
Setelah penobatan, Keesokan Harinya pangeran Lingzhi sengaja mengumpulkan para keluarga dari putri Alea, Jendral Murong Han sekeluarga, kakek Jing Hao dan Kakek Bing Hu, Keluarga Perdana Mentri Heng , Kaisar Amora dan Putranya, juga Keluarga Besar Istana Shi. Mereka Berkumpul untuk merayakan sendiri penobatan Pangeran Lingzhi dan Putri Alea. Di sini Pangeran Lingzhi meminta maaf atas kejadian keracunan Putri Alea. Dia meminta maaf atas kesalahan yang telah dia perbuat. Dan di belakang hari nanti dia berjanji akan selalu lebih waspada dalam segala tindakan.
"Maafkan Aku Ayah , Kakek...aku telah mengecewakan kalian,..." kata Raja Lingzhi pada Jendral Murong Han dan kedua kakek Alea. Mendengar perkataan Raja Kerajaan Shi , Mereka saling berpandangan . Lalu kakek Jing Hao berkata .
"Sudah lah Yang Mulia, masalah itu sudah berlalu, dan terlihat Permaisuri sudah sehat, untuk apa di ungkit lagi .." ucap Kakek Jing Hao.
"Trimakasih Kakek, Ayah...lain kali Lingzhi akan lebih hati- hati.." ucap Raja Lingzhi. Kedua Kakek Alea dan sang Ayah hanya tersenyum lembut. Mereka berbincang sebentar lalu Raja Lingzhi pamit menemui yang lainnya. Dia melihat sang istri sedang berbincang dengan keluarga Perdana Mentri Heng.
"Selamat malam Ayah, Bunda..." sapa Putri Alea pada Perdana Mentri Heng yang sedang berbincang dengan Putra Mahkota Huang dan kedua putranya.
Mendengar sapaan yang lembut, semua orang menatap Asal suara.
"Permaisuri....! selamat malam Putri..." sapa mereka bersamaan.
"Kenapa kalian sungkan seperti itu...aku masih putri atau adik kalian...!" ucap Alea canggung.
"Tapi Putri..kami..." belum selesai Perdana Mentri bicara Alea sudah memotong.
"Ayah...apakah Ayah sudah melupakan putri Ayah...?" kata Alea lembut.
"Bukan begitu Putri...kami hanya..." Alea kembali memotong ucapan Perdana Mentri.
"Tidak Ayah...Alea tetap putri Ayah dan Bunda, juga adik kalian semua. Tolong anggap aku seperti biasanya saja. Kalian boleh berubah jika itu di muka umum atau di dalam ruang resmi istana. Jika di luar anggap Alea tetap keluarga kalian seperti biasanya..." ucap Alea memohon.
"Baiklah kalau itu maumu nak..." kata perdana Mentri Heng .
"Nach...itu baru Ayah Alea..." kata Alea bahagia. Melihat tingkah Alea yang sederhana dan rendah hati, semua orang turut bahagia.
"Gege Sauki , apa kabar...?" tanya Alea ramah pada Sauki yang berada di dekatnya.
"Baik Lea'er..." jawab Saiki lembut.
"Oh ya apakah kau sudah membalas dendam ...?" tanya Alea pekan.
"Bukankah kau menyuruhku menunggumu..." kata Sauki sambil tersenyum.
"Sauki..Lea'er...kenapa kalian berbisik- bisik...kenapa aku mendengar kata balas dendam...dendam dengan siapa..?" Tanya Perdana Mentri yang mendengar percakapan mereka berdua .
"Ayah.. ..Ayah salah dengar ,..."ucap Sauki .
"Aku bukan orang tulli nak..." kata sang ayah datar .
"Gege...maafkan aku ,lebih baik kau mengatakan pada ayah , sudah lama kau menyembunyikan masalah ini..." kata Alea setelah terdiam sesaat.
"Benar katamu Lea'er...baiklah aku akan berkata pada ayah..." kata Sauki akhirnya .
"Ada apa ini, ternyata kau menyembunyikan sesuatu dari ayah..?" tanya perdana mentri.
"Maafkan sauki Ayah...Sauki akan bercerita..." akhirnya Sauki menceritakan masalah tentang kelumpuhan yang di deritanya dahulu itu. Mendengar semua itu Perdana Mentri sangat marah. Terlihat wajahnya yang memerah karena marah.
