PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
PERESMIAN PUTRI MAHKOTA 1.


__ADS_3

Saat Alea mau masuk ke ruan dimensi tiba- tiba terdengar ketukan di pintunya kamarnya .


"Ya ..sebentar...?" jawab Alea sambil berjalan kearah pintu kamar. Perlahan dia membuka pintu itu dan terlihat wajah tampan dua bocil bersama Mimi berdiri di depannya. Mereka memakai baju bagus, dan kini hilang sudah wajah kampungan mereka.


"Hey..kalian ada di sini..? Dengan siapa kalian datang ...?" seru Alea sambil merentangkan tangannya memeluk mereka.


"Kami datang bersama ibu , bibi dan kak Zio.." jawab San Pai sambil melepas pelukan mereka. .


"Lalu di mana mereka...?" tanya Alea sambil menatap mereka.


"Mereka bersama Ayah dan bundanya Jiejie..." jawab San Pei lagi.


"Baiklah jiejie akan mandi dulu, kalian tunggu jiejie di sana , kak bawa mereka aku akan mandi dulu..." kata Alea pada Mimi. Kini Mimi adalah pengawal pribadi Alea bersama Zheng Bai .


"Baik Lea'er..." jawab Mimi. Mereka segera meninggalkan Alea. Setelah melihat mereka pergi , Alea segera masuk kedalam ruang dimensinya .


Tak lupa dia membawa beberapa susu yang memang sudah dia beli untuk harimau kecilnya. Ketika sampai di sana, Alea melihat ketiga harimau itu sedang bermain di bawah pohon kehidupan . sedang keempat mahluk kontraknya sedang duduk berkultivasi.


Perlahan Alea mendekati ketiga hewan kecil itu. Melihat kedatangan Alea ketiga mahluk kecil itu segera berlari kearah Alea. saat Alea duduk mereka berebut naik kepangkuan Alea.


"Hey, hey...kenapa kalian berebut...ayo Sini kalian duduk bersama. Nah sekarang kalian minum perlahan dari mangkok ya..?" ucap Alea sambil tertawa melihat mereka berdesakan dan saling berebut meminum susu dari mangkok yang di pegang Alea. Akea hanya bisa tertawa senang melihat tingkah mereka . Mendengar suara Alea, keempat mahluk kontrak Alea terbangun dari meditasinya, dan mendekat kearah Alea yang sedang memberi susu pada ketiga harimau kecil itu.


"Kau sudah datang Lea'er...?" kata Eagle dari belakang Alea.


"Maaf..aku mrngganggu kalian ya...?" jawab Alea pelan.


"Tidak masalah...apakah mereka sudah minum susu...?" lanjut Eagle.


"Sudah gege...oh ya gege...apakah kalian mau menemaniku di luar nanti malam, ..?" tanya Alea pada mereka.


"Gimana apakah kita akan mendampingi Lea'er di malam pesta peresmiannya menjadi putri mahkota...?" tanya Eagle pada Mereka bertiga.


"Lebih baik jangan dulu Lea'er...sebelum mereka yang mencelakaimu mendapat balasan . biar White dan Lauyan yang mendampingimu...?" usul Xiao Bai.


"Bagaimana apakah kalian setuju usulan gege Xiao Bai...?" tanya Alea pada semua mahluk kontraknya.


"Aku setuju usulan Xiao Bai, agar mereka tidak mengetahui kekuatanmu Lea'er..." ucap Eagle.


"Betul sekali..." ucap White dan Lauyan bersamaan .


"Oh ya gege..aku minta salah satu dari kalian bisa tidak menaburkan bubuk ini di wajah putri Lan Wen, dan sang ibu..Aku ingin memberi hadia pada wanita licik itu, biar dia rasaka. kimana rasanya memiliki wajah yang rusak.." kata Alea.


"apakah ini racun gatal seperti putri Asuya Lea'er...?" tanya Lauyan.


"Tidak...bubuk ini akan langsung bereaksi dalam dua hari setelah terkena kulit , dan si penderita tidak merasakan apa- apa namun efeknya akan membuat mereka kaget dan akan menghancurkan kesombongan mereka.


Dan yang bisa mongobatinya. hanya aku yang tahu.." jawab Alea sambil terkekeh. Mendengar kekehan Alea mereka bergidik.


