PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
PERTEMPURAN DI SEKTE TIANGZI.


__ADS_3

Keesokan harinya, para peserta sudah di tempatkan di lapangan luas milik Perguruan Tiangzi.


Di sana juga ada podium tempat para tamu undangan. Serta tempat para tetua berada. Setelah acara hampir di mulai, Alea, Pangeran Lingsi , Lian Han serta para tetua mulai naik keatas podium. Saat Alea masuk bersama para tetua dan kedua kakeknya. para peserta sangat terkejut.


"Lo...kok gadis cantik itu ada di sana... dia bukan peserta juga ya...?" tanya salah satu peserta.


"Eh aku fikir dia datang kesini mau mendaftar juga...?" jawab Yang Lain.


"Mungkin dia salah satu putri Tetua yang ada di sana..." kata yang Lain Pula.


"Gila cantik banget dia..." kata salah satu pria yang ada di sana.


Dan banyak lagi ucapan- ucapan para peserta lainnya . begitu juga para peserta wanita yang melihat Pangeran Lingzhi . Mereka merasa terkejut karena mereka menyangka kalau rombongan Alea seperti mereka juga, yaitu murid yang akan mendaftar .


Bukan hanya para peserta yang kaget. Namun para tamu yang terdiri dari para bejabat kerajaan Amora juga kaget melihat pada Alea. Karena mereka merasa pernah bertemu dengan gadis itu . namun kegaduhan Itu terhenti ketika terdengar suara yang mengatakan kalau Raja kerajaan Amor yaitu raja Tan telah datang bersama Permaisuri dan putra Mahkota. Mereka segera berdiri dan menyambut kedatangannya.


"Salam sejahtera bagi Raja, Permausuru dan Putra Mahkota. Semoga panjang umur dan selalu diberkati..." ucap mereka bersamaan.


Raja mengibaskan tangannya dan berjalan kearah tempat duduk yang sudah di sediakan untuk anggota kerajaan.


Saat mereka datang dan melihat keberadaan pangeran Lingzhi dan Putri Alea , mereka sangat terkejut. Hingga Raja Tan tanpa sadar berseru.


"Pangeran Lingzhi, Putri Alea...kalian di sini...?" seru Raja Tan kaget bercampur bahagia.


"Selamat pagi Paman, Bibi..." sapa Pangeran Lingzhi.


"Selamat pagi Yang Mulia Raja dan Petmaisuri..." ucap Alea.


"Selamat Pagi Pangeran , selamat pagi Putri , kenapa kalian tidak datang ke istana..?" kata sang Raja sambil menepuk lembut kepala Alea. Dan memeluk Pangeran Lingzhi.


"Kami baru kemarin datang Yang Mulia.." jawab Alea. Setelah itu Alea memeluk Permaisuri yang sudah merentangkan tangannya. Setelah menyapa Pangeran Huang Alea dan Pangeran Lingzhi kembali duduk di kursinya.


Tak lama acarapun segera di mulai . Saat pembukaan acara Kakek Bing Hu memberikan arahan sebentar dan memperkenalkan kepala Sekte yang baru Yaitu Alea yang merupakan Cucu dari pemilik Sekte Tiangzi.


Saat pengumuman itu terucap dari Mulut Guru Bing Hu. Semua orang kaget bukan main, hanya para murid dan dan para tetua yang sudah tahu siapa Alea yang tidak merasa kaget .


Dari keterkejutan yang mereka rasakan tiba- tiba terdengar seorang pria berbicara lantang di antara murid utama Sekte Tiangzi .


"Tetua...apa tidak salah anda memilih gadis ingusan sebagai seorang ketua..?" katanya dengan wajah sinisnya.


"Maksudmu Apa ..?" tanya Kakek Bing Hu tak senang. Dia agak kaget ketika ada yang menanyakan masalah itu sekarang. karena pengumuman itu sudah di katakan saat Alea datang dulu.


"Haruslah seorang ketua utama adalah seseorang yang kuat bukan gadis yang masih bau susu ibu seperti dia...!" jawabnya lantang.


"Maksudmu ,kau tidak setuju kami menjadikan cucu kami sebagai ketua Sekte Tiangzhi..?" tanya kakek Bing Hu.


"Benar kami tidak setuju sama sekali., " jawabnya lantang. terdengar keributan di antara siswa baru dan lama.


"Lea'er...sepertinya dia mata- mata itu..." ucap Eagle dari ruang dimensi.


Alea tersenyum mendengar perkataan Eagle. dia tahu apa yang harus dia perbuat.


Alea segera berdiri dari duduknya dan berjalan kearah sang kakek.


