
Lan Wen dan Ibunya marah dan tak rela kalau Hanpey jadi Putri Mahkota. Namun apalah daya, gadis itu sudah menjadi Putri Mahkota dan semua orang sudah tahu itu.
"Tidak...aku harus mrnyingkirkan gadis itu dari sisih pangeran Lingzhi, dengan hilangnya gadis itu, maka putriku Lan Wen baru bisa duduk sebagai putri mahkota, bukankah Putri Asuya sudah bukan penghalang lagi..." seru Nyonya Lan dalam hati sambil tersenyum Licik.
Perjamuanpun berlanjut dengan meriah. Mimi dan Zheng Han serta pelayan pribadi Alea selalu berada tidak terlalu jauh dari Alea. Dan pasti kalian tahu kalau pangeran Lingzhi tidak rela kalau sang kekasih jauh darinya. Apalagi dia melihat kalau Alea masih saja menjadi pusat perhatian dari kaum laki- laki , Walaupun mereka sudah tahu kalau Putri Alea adalah Putri Mahkota calon istrinya. Seperti saat ini Ketika dia berpamitan sebentar pada Alea akan menemui sang Ayah yang memanggil dirinya. Pangeran Lingzhi dengan berat hati meninggalkan Alea, ingin rasanya dia membawa Alea ikut dengannya, tapi pangeran Lingzhi tidak enak hati, karena di sekitar Raja hanya ada para Mentri . Namun saat dia kembali sudah ada nyamuk pengganggu menghampiri sang kekasih. Terlihat Pangeran kerajaan Li yaitu Oangeran Yosan , sedang berbicara bersama Alea.
Walaupun di sana ada dua pengawal pribadinya dan dua dayangnya menemani, namun Pangeran Lingzhi masih cemburu. Dengan perasaan kesal dia mendekat dan langsung memeluk pinggang Alea .
"Sayang...Nenek mencarimu, dia menyuruhku memanggilmu ..." bisiknya mesra di telinga Alea. Dia memang sengaja menunjukkan kasih sayangnya di depan Putra Mahkota kerajaan Li yang memang dia kenal.
Merasa tingkah Pangeran Lingzhi yang posesif Alea hanya bisa tersenyum dan menjawab ucapan pangeran Lingzhi dengan lembut.
"Baiklah Aku akan kesana Menemui Nenek...maaf Pangeran hamba undur diri dulu.." kata Alea dengan lembut.
"Tunggu..kita kesana sama- sama sayang, maaf putra mahkota Yosan kami harus pergi...." kata Pangeran Lingzhi undur diri.
"Silahkan Pangeran , Putri..." jawab Putra Mahkota Yosan dari kerajaan Li.
Alea dan Pangeran Lingzhi segera berjalan meninggalkan Putra Mahkota Yosan dengan mendapatkan tatapan iri dari sang Putra Mahkota kerajaan Li.
"Ck...kenapa bukan aku yang mendapatkan gadis itu..sudah cantik , kuat dan sederhana. Tutur katanya pun sangat lembut , membuat setiap orang iri pada pangeran Lingzhi . aaah...kenapa aku merasa sedih dan cemburu melihat kedekatan dan kemesraan mereka. Andai aku mendapatkan gadis seperti dia , aku rela melepas semua gadis , yang menjadi kekasihku dan akan menjadikan dia satu- satunya milikku, .. Tidak ada satupun gadis- gadis yang aku kencani secantik , sekuat dan selembut dia.." ucapnya sambil menatap kearah pangeran Lingzhi dan Alea yang berjalan menjauh darinya dengan tatapan iri .
Sedang sepasang kekasih itu berjalan tenang kearah ibu suri yang sedang berbincang dengan tiga orang ibu- ibu , istri para mentri kerajaan Shi . Alea segera mendekati Ibu Suri.
"Nenek...maaf Alea meninggalkan Nenek..." ucap Alea sambil mencium lembut tangan Ibu Suri.
