PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
BERUANG SALJU 2 .


__ADS_3

Dengan cepat Mereka pergi kearah beruang Salju berada . tampak beberapa praktisi sedang bersembunyi di balik pohon atau batu besar . Mereka sepertinya sedang memperhatikan beruang salju itu dari jarak jauh .


Tak lama Alea dan kawan- kawan melihat beruang salju dari jarak jauh, membuat rombongan Alea semakin waspada. Mereka perlahan mendekati beruang salju yang sedang duduk dengan kewaspadaan tinggi.


"Kalian tunggu sebentar di dini , aku akan lihat kesana dulu, nanti kalau keadaannya memungkinkan, aku akan segera kembali kemari...." kata Alea dengan perlahan .


"Baik ..."jawab mereka.


"Lea'er ..aku ikut.." ucap Lian Han dengan sigap.


"Tidak gege...kau harus menunggu di sini dulu, kalau kita berdua pergi, takutnya beruang salju menyadari kehadiran kita..." jawab Alea dengan wajah lembutnya agar sang gege mengerti .


"Baiklah, tapi kau harus berhari- hati, gege tidak ingin terjadi apapun padamu.." ucap Lian Han dengan wajah cemas .


"Jangan khawatir gege..." jawab Alea sambil mengusap bahu sang gege untuk menenangkan Lian Han .


Setelah itu dia segera melompat dengan gerakan cepat kearah beruang salju. Gerakan Alea terlihat sangat cepat hingga terlihat seperti bayangan yang melesat. Semua temannya terlihat terkagum - kagum dengan gerakan Alea.


"Lian Han...apa benar dia itu adikmu...?" tanya Qing Ju pada Lian Han.


"Benar kata Qing Ju...apa dia itu adikmu beneran...?" timpal Yu Kui membuat Lian Han kesal.


"Apa maksud kalian...?" ucap Lian Han dengan marah.


"Jangan marah...kalau soal wajah sich kalian memang hampir mirip tampan dan cantik , walaupun begitu Adikmu sangat cantik di bandingkan dengan gadis manapun, tapi kalau soal kepandaian, kau kalah jauh Lian Han..." ucap Qing Ju dengan wajah tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada Alea.


"Ck...jangan kau bilang kalau kau jatuh hati pada adikku..?"ucap Lian Han dengan tatapan tajam pada sang teman. Mereka berempat Qing Ju, Yu Kui, Gu Jing dan Xio Yuxing merupakan teman satu angkatan dengan Lian Han , sedang Xio Wei merupakan adik seperguruan mereka, dan Alea dua tahun di bawah Xio Wei.


"Ha ha ha..kalau dia bukan calon Putri Mahkota, aku pasti berani bersaing dengan para peminatnya..." jawab Qing Ju.


"Apa kau fikir hanya siswa perguruan ini yang menginginkan adikku , kau tahu putra Mahkota Kerajaan Amora..? Dia salah satu yang menginginkan Lea'er.." ucap Lian Han dengan bangga.


"Aku percaya itu...sebab semua yang ada pada Adikmu , tidak ada satupun gadis yang bisa menyamai dirinya.." ucap Gu Jing.


"Benar kata- kata kalian, aku saja yang seorang wanita , sangat mengagumi Putri Lea...dan aku sangat bahagia yang menjadi pendamping Putra Mahkota adalah putri Lea... ." ucap Xio Yixing dengan wajah kagumnya.


Mendengar ucapan Xio Yixing, Xio Wei tersenyum gembira. Sejak sang kakak sepupunya itu mengalami patah hati karena saudara Lan Wen yaitu Lan Yong Ah kakak tertua Lan Wen yang telah menghianatinya, hidup Xio Yixing bagai pohon tak berakar, tidak lagi memiliki semangat untuk hidup, dia bagai kehilangan arah kehidupannya. Namun sekarang terlihat sekali kebahagiaan di matanya. Xio Wei sangat gembira melihat perubahan Xio Yixing .


"Semoga kau selalu bahagia Jiejie... Mungkin kehadiran putri Lea di sekitarmu akan membuat semangat hidupmu kembali lagi..." batin Xio Wei.


Sedang di tempat Alea, terlihat dia sudah berada di atas sebuah pohon yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat beruang salju.


"Gege...di mana tempat bunga salju itu berada...?" tanya Alea pada para mahluk kontraknya.


"Aku merasakan kekuatan bunga salju dari dalam gua kecil yang berada di sebekah goa besar itu Lea'er.." ucap Eagle dari ruang dimensinya.