"Kek...boleh aku bertanya pada dia..?" tanya Alea pada kakek Bing Hu.


"Ada apa putri Lea ,.,.?" tanya Sang kakek.


"Kakek bisa lihat nanti..." jawab Alea.


"Baiklah ayo bicaralah..." jawab Kakek Bing Hu. Alea segera berdiri menggantikan kakek Bing Hu.


"Baik...kau tadi bertanya apakah aku pantas menjadi ketua kan...? Lalu dari mana kau tahu kalau aku tidak pantas..?" tanya Alea dengan wajah tenang. Tanpa di sadari oleh orang banyak.White keluar dari ruang dimensi dan melingkar di pergelangan tangan Alea.


"Ha ha ha...dari tanpangmu saja kami tahu kalau kau itu gadis manja yang hanya bisanya meminta perlindungan orang tua. Dan sekali lihat pun kami tahu kalau kau bukanlah seseorang yang Cocok menduduki jabatan itu...!" teriaknya sombong.


"Begitukah....? Lalu siapa yang kau anggap lebih mampu menduduki jabatan ini. Apa dirimu sendiri...?" tanya Alea memancing .


"Cih...tentu saja bukan aku , tapi ada yang lebih berhak dari dirimu..." ucapnya lantang.


"Benarkah...? Siapa ...? Apa yang kau maksud paman pertama...?" kata Alea membuat semua orang kaget, apalagi kedua kakeknya dan para tetua.


"A..ap..apa yang kau maksud...?" tanya pria itu kaget.


"Sudahlah aku tahu siapa kalian, dan aku tahu jumlah kalian semua. Sekarang kalau kalian meragukan diriku, kita bisa main- main sebentar. Kalian bisa naik ketempat pertarungan. Keeek...maaf aku pinjam tempatnya sebentar..!" teriak Alea sambil melompat kearah tempat pertandingan, bagai seekor burung yang terbang tanpa sayap. Dengan manisnya dia mendarat di atas panggung pertarungan . Dan tak lama pria kekar tadi yang menghina Alea ikut naik juga..

__ADS_1


"Berani juga kau gadis ... Aku ingin tahu , gadis sombong dan manja sepertimu apa mampuh melawanku..." kata Pria kekar itu.


"Kita lihat saja , siapa yang akan kalah nantinya. Kenapa kalian tidak maju bersama- sama...?" tanya Alea dengan wajah kesal.


"Sombong...kalau hanya menghadapi gadis manja seperti dirimu , akupun bisa..." jawabnya Angkuh.


"Bagus...! Jangan salahkan aku jika aku menghabisi manusia sampah sepertimu, sekarang majulah ..." kata - kata Alea terdengar menahan kemarahan.


"Sombong sekali kau gadis, baik akan ku percepat kematianmu...!" teriak pria itu dengan marah. Terlihat Pria itu mengeluarkan sebuah pedang panjang yang sangat mengkilap mengerikan. Dengan tenangnya Alea mengeluarkan belati kesayangan nya.


"Jangan meremehkan diriku Nona.. Jangan menyesal bila nyawamu pergi dari tubuhmu..." kata Pria itu sinis .


"Aku memberi waktu hanya tiga jurus padamu. jika kau tak mampuh itu bukan salahku , ingat itu..." ucap Alea sambil memainkan belati yang ada di tangannya . mendengar perkataan Alea pria itu menjadi marah. Dia segera menerjang Alea dengan pedangnya.


"Satu...." ucap Alea keras. Dengan gesitnya Alea menghindar dari serbuan pedang pria itu. Dia hanya menghindar dan mengelak.


"Dua..." teriak Alea lagi saat pria menggempur dirinya .


"Tiga..." ucapnya lagi. Dan lagi- lagi pria itu tidak bisa menyentuh Alea.


"Maaf sudah berakhir dan ini rasakan pembalasan bagi seorang penghianat atau mata-mata. .." seru Alea dengan marah. Belum juga berakhir perkataan Alea , tiba- tiba terdengar lolongan kesakitan dari musuh Alea. Tak berapa lama terlihat tubuh pria itu kejang sebentar dan tak bergerak lagi .semua orang tertegun melihat perbuatan Alea. Tapi tidak untuk orang yang mengenal Alea. Melihat sang teman mati mengenaskan, empat pria naik keatas tempat pertarungan. Mereka berempat mengepung Alea.


"Ternyata kau memiliki ilmu juga gadis cantik..." kata salah satu pria itu.


"Ternyata mau juga kalian keluar , tapi kenapa harus menunggu teman kalian mati dulu..?" jawab Alea tenang. .


