
Setelah beberapa hari berkultivasi di dalam ruang dimensi Alea segera keluar . Ketika kembali kedalam kamarnya ternyata hari masih malam , dia segera mengistirahatkan badannya sebentar menunggu pagi hari. Alea terbangun dari tidurnya ketika hari Menjelang pagi . Dia segera masuk kembali kedalam ruang dimensi untuk mandi dan berganti baju. Saat baru saja dia keluar dari ruang dimensinya terdengar ketukan di daun pintu .
Tok tok tok..
"Sebentar...." teriak Alea , dia buru- buru berlari kearah pintu kamarnya , Dia berfikir senior yang kemaren berjanji akan menjemput nya mungkin telah datang.
Namun Alea terkejut ketika pintu telah terbuka dan melihat orang yang mengetuk pintu .
"Pangeran....?" seru Alea kaget.'
"Kau sudah mandi...?" tanya pangeran Lingzhi dengan lembut.
"Su..sudah pangeran...." jawab Alea gugup , sebab dia tak menyangka kalau pangeran Lingzhi akan mendatanginya sepagi ini.
"Pangeran ada perlu sama saya...? atau pangeran sakit...?" tanya Alea beruntun.
"Aku baik- baik saja, sekarang Kau ikutlah ke kamarku... Temani aku makan pagi..." kata pangeran Lingzhi kembali.
"Ke ..kekamar Pangeran....?" tanya Alea kaget dan tak percaya.
" Ya Dewa...Mana mungkin gue masuk ke kamar seorang pria....."seru Alea kesal dalam hati.
"Kenapa...? Bukanka kita sama- sama pria...tidak ada masalah kan kalau kita makan bersama...?" kata pangeran Lingzhi sambil menatap Alea. Ada wajah menggoda di wajah dinginnya. Dia ingin tertawa dan mencubit lembut pipi Alea yang terlihat memerah karena malu.
Mendengar perkataan pangeran Lingzhi membuat Alea sadar kalau sekarang dia berperan sebagai seorang pria.
"Benar apa kata pangeran....tapi apakah tidak masalah seorang pria dari rakyat jelata makan bersama yang mulia Putra Mahkota....?" tanya Alea mencoba menolak .
"Untuk berteman atau makan bersama , tidak ada larangan untuk seorang Putra Mahkota..." jawab pangeran Lingzhi.
"Tapi gimana nanti kalau kakak senior kemari mencari saya...?" tanya Alea.
"Kakak Senior...?" tanya Lingzhi dengan tatapan tajam pada Alea. Tiba- tiba ada rasa tak enak di hati nya saat Alea mengatakan ada pria yang akan mendatanginya.
"Maksud hamba kakak senior yang kemaren mengantar hamba mencari kamar ini pangeran...Dia berkata akan menjemput hamba untuk pergi bersama ke aula tempat seleksi nanti..." kata Alea menjelaskan.
"Ooo..biar nanti Jihao yang mengurusnya...." jawab pangeran Lingzhi.
"Dan nanti aku yang akan mengantarkanmu keruang seleksi ..." lanjut Pangeran Lingzhi.
"Hamba Pangeran..." kata Alea pasrah.
"Kalau begitu ayo ke kamarku..." ajak pangeran Lingzhi. Alea agak ragu mengikuti pangeran Lingzhi, tapi gimana mau nolaknya, karena fikiran itu membuat Alea tertegun tidak berjalan mengikuti pangeran Lingzhi.
"Kenapa kau diam...? kau masih takut pandangan orang karena kau hanya rakyat jelata...?" tanya pangeran Lingzhi kesal.
"Bukan...bukan begitu pangeran....tapi hamba hanya tak ingin merepotkan Pangeran Lingsi saja..." jawab Alea datar.
"Aku tidak merasa di repotkan...ayo.." terdengar suara Pangeran Lingzhi yang datar.
"Baik pangeran...." jawab Alea.
Mereka berdua berjalan ke kamar pangeran Lingzhi. Ketika sampai di dalam kamar pangeran Lingzhi Alea kaget. Ternyata kamar pangeran cukup indah dan lengkap.