"Gege , apa di depan kita ada dua goa ya..? Apa yang kau maksud dengan gua itu, adalah tempat yang agak tertutup dengan semak belukar di dekat gua besar itu.?" tanya Alea.


"Benar...tapi kita tidak tahu sebesar dan sedalam apa goa itu Lea'er..." ucap Eagle lagi.


"Lalu gimana caranya aku bisa kesana?" tanya Alea sambil duduk di cabang pohon yang agak dekat dengan tempat beruang itu duduk.


"Itulah masalahnya...beruang itu sangat sensitif dengan gerakan, kalau kita menyerang bersama para temanmu, takutnya mereka tidak mampu melawan dia...?" kata Eagle lagi.


"Aah..aku punya ide, kita bertemu dengan teman- teman dulu, .." ucap Alea sambil melompat kembali ketempat para temannya menunggu . Dan tampa terlihat kedatangannya, Alea tiba- tiba sudah berada di antara teman- temannya . mereka sangat kaget melihat Alea sudah berdiri bersama mereka.


"Ya ampun Lea'er...kau sudah ada di sini.. Kenapa kami tidak melihat kedatanganmu...?" tanya Lian Han yang kaget ketika melihat Alea sudah berada disebelah nya.


"Gege...kau tidak fokus sich..".ucap Alea .


"apa kalian juga melihat dia tadi datang..?" tanya Lian Han pada yang lain. Mereka hanya bisa menggelengkan kepala mereka menjawab pertanyaan Lian Han .


"Tu kan...mereka juga tidak melihat kedatanganmu...?" ucap Lian Han membela diri.


"Iya dech iya... " jawab Alea mengalah .


"Lalu sekarang apa yang harus kami lakukan..?" tanya Xio Wei sambil menatap Alea.


"Apakah kalian berani melawan Beruang salju secara bersama - sama..." tanya Alea pada mereka.


"Tentu saja Hanpey..kita akan mencoba melawan dia semampuh kami, ..." jawab Gu Jing.


"Bagus lah, kalian bisa mengalihkan perhatian beruang kutub pada pertaringan , aku akan berusaha masuk kedalam gua tempat tinggal dia.." ucap Alea.


" Ya sudah tunggu apa lagi , ayo kita kesana...?" kata Xio Yixing dengan semangat, akhirnya mereka ber tuju bergerak dengan cepat menghampiri beruang salju yang sedang tiduran, tapi terlihat matanya menatap sekelilingnya dengan waspada. Saat melihat Alea bersama temenan- temannya datang. Dengan cepat dia bangun dari tidurannya. Dan sebelum mereka mendekat terdengar suara geramannya merobek udara .


Grraaauuu...


Suara geraman keras membahana dari mulut hewan buas itu. Mereka ber tuju melakukan formasi mengepung beruang salju itu. Dan tak lama beruang salju menyerang orang yang lebih dekat dengannya, dan itu adalah Alea yang sengaja memancing beruang salju untuk menyerangnya, dengan sangat lincah dia mengelak dan malah membalas menyerang beruang salju , mereka akhirnya mulai mengeroyok beruang itu, namun ternyata gerakan tubuh beruang salju itu sangat lincah dan berbahaya dan tak mudah untuk di lukai. Sedang Alea secara perlahan mulai mendekati pintu goa yang sengaja di lindungi oleh beruang kutub. Dan saat ada kesempatan , Alea mulai berlari masuk kedalam gua kecil yang memiliki pintu seukuran seorang anak remaja kecil . namun tertutup oleh dedaunan hingga tak mudah dilihat orang.


Sebelum masuk Alea meminta tolong pada Lauyan dan White untuk melihat keadaan teman- temannya, dia meminta pada kedua hewan kontraknya agar bisa membantu mereka jika mereka dalam keadaan bahaya .dengan susah payah Akhirnya Alea bisa masuk kedalam gua itu. Setelah berada di dalam gua, Alea melihat keadaan gua agak gelap dan memiliki hawa sangat dingin , sedang ruangan gua tidak terlalu tinggi , sehingga jika kita berjalan kepala kita harus merunduk . agar tak terbentur langit- langit goa . Di dalam kegelapan Alea dapat melihat setitik cahaya di dalam gua yang letaknya agak kedalam. Dengan agak sedikit membungkuk Alea berusaha masuk kedalam dan mendekati cahaya itu. Semakin dekat dengan titik cahaya , semakin dingin juga hawa di dalam gua, dengan mengalirkan Qi keseluruh tubuh, Alea bisa menahan hawa dingin itu. Setelah dekat dia dapat melihat kalau cahaya itu berasal dari Bunga salju yang hampir mekar di sudut ruangan di Atas sebuah bongkahan salju . Bentuk bunga salju hampir sama dengan bunga mawar putih . bunga yang memiliki beberapa kelopak bunga.