"Sombong...jangan karena kau mampuh mengalahkan dia, lalu kau berfikir kami mudah kau kalahkan.


"Lea'er...hati- hati dengan mereka. Terutama pria yang sedang berbicara denganmu. Mereka memiliki kemampuan kaisar di tingkat dua. Dan pria itu satu tingkat di atas teman - temannya...." kata Eagle dari dalam ruang dimensi.


"Baik gege..trimakasih..." jawab Alea.


" Ck..kenyataannya memang teman kalian tidak mampu mengalahkan diriku, nach sekarang nggak usah banyak omong, ayo kita selesaikan urusan kita.." jawab Alea tak sabar.


"Baik...karena ini permintaanmu sendiri, ayo kawan kita habisi gadis sombong ini.." kata pria tadi. Segera mereka mengeluarkan pedang milik mereka. Melihat itu Alea segera mengeluarkan pedang kembarnya.


"Karena kalian berempat dan aku hanya seorang diri, maka sahabat kembarku akan bermain bersamaku. Jadi ayo kita bermain- main..." kata Alea sambil tersenyum sinis.


Dan tak lama terjadilah pertarungan empat lawan satu. Terlihat keindahan gerakan pedang kembar Alea membuat Semua oramg terkagum- kagum melihat gerakan pedang yang di mainkan Alea. Apalagi kedua kakek mereka. Mereka tak pernah tahu kekuatan cucu mereka sendiri. Sedang Raja Tan dan permaisuri begitu kagum pada Alea. Mereka pernah melihat pertandingan Alea dengan Putra Mahkota, tapi mereka belum pernah melihat gerakan Alea yang seperti ini.


"Aku sudah bosan bermain- main, sekarang trimalah kematian kalian..." teriak Alea. Dan tak lama, terlihat pedang Alea memancarkan cahaya merah. Dan gerakan Alea terlihat begitu cepat. Hingga mereka yang menonton hanya bisa melihat dua cahaya mereka menari di atas tempat pertempuran. Dan tak lama satu persatu dari mereka tumbang. Dan menyesahkan orang yang tadi berbicara sombong. Namun tak lama dia jatuh juga . dengan cepat Alea menyelesaikan pertempuran itu .


Suasana menjadi suyi. Mereka semua tertegun melihat perbuatan Alea. Mereka tak menyangka kalau tubuh yang terlihat lemah itu memiliki kekuatan yang sangat dasyat. Gadis cantik itu terlihat bagai dewi pencabut nyawa di aras tempat pertarungan


"Maaf...aku harus menghukum seorang penghianat sekaligus mata- mata Sekte Tiangzi. Jadi jika diantara kalian ada yang berniat seperti mereka, aku sarankan lebih baik kalian keluar dari perguruan Tiangzi. Karena Aku tidak suka adanya penghianat di antara murid perguruan Tiangzi...Kek maaf..merekalah mata- mata yang aku sebutkan tadi. Maaf Alea membuat kerusuhan di saat penerimaan murid baru..." kata Alea dengan lantang. Mendengar omongan Alea tiba- tiba terdengar tepukan tangan dari Kakek Jing Hao. Dia berdiri dan berbicara ,


"Bagus cucuku...kami juga tidak mau ada penyusup di Sekte kita. Kini kita tahu, kau memang pantas menjadi pimpinan baru kita. Kakek bangga padamu , kemarilah..." kata kakek Jing Hao terharu. Dia merentangkan tangannya sambil menantap Alea. Dan sekali lompat Alea telah berada di depan Kakek Jing Hao. Dan segera memeluk tubuh tua itu.


"Kakek sayang dan bangga padamu nak.." ucap sang Kakek.


"Trimakasih kek..." jawab Alea. Dan kakek Bing Hu tak mau kalah . dia segera memeluk gadis kesayangan nya itu dengan perasaan haru dan bangga.


"Aku tak menyangka kekuatanmu sebesar ini nak... Kakek rasa kekuatan kakek di bawa kekuatanmu..." kata kakek Bing Hu dengan wajah bangga.


"He he he...kakek bercanda , manamungkin Alea bisa melampaui kekuatan kalian berdua..." kara Alea sambil tertawa.


"Selama beberapa hari di sini, kau harus menerima ilmu dari kakek..." kata Kakek Jing Hao.


"Baik kek...ya sudah kakek Bing Hu harus meneruskan acaranya..." ucap Alea lagi.


Tak lama acarapun berlanjut. Alea yang kembali duduk disebelah pangeran Lingzhi melihat sang kekasih menatap padanya dengan pandangan yang terlihat sangat bangga.