.
"Sauki...kenapa masalah sebesar ini kau sembunyikan dari kami...andai tidak ada Lea'er mu sampai sekarang kau pasti belum sembuh. Kau keterlaluan nak... apakah kau begitu mencintai gadis brengsek itu...?"tanya sang Ayah dengan marah.
"Bukan begitu Ayah..." ucap Sauki dengan rasa bersalah. Aleapun merasa bersalah karena mulutnya semua ini akhirnya terbongkar.
"Maafkan aku gege...ini semua salahku." kata Alea pelan.
"Tidak Lea'er...aku juga bersalah, masalah sebesar ini aku sembunyikan dari keluargaku ..." jawab Sauki.
"Ayah...tenang saja aku akan menghukum gadis itu jika gege Sauki mengijinkan..." kata Alea sambil menatap Sauki dan Perdana mentri dengan bergantian.
"Apa yang akan kau lakukan nak...?" tanya perdana mentri pelan.
"Ayah lihat saja nanti...gege kalau nanti ada waktu senggang kita main- main sedikit mau...?" tanya Alea sambil tersenyum devil . membuat semua orang bergidik melihatnya.
"Baik...akan aku tunggu Lea'er..." ucap Sauki gembira.
"Gege..Lea'er...aku ikut permainan kalian..?" kata Quiro menyela pembicaraan Alea.
"Apakah kau tidak akan kembali ke perguruan gege..?" kata Alea pada Quiro
"Aku akan menunggu sampai kalian selesai bermain- main,baru aku akan kembali ke perguruan .." jawab Quiro dengan gembira.
"Kau tanyakan dulu pada Ayah, kalau Ayah memberikan ijin, kau bisa ikut..." kata Alea tenang.
"Mau ikut kemana...?" tanya Pangeran Lingzhi yang tiba- tiba sudah berada di belakang Alea.
"My Zhi..kau sudah ada di sini...?" kata Alea lembut saat sang suami sudah berada di dekatnya.
'Salam sejahtera pada Raja , semoga selaku sehat dan bahagia..." ucap mereka serempak.
"Salam kalian aku terima , sudah jangan terlalu formal...kita sedang bersantai jangan terlalu sungkan .." ucap Pangeran Lingzhi.
"Trimakasi Yang Mulia..." jawab mereka lagi.
"Tadi aku mendengar kata ikut, memangnya kalian akan kemana..?" tanya Pangeran Lingzhi curiga.
"My Zhi...nanti aku ceritakan, sekarang kita bahas yang lain saja ya..." kata Alea. Akhirnya mereka membicarakan topik lain tentang masalah yang ada di kerajaan Shi.
💖💖💖💖
Setelah selesai penobatan Pangeran Lingzhi sebagai Raja kerajaan Shi.
__ADS_1
Alea dan Pangeran Lingzhi di sibukkan masalah kerajaan. Hingga Alea lupa tentang masalah Heng Sauki . Dya bulan kemudian saat waktu mulai senggang Alea teringat akan masalah itu . dia akhirnya meminta ijin pada sang suami untuk menyelesaikannya.
"Kau akan keluar sendiri sayang...?" kata Pangeran Lingzhi dengan wajah cemberut.
"Tidak...aku akan keluar dengan kak Mimi dan Kak Zheng Bai , My Zhi..." kata Alea lembut. Demi mendapat persetujuan dari sang suami Alea sedikit bermanja pada Pangeran Lingzhi.
"Tidak aku mau ikut..." kata Pangeran Lingzhi dengan tegas .
"Tapi sayang...gimana dengan kerajaan..?" tanya Alea kaget .
"Bukankah kita hanya sebentar , dua atau tiga hari kita sudah kembalikan..." jawab Pangeran Lingzhi dengan tenang.
"Benar juga sich...kita akan pergi dari istana paling cepat empat hari apakah tidak bermasalah kau ikut My Zhi...?" jawab Alea.
"Tidak Masalah...kita pamit pada Ayah handa . kalau ada sesuatu pasti Ayah yang akan menyelesaikan nya...?" ucap Pangeran Lingzhi dengan tenang.
"Aku takut Ayah menyalahkan kita...?" kata Alea ragu.
"Jangan khawatir...percayalah pada suamimu ini..." ucap Pangeran Lingzhi lembut.
"Baiklah akubpercaya padamu..." jawab Alea lega.