Dan aku akan membuat mereka mengemis minta di sembuhkan, dan saat itulah mereka akan tahu rasanya hidup tak mau matipun tak rela .." ucap Alea dengan sinis. siapa suruh mereka berbuat jahat lebih dahulu.


"Baik aku yang akan pergi. aku akan memakai ilmu bayangan untuk mendekati dia .


"Baguslah gege... kalau begitu aku akan mandi dulu, aku takut mereka akan mencariku . dan tolong bantu aku membawa mereka..." ucap Alea sambil berdiri dan menunjuk dua harimau kecil yang sedang tertidur dengan dagunya . dia segera mengggendong salah satu harimau miliknya. Mereka segera memindahkan ketiga harimau kecil itu kedalam kamarnya. Setelah itu Alea segera pergi kekamarnya untuk mandi.


Ketika Alea baru saja keluar dari ruang dimensinya tiba- tiba terdengar ketukan di daun pintunya.


"Ya sebentar...!" jawab Alea. Dia segera berjalan kearah pintu kamarnya.


Ketika pintu terbuka, terlihat Mimi dan Zheng Bai berdiri bersama dua gadis yang masing- masing membawa sebuah kotak serta putri Yinhan juga bersama mereka.


"Hey putri cantik...kami membawakan baju ganti yang akan kau pakai nanti malam, dan kau tahu semua ini pemberian calon suamimu, dan dia akan menantimu di pesta..oh ya sayang mereka ini sekarang adalah pelayan setiamu, jadi mulai sekarang mereka akan membantumu dalam segala hal selain kakak cantikmu Mimi ini . Jadi mulai sekarang kau harus membiasakan diri bersama mereka. Dan kalian berdua harus selalu menjaga Tuan Putri kalian dengan baik kalau kalian tidak ingin membuat masalah pada Putra Mahkota, atau Putri Sendiri yang akan memberi pelajaran pada kalian..." ucap Putri Yinhan menakuti mereka.


"Hamba mengerti Putri..." jawab mereka berdua.


"Nach sekarang taruh barang itu di kamar tuan putri, dan kalian mulailah membantu tuan putri kalian berdandan.. buat Putri Alea secantik mungkin..." kata Putri Yinhan sambil tersenyum bahagia .


"Baik Putri..." jawab mereka patuh.


Setelah memberi arahan pada kedua pelayan Alea, Putri Yinhan segera berpamitan , Dia segera pergi meninggalkan mereka setelah mencium lembut pipi Alea..


"Kak Zheng..kau bisa istirahat di luar, dan kak Mimi bantu mereka meriasku, beri tahu mereka kebiasaan ku .." kata Alea sambil mengajak mereka masuk


"Baik Putri..." jawab Zheng Bai lalu pergi meninggalkan kamar Alea.


"Baik Putri .." jawab Mimi.


Mereka segera mengikuti Alea masuk kedalam kamarnya.


"Coba kalian lihat apa isi kotak pemberian Putra Mahkota..." perintah Alea. Mereka segera membuka kotak yang agak besar pemberian dari pangeran Lingzhi. Ternyata kotak itu berisi gaun malam yang sangat indah. Gaun berwarna putih bercampur merah dengan taburan mutiara dan berlian di gaun itu. Dengan kerah leher dengan model berdiri seperti model baju wanita eropa.


"Waaaa...putri..gaun ini cantik sekali.." seru Mimi dan juga kedua gadis itu.


"Apakah aku pantas memakai baju itu...?" tanya Alea.


"Pantas sekali Putri...!" seru Mimi dengan bahagia.


"Benar putri...anda akan terlihat cantik sekali memakai baju itu , Putri memakai baju sederhana saja sudah terlihat cantik, apalagi kalau memakai baku itu, pasti banyak pria yang akan patah hati nanti malam.." seru salah satu dayang yang kini menjadi dayang Alea.


Dan kotak satunya berisi sepatu warnah putih yang terlihat sangat indah. Serta satu kotak kecil yang berisi satu set perhiasan dari batu rubi .


Namun saat Alea mengangkat kotak itu, ternyata di bawanya ada sebuah kertas , ketika Alea membuka kertas itu ternyata surat Dari pangeran Lingzhi yang bertuliskan.


