
Kalau begitu sekarang dia mulai merasakan gatal di sekujur tubuhnya..?" tanya Pangeran Lingzhi lagi.
"Tidak...tuju jam setelah ini dia akan mulai merasakan rasa gatal itu..." jawab Alea dengan senyum dingin di wajahnya. Pangeran Lingzhi terlihat tersenyum mendengar perkataan Alea.
"Ternyata kau juga memiliki sisi jahat juga pada orang yang kau fikir pantas menerima kejahatanmu..aku bangga padamu calon permaisuriku, kau akan begitu lemah dan merasa sedih saat melihat orang membutuhkan uluran tanganmu, namun kau terlihat jahat dan sadis saat orang itu menjahatimu...!" seru pangeran Lingzhi dalam hati , dengan perasaan bangga. Namun percakapan mereka terganggu ketika seorang pelayanan datang mengatakan kalau Jendral Murong Han telah menunggu mereka di meja makan, Akhirnya Alea dan Pangeran Lingzhi keluar dari kamar yang di sediakan untuk Alea. Ketika mereka sampai di luar kamar, ternyata Jihao dan Guansi telah menunggu mereka di depan pintu.
"Kenapa kalian di sini...?" tanya pangeran Lingzhi pada kedua pengawalnya.
"Kami menunggu anda berdua..." jawab Guansi.
"Kenapa tidak mengetuk pintu...?" tanya pangeran Lingzhi kembali.
"Kami juga baru datang Yang Mulia..." Jawab Guansi lagi .
"Ya sudah ayo kita pergi keruang makan..." kata pangeran Lingzhi sambil menggandeng tangan Alea mengikuti pelayan yang membawa mereka menuju ruang makan. sesampainya di sana , terlihat Jendral Murong Han telah menunggu kedatangan mereka bersama dua orang pria muda serta seorang Wanita paruh baya dan seorang gadis kecil yang madih berumur sekitar sebelas tahun , terlihat duduk di kursi sebelah kanan meja, sedang sebelah kiri nasih kosong .sesang Jendral Murong Han duduk sendiri di ujung meja makan . melihat kedatangan Alea dan Pangeran Lingzhi serta kedua pengawalnya. Jendral Murong segera berdiri di ikuti putra dan putrinya serta wanita paruh baya itu .
'Mari silahkan duduk pangeran , putriku, dan kalian berdua..." sapa Jendral Murong dengan wajah ramah dan bahagia.
"Trimakasih Ayah..." ucap Pangeran Lingzhi dan Alea hampir bersamaan .
"Trimakasih Jendral..." jawab Guansi dan Jihao bersamaan. mereka segera duduk dengan tenang di kursi ruang makan,
"Ayah...kalau boleh tahu siapa mereka...?" tanya Alea sambil menatap mereka, mata cantiknya terlihat menatap mereka satu- persatu.
"Mereka saudaramu, yang ini saudaramu putra dari selir Liana Shi yang bernama So Gun Han adik dari Rebeca, sedang yang satu putra ayah dari Selir zhena ,namanya Cong Fu Han ..."lalu Jendral murong menjelaskan siapa mereka sebenarnya . dari Selir Zhena Jendral Murong memiliki dua anak yaitu seorang putra bernama Cong Fu Han, dan seorang putri bernama Lila Han gadis manis berumur sekitar Sebelas tahun. yang terlihat cantik dan lucu.
"Lalu mengapa aku tidak pernah melihat mereka....?" tanya Alea. karena di dalam memori kehidupan Alea terdahulu, dia tidak mendapatkan memori tentang mereka .
"Maaf...mereka berdua terusir dari kediaman Ayah karena mendapat fitnah dari selir Rolia karena Selir Zhena melindungi dirimu... maafkan aku putri..." ucap Jendral Murong sedih.
"Berdua...?" tanya Alea tak mengerti. sebab bukannya mereka bertiga.
"Saat Ayah mengusir mereka, mereka hanya berdua, saat itu Ayah tidak tahu kalau selir Zhena mengandung...." ucap sang Ayah.
"Lalu mereka selama ini tinggal di mana Ayah...?" tanya Alea lagi.
"Mereka tinggal bersama kedua orang tua Selir Zhena..." jawab Sang Ayah.
