
Sesampainya di istana ternyata jamuan makan malam bukan hanya keluarga Jendela saja, tapi juga terlihat para mentri dan bangsawan datang di acara jamuan makan malam itu. Ketika mereka sampai di sana, terlihat para tamu sudah banyak yang datang. Putri May dengan wajah sombong turun dari keretanya yang memang kusus kereta untuk putri Jendral Murong Han . Sedang Selir Zhena turun bersama putri Lila dari keretanya. Tak lama Jendral Murong Han terlihat berjalan bersama Pangeran Lingzhi dan Alea, Serta selir Zhena dan putri Lila. Dengan terburu- buru May yang sejak tadi mencari perhatian pangeran Lingzhi , mengikuti mereka di belakang jendral murong Han. Saat kasim memberitahukan kedatangan Jendral Murong sekeluarga datang, banyak bangsawan dan pembesar kerajaan yang datang bersama putra dan putri serta istri mereka menatap kedatangan Jendral Murong Han dan rombongan. Dengan wajah penuh tanda tanya mereka memperhatikan setiap wajah yang berjalan bersama Jendral Murong Han .
Saat terlihat empat wajah asing berjalan bersama Jendral Murong Han , Mereka heran dan bertanya dalam hati. Siapa mereka yang berjalan bersama keluarga Jendral Murong Han itu. Jika ke empat putra- putri jendral mereka sudah tahu. Namun mereka juga terpesona dengan wajah empat orang yang bersama keluarga Jendral, apalagi pria dan wanita yang berwajah sangat tampan dan cantik itu. Terlihat para putri bangsawan dan putri pejabat kerajaan saling berbincang membicarakan mereka. Terutama pria yang terlihat dingin tapi sangat tampan itu. Jendral Murong Han membawa putra putrinya berjalan di antara para tamu. Melihat banyak pria yang menatap kearah Alea , seperti serigala melihat mangsa , membuat pangeran Lingzhi mulai cemburu . dengan tingkah posesifnya dia berjalan sambil memeluk pinggang Alea .
Melihat perbuatan pangeran Lingzhi Alea menatapnya sekilas dan berbisik.
"Ada apa Pangeran....?" tanya Alea.
"Kenapa kau berdandan begitu cantik... lihatlah mereka menatapmu seperti mau menerkam dirimu.." ucap pangeran Lingzhi dengan wajah kesal. Mendengar itu, Alea hanya bisa tersenyum lembut.
"Mana bisa hamba berdandan cantik... bukankah pangeran tahu kalau hamba tidak bisa berdandan...jangankan berdandan, mengikat rambut saja harus kak Mimi jika ingin terlihat rapi..." jawab Alea sambil tertawa pelan.
"Ck...kau tidak bisa berdandan saja wajah mereka seperti itu, bagaimana kalau kau pintar..." sungut pangeran Lingzhi kesal.
"Kalau begitu nanti hamba akan belajar berdandan..." namun ucapan Alea terpotong sebelum menyelesaikan kalimatnya .
"Tidak...kau tidak boleh belajar berdandan, biar seperti ini saja agar tidak banyak orang yang akan menatapmu..." ucap Pangeran Lingzhi cepat- cepat. Dia tak rela wajah cantik Alea di nikmati banyak orang. Dia berfikir hanya dia yang boleh menikmati kecantikan Alea . Melihat tingkah Pangeran Lingzhi yang semakin posesif, Alea hanya bisa geleng kepala. Sedangkan Putri May yang sejak tadi Ingin berjalan bersama pangeran Lingzhi merasa kesal , karena usahanya untuk berjalan di sebelah sang pangeran mendapat halangan dari Jihao dan Guansi. Saat dia memaksa jihao berucap
"Jangan sampai hamba berbuat nekat mempermalukan anda putri ..." ancam Jihao pada Putri May Han . akhirnya Putri May Han tidak berani meneruskan niatnya. Dan kini dia di suguhkan pemandangan kemesraan Pangeran Lingzhi pada Alea. dia semakin marah saat pangeran Lingzhi memperlakukan Alea dengan penuh kasih sayang. Terlihat sekali kalau pangeran Lingzhi ingin menunjukkan kalau gadis di sebelahnya adalah wanitanya. Melihat semua itu, putri May mengepalkan tangannya. Rasanya dia ingin menarik tubih Alea dari sebelah pangeran Lingzhi.
