PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
KEMBALI KE TIANGZI.


__ADS_3

Satu bulan berlalu dengan cepat. Kini Alea sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke benua tengah . Sekte Tiangzi membutuhkan kedatangannya . Agar perjalanan tidak terlalu terburu- bru mereka akan berangkat kurang dari satu bulan acara di laksanakan . Sedang tabib Cheng Raw sudah pulang dua minggu yang lalu lebih lama dari perkiraannya.


Sebenarnya tabib Cheng Raw hanya ingin satu minggu saja di kerajaan Shi untuk menemui Alea, namun saat dia bekerja sama dan belajar tentang ilmu kedokteran dari Alea membuat dia betah di kerajaan Shi .waktu yang seharusnya hanya satu minggu melar menjadi dua minggu lebih. Itupun dia sebenarnya enggan sekali pulang. Andai dia tidak mengingat kalau tugas di kerajaan Amora banyak , ingin rasanya dia tidak pulang. Akhirnya dengan terpaksa dia kembali ke benua tengah. Tapi dia akan menyelesaikan semua tugasnya di kerajaan Amora , agar dia bisa ikut serta pulang kembali ke kerajaan Shi kalau nanti Putri Alea pulang dari sekte Tiangzi. Karena nasih banyak ilmu yang belum dia pelajari dari putri Mahkota. Dengan perasaan enggan tabib Cheng Raw pulang kembali ke benua tengah bersama pelayan sekaligus pengawalnya.


Sedang Alea sendiri kini sedang mempersiapkan keberangkatannya ke Sekte Tiangzi bersama Pangeran Lingzhi , Lian Han , Mimi , Zheng Bai juga dua pengawal Pangeran Lingzhi. Dan satu lagi Paman Rekyu yang ingin ikut serta pergi ke sekte Tiangzhi.


"Kak...jangan terlalu banyak membawa bekal..apakah kau ingin tinggal di benua tengah..." tanya Alea sambil tertawa.


"Iya, iya kakak tahu Lea'er..." jawab Mimi. Mimi memasukkan semua perbekalan ke dalam cincin ruangnya yang di beri Alea. Setelah itu mereka segera tidur.


Pagi- pagi setelah makan pagi , Alea dan Mimi segera bersiap- siap. setelah melihat perbekalan sudah lengkap mereka segera keluar dati istana Anggrek.


"Putri...!" Alea menghentikan langkahnya. Dia melihat kedua pelayanan berdiri di depan istana.


"Ada apa...?" tanya Alea.


"Apakah Sella dan Gita tidak boleh ikut..?" tanya Sella dengan wajah sedih . Mendengar pertanyaan mereka Alea ingin rasanya tertawa .


"Kalau kalian ikut aku siapa yang akan menjaga kamarku..?sudahlah kalian tenang si rumah . aku hanya dua bulan saja , setelah selesai semuanya aku pasti kembali.. " jawab Alea sambil menatap mereka berdua.


"Lalu siapa nanti yang akan membantu Putri...?" tanya Gina dengan wajah khawatir.


"Hey...aku bukan manusia lemah..."jawab Alea .


"Baiklah Putri , hamba akan menjaga di sini, Putri harus hati- hati..jaga kesehatan ." ucap Gita dengan wajah sedih . terlihat ada air mata di pipinya.


"Sudah jangan menangis dan jangan khawatir ada aku dan Kak Zheng Bai yang akan selalu menjaga Putri.." ucap Mimi dengan wajah tersenyum.


"Baik kak...tolong jangan sampai putri lupa makan...!" ucap Gita lagi.


"Baik ..akan ku ingat itu...!" kata Alea sambil tersenyum. Melihat perhatian mereka padanya Alea tersenyum.


"Aku akan menjaga diri baik- baik, kalian jangan khawatir lagi...trimakasih ya atas perhatian kalian, kalian juga harus menjaga diri kalian dengan baik, awas jangan sampai sakit..." ucap Alea sambil menepok pelan bahu mereka.


