PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
PENGAWAL PRIBADI.


__ADS_3

Setelah para calon prajurit khusus sudah datang semua , para guru segera membawa mereka kembali ke perguruan , dan yang pasti Alea menjadi pusat perhatian karena dia dekat dengan pangeran Lingzhi. Agar tidak menjadi pergunjingan, Setelah sampai di perguruan saat berkumpul kembali di aula ,Pangeran Lingzhi memberitahukan kalau calon Prajurit Hanpey telah di angkat sebagai pengawal pribadi sang putra Mahkota. Tentu saja semua itu membuat para calon prajurit baru merasakan iri. Mereka juga ingin menjadi pengawal khusus sang putra Mahkota .


"Pangeran...apa istimewanya Hanpey dari kami...? Kenapa dia bisa langsung jadi pengawal anda...?" tanya seorang prajurit wanita yang sudah sejak lama ingin dekat dengan sang pangeran. Dia berusaha menjadi prajurit utama .


Keinginan utama dari gadis itu adalah ingin menjadi pengawal pribadi sang putra Mahkota, Karena dia mencintai putra Mahkota. dia berfikir dengan cara menjadi pengawal pribadi sang pangeran, dia akan memiliki kesempatan mendekati sang pangeran ,


Pangeran menatap gadis yang telah memprotes keputusannya ,Seorang gadis yang bertubuh tegap dan cantik berdiri menghadap padanya. Ada kearoganan dan kesombongan terlihat di wajah cantiknya. Dia menatap pangeran Lingzhi seolah berkata.


'Aku seorang gadis cantik dan gagah, kenapa pangeran lebih memilih pria itu dari pada saya ...'?" itulah kalian yang terlihat dari oancaran oata gadis itu .


"Yang kau maksud dirimu sendiri...?" tanya pangeran langsung membuat wajah gadis itu memerah. dan terlihat oancaran wajah bangga di wajah cantiknya.


" Apakah kamu sekarang sudah merasa mampu melindungi diriku...?" tanya pangeran Lingzhi datar.


"Bukankah kami dipilih di sini karena kami di anggap sudah mampu melindungi putra Mahkota..." jawabnya dengan berani.


:"Jadi kau merasa sudah mampu melindungi diriku...? Kau mengatakan kalau kau setara dengan dia bukan...?" ucap Pangeran Lingzhi sambil menunjuk Alea yang sedang berdiri menonton perdebatan itu.


"Benar...Saya rasa kekuatan saya sama dengan dia.. malah mungkin saya lebih baik dari dia, bukankah dia murid baru di perguruan ini....?" jawab gadis itu sambil melihat Alea dengan wajah sinis dan menghina .


"Bagus....Kalau begitu apakah kau berani melawan dia...?" tanya pangeran Lingzhi sambil berjalan mendekati Alea.


"Untuk apa hamba takut.. Hamba murid lama di perguruan ini, dan dia siswa baru, suatu kebetulan ketika dia bisa terpilih jadi prajurit utama, ...." dalam kalimat itu, seolah mengartikan kalau Alea terpilih karena keberuntungan atau ada koneksi, bukan karena kemampuan Alea.


Saat Alea mendengar perkataan gadis itu, dia hanya tersenyum lembut.


"Oo benarkah...jadi kau bisa mengatakan kalau pria ini tidak memiliki kekuatan atau keahlian yang menunjang dia terpilih menjadi seorang prajurit khusus...?" kata pangeran Lingzhi dengan senyum di bibirnya. Semua orang terkejut ketika wajah dingin itu memberikan senyuman tipis , Senyum itu membuat pangeran Lingzhi terlihat sangat memukau dan teramat tampan. Si gadis melongo melihat senyuman pitra Mahkota, namun tak lama dia tersenyum gembira karena merasa sangat senang, dia berfikir kalau omongannya membuat pangeran Lingzhi memperhatikan dia dan menyukainya, namun beda dengan Jihao dan Guansi, mereka merasakan rasa sesak didalam dadanya. Sebab semakin pangeran Lingzhi memperlihatkan senyum dinginnya, semakin kejam dia dalam bertindak.


"Baik..kalau begitu kalahkan dia, dan jika kau menang kau akan menggantikan kedudukan dia menjadi pengawal pribadi ku, tapi....jika kau kalah, kau akan keluar dari calon prajurit khusus , karena aku tidak suka memiliki seorang prajurit yang bersifat sombong dan mpertanyakan keputusanku..." seru pangeran Lingzhi dingin. semua orang terdiam seketika, mereka baru sadar kalau pangeran Lingzhi sedang marah.


