
"Kauu......!" teriak gadis itu marah.
Alea tak menghiraukan lagi teriakan gadis itu, dia berjalan kembali dengan tenang bersama Mimi.
"Hey tunggu....kau terlalu angkuh dan sombong pria brengsek... Aku tidak butuh uangmu, kau fikir aku pengemis ha...kau belum tahu siapa aku, beraninya kau menghinaku...!" teriak gadis itu semakin kalap.
Namun Alea tetap berjalan menaiki tangga dengan tenang.
"Brengsek ....pengawal...!" teriak nya marah. Terlihat empat orang pria mendatangi gadis itu,
"Ya nona mudah..." kata mereka sambil memberi hormat.
"Tangkap pria muda itu..." seru gadis itu sambil melemparkan kantong uang yang dia terima dari Alea kearah Alea dengan marah.
Tanpa melihat Alea menangkap kantong uang yang melayang menuju kepalanya.
"Baik Nona..." seru serempak keempat pengawalnya.
Mereka segera menyerbu menghantam Alea yang sedang berjalan bersama Mimi. Namun sebelum tinju mereka menghantam tubuh Alea, tiba- tiba tubuh mereka sudah melayang kembali mengghantam meja dan kursi yang ada di dekat gadis itu . Mereka jatuh dan mengeluarkan seteguk darah dari mulut mereka masing- masing .
Gadis itu terkejut dan ternganga melihat para pengawalnya jatuh dan tak bisa bangun lagi hanya dengan sekali pukul. Karena dia tahu mereka para pengawalnya merupakan kultivator tingkat kaisar dua dan tiga. Mana mungkin mereka kalah dalam satu pukulan.
"Kau masih ingin memukulku...?" tanya Alea dingin. Dia berdiri di tangga dengan wajah dinginnya .
"Kauu...." seru gadis itu marah, Dia lalu berbalik keluar dari penginapan di ikuti keempat pengawalnya.
"Ck...dasar gadis manja..." kata Alea pelan. Dia menatap pada pelayan yang sedang menatap beberapa properti restoran yang rusak dengan wajah sedih.
"Paman...terimalah ini untuk membetulkan barang testoran yang rusak..." kata Alea sambil melemparkan uang dia yang di kembalikan gadis tadi.
Pelayan itu menerima kantong dengan gembira.
"Tapi tuan...uang ini terlalu banyak..." ucap pelayan itu.
"Sisahnya buat paman saja..." jawab Alea.
"Ya Dewa...kau baik sekali tuan.. trimakasih tuan...." ucap pelayan itu bahagia.
Alea segera berjalan kembali menaiki tangga menuju kamarnya. Tanpa Alea sadari sejak tadi tiga orang pria muda sedang memperhatikan perbuatannya.
"Pangeran...apa benar dia seorang gadis..." tanya pria yang ada di sebelahnya.
"Dia gadis yang aku cari selama ini... Dia gadis yang pernah menolongku dari kematian..." jawab orang yang di panggil pangeran.
"Jadi tabib Hanpey seorang gadis... Dari mana kau tahu ..." kata pria yang lain.
"Aku pernah tanpa sengaja melihat dia di istana jie jie Yinhan, itupun tanpa mereka ketahui..." jawab sang pangeran . ternyata mereka pangeran Lingzhi dan kedua sahabatnya yaitu pengawal Jihao dan jendral Guansi .
"Ternyata dia hebat sekali ..." ucap pengawal Jihao.
Ada senyuman bangga di bibir dingin pangeran Lingzhi .
"Kau adalah milikku, aku pastikan kaulah yang akan menjadi pendamping hidupku...tak akan kubiarkan kau lepas dariku..." tekat pangeran Lingzhi dalam hati. Mereka melihat Alea sudah berjalan kembali ke lantai tiga.
"Dia sudah pergi kekamar mereka, lalu kita sekarang mau kemana pangeran... apa kita langsung masuk kedalam perguruan..." tanya sang pengawal.
"Iya..kita tunggu mereka di perguruan, aku ingin melihat mereka dalam ujian besok.." jawab pangeran Lingzhi.
Akhirnya mereka bertiga keluar dari restoran itu.
Mengapa mereka bisa bertemu dengan Alea. Sebenarnya Pangeran Lingzhi ingin mengikuti atau berjalan bersama Alea dan Mimi yang akan pergi ke perguruan calang hari ini. Namun saat mereka mendatangi penginapan Alea dan Mimi, mereka sudah tidak menemukan kedua gadis itu. Karena merasa terlambat akhirnya Pangeran Lingsi dengan cepat mengajak kedua sahabatnya pergi menuju gunung Halimun. Sampai di sana pangeran Lingzhi mencari keberadaan Alea dan Mimi, namun mereka tidak bisa menemukan mereka berdua. Karena hari sudah siang dan badan meteka sudah lelah dan lapar, mereka bertiga mesuk kedalam restoran itu. Namun tanpa di sengaja kedua gadis yang dia cari masuk kedalam restoran itu juga . Saat Melihat Alea dam Mimi Pangeran Lingzhi ingin segera menyapa mereka , namun niatnya tertunda karena terjadi masalah yang menimpa gadis pujaannya. Tapi dalam kejadian itu dia beruntung karena dia sekarang tahu kemampuan gadis yang sudah lama berada di dalam fikirannya.