Gaun dan sepatu serta perhiasan ini untuk calon istri cantikku, Oakailah nanti malam , tapi demi menghormati nenek yang telah memberimu perhiasan, maka pakailah yang dari nenek , ..ingat aku menunggumu di pesta nanti malam.. sayang selalu untukmu.


Pangeran Lingzhi .


Membaca surat itu Alea tersenyum.


"Putri...apakah anda mau mandi sekarang...?" tanya salah satu dari kedua pelayan itu mengagetkan Alea .


"Tunggu...aku belum tahu siapa nama kalian berdua.." tanya Alea sambil menatap mereka berdua.


"Nama hamba Sella Putri..." ucap gadis manis berkulit kuning langsat.


"Hamba Gita Putri..." ucap gadis berkulit agak putih. Mereka berdua terlihat lembut dan ramah. Tapi aku belum tahu kepribadian mereka berdua.

__ADS_1


"Apa kalian masih memiliki orang tua..?" tanya Alea ramah.


"Hamba masih punya Putri . hamba juga masih memiliki dua orang adik yang masih kecil...tapi kalau Gita sudah tidak memiliki orang tua,..." jawab Sella.


"Gita..kau yatim piatu...? lalu dengan siapa kamu tinggal..? " tanya Alea.


"Benar hamba yatim piatu Yang Mulia , Setelah kedua orang tua hamba meninggal , hamba tinggal bersama kakek dan nenek serta adik hamba , mereka tinggal di desa yang tidak terlalu jauh dari kota.." jawab Gita.


"Apakah desa tempat tinggalmu jauh dari sini..?" tanya Alea sambil kembali tersenyum.


"Tidak terlalu jauh putri.." jawab Gita.


"Kalau kau Sella..di mana tempat tinggalmu, dan berapa tahun kalian sudah bekerja di sini...?" tanya Alea sambil kembali menatap Sella.


"Hamba tinggal di desa sebelah utara kerajaan putri, dan hamba sudah satu tahun yang lalu Putri, tapi kalau Gita hampir tuju bulan yang lalu masuk kesini . kami dari istana Ibu Suri. Beliaulah yang memerintahkan hamba untuk menjadi pelayan anda ketika putra mahkota ingin mencarikan anda pelayan ..." jawab Sella dengan kepala di tundukkan.


"Baiklah mulai sekarang kalian akan menemaniku di istana ini, dan kenalkan dia kakakku Mimi..kalian bisa menanyakan kesukaanku dan apa yang aku benci. Jadi kedepannya kalian tidak salah dalam melayaniku . ." ucap Alea dengan lembut.


"Hamba mengerti putri..." jawab Mereka berdua.


"Nach karena masih ada waktu, aku ingin berendam sebelum kalian mendandaniku..." ucap Alea .


"Hamba akan menyiapkan air hangat putri..." kata Gita lembut.


"Boleh..kalian berdua pergilah. Dan kau kak , tolong kau panggil kak Zheng Bai kemari sebentar.


"Baik Lea'er..." kata Mimi pada Alea.


Tak berapa lama terlihat Mimi telah datang kembali bersama Zheng Bai. Pria tampan itu berjalan mendekati Alea.


"Hanba Zheng Bai menghadap Putri..." ucap Zhenf Bai dengan hormat.


"Kak...apakah kau bisa menjadi seorang mata- mata...?" tanya Alea sambil menatap Zheng Bai.


"Apa itu mata- mata Putri..?" tanya Zheng Bai heran.


"Mata- mata itu , orang yang menyelidiki sesuatu untuk lita ketahui..." jawab Alea.


"Apa yang harus hamba lakukan Nona..?" tanya Zheng Bai .


"Kau besok cari tahu kehidupan mereka berdua, apa benar perkataan yang mereka ucapkan, kalau kau belum terlalu mengenal daerah ibu kota kerajaan Shi ini, maka kau bisa menanyakan pada Jihao, dan kau bisa mengataka apa yang tidak kau ketahui . Tapi kalau kakak mampu selesaikan sendiri tidak masalah. Selidiki mereka berdua .." perintah Alea.


