
Sesampainya di istana, Alea segera pergi ke aula pertemuan bersama pangeran Lingzhi. Mereka bertemu sebentar dengan Bagina raja. Dan Yang Mulia sudah tahu semua kejadian di arena pertarungan dari pengawal bayangan milik Raja. Sesampainya di depan Raja, Alea mendapat pujian dari Raja Rong Kyu karena masih bisa memaafkan putri Menwa yang sudah jelas ingin menyakitinya , malah kemungkinan ingin membunuhnya , dan Raja juga berjanji jika putri menwa masih membuat gara- gara maka Raja sendiri yang akan memberi hukumannya. Raja menyarankan Alea untuk bertemu dengan sang permaisuri . karena sejak tadi permaisuri Shulia cemas menunggu kedatangannya .
Setelah bertemu dengan Raja Rong Kyu, Alea segera di ajak oleh pangeran Lingzhi untuk bertemu dengan sang ibunda permaisuri di istananya. Ketika sampai di sana ternyata permaisuri sendiri yang menyambutnya. Saat mendengar Alea datang berkunjung Permaisuri Shulia langsung keluar dari ruang istirahatnya. Dia yang sejak tadi menunggu dengan cemas kedatangan Alea, Dia segera keluar saat sang dayang mengatakan kalau Alea sedang berjalan menuju istananya.
"Salam sejahtera yang Mulia..." sapa Alea sambil memberi hormat. Begitu juga dengan putra Mahkota Lingzhi yang ada di sebelah Alea. Namun sang permaisuri langsung memeluk Alea yang ada di depannya. Tentu saja Alea dan Pangeran Lingzhi terkejut dengan perbuatan permaisuri. Setelah agak lama dia melepas dan memeriksa Alea dari ujung kaki sampai ujung kepala .
"Sayang...tidak terjadi apapun pada dirimu kan...?" tanya Permaisuri sambil memeriksa Alea.
"Tidak Ibunda...tidak terjadi apapun pada Alea, hamba sehat- sehat saja yang Mulia..." jawab Alea sambil tersenyum senang .
"Syukurlah nak...Bunda sangat menghawatirkan dirimu... kau tahu Bunda sampai susah tidur tadi malam, Bunda takut gadis itu akan membuatmu terluka ..." kata Permaisuri Shulia dengan perasaan lega setelah melihat Alea dalam keadaan sehat .
"Trimakasih Bunda atas kekawatiran Bunda pada hamba..." jawab Alea terharu.
"Tentu saja Bunda khawatir nak...bunda tak ingin menantu Bunda di gantikan oleh gadis sombong dan arogan seperti dia, apa jadinya kerajaan ini jika mempunyai seorang permaisuri yang memiliki watak seperti gadis itu..." ucap permaisuri Shulia sambil kembali memeluk Alea .
"Trimakasih Bunda...Bunda telah mengijinkan Alea menjadi calon menantu Bunda..." ucap Alea dalam pelukan sang permaisuri .permaisuri Shulia segera melepas pelukannya dan menatap Alea dengan wajah pura- pura marah.
"Hey...siapa bilang kau calon menantuku...? Kau itu sudah menjadi menantu Bunda sayang... Dan ingat hanya kau yang bunda perbolehkan menjadi permaisuri kerajaan ini tidak ada gadis yang lainnya..." tegas permaisuri Shulia pada Alea.
"Tapi Bunda..bagaimana jika putra..." namun ucapan Alea belum selesai terucap .
"Sayang...jangan kau teruskan ucapanmu , sampai kapanpun hanya kau yang akan menjadi istriku , aku tak ingin gadis manapun akan mengantikanmu, atau ada di antara kita , ingat itu...!" ucap pangeran Lingzhi dengan marah.
"Nach kau dengar itu....calon suamimu sudah berjanji di depan bunda tak akan memiliki istri lain selain dirimu...?" goda sang bunda.
"Hamba mendengar Ibunda..." jawab Alea sambil tersenyum lembut. Tak urung terlihat semburat merah di wajah putihnya karena merasa malu.