Mereka segera duduk di tempat yang memang sudah di sediakan untuk keluarga Jendral. Pangeran Lingzhi duduk berdampingan dengan Alea di sebelah Jendral Murong Han . tak berapa lama kasim mengumumkan kalau Raja bersama keluarga akan memasuki ruangan . Terlihat Raja , Permaisuri , putra Mahkota serta para selir dan putra' putri raja memasuki Aula perjamuan .
"Salam sejahtera bagi Raja dan permaisuru serta keluarga kerajaan, semoga di berikan panjang umur yang Mulia... " ucap mereka bersamaan. Dan Alea tahu kalau pangeran Lingzhi hanya menunduk sebentar. Raja Rueyan segera mengibaskan kedua tangannya . sebagai tanda hormat mereka di trima , setelah itu dia mempersilahkan para tamu untuk kembali duduk di tempatnya. Setelah itu Raja dan keluargamu segera kembali duduk .
Saat sang Raja sedang memberikan sambutan , terlihat putra Mahkota Fang Xing Long menatap Alea dengan tatapan terpesona, dan terlihat wajah sedih dan penyesalanannya terlihat jelas di wajahnya. sedang Alea hanya menatap sang Raja yang sedang berbicara.
"Hari ini aku membuat jamuan makan malam untuk mengucapkan Terimakasih pada tabib Hanpey yang telah menyembuhkan kembali kaisar Tua , hingga beliau kini telah sehat kembali..." ucap Raja sambil menatap Alea sebentar
.
'Apa..Kaisar tua sembuh...? ya ampuun...siapa yang mampuh menyembuhkan kaisar tua ...." kata salah satu tamu dengan wajah kaget .
"Benarkah....?sudah beberapa tahun ini penyakit kasar tua tidak ada yang mampuh mengobati beliau...dan beberapa bulan ini beliau di nyatakan tidak dapat lagi di sembuhkan.. Apa mungkin beliau bisa sembuh...?" ucal tamu yang Lain .
"Hebat sekali tabib itu.... yang mana sich orangnya...?" kata tamu yang lain, dan banyak lagi ucapan yang menunjukkan betapa penasarannya mereka .
"Hey...sepertinya aku pernah mendengar nama itu...?" seru salah satu dari para tamu tiba- tiba .
"Ya benar...aku mengingatnya juga.... bukankah dia tabib dari desa Cahaya yang terkenal beberapa bulan lalu kan...?" ucap salah satu pria tamu undangan yang hadir di sana.
"Ya Benar...tapi sudah setahun ini kita tidak pernah mendengar tentang tabib itu,..." kata teman yang ada di samping pria itu.
"Betul...tapi yang aku dengar dia belajar di perguruan Calang bersama kakak perempuannya..." kata pria tadi. namun percakapan mereka terputus saat terdengar suara sang Raja kembali.
"Dan juga jamuan makan malam ini saya peruntukkan untuk putra Mahkota kerajaan She yang sudi berkunjung kemari karena mengantarkan Putri Mahkota berkunjung ke kerajaan kita ini. .." ucap sang Raja yang membuat kegaduhan di aula kerajaan . Mereka kaget karena Putra Mahkota Dan Putri Mahkota kerajaan Shi datang ke kerajaan ini. siapa yang tak tahu kekuasaan dan kejayaan Kerajaan Shi, dan juga siapa yang tak pernah mendengar tentang Putra Mahkota kerajaan Shi yang terkenal sangat tampan, dingin, kuat dan kejam. namun mereka belum pernah bertemu dengan sang putra Mahkota yang rumornya telah terdengar sampai di tiga Benua. Sedang putra Mahkota Fang sangat kaget ketika sang Ayah mengatakan kalau Putri Mahkota juga hadir di dini, Apakah Putri Lea telah menjadi Putri Mahkota kerajaan Shi...? batin Putra Mahkota .
"Mungkin kalian akan bertanya , siapa tabib yang mampu menyembuhkan Kaisar tua hanya beberapa jam saja. dan kini Kaisar tua juga ingin kembali bertemu dengannya. dia adalah rakyat kerajaan Long juga, yang dulu pernah kalian katakan seorang sampah masyarakat, yang kalian hina dia,... dia adalah putri dari sahabatku Jendral Murong Han , gadis yang pernah membuat kalian tidak ingin mengenalnya yaitu putri Lea Min Han ,atau tabib Hanpey. ..." terlihat sang baginda raja menatap Alea yang terlihat tenang duduk di sebelah pangeran Lingzhi.