"Baik Nona..." jawab Zhen Bai.


"Oh ya kalian nanti malam ikut bersama denganku , karena kalian harus selaku mengawasiku.." kata Alea pada mereka berdua. Sebenarnya Alea mengatakan itu bukan karena dia takut tanpa ada pengawal. Namun karena dia tidak ingin kedua orang terdekatnya ini hanya bisa berdiri di luar dengan pakaian pengawal saja. .


"Kami mengerti putri..." jawab mereka berdua bersama- sama.


Tak lama Gita dan Sella telah datang dan mengatakan air hangat untuk mandi sudah tersedia. Alea segara berjalan kekamar mandi. Setelah berendam agak lama, akhirnya Alea menyelesaikan ritual mandinya. dan setelah selesai mandi, mereka segera mendandani Alea . Alea yang sifatnya memang gadis sederhana , maka saat dia didandani pun dia meminta mereka untuk memberi sentuhan mike up yang sederhana saja. namun memng dasarnya wajah Alea terlalu cantik, saat dia hanya mendapat polesan yang natural, terlihat wajahnya sangat cantik menawan, keanggunan bak dewi terlihat di wajah Alea.


"Ya ampun putri...selama ini hamba tidak pernah melihat wajah secantik putri.. putri sungguh terlihat cantik , anggun, dan sangat berwibawa putri..." ucap Sella sambil menatap Alea penuh kekaguman.


"Tentu saja kau memujiku, bukankah kau pelayanku.." jawab Alea sambil tersenyum lembut.


"Tidak putri...selama hidup hamba , hamba baru sekarang melihat wanita secantik putri, dan hamba semakin bangga karena haba adalah pelayan putri .." ucap Sella masih tetap menatap Alea dengan penuh kekaguman .


"Ya dewa Putriiii...!" seru mereka berdua bersamaan.


"Ck.ck..kalian ini...sudah, sudah...ayo ambilkan aku sepatunya, dan kau kakak tolong ambilkan perhiasan yang ada di dalam kotak merah di dalam almariku.." kata Alea memerintah.


"Baik Putri...!" seru mereka bersamaan.


Ternyata prhiasan dari Ibu Suri adalah satu set perhiasan dari berlian yang tampak sederhana indah dan elegan .


Dan saat di pakai oleh Alea, maka terlihat menambah keanggunan dan berwibawah


"Ya ampun Putri...hamba tak akan bosan- bosan memuji putri..." kata Sella lagi .


"Ist kau ini...sudah- sudah, sekarang kalian berdua harus gati baju dan ikut aku pergi kepesta.


"Tapi putri...mana mngkin kami berani mengganti baju hamba putri.." jawab mereka serempak,


"Hey..siapa atasan kalian...aku tak mau ada protes lagi. kak..ambilkan mereka baju yang ada di almari bagian bawah, dan berikan pada mereka, serta baju yang ada di samping itu, milik kakak. ayo cepat kalian ganti, atau aku akan mengembalikan kalian ke tempat kalian sebelumnya..." kata Alea tegas.


Mumi segera mengambil baju yang di katakan Alea, dia segera memberikan baju itu pada mereka berdua.


Dengan wajah takut dan terpaksa mereka menerima baju yang di berikan Mimi pada mereka. setelah itu mereka segera membalikkan badan mereka dan keluar dari kamar Alea.


"Jangan terlalu lama ganti bajunya..." seru Alea dari dalam kamarnya.


"Kak..kau ganti baju saja di kamar mandi, tidak usah kembali kekamarmu. Apa di sini sudah ada kamar untukmu...?" tanya Alea.


"Sudah Lea'er..kamar untuk tuan Zheng Bai juga sudah ada. dan sepertinya tuan Lian Han juga ingin tinggal di sini , aku mendengar dia tadi berkata pada Ayah Murong Han..." kata Mimi .


"Kak...Bukankah kau sekarang sudah menjadi anak angkat Ayah Murong Han, kenapa kau masih memanggil gege Lian Han tuan muda...?" tanya Alea.


"Aku sudah terbiasa Lea'er..." jawab Mimi dari kamar mandi.


"Ubahlah panggilan mu itu..kau bisa memanggilku Lea'er, pada Ayah Kau bisa memanggil Ayah, kenapa pada kakak tidak...?" tanya Alea lagi.


