PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
PUTRI YUAN XEI


__ADS_3

"Guru ada apa...?" tanya Alea dengan wajah heran. Alea segera duduk kembali di tempatnya semula.


"Tolong katakan ada hubungan apa kau dengan sekte Tiangzi...?" tanya guru Lao dengan wajah penuh tanya.


"Oo sekte Tiangzi yang tadi..?" tanya Alea dengan santai.


"Hanpey... Jangan santai seperti itu, Kami berempat menunggu penjelasanmu...?" tanya guru Lao gemas.


"Guru..Alea juga nggak tahu, mereka tiba- tiba datang kemari dan mengatakan kalau aku adalah junjungan mereka, Alea aja tidak tahu mereka siapa ..." kata Alea menjelaskan .


"Junjungan...?" tanya tuan Mu Borong dengan wajah serius.


"Benar tuan...lagian saya juga nggak tahu tentang Sekte Tiangzi..." jawab Alea polos.


"Sekte Tiangzi adalah sebuah sekte yang paling besar dan paling kuat di ketiga benua ini, anak cucu dari keturunan sekte Tiangzi ini banyak menyebar di ketiga benua ini. Namun cerita di balik sekte ini sangat di menyedihkan, Berpuluh tahun yang lalu, putri dari patrik penguasa sekte Tiangzi di culik dan entah di buang kemana oleh saudaranya sendiri dalam perebutan kekuasaan, dan saat kekuasaan dapat di rebut kembali oleh patrik penguasa yang asli, ternyata sang putri tidak pernah di ketemukan lagi ..." kata tuan Mu Borong dengan wajah terlihat sedih.


"Maaf tuan...apakah anda murid dari sekte Tiangzi...?" tanya Alea menebak.


"Kami adalah murid dalam sekte Tiangzi.." jawab tuan Mu Borong Lagi.


"Murid dalam...? berarti ada murid luar..?" tanya Alea ya g diangguki oleh tuan Borong.


"Lalu kenapa mereka mengatakan kau junjungan mereka, sedangkan kami tidak tahu kabar itu..?" tanya Mu Yucen.


"Hamba juga tidak tahu tuan...mungkin mereka salah mengenali orang tuan...?" jawab Alea sekenanya. Dia tidak berani mengatakan tentang kalung dan gelang giok miliknya. Untung kalung itu berada di dalam bajunya, sedang gelang tertutup oleh lengna baju,


"Ya sudah, apakah kita bisa berangkat sekarang, karena aku takut terjadi sesuatu terhadap tuan putri kecil..." kata Yucen menengahi pembicaraan.


"Baiklah ayo kita segera pergi..Hanpey kita pergi sekarang nggak masalah buatmu kan....?" tanya tuan Borong lembut, sebenarnya dia merasa kasihan pada Hanpey dan kakaknya , tapi apa boleh buat, mereka mengejar waktu untuk keselamatan tuan putri.


"Nggak masalah tuan , aku dan kakak baik- baik saja kok, cuman ketika sampai di sana berikan kami tempat yang cukup enak untuk tidur, sebab selama dua minggu di tambah perjalanan menuju kerajaan nanti , tidur kami bisa di hitung dengan jari lo... Apalagi tidurnya cuma sebentar aja kan...?" kata Alea dengan wajah lucu. Tentu saja perbuatannya membuat para tetua merasa kehilangan masa mudanya.


"Aku akan menyiapkan ruang penginapan terbaik untuk kalian berdua...." ucap tuan Mu Borong dengan senyuman di wajahnya.


"Kalau begitu ayo kita lanjutkan perjalanan kita..." ucap Alea bersemangat.


Merekapun segera melanjutkan perjalanan mereka menuju istana Amora. Mereka kembali memacu kuda mereka tanpa henti, sepeeti biasa mereka hanya akan berhenti saat memberi makan kuda serta istirahat sebentar untuk makan dan minum, setelah itu kembali memacu kuda mereka. Hingga akhirnya enam hari kemudian ,pagi- pagi sekali mereka telah tuba di kerajaan Amora yang terlihat indah dan ramai .