"Putri Lea...kemarilah..agar rakyatku tahu siapa tabib Hanpey itu, agar mereka juga tahu, gadis yang pernah mereka hina dulu, bagaimana wajahnya sekarang. ..." ucap Raja Rueyan pada Alea. Alea segera melangkahkan kakinya kearah san Raja. melihat Alea berdiri dan berjalan kearah sang Raja. Para tamu terbelalak kaget.
"Haaa...apa benar dia putri Lea Min Han putri Jendral yang terkenal Bodoh dan jelek itu...?" kata salah satu tamu yang menatap Alea tanpa berkedip. begitupun dengan tamu yang Lain, mereka tak menyangka gadis yang mereka lihat saat gadis itu masuk bersama Jendral Murong Han , adalah gadis yang terkenal jelek dan bodoh di masa lalu. gadis yang mereka hina habis- habisan, Apalagi setelah mereka mendengar kalau putra Mahkota membatalkan perjodohannya .
"Ya ampuun...gadis itukah yang di katakan jelek dan bodoh...?" seru seorang ibu dengan wajah kagum.
"Apa kita yang bodoh...gadis secantik itu di katakan jelek , lalu gadis bagaimana lagi yang di katakan cantik. Sebutan apa yang pantas untuk putri kita yang wajahnya pas- pasan seperti putriku ini .." kata seorang ibu yang memiliki tiga putri yang masih lajang.
"Ternyata rumor tak selalu benar..." jawab Yang lain.
"Nah rakyatku...dialah tabib Hanpey yang telah menyelamatkan Kasar tua tadi pagi.
dia juga gadis yang kalian anggap bodoh dan tak berguna itu...dia putri Lea Min Han putri dari Jendral Murong Han. dan kini dia tunangan dari putra Mahkota Kerajaan Shi , Dia kini telah menjadi Putri Mahkota kerajaan Shi , ..." ucap Raja Rueyan membuat kembali kegaduhan terjadi di aula perjamuan itu. tanpa sadar mereka menatap pria yang tadi berada di dekat Alea, dan kini sedang menatap Alea dengan wajah dinginnya . namun mereka dapat melihat, Sekilas terlihat senyuman tipis di wajah yang tampan itu. membuat wajah tampannya semakin menawan. Barulah mereka sadar, kalau pria yang terlihat amat tampan itu adalah putra Mahkota kerajaan Shi yang terkenal .
Sedang putri May yang duduk di belakang Jendral Murong terlihat sangat Marah. Dia yang sejak tadi melihat dan mendengar Alea yang mendapat pujian dari beberapa pria mudah dan tua, juga beberapa ibu- ibu karena kecantikannya, kini dia semakin marah saat Raja Rueyan membanggakan dan memuji Alea di depan para bangsawan dan pembesar kerajaan Long, terlihat mereka sangat kagum dan memuji kecantikan dan kesabaran Alea. apalagi Raja Rueyan mengatakan kalau Alea adalah putri Mahkota kerajaan Shi.
"Jadi si Ja***g sebenar- benar putri Mahkota Kerajaan Shi...brengsek... kenapa mesti dia yang seberuntung itu..." teriak putri May dalam hati.
"Tidak...aku tidak boleh kalah dari dia... aku akan merebut Putra Mahkota Lingzhi dari tangannya, Aku akan membongkar siapa dia sebenarnya dan memfitnanya pada pria tampan itu, aku tidak rela putri buruk rupa dan bodoh itu seberuntung saat ini... pasti ini hanya kebetulan saja dia menyembuhkan Kaisar tua...! teriak putri May dalam hati.
"Nach putriku...apa yang akan kau minta dari kami atas penyembuhanmu pada kaisar tua...?." kata Raja Rueyan sambil menatap Alea dengan sorot mata lembut.
"Nak...jika bukan kebodohan putra Mahkota Fang yang telah menghinamu, pasti kami akan bahagia menjadikanmu putra Mahkota kami..." ucap Raja Rueyan dalam hati sambil menatap Alea dengan wajah sedih.
"Maaf Yang Mulia...hamba menyembuhkan kakek Kaisar dengan perasaan tulus sebagai rakyat kerajaan Long ini... jadi mohon maaf, Hamba tak ingin meminta apapun pada baginda..." ucap Alea sambil menunduk memberi hormat pada Raja Rueyan .