"Baik putri...." jawab mereka serempak.


"Ya sudah aku pergi..." pamit Alea . Mereka akhirnya kembali berjalan kearah pangeran Lingzhi dan yang lainnya yang sedang menungggu kedatangan mereka.


Merekapun segera pergi keaula istana untuk berpamitan. Tak lama terlihat tuju penunggang kuda keluar dari istana Kerajaan Shi. Mereka berhenti sebentar di rumah Makan milik Alea , untuk menjemput Paman Rekyu. Setelah itu mereka kembali menempuh perjalanan menuju benua tengah tepatnya perguruan Tiangzi. .


Mereka menempuh perjalanan dengan tidak terburu- buru. Dan perjalananpun tidak mengalami rintangan sama Sekali .


Hingga akhinya pada minggu ketiga mereka telah sampai di perguruan Tiangzi di benua tengah . Ternyata saat itu bersamaan dengan penerimaan Murid Baru telah di buka . Dan Sekte Tiangsi terbuka untuk umum. Hanya saat masuk kedalam Sekte saja mereka di hentikan di pintu gerbang. Para peserta harus menunjuk kan kartu undangan dari perguruan/Sekte Tiangsi. Saat rombongan Alea sampai di depan gerbang , ternyata bersamaan dengan waktu pendaftaran di buka . jadi di depan gerbang Sekte terlihat penuh dengan para peserta .


"Paman...apakah hari ini waktu pendaftaran di buka..?" tanya Alea kaget.


"Mungkin Putri..." jawab Paman Rekyu.


"Apakah kita tidak mengganggu mereka, saat kita masuk kedalam, sepertinya kita akan kesulitan masuk dech....?" kata Alea dengan lagi .


"Benar...lihatlah banyak sekali pendaftar di depan gerbang .." ucap Lian Han.


"Kita lewat samping Putri, tuan Lian...!" jawab Zheng Bai .


"Benar Putri...kita lewat samping saja, agar kita tidak mengganggu dan bisa masuk .." jawab Paman Rekyu.


"Baik..ayo...!" ajak Alea.


Mereka segera turun dari kuda mereka Zheng Bai menyuruh beberapa murid yang mereka temukan untuk membawa kuda mereka ke kandang kuda . Mereka segera masuk kedalam Sekte Tiangzhi melalui jalan samping .


Ketika sampai di dalam area Sekte Tiangzi terlihat para peserta pendaftar sangat banyak.Kembali mereka kesulitan untuk masuk, Akhirnya dengan terpaksa mereka berjalan di antara para peserta .


Kedatangan Rombongan Alea membuat tanyak para peserta terkejut sekaligus terpesona melihat kecantikan dan ketampanan para pendatang yang baru datang. Apalagi melihat wajah Alea yang terlihat sangat cantik walau terkesan lelah dan kucel karena baru melalui perjalanan jauh. Begitu juga dengan pria yang berada di sebelahnya yang terlihat sangat melindungi. Pria itu terlihat teramat tampan, walaupun semua pria yang bersama dua gadis itu tampan semua , namun pria yang melindungi si gadis beda sekali. Banyak gadis yang menutupi hidungnya karena takut mimisan. Sedangkan Para prianya terlihat memandang Alea dengan tatapan mengagumi dan memuja. terdengar bisik - bisik kekaguman terlontar dari mulut mereka . Melihat semua itu terlihat wajah Pangeran Lingzhi memerah. Dia berjalan sambil memeluk pinggang Alea. Seolah mengatakan pada para pria itu kalau gadis cantik di sebelahnya adalah miliknya. Melihat tingkah pangeran Lingzhi yang terlalu posesif pada Alea , membuat Zheng Bai yang berada tepat di belakang Alea bersama Mimi salin tatap dan menahan senyum.


