PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
SUMPAH PUTRI ASUYA.


__ADS_3

"Dan maaf Putri...hamba menyebut nama Putri di depan Raja We.." ucap tabib Cheng Raw .


"Ist paman...pasti Raja Saujin akan datang ke kerajaan ini..." kata Putri Alea sambil bernafas berat.


"Maafkan hamba putri , hamba haya ingin tahu apakah Raja Saujin lebih memilih sifat sombongnya daripada menolong sang putri, dan menunjukkan pada dia kalau Putri bukan seperti gadis biasa, apalagi gadis seperti putrinya..." kata Cheng Raw dengan wajah terlihat marah.


"Ck Paman... Kau itu terlalu memujiku... Aku juga seperti gadis lain Paman.. hanya saja aku agak tahu soal pengobatan...?" jawab Alea merendah.


"Putri... Hamba tahu anda selalu menyembunyikan keahlian anda pada semua orang. Anda sangat berhati tulus setiap menolong orang. Itulah keistimewaan yang anda punyai. Tak ada keraguan sedikitpun dalam setiap langkah yang anda ambil. Hamba percaya di kemudian hari kejayaan Sekte Tiangzi akan semakin tinggi. Oh ya putri, dalam dua bulan kedepan, ada perekrutan murid baru di Sekte Tiangzi. Kakek anda , Guru besar Jing Hao berharap anda bisa datang ke Sekte Tiangzi..." ucap Chen Raw lagi.


"Benarkah...? Semoga tidak ada halangan paman, aku akan usahakan datang..." jawab Alea.


"Kami akan menunggu kedatangan Putri.." ucap tabib Cheng Raw. bahagia.


Tak lama nyonya Zio dan Nyonya San datang dengan membawa beberapa pelayan dengan membawa makanan . setelah menata makanan di atas meja, nyonya San segera mempersilahkan mereka untuk makan.


"Mari putri makanannya sudah kami tata.." ucap Nyonya San.


"Trimakasih ibu..." jawab Alea.


"sama- sama Putri..silahkan menikmati makannya ..." ucap nyonya san pada Alea. Semenjak nama Alea tersebar sebagai Putri Mahkota. Mereka tidak berani memanggil Alea dengan Hanpey atau Lea'er . walaupun Alea sudah menegur mereka. namun sikap mereka tetap sama seperti biasa. Karena Alea mengamcam mereka akan memulangkan mereka ke desa Cahaya, jika merubah sikap mereka. Sebenarnya Alea ingin tertawa melihat ketakutan di wajah mereka. Namun demi melihat sikap mereka yang tak akan berubah ,Alea terpaksa melakukan sikap pura pura marah . Mereka hanya boleh bersikap formal jika ada di istana. Sebab selain di dalam istana Alea akan berubah menjadi sosok Hanpey kembali. Akhirnya mereka segera makan bersama. Mimi, Zheng Bai juga ikut makan bersama mereka .Alea tak suka membedakan kedudukan selain di istana.


"Paman Rekyu...paman mau kerja..?" tanya Alea.


"Tentu saja Putri... kalau tidak , apa yang akan kami makan putri...dari mana paman mendapat uang kalau tidak kerja.." jawab Rekyu cepat .


"Paman mau Alea carikan pekerjaan..?" ucap Alea lagi.


"Tentu saja mau putri...?" jawab Rekyu lagi.


"kalau begitu Paman bisa memilih kerja di istana atau di luar saja. Kalau di istana nanti aku tanyakan pada Pangeran Lingzhi. Tapi kalau di luar, Paman bisa menjaga tempat ini bersama kak Zio Zang. Apalagi sebentar lagi kak Zio Zang akan mendaftar di perguruan Calang. Jadi Paman bisa menjaga kedai mewakili diriku ..itu kalau paman mau bekerja di sini. Atau paman juga bisa melihat keadaan daerah sini. , paman bisa memilih pekerjaan apa yang ingin paman kerjakan, nanti paman bisa bilang padaku atau pada Zheng Bai.." ucap Alea sambil melanjutkan makan makanan yang ada di piringnya.


"Putri...lebih baik hamba kerja di restoran ini sebagai pengawal..soal gajih tidak menjadi masalah buatku, asalkan aku bisa hidup tenang dengan keluargaku, dan putra putriku bisa belajar di tempat yang mereka suka..." ucap Rekyu dengan wajah di tundukkan. Dia merasa malu pada Alea yang begitu perhatian padanya.