"Ya sudah ayo kalian masuk dulu..kita makan bersama di sini..." ucap permaisuri sambil menggandeng Alea masuk. Namun sebelum langkah mereka masuk lebih jauh, seorang dayang dari istana Ibu Suri datang menghadap.
"Salam sejahtera Permaisuri ...salam sejahtera Putri dan Putra Mahkota..." ucap dayang itu sambil memberi hormat pada ketiga orang yang sangat dia hormati .
"Bangunlah..Ada apa kau datang kemari...?" ucap Permaisuri sambil megibaskan tangannya untuk menyuruh dayang itu berdiri.
"Maafkan hamba mengganggu yang mulia, Ibu suri mendengar putra Dan putri Mahkota telah datang, beliau meminta Putri mahkota untuk datang ke istana ibu Suri, karena sejak tadi pagi ibu suri terlihat sangat cemas, hamba takut sakit jantungnya kambuh kembali.." ucap dayang itu dengan wajah cemas.
Mendengar perkataan dayang itu, permaisuri dan pangeran Lingzhi saling berpandangan. Tak lama permaisuri tersenyum.
"Nak..Lihatlah, banyak orang yang sangat mencemaskan keadaanmu, apakah kau masih meragukan cinta kami...?" ucap permaisuri Shulia sambil menatap Alea.
Alea hanya bisa tersenyum haru melihat kekawatiran permaisuri dan Ibu Suri.
"Kalau begitu lebih baik kita pergi ketempat ibu Suri sekarang,..putra Mahkota kalau kau memiliki pekerjaan pergilah, biarkan Putri Lea bersama kami, kau bisa menemui dia setelah perkerjaanmu selesai..." ucap permaisuri sambil menatap sang putra dengan wajah lembut.
"Baiklah bunda...aku akan meninggalkan Lea'er bersama Bunda, nanti setelah aku menyelesaikan urusanku, aku akan kembali kemari lagi..." jawab pangeran Lingzhi . Dia segera menatap pada Alea,
"Sayang aku pergi dulu...jangan kembali Ke perguruan dulu, Kau kembali besik saja, aku akan segera kembali setelah urusanku selesai,..." ucapnya sambil membelai kepala Alea sebentar .
"Pangeran...hamba akan pulang ke perguruan setelah selesai bertemu Ibu Suri..." kata Alea
"Jangan...aku bilang kau pulang besok saja, kau masih dalam keadaan lemah, aku tak ingin kau nanti sakit..." ucap pangeran Lingzhi penuh perhatian .
"Tapi hamba sudah sembuh yang Mulia..." ucap Alea .
"Sayang...benar apa yang di katakan oleh Putra Mahkota, lebih baik besok saja kau kembali ke perguruan, kau bisa pulang pagi hari kan...?" ucap Permaisuri lembut. Dia tahu kalau putra dinginnya tidak ingin berpisah dengan si gadis cantik di depannya . Mendengar ucapan permaisuri, Alea terdiam sejenak . tak lama dia berucap.
"Baiklah hamba akan pulang besok...tapi hamba akan berangkat di pagi hari..." jawab Alea .
"Iya , asal jangan sekarang...." jawab Pangeran Lingzhi lega. Entah kenapa semakin hari dia merasa semakin mencintai gadis cantik di depannya ini.
Rasanya tak ingin seharipun dia berjauhan dari gadis ini.
"Lea'er..aku akan membuat kau menyetujui pernikahan kita di percepat, Rasanya aku tak sanggup berjauhan denganmu..." ucap pangeran Lingzhi dalam hati.
"Bunda hamba pergi dulu...titip calon istri hamba..." ucap Pangeran Lingzhi pada permaisuri Shulia.
"Pergilah...Alea akan selalu bersama Bunda..." ucap permaisuri Shulia sambil tersenyum bahagia melihat putra kesayangannya begitu terlihat sangat mencintai putri Alea yang memang sejak pertama sudah membuatnya menginginkan gadis itu jadi menantunya.
