PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
TENTANG DUNIA KECIL.


__ADS_3

Keesokan Harinya setelah sarapan pagi Alea kembali ke perguruan . maunya Alea berangkat pagi sekali, namun Pangeran Lingzhi berharap Alea pulang agak siangan karena dia akan pergi ke perguruan juga. Akhirnya dengan terpaksa Alea pergi setelah selesai makan pagi. setelah berpamitan pada Raja, Permaisuri dan Ibu Suru , serta Putri Yinhan, Putri Yin Yi, serta Putri Sora, Alea segera kembali ke perguruan bersama Pangeran Lingzhi dan kedua pemgawalnya sekaligus sahabatnya itu.


Mereka berangkat dengan mengendarai kuda secara cepat. Alea tak ingin sampai di perguruan siang hari.


Dua jam kemudian mereka telah sampai di perguruan Calang . Alea tersenyum bahagia ketika melihat pintu gerbang perguruan Calang di depan mata .


Setelah melapor pada penjaga , mereka segera masuk ke dalam melalui pintu gerbang perguruan . Saat mereka masuk mereka menjadi pusat perhatian siswa yang lalu lalang di dalam perguruan, siapa yang tak kenal dengan Pangeran Lingzhi dan Hanpey. Pria idola para gadis di perguruqn Calang , bukan hanya di perguruan Calang saja, tapi di seluruh benua, dan si gadis (tabib) Hanpey idola para Pria.Namun sayangnya dua orang yang selalu ada penjaga bersama mereka, dan kedua pengawal itu tak kalah tampannya, hanya berjalan dengan sikap cuek . Mereka segera pergi keruang Guru besar untuk melapor.


Ketika mereka sampai di ruang guru besar, mereka di sambut dengan gembira oleh guru besar. Dan kebetulan di sana ada beberapa guru yang sedang berdiskusi. Saat mereka melihat Alea dan Pangeran Lingzhi serta kedua pengawalnya, guru besar berseru.


"Putri, Pangeran kalian sudah datang.?" tanya guru besar.


Mereka segera masuk kedalam ruang guru besar. Dan menyapa semua guru yang berada di sana.


Setelah itu mereka di persilahkan untuk duduk . mereka menunggu sebentar karena para guru akan diskusi kembali sebelum mereka kembali mengajar para murid. Tak lama terlihat mereka telah keluar satu persatu. Setelah melihat mereka sudah keluar semu, dan hanya menyisahkan guru besar Juan dan guru besar Lao , Alea menyapa mereka berdua.


"Guru maaf Murid baru bisa pulang sekarang..." ucap Akea sopan .


"Aah...tidak masalah nak...apalagi kau pergi bukan untuk main- main, mana mungkin guru kecewa dan marah..." ucap guru Juan dengan wajah gembira.


Sedang guru besar Lau terlihat antusias pada Alea.


"Hanpey...guru bangga padamu, kami yang sudah tua seperti ini sepertinya harus lebih bqnyqk belajar padamu nak... Kau mampuh membuat jantung Ibu Suri yang sudah kami anggap meninggal hidup kembali, kau tahu...tabib Tong sampai ingin belajar padamu karena masalah Ibu Suri, aku bangga padamu Hanpey.." ucap guru Lao pada Alea dengan menatap bangga pada siswa jenius mereka itu.


"Guru...jangan terlalu memuji murid.. Murid hanya melakukan apa yang harus murid lakukan..." jawab Alea merendah .


"Tidak nak... Kau memang membanggakan perguruan Calang, kau tahu sekarang perguruan Calang semakin di segani di seluruh benua...tak pernah kami membayangkan kalau perguruan ini akan menjadi setenar ini...dan semua ini karena dirimu , ...kau lah yang membuat harum nama perguruan Calang ini nak,..." ucap guru besar Lao. Sedang tabib Juan menatap Alea dengan pandangan kagum dan bangga.


"Dan aku kemaren mendengar kau bertarung dengan cucu perempuan pendiri sekte Feng Su, apa bebar putri Alea...?" tanya guru Juan sambil menatap Alea.


"Benar guru...maafkan murid...?" jawab Alea pelan.


"Tapi guru...semua bukan salah Lea'er... bukankah guru Lao tahu kalau gadis itu sendiri yang menantang Lea'er di depan Raja, dan di depan banyak orang..?"kata Pangeran Lingzhi membela sang kekasih.


"Kenapa kau meminta maaf, kami tahu bukan kau yang salah, dan kami tahu kau juga menyelamatkan gadis itu dari kematian, Kenapa kau lakukan. itu...? Jelas - jelas dia yang menantangmu, kenapa kau menolong nyawanya...?" tanya guru Juan lagi.