"Tapi jangan khawatir putri...Ayahmu masih menafkahi kami , setiap bulan dia selalu mengirimi uang belanja untuk kami, Cang Fu Han dan So Gun Han juga di masukkan ke akademik kerajaan , agar mereka bisa belajar lebih baik." kata Selir Zhena membela Jendral Murong Han.
" Baguslah kalau demikian, lalu apa Bunda Zhena sekarang tinggal di sini...?" tanya Alea sambil tersenyum, mendengar panggilan Alea pada Zhena membuat mata wanita paruh baya yang terlihat anggun dan cantik itu terbeliak matanya karena kaget.
"Kau..kau memanggilku apa nak...?" kata Selir Zhena dengan wajah kaget.
"Bunda...apa salah ...atau aku tidak boleh memanggilmu seperti itu...?" tanya Alea dengan wajah lucunya.
"Tentu..tentu saja boleh, Bunda malah senang kau memanggil bunda seperti itu..." jawab Wanita anggun itu bahagia . Alea tersenyum melihat pada wanita itu, lalu dia juga menatap gadis yang berumur sekitar sebelas tahun itu.
"Putri...boleh aku memanggilmu Jiejie...?" tanya gadis itu takut- takut.
"Tentu saja...kau memang meimei ku dan tentu saja aku Jiejiemu gadis cantik.." goda Alea sambil tertawa.
"Trimakasih Jiejie...boleh aku memelukmu...?" ucap gadis cantik itu.
"Hey kenapa tidak boleh , sini..." seru Alea sambil berdiri dari kursinya dan merentangkan tangannya kearah gadis itu. . hadis itu segera berlari kearah Alea dan memeluknya erat.
"Trimakasih Jiejie...kini aku memilikin Jiejie yang cantik sepertimu..." ucap gadis itu bahagia. Setelah melepas pelukan di tubuh Alea , gadis itu menatap pangeran Lingzhi dan berkata.
"Jiejie...apakah ini calon suami Jiejie...?" ucapnya sambil menatap Pangeran Lingzhi. mendengar pertanyaan gadis kecil itu Alea tertegun, tapi sebelum dia menjawab seseorang telah membantu menjawabkan pertanyaan gadis kecil itu.
"Benar gadis cantik...aku adalah calon suami jiejie mu atau kakak iparmu..." ucap Pangeran Lingzhi sambil tersenyum manis.
"Waah...kalian cocok sekali..jiejie sangat cantik, dan gege ini sangat tampan, kalian sangat serasi menjadi pasangan..." puji gadis itu dengan bahagia.
"Lila...jangan kau ganggu Jiejiemu..." kata sang Bunda.
"Tidak bunda...Lila tidak mengganggu Jiejie dan gege kok...ya sudah jiejie, aku kembali ke tempatku..." ucapnya.
Setelah itu dia kembali ke tempat duduknya. sedang kedua pria mudah yang juga saudara Alea, tersenyum menatap Alea. ternyata saudara yang tidak pernah mereka lihat ternyata seorang gadis cantik dan baik hati.
"Sejak kapan mereka ada di sini Ayah...?" tanya Alea lagi.
"Setelah kematian Selir Rolia Ayah membawa mereka kemari. sedang kedua saudara laki- lakimu ini baru datang dua hari yang lalu dari akadeni kerajaan . mereka mendapat liburan selama satu bulan..." kata sang Ayah.
Alea hanya menatap mereka sebentar dan tersenyum lembut. yang di balas mereka dengan senyum ramah.
"Ya sudah ayo makan dulu, ceritanya kita lanjut nanti..." ucap Jendral Murong lembut.
"Baik Ayah..." kata Alea.
mereka segera mulai makan makanan yang ada di atas meja, namun kegiatan mereka terganggu ketika sebuah suata menyapa pangeran Lingzhi. dan ternyata dia putri May yang terlihat berdandan seperti mau kepesta. Membuat mereka yang ada di meja makan menatap Aneh pada putri May.
"Pangeran Lingzhi...lihatlah, apakah aku cantik...?" ucapnya sambil ingin memegang pangeran Lingzhi. melihat tangan Putri May terulur , Pangeran Lingzhi segera berdiri dan menghindar dari tangan putri May.
__ADS_1
.
