PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
KEMBALI.


__ADS_3

Kemarahan putri Asuya membuat teman- temannya heran, ada apa dengan gadis ini..? Mereka tahu kalau putri Asuya membenci pitri Lea yang kabarnya sudah menjadi Putri Mahkota, tapi untuk apa dia bertingkah seperti itu. Hanya ada satu sahabatnya yang mengerti kenapa putri Asuya semarah ini. Dia sahabat putri Asuya yang kebetulan ikut dalam rombongan pengiriman ke dunia kecil. Dari lima orang sahabat putri Asuya hanya dia yang ikut dalam rombongan ini. Dan dia tahu niat putri Asuya dan keluarganya yang ingin menyingkirkan putri Lea. Tapi sepertinya rencana mereka gagal. Dan kini di depan ratusan orang , Putra Mahkota Lingzhi mengakui hubungan mereka dan setatus putri Lea yang memang benar- benar orang yang terpilih menjadi Putri Mahkota. Sebenarnya di dalam lubuk hatinya yang paling dalam gadis ini bersyukur kalau calon permaisuri masa depan kerajaannya adalah putri Lea, karena banyak yang dia dengar kalau putri Alea banyak sekali membantu orang , beda dengan gadis yang ada di dekatnya ini, gadis yang angkuh , sombong , licik dan manja . Dia sadar kalau gadis seperti ini jadi permaisuri kerajaannya , apa jadinya kerajaan Shi kedepannya. Dia dekat dengan gadis ini hanya karena dia takut di buli saja. Lebih baik dia mencari aman saja. Tapi dia bertekat kalau sepulangnya dari dunia kecil ini dia akan menjauh dari putri Asuya. Saat melihat putri Asuya marah - marah , dia agak menjauh dari putri Asuya.


"Brengsek...apa Ayah tidak jadi mengirim paman ... ah Ayah, kenapa dia masih hidup sich ...dasar pe***r murahan . Baiklah akan aku beri kesempatan kau hidup dulu, tunggu saja kebahagiaanmu tidak akan lama lagi brengsek...!" seru putri Asuya marah. Namun dia juga tidak bisa memperlihatkan kemarahannya secara terang- terangan sekarang. Walau sebenarnya dia ingin menghajar orang yang ada di dekatnya.


Sedangkan putri Lan Wen hanya bisa melihat kemesraan pangeran Lingzhi dan Alea dari tempatnya dia berdiri . Ingin rasanya dia berteriak mengucapkan kata protes pada pangeran Lingzhi yang telah memilih Alea sebagai kekasihnya. Dia yang beberapa tahun ini sudah berusaha mendekati pangeran Lingzhi, hanya bisa


melihat pangeran Lingzhi yang selalu berwajah dingin, sombong dan terlihat kejam. Dia fikir pangeran Lingzhi tidak akan pernah bersikap baik pada seorang wanita. Tapi nyatanya hari ini dia melihat sendiri kemesraan yang dia tunjukkan pada Alea. Tatapan kerinduan seorang pria yang merindukan kekasihnya bisa terlihat begitu jelas di mata pangeran Lingzhi.


"Aku fikir kau tidak akan bisa lembut pada seorang wanita pangeran...tapi nyatanya aku salah, terlihat sekali kalau kau sangat mencintai putri Lea, kenapa gadis itu masih hidup..apa bunda tidak jadi melaksanakan rencananya ..?." ucap putri Lan Wen dalam hati. Dan mereka berdua semakin marah dan benci pada Alea, saat tangan pangeran Lingzhi tak pernah lepas dari tangan Alea.


Sedang Alea di atas panggung hanya bisa pasrah melihat keposesifan Pangeran Lingzhi. Dan tanpa sadar Alea melihat kearah kedua gadis yang ingin membunuhnya .dari kejauhan Alea bisa melihat sorot mata yang begitu marah menatap padanya. Melihat semua itu tiba- tiba ide jahil melintas di otak kecilnya yang suka usil. Dia mendekatkan wajahnya kearah pangeran Lingzhi. Dia berbisik.