"Gege...gimana caraku mengambil bunga salju itu...?" ucap Alea pada hewan kontrak yang ada di dalam ruang dimensi .

__ADS_1


"Gali salju di sekeliling bunga agar akar ikut serta tercabut, lalu ambil salju itu bersama bunga salju . karena bunga akan mekar nanti malam, bunga yang belum mekar sepenuhnya , kasiatnya tidak sebagus bunga yang mekar sepenuhnya, jadi kau bisa mengambilnya bersama bongkahan saljunya dan kau bisa memasukkan keruang dimensi. ..." ucap Eagle.


"Baiklah akan aku lakukan..." jawab Alea.


"Maaf Lea'er kami tidak bisa membantumu, jika kami keluar akan membuat dinding gua rintuh. Karena gua ini tidak bisa di masuki orang lebih dari satu.." jawab Eagle.


"Tidak masalah gege...aku akan mencoba menggalinya dengan cepat..." ucap Alea dengan tegas. Tak lama Alea memulai menggali salju yang ada di sekitar bunga salju. Akhirnya dengan susah payah Alea bisa mengambil bunga salju dan membawanya kedalam ruang dimensi. Namun bersamaan dengan bunga salju tercabut, tiba- tiba terdengar gemuk di udara. Alea dengan cepat masuk kedalam ruang dimensi. Bersamaan dengan Alea masuk kedalam ruang dimensi , gua tempat bunga salju berada terlihat mulai rintuh. runtuhnya gua kecil itu, membuat beruang salju kaget dan terdiam , Dengan runtuhnya gua itu menunjukkan kalau bunga salju telah di ambil dari tempatnya .


Beruang salju sangat marah, bunga salju yang dia nanti berpuluh bulan itu, tiba- tiba di ambil orang . tak lama dia mengaum marah dan melampiaskan kemarahannya pada kelompok Alea. Pertarunganpun semakin seru, terlihat kelompok Alea semakin terdesak, Yu Kui terkena pukulan beruang salju hingga dia terlempar menghantam pohon dan memuntahkan darah segar. Begitu juga dengan Xio Yixing. Dia pun terkena tendangan kuat beruang di bahunya . dan kini Xio Wei yang terkapar pasrah saat kaki beruang akan menginjak tubuhnya dan tangan yang berkuku panjang itu akan mencabiknya, namun sebelum semua itu terjadi, tiba- tiba tubuhnya melayang di udara dan menjauh dari tubuh beruang yang sudah marah itu. Saat mata Xio Wei terbuka, terlihat wajah Alea berada di depannya.


"Hanpey...!" seru Xio Wei kaget.


"Kakak istirahat dulu, biar aku yang akan membereskan beruang itu..." ucap Alea sambil menurunkan Xio Wei.


Setelah itu dia melompat ketengah arena dan memancing si beruang.


"Kalian semua menjauh lah...biar aku sendiri yang akan membereskan beruang ini..." teriak Alea pada Lian Han dan Qing Ju serta Gu Jing yang masih berdiri, namun wajah mereka sudah pucat. Serta sudah ada darah di pakaian mereka.


"Tapi Lea'er....!" teriak Lian Han.


"Gege..biar kosentrasiku tidak terpecah, maka mundurlah kalian...!" teriak Alea, karena dia tahu kondisi teman dan sang gege yang sudah terdesak dan kehabisan energinya. mereka terlihat mengalami luka dalam.


Mendengar perkataan Alea, mereka segera menjauh dari beruang yang kini sedang berhadapan dengan Alea, Saat itulah Alea mengeluarkan pedang kembar dari dalam cincin ruangnya. Setelah memegang pedang kembar itu, terlihat Alea mulai memainkannya dengan indah, dia melawan beruang itu seperti seorang gadis yang sedang menari dengan indahnya. Dengan gerakan lemah gemulai, Alea menghindar dan menyerang beruang dengan gerakan cepat. Hingga akhirnya salah satu pedang milik Alea menembus dada beruang itu, merasa tubuhnya terluka, beruang salju semakin marah . dia mengamuk dengan membabi buta . dia melawan Alea dengan lebih ganas, namun dengan gerakan indah Alea menghindar dari serangan beruang yang mematikan itu. Pertarungan Alea dengan beruang salju membuat teman- temannya juga sang gege berdecak kagum, namun ternyata di sana bukan haya kelompok Alea, beberapa praktisi dari perguruan lain sedang melihat pertarungan Alea dengan wajah kagum .