"Maaf putri May...jangan sembarangan memegang badanku, tidak ada seorang gadis yang aku perbolehkan memegang diriku selain calon permausuriku yaitu putri Lea Min Han, jadi aku minta menjauh lah ..." ucap pangeran Lingzhi tajam. putri May kaget atas reaksi Pangeran Lingzhi padanya.
"Sialan..sombong sekali pangeran ini...hanya kupegang saja dia tidak mau, tapi tidak... aku akan merebut dia dari tangan Putri Lea, aku pasti mendapatkan dia... mungkin dia bertingkah menolak ku karena ada putri Lea di dekatnya. tunggu aku akan duduk di tempat putri Lea...bukankah dia dulu seorang penakut, pasti dia akan mau pergi kalau aku gertak ..ucap putri May dalam hati.
Memikirkan cara seperti itu, putri May menatap Alea dengan tajam.
"Putri Lea...aku akan duduk di tempatmu, sekarang pergilah cari tempat duduk yang Lain..." ucapnya dengan sombong.
Mendengar perkataan putri May , Alea terkekeh .
"Kau mengusirku dari tempat duduk ku..? apa karena kau ingin mendekati pangeran Lingzhi calon suamiku...?apa calon suamiku mau..?" ucap Alea sambil terkekeh lagi .
Melihat tingkah May yang memalukan Jendral Murong Han menegur dengan marah.
"May...jangan macam- macam.. jaga sikapmu, Jangan mempermalukan dirimu sendiri May...!" Seru jendral Murong dengan marah.
"Tapi Ayah...!" seru putri May berusaha membantah ucapan sang Ayah.
"Cari tempat duduk yang lain atau keluar...!" teriak Jendral Murong dengan marah. Dengan wajah gusar putri Lea duduk di sebelah selir Zhena. Setelah itu terlihat mereka mulai menikmati makanan yang ada di atas meja.
Setelah selesai makan, Alea dan Pangeran Lingzhi berpamitan untuk kembali kekamar mereka untuk istirahat.
Jendral Murong Tahu kalau sang putri memang sudah kelelahan, tiga minggu oerjalanan tanoa henti , membuat dia sendiri kelelahan, Dia mengijinkan sang putri untuk kembali ke kamarnya, sebelum Alea berjalan kearah kamarnya, Jendral Murong Han mengingatkan oada Alea kalau nanti ada jamuan makan malam di kerajaan.
"Nak...jangan lupa nanti malam kita mendapatkan jamuan makan malam di kerajaan...." kata Jendral Murong Han mengingatkan.
"Iya Ayah.. Alea ingat kok..." jawab Alea.
"Ya sudah pergilah istirahat agar kau segar nanti..." kata Jendral Muring Han lembut sambil tersenyum.
"Trimakasih Ayah...kalau begitu kami pamit dulu..." ycao Alea berpamitan .
"Kami pamit Ayah...." kata pangeran Lingzhi pula . Sedang kedua pengawal Pangeran Lingzhi menunduk memberi hormat pada Jendral Murong Han .
"Pergilah nak..." ucap Jendral Murong Han lembut. Dia menatap kepergian keempat orang itu dengan wajah bahagia. dia tak pernah menyangka putri cantiknya yang pernah dia benci karena Selir Rolia , telah tumbuh menjadi gadis
Cantik, cerdas, pandai dalam segala hal, dan kini menjadi calon permaisuri sebuah kerajaan besar. Dia tak pernah menyangka, putri yang menjadi bahan ejekan kerajaan Long, sekarang menjadi gadis yang di puja dan di eluh- eluhkan oleh masyarakat kerajaan Shi.
Sedang Alea kini sudah sampai di depan kamar ya.
"Jihao , Guansi...pergilah kalian istirahat, nanti malam kita pergi kejamuan makan malam di kerajaan Long. .." ucap Pangeran Lingzhi pada kedua pengawalnya sekaligus sahabatnya itu.
"Baik yang Mulia..." ucap mereka berdua serempak. Mereka pun segera pergi meninggalkan Alea dan pangeran Lingzhi. Setelah kepergian mereka berdua , Alea dan pangeran Lingzhi masuk kedalam kamar Alea.