"Waah...lengkap dan mewah kamar putra Mahkota, walaupun ini di dalam perguruan..." batin Alea memuji.
"Silahkan duduk.." ajak pangeran Lingzhi pada Alea . terlihat di atas meja beberapa macam makanan sudah tersedia.
"Pangeran mah enak ....pagi- pagi makanan sudah tersedia begitu banyak. ini makanan perguruan apa makanan istana ya..?" seru Alea dalam hati.
Alea segera duduk dengan baik di depan pangeran Lingzhi.
"Trimakasih pangeran...." kata Alea lembut .
Mereka berdua akhirnya menikmati makan pagi bersama dengan tenang.
Sesekali Oangeran Lingzhi menatao Wajah Alea yang terlihat tenang menikmati makanannya. Setelah selesai makan , mereka berdua segera keluar ruangan untuk pergi menuju Aula tempat seleksi pemilihan prajurit khusus. Ketika keluar kamar , kedua sahabat sekaligus pengawal pangeran Lingzhi sudah menunggu di luar kamar.
"Pagi Pangeran..." kata mereka berdua serempak.
"Pagi...." jawab pangeran Lingzhi datar.
__ADS_1
"Apa kabar tabib Hanpey..." sapa Guansi pada Alea.
"Baik Jendral...." jawab Alea sopan.
"Hai Hanpey.... " sapa Jihao mereka berdua tahu kalau tabib Hanpey berada di dalam kamar menemani Pangeran Makan.
"Aoa kabar Jihao..."
Alea membalas sapaan Jihao sambil tersenyum manis .
"Baik Tabib...." jawab Jihao tapi hatinya menciut saat melihat tatapan pangeran Lingzhi yang menatapnya dengan tajam.
"Ayo kita ke aula...." ajak pangeran Lingzhi.
Mereka berempat akhirnya berjalan bersama menuju aula tempat ujian. Saat Alea berjalan bersama tiga orang pria terkemuka di kerajaan Shi ,terlihat banyak tatapan iri di mata setiap siswa yang bertemu dengan mereka. Mereka merasa iri pada Alea yang mampu dekat bersama orang nomor dua setelah Raja.
"Hanpey....!" tiba- tiba terdengar seruan memanggil Alea. Tak berapa lama seorang pria muda datang menghampiri. Alea terkejut karena pria yang memanggil dirinya adalah Chan Lian Han sang kakak.
"Gege Lian...." seru Alea bahagia.
Chan Lian yang melihat sang adik ada di depannya dia segera memeluk tubuh Alea. Melihat kejadian itu, dan mengenal siapa pria di hadapannya , terlihat wajah pangeran Lingzhi memerah karena marah.
"Saudara Chan Lian... lepaskan tangan anda di tubuh tabib Hanpey..." kata pangeran Lingzhi marah. Chan Lian menatap orang yang menarik tangannya dari tubuh sang Adik.
"Pangeran Lingzhi...." seru Chan Lian kaget.
"Apa maksud Anda memeluk tabib Hanpey.. ?Tidak baik kalian berpelukan di depan umum.." kata Pangeran Lingzhi dingin.
"Maaf pangeran...Tabib Hanpey adalah adik hamba ...wajar hamba memeluknya." ucap Chan Lian .
"Apaa...dia adikmu...?" tanya Pangeran Lingzhi kaget.
"Lian ge..." ucap Alea lirih sambil memegang tangan Chan Lian.
Chan Lian sadar kalau dia keceplosan.
"Ma...maksud hamba Hanpey adalah adik angkat hamba...." kata Chen Lian dengan wajah gugup.
Terlihat wajah pangeran Lingzhi yang tadinya kaget kembali normal lagi.
'Ternyata dia putri Jendral kerajaan Long, Jendral Murong Han..ucap pangeran Lingzhi dalam hati.
"Oo..adik angkat..tapi kalian tidak baik berpelukan di depan banyak siswa..." ucap pangeran Lingzhi datar.
"Maaf pangeran...hamba lupa, maklum hamba lama tidak berjumpa dengan tabib Hanpey..." kata Chan Lian sambil tersenyum.