Setelah berkata seperti itu, Dia mendekatkan kepalanya kepada Alea.


"Kalahkan dia , atau kau akan mendapat hukuman dariku, bukan hanya dirimu yang akan mendapat hukuman, tapi kedua kakakmu juga akan merasakan itu, jangan coba- coba mengalah padanya..." bisik pangeran Lingzhi pada Alea.


"Ya ampuun...kenapa dia bisa melihat isi otakku sich..." seru Alea dalam hati. Karena Alea memang ingin mengalah dari gadis yang berani menghinanya tadi, Alea fikir dengan cara seperti itu , dia akan terlepas dari kewajibannya menjadi pengawal pribadi sang pangeran, dan otomatis dia akan sedikit menjauh dari sang pengusaha ini.


"Baik...hamba akan membuktikan kalau pria yang anda tunjuk itu tidaklah pantas menjadi pengawal pribadi anda.." mendengar ucapan gadis itu, bisa terlihat kalau dia ingin berkata kalau dialah yang terbaik buat sang pangeran.


"Bagus...aku ingin kau membuktikan perkataanmu, ...." kata Pangeran Lingzhi dingin. Gadis itu segera maju berjalan kearah arena pelatihan.


"Gila...dia berani sekali melawan Putra Mahkota dan menghina Hanpey... Apa dia tak melihat pertarungan Hanpey dengan guru besar..?" tanya salah satu siswa .


"Mungkin dia datang terlambat, atau tertidur saat Hanpey melawan guru..." jawab sang teman .


"Dia memang gadis yang sombong... Selama jadi murid perguruan dia tidak memiliki teman, karena dia tidak suka berteman..." kata seorang gadis yang ternyata setingkat dengan gadis itu.


"Hey..aku tahu yang sebenarnya..." tiba- tiba seorang siswa laki- laki di antara mereka berucap pelan.


"Emang ada apa dengan dia...?" tanya sang teman penasaran.


"Dia mencintai sang Putra Mahkota,..." kata Laki- laki itu perlahan.


"Apaaa...." seru mereka serempak.


"Hus...jangan keras- keras...." seru siswa tadi.


"Aah...maaf..." jawab sang teman.


" Apa bener yang kau katakan itu..." tanya teman yang berada di sebelahnya .


"Aku tidak berbohong dan mengada- ada...sebenarnya tekat dia ikut pemilihan prajurit khusus itu demi san putra Mahkota, dia berfikir setelah dia menjadi prajurit khusus dia akan berusaha mendekati sang pangeran..." kata pria tadi menjelaskan.


"Ya ampun....beneran apa yang kau katakan itu...? nekat bener dia.... Lalu dari mana kamu tahu rahasia itu...?" tanya salah satu siswa yang berada di sana.


"Aku mengenalnya, dan dia mengatakan itu,...aku sudah pernah menasehatinya, tapi dia kekeh dengan keinginannya, saat melihat Hanpey menjadi pengawal yang di pilih sang pangeran , mungkin dia marah dan cemburu..." jawab pria itu.

__ADS_1


"Waaah...kalau nanti dia kalah, pupus sudah harapannya.... dan dia dikeluarkan dari calon prajurit khusus..." kata siswa lainnya.


"Itulah resiko dari ambisi dan kesombongannya..." kata sang teman.


Sedang di arena latihan terlihat Alea sudah berhadapan dengan gadis itu, terlihat tatapan menghina di perlihatkan di wajah cantik gadis itu.


"Kau yang lemah seperti ini , tidak pantas menjadi pengawal putra Mahkota..." katanya mengejek Alea.


"Maksudmu yang lebih pantas menjadi pengawal sang pangeran itu kamu...?" tanya Alea dengan tenang.


"Tentu saja... Di lihat dari penampilan wajahku cantik dan bentuk tubuhku bagus bukankah dari penampilan kau sudah kalah..." kata gadis itu dengan angkuhnya.


"Oh ya...? kau merasa seperti itu...? tapi kenapa pangeran memilihku ya...?" ejek Alea denga wajah konyolnya.


"Brengsek kau....itu karena kau merayu dia...." serunya marah.


"Hey...aku seorang pria...mana mungkin aku merayu pangeran Lingzhi..." seru Alea dengan wajah menyebalkan. pangeran Lingzhi yang mendengar itu menjadi gemas pada Alea.