Pangeran Lingzhi segera keluar dari istana sang Bunda setelah berpamitan sebentar dengan Alea.
Sedangkan para pelayan yang ada di sekitar mereka turut bahagia melihat Putra Mahkota mereka yang dulunya sangat dingin pada wanita , sekarang terlihat begitu mencintai Putri Mahkota. Melihat semua itu pelayan atau dayang kerajaan tersenyum bahagia.
Setelah kepergian Pangeran Lingzhi, Alea dan permaisuri Shulia segera pergi keistana kediaman Ibu Suri. Ketika sampai di sana Alea bisa melihat kalau wajah ibu Suri terlibat sangat cemas.
Melihat Alea sudah datang , ibu suru segera mendekatinya.
"Nak..kau sudah datang...?" ucapnya sambil memeluk Alea dengan wajah senang.
"Hamba yang Mulia..." jawab Alea sambil membalas pelukan Ibu Suri .
__ADS_1
"Kau tidak terluka kan...?" tanya Ibu Suri kembali sambil menjauhkan tubuh Alea dari tubuhnya. Dia menatap Alea dari bawah sampai keatas.
"Hamba tidak apa - apa yang Mulia... bukankah hamba sudah berjanji pada ibu Suri kalau hamba tidak akan terluka..." ucap Alea sambil tersenyum lembut.
"Syukurlah nak...Nenek mengawatirkan dirimu. Tapi aku dengar kau telah menolong putri Menwa dari kematian...? Apa itu benar ...?" tanya Ibu Suri lembut.
"Apaaa...kau masih sempat menolong dia Putri...?" tanya permaisuri Shulia kaget.
"Sebenarnya Alea tidak ingin membantunya, Alea tahu, jika Alea yang ada di posisi Menwa ..Pasti Menwa tanpa ampun akan membunuh Alea . Saat itu Alea melihat Menwa terluka parah karena kekuatannya sendiri. Kami fikir keluarganya akan segera membawa dia pulang, tapi ternyata mereka masih ada di sana, dan tiba- tiba tuan Fang datang menghadap Putra Mahkota untuk meminta hamba menyembuhkan Cucunya. Karena hamba melihat Putra Mahkota serba salah, akhirnya hamba mutuskan untuk menyembuhkan dia Yang Mulia .." jawab Alea sambil menunduk . Mendengar perkataan Alea, permaisuri menatap Alea dengan tatapan kagum.
"Kau gadis baik sayang... Beruntung sekali Putra Mahkota memiliki dirimu...?" ucap permaisuri Shulia.
"Sebenarnya semua ini salah Nenek, andaikan Nenek berkata tegas pada Menwa, mungkin gadis itu tidak akan membuat masalah samoai seperti ini.." ucap Ibu Suri.
"Ibu...itu bukan salah Ibu Suri... Semua karena keadaannya yang membuat ibu tidak bisa menolak keinginan istri tuan Fang, sekaligus sahabat ibu itu..." ucap Permaisuri lembut.
"Nek...apa boleh Alea mengetahui masalah yang sebenarnya...? Tadi sebenarnya Alea juga ingin menanyakan pada Putra Mahkota, Saat putra Mahkota ingin menolak keinginan tuan Fang...dia sepertinya memiliki beban saat akan memutuskan, dan akhirnya harus Alea yang menentukan keputusan itu. ..." ucap Alea penuh penasaran.
"Ceritanya panjang Alea... Ini masalah balas budi.." ucap Ibu Suri pelan.
"Balas budi...?" tanya Alea tak mengerti.