"Tidak Apa-apa sayang... Selamat ya, kau kini telah menjadi seorang Putri Mahkota, semoga kelak jadi permausuri yang handal, kuat di sayangi dan di cintai rakyat..." ucap Ibu suri memberi selamat. sambil mencium kening Alea penuh sayang .
'Trimakasih Nenek..." kata Alea sambil tersenyum lembut .
"Salam Putra Mahkota, Putri Mahkota..." sapa ke tiga Ibu- ibu yang berada bersama ibu Suri ketika mereka melihat Alea dan Pangeran Lingzhi datang.
"Hmm..." jawab Pangeran Lingzhi dingin.
"Selamat malam ibu- ibu..." jawab Alea ramah.
"Selamat Malam Putri Mahkota..." jawab mereka serempak. mereka bisa melihat keramahan di wajah Alea. tidak ada kesombongan pada gadis itu walaupun dia telah di nobatkan sebagai putri Mahkota. Putri yang akan menguasai kerajaan ini. Terlihat wajah sederhana , bijak dan bersahaja. Setelah tersenyum pada ketiga ibu tadi, Alea kembali menatap sang Nenek,
"Nenek...apa nenek merasa ada yang sakit...?" tanya Alea lembut sambil mengusap tangan Ibu Suri dengan penuh perhatian .
"Tidak , Nenek baik- baik saja kok... memangnya kenapa...?" tanya Ibu Suri .
"Jadi Nenek baik- baik saja..? syukurlah... Alea fikir Nenek ada masalah dengan jantung nenek...lalu kenapa nenek mencari Alea...?" tanya Alea lagi.
"Mencarimu...?" tanya Ibu Suri bingung.
"Nenek...bukankah tadi Nenek mencari Lea'er....? dan Nenek menyuruhku memanggil dia.." ucap Pangeran Lingzhi sambil mengedipkan matanya pada sang Nenek. Melihat kedipan mata Pangeran Lingzhi, Ibu suri tahu kalau Pangeran Lingzhi berbohong.( dasar pria pencemburu... pasti ada pria yang mendekati kekasihnya ...ucap Ibu Suri dalam hati)
"Nenek hanya ingin kau temani sebentar sayang..." jawab Ibu suri yang tak tahu harus ngomong apa. Terlihat ada senyuman di bibir pangeran Lingzhi.
"Baiklah Nenek...Alea akan menemani Nenek..." jawab Alea sambil duduk di sebelah Ibu Suri. Melihat interaksi Alea dan Ibu suri yang begitu akrab, ketiga ibu - ibu itupun mohon diri , walau dalam hati mereka ingin berbincang dengan Alea. Mereka sangat kagum pada putri Mahkota yang terlihat sabar dan lembut pada orang tua.
"Maaf yang mulia, kami mohon diri ." ucap mereka sambil menunduk hormat.
"Oo silahkan..." jawab Ibu suri sambil tersenyum. Begitu juga dengan Alea. Sedang Pangeran Lingzhi melihat Alea duduk di sebelah kiri Ibu suri, maka dia pun langsung duduk di sebelah kanan ibu Suri .
"Gimana sayang...apa kalian sudah menentukan kapan kalian akan menikah...?" tanya ibu Suri sambil menatap Alea dan Pangeran Lingzhi bergantian.
"Kalau Lingzhi sich besok juga mau Nek.." ucapnya kanyol . mendengar ucapan pangeran Lingzhi Alea melotot kaget. Sedang sang nenek tertawa.
"Lihatlah putri Mahkota..calon suamimu sudah nggak tahan ingin segera menikah denganmu, apalagi melihat begitu banyak mata nakal mengagumi dirimu. Dan nasehat khusus untuk dirimu Pangeran, hati- hati menjaga permatamu ini sepertinya banyak kumbang yang ingin memiliki bungah cantik ini.." goda Ibu suri. Sebab memang sejak tadi dia melihat mata para pangeran ataupun bangsawan yang menatap Alea penuh dengan perasaan kagum dan ingin memiliki. Terlihat wajah Pangeran Lingzhi kesal mendengar perkataan sang Nenek.