"Ka..kau...."terlihat wajah gadis itu memerah karena marah.


"He he he...Kalau begitu kita lihat siapa yang lebih berhak menjadi pengawal pribadi sang pangeran, kau atau aku....." tantang Alea dingin.


"Baik...lihat saja nanti, akan ku buat kau keluar dari perguruan ini..." kata gadis itu dengan sinis. Alea hanya tertawa mendengar perkataan gadis itu.


Tak lama terlihat gadis itu memasang kuda- kuda, sedang Alea memandang dengan wajah dinginnya. Gadis itu tiba- tiba mengeluarkan sebila pedang yang tergantung di pinggangnya. pedang yangbterlihat putih panjang menakutkan. Melihat itu akhirnya dengan terpaksa Alea mencabut pedang salju yang terikat dengan manis di punggangnya . pedang salju itu tidak pernah dia keluarkan, saat di hutan Halimun pun Alea hanya memakai belati panjang yang dia beli di pasar kerajaan Long , tidak ada seorang pun yang pernah melihat pedang itu keluar dari sarung pedangnya. Dan baru sekarang pedang itu terlihat di keluarkan oleh Alea. saat pedang keluar dari tempatnya , terlihat pancaran cahaya putih menyelimuti pedang yang ada di tangan Alea. Pancaran pedang itu mengeluarkan hawa dingin yang sangat pekat hingga membuat orang kedinginan.


"Pedang salju.." seru beberapa guru yang berada di sana.


"Ya Dewa...pedang apa yang dia miliki.." kata para siswa yang melihat pedang di tangan Alea. Tak terkecuali pangeran dan kedua sahabatnya, mereka terkejut melihat pedang di tangan Alea .


"Pangeran apakah itu pedang salju...?" tanya Jihao pada pangeran Lingzhi yang berada di depannya.


"Ya Dewa...indah sekali cahaya dan kekuatan pedang itu pangeran...hamba tidak menyangka putri Lea memiliki pedang legendaris itu...." seru Guansi kagum.


Sedang pangeran Lingzhi menatap Alea dengan tatapan semakin mengagumi gadis itu.


Bukan hanya guru ,murit dan sang pangeran yang terkejut, guru besarpun kaget ketika Alea mengeluarkan pedang itu.


"Kau gadis sableng... Aku tak menyangka kau mewarisi pedang salju yang telah hilang berpuluh tahun itu..." batin guru besar sambil menatap Alea penuh kekaguman.


Sedang di arena latihan terlihat Alea sudah berhadapan dengan gadis itu. Terlihat ada kekagetan di mata gadis itu saat melihat pedang di tangan Alea, namun karena rasa cemburu yang mendera hatinya, dengan kemarahan dia menerjang menyerang Alea lebih dahulu. Dengan gerakan mudah Alea menangkis hujaman pedang yang mengarah kepalanya.


Tring...


Terdengar suara nyaring saat dua pedang beradu , dan pertarunganpun terlihat semakin seru, gadis itu dengan segala kemampuan nya ingin segera menjatuhkan Alea, namun dengan mudahnya Alea mematahkan segala serangan yang dia lakukan, dan dia melihat kalau gerakan Alea seperti main- main.


"Hey brengsek ....lawan aku dengan benar...!" teriaknya marah.


"Baik...kalau itu maumu. sekarang bersiaplah....."seru Alea. Tak lama terlihat Alea mengeluarkan jurus seperti seorang gadis yang sedang menari, namun gerakannya membuat pedang yang ada di tangannya mengeluarkan cahanya terang yang menyelimuti seluruh pedang dan tangan Alea. Dan saat pedang itu mengarah kearah gadis itu. Terdengar suara nyaring pedang yang beradu. Namun entah gimana kejadiannya ,tiba- tiba pedang dingin Alea telah berada di leher gadis itu. Andai Alea ingin membunuhnya, kepala gadis itu sudah terpisah dari badannya.


"Kau sudah puas sekarang....? Atau kau ingin melanjutkannya....?" bisik Alea yang berada di belakang tubuh gadis itu.


Gadis itu tercekat melihat semua ini .


Kini dia baru tahu kekuatan Alea yang sebenarnya. Dia menyesal kenapa dia tidak mengeluarkan hewan kontraknya.


"Kau belum tentu menang jika aku melawan dengan hewan kontrakku..." kata gadis itu tak mau mengakui kekalahannya.