"Paman...aku minta jika kau berbicara denganku, jangan di biasakan menunduk seperti itu. Kau lebih tua dariku. Jangan kau menganggap aku seorang putri jika kita ada di luar seperti ini. Tegakkan kepala paman jika paman berbicara pada siapapun selain Raja. Jika itu di istana kau bisa melakukannya seperti itu. Tapi jika diluar , aku hanya seorang Hanpey, sama seoerti penduduk yang lain di kerajaan ini ...!" ucap Alea tegas.


"Baik Putri hamba mengerti ." jawab Rekyu sambil menatap sebentar wajah Alea dan menegakkan kembali badannya seperti tadi.


"Bagus paman...sikap itulah yang aku minta. Dan untk seme tara ini , Paman bisa tinggal di sini dulu , nanti aku akan membuatkan rumah untuk kalian. kalau begitu oaman busa mebjadi keoala keamanan sekaligus menjadi orang keoercayaanku . nanti aku akan menambah anak buah untuk Paman. Dan untuk bibi..bibi bisa mebantu ibu San dan ibu Zio . tunggu saja pasti Bibi akan menyukainya..." kata Alea sambil menatap istri Rekyu.


"Baik hamba mengerti Putri..." jawab istri Rekyu lembut.


"Baiklah kalau begitu aku kembali ke Kerajaan, ..kapan- kapan aku akan kemari bersama Putra Mahkota sekalian membawa beberapa teman untuk Paman Rekyu. dan tolong mereka Paman latih ya.. .." ucap Alea sambil berdiri di ikuti Mimi dan Zheng Bai.


"Baik Putri...sekali lagi saya ucapkan Terimakasih..." kata Rekyu terharu.


"Tunggu Putri..." tiba-- tiba tabib Cheng Raw berseru ketika Alea akan melangkah keluar.


Tentu saja membuat Alea kaget dan menghentikan langkahnya


"Putri...sebenarnya hamba ingin belajar dengan putri soal penyakit jantung..." tiba- tiba tabib Cheng Raw berucap saat Alea akan melangkah.


"Kenapa tidak anda katakan sejak tadi Paman...?" kata Alea pada tabib Raw.


"Hamba takut anda tidak berkenan.." jawabnya pelan.


"Apa bedanya dengan sekarang paman..?" ucap Alea lembut. .


Andai anak kecil sudah ku tampol tu kepala...! Seru Alea dalam hati karena gemas.


Terlihat tabib Cheng tersenyum masam.


"Baiklah paman bisa datang ke kerajaan besok pagi. Mintalah ijin pada Raja soal keinginan paman, agar hamba bisa bertemu dengan anda dan bisa belajar bersama- sama..." jawab Alea.


"Trimakasih putri, hamba akan berbicara pada Raja besok..!" ucapnya bahagia.


"Baiklah aku tunggu, sekarang kami pergi dulu..." pamit Alea .


"Silahkan putri...." jawab mereka bersamaan.


"Hati- hati di jalan putri..." ucap istri Rekyu. Alea hanya melambaikan tangannya tanpa berpaling. Mereka bertiga segera keluar dari rumah makan untuk kembali ke Kerajaan.


Ketika sampai di istana Anggrek terlihat Pangeran Lingzhi sudah menunggu di ruang tamu.

__ADS_1


"Sayang...baru pulang...?" tanya Pangeran Lingzhi sambil tersenyum .


"Maaf aku agak lama, karena di sana aku bertemu dengan paman Rekyu..." jawab Alea lembut.


"Paman Rekyu..? Siapa paman Rekyu..?" tanya pangeran Lingzhi heran.


"Pengawal pribadi Raja We, yang Masih keluarga Tiangzi ...dia sudah keluar dari kerajaan We. Dan sekarang berada di kerajaan ini. Dan dia aku jadikan pengawal restoran sekaligus kepala keamanan di sana..." jawab Alea.


"Lo dia jadi keluar dari kerajaan We...?" tanya Pangeran Lingzhi kaget.


"Iya...dia marah karena perbuatan Raja We yang yelah berniat membunuhku.." jawab Alea kembali.


"Apakah dia datang bersama keliarganya, dan di mana mereka tinggal..?" tanya Pangeran Lingzhi lagi .


"Iya dia kemari bersama keluarganya. Dan dia aku tempatkan sementara di penginapan..." jawab Alea.


