
Terlihat wajah kebimbangan di wajah laki- laki itu. Ada ketakutan dan kekawatiran di wajah jahatnya.
"Apa kalian akan membiarkan aku pergi jika aku mengatakan siapa yang ingin membunuhmu..." tanya pria itu sambil menatap Alea dengan wajah terlihat ragu.
"Apakah ada pilihan lain untukmu..? Jikapun kau tidak mengatakan padaku, masih ada cara lain bagi kami, tapi ingat aku akan membuat hidup keluargamu sengsara, aku pastikan itu .. karena aku yakin kalau orang yang menyuruhmu tahu kalau kau gagal, pasti dia akan menyuruh orang lain kembali membunuhku. Tapi gimana dengan keluargamu...?" jawab Alea tenang. Terlihat wajah pria itu memucat.
"Jangan...tolong jangan kau apa- apakan mereka..mereka tidak bersalah, mereka tidak mengetahui pekerjaanku yang sebenarnya. Aku mohon nona..kau boleh menghukumku,atau membunuhku tapi tolong jangan kau sakiti mereka..." ucap pria itu dengan wajah terlihat ketakutan dan sedih.
"Hmm...ternyata kau baik dan sayang pada keluargamu ya..? Lalu kenapa kau memberi makan keluargamu dari hasil kejahatan , dari hasil membunuh orang. Apa kau tak berfikir kalau orang yang kau bunuh juga memiliki keluarga, apakah keluarganya tidak bersedih kalau kau membunuh salah satu kerabat mereka..?" ucap Alea dengan nada terlihat sangat marah.
"Maafkan aku nona...aku salah, tolong jangan kau lukai keluargaku...Aku Lanting akan bertobat, aku bersumpah akan berbuat baik di dalam hidupku..!" serunya dengan wajah penyesalan.
"Ha ha ha...kau fikir aku akan memaafkan dirimu..nach sekarang katakan padaku , siapa orang yang telah berani menyuruhmu membunuhku..?" ucap Alea sambil menatap pria itu sinis.
"Istri Mentri keuangan kerajaan Shi.." kata pria yang bernama Lanting itu perlahan.
"Apaa...istri mentri keuangan...?bukankah itu ibunya si Lan Wen...?" seru Alea kaget. Pria itu hanya menganggukkan kepalanya.
"Ck...si Lan Wen...ternyata ibunya ambisi juga.." ucap Alea dengan wajah dinginnya. Dia tak pernah menyangka kalau wanita itu dan puyrinya terlalu berambisi untuk menjadi permausuri .
Alea berdiri dari duduknya dan berkata pelan.
"Sekarang terserah kalian, mau kalian apakan pria itu, ..." kata Alea sambil berjalan menjauh. Mendengar perkataan Alea, Lian Han , Zhen Bai serta pangeran Huang dan lainnya membawa pria itu keluar dari ruangan itu. Sedang Alea terlihat termangu di depan pintu, tanoa berkeibginan untuk keluar. tak lama dia mendekati dua murid perempuan Tiangzi yang ada di sana.
"Kak...kalian berdua tidur saja di sini, biar para lelaki yang tidur di rumah sebelah, aku fikir rumah itu lebih besar dari rumah ini, jadi cukup untuk para pria.." kata Alea pada mereka berdua.
"Baik Putri..." jawab mereka.
"Jangan memanggikku putri...panggil namaku saja..." kata Alea.
"Mana mungkin ketua...kami tidak berani selancang itu..." jawab salah satu dari mereka sambil menunduk.
"Bukankah aku yang meminta kalian memanggilku seperti itu..." ucap Alea lagi. Mendengar perkataan Alea mereka berdua saling berpandamgan.
"Bagaimana kalau kami memanggil anda nona..." jawab salah satu dari mereka sambil menunduk.
"Baiklah kalua itu mau kalian..tapi aku minta santailah sikap kalian itu...jangan terlalu formal padaku..oh ya nama kalian siapa...?" tanya Alea sambil tersenyum lembut.
"Hamba Longya Nona..." ucap gadis yang berkulit putih dan terlihat ramah.
"Hamba Cindy Nona..." jawab yang satunya.