"Nach Hanpey inilah ibu kota kerajaan Amora...." kata tuan Mu Borong pada Alea saat mereka telah tiba di tengah- tengah kota .


"Hmmm...indah dan ramai..." ucap Alea sambil memandangi suasana kota.


"Ayo kita langsung ke kerajaan...?" ajak tuan Borong lagi.


"Maaf tuan...ijinkan kami mencari penginapan dulu...kita ingin mandi dan mengisi perut dulu...." jawab Alea.


"Kalau begitu kerumahku saja..." kata tuan Borong.


"Lebih baik kita di penginapan saja saudara Borong..karena aku juga akan menyiapkan penginapan untuk siswa yang akan ikut kompetisi pertemuan antar cabang..." ucap guru Lao pada mereka.


"Baiklah...kalau begitu kapan kita akan pergi ke kerajaan untuk segera memeriksa putri Yuan Tan...?" tanya tuan Borong lagi.


"Gimana Hanpey, kapan kita bisa langsung pergi ke kerajaan...?" tanya sang guru pada Alea.


"Nanti siang juga boleh guru..." jawab Alea.


"Nach kau dengar sendiri saudara borong jawaban dari siswaku..." kata guru Lao sambil memandang tuan Borong.


"Baiklah nanti siang kami akan datang di penginapan kalian, kalau begitu ayo kami carikan penginapan terbaik buat kalian..." kata tuan Borong lagi.


"Kak..lebih baik aku dan kak Zheng Xuan pergi dulu menghadap pada Kaisar..." ucap Yucan dari samping.


"Benar sekali...lebih baik kalian pergi dulu menghadap Kaisar, biarkan aku mengantar mereka pergi mencari penginapan...." kata tuan Borong menjawab perkataan tuan Yucan.


"Kalau begitu kami pergi...sampai ketemu nanti di istana guru Lao , Hanpey...." kata tuan Yucan pada mereka. Tak lama mereka berdua beserta dua pengawal mereka pergi meninggalkan rombongan Alea.


Setelah kepergian mereka, tuan Baron mengajak Alea dan guru Lao serta Mimi pergi mencari penginapan di kota kerajaan Amora. Benar saja karena mereka mencari penginapan di antar tuan Borong akhirnya mereka mendapatkan penginapan yang cukup bagus dan luas. Setelah Alea, Mimi dan guru Lao mendapatkan kunci kamar , tuan Borong segera meninggalkan mereka dengan janji akan datang nanti siang untuk menjemput mereka. Setelah tuan Borong pergi, Alea , Mimi dan guru Lao pergi menuju kamar mereka masing - masing. Saat Alea sampai di dalam kamarnya dia melihat kamar itu cukup besar dan mewah .


"Bagus juga kamarnya..." ucap Alea sambil memandangi kamar yang mereka sewa. dari cendela kamar dia bisa melihat keindahan kota Amora .


"Waaah...benar- benar penginapan bagus. Ah..kenapa aku ingat penginapanku di desa cahaya ya..." ucap Alea pelan.


"Kenapa Lea'er...?kau ingat desa Cahaya..?" kata Lauyan yang sudah berada di sebelah Alea bersama ketiga temannya.


"Hey...kalian sudah keluar...?" seru Alea karena kaget.


"Gege juga ingin lihat yang indah Lea'er.." kata Lauyan . mereka menatap keramaian kota Amora bersama. Andai orang bisa melihat mereka berlima, mereka busa melihat, seorang gadis yang teramat cantik di tengah empat pemuda yang sangat tampan sedang menatap keramaian kota kerajaan Amora.


"Lea'er...sepertinya kita tadi mendengar kau menyebut desa Cahaya...?" tanya Eagle.


"Gege benar, aku tiba- tiba ingat akan desa Cahaya saat melihat penginapan ini. aku rindu mereka ..." kata Alea sambil berjalan menjauh dari cendela.