"Ya ampun pangeran...karena ada pria lain yang menatap putri seperti itu saja kau sudah ketakutan dan cemburu. Apalagi jika peristiwa seperti beberapa gadis yang ingin merebutmu,terjadi pada Putri Alea, apa yang akan termjadi dengan pria- pria itu ya..." seri Mimi dalam hati.


Mimi tak bisa membayangkan apa yang akan di lakukan oangeran Lingsi jika ada pria yang ingin merebut Putri Alea dari tangannya. apakah Pangeran Lingzhi bisa sesabar Putri Alea .


"Ha ha ha...pangeran...kau ketakutan putri di rebut orang lain, jika itu terjadi padaku , Akupun pasti akan sepertimu Putra Mahkota..." tawa Zheng Bai dalam hati saat melihat pangeran Lingzhi begitu Posesif pada Putri Alea yang sangat dia hormati itu.


Sedang Alea sendiri merasa heran ketika dia melihat pangeran Lingzhi berjalan dengan memeluk pinggang nya.


"Ada apa My Zhi...?" tanya Alea.

__ADS_1


"Tidak..tidak ada apa- apa.." jawabnya pelan.


"Lalu kenapa kau memeluk punggangku erat ketika jalan...?" tanya Alea heran.


"Banyak mata yang melihat padamu dengan sorot mata menjijikkan...!" jawabnya kesal. Tentu saja jawaban Pangeran Lingzhi mbuat Alea hampir tertawa keras.


"My Zhi...mereka bukan melihatku...lihat para gadis itu malah melihat dirimu dengan air liur yang hampir menetes..." goda Alea.


"Biarkan saja...aku tidak perduli..." jawabnya cuek.


"Sama saja dengan mereka yang membuatmu marah, biarkan saja.. yang penting Alea hanya milik My Zhi ku..." ucap Alea sedikit menggombal untuk menenangkan Pria posesifnya.


"Benar juga katamu sayang.. tapi aku tak akan membiarkan kau jauh dariku.." jawabnya sambil mencium Pipi Alea sekilas. tentu saja perbuatan Pangeran Lingzhi membuat Alea dan orang yang melihat perbuatannya kaget .


"My Zhiiii..." seru Alea kaget dengan tingkah pangeran Lingzhi.


"Apa...? Minta lagi...?" tanya pangeran Lingzhi menggoda sambil terap menarik Alea masuk kedalam Sekte menuju istana Guru Agung.


Setelah lepas dari para peserta pendaftaran, mereka merasa lega. Merekapun berjalan kearah istana guru Agung. Saat hampir sampai di di istana Tiangzi. Mereka melihat kakek Jing Hao dan Kakek Bing Hu sudah menunggu kedatangan mereka . Melihat sang Kakek dari kejauhan , Alea segera berlari mendekat.


"Kakeeeek....!" seru Alea kegirangan.


Walau bagaimanapun anggunnya Alea, namun jika bertemu dengan sang kakek. Dia seperti gadis kecil yang baru bertemu dengan sang kakek. Dia segera berlari dalam pelukan sang kakek.


"Apa kabar sayang...?" tanya sang kakek Lembut.


"Baik kek...lalu apa kabar kakek sekarang...? kakek sehat kan..?"tanya Alea dengan lembut.


"Tentu saja kakek Sehat. apalagi selalu meminum pil darimu..." jawab sang kakek


Tak lupa Alea juga menyapa kakek Bing Hu begitu juga dengan Lian Han dan Pangeran Lingzhi. mereka semua menyapa kakek dan para tetua sekte dengan perasaan bahagia . tak berapa lama mereka masuk kedalam istana sekte Tiangzi.


Mereka duduk bersama di dalam ruang tamu istana sang kakek. Beberapa pelayan datang dengan membawa beberapa makan kecil dan minuman untuk Alea. Setelah berbincang sebentar, Alea merasakan gerah badannya. Ingin rasanya dia mandi di ruang dimensinya. Dan akhirnya dia terpaksa berkata.