"Ck..dasar kalian ya...aku sudah bilang , jangan terlalu formal dan kaku seperti itu padaku, aku ini teman kalian, jangan mengucapkan kata hamba , kata- kata seperti itu akan memperlihatkan ada jarak di antara kita, aku tidak suka itu.." kata Alea lagi.
"Baik..kami mengerti nona..." jawab mereka serempak.
"Baiklah, sekarang kalian bisa istirahat . karena kamarnya hanya ada dua, kalian bisa tidur satu kamar untuk dua orang..." kata Alea dengan wajah tenang.
"Lalu kau Hanpey..." seru Xio Wei dan Xio Yixing bersamaan.
"Lalu anda Nona..." kata Cindy dan Longya bersamaan pula.
"Aku gampang..aku masih mau jalan- jalan, kalau aku ingin tidur, aku bisa masuk kekamar kak Xio bersaudara..." jawab Alea sambil tersenyum dengan tenang. Mendengar perkataan Alea. Mereka berempat akhirnya pamit masuk kekamar masing- masing. Setelah melihat mereka masuk, Alea melihat sebentar keluar. Setelah dilihat gege dan yang lain sudah masuk ke rumah penginapan mereka, Alea segera menutup pintu rumah. Dia masuk kedalam ruang dimensi. Ketika sampai di sana Alea bisa melihat keempat mahluk kontraknya sedang bersama dengan ketiga harimau kecil . saat mereka melihat Alea, Xiao Bai yang dingin berucap.
"Lea'er lihatlah tiga binatang kecil ini . andai mereka berada di tangan yang salah, apa jadinya mereka nanti.." ucap Xiao Bai sambil melihat tiga anak harimau Feng itu.
"Benar gege..maafkan aku yang sempat ragu..." jawab Alea sambil duduk di tengah- tengah anak harimau yang sedang bermain- main. Dia membawa salah satu harimau itu keatas pangkuannya.
"Kita memberi makan apa pada mereka..?" tanya Alea.
"Sementara ini kita beri saja air kehidupan, sampai kita keluar dari dunia kecil ini dan bisa membelikan susu buat mereka..." kata Eagle .
"Eh tunggu gege..sepertinya aku punya susu di ruang pendingin, kapan hari aku membeli untuk membuat kue banyak sekali ..." seru Alea sambil menaruh harimau yang ada di pangkuannya ketanah, lalu dia segera berdiri dan lari kedalam istana miliknya. Sampai di sana dia masuk kedalam ruang pendingin yang memang sangat dingin. Setelah mencari sebentar dia melihat beberapa botol susu murni di pojok ruangan. dia mengambil satu botol susu yang ada di pojok ruangan itu . Setelah yang di butuhkan sudah dia dapatkan, Dia segera keluar dan menutup kembali ruang pendingin . Dia mengambil cawan dan sendok , dan segera kembali ke bawah pohon kehidupan.
Dia segera menaruh sedikit susu ke dalam cawan yang dia bawa. Lalu dia taruh di depan ketiga harimau kecil itu. Tapi ternyata mereka belum mengerti. Perlahan Alea mengangkat salah satu harimau itu, dan menyuapi susu sedikit- demi sedikit kemulut anak harimau itu. Dan dengan telaten akhirnya semua anak harimau sudah mendapatkan minum susu. Setelah meminum susu ketiga binatang itu tidur di pangkuan Alea.
"Gege..di mana kita menempatkan mereka..?" tanya Alea pada keempat mahluk kontraknya.
"Kami membuatkan tempat tidur mereka di sebelah ruang obat Lea'er.." ucap Eagle sambil menunjuk pada sebuah bangunan kecil yang berada tidak terlalu jauh dari mereka duduk.
"Aah...ide yang bagus...coba aku lihat dalamnya..." seru Alea sambil membaringkan perlahan anak harimau itu di atas rumput. Setelah itu dia berjalan mendekati bangunan yang di buat oleh keempat mahluk kontraknya .
"Keren...." ucap Alea tanpa sadar .
"Keren...?" tanya keempatnya hampir bersamaan.
"Maksudku bagus banget gege..." jawab Alea sambil melihat isi bangunan kecil itu. Bangunan itu setinggi orang dewasa dan memiliki luas ruangan sekitar dua meter. Dan fi dalamnya diisi kasuran empuk untuk mereka tidur.