"My Zhi.." panggil Alea lembut .tentu saja mendengar panggilan kesayangan terucap dari mulut Alea membuat pangeran Lingzhi bahagia . Dengan cepat dia menatap kesamping kearah Alea. Dan jika terlihat dari tempat Putri Lan Wen dan Putri Asuya terlihat seperti Alea sedang mencium pipi pangeran Lingzhi. Dan itu sukses membuat mereka berdua semakin marah.


"Ya sayang..." jawab pangeran Lingzhi.


"Boleh nggak nanti ketika pulang aku pergi sebentar dengan gege Lian...?" tanya Alea pelan. Mendengar omongan Alea , pangeran Lingzhi kaget.


"Mau kemana..?" tanya Pangeran Lingzhi dengan nada tak suka.


"Nanti akan aku beritahu setelah kita turun dari sini.." jawab Alea.


"Kita lihat saja nanti ..." ucap pangeran Lingzhi sambil mencium tangan Alea. Dan tingkah mereka berdua yang terlihat sangat mesra membuat banyak peserta yang merasa iri.


"Dasar wanita ja***g...bisa- bisanya dia berbuat itu di depan orang banyak..."gumam putri Lan Wen.


"Pe****r murahan...beraninya dia berbuat itu pada Pangeranku..brengsek dasar gadis murahan...!" seru Putri Asuya tak terkendali.


Alea menatap kearah mereka berdua dan mata tajamnya bisa melihat kemarahan di wajah mereka berdua. Dan itu membuat dia tersenyum bahagia.


Sedang para temannya melihat kemesraan Alea tersenyum bahagia. Walaupun Pangeran Huang merasa cemburu tapi dia juga merasa bahagia melihatmu gadis dan sahabat yang dia cintai terlihat mesra.


"Semoga kalian akan hidup bahagia dan rukun selalu. Lingzhi jangan pernah menyakiti gadis itu, atau membuatnya menderita . jika itu sampai kau lakukan jangan salahkan aku jika akan merebutnya dari tanganmu..! Seru pangeran Huang dalam hati. Dia tersenyum menatap kedua pasangan yang ada di atas sana. Doa kebaikan dia panjatkan untuk gadis yang dia kagumi dan dia cintai beserta sahabat sekaligus saudara kesayangannya.


Akhirnya semua peringkat yang berada di 50 dasar maupun utama di minta untuk naik ke atas. Saat bertemu sesama siswa perguruan Calang, mereka saling memeluk meluapkan kebahagiaan. namun tidak dengan Alea, dia masih berada di dekat pangeran Lingzhi yang posesif apalagi dia melihat pangeran Huang yang dia tahu juga sangat mencintai Putri Alea.


"Apa kabar pangeran Dingin...?" sapa Pangeran Huang pada pangeran Lingzhi sambil memeluk pria tampan di depannya. kesempatan tangannya terlepas, Alea segera berkumpul dengan teman- temannya.


'Baik..eh tunggu...kau ikut dalam rombongan dari Tiangzi...?" tanya putra Mahkota Lingzhi dengan wajah kaget.


'Benar..." jawab Putra mahkota Huang sambil melepas pelukannya .


"Jangan kau bilang kalau kalian satu perjalanan...?" kata pangeran Lingzhi dengan wajah curiga.


"Ck ..si tukang cemburuan.. Ketika tinggal empat bulan lagi di dunia kecil, kelompok kami bertemu dengan permaisurimu, kami satu kelompok di dalam rumah kuno . dan karena dia gadis yang tangguh dan baik, juga setia pada sang pacar, maka tidak ada kesempatan untuk seorang pria yang bisa menggodanya, walaupun pria itu sangat mencintainya tuan arogan..." ucap pangeran Huang sambil menepuk bahu Pangeran Lingzhi.


"Dan aku tidak akan merebut adik iparku sendiri.." lanjutnya. Mendengar perkataan Putra Mahkota Huang, Pangeran Lingzhi tertawa. Hingga membuat semua orang tertegun. Sebab mereka tidak pernah melihat Pangeran Dingin itu tertawa sekeras itu.


"Dasar pria arogan...Oh ya tolong kau jaga calon permaisuri mu dari niat jahat istri Mentrimu, itu si nyonya Lan.. jangan sampai dia mengirimkan lagi pembunuh bayaran untuk membunuh Putri Alea.. ." sungut Pangeran Huang yang melihat kebanggaan di mata pangeran Lingzhi. Dia harus mengatakan itu pada pangeran Lingzhi . karena dia tahu kalau Alea pasti menyembunyikan masalah ini dari pangeram Lingzhi.