"Hamba melakukan itu demi kerajaan Shi terutama Ibu Suri guru... Kalau bukan karena itu, hamba tak akan perduli dengan keadaannya...." jawab Alea lembut. Namun jelas terlihat ada ketegasan di nada ucapannya.


"Ha ha ha...ternyata kita di beri kebahagian oleh dewa di usia kita yang semakin tua ini Juan, kita masih di beri kesempatan memiliki seorang murid yang sangat jenius seperti gadis di depan kita, dan anda pangeran...untung anda lebih cepat menemukan dia, andai anda telat sedikit , pasti gadis ini sudah menjadi rebutan para pria tampan.


Dan hamba dengar anda telah mengumumkan secara langsung kalau putri Lea adalah Putri Mahkota, apa benar itu Putra Mahkota...?" tanya guru Lao pada Pangeran Lingzhi.


"Benar guru.. Ayahanda hanya tinggal meresmikan pertunangan kami, .." jawab Pangeran Lingsi dengan wajah cerah.


"Kalau begitu kami ucapkan selamat dulu Pangeran, Putri Mahkota..." ucap guru Juan dengan wajah gembira.


"Guru..jangan memanggil murid dengan sebutan Putri... Murid sekarang adalah siswa perguruan Calang , murid guru..." ucap Alea ketika sang guru memanggilnya Putri.


"Mana bisa Putri...kau adalah Putri Mahkota kami, apakah aku rela mendekam di penjara karena berani tidak sopan pada Putri Mahkota...?" ucap guru Juan.


"Guru...murid mohon, jika murid di perguruan, Murid adalah seorang Siswa perguruan Calang, tolong panggil Murid dengan nama murid saja, ..jika murid ada di dalam istana , guru boleh memanggil murid dengan panggilan Putri..." ucap Alea dengan wajah memohon.


"Guru...benar kata putri Mahkota, jika kami berada di perguruan, tolong panggil kami seperti guru memanggil murid yang lain , kami tidak ingin di bedakan ..." ucap pangeran Lingzhi menbahkan.


Mendengar perkataan pangeran Lingzhi dan Alea , kedua guru besar itu tersenyum .


"Baiklah kalau itu mau kalian, dan mulai sekarang kami akan menganggap kalian seperti murid yang lain.." ucap guru Juan dengan wajah tenang.

__ADS_1


"Trimakasih guru.." ucap Alea dan pangeran Lingzhi hampir bersamaan.


Melihat pangeran Lingzhi yang kini mengalami perubahan pada sifatnya , membuat dua guru besar itu tersenyum, mereka tak menyangka kalau kekuatan cinta bisa merubah seseorang lebih baik lagi. Dulu pangeran Lingzhi adalah pria yang memiliki sifat Sombong dan dingin, serta tak perduli pada wanita . walaupun begitu sifat menyayangi dan peduli pada penduduk kurang mampuh atau rakyat miskin yang membutuhkan pertolongan selalu ada pada Pangeran Lingzhi. tapi sekarang terlihat sekali kalau sifat arogan dan sombing itu agak menghilang, semenjak dia dekat dengan Putri Mahkota . Kini mereka bisa melihat wajah ramah Pangeran Lingzhi pada orang lain, walaupun terhadap wanita lain selain putri Mahkota wajah dingin dan kejam masih terlihat. apalagi pada gadis yang dia benci.


"Oh ya Hanpey, dalam dua minggu lagi Dunia Kecil akan di buka... dan kau akan ikut serta salam kelompok murid yang akan masuk kedalam dunia kecil itu...." ucap guru besar Juan.


"Dunia Kecil guru...?" tanya Alea tak mengerti.


"Ia...Dunia Kecil adalah Dunia Arai yang di ciptakan seseorang untuk keseimbangan dunia ini. dan di sana terdapat beberapa mahluk mitos atau monster yang memiliki inti kekuatan yang berguna bagi kekuatan manusia , dan di sana juga banyak terdapat tumbuhan obat langkah.


Sedang Dunia Arai atau Dunia kecil akan terbuka dalam kurun waktu lima belas tahun sekali , dan itu terjadi dua minggu lagi ..."kata guru Juan menjelaskan.


"Lalu siapa saja yang akan pergi kesana guru...?" tanya Alea.


"Seluru sekte atau perguruan besar yang ada di tiga benua akan mengirimkan utusan mereka. paling sedikit dua kontingen . dan dalam satu kontingen paling sedikitnya memiliki anggota lima orang..." jawab guru Juan lagi.


" Perguruan Calang akan mengirimkan berapa kontingen guru...?" tanya Alea.


"Dari prajurit khusus akan mengirimkan dua kontingen , sedang dari grub yang lain, mungkin ada dua atau satu kontingen.." jawab guru Lao.