"Kek...boleh tidak Alea mandi dulu...soalnya badan Alea lengket semua..." kata Alea dengan lembut .


Mendengar perkataan Alea sang kakek kaget.


"Benar juga , pasti sekarang kalian semua merasa lelah . baiklah, bersihkan badan kalian dulu, lalu makan dan nanti kita ngobrol lagi..." jawab Kakek Jing Hao.


"Zheng...kau sudah tahu kan kamar mereka..? Tolong kau antarkan mereka ya...?" kata sang kakek pada Zheng Bai .


.


"Tentu saja kek..." jawab Zheng Bai .


Mereka segera di giring kekamar mereka masing - masing.


Setelah sampai di kamar , Alea merasakan badannya lelah. saat Alea ingin rebahan terdengan ketukan di daun pintu. Mimi segera membuka pintu.


"Kak Zheng Bai..ada apa...?" tanya Mimi.


"Mereka akan mengisi bak mandi dengan air hangat Mi...dan Putri Mana..?" tanya Zheng Bai.


"Ada apa kak...?" tanya Alea yang datang mendekati mereka.


"Putri ..hamba akan pulang dulu sebentar, nanti akan kemari lagi..." kata Zheng Bai berpamitan.


"Boleh...sebenarnya aku ingin bertemu dengan kedua orang tuamu kak...aku ingin berkenalan dengan mereka, tapi sudahlah besok masih ada waktu. Baiklah kalau kakak mau pulang, pulang saja. Kau pasti lelah..." ucap Alea.


"Trimakasih Putri...hamba mohon diri.." ucap Zheng Bai undur diri. Setelah itu para pelayan segera membawa air hangat untuk mandi mereka.


"Kak...kau mandi saja di sana, aku akan mandi di dalam ruang dimensi. Aku ingin berendam di air terjun . Apakah kau mau ..." namun sebelum kalimat Alea selesai , tiba tiba ada ketukan lagi di pintu . Mimi segera berjalan membuka pintu.


"Pangeran ...!" seru Mimi.


"Lea'er mana...?" tanya Putra Mahkota.


"Ada apa My Zhi...?" tanya Alea.


Pangeran Lingzhi masuk kedalam kamar Alea.


"Ada apa...?" ulang Alea .

__ADS_1


"Aku ingin mandi di air terjun."jawabnya.


"Boleh kalau itu mau My Zhi...kebetulan aku juga ingin kesana..kak Maaf aku nggak jadi mengajak kakak...!" kata Alea pada Mimi.


"Nggak masalah Lea'er...aku bisa mandi di sini..." jawab Mimi.


Akhirnya Alea membawa pangeran Lingzhi masuk kedalam ruang dimensi. Setelah sampai di sana terlihat Putra Mahkota dan Alea melompat kebawah air terjun kehidupan dan mulai berkultivasi. Begitu juga dengan keenam mahluk kontrak mereka. Mereka melakukan beberapa hari berkultivasi di ruang dimensi. Namun tanpa sadar kultivasi Alea dan Pangeran Lingzhi mengalami kenaikan dua tingkatan. Sudah beberapa bulan ini kultivasi mereka tidak meningkat. Dan sekarang mereka sudah .naik sekaligus dua tingkat .


Setelah beberapa hari di ruang dimensi mereka segera keluar. Ketika mereka sudah berada kembali di kamar , terlihat Mimi sudah cemas .


"Ada apa kak...?" tanya Alea heran.


"Mereka menanyakan dirimu sejak tadi. Dan aku hanya bilang kalau kau masih berendam . untunglah kau sudah datang. Ayo kita segera keluar...!" ucap Mimi .


