurus saja srigala berbulu abu- abu kehitaman itu sudah terlihat mulai tersudut, dia sudah beberapa kali menerima tendangan atau cakaran dari tangan Xiao Bai. Sudah banyak darah yang keluar dari tubuhnya.


Sedang Alea yang sedang melawan Menwa terlihat tenang, saat tiba- tiba Menwa mengeluarkan jurusnya , Alea menatap dengan tenang oada Menwa. Dia melihat gumpalan Angin menyatu di telapak tangan kanan Menwa. karena


dia sudah memindahkan pedang yang telah kehilangan hampir separuh tubuhnya di tangan kirinya. Sedangkan tangan kanan Menwa seperti mengumpulkan angin , terlihat angin sedikit kencang menuju tangan Menwa yang terlihat membuka tangan kanannya. Melihat Menwa yang sudah mengeluarkan jurus andalannya , Alea segera menerapkan ilmu pukulan salju yang baru dia kuasa sepenuhnya kemaren . perlahan dia mulai menyalurkan tenaganya pada pedang salju miliknya. Dan terlihat cahaya terang keluar dari pedang salju milik Alea . Saat Menwa menyerang Alea dengan ilmu anginnya, Alea segera


Megibaskan pedangnya kearah angin milik Menwa yang menuju kearahnya, dan seberkas cahaya menghantam gumpalan Angin itu.


Duuaaar....


Hingga terjadi ledakan yang cukup keras di atas arena pertempuran, Membuat semua orang terkejut.


Terlihat hepasan angin cukup keras menerpa para penonton yang membuat rambut dan baju mereka berantakan . untunglah di arena aduan ada semacam kekuatan yang memang di pasang untyk menahan gemouran kekuatan agar tak mengenai penonton atau orang yang ada di sekitar area pertarungan . dan asap tebal menyeliputi arena pertarungan .


Saat asap mulai menipis, terlihat Menwa terduduk di lantai arena, tak lama dia memuntahkan darah segar beberapa kali , Kini terlihat wajahnya pucat sekali, seperti sehelai kertas yang belum tersentuh . dan di depannya terlihat Alea berdiri dengan anggunnya bersama Xiao Bai sambil menatap Menwa dengan tatapan dingin. Sedang hewan kontrak milik Menwa terlihat sudah terbujur di lantai arena dengan bermandikan darah.


"Dia terluka cukup parah Lea'er..." ucap Xiao Bai pelan.


"Dasar gadis sombong...baru juga sebagian tenagaku yang aku pakai, ternyata dia sudah jatuh..." kata Alea menanggapi omongan Xiao Bai.


"Mulut saja yang besar... Ilmu tak sesuai dengan mulutnya..." lanjut Alea dengan nada kesal .


"Apakah kau masih penasaran denganku.... ? Apakah kau masih ingin melanjutkan pertarungan ini...?" tanya Alea dengan wajah dinginnya.


Terlihat Menwa menatap Alea dengan wajah terlihat kesal , namun sebelum dia berucap tiba- tiba dia sudah terjatuh dan tak sadarkan diri. Melihat Menwa jatuh, sang ibu berteriak dan lari kearah menwa.


"Menwa....!" seru sang ibu sambil berlari mendekat. Sedang para penonton hanya bisa tercengang melihat kejadian itu. Sang Ayah juga kakek dan neneknya berlari mendekati Menwa. Tak berapa lama terlihat tubuh Menwa di bawa turun dari Arena aduan, Alea sempat melihat wajah kakek Alea yang menatapnya dengan wajah tak dapat di lukiskan . Namun Alea membalas dengan tatapan datar dan dingin . Namun tiba- tiba terdengar sorakan dari para penonton yang ada di bawa Arena.


"Hidup Putri Mahkota...Hidup Putra Mahkota...." seru mereka gegap gempita.