"Gila ..dari perguruan mana gadis cantik itu..." seru salah satu praktisi dari perguruan lain.


"Indah dan mengerikan gerakan ilmu pedangnya..." jawab yang lain.


"Lihatlah..orangnya cantik dan gerakannya seperti sedang menari..." ucap seorang gadis.


"Andai dia kekasihku, tak akan pernah kulepas dia dari sisihku..." ucap seorang pria muda yang terpesona pada Alea.


"Tunggu...kenapa aku tadi tidak melihat keberadaannya...?" kata sang teman.


"Ya benar...aku baru melihat keberadaannya saat gadis yang satunya tadi akan di bunuh oleh beruang salju.." kata yang lain.


"Benarkah.... lalu dari mana dia muncul.. atau kita saja yang tidak memperhatikan keberadaannya...?" jawab yang lain.


Sedang Alea sendiri kini sudah banyak melukai beruang putih yang sudah terluka cukup parah. dan akhirnya dengan satu tusukan, akhirnya beruang itu jatuh terkapar dan mati. setelah mengambil inti roh milik beruang kutub dan memasukkan ke cincin ruangnya . Alea segera berjalan kearah teman- temannya yang sedang menatap kearahnya.


"Hey...ada apa dengan kalian...?" tanya Alea heran .


"Hanpey...apa benar kau ini Hanpey teman kami...?" tanya Xio Wei sambil menatap Alea dengan wajah masih tak percaya.


"Ha ha ha...kalian fikir aku bukan Hanpey teman se perguruan kalian...? dan kau gege..apakah kau berfikir seperti mereka..?" tanya Alea pada Lian Han.


"Hanpey...kau hebat..." seru Yu Kui sambil mengacungkan jempolnya. Alea hanya tersenyum melihat tangan Yu Kui yang mengacungkan jempolnya .


"Ya sudah Ayo kita pergi...kita tidak perlu ada di sini lagi, semua sudah beres..." kata Alea pelan, karena dia sudah merasakan keberadaan para praktisi di sekitar mereka.


"Baik ayo...?" jawab mereka serempak.


"Tapi sebelum itu minumlah pil ini..." kata Alea sambil memberikan botol pil ramuan penyembuh pada mereka.


"Pil Penyembuh...." ucap mereka serempak.


"Agar kesehatan kalian kembali lagi, cepatlah di minum..." ucap Alea.


Dengan segera mereka mengambil satu persatu pil yang ada di botol pemberian Alea. setelah itu mereka duduk diam sejenak untuk menyerap kegunaan pil Penyembuh. tak berapa lama mereka merasakan kesegaran tubuh mereka pulih kembali.


"Kau tidak meminumya Hanpey...?" Tanya Xio Yixing penuh perhatian.


"Tadi sudah kak..." jawab Alea. setelah itu mereka segera berdiri dan berjalan meninggalkan tempat itu, namun beberapa langkah mereka di hadang oleh sekelompok orang yang terdiri dari lima orang. mereka memiliki badan yang teramat besar .


"Tunggu sebentar sobat...kalau kalian ingin pergi dari sini..serahkan dulu bunga salju beserta gadis cantik ini..." ucap pria itu dengan menatap Alea dengan wajah mesumnya.


"Bunga salju...? bunga salju apa...?bukankah kalian melihat kami hanya bertarung dengan beruang kutub itu, dan kalian tahu sendiri. kalau kami tidak masuk kedalam gua itu...?" ucap Alea dengan wajah sangat tenang dan santai.


"Ha ha ha..kau bisa menipu orang lain, tapi tidak dengan kami..." ucap Pria itu sambil tertawa.


"Benarkah...lalu dari mana kalian tahu kalau kami mendapatkan bunga itu, kalian bisa menggeleda kami, Bukankah goa itu masih belum ada yang memasukinya...?" jawab Alea dengan wajah polosnya.


mendengar ucapan Alea mereka agak ragu, memang tadi mereka melihat Alea bukannya masuk kedalam goa yang di huni beruang salju itu, tapi dia berjalan masuk kererimbunan yang ada di sebelah goa tadi.