"Apakah kau sudah tahu gadis itu...?" tanya pangeran Lingzhi lagi.
"Belum...hanya saja aku telah tahu keberadaan mereka berdua..." jawab Alea
"Dari mana kau tahu itu...?" tanya pangeran Lingzhi lagi .
"Maaf...aku telah menyuruh salah satu pengawal bayangan kesayanganmu untuk pergi menyelidiki dia..." jawab Alea.
"Dan kau sudah mendapatkan kabarnya..?" tanya Pangeran Lingzhi lagi.
'Sudah.. Aku sudah mendapatkan laporannya dan juga keberadaan mereka. Ternyata mereka ada di kerajaan We, mereka menjadi penduduk kerajaan We..." jawab Alea.
"Teryata istrimu sangat pandai sekali.. " kata pangeran Lingzhi bangga.
"Trimakasih suamiku..kita bisa berangkat besok pagi dan kak Zheng Bai akan kusuruh menemui gege Sauki.." kata Alea.
"Untuk bisa pergi aku meminta hadiah upah dulu..." ucap Pangeran Lingzhi.
"Sejak kapan suamiku mata duitan, bukankah yang Mulia Raja Lingzhi sudah memiliki banyak harta. .." jawab Alea.
"Aku tidak butuh harta.." jawab Pangeran Lingzhi. Dia mendekati sang istri dan memeluk pinggangnya.
"Hey...apa yang akan kau lakukan suamiku...?" tanya Alea yang tahu maksud sang suami .
"Bukankah kalau kita pergi jatahku akan hilang beberapa hari hmm...dan sekarang kau harus menngantinya..." jawab Pangeran Lingzhi sambil tersenyum penuh arti.
"Tunggu, tunggu..maksudnya kau ingin meminta jatah itu sekarang ...?" tanya Alea kaget.
"Lo bukankah di dalam drama yang aku tonton. Kalau seorang raja meminta berhubungan pasti ada waktunya kan...? Kok di dalam kenyataannya sekarang Ini Raja meminta tiap hari...?" kata Alea dalam hati .
"Kenapa kau suka sekali melakukan itu..?" tanya Alea heran.
"Karena kau selaku membuatku ketagihan seoerti candu bagiku sayang..." jawab Pangeran Lingzhi sambil mulai mencium lembut bibir Putri Alea. Apa boleh buat, Seorang istri tidak boleh menolak keinginan suami, karena itu sebuah kewajiban bagi srorang istri . Akhirnya Aleapun mengimbangi keinginan sang suami dan tanpa sadar tangan Alea melingkar dengan lembut di leher Raja Lingzhi. Ciuman itu semakin menuntut , perlahan Raja Shi berdiri tanpa melepas pelukan dan ciumannya. Lalu membawa Alea ke ranjang mereka. Memang saat itu mereka sedang duduk santai di sofa kamar milik mereka. Perlahan Pangeran Lingzhi menaruh Alea di atas Pembaringan.
Dan merekapun melakukan apa yang harus mereka lakukan.(maaf sensor 😂)
Keesokan harinya mereka pergi bersama keempat pengawal mereka . dengan memakai pakaian samaran seperti biasanya. Mereka pergi kerumah Perdana Mentri Heng . sesampainya di rumah Perdana Mentri ternyata Heng Quiro dan Heng Sauki telah menunggu mereka bersama Ayah dan Bunda mereka. Ketika mereka melihat Pangeran Lingzhi dan Putri Alea, mereka segera menyambut kedua penguasa kerajaan Shi itu. Setelah berpamitan pada perdana Mentri Heng dan sang Istri , mereka segera berangkat meninggalkan kerajaan Shi menuju kerajaan We. Karena di sanalah mereka akan menemui gadis dan kekasihnya yang kini sudah menjadi suami istri.
"Kita akan langsung ke Kerajaan We gege..." ucap Alea pada Sauki yang menaiki kudanya berada di samping Alea.
"Untuk apa...rumah mereka Ku rasa berada di perbatasan...!" jawab Sauki dengan nyaring.
"Tidak...mereka sekarang sudah berada di kerajaan We. Mereka mendirikan sebuah kedai di sana mereka jadi pengusaha makanan..." jawab Alea.