"Karena itu nek...bujuk gadis cantik di sebelah nenek itu untuk mau segera menikahiku..." ucap pangeran Lingzhi merayu sang Nenek.
"He he he...baru sekarang aku melihat cucu tampanku ini jatuh dan luluh pada seorang gadis..." goda kembali sang Nenek.Ibu suri tak henti tertawa .
"Ist Nenek...Nenek tahu kan..cuma pada gadis di sebelah nenek itu saja , cucu
nenek ini patuh dan luluh nek..." jawab Pangeran Lingzhi sambil mengedipkan mata pada Alea.
"Ck Pangeran...sejak kapan Pangeran Lingzhi mulai genit seperti itu.." seru Alea kaget.
"Bohong nek...siapa bilang pangeran patuh, Dia itu bukannya patuh Nek..malah seseorang yang suka memaksa .." ucap Alea sambil cemberut. Nenek tertawa melihat Alea cemberut.
"Sayang kau cantik dan menggemaskan saat cemberut seperti itu,..." seru Ibu Suri pada Alea.
"Jiejie...aku mencarimu..." tiba- tiba terdengar seruan manja dari belakang Alea. Tak lama terlihat putri Yin Yi dan Putri Sora datang bersama Pangeran Kedua dan Pangeran ketiga. Serta seorang gadis yang belum pernah Alea lihat.
"Sayang ..ada apa..?siapa dia...?" tanya Alea pada Sora yang memeluknya, sambil menunjuk gadis cantik yang ada di sebelah YinYi dengan dagunya .
"Salam Putra Mahkota, Putri Mahkota.. hamba Charla adik dari pangeran kedua, putri dari selir Rum..." jawab gadis itu memoerkenalkan diri oada Alea, melihat wajahnya, usianya hampir sama dengan Alea.
"Jadi kau juga adik dari Putra Mahkota..?" tanya Alea ramah.
__ADS_1
"Benar yang Mulia..." jawab gadis itu.
"Ck..jangan panggil aku yang mulia...kita sepantaran, panggil saja namaku.."kata Alea lembut.
"Sayang, mana mungkin itu, kau sekarang bukan lagi Alea yang bandel Lo.." kata pangeran Lingzhi mengingatkan .
"Iya hamba tahu Pangeran...tapi hamba risih jika sesama saudara memanggil yang Mulia..." kata Alea dengan wajah cemberut.
"Sayang..jangan cemberut...atau kau ingin hukumanmu aku lakukan di sini..?" kata pangeran Lingzhi sambil menatap Alea gemas.
"Dasar mesum..." gumam Alea pelan, walaupun dia kesal namun wajahnya dia buat ceriah. Dia takut ancaman Pangeran Lingzhi benar - benar dia lakukan . melihat tingkah Pangeran Lingzhi pada Alea, membuat Ibu Suri dan para saudaranya tersenyum . dan mereka baru sadar kalau ada sang Nenek.
"Selamat malam Nenek...?" sapa mereka dengan perasaan agak takut.
"Malam...kalian dari mana..." tanya Ibu suri lembut. Mendengar nada lembut dari Ibu Suri, Terlihat senyum di wajah mereka.
"Kami habis menemui teman- teman kami Nek...Oh ya Jiejie...kau mendapatkan salam dari banyak teman- temanku...?" kata YinYi pada Alea.
"Pria apa wanita...?" tanya Pangeran Lingzhi posesif.
"He he he..Pria..." jawab Yin Yi jujur, Sebab saat Putri YinYi tadi berkumpul dengan teman- temannya, tiba- tiba teman -teman lelakinya banyak yang datang bergabung dengannya dan mereka berebut meminta Yin Yi untuk menyampaikan salam pada Putri Mahkota yang jelas- jelas calon kakak iparnya. Terlihat sekali kalau mereka sangat kagum dan menyukai putri Lea sang kakak ipar.