"Baiklah kami percaya...tapi kami menginginkan gadis cantik ini.." kata salah satu dari mereka sambil menunjuk Alea yang berdiri dengan tenang di dekat Lian Han.


"Apakah aku sebuah barang hingga kalian menginginkan diriku seenaknya...?" ucap Alea sambil cemberut. melihat Alea yang cemberut membuat mereka semakin terpanah dengan kecantikan Alea.


"Ikutlah denganku cantik...kau akan merasakan kebahagiaan nanti..." ucap mereka dengan wajah menatap Alea dengan tatapan mesumnya .


"Kelau aku tidak mau...?" jawab Alea dengan wajah tenangnya.


"Kami akan memaksamu..." jawab Mereka.

__ADS_1


"Apakah kalian bisa...?" tanya Alea acuh .


"Jangan sombong anak kecil..." ucap pria itu dengan wajah menyeringai.


"Silahkan kalau kalian bisa..." ucap Alea sombong.


"Kau sombong sekali gadis cantik... tapi membuatku semakin suka padamu..." ucap pria itu dengan wajah penuh percaya diri.


"Hati- hati Lea'er...dia memiliki racun, kalau bisa teman dan gegemu kau suruh menjauh. ..."kata White yang tahu akan segala racun.


"Baik..." jawab Alea.


"Lea'er...biar aku yang menghajar pria ini." ucap Lian Han dengan marah.


"Jangan gege...pria ini cukup berbahaya. dia memiliki racun mematikan, kalau bisa ajak teman- teman menjauh..." kata Alea pelan.


"Tapi Lea'er..." bantah Lian Han yang tak ingin sang adik celaka.


"Gege...sekali ini biarkan aku dan mahluk kontrakku yang menghadapi mereka.." kata Alea sambil menatap Lian Han dengan wajah memohon.


"Baiklah...hati - hati , aku akan mengajak mereka menjauh..." ucap Lian Han sambil melangkah kebelakang.


Dia segera mengajak teman- temannya menjauh dari Alea.


"Hey..kenapa mereka pada menjauh darimu...? apakah mereka takut pada kami..?" tanya anak buah pria mesum itu.


"Untuk menghadapi kalian berlima cukup kami saja yang menghadapi kalian ..." jawab Alea.


"Kami...? maksudmu apa..." tanya pria itu lagi.


Alea segera menyuruh salah satu hewan kontraknya untuk keluar menemani dia bermain. dan terlihat Xiao Bai yang keluar. sedang White segera melingkar di pergelangan tangan Alea.


Melihat pria tampan berbaju putih berdiri di sebelah Alea, kelima orang itu terkejut karena Xiao Bai terlihat sangat tampan dan tiba- tiba dia berdiri di sebelah Alea.


"Hey...siapa kau...?" kata Pria mesum itu dengan nada marah. Melihat tingkah pria itu Xiao Bai tahu kalau pria itu cemburu padanya.


"Cih...tak pantas wajah kotormu itu menatap Lea'er kami, tapi akan aku buat kau semakin marah..." seru Xiao Bai sambil tertawa dalam hati.


"Kau ingin tahu diriku...? tentu saja aku ini pria miliknya..." ucap Xiao Bai sambil memeluk Alea dengan manja.


Tentu saja Alea kaget melihat Xiao Bai yang biasanya dingin kini terlihat manja padanya. namun ketika melihat pria Mesum itu Marah, Alea pun mengerti .


"Hey...berani sekali kau mengatakan kalau kau Pria miliknya, apa kau berani kepadaku...!" teriaknya dengan marah.


"Aku takut padamu...? yang benar saja..." ejek Xiao Bai dengan wajah sinisnya.


"Dasar pria kurang ajar, kau ingin mati...? baik, trimalah kematianmu...!" teriak pria itu dengan segera menyerang Xiao Bai dengan ganas. namun dengan lincahnya Xiao Bai mengelak dan membalas serangan pria itu. melihat sang pemimpin telah menyerang Xiao Bai. ke empat temannya segera menyusul menyerang . akhirnya terlihat perkelahian lima lawan dua. namun ternyata kelima pria itu memiliki ilmu hitam .


Setiap gerakan mereka mengeluarkan hawa racun yang sangat kuat, tentu saja Lian Han segera mengajak teman- temannya agak jauh dari pertempuran.