"Waah...ternyata kau sudah memiliki hewan kontrak... Baik , kalau kau masih belum puas dengan kekalahanmu ini, keluarkan sekarang juga hewan kontrakmu itu ..." kata Alea sambil melepaskan pedangnya dari leher gadis itu.


"Bagus....!" serunya dengan wajah senang dan senyuman licik, Dia merasa Hanpey bodoh, karena telah memberi dia kesempatan untuk mengeluarkan hewan kontraknya , dengan cara seperti itu dia merasa kemenangan ada di tangannya, karena hewan kotak yang dia miliki adalah harimau Fengsu yaitu harimau yang terkenal dengan kecepatannya yang seperti angin. Harimau itu dia dapatkan


saat kemaren masuk kedalam hutan Halimun, harimau itu dia temukan tanpa sengaja di hutan halimun dalam keadaan kaki terluka. dan dengan mudahnya dia mengalahkan harimau yang terluka itu dan kini menjadi hewan kontraknya.


"Sekarang keluarkan hewan kontrakmu.." kata Alea dengan tenang.

__ADS_1


"Baik...lihatlah ini..." dan tiba- tiba di sebelah gadis itu telah berdiri dengan gagah harimau Fengsu kebanggaannya. semua orang kaget melihat keberadaan binatang buas yang terkenal dengan kekejaman dan kekuatannya, serta secepatnya dalam bergerak, mereka kagum pada gadis itu ,yang telah mampu membuat kontrak dengan hewan itu. dan dengan bangga dan sombong gadis itu menatap Alea.


Grraauu....


terdengar geraman keras dari mulut harimau Fengsu yang ada di sebelah gadis itu. Namun Alea hanya tersenyum menatap mahluk buas itu.


"Karena kau telah mengeluarkan Hewan kontrakmu , tentu saja aku akan menunjukkan hewan kontrakku juga..." kata Alea tenang. dia segera menyuruh Lauyan untuk keluar. dengan tenang Lauyan keluar dengan bentuk burung kecil indah berwarna kuning keemasan. dan dia bertengger di bahu Kanan Alea , sedangkan Whita sejak tadi memang sudah berada di lengan kiri Alea.


Melihat hewan Kontrak yang di tunjukkan Alea, gadis itu tertawa mencemooh , begitupun dengan para siswa yang berada di ruangan itu, selain tiga teman Alea yang telah mengetahui kebenaran burung yang berada di bahu Alea ,


"ha ha ha...kau sedang bercanda ha... burung kecil itu yang kau jadikan hewan kontrakmu...?" kata gadis itu menghina. Namun beda dengan guru besar dan pangeran Lingzhi. mereka kaget melihat burung yang bertengger di lengan Alea. baru sekarang pangeran Lingzhi dapat merasakan aura dasyat dari si burung kecil yang sering berada di bahu Alea itu. begitupun dengan para guru dan guru besar. Alea hanya tersenyum lembut mendengar ejekan dari gadis itu.


"Benar...dia hewan kontrakku,.. apa hewan kontrakmu berani melawana burung kecilku...." tanya Alea datar.


"Kau menghina hewan kontrakku...Bilo... bunuh dia dan hewan kontraknya..." seru gadis itu marah.


semua orang merasa merinding membayangkan harimau itu mencabik tubuh Hanpey dan memakan burung milik Hanpey. namun kenyataan berkata lain, tiba- tiba hewan itu menunduk dan menekuk tubuhnya di lantai dan kepalanya di taroh di antara kaki depannya.


"Hey...kenapa dengan hewan itu...sepertinya dia takut pada burung kecil itu..." seru seorang siswa .


"Benar lihatlah...dia ketakutan pada burung itu.. sebenarnya itu burung apa sih ...masak harimau Feng bisa ketakutan pada burung sekecil itu..." seru siswa yang lainnya, dan banyak lagi lontaran pertanyaan dari para siswa.


Sedang Alea hanya tersenyum menatap gadis yang berada di depannya.


'Bilo...cepat bunuh dia...." teriak gadis itu, namun hewan itu hanya diam saja. Dia menatap burung kecil itu dengan wajah ketakutan . tiba - tiba sebuah sinar keluar dari tubuh burung itu, dan tak lama berdiri seorang pria sangat tampan di sebelah Alea. kontan saja mereka semua terkejut, tak terkecuali pangeran Lingzhi dan guru besar. hanya ketiga teman Alea saja yang hanya diam tanpa bicara.