"Benar sekali...calon istriku selalu benar dalam bertindak..." kata pangeran Lingzhi sambil memeluk Alea.


"Kau sudah makan...?" tanya pangeran Lingzhi.


"Sudah..." jawab Alea .


"Temani aku makan ya...?" kata pangeran Lingzhi lembut.


"Baik..." jawab Alea tenang.


Alea segera menyuruh para pelayan untuk menyiapkan makanan buat Pangeran Lingzhi. Tak lama pelayan datang mengatakan kalau makanan sudah siap. Akhirnya terlihat kedua kekasih itu berjalan kearah ruang makan. Setelah itu terlihat Alea yang sibuk mengambilkan makan untuk Pangeran Lingzhi .


Dua hari kemudian keluarga Mentri Lan pergi dengan mengendarai empat kereta serta beberapa prajurit yang mengantar kepergian mereka . Kereta pertama di isi Mentri Lan sendiri dengan barang khusus milik dirinya sendiri. Kereta kedua berisi Putri Lan dan Nyonya Lan yang sedang sakit. Karena badannya yang semakin parah membuat kereta di rombak tempat duduknya agar bisa menaruh Putri Lan Wen dan nyonya Lan agar bisa di tidurkan. Sedang kereta ketiga berisi selir Siva dengan ketiga anak- anaknya. Sedang kereta terakhir berisi barang- barang bawahan milik mereka. Saat keberangkatan mereka, para saudara mengantar kepergian mereka. Sebenarnya Putri Lan Wen dan Nyonya Lan tidak ingin pergi . Tapi apalah daya karena para saudara tidak ada yang mau di titipi mereka.


Sedangkan di kerajaan We terlihat Raja Saujin sedang resah . di depannya duduk sang istri di pembaringan sang putri.


"Ayah...apakah kau tidak merasa kasihan denganku...? Jika seperti itu . ijinkan saja aku pergi sendiri ke Kerajaan Shi Ayah...." seru Putri Alea dengan wajah sedih dan marah. Dia sudah tersiksa hampir dua bulan ini. Dan tidak ada seorang tabib pun yang bisa menyembuhkan dirinya .


Mendengar perkataan sang Putri, akhirnya Raja Saujin berucap.


"Baiklah putri, demi kesembuhan dirimu Ayah akan melakukan apapun , walau harus mencium kaki Raja Rong Kyu agar mau menyuruh Putri Mahkota menyembuhkan dirimu..." ucap Raja Saujin dengan tegas.


"Trimakasih Ayah.... " ucap Putri Asuya dengan suara lemah namun mengandung kegembiraan.


Seorang pengawal masuk terburu- buru.


"Hamba yang Mulia..." jawabnya sambil memberi menghormat .


"Kau persiapkan kereta untuk perjalanan kita menuju kerajaan Shi besok..." ucap Raja Saujin dengan tegas.


"Baik yang Mulia...hamba mohon diri.." pamit pengawal itu. Setelah kepergian pengawalnya Raja Saujin berucap pada sang Putri. dia ingin menegaskan sikap dan hati sang Putri pada Putra Mahkota kerajaan Shi itu.


"Putriku...apakah kau sudah tidak menginginkan Putra Mahkota lagi...?" tanya sang Ayah. Dia takut Putri Asuya masih mengharap Pangeran Lingzhi.


"Tidak Ayah....aku sadar Pangeran Lingzhi tidak mencintaiku, aku mana mungkin bisa mengalahkan Putri Alea yang begitu tangguh. Sebenarnya aku sudah sejak dulu merasa kalah padanya. Namun sifat sombong dan egoiskulah yang membuat aku tak ingin mempercayai kenyataan yang ada. Aku percaya sebagai seorang putri Raja aku mampuh mendapatkan apa yang aku inginkan, karena itulah sifat sombong dan egoisku semakin besar. Apalagi semua itu dapat dukungan dari Ayah. Maafkan aku ayah...!" ucap Putri Asuya dengan air mata mengalir. Walaupun dengan. terkenanya air mata maka kuli yang terkena air mata itu akan terasa perih.


"Putriku...ternyata kau sekarang lebih bijak berfikir nak...maafkan juga Ayah. Karena itu juga keserakahan Ayah yang ingin memiliki seorang menantu dari kerajaan Shi, hingga Ayah melakukan tindakan yang tercela. Semoga saja dewa masih memaafkan kita, dan Putri Alea mau menolongmu..." kaya Raja Saujin dengan. lembut.