"Kami hanya bisa membuatkan seperti itu Lea'er.." kata Eagle.
"Gege..ini sudah sangat bagus,.." jawab Alea. Mendengar pujian Alea, mereka tersenyum puas. Setelah puas melihat , Alea segera keluar dari ruangan anak harimau itu.
"Lalu giman kabar para serigala hitam ..? Di mana mereka sekarang...?" tanya Alea.
"Mereka ada di balik bukit Lea'er..." jawab Xiao Bai.
"Aku ingin melihat mereka gege.." kata Alea.
"Ayo aku antar naiklah ke punggungku Lea'er..." jawab xiao Bai sambil berubah menjadi rubah ekor sembilan..Alea segera naik keatas tubuh Xiao Bai dengan cepat.
Merekapun segera pergi bersama menuju tempat srigala di balik bukit.
Ketika sampai di sana Alea melihat para rubah sedang beristirahat dengan tenang.
"Sedang apa mereka Bai ge..." tanya Alea sambil melihat mereka yang sedang istirahat.
__ADS_1
"Mereka baru saja aku latih..." jawab Xiao Bai dengan tenang.
"Memang mereka bisa di latih...?" tanya Alea heran.
"Tentu saja.." jawab Xiao Bai dengan wajah serius. Alea segera turun dari tubuh Xiao Bai ketika sudah berada di dekat para Serigala itu. Xiao Bai pun berubah menjadi manusia lagi . Melihat kedatangan Alea dan Xiao Bai , tiba- tiba mereka melolong dengan pelan dan badan mereka merunduk semua seperti sedang memberi hormat pada Alea dan Xiao Bai.
"Ya sudah salam kalian aku terima, berdirilah..." kata Alea sambil tersenyum.
"Nach sekarang kalian sudah sehat semua. Apakah kalian masih ingin mengikutiku..atau kalian ingin kembali ke keluarga kalian sendiri...?" tanya Alea dengan wajah bersahabat.
Terdengar lolongan mereka dengan nada pelan ,
"Apa kata mereka gege...?" tanya Alea.
"Mereka masih ingin mengikuti dirimu Lea'er..." jawab Xiao Bai sambil tersenyum. Melihat senyum Xiao Bai Alea terkekeh pelan. ide jahil mulai keluar dari kepalanya.
"Hey..ada apa ...? kenapa kau tertawa...?" tanya Xiao Bai curiga.
"Tidak...cuma aku berfikir, kenapa gege tampanku ini selalu memperlihatkan wajah kejam dan sadis . apa gege tidak tahu, kalau saat gege tersenyum seperti itu, kau terlihat sangay tampan dan imut..." goda Alea sambil kembali terkekeh. Lalu pergi meninggalkan Xiao Bai yang kaget dengan ucapan Alea. Setelah sadar dia melihat Alea sudah berlari meninggalkannya sambil berteriak pada para serigala.
"Kalian berlatihlah dengan rajin jika ingin terus mengikutiku, dan hilangkan sifat licik dam serakah pada diri kalian..!" seru Alea dari kejauhan.
"Lea'eeeer... .!" seru Xiao Bai gemas, dia segera mengejar Alea yang sudah berlari cepat meninggalkan dia untuk kembali ke istana miliknya .
Ketika Xiao Bai sampai di istana, ternyata Alea sudah pergi dari ruang dimensi.
"Di mana gadis nakal itu...?" tanya Xiao Bai sambil menahan kesal dan gemas.
"Kau mencari Lea'er...?" tanya Lauyan.
"Siapa lagi.." jawab Xiao Bai .
"Kenapa...? Kau di jahili lagi...?" kata Lauyan sambil tertawa.
"Baru sekarang aku mendapatkan master sejahil dia..." jawab Xiao Bai .
"Karena itulah kita sangat menyayangi dia, dia bagai sebuah matahari di kehidupan kita.." kata White yang telah berdiri di sebelah mereka.
"Karena itu kita akan selaku melindungi dia, menjaga kebahagiaannya..." kata Eagle yang juga bergabung.
"Benar...dia bagai matahari di dalam kehidupan kita..." ucap Xiao Bai sambil tersenyum mengingat keusilan Alea.