Memang hari ini Alun - alun kota penuh dengan penduduk yang ingin melihat pertandingan itu. Sebenarnya mereka tidak tahu akan ada pertarungan Antara Alea dengan Menwa . namun karena pihak Menwa sudah mengira kalau putri mereka akan menang dan akan menjadi putri Mahkota. Maka dia menyuruh para murid sekte untuk menyebarkan pertarungan antara Menwa dengan calon Putri Mahkota. dengan cara itu, jika nanti Menwa bisa menang dari Putri Mahkota yang sekarang dan Putra Mahkota akan menolak perjodohan itu, maka dia akan kesulitan melakukannya di hadapan para penduduk, dan satu- satunya jalan Pangeran Lingzhi hanya bisa menerima perjodohan itu.


Tentu saja mendengar kabar itu, para penduduk yang belum tahu kalau sudah ada calon Putri Mahkota kerajaan Mereka, mereka ingin melihat putri mahkota , merekapun segera berbondong- bondong pergi ke alun- alun kota tempat terselenggaranya pertarungan putri Mahkota dengan Putri Menwa cucu pendiri Sekte Feng Su , yaitu tuan besar Feng Song yang terkenal dengan tabiatnya yang keras . Mereka juga mendengar kalau Putri Menwa akan mengalahkan Putri Mahkota dan Akan menjadi Putri Mahkota selanjutnya. Ketika sampai di alun- alun , ternyata meteka sudah terlambat , mereka melihat peryarungan Antara Menwa dan seorang gadis yang terlihat teramat cantik sudah di mulai . Terlihat pertarungan sengit sudah terjadi di atas arena pertempuran.


"Hey...apakah gadis itu yang di katakan Putri Mahkota...?" tanya salah satu gadis yang sudah mengetahui wajah Menwa. namun belum pernah bertemu dengan gadis cantik musuh Menwa . Memang di kota kerajaan Shi siapa yang tidak tahu atau tidak mengenal Putri Menwa dari sekte Feng Su. Wanita yang terkenal Arogan , sombong dan keras kepala itu, Menwa banyak menyusahkan penduduk karena kemauannya. Semua tahu kenapa tabiat Menwa seperti itu. Itu semua karena kedua orang tuanya, kakaknya dan kakek neneknya sangat memanjakan Putri Menwa, mereka menganggap Menwa sebagai calon permaisuri masa depan Kerajaan Shi. Karena itu mereka memanjakan Menwa . Menwapun tak segan menyakiti gadis yang menyukai Pangeran Libgzhi, dan dia pernah bertarung dengan gadis Lan-;Lan karena Lan Lan berkata kalau dialah Calon istri atau putri mahkota kerajaan Shi .


"Ya ampuuun...cantik banget, tentu saja Putra Mahkota lebih memilih gadis itu dari pada si putri Menwa..gadis itu jauh lebih cantik dari putri Menwa..." jawab sang teman. Dan banyak lagi perbincangan mereka sambil melihat pada pertarungan. Dan saat putri Menwa dan Alea mengeluarkan hewan kontrak mereka, mereka semakin kagum pada sang putri karena hewan kontrak yang di miliki Putri Mahkota bisa berubah menjadi manusia tampan . dan saat pertarungan, mereka semakin kagum dengan kegesitan dan keahlian yang di tunjukkan Alea saat menghadapi Menwa. Dan puncaknya semakin membuat mereka bangga ketika mereka melihat kekalahan Putri Menwa saat beradu tenaga dalam. Setelah mereka sadar dari keterkejutan Mereka, mereka segera meneriakkan nama Alea.


"Hidup Putri Mahkota...Hidup Putri Mahkota..." teriak mereka tak henti- henti.


Membuat Alea menjadi salah tingkah.


"Hey...kenapa mereka tahu kalau aku calon Putri Mahkota...bukankah belum ada pengumuman dari kerajaan kalau aku adalah putri Mahkota mereka..." batin Alea .


sedang di pihak Sekte Fang Su terlihat wajah sedih , marah, dan kecewa terlihat di wajah mereka ketika mendengar teriakan para penduduk yang meneriakkan kata Putri Mahkota pada gadis itu. Mereka kecewa karena kalimat itu seharusnya di tunjukkan untuk putri mereka Menwa. Sedangkan Kini gadis mereka sekarang dalam keadaan terluka sangat parah. setelah sampai di bawa arena aduan, seorang tabib datang menghampiri putri Menwa.