"ada apa...?" tanya Alea pada pangeran Lingzhi.


"aku tak menyangka kekuatanmu bertambah sayang...?" kata pangeran Lingzhi bangga .


"Tentu saja...aku akan malu me dampingimu jika kekuatanku masih seperti dulu, apa kata mereka jika seorang Putri Mahkota calon istri seorang pangeran Lingzhi memiliki kekuatan yang rendah..." jawab Alea sambil tersenyum cerah. .


"Ck..dasar gadis nakal...aku tidak menjadikanmu calon istri karena kekuatanmu, tapi karena aku terlalu mencintaimu, tapi jika aku memiliki bonus yang seperti itu, aku juga tidak bisa menolak kan..." goda pangeran Lingzhi yang membuat Alea terkekeh.


Merekapun segera mengikuti acara kembali. tanpa mereka sadari seorang Pria tampan dengan Aura yang sangat dingin terlihat menatap Alea yang berada di sebelah pangeran Lingzhi. terlihat ada senyuman di bibir dinginnya. namun terlihat juga ada api kecemburuan di mata tajamnya.


"Sayang...kau harus menjadi milikku, tidak ada seorang pria pun yang boleh memilikimu, tidak juga dia...aku akan segera merebutmu dari tangannya..." ucapnya perlahan. Dia tidak bisa mendekat. karena takut aura kegelapan yang dia sembunyikan akan dapat dirasakan oleh mereka. dia terlihat sangat kagum dan bangga ketika dia melihat pertempuran Alea tadi yang membantai kelima pria tadi.


Sedang di tempat pangeran Lingzhi dan Alea, terlihat pangeran Lingzhi mendengar perkataan dari mahluk kontraknya.

__ADS_1


"Tuan...hamba merasakan ada kekuatan hitam datang kemari. tapi kekuatan itu samar sekali..." kata sang Naga.


"Benar pangeran...hamba juga merasakan itu.." kata Singa putih .


"Aku merasakan juga, tapi biarkan saja dulu, selama dia tidak mengganggu kita biarkan dia berada di kejauhan.." jawab Pangeran Lingzhi dengan tenang.


"Baik pangeran..." jawab mereka serempak.


Ternyata Alea juga merasakan. keberadaan manusia dingin itu. dia bertanya pada keempat gegenya.


"Apakah kalian juga merasakan kekuatan hitam itu...?" tanya Alea.


"Kami merasakan juga Lea'er...tapi terlihat dia sepertinya menyembunyikan kekuatannya. " jawab Lauyan.


"Kalau kekuatan yang di sembunyikan masih dapat kita rasakan, lalu sebesar apakah kekuataannya...?" kata Alea pelan.


"Sepertinya sangat kuat sekali Lea'er.. aku bisa merasakan kekuatan hitam yang sangat besar di dalam tubuh orang yang belum kita ketahui ini..." kata White yang ada di pergelangan tangan Alea.


"Sebesar itukah...?" kata Alea kaget.


"Lalu untuk apa dia berada di kejauhan.apakah dia akan menyerang Sekte Tiangzi..?" tanya Alea heran dan was- was.


"Entahlah...semoga saja tidak..." jawab White.


Seleksi murid barupun berlanjut dengan tenang. ternyata banyak siswa dengan kekuatan dan kemampuan tinggi hadir di antara murid baru.


"Lea'er...sepertinya pendaftaran pada tahun ini lebih banyak nak... dan pesertanya juga banyak memiliki ilmu lebih tinggi dari pendaftaran tahun lalu.." kata sang kakek pada Alea .


"Apa benar kek...kalau begitu syukurlah... dengan melihat keinginan mereka mendaftar di sekte Kita, itu menunjukkan kalau sekte kita perlu di acungi jempol kek.." jawab Alea sambil tersenyum .


" Benar Nak...semoga kedepannya Sekte kita lebih baik lagi . dan aku juga melihat di mata mereka ada kebanggaan dan kekaguman padamu saat kau melawan lima murid penghianat tadi.." kata Kakek Jing Hao lagi .


"Semoga kek..." jawab Alea lembut.


Alea menyaksikan seleksi itu sampai akhir.


Saat di pertengahan acara, Raja dan keluarga kerajaan pergi meninggalkan Sekte tiangzi karena ada pekerjaan yang harus Baginda Raja selesaikan .


Alea berjanji akan datang ke istana , kalau acara penerimaan murid baru nanti sudah selesai. Raja Tan pun segera Pulang sedang Putra Mahkota masih berada di Sekte karena dia merupakan murid senior .