Sedang orang yang sedang di bicarakan oleh keempat mahluk kontraknya kini sedang berbaring di ruangan depan sendirian . Dia tidur di ruangan itu setelah keluar dari ruang dimensi. Namun karena tidak bisa tidur akhirnya dia mengambil sikap lotus dan bermeditasi.
Entah kenapa dia merasakan kerinduan terhadap sosok pangeran Lingzhi. Mungkin karena pangeran Lingzhi yang selalu menempel padanya, membuat dia terbiasa dengan kehadiran Pangeran tampan nan dingin itu.
"Aah...ada apa denganku...kenapa aku teringat wajah si balok es itu sich...apa ini yang namanya rindu...? Is menyebalkan."
seru Alea uring- uringan sendiri. dia balik kanan balik kiri,
"apa ini karena tempat tidurnya dari batu ya..? nggak juga sich.. aku tidur di atas pohon aja nggak masalah ..? aaahk...sial, sial...kenapa jadi begini sich..." ucap Alea pelan. akhirnya dia duduk lotus dan memusatkan fikiran untuk berkultivasi, pertama dia tidak bisa konsentrasi, namun Akhirnya mampu juga dia memusatkan pikirannya .
"Aaah...masih beberapa hari lagi kau baru pulang sayang...." seru Pangeran Lingzhi sambil memeluk bantal . Rasanya hatinya ingin meledak dalam kerinduan. maklum satu hari saja tidak bertemu dengan Alea dia tidak tahan, dan sekarang hampir empat bulan dengan kerinduan semakin menyiksanya.
Mungkin karena kegelisahan pangeran Lingzhi itu , hingga Alea merasakan. keresahan di dunia kecil. dasar Pangeran yang terkena penyakit bucin akut 🤣🤣.
Kini hari telah pagi, walaupun semalam tidak bisa tidur, namun matanya tidak bisa di pejamkan . setiap matanya terpejam pasti wajah sang kekasih yang ada di fikirannya. Akhirnya Pangeran Lingzhi segera bangun dari tempat tidurnya. Dia mandi dengan air dingin untuk menghilangkan kerinduan di hatinya. Setelah selesai mandi dan ganti baju di temani oleh sang kasim, Pangeran Lingzhi segera pergi kerumah sang Ayah .
Ketika sampai di sana ternyata Ayah dan bundanya serta beberapa putri dan pangeran sudah kumpul semua untuk makan bersama.
"Kenapa kau baru datang nak...?" tanya sang Bunda setelah pangeran Lingzhi duduk di sebelahnya.
"Putra Mahkota...kenapa kau duduk di sana..?" tanya sang Ayah. karena tempat duduk Pangeran Lingsi di sebelah kanan sang Ayah.
"Maaf Ayah..hamba ingin duduk dekat Bunda.." jawab Pangeran Lingzhi lesuh.
"Ada apa denganmu Putraku..." tanya Raja Rong Kyu ketika melihat Putra mahkota terlihat lesuh dan sedih .
"Tidak ada Ayah..." jawab Pangeran Lingzhi dengan wajah lesuh . melihat tingkah pangeran Lingzhi Raja Rong Kyu sebenarnya ingin tertawa keras. dia tahu sang putra sedang merindukan kekasihnya. yaitu Putri Lea atau tabib Hanpey. namun karena merasa kasihan Raja Rong Kyu menahan tawanya.
"Bukankah dia akan pulang beberapa hari lagi Nak..." kata sang Raja sambil tersenyum. sedangkan sang adik ketika mendengar perkataan sang Ayah baru sadar kenapa wajah kakak tertuw meteka yang biasanya memang dingin, sekarang semakin dingin. Mereka baru sadar , kenapa sang Putra Mahkota bersikap seperti itu.
"Gege...hanya beberapa hari lagi Jiejie Alea juga akan datang, kenapa gege lesu begitu...?" tanya Sora menggoda .
"Kau anak kecil tidak tahu urusan orang dewasa , jangan ikut campur.." seru Pangeran Lingzhi marah.
"He he he..kalau soal hati yang lagi rindu aku juga tahu gege.." ucap putri Sora.
Mendengar ucapan sang adik, mata pangeran Lingzhi mendelik. sedang pangeran dan putri yang lain hanya sekuat tenaga menahan tawa.