"Tidak nak...kau harus meminta sesuatu pada kami, atau kami yang akan memberikannya padamu..." kata Raja Rueyan memaksa. Alea berfikir jika dia menolak lagi, pasti raja Rueyan akan memberikan hadiah yang tak diinginkan Alea, akhirnya dengan terpaksa Alea berucap.
"Baiklah baginda...hamba hanya meminta beberapa tail emas yang akan hamba sumbangkan pada anak yatim piatu dan rakyat miskin di kerajaan ini. dan membangun rumah pengobatan di desa Cahaya lebih di perbesar, agar dapat menampung pasien lebih banyak lagi..." kata Alea membuat semua orang ternganga karena kaget. kenapa gadis ini meminta sesuatu pada Raja demi kenaikan orang banyak..." seru mereka dalam hati. dan terlihat wajah kekaguman di mata semua orang, begitu juga di mata sang Raja. Keharuan terlihat di mata Raja Rueyan dan Permaisuri Suyilan ibu kandung Putra Mahkota Fang Xing Long. Permausuri Suyilan mendekati Alea yang berada di depan sang Raja.
__ADS_1
"Putri Lea...boleh aku memelukmu...?" kata permaisuri sambil merentangkan tangannya.
"Tentu saja Yang Mulia..." jawab Alea sambil memeluk Permaisuri Suyilan .
"Kau sangat baik hati putriku....kenapa Putra Mahkota Fang begitu Bodoh melepaskan dirimu..." ucap Permaisuri Suyilan yang ada di pelukan Alea.
Alea hanya bisa tersenyum mendengar omongan dari permaisuri Suyilan yang merupakan ibu dari Putra Mahkota. sejak dulu permaisuri Suyilan dan Raja Rueyan sangat sayang pada Putri Lea,
Permaisuri Suyilan sempat bersahabat dengan Putri Mai Li ibunda dari Lea Min Han dan Chang Lian Han. Karena itulah saat Kaisar Tua menjodohkan Fang Xing Long dengan Lea Min Han, kedua orang tua Putra Mahkota menyetujui perjodohan itu, namun sayangnya sang putra menolak dengan keras, hingga akhirnya perjodohan itu di batalkan dengan berat hati.
"Mungkin karena kami tidak berjodoh Bunda...tapi bolehkan Alea menganggap Bunda sebagai Bunda Alea..bukankah Bunda adalah sahabat dekat Bunda Mai Li ..." ucap Alea pada Permausuri Suyilan. mendengar perkataan Alea, terlihat keterkejutan di wajah permaisuri Suyilan.
"Apa boleh Bunda menganggapmu putri Bunda...?" tanya Permaisuri Suyilan dengan wajah senang.
"Tentu saja yang Mulia...anda adalah sahabat Bunda hamba, mana mungkin hamba menolak ..." jawab Alea sambil tersenyum.
"Trimakasih putriku...kau memang gadis yang baik. setelah kau di permalukan oleh Putra Mahkota , kau tidak dendam pada kami, malah sekarang kau telah menyelamatkan Orang tua kami, trimakasih nak...kau memang gadis yang baik...andai dulu putra Mahkota tidak membatalkan perjodohanmu dengannya, pasti sekarang kau adalah menantu kami...." ucap Permaisuri dengan menatap Pangetan Fang dengan wajah kecewa . mendengar perkataan permaisuri, tanpa sadar semua orang menatap pada Putra Mahkota Fang yang terlihat serba salah.
"Sudahlah yang mulia..bukankah sekarang hamba putri anda juga..." hibur Alea sambil tersenyum manis.
"Kau memang gadis baik nak..." kata Permaisuri Suyilan lagi. Lalu permaisuri kembali ke tempat duduknya setelah mencium lembut kening Alea. Melihat keakrapan putri Lea dengan Permaisuri serta mendengarkan perkataan mereka , Raja Rueyan tersenyum senang. Banyak orang kagum akan sifat putri Lea yang ternyata sangat baik, mereka berharap bisa memiliki putri seperti putri Alea, atau putri mereka akan sebaik putri Lea Min Han yang baik itu.
"Semoga putri atau putraku yang lahir, kelak memiliki sifat dan tabiat seperti putri Lea Min Han. walaupun dia pernah di hina dan di rendahkan oleh masyarakat, namun dia masih mau menolong mereka..." ucap seorang istri dari seorang bangsawan muda yang sedang hamil.