"Bagus kalau begitu kita langsung kesana..." kata Sauki dengan nada marah. Mereka segera memacu kuda mereka dengan cepat. Dengan memacu kuda mereka tanpa henti mereka sampai di sana hanya memerlukan waktu satu hari satu malam. Sesampainnya di sana mereka di sambut oleh pengawal bayangan pangeran Lingzhi. Mereka memberitahu kedai mana milik sepasang suami istri yang telah menganiaya Sauki .
Mereka segera berunding apa yang harus mereka kerjakan dan lakukan .
"Kita berpura- pura makan saja. Kita akan menunjukkan kalau gege Sauki telah sembuh dari penganiayaan mereka..." kata Alea .
"Lalu apa yang akan kita lakukan pada mereka...." tanya Sauki pada Alea.
"Semua serahkan padaku gege...?" kata Alea dengan tenang.
"Sayang...apa yang akan kau lakukan pada mereka...?" tanya Pangeran Lingzhi pada sayang istri.
"Tenang saja My Zhi mereka telah membuat Gege lumpuh selamanya, untung ada aku yang bisa memulihkan keadaannya kalau tidak dia akan lumpuh selamanya..." ucap Alea dengan tenang. mendengar perkataan Alea, semua yang mendengar merasa ngeri.
"huu...jangan sampai aku berurusan dengan sang Permaisuri..." ucap Jihao dalam hati.
"Ngeri banget kalau bermusuhan dengan Putri Alea..." ucap Guansi dalam hati.
"Untung aku saudara sekaligus pengawal Putri, kalau tidak hu hu..aku tidak mau celaka..." seru Zheng Bai dalam hati.
"Ck.. sadis banget adik angkatku ini..tapi tidak apa, benar katanya , andai aku tidak bertemu dengannya mungkin aku akan selamanya lumpuh atau aku akan mengambil jalan bunuh diri...ucap Sauki dalam hati.
"Ampuun...jangan sampai aku bermasalah dengan adil angkatku ini..." ucap Quiro ketakutan.
Hanya Mimi yang terlihat tenang. sebab dia yang selalu berada di samping Alea dia tahu sifat Alea kalau meteka tidak tidak bertindak menyakiti lebih dahulu, Alea tidak akan pernah mengusik. seseorang, tapi jangan sampai mereka mengusik dia atau keluarganya. sekali di ampuni tidak untuk ketiga kali,
"Hey...kenapa kalian memandangku seperti itu...?" tanya Alea heran.
__ADS_1
"Ah...tidak Lea'er...ayo kita mulai bergerak.." ucap Sauki menjawab pertanyaan Alea.
Karena hari telah menjelang siang akhirnya mereka segera menuju kedai itu.
Sesam'painya di sana mereka segera masuk kedalam kedai. bertepatan saat itu pemilik kedai datang untuk melihat keadaan kedai mereka. Saat itulah Sauki dan Alea serta Pangeran Lingsi dan kawan- kawan masuk kedalam kedai. Sauki yang masuk bersama Alea dan Pangeran Lingzhi terlihat begitu gagah dan tampan . Alea di apit Pangeran Lingzhi dan Sauki. Saat itulah Wanita itu dan suaminya melihat keberadaan Sauki yang masuk bersama beberapa orang gagah dan tampan . mereka begitu istimewa dan berwibawa , hingga membuat pusat perhatian para pengunjung kedai. Terutama Pria dan Wanita yang berada di antara mereka . Pria itu begitu tampan dan sangat berwibawa , sedang yang wanita begitu Anggun, cantik dan berwibawa.
"Ya ampuun...siapa mereka...?" tanya seorang pengunjung wanita yang berada di dalam kedai.
"Gila...cantik dan gagah- gagah..terutama pria yang berada di dekat wanita cantik itu, sangat, sangat tampan..." seru seorang gadis yang duduk di pojok kedai. dia sampai melongo karena kagum.
"Tapi mereka tampan- tampan semua.." jawab yang lain.
"Waah.mimpi apa aku semalam hingga aku bisa melihat manusia- manusia seperti ini...!" seru salah satu dari mereka
dan banyak lagi komentar yang memuja mereka . Sedang wanita pemilik kedai itu terkejut dan hampir jatuh pingsan melihat Sauki berada di antara mereka. Terlihat Sauki sangat tampan dan berwibawa. Dia sangat berbeda dengan penampilannya dulu. dulu Sauki sangat sederhana dan tak pernah memperhatikan sisi menawannya seperti sekarang ini. dan dia tidak terlihat mewah. Tunggu...kenapa dia bisa sembuh dari penyakit lumpuhnya...teriaknya dalam hati. sedang sang suami cuek karena dia tidak mengenal Sauki. dia fikir mereka seperti para pendatang yang lain.