"Kita akan kesana setelah ada liburan dari perguruan..." kata White.


"Tapi Aku merasakan akan ada masalah yang harus kau hadapi Lea'er..." kata Xiao Bai dengan tenang.


"Ada masalah...?" tanya Alea heran.


"Benar...aku juga merasakan itu...?" kata Lauyan menimpali .


"Apakah masalah putri kerajaan ini...?" tanya Alea.


"Bukan..Kalau masalah mengobati tuan putri ,gege percaya kau bisa mengatasi.." jawab Lauyan lagi.


"Lalu Apa...?" tanya Alea penasaran.


"Tenang saja Lea'er kita akan menghadapinya bersama- sama..." kata Eagle bijak.


"Benar juga, masih ada kalian yang akan membantuku untuk apa aku cemas, ya sudah aku mau mandi dulu di ruang dimensi, sekalian aku ingin mbuat makanan..." kata Alea lagi.


"Itu ide bagus Lea'er...kami rindu masakanmu ayo kita kembali keruang dimensi..." ajak Lauyan sambil menarik Alea masuk kedalam ruang dimensi Di ikuti ketiga mahluk kontrak Alea. Sesampainya di dalam ruang dimensi , Alea segera membuatkan masakan untuk keempat mahluk kontraknya, sudah tiga minggu ini Alea tidak pernah masuk sama sekali keruang dimensinya. Setelah beberapa waktu kemudian, terlihat beberapa hidangan telah tersaji di meja makan . Membaui harusnya masakan Alea, Lauyan dan White telah duduk di kursi meja makan.


"Lea'er...harum sekali masakan yang kau buat..." ucap Lauyan sambil mencium harum masakan yang ada di meja makan .

__ADS_1


"Yan'ge..mana gege Eagle dan gege Xiao Bai..." tanya Alea.


"Kami di sini Lea'er..." sebuah suara telah menjawab pertanyaan Alea. Terlihat Eagle dan Xiao Bai masuk kedalam ruangan.


"Kalian sudah datang...ayo kita makan bersama..." ajak Alea sambil duduk di kursi meja makan. Tak lama terlihat kelimanya makan bersama dengan nikmatnya. Setelah makan Alea mandi di bawa derasnya air terjun kehidupan. Dia tak pernah menyia- nyiakan kesempatan berkultivasi di bawah air terjun kehidupan walaupun itu hanya sebentar. Setelah mandi dan berganti baju di istananya, Alea segera kembali keruang kamar tidurnya. Untunglah waktu antara ruang dimensi dan waktu dunia kuno ini berbeda jauh. Jadi walaupun di riang dimensi Alea berada satu hari penuh tapi di waktu dunia kuno tidak sampai satu jam. Jadi saat dia kembali kekamarnya, Mimi dan guru Lao tidak tahu kalau Alea baru kembali dari ruang dimensinya. baru saja Alea ingin merebahkan dirinya di atas ranjang, tiba- tiba terdengar ketukan di daun pintu kamarnya.


"Lea'er...ini aku kak Mimi.." terdengar suara Mimi di luar pintu.


"Iya kak sebentar...!" seru Alea sambil berjalan kearah pintu kamar. setelah pintu terbuka terlihatlah wajah Mimi yang terlihat sudah segar setelah mandi.


"Kakak nggak tidur...?" tanya Alea.


"Kakak takut utusan kerajaan datang, jadi kakak setelah mandi langsung kesini.." jawab Mimi.


"Tadi kakak tidak lihat guru Lao...?" tanya Alea sambil menarik Mimi kedalam kamarnya.


"Tidak...aku belum bertemu dengan beliau, tapi Lea'er aku mau tanya, apa dia juga gurumu...setahuku dia tidak ada di perguruan Calang...?" tanya Mimi.


"Beliau juga guru Calang kak, dia kakak dari guru besar Juan, hanya saja dia tinggal di rumah pengobatan yang ada di kota kerajaan, dia juga tabib istana dan Dia memaksa aku untuk menjadi muridnya..." jawab Alea sambil tersenyum.