"Tentu saja sayang...itu memang sudah aku tunggu. Ayo kita pergi...." ajak pangeran Lingzhi dengan cepat, dia segera menyusul Alea masuk kedalam kamarnya. Akhirnya mereka pergi keruang dimensi batu giok milik Alea.
Sesampainya di sana, mereka bertemu dengan keempat sahabatnya sekaligus hewan kontrak Alea . Setelah berbincang sebentar , Alea segera membawa pangeran Lingzhi pergi menuju Air terjun. mereka segera duduk lotus di bawah Air terjun. Perlahan dengan pasti akhirnya mereka berdua tenggelam dalam kultivasi mereka. Tak terasa mereka ber kultivasi selama dua hari dua malam,
Dia hari kemudian pada pagi- pagi sekali, Alea lebih dulu membuka mata keluar dari kultivasinya . Dia melihat pangeran Lingzhi yang berada di sebelahnya sedang tenang memejamkan matanya.
Perlahan Alea bangun dari duduknya. Dia segera melangkah keluar dari air terjun. Dia berjalan kearah istana miliknya dengan baju masih basah . Setelah mandi dan mengganti bajunya dengan baju bersih di kamarnya , Alea segera melangkah kearah dapur istana. Dan tak berapa lama terlihat Alea telah sibuk dengan bahan- bahan masakan yang telah dia ambil dari ruang pendingin. Dia asyik berkutet dengan masakannya hingga tanpa dia sadari Pangeran Lingzhi sudah berada di sana memandang dia yang sedang sibuk memasak. Sampai dia selesai memasak baru dia menyadari kalau pangeran Lingzhi sedang duduk di kursi ruang makan sedang menatap dirinya .
"Pangeran...sudah tadi pangeran di sini...?" tanya Alea kaget.
"Lumayan untuk memperhatikan seseorang yang sedang sibuk memasak.." jawab Pangeran Lingzhi.
"Kenapa tidak menegur hamba...?" tanya Alea sambil menata makanan di atas meja.
"Karena aku suka melihatmu sibuk membuat masakan..." jawab Pangeran Lingzhi. Alea tersenyum dan menatap pangeran Lingzhi sekilas, namun tiba- tiba dia teringat kalau pangeran Lingzhi tidak mengganti bajunya.
"Pangeran apa mau hamba ambilkan baju untuk anda...?" tanya Alea sopan, dia takut pangeran akan menolak bantuannya.
"Di sini ada baju untuk pria...? Punya siapa...?" tanya pangeran Lingzhi dengan wajah curiga.
"Ck...kenapa tatapannya seperti seorang suami yang menemukan istrinya selingkuh..." seru Alea dalam hati.
"Tenang saja pangeran... Baju itu memang sejak pertama hamba masuk kesini sudah ada, begitu juga dengan baju milik hamba..." jawab Alea.
"Oo...kalau begitu boleh aku melihatnya..?" tanya pangeran Lingzhi penasaran.
"Boleh ayo..."jawab Alea dengan wajah lembut. Mereka segera berjalan kearah kamar milik Alea. Ketika melewati salah satu kamar, terlihat Lauyan keluar dari kamar itu.
"Gege masakan sudah selesai, panggil gege yang lain aku mau kekamar dulu .." kata Alea sambil menatap Lauyan .
"Baik aku akan memanggil mereka..." jawab Lauyan. Dia segera pergi meninggalkan Alea yang sedang bersama Pangeran Lingzhi .
Sedang Alea sendiri berjalan meneruskan langkah mereka menuju kamar Alea . sesampainya di dalam kamar Alea, pangeran Lingzhi terkejut, dia melihat kamar Alea terlihat tertata rapi dengan perabotan yang belum ada di negaranya.
Sofa yang terlihat sangat empuk , tempat tidur yang lebar dan terlihat indah. Serta beberapa perabotan lain yang tidak terdapat di negaranya maupun di negara lain.
"Lea'er...perabotan ini...?" tanya Pangeran Lingzhi dengan wajah terkagum - kagum.
__ADS_1
"Maaf pangeran...barang - barang ini ada di jaman modern..." jawab Alea.
"Bagus- dan sangat lembut Lea'er..." ucap pangeran Lingzhi sambil mendekati ranjang dan perlahan mendudukinya. Dia merasakan kelembutan tempat tidur Alea yang merupakan Spring bed jaman modern.