"Oh ya gege...aku mau tanya , apa gege setela dunia kecil selesai, gege mau menikah dengan putri Lan Wen..?" tanya Putri Yin Yi mengagetkan semua orang yang ada di meja makan.
"Sembarangan...ngomong apa kamu...!" seru Pangeran Lingzhi dengan marah.
"Aku bukan ngomong sembarangan gege..Bundanya putri Lan Wen yang bilang seperti itu ketika kami bertemu di rumahnya si Cinlu putri mentri Hu.. kalau kau tak percaya banyak saksinya, saat itu ada ibu si Cinlu, ada Lui juga banyak ibu- ibu . dia bilang setelah putri Lan Wen pulang dari dunia kecil, kalian akan segera bertunangan dan menikah dan katanya Bunda permaisuri juga sudah tahu dan setuju dengan perjodohan itu..." kata Putri Yin Yi. Mendengar omongan Yin Yi permaisuri sampai tersendak.
"Hey...kapan aku menyetujui perjodohan itu , setelah pertunanganmu dengan Putri Lea, Bunda belum pernah bertemu dengan dia . apalagi bilang menyetujui perjodohanmu dengan putrinya . ist..ada - ada saja si nyonya Lan, sungguh bunda tidak ngomong kalau bunda setuju... kalian tahu sendiri kalau Bunda lebih menyayangi putri Lea daripada si Lan Wen yang manja itu.. kau juga tahu kalau Bunda malah menyuruhmu mendekati putri Lea.." ucap Permaisuri marah. Semua orang yang ada di meja makan terdiam.
"Saat itupun aku sudah bilang pada nyonya Lan, kalau gege sudah bertunangan dengan Jiejie Alea, tapi beliau bilang .Aah...itu hanya kebohongan gegemu saja agar putriku Lan Wen cemburu...dia bilang seperti itu gege , katanya gege hanya memperalat Jiejie Alea, untuk membuat putri Lan Wen cemburu, katanya setelah ke pulangan putri Lan Wen dari dunia kecil gege akan meminang dan menikah dengan putri Lan Wen. Dia mengucapkan itu di depan banyak orang gege...gege apa benar ucapan nyonya Lan ...?aku lebih suka kalau gege mendapatkan putri Alea dari pada si Lan Wen yang manja itu,..." ucap Putri Yin Yi sambil menatap pangeran lingzhi . terlihat kesedihan di mata gadis remaja itu. karena dia sangat menyukai dan menyayangi Alea.
Mendengar perkataan putri Yin Yi pangeran Lingzhi sangat marah. Dia segera berdiri dari duduknya. namun sang Bunda segera memegang tangannya.
"Nak...sabarlah, tunggu sampai calon permaisurimu pulang . aku curiga si Nyonya Lan mempunyai maksud tertentu. aku takut dengan keselamatan Alea nak..." ucap sang Bunda yang terlihat mulai mencemaskan Alea.
"Benar kata Bundamu putra Mahkota. tunggulah sampai putri Alea pulang, Saat dia datang nanti, kita akan langsung mengumumkan pertunangan kalian secara resmi serta pesta penyambutan kepulangan putri Mahkota dari dunia kecil . dan dia akan tinggal di sini sampai saat nanti kalian menikah. .." kata Raja Rong Kyu memutuskan . Mendengar perkataan Sang Ayah, Pangeran Lingzhi terlihat sangat bahagia. begitu juga dengan saudara- saudaranya. memang mereka lebih setuju kalau Alea yang baik dan cerdas itu menjadi permaisuri sang kakak dari pada si Lan Wen.
__ADS_1
"Trimakasih Ayah...baiklah aku akan menunggu kedatangan Putri Alea. tapi jika terbukti mereka berani mengusik calon permaisuriku tolong jangan halangi hamba untuk membuat perhitungan pada mereka..." ucap pangeran Lingzhi marah.
"Kalau memang mereka berani mengusik calon menantuku itu, bukan hanya kamu yang akan memberi pelajaran pada mereka, Ayah juga tidak akan mengampuni mereka. sebab selama ini Ayah bukan lagi menganggap putri Alea sebagai calon menantu Ayah, tapi dia sudah ayah anggap sebagai putri Ayah sendiri seperti kalian semua..kalau bukan karena dia, Ayah tidak akan bisa duduk di sini besama kalian sampai sekarang, jadi kehidupan Ayah sampai saat ini adalah pemberian dewa melalui tangannya, karena dialah Ayah kalian masih hidup.." ucap Raja Rong Kyu dengan bijak.