"Jangan pernah lagi menyampaikan salam pada jiejiemu jika dia seorang pria.." ucap Pangeran Lingzhi marah dan kesal .
"Gege..kan cuma salam..?" goda YinYi.
"Tidak perduli ..." jawabnya bernada kesal. Melihat wajah Pangeran Lingzhi yang terlihat marah dan kesal Alea tahu kalau sang kekasih cemburu, akhirnya dia berucap .
"Iya..kalau itu dari seorang pria jangan kau sampaikan padaku Yi'er.."ucap Alea sambil menatap YinYi sambil mengedipkan matanya, Yinyi yang sedang menatap Alea mengerti . Dia tersenyum dan berucap.
"Yin Yi mengerti Jiejie..maaf gege...?" ucap Yin Yi .
"Jangan di ulang lagi .." ucap Pangeran Lingzhi. Yin Yi hanya mengangguk sambil menahan tawanya, melihat sang kakak begitu cemburu . Alea tahu kalau saudara pangeran Lingzhi menahan tawanya ketika melihat sang Kakak cemburu . Sedangkan Ibu suri hanya tertawa melihat tingkah cucu- cucunya. Namun dalam hati dia bangga pada Alea yang bisa menjaga perasaan Pangeran Lingzhi. betapa beruntungnya Pangeran Lingzhi..batin Ibu Suri sambil menatap Alea.
"Ya sudah, gimana kalau sekarang kalian Ambilkan Nenek makanan ringan dan minuman..." kata Ibu Suri mengalihkan topik.
"Baiklah Nek...aku dan jiejie Yin Yi akan mengambilkan makanan ringan untuk kita. Ayo Jiejie..." ajak putri Sora pada Putri YinYi. dan mereka segera pergi.
Melihat keakrapan diantara mereka, para pangeran merasakan kebahagiaan, dan mereka berkata dalam hati.
Ternyata mudah sekali dekat dengan Nenek...untunglah jiejie Alea membantu kami mendekati Nenek..." batin para oangeran yang merupakan cucu Ibu Suri yang kini mulai berani berbincang dan bergurau dengan sang nenek. Mereka tak menyangka kalau Ibu Suri berhati Lembut, walaupun beliau terlihat angkuh.
Sedang di pojokan sana, terlihat putri Lan Lan sedang menatap keakrapan Alea dan keluarga kerajaan dengan wajah marah.
Sedang di tempat lain, terlihat Putri Lan Wen sedang bersama ibu dan Ayahnya.
"Bunda...bagaimana ini..? kenapa akhirnya jadi begini Bunda... Dia telah merebut kedudukan yang mestinya menjadi milikku, dia telah merebut pria yang sangat aku cintai, aku harus mendapatkan kembali kedudukan dan Putra Mahkota Lingzhi Bunda...! aku tidak mau kalah dengan gadis ja***g itu Bunda....!" seru Lan Wen dengan marah . dia benar- benar tak rela jika Pangeran Lingzhi menjadi milik Alea, Dia merasa kalau pangeran Lingzhi adalah jodohnya , miliknya.
"Jangan khawatir sayang....kita akan membereskan gadis itu secepatnya..." jawab sang ibu dengan wajah sinisnya.
"Bunda...! jangan macam- macam...gadis yang sedang kau bicarakan itu sekarang seorang Putri Mahkotam kau akan merasakan akibatnya jika kau berani mengusik putri Mahkota. kau tahu buka. sekarang gadis itu sudah menjadi putri Mahkota, dan kita juga tahu kekuatan dari gadis itu tadi . putri dari Sekte Fang saja kalah dengannya, dan kita tahu kalau Putri Mahkota adalah putri dari Jendral Murong Han , Jendral besar kerajaan Long, dan dia juga ketua dari Sekte Tiangzi yang terkenal itu.."ucap sang Suami menyadarkan nyonya Lan.