Saat melihat luka dalam yang di derita Putri Menwa. Sang tabib terlihat menghela nafas berat,


"Maaf...aku tidak bisa menyelamatkan putri kalian..." jawan tabib itu dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Apa maksudmu tabib Tong..." tanya tuan Feng pada tabib Tong yang juga tabib kerajaan teman tabib Lao. tabib Tong bisa datang kesana karena dia masih saudara dekat tuan Feng. dia juga bermarga Feng , dan nama panjangnya FengTong Hui .


"Maaf luka dalam putri Menwa sangat parah, aku tidak bisa menyembuhkan dia Feng Song..." ucap tabib Tong lirih.


"Tidak...itu tidak mungkin...aku tidak bisa kehilangan dia Tong...apakah ada cara lain yang bisa menyelamatkan dia ...?" tanya tuan Feng dengan wajah sedih.


"Ada Feng...dia tabib yang bertangan dingin, mungkin dia bisa menyelamatkan cucumu .. tapi aku takut dia tidak mau melakukan itu..." ucap tabib Tong pelan.


"Siapa dia ...kenapa dia tidak mau menolong cucuku,...?dan di mana tempat tinggalnya...?" tanya tuan Fang dengan cepat.


"Tabib itu sekarang sedang ada di atas sana, dialah Putri Mahkota Lea. dia adalah tabib jenius yang baru sekarang aku temukan. Dia mampuh mengobati segala penyakit yang kami para tabib tua tidak mampu melakukannya. dan kemaren dia bisa menyembuhkan Ibu Suri yang kami katakan sudah meninggal dunia . apakah putrimu tidak mengatakan itu...?" tanya tabib Tong dengan wajah sedikit mengerut.


"Tidak...dia hanya bilang kalau ada wanita sombong yang telah di pilih menjadi seorang Putri Mahkota, dan Wanita itu tidak layak menduduki posisi seorang Calon Putri Mahkota..." ucap tuan Fang.


"Dan kau percaya itu...?" tanya tabib Tong.


"Tentu saja aku percaya, mana mungkin Menwa berbohong pada kami..."jawab tuan Fang dengan mimik kesal.


"Akan aku ceritakan yang sesungguhnya nanti , tapi sekarang apakah kau akan tetap di sini dan membiarkan cucumu meninggal...? kalau kau tidak malu meminta tolong pada gadis itu, cepatlah datang kesana. semakin lama kau menunda pengobatannya, semakin tipis kesempatan hidup bagi Menwa.." ucap tabib Tong pada tuan Fang.


p


Sedang di atas panggung, masih terlihat Alea yang berdiri tertegun karena sorak sorai para penduduk kota Kerajaan Shi yang meneriakkan kata putri Mahkota padanya . Melihat Alea yang serba salah karena Apa yang di teriakan para penduduk , akhirnya Pangeran Lingzhi berjalan kearah arena. Dia melompat kedalam Arena dan berdiri di sebelah Alea, sedang Xiao Bai sudah kembali kedalam ruang dimensi.


"Tenanglah kalian semua... tenanglah para penduduk kerajaan Shi. Memang benar gadis yang berdiri di hadapan kalian ini adalah calon permaisuri masa depan kalian, dia adalah kekasihku, kekasih Putra Mahkota kerajaan Shi sekaligus Calon Putri Mahkota Kerajaan Shi ini, Jadi mulai sekarang kalian harus menghormatinya, seperti kalian menghormatiku walaupun pengumuman pengangkatan putri Mahkota belum di umumkan oleh Ayahanda Raja Rong Kyu...perkenalkan nama putri Mahkota kalian Adalah Putri Lea Min Han atau kalian bisa memanggilnya Putri Alea. dia putri dari kerajaan Long , putri dari Jendral besar Murong Han ..."ucap Pangeran Lingzhi dengan suara lantang.


Mendengar perkataan Pangeran Lingzhi, tuan Fang dan keluarga kaget bukan main, bukankah kata Menwa gadis itu gadis kampung yang tak pantas menjadi pitri Mahkota,..gumam dalam hati mereka.