"Benar nak... " akhirnya Ibu Suri menceritakan hutang budi yang terjadi pada mereka. Ketika itu Raja Rong Kyu masih mudah dan belum menikah, namun dia sudah memiliki calon istri yaitu putri shulia . Saat itu Ibu Suri yang masih menjadi permaisuri Raja Tian yaitu Ayah Raja Rong Kyu sedang dalam perjalanan dari benua Tengah bersama sang suami . ketika mereka melewati hutan perbatasan, mereka di hadang oleh segerombolan penjahat, yang ternyata memang ingin membunuh Raja Tian, Di dalam pertempuran itu banyak peajurit yang gugur. Dan pada saat itulah tuan Fang membantu menyelamatkan Raja Tian, Hingga mereka kembali dengan selamat ke istana kerajaan Shi. Dan dari situlah Raja Tian Mulai memiliki hutang budi. Setelah sampai di istana , Raja dan permaisuri ingin menganugerakan penghargaan pada tuan Feng yang telah menyelamatkan merekai . Namun ternyata Nyonya Feng lebih memilih putri tunggalnya untuk di jadikan permaisuri Raja Rong Kyu., Tentunya saja raja Rong Kyu tidak mau, karena kedudukan putri Mahkota sudah ada yang punya. Lagian pangeran Rong Kyu sudah memiliki orang yang dia cintai. Akhirnya Raja Tian meminta putri tuan Fang untuk Menjadi selir Raja. Namun sang putri tidak mau, dia berkata kalau bukan permaisuri dia tidak mau, namun sebenarnya itu cuma alasan dari Putri Feng saja , karena yang sebenarnya dia sudah memiliki seorang kekasih. akhirnya tuan Fang menggagalkan perjodohan itu, dan menikahkan sang putri dengan kekasihnya .
Ibu Suri fikir semuanya telah berakhir namun ternyata tidak, Saat cucu perempuannya sudah beranjak dewasa , dia mengingatkan kembali masalah perjodohan yang gagal. dia mengajukan cucu perempuannya untuk melanjutkan perjodohan itu. Apalagi sang cucu sangat berambisi pula untuk menjadi Putri Mahkota. Setelah Raja Tian Mangkat, dan di gantikan Raja Rong Kyu, tiba- tiba keluarga Fang datang dan mengajukan Cucu perempuannya untuk jodoh putra Mahkota Lingzhi, karena saat itu umur Putra Mahkota Fang masih Muda. Ibu Suri menolak dengan Alasan kalau Putra Mahkota Fang masih terlalu Mudah .
Dan satu tahu yang lalu mereka memasukkan cucu Mereka Menwa menjadi Dayang di kediaman ibu Suri agar dia bisa dekat dengan Pangeran Lingzhi. melihat sifat dingin dan tegas Pangeran Lingzhi, Ibu Suri tidak memberi harapan pada Menwa, tapi Ibu suri memberi Kesempatan pada Menwa untuk mendekati Putra Mahkota. Mula- mula Ibu duri sangat senang melihat sifat Menwa yang lembut dan sabar. walaupun dia tidak cantik, tapi dia cukup manis, Ibu suri sering berdoa agar Putra Mahkota mau membuka diri pada seorang gadis, syukur- syukur kalau Putra Mahkota Lingzhi bisa memilih Menwa sebagai Putri mahkota. namun setelah hidup beberapa bulan bersama Menwa di kediamannya, Ibu Suri mulai mengetahui sifat dasar atau sifat asli Menwa yang arogan , licik dan sombong. serta senena- mena terhadap orang muskin, semua itu bisa Ibu suri ketahui , karena mata- mata ibu suri sering mengadukan sifat Menwa padanya. dan ibu Suri juga sering melihat kalau Menwa terlihat sombong dan suka menindas pada sesama teman pelayannya , dia merasa di istimewakan oleh Ibu Suri, dan dia juga merasa kalau dia adalah calon permaisuri masa depan Kerajaan Shi ini. Saat itulah ibu Suri mulai kecewa. dia mulai berfikir apa jadinya kerajaan ini jika memiliki seorang permaisuri seperti dia.
"Semua ini memang salah nenek Alea..." Andai saat itu Nenek langsung menolak keinginan mereka, tak mungkin kesombongan Menwa akan mencelakakan kamu..." kata Ibu suri dengan wajah sedih.