"Berapa waktu kami di dunia kecil guru..?"


Tanya Alea.


"Dua tahun dunia kecil..." jawab guru Lao dengan tenang.


"Apaa....dua tahun....?" tanya Alea kaget.


"Iya , dua tahun Dunia kecil. Tapi waktu di dunia kecil dengan dunia kita ini berbeda . dalam satu hari satu malam dunia kecil , Di dunia kita sekarang ini berbeda enam jam lebih lambat dari dunia kecil . jadi kalau satu hari di sini , Di sana tiga hari. jadi kalau kalian nanti di sana dua tahun , kalau di dunia kita ini kalian hanya menjalani kehidupan Empat bulan...." ucap guru Juan menjelaskan.


Mendengar perkataan guru Juan Pangeran Lingzhi kaget.


"Guru...aku ikut dalam kontingen Lea'er..." ucap Pangeran Lingzhi dengan wajah tegas.


"Pangeran....apa pangeran tidak mendapatkan tugas dari Raja...bagaiman anda akan pergi jika anda mendapatkan tugas dari Baginda..." kata guru Juan dengan sabar.


"Tidak guru...kalau Hanpey pergi, aku juga akan pergi bersamanya..." jawab Pangeran Lingzhi.


"Pangeran...bukankah tugas kerajaan lebih penting dari pada anda ikut hamba kedunia kecil, ...?" ucap Alea mengingatkan. Mendengar perkataan Alea, pangeran Lingzhi terdiam,


"Lebih baik aku meminta dulu pada Ayah agar tidak memberiku tugas di saat dunia kecil terbuka , agar aku bisa ikut Lea'er . aku tak akan bisa lagi berpisah dengan Lea'er..seru Pangeran Lingzhi dalam hati.


"Kita lihat saja nanti Lea'er..." jawab Pangeran Lingzhi sambil menepuk pelan tangan Alea yang ada di pangkuan Alea.


"Baiklah guru, Murid akan mengikuti kompetisi itu..." ucap Alea .


"Bagus nak...kalau begitu kalian bisa kembali ke kamar kalian, oh ya..selama satu minggu ini aku akan mengajarimu di are belakang kediaman ini, kau datanglah setiap pagi, guru akan menunggumu..." ucap guru juan menambahkan .


"Baik guru..." jawab Alea,


Setelah berpamitan dengan guru Juan dan guru Lao. mereka segera pergi dari ruang guru Juan. ketika ingin kembali ke asrama, Alea mengajak Pangeran Lingzhi dan kedua pengawalnya untuk pergi mencari Mimi di kelasnya . Saat mereka ingin menuju kelas Mimi , Alea bertemu dengan teman Mimi yang memiliki kamar disebelah kamar Mimi, saat Alea menanyakan soal Mimi, anak itu dengan mata menatap pada Pangeran Lingzhi menjawab kalau Mimi ada di kantin, dan dia melihat kalau Mimi baru saja pergi. setelah mengucapkan terimakasih pada anak tadi, Alea dan rombongan segera bergerak menuju kantin. Ketika mereka sampai di sana, mereka menjadi bahan pembicaraan dan pusat perhatian para murid Perguruan Calang. bagaiman tidak, Alea yang cantik sedang berjalan dengan tiga orang pria tampan sambil bercakap- cakap. saat mendapat sapaan dari siswa yang berpapasan dengan mereka, Alea membalas sapaan dengan ramah. namun ketika mereka sudah sampai di Kantin, ternyata banyak siswa pria yang sedang makan di sana, dan saat mereka melihat kehadiran Alea, semua mata menatap kearah mereka yang sedang berjalan masuk kedalam kantin. Melihat tatapan para pria yang mengagumi kecantikan Alea, terlihat sifat posesif Pangeran Lingzhi kambuh. dengan tingkah Posesifnya dia segera memegang erat tangan Alea yang ada di sebelahnya. seolah dia ingin menunjukkan kalau Alea adalah miliknya.


Merasakan ada kelainan di tangan yang sedang memegangnya, Alea menatap sekilas Pangeran Lingzhi .


"Ada apa pangeran...?" tanya Alea pelan.


"Tidak, tidak ada apa - apa..." jawab Pangeran Lingzhi dengan pelan juga .

__ADS_1


"Oh ya...? lalu kenapa tangan yang Mulia memegang Erat tangan Alea...?" tanya Alea sambil menahan senyum.