"Kalau sampai putri Asuya bisa menyembuhkan diriku , Aku bersumpah Ayah, aku akan mengangkat dia sebagai adik angkatku. Aku ingin menjadi putri yang berguna seperti dirinya. Gadis yang baik dan berguna bagi rakyatnya.." Sumpah putri Asuya .


Mendengar perkataan sang Putri, Ayah dan Bundanya meneteskan air mata.


"Semoga dewa meluluhkan hati Putri Alea hingga mau mengobati putri Mereka...do'a kedua orang tua Putri Asuya .


💖💖💖


Ke esokan harinya di pagi hari setelah makan pagi, Raja Saujin sekeluarga pergi ke kerajaan Shi. Terlihat Putri Asuya yang memakai kereta sendiri pergi bersama Ayah Ibu serta pangeran kedua kerajaan We pergi ke kerajaan Shi. Mereka di kawal oleh pasukan kerajaan We . perjalanan yang di tempuh dalam dua hari membuat Raja Saujin membuat tepat kereta putri Alea senyaman mungkin , karena takut sang putri merasa kesakitan. Mereka melakukan perjalanan dengan tenang.


Sedang di kerajaan Shi , terlihat Putri Alea sedang mencoba membuat


Ramuan kecantikan untuk kaum wanita. Kalau di jaman modern seperti bedak, skincere, serum kecantikan untuk wanita. Namun dia juga mengajari tabib Chen tentang ilmu kedokteran di jaman modern . jadi ketika pagi sampai siang hari dia akan bertemu dengan tabib Cheng Raw dan saat sore bertemu dengan Pangeran Lingzhi dan malam hari dia akan berada di dalam ruang dimensi. Terkadang pangeran Lingzhi ikut masuk kedalam ruang dimensi.


Seperti saat ini. Dia dengan setia berada di ruang leb bersama Alea. sedang keenam mahluk kontrak mereka sedang berkultivasi .


"Sayang...kau lagi membuat apa sich..?" tanya Pangeran Lingzhi pada Alea.


"Ramuan kecantikan..." jawab Alea pelan.

__ADS_1


"Untuk apa..? Bukankah wajahmu sudah teramat cantik...?" jawab Pangeran Lingzhi.


"Agar lebih cantik lagi..biar pangeran tidak ingin melirik gadis lain..." jawab Alea asal sambil meracik ramuan di dalam tabung percobaan. Kemaren dia sudah membuat pil ramuan kecantikan dengan memakai tungku pil. Dan dia sudah bisa membuat beberapa puluh pil yang dia taruh di dalam botol- botol kecil dan di taruh di dalam Almari di dalam laboraturiumnya. Dan sekarang dia membuat serum yang dia buat dari sari buah kehidupan yang dia campur dengan rumput gianli yang manfaatnya membuat manusia awet mudah . serta daun tapak dewa yang kegunaannya menyerap racun dan menghilangkan dan menyembuhkan serta menghaluskan kulit.


"Hey..kau ngomong apa hmm... Kau fikir priamu ini pria yang suka pada gadis sembarangan , jangan pernah berkata seperti itu sayang...aku tak ingin memiliki wanita lain selain dirimu..." ucap Pangeran Lingzhi sambil memeluk Alea dari belakang.


"Alea percaya My Zhi...Alea cuma bercanda kok..." jawab Alea yang masih memegang tabung percobaan. Dia melihat wajah pangeran Lingzhi yang ada di sebelah pipinya. Karena kepala Pangeran Lingzhi bersandar di bahu Alea. Untuk meminta Maaf , Alea mencium sekilas pipi itu.


"Maaf..." ucapnya. Lalu kembali sibuk dengan tabung percobaannya. Sedang yang mendapatkan hadiah kecupan tertegun . Setelah sadar dia merasakan kebahagiaan mendapat kecupan sayang dari sang kekasih. Dia segera membalik badan Alea . dan menatap lembut mata cantik itu.


"Sayang kita menikah yuk..?" ucap Pangeran Lingzhi lembut.


"Lo kok...?" ucapan Alea terputus ketika pangeran Lingzhi berucap.


"Sayang...aku mohon...aku tak ingin lama- lama, .." ucap Pangeran Lingzhi sambil menatap Alea dengan wajah lembutnya. Melihat wajah imut menggemaskan di depannya. Alea akhirnya menjawab dengan lembut.