"Selamat Putri Lea... Selamat Putri Mahkota...!" seruan dari para penduduk.


"Hidup Putri Lea...hidup putri Mahkota.." terdengar teriakan para penduduk yang merasa senang pada calon putri Mahkota yang memang terlihat sangat Cantik dan kini mereka juga tahu kalau putri Mahkota mereka juga seorang kultivator.


Terlihat Pangeran Lingzhi menatap sang kekasih penuh dengan cinta. dan para penddudukpun dapat melihat, putra Mahkota yang terkenal dingin dan kejam itu, tersenyum lembut pada calon Putri Mahkota. Saat semua orang menatap kearah panggung, tiba- tiba seorang pria yang sudah tua namun masih terlihat gagah naik keatas panggung, dan sebagian dari mereka sudah pada tahu siapa pria paruh baya itu. Dia guru besar atau pendiri sekte Fang Su yaitu Guru besar Fang Song.


Pria tua itu menghadap putra Mahkota Lingzhi dengan wajah sedih.


"Hormat hamba yang Mulia...semoga panjang umur dan selalu bahagia..." ucapnya sambil memberi hormat.


"Ada apa kau kemari tuan Feng... apakah ada masalah yang akan kau katakan padaku...? atau kau masih tidak rela atas keputusanku tentang kekalahan Putrimu...?" tanya Pangeran Lingzhi sinis.


"Tidak yang Mulia...hamba kemari hanya ingin meminta pertolongan putri Mahkota...tolong...tolong cucu hamba. hamba minta maaf atas kelancangan cucu kami yang telah berani meremehkan atau menantang Putri Mahkota. sekarang tolonglah cucu hamba Putri...?" pinta tuan Fang pada Alea.


"Maafkan hamba yang Mulia...hamba mewakili semua anggota Feng untuk memintakan ampunan pada Putri Mahkota untuk putri Menwa.. hamba mohon maaf Putri..."ucap tuan Feng sambi ingin bersujud pada Alea. Tentu saja sikap tuan Feng membuat Alea sedikit tertekan. Alea buru- buru menahan tubuh tuan Feng yang akan menunduk dengan menahan bahu nya.


"Jangan lakukan itu padaku tuan....aku tidak layak mendapatkan perlakuan seperti itu..." ucap Alea dengan tangan masih menahan bahu tuan Feng. dan tanpa di sadari semua orang, tuan Feng sengaja menekan tubuhnya untuk melihat kekuatan Alea. dan Alea yang menyadari ada kekuatan pada tekanan tubuh tuan Feng tersenyum senang , dia sadar tuan Feng sengaja mencoba dirinya dan dia segera menyalurkan tenaganya di kedua telapak tangannya yang kini masih berada di bahu tuan Feng. walaupun orang- orang melihat tingkah mereka seperti seseorang yang sedang membantu , namun sebenarnya mereka saling mengukur kekuatan masing - masing orang. tak lama terlihat senyuman di wajah pria tua itu. Sekilas dia melihat raut wajah Alea yang biasa saja terlihat tanpa beban . itu menunjukkan kalau sebenarnya gadis di depannya ini sangatlah tinggi kekuatan tenaga dalamnya.


"Terang saja cucuku kalah telak olehnya, walaupun gadis ini lebih mudah dari Menwa, bagaiman bisa gadis semudah ini kekuatan tenaga dalamnya malah lebih tinggi dari Fang They ..andai putriku atau cucuku sejenius gadis ini, betapa bangganya diriku..." ucapnya dalam hati . Fang They adalah menantu nya , Ayah kandung Menwa.


"Tidak nak...jika kau tidak menyelamatkan cucuku, biarkan kakek tua ini bersujud di depanmu, sebab hanya kaulah yang dapat menyembuhkan cucuku kata si tua tabib Tong..." ucap Fang Song yang kini sudah menarik kekuatannya.


"Apa yang kau lakukan tuan Feng... apakah tidakkanmu untuk menekan Putri Mahkota agar menyembuhkan gadis yang akan membunuhnya...?" ucap pangeran Lingzhi marah.