"Nyonya Lan ingin membunuh Putri Lea...?" kata Pangeran Lingzhi kaget .


'Bukan cuma dia...gadis centil dari kerajaan We juga mengirim pembunuh bayaran pada calon istrimu. Untung saja calon istrimu wanita tangguh. Kalau tidak, mungkin sekarang kau hanya akan mendengar kabar kematiannya..." ucap Pangeran Huang dengan wajah sedih.


"Brengsek..berani sekali mereka mengusik putri mahkota. .." geram Pangetan Lingzhi.


"Mereka tidak menyangka kalau gadis yang mereka targetkan tangguh. Ide mereka melakukan itu di dunia kecil agar perbuatan mereka tidak Ketahuan ..." kata Pangeran Huang marah.


Mendengar perkataan Pangeran Huang, Pangeran Lingzhi mengepalkan tangannya. Sedang Alea tidak menyadari kalau rahasianya sudah Pangeran Huang katakan pada Pangeran Lingzhi. mereka terlihat masih bercakap- cakap.


Setelah mendapatkan ucapan selamat dan penghargaan dari para guru besar . mereka yang terpilih akan dapat masuk kedalam perguruan atau sekte yang mereka inginkan. Andai mereka ingin keluar dari sekte atau perguruan yang menampung mereka selama ini.


Setelah acara selesai ,


mereka segera kembali ke kota masing- masing.


Dan sudah menjadi niat Zheng Bai yang ingin menjadi pengawal pribadi Alea, jadi saat harus pulang keperguruan dia berpamitan pada kakek Bing Hu untuk mengikuti Alea. Kakek Bing Hu pun mengijinkan dan memintakan ijin pada Pangeran Lingzhi, pangeran Lingzhi pun mengijinkan, karena Zheng Bai juga masih saudara Alea, juga merupakan murid Tiangzi .


Setelah keluar dari tempat itu, pangeran Lingzhi membawa Alea masuk kedalam kereta yang memang sengaja dia bawa. Sedang Lian Han dan Zheng Bai menaiki kuda yang memang di bawakan oleh sang pangeran .


Saat di dalam Kereta , pangeran Lingzhi bertanya soal pembunuh bayaran. Mendengar pertanyaan Pangeran Lingzhi Alea kaget.


"My Zhi..dari mana kau tahu masalah ini..?" tanya Alea sambil menatap Pangeran Lingzhi dengan wajah kaget.


"Apakah kau perlu tahu siapa yang mengatakan padaku...?" tanya pangeran Lingzhi dengan wajah masih marah .


"Bukan begitu...aku hanya heran saja, kenapa kau yang ada di luar Dunia kecil kok bisa tahu tentang masalah ini..?" tanya Alea lembut. Melihat wajah Pangeran Lingzhi sepertinya sebentar lagi bom akan meledak.


"Lalu apakah hanya pangeran Huang yang harus tahu masalah ini...!" terdengar nada kalimat pangeran Lingzhi naik satu oktaf.


"Hemm..sabar..sabar..." kata Alea dalam hati.