"Tidak Nek...ini bukan salah nenek.. tapi nek, mungkin ini jalan dewa agar nenek tidak berhutang budi lagi pada mereka, dan mereka tak bisa mengusik nenek lagi. bukankah hutang budi kakek dan Nenek telah terbayar dengan tindakan Alea yang telah menyelamatkan nyawa cucunya. walaupun cucunya celaka karena Alea.." jawab Alea sambil tertawa senang.
"Ya dewa...benar katamu nak .ibu...benar kata Lea'er, sekarang ibu sudah tidak memiliki hutang budi pada mereka, jika mereka kembali mempersoalkan masalah hutang budi itu, ibu bisa membalikkan masalah ini pada mereka.." ucap Permaisuri dengan wajah gembira.
"He he he...ternyata aku sekarang telah terbebas dari hutang budi itu..dan semua ini karena cucu menantuku, sayang kemarilah...peluk nenekmu ini...kau telah menyelamatkan nenek ini dari kematian dan kini kau juga membuat aku terbebas dari hutang budiku. nak..ternyata dewa mengirimkan dirimu ke kerajaan ini sebagai dewi penolong kami sayang..." ucap Ibu suru sambil tertawa senang, tanpa terasa air mata mengalur di pipinya karena bahagia.
"Alea senang kalau Nenek bahagia..." ucap Akeh tulus. dia memeluk tubuh tua itu dengan penuh kasih sayang .
"Trimakasih sayang...." ucap Ubu Suri kembali.
"Sama- sama nek..." jawab Alea lembut.
"Alea...siapa yang tak akan suka dengan dirimu nak... kau gadis baik, sopan, lembut, sabar , dan sangat menyayangi sesama . kau bagai seorang dewi yang datang dari surga untuk menolong sesama manusia, kau tak pernah membedakan siapapun yang perlu pertolongan, jangankan fakir miskin , anak terlantar, sedang yang terlihat benar- benar musuhmu pun kau tolong juga...hanya wanita iri dan dengkilah yang akan membencimu... Bunda semakin menyayangimu nak... bunda tak rela jika kau lepas dari tangan Pangeran Lingzhi, Bunda harap kau akan menjadi istri Pangeran Lingzhi selamanya,.." Doa permaisuri dalam hati.
"Ibu...apakah ibu tadi sudah makan siang...?" tanya Permaisuri pada Ibu Suri yang baru melepas pelukannya dari tubuh Alea.
"Belum...aku belum makan siang..." ucap Ibu suri dengan cepat.
"Dan hamba dengar ibu tadi tidak makan pagi ya...?" tanya Permaisuri lagi.
"Ha ha...kau juga tahu itu Shulia...mana mungkin aku bisa makan kalau gadis kesayanganku ini sedang melawan maut.." ucap Ibu Suri sambil membelai pipi Alea dengan sayang.
"Lah...jadi Nenek belum makan sejak tadi pagi...?" tanya Alea dengan wajah kaget.
"Benar Cucuku...Nenek tidak bisa makan karena memikirkan keadaanmu..." ucap Ibu Suri dengan jujur.
"Kalau begitu bagaimana kalau kita makan bersama...?" ucap Alea dengan wajah gembira.
"Ayo...siapa takut..." ucap Ibu Suri dengan wajah berseri. dan Permaisuri Shulia hanya bisa tertawa melihat wajah sang Ibu mertua yang terlihat sangat bahagia, mereka tak pernah melihat Ibu Suri dengan wajah seperti itu. Permaisuri segera menyuruh para pelayan untuk menyediakan makan siang untuk mereka bertiga. Tak lama terlihat Alea , Ibu Suri dan permaisuri Shulia sudah terlihat makan bersama di ruang makan istana tempat tinggal ibu Suri . dan Saat mereka sedang Asyik Makan ternyata Raja Rong Kyu datang untuk makan bersama. sambil makan Ibu suru menceritakan percakapan mereka tentang telah terbalaskan hutang budi Raja Tian pada Keluarga Fang karena perbuatan Alea..