"Ya sudah ayo kita pergi ke aula..." ajak pangeran Lingzhi .
"Ke aula...? bukankah kau sudah di terima Pey'er...?" tanya Chan Lian heran.
"Dia akan mengikuti seleksi prajurit khusus kerajaan...." Pangeran Lingzhi menjawab pertanyaan Chan Lian.
"Prajurit kerajaan...?" tanya Chan Lian kaget.
Mereka berjalan kearah aula, terlihat Alea berjalan di antara sang kakak dan pangeran Lingzhi. Sedang Guansi dan Jihao berjalan di belakang mereka.
"Iya kenapa...?" tanya pangeran Lingzhi sambil menatap Chan Lian dengan tajam.
"Tidak...tidak kenapa- kenapa pangeran..." jawab Chan Lian cepat. Ada perasaan dingin menyerang Chan Lian saat melihat tatapan pangeran Lingzhi yang tajam.
"Kapan gege datang....?" tanya Alea pada Chan Lian mengalihkan pembicaraan masalah ujian .
"Tadi malam..." jawabnya.
"Apakah Ayah baik- baik saja gege...maaf aku tidak bisa berpamitan pada kalian, karena ada urusan mendadak..." kata Alea.
"Nggak masalah..Ayah memaklumi itu.." jawab Chan Lian lagi.
"Lea'er...apakah kau sudah berbicara pada Ayah soal kau ikut seleksi prajurit khusus...?" bisik Chan Lian pada Alea.
"Belum kak... Pemilihan ini baru kemaren di umumkan..." jawab Alea pelan.
__ADS_1
"Pendidikan keprajuritan khusus ini sangat keras, apa kau sanggup...?" tanya Chan Lian pada sang adik.
"Semoga aku sanggup kak...?" jawab Alea. Tanpa terasa mereka sudah sampai di aula tempat seleksi di adakan. Ternyata banyak yang berminat mengikuti seleksi penerimaan prajurit khusus itu. Pada saat rombongan Alea dan pangeran Lingzhi masuk, mereka jadi pusat perhatian banyak orang. Maklum pangeran Lingzhi yang tak pernah datang pada setiap acara di perguruan, tiba- tiba sekarang ada di dalam aula untuk melihat ujian seleksi prajurit khusus. Dan ternyata di dalam seleksi itu banyak juga siswa senior wanita yang ingin mendaftar juga. Ketika mereka melihat kedatangan pangeran Lingzhi, mereka mulai memperlihatkan gerak gemulai tubuh mereka untuk mencari perhatian sang pangeran.
Namun mereka menjadi sedih dan malu. karena pangeran Lingzhi tidak sedetikpun melihat keberadaan mereka. wajah poker nya terlihat menakutkan,
"Pangeran Lingzhi...." tiba- tiba terdengar seruan memanggil nama pangeran .
Seorang gadis berlari mendekati pangeran Lingzhi yang sedang berjalan bersama Alea, Chan Lian dan kedua sahabatnya .
"Pangeran...kau disini...?' serunya sambil ingin memeluk tubuh pangeran Lingzhi.,
"Jaga sikapmu putri Asuya..." seru pangeran Lingzhi dingin.
"Tapi aku merindukanmu...?" katanya manja.
"Tapi aku tidak...lagian hubungan kita tidak sedekat itu hingga kau ingin memelukku...." kata pangeran Lingzhi dingin. Jawabannya membuat putri Asuya merah karena malu. Putri Asuya adalah putri dari Raja kerajaan We. Dia memang sejak dulu sangat mencintai pangeran Lingzhi . karena itu demi mendekati pangeran Lingzhi dia belajar di perguruan Calang agar misinya mendekati pangeran Lingzhi lebih mudah .
"Pff..." Jendral Guansi dan Jihao menahan tawa mendengar perkataan pangeran mereka. Pangeran Lingzhi adalah orang yang paling sadis mengucapkan kata- kata.
"Pangeran...kenapa kau berucap seperti itu....bukankah kau tahu perasaanku...?" kata putri Asuya sedih. Dia berkata seperti itu agar dapat simpati dari sang pangeran.