Ingin rasanya dia tiduran di atas tempat tidur itu, namun dia merasa malu pada Alea.
"Coba saja anda tidur pangeran...." kata Alea yang mengetahui keinginan pangeran Lingzhi.
"Tidak jangan sekarang...tapi kapan- kapan aku boleh tidur disini sayang...?" kata pangeran Lingzhi sambil menatap Alea .
"Tentu saja pangeran... Saat anda ingin tidur di sini, bilang saja pada hamba..." jawab Alea sambil tersenyum.
"Trimakasih sayang...sekarang coba kau tunjukan baju yang akan kau pakaikan padaku..." kata pangeran Lingzhi.
"Baik yang Mulia..." jawab Alea. Dia segera berjalan kearah dua Almari yang terlihat berada di pojok ruangan. Alea membuka salah satu pintu Almari . saat pintu terbuka terlihat baju yang tergantung di dalam Almari besar itu terlihat banyak sekali , dengan beberapa warna dan model. Ada model jaman sekarang dan ada sebagian model jaman modern.
"Sayang ..baju ini milik siapa..." kata pangeran Lingzhi lagi.
"Hamba sudah bilang, hamba juga tidak tahu pangeran, dari melihat potongan baju itu, baju ini bukan barang bekas Pangeran, hamba yakin ini baju baru..." jawab Alea. Pangeran Libgzhi terlihat diam menatap pada baju yang tergantung di dalam almari itu.
"Mungkin baju ini untuk pasangan hamba pangeran..." ucap Alea pelan. dia merasa malu mengucap pasangannya.
"Benarkah...?" goda pangeran Lingzhi sambil menatap Alea bahagia.
"Itu kemungkinan pangeran....?" jawab Alea sambil menatap ke lain arah, dia merasakan wajahnya memanas karena malu. Melihat tingkah Alea pangeran Lingzhi tertawa.
"Sayang...kenapa dengan wajahmu...." goda pangeran Lingzhi kembali.
"Ti...tidak , tidak ada apa apa pangeran..?" Ucap Alea dengan wajah semakin memerah , dia segera melangkah menjauh dari pangeran Lingzhi
"Silahkan anda memilih baju itu jika anda berkenan yang Mulia..." ucap Alea sambil berjalan meninggalkan pangeran Lingzhi. Pangeran Lingzhi bukannya tersinggung, dia malah tertawa senang karena bisa membuat Alea tersipu malu. Sedang Alea kini sudah berjalan kearah ruang makan, ketika sampai di sana para sahabatnya sudah menunggumu di meja makan.
Melihat kedatangan Alea yang tanpa Pangeran Lingzhi , Lauyan bertanya.
"Lo mana pangeranmu Lea'er..." tanya Lauyan sambil menatap Alea yang datang kemeja makan.
"Sebentar lagi dia akan kemari Yan ge..." jawab Alea. Tak berapa lama Pangeran Lingzhi datang dengan memakai baju yang dia ambil dari almari di kamar Alea. baju itu terlihat pas dan indah di pakai oleh pangeran Lingzhi, baju itu terlihat Mahal dan berkelas, juga terlibat mewah.
Melihat ketampanan Pangeran Lingzhi , Alea sedikit terpanah, Alea sadar kalau pangeran Lingzhi memang seorang pria tampan.
"Kalian menungguku...?" tanya sang pangeran pada mereka.
"Benar pangeran...?" jawab mereka serempak.
"Kalau begitu Ayo kita makan..." kata pangeran Lingzhi sambil mulai duduk di dekat Alea.
"Tapi tunggu dulu...aku akan memperkenalkan sahabatku pada kalian, ..." ucap pangeran Lingzhi tiba- tiba sambil tersenyum.
"Sahabat...?" tanya mereka serempak.
"Iya...sejak tadi dia sudah ingin menemui kalian, boleh mereka berkumpul juga di sini...?" tanya pangeran Lingzhi lagi.
Serempak mahluk kontrak Alea menatap pada Alea, mereka seolah berkata, Lea'er...boleh kan...? Melihat tatapan mereka Alea tersenyum.
"Baiklah kalau kalian juga ingin bertemu dengan sahabat pangeran Lingzhi..." ucap Alea sambil tertawa. Tak lama tiba- tiba di sebelah pangeran Lingzhi berdiri dua pria tampan dan gagah . mereka menatap mereka satu persatu. Sedang para sahabat Alea kaget bukan main , Debgan serempak mereka berseru.