"Lea'er kau tahu, setelah kau siuman dari sakitmu dulu itu, kau sangat berubah sayang...kau jadi gadis yang sangat kuat, cerdas, baik hati , dan penyayang, membuat semua orang yang bertemu dan mengenalmu , mereka ingin memiliki dirimu sebagai orang yang sangat mereka banggakan, kau tahu kakak sekarang sangat menyayangimu dan bangga menjadi orang terdekatmu, kalau tidak ada dirimu, mana mungkin kakak akan jadi seperti ini, tidak ada dalam fikiran kakak dulu, kalau kakak akan menjadi seperti ini, tapi kini...kakak bagai baru terlahir kembali menjadi orang yang berguna untuk orang lain, semua ini berkat dirimu Lea'er..." kata Mimi sambil menatap Alea. terlihat ada air mata yang mengalir di pipinya.


"Ck..ck..sudah kak..kakak jangan terlalu lebay, ini sudah menjadi garis hidup kita, walaupun Lea tidak seoandai seperti saat ini, kalau takdir kak Mimi sudah di gariskan menjadi orang yang berguna, pasti ada cara kakak bisa menjadi orang seperti itu , jadi kakak sekarang harus mensyukuri apa yang dewa berikan pada kakak ..." kata Alea panjang kali lebar.


"Kau benar- benar berubah Lea'er... semakin lama kakak bersamamu, kau semakin bijak dalam berkata.." kata Mimi sambil tersenyum.


"Benarkah...?" tanya Alea sambil tertawa .


Namun tawa mereka terhenti kala ada ketukan di daun pintu.


Tok tok tok...


"Hanpey...kau sudah bangun nak..." terdengar suara seseorang memanggil nama Hanpey.


"Kak pasti ini guru Lao,..." bisik Alea sambil melangkah kearah pintu kamar.


"Guru , tuan Borong..." Alea berseru kaget karena di depan pintu telah berdiri guru Lao dan tuan Mu Borong.


"Apakah kakak mu juga ada di sini Hanpey...?" tanya guru Lao.


"Ada guru.." jawab Alea buru- buru.


"Kalau begitu kita langsung pergi ke kerajaan , karena Kaisar telah menunggu kedatangan kita..." kata guru Lao kembali.


"Baik guru..kalau begitu guru tunggu kami sebentar, aku akan memanggil kakak.." jawab Alea.


"Baik, kami ajan menunggumu di luar..." kata guru Lao.


"Baik guru..." jawab Alea, setelah mendengar jawaban Alea , guru Lao dan tuan Borong segera melangkah meninggalkan Alea. Setelah melihat kepergian kedua orang itu, Alea segera masuk dan menghampiri Mimi.


"Kak ayo kita pergi..guru dan tuan Borong telah menunggu kita, dan ini makanlah dulu untuk mengisi perutmu..." kata Alea sambil memberikan satu buah , buah dari pohon kehidupan yang rasanya manis dan membuat badan segar dan menahan dari rasa lapar. Mimi segera menerima buah itu dan memakannya sambil berjalan keluar kamar , mereka segera menuju keluar penginapan ,karena mereka sudah di tunggu Guru dan utusan kerajaan itu. ,saat Alea keluar dari penginapan , Dia melihat guru Lau dan tuan Borong sudah menunggu di atas kuda mereka masing- masing, Alea dan Mimi segera menaiki kuda mereka yang sudah berada di sana. Merekapun segera memacu kuda mereka menuju istana. ketika sampai di gerbang istana , karena mereka bersama tuan Borong , mereka tidak mendapatkan kesulitan apapun untuk masuk ke istana. ketika mereka sudah berada di dalam istana seorang pengawal datang menghampiri mereka.


"Tuan Borong apakah anda akan menemui tuan putri..?"tanya pengawal itu.


"Benar tuan...Raja dan permausuri sudah berada di kediaman putri Yuan Tan begitupun dengan kedua tetua agung..." jawab si penjaga.