"Mohon ampun yang mulia...ini memang kesalahan hamba, hamba rela mendapatkan hukuman apapun , asal tuan putri mau menyembuhkan cucu hamba.." ucap tuan Fang Song dengan wajah menunduk sedih . Jika tak ingat kedekatan lelaki ini dengan neneknya, mungkin saat ini dia telah menjatuhkan hukuman berat pada pria tua ini. Pangeran Lingzhi tahu kalau sang Nenek pernah berhurang budi pada suami istri ketua Sekte Fang Su ini . Mungkin karena itulah putri Menwa sangat arogan dan sombong walau hanya seorang dayang istimewa kepercayaan Ibu Suri .


"Hamba mohon Pangeran..tolong Mintakan pada Putri Alea untuk menyembuhkan cucu hamba..." pinta tuan Fang dengan putus asa. Alea menatap pada Pangeran Lingzhi yang menatap Alea dengan tatapan serba salah. dia bagai makan buah simalakama, Menolong Menwa bagaimana perasaan sang kekasih, tidak menolong, Nenek dan kerajaan akan menerima akibatnya, mereka akan di cap sebagai manusia yang tak tahu membalas budi.


"Lea'er....sepertinya Pangeran memiliki beban sangat berat memilih keputusannya, seperti ada sesuatu yang terjadi hingga pangeran tidak bisa memberi hukuman pada keluarga Fang. Sekarang semua tergantung padamu, apakah kau mau menolong gadis itu atau tidak, tapi kalau kataku lebih baik kau menolongnya. nanti kau bisa menanyakan kenapa ada beban di hati sang pangeran saat mau mengambil keputusan .." bisik Eagle.


Dan saat Alea menatap pada pangeran Lingzhi dia melihat tatapan pangeran Lingzhi seolah dia berkata, semua terserah padamu Lea'er aku menyerahkan semua keputusan padamu.


"Ck bagaimana ini...mana mungkin aku menolong gadis yang ingin membunuhku gara - gara ingin merebut Pangeran Lingzhi dariku, tapi melihat perbuatan kakek tua ini, mana bisa aku mengabaikan saja apa yang di lakukan di hadapan banyak penduduk, bisa- bisanya dia bertindak seperti ini. jika aku menolak maka akan merusak nama baik Pangeran Lingzhi sebagai penguasa kedua kerajaan ini. mana bisa calon permaisuri pendamping calon Raja masa depan mereka, memiliki sifat tak mau memaafkan rakyatnya, lagian apakah aku tega melihat orang tua seperti dia tersiksa karenaku. ist...serba salah.." ucap Alea dalam hati. namun karena tuan Fang tetap memaksa melakukan sujud Akhirnya Alea berkata.


"Baiklah tuan Fang , aku akan berusaha menyembuhkan cucumu...tapi dengan satu syarat kau harus merubah tabiat cucumu itu, jangan membuat dia bersifat arogan dan sombong karena terlalu kalian manjakan . aku tahu dia satu- satunya harapan atau cita- cita kalian, tapi apakah keinginan selalu harus terwujud , meski dengan cara yang tidak baik . janganlah memaksakan kehendak kita pada orang lain, apakah anda sanggup tuan....?" tanya Alea.


terlihat wajah tuan Fang sedikit memerah.


"Baik Putri...hamba akan mendidik kembali cucu hamba..." jawab cepat tuan Fang.


"Baiklah akan aku tolong Cucumu. tapi jika suatu saat aku mendengar atau melihat tingkah buruk cucumu kembali, maka aku sendiri yang akan


mengambil nyawanya dari tubuhnya, jika sampai itu terjadi jangan salahkan aku. ." ucap Alea sambil menatap wajah tua itu.


"Trimakasih Putri ..aku akan selaku mengingat perkataanmu.." ucap tuan Fang dengan perasaan lega.


"Baiklah Ayo kita lihat keadaan Cucu anda..." ucap Alea sambil melangkah turun dari atas arena menuju tubuh Menwa yang telah di taruh di atas sebuah tandu di pinggir Arena dan di kelilingi oleh para kerabat , saudara dan kedua orang tuanya serta sang Nenek yang terlalu berambisi itu.