"Maaf Lea'er...aku masih merasa takut dan canggung jika menyebut dengan panggilan lain,.." jawab Mimi.


"Panggil saja dia kak Lian...agar kau tak terlalu canggung..." ucap Alea lagi.


"Baiklah akan aku usahakan..." jawab Mimi.


Tak lama Mimi keluar dari kamar mandi Alea. dia telah memakai Pakaian pemberian dari Alea. kini Mimi tidak lagi terlihat seperti seorang pengawal. dia terlihat cantik dan anggun.


"Nach..begitu baru kakakku..." goda Alea pada Mimi.


"Emang selama ini hamba bukan kakak Putri...?" kata Mimi memprotes.


"Ia kakakku, cuma yang sekarang lain, kalau sekarang lihat sendiri penampilan kakak di kaca..." ucap Alea sambil menarik Mimi kedepan kaca. melihat penampilannya sekarang , Mimi jadi kaget.


"Ini hamba putri...?" tanya Mimi tak percaya.

__ADS_1


"Bukan, tetangga..! ya iyalah kak...itu memang kakak...!" ucap Alea gemas.


"Sini kakak aku dandani...!" seru Alea.


"O..tidak, tidak...mana mungkin anda bisa merias wajahku , untuk menyisir rambut sendiri saja anda tidak bisa..." kata Mimi. mendengar perkataan Mimi Alea bukannya marah malah terkekeh.


"he he..iya sich kak...ist..jangan membuka rahasia dong kak.he he he " terdengar kekehan Alea saat melihat mimi ikut tertawa. akhirnya Mimi merias dirinya sendiri. tak lama Terlihat kedua gadis pelayan Alea datang dengan pakaian sederhana tapi cukup mewah buat mereka berdua. Mereka mendekati Alea.


"Nach...itu baru pelayanku...!" seru Alea gembira. Terlihat mereka tersipu malu.


"Dan ingat saat nanti ketika di pesta ada yang butuh bantuan kalian, kalian tidak boleh diam saja. bantu mereka semampuh kalian, tidak usa meminta ijin padaku, tapi ingat semampu kalian...kalau memang kalian tidak mampuh jangan memaksa, atau ada orang - orang yang meminta tolong tidak wajar, tolak mereka, kalian adalah pelayan kerajaan ini bukan pelayan mereka . dan satu lagi , jangan membuat kerajaan ini malu mengerti..." kata Alea lembut tapi tegas.


"Kami mengerti Putri..." jawab mereka serempak.


"Ya sudah ayo kita keluar, mungkin kita sudah di tunggu oleh mereka..." kata Alea mengajak mereka keluar kamarnya.


Mereka segera menuju keruang keluarga. dan di sana mereka telah di nanti oleh Keluarga Jendral Murong Han namun saat nyonya Zio dan nyonya San di ajak mereka memilih tinggal di istana Alea. bersama dua bocil yang takut mendatangi pesta. Akhirnya Alea pergi bersama keluarga dan pengawalnya.


Sedangkan keluarga Mentri keuangan telah sampai di gerbang kerajaan. mereka sedikit heran karena istana terlihat meriah.


"Ayah...kenapa ramai banget..? apa makan malamnya bukan hanya kita Yah..?' tanya putri Lan Wen.


"Benar suamiku...kok terlihat tamunya banyak..." tanya sang istri .


"Ayah juga tidak tahu sebab di dalam undangan hanya mencantumkan makan malam bersama.." jawab sang Ayah.


"Ya sudah kita masuk saja dulu... kita lihat ada apa sebenarnya..." lanjut tuan Lan Tou Su . Saat akanasuk mereka di hadang penjaga. Mereka segera menunjukkan surat undangan dari kerajaan pada penjaga. ketika sampai di dalam istana , mereka terkejut saat melihat kalau di dalam ruang perjamuan ternyata bukan hanya mereka yang berada di sana, tapi banyak tamu dari beberapa kerajaan yang ada di benua barat itu. Mereka tak bisa menyembunyikan rasa terkejut mereka saat melihat para tamu yang datang. namun apa boleh buat akhirnya mereka bergabung dengan para tamu .