Mendengar perkataan Ibu Suri , Raja Rong Kyu pun baru menyadari itu . terlihat Raja Rong Kyu tertawa mendengar ucapan sang Bunda.
Setelah selesai makan Siang, Alea segera kembali ke istana putri Yinhan dengan di antar pelayan, permaisuri telah meminta dia untuk ikut keistana Naga, namun Alea menolak karena telah berjanji dengan putri Yinhan akan datang kesana.
Sedang permaisuri Shulia segera kembali ke istana Naga bersama sang Raja.
Ketika sampai di istana Rose milik Putri Yinhan, Alea melihat kalau Putri Yin Yi dan Putri Sora sudah menunggu kedatangannya, terlihat mereka sedang berbincang dan bergurau dengan Putri Yinhan dan Putra Lelaki putri Yinhan.
Saat melihat kedatangan Alea, Putri Sora berteriak gembira .
"Jiejie...kenapa baru datang sekarang...?" seru putri Sora.
"Jiejie mampir ke istana Ibu Suri dulu sayang..." ucap Alea sambil memeluk tubuh gadis remaja itu.
"Dari istana Nenek...?" tanya Putri Sora dan Putri Yin Yi serempak.
"Iya...Ibu Suri tadi memintaku pergi kesana, beliau cemas takut aku terluka karena Menwa..." jawab Alea.
"Jiejie...kau tahu, baru sekarang Nenek memperhatikan cucunya, itupun cucu menantu, setahuku Nenek hanya tahu kalau dia punya satu cucu yaitu gege Lingzhi..." ucap Sora sambil cemberut.
__ADS_1
Mendengar perkataan Sora , Alea tersenyum lembut.
"Sayang... Nenek itu menyayangi kalian semua, hanya cara nenek berbeda dengan kita, kita akan menunjukkan kasih sayang kita secara terus terang, kalau Nenek tidak, seharusnya kita yang harus lebih mendekatkan diri kita pada beliau, kita yang mudah harus menunjukkan kasih sayang kita pada beliau . bukan malah menjauhinya...kasihan beliau kesepian..." ucap Alea dengan lembut. mendengar perkataan Alea , kedua gadis itu saling pandang.
"Jiejie...apa mesti seperti itu...?" tanya Putri Sora.
"Itu harus sayang....kalau bukan kalian, lalu siapa yang mesti mencintai beliau..?" ucap Alea sambil membelai rambut putri Sora. Mereka menatap wajah Alea dengan wajah terkejut. tak lama mereka saling berpandangan.
Sedang Putri Yinhan Menatap Alea penuh dengan rasa bangga. dia sangat mengagumi sifat Alea yang penuh kasih itu. dia tak pernah membayangkan di tubuh gadis muda itu terdapat jiwa seorang gadis yang bijaksana.
"Pangeran Lingzhi...ternyata tak salah pilihanmu..." ucap putri Yinhan dalam hati dengan wajah bahagia.
"Jiejie...apa kau mau mengajak kami datang ke istana Nenek...?" tanya Sora dengan wajah polos.
"Hey...Jiejie baru saja datang dari istana Nenek, mana mungkin Jiejie kesana lagi...?" ucap Alea sambil tertawa dan mengacak rambut tebal Putri Sora.
"Ayolah Jiejie...antar kami kesana..." bujuk Putri YinYi. melihat wajah dua gadis di depannya Alea menjadi gemas.
"Baiklah , tapi nanti sore saja ya... soalnya Nenek sekarang baru istirahat..." ucap Alea mengalah.
"Yee...Jiejie Alea memang yang terbaik.." sorak Putri Sora gembira.
"Lalu aku tidak baik ya....?" goda Putri Yinhan.
"He he he...Jiejie Yinhan juga baik kok..." jawab Putri Sora sambil tertawa .
"Aku nanti ikut juga Lea'er..." ucap putri Yinhan.
"Boleh...sekalian bawa pangeran Jia Ju , agar Nenek melihat Cicit Nenek..." ucap Alea sambil tertawa.