Tak terasa penerimaan siswa baru sudah berjalan dua hari. siswa yang terpilih hari ini mulai mendapat ujian penjuruan masing- masing kemampuan siswa. Alea pun kini juga sibuk memberi pengujian untuk para siswa . ketika mereka sedang sibuk , tiba - tiba ada siswa lama yang berlari masuk dengan tubuh terluka. mereka berkata kalau di depan gerbang banyak musuh yang menyerang. Alea dan semua penghuni Sekte keluar menuju gerbang . sesampainya di depan , terlihat di depan gerbang banyak siswa lama yang sedang bertempur melawan begitu banyak orang yang memakai pakaian hitam- hitam.


Saat Alea bersama para siswa senior datang, mereka segera melihat kalau di antara para musuh ada sang paman dan putrinya di antara para penyerang. Akhirnya merekapun ikut larut dalam pertempuran dan ternyata musuh datang terlalu banyak , Putra Mahkota Lingzhi dan Putra Mahkota Huang juga ikut terjun dalam pertempuran, hingga akhirnya semua mahluk kontrak keluar untuk membantu Sekte dalam mengatasi pertempuran. banyak sudah korban yang jatuh dari pihak musuh. namun ternyata Musuh membawa begitu banyak anggotanya. hingga akhirnya Alea terpisah dari para mahluk kontraknya dan Pangeran Lingzhi. hingga tiba- tiba datang seseorang dengan memakai baju hitam keemasan menghadapi Alea. dia mendesak Alea menjauh dari pertemuan pria itu terlihat tampan dan gagah , tatapannya tajam dan dingin. setelah menjauh dari pertempuran dia melemparkan serbuk halus pada Alea. beberapa detik kemudian Alea merasakan badannya menjadi lemas. dan tak lama diapun jatuh.


"Sialan kenapa aku ini...ada apa dengan serbuk yang dia lemparkan tadi. ." seru Alea dalam hati.


Saat tubuh Alea akan jatuh, dengan cepat pria itu memegangnya.


"Sayang...kau tak apa - apa kan..? ayo ikut kekasihmu ini..." dan dia segera menggendong Alea dan membawanya pergi. dia bersiul nyaring sebelum melesat pergi dari Sekte Tianfzhi.


"Hey kau...mau kau bawa kemana aku ha...?" teriak Alea panik.


"Aku akan membawamu ke istana kita sayang..." jawabnya dengan kembut.


"Tunggu..tunggu siapa kau ini...aku bukan kekasihmu, kau itu salah orang..."!" seru Alea lagi. namun dia tidak bisa berbuat apa- apa karena tubuhnya lemas tak bertenaga sama sekali. untuk berbicara sebenarnya Alea berusaha dengan mengeluarkan banyak tenaga.


"Tidak...kaulah kekasihku yang selama ini aku tunggu. dan kau hanya boleh menjadi milikku..." ucapnya dengan lembut.


"Kau gila...! aku sudah memiliki kekasih..!" teriak Alea dengan sisah- sisah tenaganya.


"Diamlah...apakah kau ingin tenagamu semakin habis he...?" ucapnya kembut.


Aleapun hanya bisa diam karena tenaganya memang semakin habis hanya untuk mengucapkan kata- kata saja. dia sudah berusaha sejak tadi untuk berkomunikasi dengan para hewan kontrakmu. namun entah karena tenaganya yang hilang itu, hingga dia tidak bisa menghubungi mereka. dan tak terasa diapun tertidur atau pingsan dia tak tahu. yang bisa dia rasakan hanyalah kegelapan.


Sedang di pertempuran. tiba- tiba musuh pergi tanpa sebab setelah terdengar bunyi suitan nyaring. yang ada hanyalah kelompok paman Alea yang sedang bertempur melawan Lian Han dan siswa Sekte Tiangzi . dan saat semuanya bisa di tangkap. Mimilah yang menyadari Alea tidak ada. tentu saja setelah mencari tidak ada Mimi berteriak kalap.


"Lea'er....Lea'er....diman kau.. !" teriak Mimi bingung.


"Ada apa Mimi...?" seru Lian Han.


"Kak...Alea tidak Ada...tuan putri hilang..!" seru Mimi Cemas. mendengar apa yang di ucapkan Mimi semua menjadi gempar, Pangeran Lingzhi terkejut bukan main...begitu juga dengan para hewan kontraknya.


"maaf segini dulu ceritanya. maaf juga terlambat up date, sebab ada kesibukan yang harus author kerjakan.


jangan lupa like, vote, dan komennya author selalu tunggu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2