"Bukan begitu...kau jangan marah dulu.. Bukannya aku tidak ingin mengatakan padamu, aku juga nanti akan mengatakannya, bukankah kita baru bertemu juga belum sampai di perguruan, tapi baiklah akan aku ceritakan daripada kau berfikir yang bukan- bukan. Saat kami masih baru dua bulan berada di Dunia kecil , tiba- tiba kelompok kami di serang oleh berpuluh serigala hitam yang memiliki aura gelap dan ternyata mereka di gerakkan oleh seseorang . dan ternyata orang yang menggerakkan serigala itu adalah pengawal kepercayaan raja We. saat kami bertemu mungkin karena dia sudah menganggap menang , dia berucap kalau sebenarnya akulah target dia karena suruhan seseorang . Untunglah kami di bantu oleh keempat hewan konyrakku . setelah dia dapat di kalahkan , kami baru tahu kalau dia pengawal kepercayaan Raja kerajaan We . Kami tahu semua itu dari Yu Kui yang mengenali pria itu . bukankah Yu Kui putra pejabat kerajaan We. Saat itu Yu Kui bertanya , apakah aku mempunyai musuh dengan kerajaan We , Tentu saja aku bilang tidak, jangankan bermusuhan , mengenal merekapun tidak, dan baru aku ingat kalau pengagum pangeranku adalah putri kerajaan We...dan saat itu Pangetan Huang belum bersama kami . entah dari mana dia tahu soal itu, dan Soal pembunuh bayaran Nyonya Lan. Saat itu memang Pangeran Huang bersama kami sepulangnya dari kota peninggalan purba, kami yang saat itu berjumlah 14 orang akhirnya harus melawan 20 orang pembunuh bayaran yang aku tahu ilmu mereka cukup tinggi . untunglah kami bisa menyelesaikan. pertempuran itu walaupun kami dalam keadaan kelelahan. dan sang kepala pembunuh bayaran sempat aku tangkap , dan dari dialah kami tahu siapa yang mengirim mereka, namun gege Lauyan dan Pangeran Huang telah membunuhnya dan ini tanda bukti surat perintah dati nyonya Lan.." kata Alea mengakhiri ceritanya dan mengambil surat dari nyonya Lan pada penjahat itu.


Mendengar cerita Alea, pangeran Lingzhi langsung memeluk Alea dan mendekapnya dengan erat.


"Maafkan aku...maafkan aku yang berucap kasar tadi, aku terbawa cemburu dan marah karena di saat kau dalam bahaya aku tidak berada di sisihmu, dan Pangeran Huang lah yang ada bersamamu..." ucap Pangeran Lingzhi denga. suara sedih.


"Aku tahu My Zhi...aku mohon kedepannya jangan terbawa emosi, sebelum kau marah tanyakan dulu kebenarannya, gimana tadi jika salah satu dari mereka berdua tahu , kalau kau lagi mencurigaiku..mungkin ini adalah jalan untuk mereka menjauhkan dirimu dariku..." kata Alea lembut .


"Iya aku salah, maafkan aku sayang..." ucap Pangeran Lingzhi sambil melepas pelukannya. Di tatapnya wajah cantik di depannya.

__ADS_1


"Ada apa...?" tanya Alea karena dia merasa jengah dan malu ketika wajah tampan pangeran Lingzhi menatap wajahnya dengan penuh kerinduan.


"Kau cantik...aku merindukanmu.." jawabnya dengan wajah masih menatap wajah Alea.


"Ck..kau mulai pandai merayu ha...!' seru Alea kesal. namun tak urung wajahnya merona merah. melihat wajah Alea , Pangeran Lingzhi tertawa.


"Aku sangat..sangat mencintaimu sayang.." ucap Pangeran Lingzhi sambil mencium lembut dahi, mata , kedua pipi , hidung , dan terakhir bibir Alea sekilas.


Dan tentu saja sang pemilik kaget, Alea tertegun mendapat serangan tiba- tiba.


"Kenapa...? masih kurang..?" goda pangeran Lingzhi sambil tertawa.


"My Zhiiii...!" seru Alea gemas. dia memukul tangan dan dada pangeran Lingzhi.


"Sayang ..tunggu.." kata pangeran Lingzhi sambil menahan senyum , karena kini gadis cantiknya terlihat semakin menggemaskan saat dia merasa malu.


"Apaa..." kata Alea dengan kesal.


"Bukankah sebentar lagi kau menjadi istriku, kenapa aku tidak boleh memintanya...?" tanya Pangeran Lingzhi konyol.


"Karena pangeran mencuri ciumanku.." jawab Alea.


"Kalau begitu aku memintanya sekarang." kata pangeran Lingzhi menggoda.


"Tidak..." jawab Alea sambil menatap keluar kereta menghindar dari mata elang pangeran Lingzhi .


"Kenapa...?" tanya Pangeran Lingzhi semakin menggoda karena wajah Alea yang semakin memerah.


"Karena belum waktunya.." jawab Alea yang kini mulai tenang.