"Apakah tidak mengganggu beliau...?" kata Yinhan dengan perasaan takut.
"Kita lihat saja nanti Jiejie..." ucap Alea lagi. setelah itu mereka bercakap- cakap bersama sambil menikmati makanan dan minuman yang di bawakan oleh para pelayan .Ketika sore hari mereka segera kembali ke istana mereka sendiri untuk membersihkan badan dan bersiap- siap ke istana ibu Suri.
Saat mereka akan pergi bersama- sama terlihat pangeran Lingzhi datang . Melihat Alea bersama Putri Sora, Putri YinYi dan Putri Yinhan, pangeran Lingzhi bertanya mau kemana mereka .
Dan saat mereka mengatakan akan pergi ke istana Ibu Suri , Pangeran Lingzhi kaget .
"Memangnya ada apa dengan Nenek...?" tanya Pangeran Lingzhi kaget.
"Tidak ada apa- apa..kami hanya ingin menjenguk beliau aja...?" ucap Putri Sora dengan wajah ceria.
"Tumben kalian mau ke istana Nenek...?" tanya Pangeran Lingzhi heran.
"Karena kami sadar, Nenek membutuhkan kami..." jawab Sora lagi. mendengar ucapan Sora , Pangeran Lingzhi hanya bisa ternganga heran. dia menatap sang Kakak, namun Putri Yinhan hanya mengangkat bahunya sambil tersenyum.
"Ya sudah ayo kita pergi..." ajak Alea.
"Aku ikut...!" seru Pangeran Lingzhi.
"Boleh Ayo..." jawab Alea. merekapun segera pergi ke istana Ibu Suri bersama - sama.
Sesampainya di sana, mereka melihat ibu Suri sedang bersantai di taman yang ada di sebelah belakang istana Ibu suri. Saat melihat Alea datang bersama Pangeran Lingzhi, Yinhan, Sora dan Yin Yi , terlihat kekagetan di mata tua Ibu Suri.
"Nenek...apa kami menggangu Nenek...?" tanya Alea sambil tersenyum .
"Tidak...mana mungkin aku terganggu dengan kedatangan kalian ..." jawab Ibu Suri.
"Waah...ada angin apa hingga kalian mau datang ke istana nenek tua ini....?" ucap Ibu Suri sambil menatap mereka satu persatu.
"Maafkan kami nek... kami takut Nenek terganggu jika kami datang kemari, karena itu kami tidak berani datang..." ucap Yin Yi sambil menunduk.
"Lalu kenapa kalian sekarang berani datang...?" tanya Ibu Suri lagi.
"Maafkan kami Nek...kami salah, andai kami tak mendengar perkataan Jiejie Lea, Mungkin kami masih takut datang kemari nek..." jawab Sora dengan wajah polos.
"Dasar gadis- gadis nakal...ayo kemari, peluk Nenek...!" seru Ibu Suri sambil tertawa gembira.
"Nenek....!" seru Putri Sora dan Putri Yin Yi sambil berlari memeluk sang Nenek. Melihat semua itu,Pangeran Lingzhi menatap Alea dengan wajah penuh Cinta.
"Sayang...kenapa setiap tindakanmu membuatku semakin mencintaimu..." ucap Pangeran Lingzhi dalam hati.
"Dasar kami yang bodoh.. andai saja kami menyadari kalau kami salah anggapan, pasti Nenek tak akan merasa kesepian... kenapa kami harus di beritahu dulu baru mempunyai kesadaran. putri Lea...kau memang gadis yang mengagumkan, ..." ucap putri Yinhan sambil tersenyum menatap kedua adiknya yang sedang memeluk sang Nenek. Diapun segera ikut mendekat dan mencium lembut pipi tua itu. Saat Melihat Pangeran Jia Ju , Ibu suri sangat gembira. dia tak bosan- bosan mecium dan tertawa bersama pangeran kecil itu.
Maaf aku lanjutin besok ya...
Jangan lupa Like, vote, dan komennya selalu aku tunggu.
Bersambung.
__ADS_1