"Benar sekali...akupun berharap, putriku yang masih kecil ini kelak akan menjadi wanita yang baik budi seperti putri Lea... sukur- sukur nasibnya seperti putri Lea.. baik hati dan di sayangi banyak orang..." kata seorang Wanita yang terlihat memiliki gadis manis yang masih kecil.
Mendengar perbincangan orang di sekitarnya, Pangeran Lingzhi terlihat tersenyum bahagia.
"Lea'er...semakin hari, kau semakin membuatku jatuh cinta dan tak ingin jauh darimu. aku akan berusaha agar secepatnya kau menjadi istriku..." seru pangeran Lingzhi dalam hati.
Namun beda dengan putri May Han yang kini semakin panas dan marah . dia semakin membenci Alea , dan bertekat untuk merebut Pangeran Lingzhi , atau membunuhnya sekalian.
"Dasar pe****r murahan...aku ingin melihat gimana rasanya melihatmu menangis karena kekasih tercinta mu membuangmu karena dia tergila- gila padaku. Lihat saja nanti...Pangeran Lingzhi akan menjadi milikku..." ucapnya dengan sombong. dia menatap pada pangeran Lingzhi yang menatap Alea penuh dengan cinta. Dan itu membuat putri May Han semakin marah dan iri.
Dia semakin mengepalkan tangannya hingga terlihat telapak tangannya terluka karena kuku panjangnya menekan telapak tangannya dengan keras .
Sedang Jendral Murong Han sangatlah bangga pada putri yang pernah dia benci karena fitnah.
"Tuanku..Lihatlah putri kita yang dulu sangat kau benci...dia membuat keluarga kita sangat bangga , aku bangga menjadi ibunya, walaupun dia tidak terlahir dari rahimku..." ucap Selir Zhena dengan bangga pada Jendral Murong Han yang berada di sisinya.
"Kau benar.. kita bangga memiliki putri seperti dia, dan apa yang kau lakukan dulu memang suatu kebenaran, Kau rela pergi dariku karena tidak tahan melihat penderitaan putri Lea karena kebodohanku..." ucap Jendral Murong Han dengan tatapan bangga pada Alea
"Baiklah karena permintaan darimu seperti itu... aku sebagai Raja kerajaan Long akan mengabulkan semua permintaanmu Putri Lea..." kata Raja Rueyan dengan tegas.
"Trimakasih Yang Mulia... kalua tidak ada lagi yang akan kita bahas, ijinkan hamba kembali ke kursi hamba yang mulia...?" ucap Alea sambil tersenyum.
"Hey...apakah kau tak ingin memeluk Ayahandamu...? bukankah kau telah menjadi putri permaisuriku, dan tentu saja kau kini menjadi putriku juga kan...?" ucap Raja Rueyan sambil merentangkan tangannya. Tentu saja Alea dan semua orang kaget melihat sikap sang raja yang terlihat begitu bangga pada Alea. dan Aleapun tak bisa menolak kebaikan Raja Rueyan di depan rakyatnya. dengan perasaan malu, Akhirnya Alea memeluk Raja Rueyan . Raja Rueyan mengusap kepala Alea dengan sayang, Aku bangga memiliki putri dan rakyat sepertimu nak..." ucap Raja Rueyan sambil mengusap kepala Alea dengan sayang.
Dan kalian pasti tahu apa yang terjadi pada pangeran Lingzhi. ingin rasanya dia menarik Alea dari pelukan Raja Rueyan .
Namun dia sadar, di mana dia sekarang berada , dan dia bisa melihat kalau Raja Rueyan memang tulus menyayangi Alea seperti putrinya sendiri .
Beda dengan putri May Han yang semakin cemburu dan marah, ingin rasanya dia menarik rambut Alea dan menginjak- injak wajahnya di bawah sepatunya.
"Dasar wanita murahan....selalu mencari perhatian orang.. " teriak Putri May dalam hati. apalagi melihat tatapan pangeran Lingzhi yang penuh kasih sayang pada Alea, kebencian dan dendam semakin membakar hatinya.
Akhirnya Acara di lanjutkan kembali. Alea meminta ijin pada Raja Rueyan untuk memeriksa Kakek Kaisar. dengan senang hati Raja mempersilahkan Alea untuk pergi kekamar Kakek Kaisar tua .