Setelah mendekat , Alea segera memeriksa denyut nadi putri Menwa, dia merasakan aliran darah Menwa terbalik, terang saja tabib tidak mampu mengobati . semua ini karena Alea telah mengembalikan kekuatan yang Menwa lakukan untuk menyerang Alea tadi ,dan mendapat sedikit tambahan kekuatan Alea sendiri . Karena tidak memungkinkan membawa Menwa menjauh dari tempat itu karena mengejar waktu untuk menolongnya, sebab keadaan Menwa benar- benar kritis. Akhirnya Alea mengambil keputusan untuk menolong Menwa dengan mengobati luka dalamnya terlebih dahulu di sini, baru kemudian menyuruh mereka membawa dia pulang. dia lalu mengambil sikap duduk lotus di dekat tubuh Menwa.


"Gege...kalian berempat lindungi aku selama aku menyalurkan tenaga dalam pada gadis ini...jangan sampai kecolongan dan akan membuatku celaka.." ucap Alea pada keempat mahluk kontraknya .

__ADS_1


"Lea'er , lebih baik aku menjagamu di luar.." ucap White dari dalam ruang dimensi .


"Aku juga.." ucap Lauyan menimpali .


"Boleh...keluarlah dan tolong masukkan kedalam cincin ruangku sebotol air kehidupan..." ucap Alea.


"Baik Lea'er..." jawab Eagle.


Sedang Lauyan dan White telah keluar dari ruang dimensi. White berjalan perlahan di lengan Alea dan melingkar dengan nyaman di pergelangan tangan Alea. sedang Lauyan dengan nyaman hinggap di bahu kanan Alea. membuat sebagian orang yang melihat keberadaan burung kecil imut itu kaget.


"Hey...sejak kapan di bahu kanan Putri Alea ada burung kuning itu...dari.mana datangnya burung itu " tanya salah satu dari orang yang ada di dekat Alea .


"Ya dewa...cantik sekali burung itu, dan lihatlah sikapnya , dia seperti melindungi putri..." jawab yang lain. dan banyak lagi percakapan di antara para penduduk yang melihat Lauyan duduk tenang di pundak Alea.


Sedang Alea mulai berkonsentrasi menyembuhkan putri Menwa dengan tenaga dalamnya. namun sebelum itu dia dengan perlahan menuangkan air kehidupan ke mulut Menwa . setelah air dalam botol giok kecil itu masuk kedalam tubuh Menwa, Alea baru menyalurkan tenaga dalamnya melalui dada Menwa. . dengan memberi air kehidupan pada sang pasien, Alea akan lebih mudah menyelamatkan nyawa sang pasien.


Cukup Lama Alea melakukan itu, hingga terlihat wajahnya memucat. Setelah melakukan lebih dari dua jam, tiba- tiba Menwa memuntahkan darah dari mulutnya.


"Menwa....!" jeritan tertahan dari sang ibu. begitu juga dengan yang lain. Tak berapa lama Alea membuka matanya. Pangeran Lingzhi yang sejak tadi berada di samping Alea dengan menatap Alea dengan penuh rasa sayang , mengusap wajah Alea yang bersimbah peluh.


Sedang di sekitar mereka para pengawal pangeran Lingzhi berjaga dengan ketat.


Alea menyudahi pengobatannya dan bernafas dengan lega. Andai tidak ada air kehidupan, mungkin Alea tidak bisa menyelamatkan gadis ini dari kematian.


Pangeran Lingzhi memeluk lembut tubuh Alea yang terlihat letih dan pucat. dia tak perduli di mana dia sekarang berada . putri Yinhan Mendekati mereka.


"Kita bawa putri Lea pulang sekarang..." kata Putri Yinhan pada pangeran Lingzhi.


"Baik jiejie..." ucap Pangeran Lingzhi sambil membantu Alea berdiri.


"Tunggu My Zhi..." ucap Alea setelah bisa berdiri.