Sedang Alea setelah masuk kedalam kamar penginapan milik mereka, dia dan Mimi segera membersihkan badan mereka setelah pelayan datang membawakan air bersih untuk mereka mandi. perasaan segar merasuk dalam hati mereka.
"Kak...lebih baik kita memesan makanan saja untuk makan kita siang ini , aku lelah keluar kamar..." kata Alea pada Mimi .
"Baik....aku akan pergi memesan pada pelayan penginapan....." jawab Mimi.
Mimi segera keluar dari kamar. Namun sebelum membuka pintu kamar penginapan, terdengar suara Alea berucap.
__ADS_1
"Kak kalau masakan sudaj tersedia, panggil aku,.. aku mau pergi keruang dimensi dulu...." kata Alea pada Mimi .
"Baik, pergilah.... aku aka. memanggilmu nanti...' jawab Mimi , karena dia sudah terbiasa melihat Alea berada di ruang dimensinya. Tak jarang Alea akan berada di ruang dimensi nya hingga beberapa hari.
Setelah melihat Mimi keluar, Alea segera masuk kedalam ruang dimensi batu giok. Ketika sampai di sana dia melihat ketiga mahluk kontraknya sedang bermeditasi di bawah pohon kehidupan.
Dia tersenyum melihat mereka , Perlahan dia duduk juga di bawah pohon kehidupan bersama mereka bertiga. Alea merasakan keakrapan saat bermeditasi bersama mereka. Saat dia khusuk bermeditasi terdengar suara Mimi memanggil namanya. perlahan Alea membuka matanya.
Dia melihat ketiga mahluk kontraknya juga sudah bangun dari meditasinya.
"Gege..Kita makan..." kata Alea singkat.
"Baik....."jawab mereka serempak.
Mereka segera keluar dari ruang dimensi. tak lupa Alea membawa ramuan Qi untuk mereka minum sebelum pergi ke ujian masuk perguruan.
💥💥💥💥
Di depan gerbang perguruan calang.
Setelah selesai makan Alea dan Mimi keluar dari penginapan dan berjalan menuju gerbang perguruan Calang.
Namun sebelum dia keluar dari dalam kamarnya dia bertekat meleoas topeng di wajahnya, jadi saat keluar dari kamar penginapan dia tidak memakai topeng lagi, terlihat wajahnya yang tampan, bukan tampan tapi cantik membuat Mimi tersenyum senang.
"Kenapa kau tidak memakai topengmu Lea'er..." tanya Mimi Karena Alea keluar tanpa memakai topeng.
"Aku ingin melepas topengku kak, Karena kita akan pergi keperguruam Calang ..." jawab Alea.
"Bagus Lea'er kakak setuju..." ucap Mimi bahagia.
Ketika mereka sampai di depan pintu gerbang, terlihat para peserta sudah banyak yang datang. Mereka sudah antri untuk masuk kedalam area perguruan Calang. Saat Alea dan Mimi datang dan ikut antri, banyak para peserta yang terpesona dengan Wajah Alea yang terlihat begitu tampan. Melihat pandangan para peserta lainnya terhadap kehadirannya , Alea hanya bertingkah cuek masa bodoh.
Alea dan Mimi segera ikut Antri bersama para peserta yang ingin masuk perguruan calang.
Setelah melalui pintu gerbang , mereka di bawa masuk kedalam sebuah lapangan yang luas. Dan di tengah- tengah lapangan terlihat sebuah tempat kotak persegi seperti sebuah podium yang hanya muat untuk dua atau tiga orang saja . Dan di atasnya terlihat sebuah meja lagi persegi dan ada batu lebih besar sedikit dari telapak tangan orang dewasa, Batu itu berwarna hitam legam.
Sedang di sebelah kanan podium terdapat tempat duduk untuk beverapa orang, dan kini beberapa orang yang sudah lanjut usia sudah duduk dengan manis bersama beberapa orang yang berpakaian sangat mewah . Dan ternyata mereka adalah penetua dari perguruan Calang bersama para pembesar kerajaan, Mungkin mereka datang karena putra - putri mereka ada di perguruan Calang ini.
Ternyata Raja dam Permausuri berkenan hadir di acara penerimaan murid baru.