"Cih ..aku tidak percaya semua itu, aku tahu itu hanya akal- akalan mereka saja. mana ada gadis semudah itu memiliki ilmu yang sangat kuat. lihat saja putri kita, berapa tahun dia tinggal di perguruan Calang,...mana mungkin putri kita kalah dengan gadis yang baru satu tahun tinggal di perguruan Calang ..." kata Nyonya Lan dengan sombong .
"Aah...terserah kau , aku angkat tangan dan tak akan ikut campur urusan kalian, aku sudah menyarankan padamu juga pada Lan Wen agar mencari pria lain, masih banyak pria hebat dan berkuasa selain Putra mahkota, tapi kalian tetap nekat melakukan perbuatan di luar batas kemampuan kalian, jadi jika ada masalah jangan sampai kau menyalahkan aku, dan jangan sampai kau melibatkan diriku.." ucap sang suami sambil berjalan pergi dari kedua wanita yang membuat dia marah. dia sudah tak bisa mendidik kedua anaknya dari nyonya Lan. anak sulungnya yang kini sudah menikah dulunya juga merupakan anak yang tidak dapat dia didik dengan benar. banyak omongan yang mengatakan kalau putranya telah menodai putri dari seorang saudagar dan tak mau bertanggung jawab. dan sekarang diapun merasa gagal mendidik putrinya. Tapi dia masih memiliki dua putra dan satu putri dari selirnya yang sangat patuh dan mudah dididik olehnya.
"Ibu...apa yang akan kita lakukan lagi, apakah ada kabar dari penjahat suruhan ibu yang berada di dunia kecil..?" tanya Putri Lan Wen.
"Belum...Bunda juga heran, pria itu tidak ada kabar beritanya, dan kau tahu keluarganyapun tidak bisa di temukan oleh orang suruhan Bunda . Mereka tidak dapat menemukan keluarga laki- laki penjahat suruhan bunda.
Tapi kau jangan khawatir nak...Bunda akan membayar orang yang lebih Kuat lagi, hingga bisa membunuh pe****r itu..." kata Nyonya Lan dengan nada marah.
tanpa mereka sadari seekor burung kuning sedang mendengarkan percakapan mereka dari plafon ruangan.
Dia sangat marah ketika dia mendengar sumpah serapah serta niat jahat wanita licik itu pada gadis yang mereka sayangi .
"Dasar wanita Licik, lebih baik sisah racun ini aku berikan padanya..." ucap Lauyan dari atas plafon . dia segera menghilang dan terbang mendekati nyonya Lan. dengan perasaan yang sangat kesal , dia taburkan semua bubuk itu keatas tubuh nyonya Lan wanita licik itu . setelah urusannya selesai , dia segera terbang kembali kearah Alea yang sedang berbincang dengan keluarga Kerajaan. saat melihat burung kuning terbang dan hinggap di pundak Alea dengan tenang . Putri Sora berseru.
"Jiejie...cantik sekali burung itu..apakah ini burung milikmu...?" tanya Asuya dengan wajah berseri.
"Benar..dia burung milikku..." jawab Alea.
"Aauuu..." seru Putri Sora ketika tangan lentiknya di patuk oleh Lauyan.
Tentu saja semua kaget.
"Ada apa putri Sora...?" seru Alea kaget.
"Ya ampun Jienie..burungmu jahat sekali, saat aku akan memegangnya , dia mematuk tanganku..." ucap putri Sora sambil memegang tangannya.
"Oo..maafkan Putri...Pria kecil ini tidak suka di sentuh selain aku... maafkan dia ya..." kata Alea meminta maaf.
"Gege...kenapa kau patuk dia he...?" tanya Alea pada Lauyan.
__ADS_1
"Kau tahu sendiri, selain dirimu aku paling tidak suka di pegang orang lain..." ucapnya dengan kesal.
"Tapi dia cantik Lo...?" goda Alea.
"Cih...cantikan jauh Lea'er kami..." jawab Lauyan masih bernada kesal.