"Kita langsung ke istan putri Yuan Tan , Raja dan permaisuri serta kedua saudaraku sudah berada di sana...." kata tuan Borong pada Alea dan guru Lao.


"Kalau begitu antarkan kami kesana..." kata tuan Borong pada pengawal itu.


"Baik tuan..." jawab si pengawal, dia segera membawa mereka pergi menuju istana tuan putri. . Penjaga itu membawa mereka menuju sebuah istana yang terlihat sangat indah . ketika sampai di sana ternyata Raja telah menunggu kedatangan mereka. saat nama mereka di ucapkan oleh kasim terlihat Raja berdiri dari duduknya. dan saat tuan Borong, , Guru Lau , Alea dan Mimi masuk , sang Raja berucap dengan cepat.


"Borong kau sudah datang...?" tanya sang Raja dengan wajah bahagia.


" Salam sejahtera bagi Raja dan Permaisuri, semoga di berkahi umur panjang..." mereka berempat mengucapkan salam bersama- sama.


"Salam kalian aku terima, nach Borong..mana tabib yang telah kau bawa itu...?" tanya sang Raja tidak sabar.


"Ini yang Mulia...dia tabib Hanpey dari kerajaan Shi .." kata tuan Borong sambil menunjuk pada Alea .


Alea segera memberi hormat dan berucap.


"Hamba tabib Hanpey dari kerajaan Shi yang Mulia..." ucap Alea .


"Dia...? kau tidak salah Borong...?" tanya Raja Amora yang bernama Tan Junseng tak percaya.


"Tidak yang Mulia...dialah tabib Hanpey yang di bicarakan oleh tabib Lao dan dia juga siswa perguruan Calang..." jawab tuan Borong .


"Pria muda ini seorang tabib...?" tanya Raja Tan menegaskan .


"Hamba yang Mulia..." jawab tuan Borong lagi. namun hatinya sedikit khawatir kalau- kalau sang Raja tidak mengijinkan Alea mengobati tuan putri Yuan Tan .


"Anak muda...berapa usiamu...?" tanya Raja pada Alea.


"18 tahun yang Mulia..." jawab Alea.


"18 tahun....apa benar kau seorang tabib..?" tanya Raja kembali.


"Banyak orang menganggap hamba seperti itu yang mulia..." jawab Alea.


"Apakah kau bisa menyembuhkan putriku...?" tanya Raja dengan wajah penuh ketidak percayaan.


"Sebelum hamba melihat kondisi sang Putri, hamba belum berani mengatakan mampuh atau tidak mampuh hamba mengobatinya yang Mulia..." jawab Alea dengan tenang.


"Ternyata kau cerdik juga nak...baiklah aku akan memberimu kesempatan untuk melihat keadaan putriku, dan jika kau bisa menyembuhkan putriku kau akan mendapatkan hadiah dariku..." kata Raja Tan dengan bijaksana.


"Akan hamba usahakan yang Mulia..." jawab Alea dengan tenang. lalu Alea di bawa oleh seorang pelayan menuju kamar tuan putri Yuan Tan . ketika masuk kedalam kamar putri Yuan Tan, Alea melihat seorang gadis yang tertidur dengan wajah pucat, gadis itu terlihat sangat cantik andai tak terlalu pucat.


Perlahan Alea mendekati putri Yuan . dia duduk di kursi dekat pembaringam tuan putri. Dia mulai melihat denyut nadi sang putri, denyut nadi itu terlihat normal.


Lalu sakit Apa tuan putri ini...batin Alea. tanpa setahu pelayan yang ada di dekat pintu, White dan Lauyan keluar dari ruang dimensi menemani Alea.


"Gege..denyut nadi tuan putri normal, tapi kenapa dia bisa begitu pucat dan mengalami kelumpuhan..." tanya Alea pada hewan kontraknya.

__ADS_1


"coba kau lihat lagi denyut nadinya Lea'er... aku melihat seperti ada racun di dalam tubuhnya..." kata White pada Alea.