Akhirnya pangeran Lingzhi merasa hatinya menjadi tenang, dia berharap waktu cepat berlalu.
Sedang gadis yang sedang di bicarakan oleh keluarga besar kerajaan Shi sedang duduk bersila melakukan meditasi . Saat dia menyudahi meditasinya, ternyata hari sudah mulai pagi, bergegas Alea masuk kedalam ruang dimensi untuk mandi. setelah mandi dan berganti pakaian , Alea keluar dari istananya. dia ingin mengambil buah pohon kehidupan. ketika sampai di bawah pohon terlihat ketiga hewan kontraknya sedang bermeditasi. Alea tanpa suara melompat keatas pohon Kehidupan dan mengambil delapan buah , buah pohon kehidupan. agar tidak terlalu mencolok dia memotong menjadi dua bagian. Setelah itu dia memasukkan kedalam cincin ruangnya. tanpa suara dia langsung pergi dari ruang dimensi agar tidak menggangu keempat mahluk kontraknya. ketika sampai di dunia kecil kembali ternyata teman- temannya belum bangun, namun baru saja Alea mau duduk, Xio bersaudara keluar dari kamar di susul dua gadis murid Tiangzi.
"Kalian sudah bangun...?" sapa Alea.
"Hanpey...kau tidur dimana..? aku tadi malam tidak melihat kau tidur di kamar..?" tanya Xio Wei .
"He he he...maaf, aku tidur di sini, habis di sini tempat nya lebar..." jawab Alea cengengesan.
"Kau ini..tahu gitu kami juga tidur di sini menemanimu..." ucap Xio Yixing .
"Sudahlah, tak jadi masalah.. oh ya kalian sudah siap pergi...?" tanya Alea lagi.
"Sudah...apa para pria belum keluar Nona...?" tanya Longya.
"Sepertinya belum tu.. mungkin sebentar lagi.." baru saja Alea selesai ngomong, tiba- tiba terdengar suara ketukan di pintu rumah.
Tok tok tok
"Tu kan mereka sudah datang..." kata Alea sambil tertawa. sedang Cindy yang berada dekat dengan pintu segera membukanya.
Terlihat kesembilan pria sudah berada di depan pintu.
"Apa kalian sudah siap..?" tanya Pangeran Huang yang berada di depan pintu.
"Sudah..kami sudah siap kok.." jawab Cindy.
"Kalau begitu ayo kita berangkat.." ucap Pangeran Huang sambil berbalik .
"Tunggu..!." seru Alea . Pangeran Huang menghentikan langkahnya .
"Ada apa Hanpey...?" tanya pangeran Huang.
"ini..makanlah untuk menyegarkan tubuh.." ucap Alea sambil memberikan satu potong buah pohon kehidupan pada setiap orang .
"Buah apa ini Hanpey..aku belum pernah melihat buah ini.." tanya pangeran Huang sambil melihat dan menimang buah pohon kehidupan.
"Entah...aku tadi malam saat jalan- jalan melihat pohon buah itu, jadi aku mencoba memakannya, ternyata rasanya enak, jadi aku membawanya untuk kalian..." jawab Alea, sedang Lian Han yang tahu buah apa itu hanya menatap sang adik sambil tersenyum masam.
"Dasar gadis nakal...kau sekarang pandai berbohong ya..." ucapnya dalam hati. Saat Alea menatap wajah sang kakak, dia mengedipkan sebelah matanya.
"Kalian makan saja...aku sudah memakannya., dan buah itu tidak beracun..." kata Alea meyakinkan. merekapun segera memakan buah itu .
"Hanpey...buah apa ini..rasanya manis dan segar sekali..." seru Xio Wei dengan gembira.
"Benar Nona...buah inj membuat tubuh segar sekali..." kata Cindy.
"Kalian semua masuklah dulu..." ucap Alea, mereka pun menuruti perkataan Alea. sedang Lian Han sudah duduk di dalam , bersila dan mulai tenang bermeditasi.