"Bukankah kau juga tahu perasaanku padamu..lalu kenapa kau selalu mengejar dan mendekatiku...? menyebalkan..." jawab pangeran Lingzhi dingin.
"Aku tahu...tapi aku sangat mencintaimu.. Apa aku salah mengejarmu...? aku yakin Suatu saat kau pasti menerima cintaku.." kata putri Asuya dengan pede nya.
"Dalam mimpi..." jawab Pangeran Lingzhi semakin dingin. Alea yang melihat kejadian itu merasa kasihan dan lucu . Melihat tingkah pangeran Lingzhi Alea pingin tertawa.
"pria ini bukan hanya wajahnya yang dingin , tapi mulutnya juga pedas kalau berbicara.." teriak Alea dalam hati.
Tapi saat melihat tingkah putri Asuya yang tidak tahu malu Alea bingung, dia pingin menangis atau tertawa . cinta...cinta..Apakah sehebat itu pengaruhnya pada manusia, hingga rasa malu dan terluka tidak mereka hiraukan.
"Lihatlah Lea'er...itulah pesona pangeran Lingzhi. Hingga membuat orang kehilangan rasa malu..." kata White dari dalam ruang dimensi.
"Kasihan...semoga semua itu tidak terjadi padaku..." kata Alea sambil menatap putri Asuya yang masih berusaha mencari perhatian Pangeran Lingzhi .
"Ayo tabib kita pergi ,...lebih baik kita mendaftarkan namamu pada bagian perekrutan...?" kata pangeran Lingzhi sambil menarik tangan Alea menjauh dari putri Asuya . tingkah pangeran Lingzhi membuat semua orang yang berada bersama mereka ternganga kaget. Belum pernah pangeran Lingzhi memegang tangan orang yang bukan keluar .
Jangankan mereka, Alea sendiri kaget mendapat perlakuan dari pangeran Lingzhi.
Setelah mendaftarkan diri , Pangeran Lingzhi mengajak Alea duduk di bangku Aula . Dan ternyata di sini juga diadakan ujian untuk Ahlikimia juga. Mereka yang ingin menjadi Alkemis akan mendapat kesempatan masuk kedalam sekolah Alkemia.
"Kau akan ikut...?" tanya Pangeran Lingzhi.
"Sebenarnya itu tujuan hamba semula..." jawab Alea.
"Kalau begitu kau harus mendaftar...?" kata pangeran Lingzhi kembali.
"Baiklah...hamba akan mendaftar sekarang juga......"kata Alea sambil beranjak untuk pergi.
"Tunggu...aku akan menemanimu..." seru pangeran Lingzhi.
"Pangeran...anda tunggu saja di sini., bukankah hamba hanya mendaftar ke ruang sebelah..?" tanya Alea.
"Tidak aku akan menemanimu.....?" jawab panheran Lingzhi kekeh. Ingin rasanya Alea memukul kepala Lingzhi yang ingin selaku menekankan kemauannya.
"Baiklah...asal tidak merepotkan anda.." kata Alea datar.
"Tidak...aku merasa tidak di merepotkan..." jawab Pangeran Lingzhi .
Setelah mendaftar Alea dan pangeran Lingzhi segera kembali kedalam aula. karena ujian Alkemia masih di selenggarakan besok, sebab sekarang masih ada ujian perekrutan prajurit khusus.
Setelah menunggu beberapa saat , akhirnya acara segera di mulai. Ternyata seleksi penerimaan prajurit khusus hampir sama dengan seleksi penerimaan siswa Baru. Hanya bedanya. Pengujian di lakukan oleh guru besar sendiri. Dan yang membuat hati khawatir adalah. dari beberapa puluh siswa senior yang mengikuti ujian. tapi hanya dua puluh orang saja yang akan di ambil menjadi prajurit khusus.
Ujianpun segera di mulai. Alea mendapatkan nomor urut 22 dan itu pasti cukup lama
Maaf sampai di sini dulu ceritanya. aku lanjutin episode yang akan datang ya..
jangan lupa like. vote dan komennya.
Bersambung.
__ADS_1