"Benarkah..? bagaimana kalau waktu itu kita percepat ...?" tanya Pangeran Lingzhi. mendengar perkataan pangeran Lingzhi, Alea menatap wajah tampan itu, dan Pangeran Lingzhi menaik- naikkan alis matanya.


"Maunya...dasar mesum.." ucap Alea pelan sambil memalingkan wajahnya kembali melihat keluar kereta. sedang Pangeran Lingzhi tertawa bahagia.


"Pangeran. .ijinkan hamba pergi mencari istri dam anak dari penjahat itu, hamba takut nyonya Lan akan menyiksa mereka..." kata Alea.


"Kenapa kau menghawatirkan mereka..?" tanya pangeran Lingzhi pada Alea.


"Mereka tidak tahu kalau suami atau Ayah mereka seorang penjahat, dan aku takut nyonya Lan akan menyiksa mereka jika dia tahu kalau rencananya gagal.." jawab Alea dengan wajah cemas. Alea tahu kalau si suami jahat, tapi mereka anak dan istrinya tidak tahu itu.


"Baiklah akan ku suruh Jihao mencarikan istri penjahat itu untukmu,..." jawab Pangeran Lingzhi. mendengar ucapan pangeran Lingzhi Alea bahagia. dan tanpa sadar dia memeluk pangeran Lingzhi yang ada di depannya dan memberikan ciuman di pipinya.


"Trimakasih My Zhi..." serunya .


Tentu saja Pangeran Lingzhi kaget mendapatkan bonus ciuman yang tak pernah dia sangka- sangka. dan Aleapun sadar akan tingkahnya.


"Maaf..." ucapnya sambil menatap kearah luar kereta kembali. dan terlihat wajah putihnya memerah bagai tomat masak.


gadisnya , gadis yang sangat pemalu berani mencium pipinya. hanya karena dia mau membantu istri seorang penjahat. ya ampun sayang...mulia banget hatimu..." ucap Pangeran Lingzhi dalam hati.


"Sayang...apapun akan kulakukan jika dengan itu aku akan mendapatkan ciumanmu..." goda pangeran Lingzhi kembali.


"Ist...udah dech jangan menggoda lagi My Zhi..." kata Alea yang tak berani melihat pada pangeran Lingzhi.


Pangeran Lingzhi tertawa bahagia, dia lalu menatap pada Alea.


"Kau tahu sayang...kau sangat menggemaskan..." kata Pangeran Lingzhi sambil tertawa.


Merekapun menikmati perjalanan kembali ke Kerajaan Shi .


Karena hari menjelang petang, akhirnya Pangeran Lingzhi memutuskan untuk bermalam di penginapan kota terdekat. Begitu juga dengan semua siswa dan guru perguruan Calang. sedangkan Putri Lea dan Putri Asuya pulang bersama kedua orang tua mereka. dan di sana pangeran Lingzhi meminta pada Jihao segera menyelidiki tentang keluarga penjahat yang ingin membunuh Alea atas suruhan Nyonya Lan. mendengar masalah itu, Jihao dan Guansi sangat marah. akhirnya Jihao pergi bersama Zheng Bai yang memaksa untuk ikut membantu, karena dia sekarang pengawal Putri Lea.


Keesokan harinya mereka kembali ke Kerajaan Shi bersama dengan rombongan dari perguruan Shi yang lain. dan tentu saja Pangeran Lingzhi tak mau jauh sedikitpun dari Alea.


Ketika sampai di kerajaan Shi. Alea di minta untuk pulang ke Kerajaan dulu.


"Sayang...kita pulang ke Kerajaan dulu, Ayah dan Bunda sudah menunggumu di sana..." kata pangeran Lingzhi saat kereta mulai memasuki ibukota.


"My Shi...apakah tidak sebaiknya aku pulang ke perguruan dulu ya...kau lihat keadaanku sekarang, aku masih lelah, kotor dan bau, besok pagi saja aku kesana ya...kau bisa menjemputku .." kata Alea sambil menatap sekilas pria tampan yang kini duduk di sebelahnya .


"Tapi Ayah dan bunda sedang menunggumu sayang..." ucap Pangeran Lingzhi membujuk.


"Ck..Baiklah...tapi jangan salahkan aku kalau Ayahanda langsung memecatku untuk jadi menantunya..." goda Alea .