Sedang Para Raja dari empat kerajaan sudah mulai datang, dari kerajaan Long Rajanya sendiri serta permaisuri dan Putra Mahkota serta Putri dan putra Raja Ruehan yang datang, juga kerajaan Li , Raja, permaisuri serta Putra dan Putrinya juga datang, tak luput pula Raja kerajaan We juga datang yaitu Raja dan Permaisuri serta Putri Asuya dan putra Mahkota yang sudahh menikah , dia datang bersama sang istri . Serta beberapa putra dan putri lainnya . namun terlihat Putri Asuya memakai cadar.


Dan juga banyak pembesar serta Mentri kerajaan Shi yang sudah hadir.


Tak ketinggalan Perdana Mentri Heng juga sudah hadir di sana. saat itulah terdengar kasim berkata kalau Jendral Murong Han dan keluarga memasuki ruang perjamuan. tak lama terlihat Jendral Murong Han brsama selir dan putra- putrinya memasuki ruang perjamuan. . Melihat sang sahabat datang perdana mentri Heng mendekat.


"Kau baru datang sobat...." kata Perdana Mentri Heng menyapa Jendral Murong Han dengan hangat.


"Kau tahu sendiri, bagaimana lama para kaum Wanita berdandan..." jawab Jendral Murong Han sambil menatap Selir dan Putrinya.


Sedang Alea dan sang Selir hanya tersenyum lembut.


"Selamat Malam Ayah , Bunda..." sapa Alea sambil menunduk memberi hormat pada Keluarga Perdana Mentri yang merupakan keluarga angkatnya . lalu berjalan memeluk istri Perdana Mentri Heng.


"Selamat malam juga nak...apakah kau hanya memeluk Bundamu..?" ucap Perdana Mentri Heng Iri.


Mendengar ucapan Perdana Mentri Heng Alea segera berjalan mendekati perdana Mentri Heng lalu memeluk Pria Paruh baya itu dengan sayang.


"Ternyata Ayah tidak mau kalah dengan Bunda..." seru Sauki dengan tertawa.


"Jelaslah...Dia Putriku, mana mau aku di bedakan..." ucap Mentri Heng sambil cemberut .


Mendengar perkataan sang Ayah Saiki terkekeh.


"Apa kabar Lea'er ...?" sapa Quiro.


"Baik , Bagaimana kabar kalian berdua..?" tanya Alea sambil tersenyum lembut.


"Kami baik- baik saja Lea'er..." jawab Quiro.


Dan tanpa mereka sadari perhatian semua orang ada pada Alea, yang terlihat malam ini bagai bungah di antara bebatuan. terlihat wajah yang teramat cantik, anggun dan berwibawah. dan tanpa Alea sadari di setiap langkahnya tampak menunjukkan keanggunan seorang Ratu. banyak Para pemuda yang menatap penuh pesona. tak terkecuali pria tampan Putra Mahkota kerajaan Li tang belum pernah bertemu dengan Alea. pria dingin itu terpanah menatap wajah Alea yang terlihat sangat rupawan.


"Kim...Siapa gadis yang teramat cantik itu...sepertinya aku belum pernah bertemu dengannya..?" ucap Pangeran Yosan putra Raja Victor dari kerajaan Li .


"Hamba juga tidak tahu Yang Mulia.. tapi hamba pernah dengar kalau calon putra Mahkota Lingzhi gadis yang teramat cantik dan jenius sekali . Dan katanya dia juga seorang gadis yang teramat pandai di dalam pengobatan . tapi hamba belum pernah tahu tentang gadis itu, mungkin dia yang di maksud rumor Pangeran .." jawab Kim si pengawal Putra Mahkota kerajaan Li .


"Apaa...dia Milik Pangeran Lingzhi...?" seru Pangeran Yosan kaget.


Dan tak jauh dari tempat Pangeran Yosan terlihat Putri Lan Wen sedang berbicara dengan temannya. Dia merasa marah saat seseorang sedang memuji Alea, Apalagi dia juga putra mahkota kerajaan Lain.


"Hamba hanya menduganya Pangeran.." jawab sang Pengawal.


dan Putri Lea segera menatap kearah Alea yang sedang bercanda dan bercakap- cakap dengan keluargamu dan keluarga Perdana Mentri Heng .