"Baiklah kita akan menikah setelah Alea pulang dari Sekte Tiangzi ya...?" jawab Alea.


"Apaa..kau mau pergi ke Sekte Tiangzi ?


Untuk apa kau kesana sayang...? Dan kapan itu..?" ucap Pangeran Lingzhi kaget.


"Maaf My Zhi..aku belum sempat mengatakan itu padamu. Dua bulan lagi Sekte Tiangzi mengadakan seleksi penerimaan murid baru. Dan Kakek memohon agar aku bisa datang kesana. Bukankah aku ketua baru Sekte Tiangzi.." jawab Alea.


"Jadi dua bukan lagi..? Dan itu tandanya kita menikah kurang dari empat bulan lagi dong..?" tanya Pangeran Lingzhi gembira sambil tersenyum penuh Arti. Melihat tingkah pangeran Lingzhi Alea menjadi malu.


"Mungkin..." jawab Alea sambil memalingkan mukanya.


"Trimakasih sayang...boleh aku mengatakan kabar gembira ini pada Ayahanda...?" tanya Pangeran Lingzhi dengan wajah bahagia.


"Terserah..." jawab Alea lagi.


"Aku mencintaimu...?" ucap Pangeran Lingzhi kembut sambil mencium Kening Alea.


"Aku juga..." jawab Alea. Perlahan wajah pangeran Lingzhi menunduk. Dia mengecup lembut bibir merah milik Alea.


"Trimakasih sayang..." ucapnya lagi.


"Sama- sama..." jawab Alea.


"Oh ya jika kau pergi ke benua tengah , aku akan ikut. Aku tak ingin berpisah lagi denganmu walaupun itu hanya sekejap saja.." ucap Pangeran Lingzhi mesra. Dia kembali memeluk Alea dengan erat.


"Boleh..." jawab Alea.


"Sayang...biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku dulu..."ucap Alea lembut.


"Baik...kalau begitu aku akan berkultivasi lebih dahulu.kalau kau sudah selesai panggil saja diriku ..." ucapnya sambil kembali mengecup kening Alea dengan mesra.


"Iya ..pergilah..." jawab Alea. Tak lama terlihat pangeran Lingzhin pergi meninggalkan Alea.


Setelah menyelesaikan selama satu hari satu malam, akhirnya Alea bisa menghasilkan Ramuan kecantikan untuk wajah. dia sangat bahagia. dia lalu menaruh ramuan itu di laboraturiumnya karena belum di uji coba. Setelah itu Dia segera mengajak pangeran Lingzhi keluar ruangan. saat itu Pangeran Lingzhi sedang berbincang dengan para binatang kontak milik Alea dan miliknya saat Alea mengajaknya keluar dari ruang dimensi .


Untuk mencegah kecurigaan orang...Alea mengusap Bandul gioknya sambil membayangankan taman yang ada di samping istanahnya. dan mereka mncul di dekat taman bunga dan dekat bangku taman . sehingga jika orang melihat, mereka sedang duduk menikmati indahnya bulan. .


"Kok kita ada di sini Yang...?" tanya pangeran Lingzhi heran.


"Aku yang melakukan itu My Zhi... aku takut jika mereka melihat dirimu keluar selarut ini dari kamarku , aku takut nama kita jadi tercela. .." jawab Alea.


"Kau memang gadisku yang sangat jenius. kau membuatku semakin jatuh cinta sayang..." ucap Pangeran Lingzhi sambil mencubit lembut hidung mancung Alea.


"Ck..mulai pandai merayu ya...?" ucap Alea.


"Merayu calon istri sendiri tidak apa- apa sayang...?" goda pangeran Lingzhi.


"Ya sudah sana istirahat di dalam. langsung tidur, jangan kembali lagi ke ruang dimensi..." ucap Pangeran Lingzhi penuh perhatian.


"Kau juga harus tidur My Zhi...selamat malam..." ucap Alea lembut. dia mencuri ciuman di pipi pangeran Lingzhi sebelum lari meninggalkan pangeran Lingzhi.


Pangeran Lingzhi kaget sekaligus bahagia melihat tingkah putri Alea.


"Dasar gadis nakal....tapi aku sangat mencintaimu Nona nakal..." bisik pangeran Lingzhi yang masih menatap kepergian Alea.


Maaf sekuat dulu ceritaku ya...besok Insyaallah Author perpanjang ceritanya.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komennya buat author.


Bersambung.


__ADS_2