"Ya Dewa...siapa pria tampan itu...?" seru mereka .


"Ka..Kau... siapa kau....?" tanya gadis itu dengan wajah pucat.


"Bukankah kau ingin membunuhku dan tuanku...?" kata Lauyan dengan wajah dinginnya.


"Ka..kau burung i..itu...?" ucap gadis itu dengan ketakutan. Tidak pernah dia bayangkan, kalau pria yang berada di depannya ini memiliki kontrak dengan hewan yang sudah bisa berubah menjadi manusia. dan hewan seperti itu adalah hewan yang sudah berada di level hewan ilahi


"Tidak...tidak...ini tidak mungkin..." gumana gadis itu seperti orang yang sudah kehilangan kepercayaan.


"Kenapa....? kau sepertinya kaget melihat kehadiranku.... dan perlu kau ketahui kalau hewan kontrakmu bukan levelku...karena itu dia ketakutan berhadapan denganku ...." kata Lauyan dengan sombong. Alea hanya diam menatap gadis yang ketakutan di depannya.


"Nah...apa sekarang kau sudah mengakui kekalahanmu....?" tanya Alea dingin.


Gadis itu terdiam dengan wajah pucat. Namun seperinya dia tak ingin mengakui kekalahannya.


"Apakah kau masih ingin melihat hewan kontrakmu mati...?" tanya Lauyan dingin.


gadis itu hanya diam menunduk.


"Aah sudahlah Yan ge...mungkin dia malu mengatakannya , biarkan saja , ... sekarang kau kembalilah ...'kata Alea lembut. Namun tanpa Alea sadari terlihat pangeran Lingzhi menatap Lauyan yang berada di sebelah Alea dengan pancaran mata penuh kecemburuan.


Lauyan segera kembali ke ruang dimensi. sedang Alea segera berbalik akan kembali ketempatnya semula. saat Alea memalingkan badannya tiba- tiba gadis itu menyerangnya dari belakang. dan secara reflek Alea kembali mencabut pedangnya dan menebas tangan yang terayun di atas kepalanya. hampir sepersekian detik pedang gadis itu akan membela kepala Alea jadi dua. untunglah kecepatan tangan Alea lebih cepat dari hantaman pedang yang datang. hanya ikat rambut Alea dan beberapa helai rambutnya yang sempat terpotong oleh ketajaman pucuk pedang gadis itu, hingga membuat rambut Alea yang indah terurai dengan sempurnah . wajah Alea yang cantik terlihat dengan sempurna di depan mereka. semua itu memperlihatkan jati diri Alea yang sesungguhnya. Semua orang kaget bukan kepalang melihat kalau sebenarnya Hanpey adalah seorang gadis yang sangat cantik menawan.


"Ya Dewa....ternyata dia seorang gadis yang teramat cantik..." seru seorang siswa pria.


"Dia cantik bagaikan seorang dewi..." kata yang siswa yang lain.


Semua siswa dan para guru terkejut dan terpesona melihat kecantikan Alea.


Hanya guru besar, pangeran dan pengawalnya serta ketiga teman Alea yang satu kelompok dengan Alea saat masuk kedalam hutan Halimun saja yang tidak terkejut dengan perubahan Alea.


Sedang gadis yang telah menyerang Alea , kini lengannya terpotong oleh pedang salju milik Alea.


"Ck...kau ini... kau lebih suka tangan terpotong dari pada mengakui kekalahan ya...?" kata Alea dengan wajah kecewa. Dia tak ingin meneruskan pertandingan karena dia tak ingin gadis ini terluka, tapi pikirannya berbeda dengan fikiran gadis itu. lebih baik dia membunuh pria yang ada di depannya daripada dia mengakui kekalahan dan keluar dari calon prajurit khusus yang akan membuat kesempatan dia dekat dengan putra Mahkota hilang.


"Dan lihat sekarang, kau telah membongkar penyamaranku....Ck dasar menyebalkan..." sungut Alea sambil cemberut. sedang pangeran Lingzhi yang sudah tidak tahan menahan kemarahannya segera berjalan kearah Alea dengan cepat dan menendang gadis itu hingga terlempar jauh dari tempat dia berdiri.


"Jihao...tangkap gadis itu..." seru pangeran marah.

__ADS_1


Maaf udahan dulu ya....jangan lupa like, vote, dan komennya.


Bersambung.


__ADS_2