"Bai ze,..QiuLong...!" seru mereka hampir bersamaan. Dan pria yang memakai baju sausan putih bergaris kuning emas itu tersenyum pada mereka berempat. Sedang temannya yang memakai baju warna putih polos dengan mahkota kecil di kepalanya terlihat anggun menatap mereka.
"Apa kabar kalian semua...?" sapa pria berbaju putih dengan garis keemasan .
"Ternyata kalian ada di sini semua..." ucap pria berbaju putih polos dengan mahkota di atas kepalanya.
"Bai Ze..dan kau Qiu Long ternyata kalian sudah saling mengenal, kenalkan dia calon istriku, Putri Lea Min Han juga master kontrak dari keempat temanmu itu..." ucap Pangeran Lingzhi memperkenalkan Alea.
"Kami tahu master..." ucap pria berbaju putih yang memakai mahkota kecil di kepala.
"Perkenalkan saya Bai Ze dan Dia Qiu Long. ...." ucap pria yang memakai baju putih dan memakai mahkota itu pada Alea. Mereka hanya menundukkan kepala mereka sedikit untuk memberi hormat pada Alea, Alea pun membalas anggukan itu sambil tersenyum.
"Lea'er...jangan tersenyum terlalu lama..." ucap Pangeran Lingzhi posesif. sedang keenam pria yang ada di depan Alea hanya bisa tersenyum lucu. mereka memaklumi sifat posesif pangeran Lingzhi terhadap Alea yang memang sangat cantik dan Lembut.
"Ayo kalian duduklah...kita makan bersama- sama..." kata Alea lembut.
"Trimakasih putri..." kata pria yang bernama Bai Ze itu. Merekapun segera menikmati makanan yang di buat Alea. dan ternyata mahluk kontrak Pangeran Lingzhi sangat menyukai makanan yang di masak Alea . Setelah mereka selesai makan, Alea dan Pangeran Lingzhi serta kedua hewan kontrak pangeran Lingzhi kuar dari ruang Dimensi.
Ketika sampai di ruang kamar yang di peruntukkan untuk Alea, pangeran Lingzhi segera ingin kembali ke kamarnya karena hari ternyata telah makan, dan mereka harus pergi ke kerajaan Long untuk menghadiri jamuan makan malam. Ketika pangeran Lingzhi keluar dari kamar Ale, . ternyata kedua pengawalnya telah menunggunya di depan kamar.
"Pangeran...kami fikir anda ada di dalam kamar ini..." kata Jihao.
"Ada sesuatu yang harus aku tanyakan. pada Lea'er..."kata pangeran Lingzhi dengan nada cuek. mereka juga melihat kalau Pangeran Lingzhi sudah terlihat rapi. mereka agak heran, darimana baju yang pangeran Lingzhi pakai , sebab mereka tidak pernah melihat pangeran Lingzhi memakai baju itu, baju itu sangat indah, dan terlihat sangat lembut. namun keheraman Jihao dan Guansi terganggu dengan kedatangan seorang pelayan yang mengatakan kalau mereka telah di nanti oleh Jendral Murong Han untuk segera pergi kekerajaan Shi. Pangeran Lingzi dan kedua pengawalnya segera menjemput Alea yang masih ada di kanarnya. Setelah itu mereka segera menemui Jendral Murong Han. Saat Alea dan pangeran Lingzhi serta pengawalnya sampai di ruang keluarga milik Jendral Murong Han. mereka melihat Jendral Murong Han telah menunggu bersama selir Zhena dan putra- putrinya. juga terlihat Putri May yang memakai pakaian indah dan wajahnya berdandan dengan Agak tebal. Saat melihat keempat orang itu datang, Jendral Murong Han segera mengajak mereka berangkat.
Selir dan Putri Lila menaiki kereta milik Jendral. Jendral sendiri menaiki kereta sendiri. Sedangkan Alea, pangeran Lingzhi, kedua pengawal Pengeran Lingzhi dan kedua putra Jendral Murong
Han menaiki kuda.
__ADS_1
Maaf ceritanya cukup dulu ya...jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu.
Bersambung.