"Ck...dasar gege ..!" ucap Alea tak bisa lagi menggoda.
"Tidak, tidak apa- apa Jiejie...tapi aku sangat suka burung itu...Apakah aku boleh memilikinya...?" tanya Putri Sora.
"Mana bisa kau memiliki burung itu Putri Sora, karena burung kecil itu Mahluk kontrak Jiejiemu.." jawab Pangeran Lingzhi menjawab pertanyaan Pitri Sora.
"Apaa...mahluk kontrak...?" tanya Mereka hampir bersamaan .
"Maksud gege dia salah satu dari pria tampan yang hadir tadi pagi...?" tanya Putri Sora sambil menatap burung itu dengan wajah kaget.
"Benar...dia adalah salah satu dari pria tampan yang kau lihat tadi .." jawab Pangeran Lingzhi.
"Lalu apakah ada mahluk lainnya yang sekarang hadir Jiejie...?" tanya YinYi penasaran.
"Ada...di pergelangan Tangannya juga ada...?" ucap pangeran Lingzhi lagi.
Saat itu tangan Alea ada di genggaman Ibu Suri. tentu saja Ibu Suru kaget.
"Jangan kaget Nenek..dia pria baik kok..?" mendengar Alea memuji White terdengar dengusan dari mulut Pangeran Lingzhi. perlahan Alea melepas White yang melingkar dengan manis di pergelangan tangannya . terlihat ular seputih giok dan sebesar telunjuk orang dewasa berada di tangan Alea. tentu saja Ibu Suri dan para pangeran dan putri kaget.
"Ya ampun Jiejie...kenapa mahluk kontrak Jiejie imut sekali...apakah mereka hanya sekecil ini...?" tanya Sora polos.
"Tidak sayang...ini Snake White..tubuh sebenarnya besar sekali. jika dia berubah di sini, ruangan ini bisa hancur...dan burung yang ini adalah burung Phoenix dan kau tahu kan besarnya burung Phoenix...?" jawab Alea.
"Ya dewa...kau memiliki dua hewan kontrak nak...?" tanya Ibu suri tak percaya.
"Bukan dua Nek...tapi empat...?" ucap Sora dengan wajah kagum.
"Apaa...!" Seru Ibu suri kaget. melihat Ibu suri kaget Alea cepat- cepat memegang tangan Ibu Suri. dia segera menyalurkan tenaga dalamnya. terlihat wajah ibu suri sempat pucat sekali karena kaget, namun setelah mendapat aliran tenaga dalam dari Alea wajahnya kembali seperti sedia kala.
"Sora...kau hampir membuat jantung Nenek kambuh...!" seru Pangeran Lingzhi marah pada putri Sora.
"Maaf...maaf Nek..." ucap Putri Sora ketakutan dan menyesal.
"Tidak apa- apa Sayang...untuk ada Jiejiemu yang cepat tanggap. Lihatlah.. kalian sekarang harus bangga memiliki saudara seperti Jiejie kalian ini, gadis yang selalu tahu apa yang harus dia lakukan.." ucap Ibu Suri sambil mengusap kepala Alea.
"Nenek...tidak perlu berkata seperti itu, itu sudah tugas Alea sebagai seorang tabib, jadi sudah sewajarnya Alea berbuat seperti itu pada pasien Alea, apalagi dia Nenek sayangi..." ucap Alea lembut dan tilus sambil mengusap lembut tangan Ibu Suri.
"Kau selalu merendah nak.." ucap Ibu Suri
"jiejie..sebenarnya umurku mungkin lebih tua darimu, namun kau adalah calon dari gegeku, akhirnya aku harus memanggilmu Jiejie, saat aku dengar tentang dirimu dari kakak dan ibuku yang selaku membanggakan dirimu, aku merasakan iri dan tak percaya kalau kau memang hebat, namun melihat tindakanmu barusan, kini aku percaya kemampuanmu ,kau memang gadis hebat . aku belajar tentang Alkemia di Kerajaan Amora, apakah boleh aku berguru padamu juga...?" ucapnya dengan penuh harap.