"Benarkah..?.baiklah akan aku lihat lagi..." Aleapun segera meneliti kembali denyut nadi tuan putri. dan tiba- tiba dia terbelalak.


"Tunggu...aku merasakan denyut nadi yang lain , seperti denyut nadi darah yang mengandung racun, denyut itu terlalu lemah hingga kalau kita tidak terlalu teliti kita tidak akan merasakannya..." seru Alea dengan wajah kaget.


"Kalau begitu aku akan mencoba menganalisa racun itu dulu gege, aku akan mengambil simpel darahnya.


Aku harus membawanya ke Laboraturiumku gege...tapi gimana aku harus kesana..?" tanya Alea.


"Kau minta Mimi kesini dan bilang pada Raja agar kau tidak di ganggu sementara ini..." jawab Lauyan memberi solusi.


"Baiklah akan kucoba..." kata Alea dengan wajah cerah. dia segera berdiri dari tempat duduknya. dan berjalan keluar dari kamar tuan putri. saat di depan pintu kamar sang putri , pelayan yang sejak tadi berada di sana menatap Alea dengan wajah mencemooh. dia menatap sinis Alea.


"Ada apa bik...kenapa kau menatapku seperti itu...?" tanya Alea dengan wajah cueknya.


"Cih...jangan sok tahu..banyak tabib pintar dan terkenal tidak mampu me gobati tuan putri, kau yang masih mudah seperti ini sok pandai mengobati orang,.."ucapnya sinis.


"Aah..siapa kau...berani sekali kau berkata seperti itu, ingat..kalau aku sampai mampu mengobati tuan putri, lekaslah kau pergi dari sini, atau kau akan tahu akibatnya nanti. aku ingat akan wajahmu..."kata Alea mengancam.


pelayan itu terkesiap mendengar perkataan Alea, dia tiba- tiba merasakan. rasa takut di hatinya.


sedang Alea tetap tenang berjalan keluar menemui sang Raja.


Ketika sampai di sana dia melihat raja terlihat cemas. Melihat kedatangan Alea, Raja segera mendekati Alea.


"Gimana tabib...apakah anda bisa menyembuhkan penyakit putriku...?" tanya Raja dengan wajah cemasnya.


"Hamba belum selesai memeriksa, hamba kesini hanya ingin mengajak kakak saya untuk membantu saya, dan maaf saat saya sedang memeriksa pasien , saya tidak ingin ada yang akan mengganggu hamba , tak seorangpun yang mulia..." kata Alea dengan tegas.


"Baik aku akan memerintahkan seseoarang menjaga kamar putri Yuan, dan tak seoarang pun yang akan mengganggumu..." kata Raja dengan tegas.


"Trimakasih yang mulia...sekarang hamba akan kembali keruang kamar tuan putri bersama kakak saya..." ucap Alea, dia segera memberi hormat dan berlalu dari sana bersama Mimi.


Sesampainya di dalam kamar, Mimi segera menutup dan mengunci pintu kamar. dia segera mendekati Alea yang sudah mengambil simpel darah dari jemari tuan putri.


"Kak tunggu di sini, aku akan keruang dimensi untuk meneliti darah ini, ada racun apa di dalam darahnya..." kata Alea tenang.


"Racun...? tuan putri ini di racun....?" tanya Mimi kaget.


"Sepertinya..karena itu aku akan meneliti kepastiannya agar aku dapat me gobatinya..." jawab Alea tenang.


"Baiklah Lea'er, aku akan menjaga tuan putri di sini..." kata Mimi sambil tersenyum meyakinkan.


"Oh ya Yan'ge, apakah kau bisa mengikuti pelayan tadi...aku curiga sekarang dia sedang menemui orang yang sengaja meracuni putri Yuan..."ucap Alea .


"Baik Lea'er..serahkan itu padaku..." jawab Lauyan lalu pergi dari ruangan itu melalui lubang angin di kamar.