"Tuan tabib...anda bisa membawa pergi putri Menwa sekarang, kau sudah bisa merawatnya , jangan lupa beri dia pil penyembuh sehari satu kali , dan ingatkan dia agar menghilangkan sifat sombong dan arogannya agar cepat sembuh . dan anda tuan Fang...jangan lupa dengan janji anda..." ucap Alea denga datar.


"Baik Putri..." jawab kedua orangtua itu dengan sedikit memberi hormat. Alea segera berjalan meninggalkan arena pertempuran sambil di bantu Pangeran Lingzhi mendekati kuda mereka.


"Lea'er...kau ikut kudaku saja ya...aku takut kau masih lemah.." kata pangeran Lingzhi lembut.


"Tidak pangeran...hamba kuat kalau hanya naik kuda, biarkan saya naik kuda sendiri.." ucap Alea pelan.


"Tidak Lea'er...kau ikut denganku, biar suamiku yang akan membawa kudamu..' ucap Putri Yinhan yang tiba- tiba sudah berada di sisih mereka dengan tegas. mendengar perkataan tegas putri Yinhan, Alea hanya bisa tersenyum pasrah.


"Baiklah Jiejie...aku ikut denganmu..." kata Alea pasrah .


"jiejie...aku juga ikut keretamu...!" seru Pangeran Lingzhi tiba- tiba.


"ist kau ini...lalu gimana dengan kudamu..?" tanya Putri Alea beralasan.


"Biar pengawal yang membawakan kuda ku...." ucap Pangeran Lingzhi cepat- cepat, dia segera membawa Alea kearah kereta putri Yinhan. sedang Putri Yinhan hanya bisa tersenyum melihat tingkah sang adik.


"Gege Lingzhi ...!" terdengar teriakan dari arah belakang, tentu saja Alea yang ingin naik kedalam kereta terhenti dan memandang pada orang yang berteriak memanggil nama putra Mahkota. terlihat Putri Sora dan Putri YinYi berlari mendekati mereka.


"Kalian mau naik kereta...?" tanya putri Ying Yi.


"Iya ..memangnya ada apa...?" tanya Pangeran Lingzhi heran .


"Kami ikut kereta jiejie Yinhan juga ya...?" ucap Putri Yin Yi .


"Iya gege...kami ingin satu kereta dengan jiejie Alea..." ucap Putri Sora .


"Tidak...bukan kah kalian membawa kereta sendiri...?" tanya pangeran Lingzhi tegas.


"Ck..kami ingin satu kereta dengan jiejie Lea..." kata putri Yin Yi .


"Tidak...sekarang kalian kembali kekereta kalian sendiri. biarkan Jiejie Lea di kereta ini bersamaku..." ucap Pangeran Lingzhi dengan tegas. Mendengar keputusan pangeran Lingzhi wajah kedua Putri itu cemberut. melihat kejadian itu Alea hanya bisa tersenyum lembut.


"Kalian nanti bisa bermain kerumah jiejie Yinhan Bukankah kita bisa berbicara di sana..." hibur Alea pada kedua gadis itu.


terlihat wajah mereka ceria kembali.


"Trimakasih Jiejie..." seru mereka bahagia, mereka segera ingin memeluk Alea, namun niat mereka Terhalang tubuh kekar sang gege.


"Sudah kalian kembali kekereta kalian, atau aku tidak mengijinkan kalian menemui jiejie Alea..." ancam Pangeran Lingzhi.


"Ck..gege Lingzhi pelit...tapi baiklah kami akan pergi..jiejie Lea, Jiejie Yinhan kami pergi dulu sampai bertemu lagi di istana Rose..." ucap putri Yin Yi, sedang Putri Sora hanya melambaikan tangan pada Alea dan putri Yinhan. Mereka segera pergi kearah kereta mereka yang telah menunggu kedatangan mereka. Alea hanya tersenyum menatap kepergian mereka, Lalu segera kembali naik kedalam kereta milik putri Yinhan.


"cukup dulu ceritanya ya...jangan lupa like, vote, dan komennya selalu aku tunggu. untuk yang memberi saran dan kritikan terimakasih ya...dan untuk yang memberi vote, dan like aku ucapkan Banyak- banyak terimakasih. 🙏🙏🙏


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2