Alea pergi bersama Pangeran Lingzhi. ketika sampai di kamar Kaisar tua, terlihat orang tua itu sedang berbaring dengan tenang . Ketika mendengar pintu di buka , Kakek Kaisar tua membuka matanya.
"Kau datang gadis bau...kenapa baru sekarang kau kemari..." ucapnya kesal.
"Kakek sayang....bukankah Alea harus bertemu dengan Raja dan pernaisuri kek..." jawa. Alea sambil tersenyum lembut.
"Aku fjkir kau tak akan datang... seharusnya kau tadi langsung kemari..." ucap maisar tua dengan nada kesal.
"Bukankah Alea sekarang sudah ada di sini kek..." jawab Alea lembut.
"Kemana saja kau selama ini...kenapa aku tidak pernah melihatmu lagi setelah perjodohanmu di batalkan ..?" tanya kakek Kaisar tua sambil menatap Alea, sesang Alea terkejut, namun dia cepat membuat wajahnya biasa lagi . Dia segera mengambil Stetoskopnya untuk memeriksa Kaisar tua.
"Alea pergi ke kerajaan Shi Kek... untuk belajar di perguruan calang. ..." jawab Alea.
"Kau mampuh masuk keperguruan itu...?" tanya kaisar tua tak percaya.
"Hmm..." angguk Alea yang mukai melihat kesehatan jantung dan tekanan darah kaisar tua.
"Benarkah...?" kata Kakek tua tak percaya. Alea terkekeh melihat wajah Kaisar tua yang tak percaya kalau dia masuk perguruan Calang. Maklum lah , kalau melihat kemampuan Alea dulu, mana mungkin Alea bisa masuk kedalam perguruan calang.
__ADS_1
"Beneran kek...untuk apa Alea berbohong.." jawab Alea lagi.
Dia masih tak percaya omongan Alea.
"Apakah keputusanmu pergi ke perguruan Calang karena kau marah atas keputusan Putra Mahkota nak...?" kata kakek Kaisar menanyakan masalah perjodohan yang gagal itu.
"Bukan kek...Alea pergi ke perguruan Calang murni karena Alea ingin belajar di sana kek..." jawab Alea.
"Karena Alea sadar Putra mahkota dan Alea tidak berjodoh, apalagi sekarang Alea sudah memiliki calon suami ..." jawab Alea dengan wajah tenang.
"Apakah dia pria yang bersamamu kemaren...?" tanya kakek Kaisar pada Alea seperti bertanya pada sang cucu.
"Benar kek..." jawab Alea, terlihat semburat merah di wajahnya.
"Syukurlah...aku melihat dia sepertinya sangat mencintaimu, tidak seperti cucuku yang bodoh itu..." ucap Kakek Kasar dengan wajah kesal.
"Kakek...kakek tidak boleh marah lagi... kakek harus bersabar, nanti penyakit jantung kakek kambuh lagi lo..." kata Alea menakuti. walaupun Alea tahu kalau penyakit jantung kakek Kaisar sudah tidak membahayakan lagi. Kakek kasar tersenyum mendengar perkataan Alea. Alea segera meminta salah satu mahluk kontaknya untuk mengambilkan satu buah dari buah pohon kehidupan dan sebotol air kehidupan . botol di jaman itu adakah botol yang terbuat dari bahan tanah liat yang di poles dengan sangat baik dan halus sekali. sebenarnya di dalam ruang dimensi Alea ada botol terbuat dari bahan plastik atau beling, tapi Alea tidak berani memakainya takut mereka menjadi gempar melihat bentuk botol dari bahan tersebut. Setelah lauyan memberikan Pada Alea, Alea berpura - pura mengambilnya dari balik lengan bajunya.
"Kek...aku telah meminta pada sahabatku untuk mencarikan buah ini...nah sekarang kakek bisa memakan buah ini, dan air di dalam guci ini bisa kakek minum setelah kakek selesai makan buah ini...tapi Alea minta jangan di tunjukkan pada siapapun buah ini kek..kakek pasti tahu buah apa ini...?" kata Alea pada kakek Kaisar sambil memberikan buah pohon kehidupan dan air kehidupan. Melihat buah itu, Kakek Kaisar terkejut bukan main.
"i..ini...ini buah..." seru kakek Kaisar terkejut. semua orang yang seumuran kakek Kaisar dan orang berilmu pasti akan langsung tahu , buah apa yang telah Alea berikan padanya.