"Kau ini...siapa yang berani memecatmu jadi menantu Raja, mana mungkin Ayah memecatmu, Dia dan Bunda yang jlebih dulu jatuh cinta padamu..." jawab pangeran Lingzhi.


"Tunggu...jadi sebenarnya kau dulu tidak mencintaiku, karena kau mendapat paksaan dari Ayah dan Bunda kau baru mencintaiku...?" goda Alea pura- pura marah .


"Hey...siapa bilang...Kau tahu, aku jatuh cinta pada tabib yang telah menolongku di dalam hutan . aku telah mencarimu di seluruh benua barat ini, dan aku tidak bisa menemukan dirimu, aku hanya bisa menemukan tabib Pria yang sangat handal. siapa suruh kau menyamar jadi laku- laki..." ucap Pangeran Lingzhi sambil menyentil kening Alea.


"Aauu....!" seru Alea pelan saat sentilan di dahinya terasa agak sakit .


"Lalu dari mana My Zhi tahu kalau aku seorang wanita..?" tanya Alea.


"Saat Di rumah Jiejie Yinhan, saat itu kau memakai baju putih dan sedang memetik bunga sakura.." jawab Pangeran Lingzhi sambil terkekeh.


Tak terasa kereta telah masuk istana. dan benar saja, terlihat Keluarga istana telah menunggu mereka berdua. hanya Raja dan Permaisuri saja yang tidak hadir. ternyata beliau ada di dalam aula pertemuan. Melihat kedatangan Alea, terlihat Putri Sora dan Putri Yin Yi berlari mendekat dan memeluk Alea.


"Jiejie...selamat datang kembali di kerajaan Shi..." sapa Putri Sora dan putri YinYi .


"Trimakasih sayang..." jawab Alea. mereka berjalan bergandengan tangan.

__ADS_1


"Selamat datang kembali Putri Mahkota.." ucap Putri Yinhan sambil memeluk Alea.


"Trimakasih Jiejie..." jawab Alea, namun di dalam hati Alea ada rasa heran, kenapa sambutan mereka tidak seperti biasanya.


Begitu juga para selir dan pangeran sudah menunggu Alea di depan pintu masuk Aula istana.


Dan saat Alea sedang memberi salam pada pangeran dan Selir tiba- tiba terdengar suara dari belakang Alea.


"Apa kabar Lea'er..." ucap Seseorang yang Alea tahu siapa dia. dengan cepat Alea menatap kearah suara itu. dan di sana terlihat Mimi sudah berdiri bersama Lian Han.


"Kakak...kau di sini...?" seru Alea sambil memeluk Mimi.terlihat wajah Mimi yang mengeluarkan air mata.


"Sayang...kau baik- baik saja kan...?" ucap Mimi lembut.


"Lea'er baik- baik saja kok kak.. tapi lihat tubuhku agak hitam ya..he he.." ucap Alea terkekeh.


"Hey..siapa bilang kau hitam...tidak, malah kakak lihat, kau sekarang tambah putih dan cantik...kulitmu sehalus giok, hanya..." ucapan Mimi terheti.


"Haya apa kak..?" tanya Alea penasaran.


"Hanya sedikit kurus..." kata Mimi jujur.


"Mungkin karena banyak berlatih dan kurang makan kak..." jawab Alea .


Setelah bercanda- cakap sebentar, pangeran Lingzhi segera membawa Alea masuk kedalam ruang pertemuan atau ruang singgasana sang Raja


Setelah kasim mengumumkan kehadiran mereka, Pangeran Lingzhi segera membawa Alea masuk kedalam ruang pertemuan, mereka segera memberi salam pada Raja dan permaisuri.


"Salam sejahtera bagi Raja dan Permaisuri, semoga panjang umur dan mendapat berkah..." sapa Alea dan pangeran Lingzhi bersama- sama.


"Salam kalian aku terima , duduklah nak... apakah kau tidak menyapa Ayah Bundamu dan kedua orang tua angkatmu.." tanya sang Raja.