Alea segera masuk kedalam ruang dimensi bersama White. ketika sampai di dalam ruang dimensinya, Eagle dan Xiao Bai sudah menunggu. mereka segera masuk kedalam laboraturium milik Alea.


ketika sampai di Lab nya Alea segera masuk dan menyibukkan diri dengan penelitiannya. mulai masuk sampai ke esokan harinya dia belum keluar dari ruangannya namun saat hari akan kembali petang tiba- tiba terdengar teriakannya.


"Yeeaaa.....berhasil...!" teriaknya bersemangat.


White , Eagle dan Xiao Bai segera masuk kedalam Lab milik Alea.


"Kau berhasil Lea'er..." tanya eagle dengan wajah gembira.


"Gege..aku berhasil...!" seru Alea gembira.


"Gimana Lea'er racun apa yang ada di sana...?" tanya White penasaran.


"ada tiga racun yang mengendap di tubuh tuan putri. , tiga racun inilah yang mengakibatkan kelumpuhan dan kelemahan tubuhnya. racun yang pertama tidak bisa terditeksi dengan cepat, hanya jika racun ini menumpuk terlalu banyak di dalam tubuh tuan putri maka, racun inilah yang mengakibatkan tubuh tuan putrih lumpuh . Mungkin mereka memberikannya sedikit demi sedikit setiap hari, hingga racun itu menumpuk di dalam tubuh tuan putri. sedang Racun yang kedua membuat kesadaran tuan putri hilang dalam keadaan koma, sepertinya racun ini baru di berikan saat tuan putri sudah lama jatuh sakit, dan racun ketiga sepertinya baru saja di berikan gege..." jawab Alea.


"Gila...siapa yang berani meracuni tuan putri di kerajaan sendiri. apa dia tidak takut perbuatannya di ketahui raja.."


seru White marah.


"Racun ini tidak berbau dan tidak berwarna, jadi jika putri sampai meninggal tidak ada orang yang akan curiga kalau dia terkena racun...seperti kemarin , bukankah aku juga tidak me getahui kalau putri terkena racun kalau bukan gege White yang melihat kejanggalan dan tanda- tanda keracunan di tubuh putri Yuan..." kata Alea lagi.


"Benar juga Lea'er...lalu apa yang harus kita lakukan...?" tanya Eagle lagi.


"Lea'er...kau jangan mengatakan dulu kalau tuan putri keracunan pada Raja..." kata Xiao Bai.


"Lo kenapa Bai'ge...?" tanya Alea bingung.


"Kalau kau mengatakan itu, si pelaku akan waspada, jadi kau buat dulu penangkal racunnya dan kita yang akan menyelidili semuanya..."kata Xiao Bai lagi.


"Apaa..kalian akan menyelidikinya...?" tanya Alea kaget.


"Kenapa.? kau tak percaya..?" tanya Xiao Bai pada Alea.


"Tidak, tidak...aku pasti percaya sekali, tadi itu aku kaget, aku tak percaya gege- gege tampanku akan membantuku menyingkap tabir ini...?" jawab Alea dengan tawa gembira di mulutnya.


"Dasar kau ini...." ucap Xiao Bai sambil mengacak rambut Alea gemas.


Aleapun semakin tertawa gembira.


Oh ya ada seseorang yang bisa kamu percayai..." kata Xiao Bai lagi.


"Siapa...?" tanya Alea dengan wajah penasaran.


"Tuan Borong dan kedua saudaranya..aku percaya mereka tulus menyayangi tuan putri..." jawab Xiao Bai.


"Benar Lea'er...aku juga percaya pada mereka..." kata Eagle.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mengatakan pada tuan Borong saja agar tidak terlalu mencurigakan..." kata Alea lagi.


setelah itu dia keluar dari ruang dimensinya kembali kekamar tuan putri Yuan Xie.


"Udahan dulu ya....maaf jika ada kalimat yang tidak sesuai atau titik koma yang tidak pada tempatnya, author minta maaf, jangan lupa like, vote, komen selalu author tunggu. Like, vote dan komen menunjukkan kalian peduli pada author.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2