"Benar kek...ini buah dari pohon kehidupan, Alea telah memintakan buah itu dari teman Alea. karena itu kalau kakek nanti memakannya, jangan sampai ada yang tahu tentang buah itu kek... setelah kakek selesai makan buah itu dan minum air kehidupan, cobalah kakek berkutivasi untuk memperlancar peredaran darah di tubuh kakek, dan kesehatan kakek agar cepat pulih kembali...dan satu lagi kek..jangan terlaku banyak makan makanan yang mengandung banyak garam ..."kata Alea lembut.
"Baik tabib kecil kakek...kakek akan melakukan semua perintah tabib kecil kakek..." ucap kakek sambil tersenyum.
Alea tersenyum dan segera membenahi peralatannya.
"Tunggu Nak...apa itu...?" tanya Kaisar tua sambil menatap Alat di tangan Alea,
Yang ingin Alea masukkan kedalam cincin ruangnya .
"Oo ini...ini namanya stetoskop kek... alat ini untuk memeriksa jantung dan kesehatan kakek..." jawab Alea dengan tenang.
"Aku belum pernah melihat benda itu nak..." kata Kaisar tua lagi.
Alea agak bingung menjawab pertanyaan Kaisar tua.
"Ini Alat khusus milik Alea kek... " jawab Alea dengan harapan kakek Kaisar tidak bertanya lagi. dan ternyata harapan Alea terkabul.
Setelah agak Malam dan Alea sudah memeriksa Kaisar tua dan memberinya obat, Alea segera berpamitan Pada kakek Kaisar , Lalu segera kembali ke perjamuan bersama pangeran Lingzhi dan kedua pengawalnya yang sejak tadi menunggu Alea di depan kamar kakek Kaisar. Tanpa mereka sadari, Putra Mahkota Fang menatap mereka dengan wajah cemburu dan penyesalan yang besar. Ketika sampai di dalam perjamuan, Alea mengajak keluarganya untuk pulang. setelah berpamitan Pada kaisar dan permaisuri serta semua keluarga kerajaan , Alea dan keluarga pulang kembali ke Minsion milik Jendral Murong Han.
💖💖💖💖💖
Keesokan harinya ketika Alea dan Pangeran Lingzhi baru keluar dari ruang dimensi dan berjalan keluar untuk jalan- jalan di taman, Tiba- tiba mereka di kejutkan dengan kehebohan dari rumah selir Rolian yang kini di tinggali Putri May Han.
Terlihat beberapa pelayan hilir mudik ketempat putri May Han.
Begitu juga dengan Jendral Murong Han dan Selir Zhena yang pergi ke kediaman selir Rolia. dan seorang tabib juga datang kesana.
Saat mereka berjalan di taman yang menuju kediaman selir Rolia. Alea bertemu dengan beberapa pelayan.
"Ada apa bik...sepertinya ada sesuatu yang terjadi...?" tanya Alea yang sebenarnya sudah tahu apa yang terjadi.
"Celaka putri...terjadi sesuatu pada Putri May, wajah dan tubuh putri May tiba- tiba bengkak dan dia merasakan gatal sekali . Sepertinya putri May mengalami alergi.." ucap dayang tadi .
"Apa sudah di panggilan tabib...?" tanya Alea lagi.
"Sudah putri...baru saja tabib datang..." jawab pelayan itu dengan hormat.
"Ya sudah lanjutkan pekerjaanmu..." ucap Alea.
"Baik putri..hamba permisi..." pamit Pelayan itu dengan sopan.
"Pergilah..." jawab Alea. pelayan itu segera berjalan kearah kediaman putri May Han.
"Sayang...apakah Ayahmu tidak meminta pertolonganmu...?" tanya Pangeran Lingzhi lembut.
"Melihat karakter sifat sombong putri May Han, Dia tidak akan mau menerima pertolonganku...." jawab Alea dengan wajah cerah.
"Benarkah...? he he he..dia akan merasakan akibat dari kesombongan dan keangkuhannya .." ucap Pangeran Lingzhi sambil tertawa pelan .
Mereka berjalan ke arah kediaman putri May Han.
Sampai di sini dulu ya ceritanya. kita lanjut besok lagi. Jangan lupa like, komen dan votenya selaku author tunggu.
Terimakasih untuk semua perhatian kalian, terimakasih doa yang kalian kirimkan untuk kesehatan author. Terimakasih semua dukungan kalian,
__ADS_1
Sayang selalu untuk kalian semua.🙏🙏💖💖
Bersambung.