"Lea'er...minum pil Anti racunmu..." seru White yang ada di pergelangan tangan Alea . Dia segera memberikan pil itu pada tangan Alea. dengan cepat Alea memasukkan pil itu ke mulutnya. dan segera mengambil pedang kembar yang ada di cincin ruangnya. Dia yang menghadapi ketiga anak buah pria mesum itu, kini mengeluarkan permainan pedang kabarnya lebih cepat dan akurat , gerakan Alea terlihat gesit dan mengandung tenaga dalam yang kuat. dan setiap udara racun yang keluar dari tangan tiga pria yang melawan Alea. dengan cepat White menyerapnya . membuat ketiga pria itu terheran- heran karena setiap racun yang mereka keluarkan akan tiba- tiba lenyap tanpa bekas. melihat semua kejadian itu, mereka merasa heran dan ada rasa takut di dalam hati mereka. melihat ada sikap takut pada mereka, membuat Alea semakin meningkatkan gerakan pedang kembarnya. dan saat ada kesempatan ada cela dari salah satu pria itu , Alea segera mengambil kesempatan itu. terdengar teriakan menyayat hati sebelum akhirnya salah satu dari penyerang Alea tumbang dengan leher nyaris putus. dan tak lama salah satu penyerang Xiao Bai ikut terjatuh pula.


Melihat temannya tumbang , pemimpin penyerang itu menjadi marah. dia segera menambah kekuatannya untuk menyerang Xiao Bai. Melihat itu Xiao Bai tersenyum menyeringai.


Dan benar saja, karena kemarahan pada hatinya, pria mesum itu terlihat gerakannya jadi tak terkontrol. dan dengan mudah Xiao Bai membuat pria itu terpojok. dan tak lama pria mesum itu mendapat pukulan telak di dadanya. bersamaan dengan jatuhnya sang pemimpin , kedua pria penyerang Alea roboh bersimbah darah dan mati seketika. sedang sang pemimpin masih sempat melihat teman- temannya terkapar tak bernyawa sebelum akhirnya dia menyusul mereka.


Setelah melihat para musuhnya jatuh. Alea terlihat bernafas dengan lega.


"Gege..trimakasi, .kalian bisa kembali , " ucap Alea pada Kedua hewan kontraknya


karena dia tahu kalau kedua hewan kontraknya tadi terlalu banyak menyerap racun yang keluar dari kelima pria tadi. dan mereka harus membersihkan racun itu di air terjun kehidupan .


"Baik Lea'er..." jawab mereka bersama- sama. tak lama pria tampan yang bertarung bersama Alea hilang dari pandangan mereka. sedang White yang sejak tadi memang tidak terlihat keberadaannya pergi juga keruang dimensi.


"Lea'er..kau tak Apa- apa...?" tanya Lian Han dengan wajah khawatir .


"Aku tidak apa- apa gege..." ucap Alea sambil menatap sang gege.


"Syukurlah...." ucap Lian Han sambil bernafas lega.


"Hanpey...apakah mereka ahli racun semua....?" tanya Yixing dengan wajah terlihat agak pucat.


"Benar...karena itu aku meminta kalian membiarkan diriku melawan mereka hanya bersama hewan kontrakku saja.. karena aku takut kalian akan terkena racun mereka, dan itu bisa menghambat perjalanan kita, maafkan aku...bukannya aku meremehkan kalian..." ucap Alea meminta maaf.


"Ah.. perbuatanmu memang benar Hanpey...kalau kita membantumu, mungkin kami malah akan menjadi hambatan dan beban buatmu...' kata Xio Yixing sambil tersenyum.


"Trimakasih atas pengertian kalian, nach sekarang ayo kita ambil token milik mereka..." kata Alea sambil tersenyum .


Akhirnya mereka mengambil tas barang milik mereka. dan memeriksa barang yang mereka miliki . betapa terkejutnya mereka, ketika di dalam tas barang para penjahat itu ada beberapa token milik peserta lain . Ternyata para penjahat itu sudah merampas milik beberapa peserta. dan di dalam tas itu juga terdapat beberapa tanaman obat. Alea dan teman- temannya segera membagi hasil yang mereka dapat dengan adil walaupun mereka merasa semua itu hasil dari jerih payah Alea. setelah token di bagi, ternyata ada sisah dua, dan semua setuju kalau token sisah akan di serahkan pada Alea.


Setelah itu mereka meneruskan perjalanan mereka menuju kampung persinggahan selanjutnya.


Maaf sampai di sini dulu ceritanya ya...

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komennya kutunggu selalu.🙏🙏


Bersambung.


__ADS_2