"Kalian bermeditasilah sebentar untuk mencerna buah itu di dalam tubuh kalian,.." kata Alea.
"Memangnya kenapa Hanpey..." tanya Pangeran Lingzhi heran.
"Tadi malam saat aku setelah memakan buah itu, tanpa sengaja aku bermeditasi, dan aku rasakan badanku sangat ringan, jadi sekarang kalian cobalah caraku itu.." ucap Alea dengan wajah sungguh - sungguh. Merekapun segera mencari tempat duduk dan duduk bersila untuk bermeditasi . Setelah beberapa saat melakukan itu, mereka segera membuka mata mereka. dan terlihat wajah riang di setiap wajah mereka.
"Ya ampun...benar katamu Hanpey... tubuhku seperti penuh dengan tenaga, dan perasaan ringan ada di dalam tubuh ini. ..!" seru Xio Yixing sambil tertawa senang.
"Eeh beneran aku juga merasakan seperti yang Xio Yixing rasakan..!" seru Qing Ju.
"Hanpey..ini sebenarnya buah apa...?" tanya pangeran Huang.
"Aku juga tidak tahu pangeran, tadi malam saat aku jalan- jalan aku melihat buah itu . dan karena aku tertarik aku mencoba memakannya, dan ternyata khasiatnya sangat besar, untunglah aku membawa cukup banyak. sebab setelah itu aku tidak bisa menemukan tempat pohon itu lagi..." ucap Alea.
"Kok bisa...?" tanya Cindy.
"Aku lupa tempatnya, maklum malam hari sich..." jawab Alea.
"Ya sudah, lebih baik kita melanjutkan perjalanan kita, tinggal dua minggu lagi kita berada di tempat ini, setelah itu kita akan berkumpul kembali dengan keluarga kita..." ucap Lian Han mengalihkan pertanyaan mereka tentang buah pohon kehidupan.
"Hanpey...ini bukti keterlibatan istri mentri ke uangan. yang aku temukan di saku ketua penjahat itu.." kata pangeran Huang pada Alea.
"Apakah kalian membunuhnya...?" tanya Alea.
" Benar...kalau kita memberantas penyakit langsung sampai ke akarnya Hanpey..." kata pangeran Huang.
"Ya sudah Ayo kita pergi...oh ya Lian ge.. setelah kita keluar dari sini, temani aku mencari keluarga pria itu, aku takut nyonya mentri keuangan akan mempersulit keluarga itu..." kata Alea pada Lian Han.
"Baik Lea'er..." jawab Lian Han.
"jangan lupakan hamba putri..." kata Zhen Bai yang kini sudah berada di belakang Alea.
"Lo kak Zhen tidak pulang dulu...?" tanya Alea .
"Tidak putri...hamba sudah berpamitan dengan kedua orang tua hamba , juga pada guru agung..." jawab Zhen Bai.
"Ya sudah kalau begitu kau langsung ikut aku ke perguruan Calang, dan satu lagi, jangan memanggilku putri, Panggil aku nona seperti mereka..." kata Alea tegas.
"Baik put..Nona..." ucap Zhen Bai patuh. merekapun segera berangkat meninggalkan tempat itu. seperti biasa mereka akan berburu Monster atau hewan roh untuk menambah poin. tapi semakin mendekati kota penilaian , monster atau hewan roh semakin sulit di jumpai, malah yang sering mereka temukan adalah para peserta yang ingin merebut token mereka. dan akhirnya mereka sendiri yang kalah dan token mereka menjadi milik Alea dan kawan- kawan. mungkin karena sudah dekat dengan kota penilaian maka desa persingahan tidak ada lagi. akhirnya mereka harus tidur di alam terbuka. dengan terpaksa, mereka tidur di atas pohon atau di dekat api unggun. melihat semua itu, akhirnya Alea ikut tidur di atas pohon. Lauyan dan White keluar dari ruang dimensi untuk menjaga Alea.
Udahan dulu ceritanya, akan alu lanjut besok ya...
__ADS_1
Jangan lupa dan jangan bosen membaca cerita author serta membaca permintaan author. tolong maafkan author kalau ada salah tulis pada cerita. jangan lupa like, vote dan komennya author tunggu 🙏🙏
Bersambung.