"Putri Charla ...kau terlalu menyanjungku, mana mungkin aku pantas jadi pembimbingmu..aku hanya tabib biasa..?" jawab Alea merendah.
"Tidak...penilaian ku tidak salah Jiejie... saat aku mendengar Ayah handa di sembuhkan oleh seorang gadis, aku fikir mungkin saja kau hanya seorang perantara. maksudku ada orang kuat di belakangmu, dan Saat Nenek sembuh dari penyakitnya saat para tabib me gatakan beliau sudah mati. akupun berkata kalau itu hanya kebetulan saja. tapi hari ini... aku yang tahu penyakit Nenek, dan itu memang sangat parah. namun saat aku melihat wajah nenek memucat. aku fikir pasti akan terjadi kehebohan karena Nenek, tapi kulihat sendiri kau dengan wajah tenangmu membantu Nenek agar penyakitnya tak membahayakan. apalagi yang aku fikirkan. jiejie...tolong biarkan aku belajar denganmu ya...?" ucap putri Charla denga wajah memohon . mendengar permintaan putri Charla Alea memandang pangeran Lingzhi. dan yang di pandang hanya mengangkat bahu.
"Baiklah aku akan membantumu belajar tentang Alkemia tapi saat kau dalam masa liburan, jadi tidak menggangu pendidikanmu di perguruan..." jawab Alea akhirnya.
"Yee...trimakasih jiejie...aku akan belajar tekun denganmu...!" seru putri Charla dengan wajah bahagia. tanpa sadar dia memeluk Alea.
"Sudah, sudah Charla..lepaskan Putri mahkota milikku..." seru Pangeran Lingzhi.
"Chi...kenapa gege Lingzhi sekarang pelit ...iya, iya ini aku lepas..pelit amat.." ucap Putri Charla cemberut. Namun pangeran Lingzhi tak perduli.
Setelah larut malam acaranyapun berakhir. Setelah Raja dan Ratu serta keluarga kerajaan kembali masuk. Tamu- tamupun undur diri. Mereka kembali kerumah masing - masing.
💖💖💖💖💖
Pagi itu haripun bersinar dengan cerah.
burung- burungpun berbunyi merdu di pepohonan menambah keindahan suasana. Seperti juga di kediaman Mentri keuangan tuan Lan Tao Su. Karena tadi malam mereka pulang larut malam, akhirnya hari sudah siang mereka masih dalam buaian mimpi.Tapi tidak dengan Mentri Lan Tao Su, Dia yang tadi malam tidur di kamar lain karena marah sama sang istri kini sudah rapi dan berada di ruang makan untuk makan pagi . karena ada tugas dari istana untuknya. Tadi malam dia sempat bertengkar dengan sang istri, gara- gara sang istri kekeh mau mencarikan pria mumpuni untuk membunuh Putri Mahkota. Tentu saja dia menentang, namun ternyata sang istri tidak bisa di nasehati. karena itu dia tidur di kamar lain karena kesal dan marah.
Setelah selesai makan pagi dia segera berangkat ke istana .
Beberapa waktu setelah kepergian perdana mentri, Nyonya Lan bangun dari tidurnya. dia ingat kalau hari ini dia akan mencari orang kuat untuk membunuh Alea. Dia segera bangun dan berjalan kearah kamar mandi, Namun saat dia melewati kaca rias miliknya, tanpa sadar dia melihat wajahnya sekilas . dan
"Aaaaaa......" terdengar teriakan dari kamar Nyonya Lan yang terhormat .
Yang membuat semua penghuni rumah Mentri keuangan kaget dan panik. mereka segera pergi kearah datangnya suara .
Maaf segini dulu ya...
jangan lupa like, vote dan komennya akan selalu aku tunggu. Maaf jika ada banyak tiponya ya.,🙏🙏
Bersambung.
.
__ADS_1