"Aku kesal pada mereka...Apa mereka belum tahu kalau kau itu Putri Mahkota milikku..." ucap Pangeran Lingzhi dengan wajah kesal. Melihat tingkah Pangeran Lingzhi yang seperti anak kecil yang takut mainannya di ambil orang , Alea menjadi tertawa lembut,


Melihat tingkah pangeran Lingzhi pada Alea banyak wanita yang juga ada di kantin itu menatap iri pada Alea. tak terkecuali Putri Lan Wen yang sedang makan bersama para sahabatnya. Dia menatap kearah Alea dan Pangeran Lingzhi yang sedang bergandengan tangan mencari meja untuk mereka tempati dengan tatapan sedih . Para sahabatnya yang melihat wajah Sedih Putri Lan Wen ikut menatap kearah, tatapan mata Lan Wen. dan mereka bisa melihat Pangeran Lingzhi yang sedang berjalan sambil menggandeng tangan seorang gadis dengan mesra. dan mereka tahu siapa gadis itu .


"Hanpey....!" terdengar seseorang Memanggil Alea, dan Alea tahu siapa pemilik suara itu.


"Kakak...!" seru Alea sambil melihat pada Mimi yang sudah melambaikan tangannya pada Alea. dan di sana terlihat Mimi sdang duduk dengan dua orang pria dan seorang gadis manis.


"Kak..ternyata kau di sini...?" ucap Alea sambil tersenyum.


"Lea'er..kapan kau datang...?" tanya Mimi sambil memeluk Alea yang telah berdiri di depannya.


"Tadi kak...lalu pergi keruangan guru..." jawab Alea.


"Selamat siang Pangeran, tuan Guansi , tuan Jihao..." sapa Mimi pada ketiga orang yang datang bersama Alea.


"Hmm...." gumana Pangeran Lingzhi sedang Jihao dan Jendral Guansi membalas sapaan Mimi dengan senyuman dan anggukan kepala.


"Lea'er...kau melupakan gege tampanmu.." sapa Lian Han sambil berdiri dan menghampiri Alea yang ada di sebelah Mimi.


"Gege...kau di sini juga...?" seru Alea kaget . Melihat Alea dalam pelukan Lian Han, Pangeran Lingzhi tiba - tiba telah menarik Alea untuk menjauh dari tubuh Lian Han.


"Pangeran....!" seru Alea kaget.


"Ck..dasar pria pencemburu...aku ini gegenya dia Pangeran Lingzhi yang terhormat...." ucap Lian Han kesal.


" Aku tak perduli ...jangan terlalu lama memeluk adikmu..." jawabnya dingin sambil merengkuh Alea dalam pelukannya.


"Pangeran...jangan seperti ini...kita ada di kantin lo..." ucap Alea sambil ingin melepaskan tangan pangeran Lingzhi yang ada di pinggangnya.


"Sayang...kalau kau tidak mau diam, aku akan lebih erat memelukmu..." bisik Pangeran Lingzhi di telinga Alea .


Akhirnya Alea hanya bisa terdiam.


Melihat sang kekasih tak lagi menolak pelukannya, pangeran Lingzhi tersenyum .


Setelah itu pangeran Lingzhi membawa Alea untuk duduk di kursi kantin . tanpa mereka sadari banyak gadis yang sangat iri pada Alea karena sikap dari pangeran Lingzhi yang mencemburui Alea jika ada pria lain di dekat gadis itu. dan melihat sikap pangeran Lingzhi yang terlihat begitu sayang pada Alea. Sedang para pria begitu iri pada pangeran Lingzhi yang bisa memeluk gadis cantik yang menjadi idolah para siswa pria di seluruh perguruan Calang ini . begitu juga dua teman Mimi dan Lian Han yang tadi makan bersama Mimi dan Lian Han .


Mereka melihat dengan wajah melongo heran, karena mereka yang sudah lama tinggal di perguruan ini tidak pernah melihat wajah Pangeran Lingzhi yang terlihat ramah dan terlihat sangat mencintai gadis cantik yang terkenak di perguruan Calang ini. mereka juga melihat begitu posesifnya pangeran Lingzhi pada gadis itu. .


"Kau mau makan Apa sayang...?" tanya Pangeran Lingzhi pada Alea.


"Terserah My Zhi saja..." jawab Alea.


Mendengar Alea kembali menyebut nama kesayangannya , Pangeran Lingzhi tersenyum gembira.


"Baiklah , Jihao kau bisa memesankan makanan untuk kami kan...?" ucap pangeran Lingzhi sambil menatap Jihao yang masih berdiri menunggu perintah.


"Baik Pangeran..." jawab Jihao, dia lalu pergi meninggalkan Pangeran Lingzhi, Alea dan Guansi yang tersenyum menatap kepergian Jihao.


Maaf ya sahabat.. author membuat ceritanya hanya sedikit, dan up datenya kemalaman. Sebab ada kerabat dekat yang tutup usia.


jangan lupa Like, foto dan komennya.


sekalinlagi maaf ya🙏🙏🙏.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2