Mendengar perkataan Raja Rong Kyu. Alea kaget dia segera mengangkat wajahnya dan mengedarkan pandangannya di dalam aula. dan berapa kagetnya Alea ketika melihat sang Ayah bersama Bunda Zhena , juga ada ketiga saudara tirinya. yaitu So Gun Han , Cang Fu Han dan Lila Han. juga berada di sana. dan di sebelah mereka terlihat keluarga perdana Mentri Heng bersama Istri dan kedua anaknya.


"Ayah..Bunda..!" seru Alea langsung berlari kearah sang Ayah dan segera memeluknya.


"Ayah..kapan datang..." tanya Alea sambil melepas pelukannya.


"Kemaren Nak..." jawab Sang Ayah.


Alea mengusap Air mata bahagia. dia lalu memeluk Bunda Zhena dan kedua pria tampan dan adik perempuan. begitu juga dengan Lian Han mengikuti tingkah Alea,


Sedang Alea mendekati Perdana Mentri Heng.


"Apa kabar Ayah Bunda...?" sapa Alea sambil memeluk mereka satu persatu.


"Kami baik- baik saja sayang..." jawab Mentri Heng sambil mencium lembut kening Alea.


"kau agak kurusan nak..tapi kau semakin cantik..ibu bangga memilikimu nak..." ucap Nyonya Heng sambil memeluk Alea.


"Trimakasih Bunda.." jawab Alea sambil tersenyum lembut.


"Apa kabar gege..." sapa Alea pada Sauki dan Quiro. Namun sebelum Alea mendekati kedua saudara itu, Pangeran Lingzhi sudah berada di tengah - tengah mereka.


"Eeit...tidak usah memeluk calon permaisuriku, dia adalah milikku seorang..." ucapnya sambil memeluk pinggang Alea posesif. Melihat tingkah Pangeran Lingzhi semua orang tertawa.


"Pangeran Kami semua sudah tahu... . kami hanya ingin berjabat tangan saja.." ucap Heng Sauki sambil tertawa. Pangeran tak perduli dia segera membawa Alea ke tempat duduk yang memang sudah tersedia.


"Bagaimana keadaanmu nak..apakah kau sehat- sehat saja...? apakah kau terluka..?" tanya Raja Rong Kyu penuh perhatian.


"Hamba baik- baik saja yang Mulia..." jawab Alea sopan.


"Aku mendengar kau di serang grombolan serigala...?" tanya Raja Rong Kyu dengan menatap Alea cemas.


"Benar yang Mulia...bukan hanya hamba yang Mulia tapi kelompok kami, berpuluh serigala menyerang kami, .." jawab Alea lembut.


"berpuluh serigala...?lalu...?" tanya Raja Rong Kyu kaget.


"Untunglah kami bisa mengalahkannya yang mulia..." jawab Alea.


"Semua juga berkat pertolongan mahluk kontrak Lea'er yang keluar semua Yang Mulia..." ucap Lian Han yang ada bersama Alea.


"Mahluk kontrak Putri Lea...? memang ada berapa mahluk kontrakmu Lea'er..?" tanya Raja Rong Kyu heran. begitu juga dengan orang yang ada di dalam ruangan itu. Mendengar pertanyaan Sang Raja, Alea tak bisa berkutik lagi.


"Maaf..ada empat Yang Mulia..." jawab Alea pelan.


"Apaa..empat...? kau memiliki mahluk kontrak empat hewan...? hewan Apa saja itu..?" tanya Raja Rong Kyu semakin penasaran.


"Lebih baik hamba panggil mereka yang Mulia..." jawab Alea, lalu Alea memanggil keempat mahluk kontraknya. dan keempatnya pun segera ada di sekitar Alea. terlihat empat pria yang sangat tampan berada di sekitar Alea. mereka semua terkejut. selain Lian Han, Mimi, dan Pangeran Lingzhi. empat orang itu sangat tampan , gagah dan rupawan .


"Ada apa Lea'er...?" tanya mereka bersamaan.


"Maaf aku memanggil kalian, yang Mulia Raja ingin bertemu kalian ..." jawab Alea.


Keempatnya pun menghadap Baginda Raja. Rong Kyu.


"Salam sejahtera yang Mulia..." ucap mereka bersamaan. Raja Rong Kyu masih tertegun menatap pada pria itu.


"Yang Mulia..." sapa Alea.


Udah dulu ya...jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2