Ketiga orang itupun segera keluar dari kamar Alea. Saat mereka sampai di ruang tamu yang tak terlalu jauh letaknya dari kamar yang di tempati Alea dan Mimi, Terlihat kakek Jing Hao dan Kakek Bing Hu sedang duduk menanti mereka bersama kedua pengawal pangeran Lingzhi.


"Kalian sudah selesai...?" tanya Kakek Jing Hao lembut.


"Maaf kek. Alea keenakan berendam..." jawab Alea. Tak salahkan Alea berkata seperti itu.


Kakek Jing Hao kaget melihat aura kekuatan Alea yang lebih meningkat dari ketika dia baru datang kemaren atau kah ini karena kemaren dia baru datang.. pikir kakek dalam hati.


"Ayo kita makan dulu baru nanti kita berbincara - bincang..." kata kakek Jing Hao sambil berdiri dari duduknya ,di ikuti kakek Bing Hu dan kedua pengawal Pangeran Lingzhi yang tampan- tampan.


Mereka segera berjalan kearah ruang makan.


Tak lama terlihat mereka semua telah menikmati makanan yang dibuat pelayan sang kakek dengan nikmat. Mereka menikmati makan dengan serius tanpa percakapan.


Setelah makan mereka kembali duduk di ruang tamu bersama- sama.


"Gimana kabar kalian sekarang ...aku dengar cucuku Alea sudah resmi di angkat sebagai Putri Mahkota apa benar Pangeran Lingzhi...?" tanya sang kakek.


"Benar kek...malah kami kemari sekalian mau meminta kedatangan kakek berdua ke kerajaan Shi . sepulangnya dari sini Kami ingin melangsungkan pernikahan Kek...?" kata Pangeran Lingzhi dengan wajah bahagia.


"Baguslah ...kalau begitu kakek akan ikut kalian pergin ke Kerajaan Shi. Kakek juga ingin melihat kalian berdua melangsungkan pernikahan..." jawab kakek Jing Hao.


"Oh ya kek...saat kami pulang dari sini beberapa bulan Lalu, kami di serang oleh paman Zheng Rua dan putrinya mereka bersama seseorang, sepertinya pria itu seorang Raja Kek...!" kata Alea .


"Apaaa...kalian di serang ..?" tanya Kakek kaget.


"Benar kek...." jawab Alea.


"Apakah kau terluka...?" tanya kakek cemas.


"Tidak Kek...malah mereka sendiri yang terluka. Kek..paman memiliki ilmu hitam kek..." ucap Alea yang mengagetkan sang kakek.


"Apaa..ilmu hitam....?" seru kakek kaget untuk kedua kalinya .


"Benar kek...karena saat itu Paman menggunakan ilmu hitam untuk menyerang Alea..." jawab Alea lagi.


"Dasar anak itu..!," seru kakek marah.


"Jadi dia sudah tahu tentang dirimu...?" kata kakek Bing Hu tak percaya.


"Benar kek..." jawab Alea lagi


"Mana mungkin...?" ucap Kakek Jing Hao seperti tak percaya.


"Kek..mungkinkah di sini ada mata- mata mereka...?" tanya Alea pelan.


"Mana mungkin nak...tapi kakek juga tidak tahu, Bing...apakah kau dalam menyeleksi para murid sudah cermat ..?" tanya Kakek Jing Hao dengan wajah menatap kakek Bing Hu.


"Sudah kak...aku percaya mereka murid- murid yang setia..." jawab kakek Bing Hu dengan wajah yakin.


"Coba kita selidiki saja kek...kebetulan sekarang perguruan terbuka untuk umum kan..?" ucap Pangeran Lingzhi.


"Benar katamu, kita akan menyelidiki mereka...." ucap Kakek Jing Hao tegas.


"Benar kak...kita harus menemukan penghianat itu..." ucap kakek Bing Hu marah .


Dan merekapun melanjutkan perbincangan mereka sampai hari menjelang sore.


maaf sampai disini dulu ya...

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komennya Author tunggu.


Bersambung.


__ADS_2