"Lihatlah , sepertinya sang Raja berkenan hadir menghadiri ujian penerimaan murid baru...?" kata salah satu peserta.
"Iya...katanya nanti akan ada seleksi penerimaan prajurid utama kerajaan..." kata sang teman.
"Maksud mu gimana sich...?" tanya teman yang ada di sebelahnya .
.
" Selain seleksi penerimaan murid baru, mereka para tetua perguruan akan menyeleksi murid yang akan menjadi prajurit utama atau prajurit kusuk untuk kerajaan, mereka yang lolos dalam seleksi itu akan mendapat pendidikan khusus dari sesepuh perguruan..." kata sang teman.
"Kau tahu dari mana berita itu...?" tanya sang teman.
"Bukankah Ayahku pejabat kerajaan, dan kemaren Ayahku berkata pada gegeku kalau Ayahku mengharapkan gege menjadi salah satu prajurit khusus itu, karena katanya Prajurit khusus itu akan menjadi prajurit inti di dalam kerajaan..." kata sang teman menerangkan.
"Lo bukannya gegemu sudah lama belajar di sini...?" terdengar lagi
pembicaraan di sebelah Alea dan Mimi.
"Di dalam seleksi ini bukan hanya murid beru yang bisa ikut seleksi. tapi murid lama juga bisa, selesai ini terjadi bukan tiap tahun, tapi dalam kurun waktu empat tahun sekali..." kata anak itu kembali.
"Waah...kalau begitu pasti hanya murid lama yang bisa ikut dalam seleksi itu dong..." kata sang teman kecewa.
"Kalau ilmu beladiri kita tinggi dan kuat, mungkin kita juga bisa menjadi murid khusus itu..." kata sang teman.
"Tapi itu terlalu mustahil.... mana mungkin kita yang murid baru bisa mengalahkan murid lama... apalagi umur kita yang masih mudah ini .." jawab sang teman.
'Hey...jangan persis, kau ingat bukankah putra Mahkota Lingzhi di umur sangat mudah sudah mencapai rana Kaisar level lima...." kata putra pejabat kerajaan itu dengan perasaan bangga.
"Benarkah...?ya ampun hebat sekali.... Tapi mana bisa aku masuk dalam prajurit khusus, sedangkan aku yang sudah berumur , masih ada di rana prajurit.." kata sang teman malu.
__ADS_1
"Ha ha ha...jangan kau bandingkan dirimu dengan pangeran Lingzhi... Selain dia para pangeran seluruh benua ini belum ada yang bisa mengalahkan pangeran Lingzhi..." jawab sang putra pejabat itu.
"Iya, iya benar katamu, Selain kuat Pangeran Lingzhi terkenal pria paling tampan di seluruh benua ini, ..." kata sang teman.
"Karena itu banyak gadis yang mengidolahkan pangeran Lingzhi.... banyak gadis- gadis bangsawan yang berharap jadi istri atau selir dari pangeran Lingzhi..."kata sang teman , mereka tertawa bersama.
"Lea'er...kau tidak kagum atas semua keahlian putra Mahkota Lingzhi....?" tanya Lauyan dari ruang dimensi.
"Kagum juga sich, bukankah itu suatu kenormalan untuk semua gadis...tapi lumrah bagi seorang putra Mahkota untuk menjadi idola..." kata Alea .
"Termasuk juga dirimu yang mengidolahkan Pangeran Lingzh'i kan..?" goda Lauyan lagi.
"Nggak juga...gue biasa- biasa aja Yan ge, kagum dan mengidolahkan beda Lo...?" jawab Alea.
"Bagaimana kalau pangeran Lingzhi menyukaimu dan malah mencintaimu...?" tanya Lauyan menggoda.
"Yan gege...kalau kau banyak omong gue pasti mencarikan jodoh buatmu....." ancam Alea. Sebab Alea paling gerah membicarakan persoalan tentang cinta.
Lauyan menutup mulutnya ketika mendengar ancaman Alea. Eagle dan White tertawa keras ketika melihat tingkah Lauyan yang ketakutan . melihat dua sahabatnya mentertawakan dirinya Lauyan merasa kesal.
Sedang di deretan tempat duduk yang ada di sebelah podium yaitu deretan para pembesar kerajaan dan perguruan terlihat Raja dan Permaisuri Kerajaan Shi sudah duduk di tempat yang memang khusus buat mereka. dan di samping sang Raja , Pangeran Lingzhi duduk dengan tenang bersama kedua sahabatnya yang duduk di belakangnya .
Tak berapa lama terlihat seorang pria paruh baya naik keatas podium dekat meja kecil. Dia mulai berbicara dengan nyaring .