Putri Lan semakin marah ketika melihat keakrapan Alea dengan beberapa tamu yang sengaja menyapanya . tak lama terlihat Putri Lan Lan datang bersama kedua orang tuanya. Ketika mereka masuk terlihat wajah yang angkuh dan sombong sudah tercetak di wajah Putri Lan Lan.


Sedang Alea wajahnya tidak melihat kedatangan Putri Lanlan , karena pandangannya terfokus pada seorang gadis yang sedang bersama kedua orang tuanya dan sepasang suami istri.


"Gege...apakah kau tahu gadis yang bercadar itu, apakah dia Putri Asuya...?" tanya Alea pada Lauyan yang bertengger dengan manis di pundak Alea. dan sejak tadipun banyak para tamu yang terlihat sangat gemas pada burung bercorak kuning keemasan dan ada sedikit warna merahnya.


"Ha ha ha...itu memang dia Lea'er...ternyata racunmu sudah mulai bereaksi...!" seru Lauyan sambil tertawa.


"Kau tertawa karena gadis bercadar itu, tapi lihatlah gadis berbaju hijau bersama ibunya yang ada di sebelah utara itu, Lihatlah Mata mereka saat memandang Lea'er kita. ingin rasanya aku menghabisi mereka sekarang juga. Aku tahu sepertinya banyak rencana busuk ada di dalam pikirannya yang kotor itu..." ucap White dengan nada marah.


"Lea'er...apa boleh aku menaburkan bubuk itu di atas badannya sekarang ...?" tanya Lauyan pada Alea.


"Apakah tidak terkena orang lain gege..." jawab Alea.


"Aku pastikan tidak akan terkena yang lainnya Lea'er..." jawab Lauyan.


"Terserah gege, tapi hati- hati gege...aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu.." jawab Alea.


"Pasti Lea'er...aku masih ingin bersama denganmu, dan putra - putri mu kelak..." goda Lauyan sambil tertawa.


"Gegee...!" seru Alea kesal. terlihat wajahnya memerah karena ucapan Lauyan, tapi dia tak bisa membalas perbuatan Lauyan. dan tanpa sepengetahuan para tamu, lauyan terbang mendekati Ibu dan anak yang masih menatap Alea penuh kebencian.


dan tanpa mereka sadari karena memakai ilmu menghilang seekor burung kecil terbang mendekati Kedua wanita itu. setelah dekat dia menaburkan bubuk yang tak berwarna , bening dan tak berbau ketubuh kedua perempuan itu. Setelah itu burung itu kembali duduk dengan manis di pundak Alea.


Tak berapa lama terdengar kasim mengatakan kalau Raja Ring Kyu dan keluarga telah tiba . dan tak lama terlihat Raja Rong Kyu dan permaisuri yang sedang menggandeng ibu Suri yang berjalan perlahan, serta di lanjutkan di belakang mereka, Pangeran Lingzhi serta para selir dan putra putri Raja Rong Kyu memasuki ruangan. Setelah mendudukkan Ibu Suri, Raja dan Permaisuri duduk di singasananya begitu pula dengan para Pangeran dan Putri juga para selir . juga duduk di temapat yang sudah di sediakan untuk mereka.


Terlihat wajah Putra Mahkota Lingzhi sangat ceriah ,Tampan dan gagah serta berwibawah . Terlihat mata kelammya mencari seseorang. saat melihat keberadaan Alea yang berada di antara saudara kandung dan saudara angkatnya, wajahnya terlihat kesal.


Apalagi melihat banyak pasang mata menatap kearah gadisnya. rasanya dia ingin membawa Alea pergi dari perjuangan ini.


"Ist...dasar gadis nakal...kenapa dia merias wajahnya secantik itu sich...pasti wajah itu sudah menjadi pusat tatapan mata pria - pria yang ada di ruangan ini..Tahu gitu biar dia tadi jalan bersama kami saja .."umpat Pangeran Lingzhi dalam hati. Rasanya dia tak rela Alea menjadi pusat perhatian para pria yang ada di ruangan ini.


Sekian dulu ceritanya ya jangan lupa Like, vote, dan komennya aku tunggu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2