"Selamat datang saya ucapkan untuk Raja dan Permaisuri kerajaan Shi yang kami cintai. juga para pinitua dan para pembesar kerajaan Shi.
Selamat datang juga para peserta pendaftaran murid baru perguruan Calang. sebelum ujian kekuatan yang akan di laksanakan di sebelah sana, makan kalian akan menguji rana kekuatan yang kalian miliki di batu uji ini. untuk itu kalian bersiaplah untuk menguji kekuatan yang kalian miliki. sekarang kalian boleh antri dengan tertib.
"Waah.. di jaman kuno ini tanpa memakai toa pun suara bisa nyaring...." seru Alea dalam hati.
Setelah itu satu persatu mereka mulai melakukan uji kekuatan.
banyak dari mereka masih berada di rana
prajurit dan hanya memiliki elemen Bumi yaitu elemen kayu, namun ada juga yang memiliki dua elemen, kayu dan Air. tapi itu tidak terlalu banyak. hanya pada orang- orang tertentu saja. dan kabarnya pangeran Lingzhi mempunyai empat elemen, yaitu elemen Bumi, air angin , dan api. semua itu membuat kerajaan Shi menjadi sangat bangga.
Kini sampailah pada giliran Mimi dan Alea untuk memperlihatkan. kekuatan mereka dan elemen yang mereka miliki.
"Lea'er...Kekuatan dan elemenmu jangan kau perlihatkan semuanya. karena akan berbahaya buat keselamatan mu...." kata Eagle menasehati dari ruang dimensi.
"Baik ...akan aku lakukan..." jawab Alea tenang. Alea segera menyembunyikan kekuatannya seperti yang sudah dia pelajari dari para hewan kontraknya.
Terlihat Mimi naik kepodium dan menguji kekuatan. ternyata dia di Rana prajurit dan memiliki elemen air. Setelah Mimi turun Akeh mulai melangkah naik kepidium.
Saat Alea naik keatas podium, banyak orang terpesona dengan ketampanan Alea, terutama para gadisnya. tak terkecuali pangeran Lingzhi. ada senyuman sekilas di wajah dingin itu, namun sesaat kemudian. ada tatapan dingin di wajah tampannya, dia tak ingin kecantikan wajah Alea menjadi pusat perhatian banyak orang. terlihat senyuman di bibir Raja Rong Kyu dan Permaisuri Shulia. permaisuri melirik wajah putra dinginnya. terlihat sekilas senyum di wajah dingin itu. namun saat berikutnya terlihat wajah dingin sang putra , permaisuri Shulia heran, namun saat dia kembali menatap wajah Alea dia menjadi mengerti , dia tertawa..ternyata sang putra cemburu melihat putri Alea memperlihatkan wajahnya yang tanpa topeng.
"Pangeran...lihatlah tampan sekali wajah tabib Hanpey..." seru pengawal Jihao sambil menatap Alea.
"Jihao kau salah...itu bukan tampan, tapi cantik bodoh... benarkan Pangeran..." kata Jendral Guansi. wajah pangeran Lingzhi menatap mereka dengan tatapan dingin.
"Tutup mulut kalian..dan jauhkan mata kalian dari dia..." kata Pangeran Lingzhi dingin.
"Apaa...." seru kedua sahabatnya bersamaan, saat melihat wajah dingin pangeran Lingzhi ,mereka menyadari kalau pangeran Lingzhi cemburu. mereka segera menutup mulut mereka rapat- rapat. Sebenarnya ingin sekali mereka tertawa, namun takut pangeran Lingzhi semakin marah..
sedang di podium terlihat Alea mulai mengeluarkan tenaga dalamnya.
Terlihat kekuatan tenaga dalam Alea ada di Rana kaisar level 3 . setelah itu perlahan Alea menaruh telapak tangannya di batu uji. tak lama terlihat warnah coklat,
"Wah dia memiliki elemen Bumi..." seru orang - orang. namun tiba- tiba warna berubah menjadi hijau tak lama kemudian berubah menjadi merah.
"Ya ampun....dia memiliki tiga elemen ,
Dia memiliki elemen tanah air dan api..." seru seorang guru perguruan Calang.
dan banyak lagi seruan kekaguman dan iri dari para peserta. begitupun dengan Raja dan permaisuri. mereka sangat bahagia melihat apa yang terjadi pada Alea.
Dan jangan di tanya tentang perasaan pangeran Lingzhi , terlihat senyum kebahagian di wajah tampannya. saat para gadis melihat senyuman pangeran Lingzhi , mereka menjerit histeris karena sangat terpesona melihat senyuman yang tak pernah pangeran Lingzhi tunjukkan pada siapapun .
Udahan dulu ya...gue lanjutin besok, jangan lupa like, vote dan komennya selalu author tunggu.
__ADS_1
Bersambung