Sedang Rombongan Sauki segera mencari tempat duduk. karena mereka delapan orang, maka dua meja mereka jadikan satu hingga terlihat meja panjang. setelah duduk seorang pelayan datang.
Alea segera memesan makanan terenak di kedai mereka . sedang Wanita itu selalu memperhatikan Sauki yang berada bersama pria - pria tampan itu.
"Gege ....apakah kalian sudah siap memberikan racun itu pada wanita itu dan suaminya....?" tanya Alea pada mahluk kontraknya yang ada di dalam ruang dimensi.
"Eagle sudah memberikan racun itu pada suami wanita itu Lea'er..".jawab Lauyan.
"Apaa...sudah di lakukan...? kapan...?" tanya Alea heran.
"Apakah kau tidak melihat Eagle tadi keluar...?"tanya Lauyan.
"Ya ampun...aku tidak tahu .." ucap Alea.
dan tak lama Alea melihat burung pipit terbang dan bertengger di bahu Alea tanpa seorangpun yang menyadarinya .
"Bagaimana gege...kau sudah menyelesaikan tugasmu...?" tanya Alea.
"Tinggal yang PerpuanLea'er..tapi tunggu... maaf aku akan kesana, sepertinya dia sedang mengambil minuman...?" seru Eagle sambil terbang dari pundak Alea. Alea melihat kearah mana Eagle terbang. dan dia bisa melihat seorang Wanita yang sedang duduk di tempat kasir . dan wanita itu sedang menatap kearah mereka. dan Alea tahu kalau wanita itu menatap Sauki . Alea bisa melihat Eagle memasukkan racunnya kedalam gelas yang sedang di pegang Wanita itu. Alea sampai menahan nafasnya karena takut Eagle ketahuan . namun terlihat wanita itu tenang saja meminum minuman yang ada di tangannya.
"Ada apa Lea'er tanya Pangeran Lingzhi pada Alea.
"My Zhi...perlahan lihatlah kasir kedai ini, kenapa gege Eagle berada di sebelahnya dia tenang saja...?" kata Alea.
pangeran Lingzhi secara perlahan melihat kearah Alea katakan. tak lama dia menatap Alea kembali .
"Eagle memakai ilmu menghilang, tentu saja tidak terlihat oleh dia..." jawab Pangeran Lingzhi.
"Oo .begitu...terang saja wanita itu diam saja saat Eagle berada di dekatnya. tak lama Eagle kembali berada di pundaknya.
"Beres sudah Lea'er..." ucap Eagle dengan tenang.
"Gege...kau memakai ilmu menghilang..?" tanya Alea Pada Eagle.
"Tentu saja Lea'er...kalau tidak dia akan mengetahui keberadaan ku..." ucap Eagle dengan tenang.
"Apakah kau bisa mengajarkan ilmu itu padaku gege...?" ucap Alea dengan cepat.
"Baik.. tapi sebenarnya bukan aku saja yang bisa ilmu itu...semua mahluk kontrakmu semua bisa..." jawab Eagle.
"Benarkah...?" tanya Alea lagi.
"Iya..." jawab Eagle singkat.
"Baiklah aku akan belajar pada kalian semua..." ucap Alea sambil terkekeh.
merekapun segera makan bersama. namun di tengah makan mereka tiba- tiba ada kegaduhan di luar kedai.
Tentu saja mereka jadi kaget. ada apa ini..? seru mereka dalam hati.
"Aku akan keluar melihat apa yang terjadi..." ucap Jihao. namun sebelum Jihao bangkit, tiba- tiba sebuah suara bergema di dalam kedai itu.
"Lea'er...kalian di dini ya...!' seru gadis cantik berbaju broklat ungu masuk kedalam kedai. dia berteriak tanpa menghiraukan rakyat yang memberi hormat padanya.
"Putri Asuya...?" seru Alea kaget.
"ist dari mana gadis ini tahu aku ada disini..." seru Alea dalam hati. Putri Alea berjalan cepat menuju meja milik Rombongan Alea. dia lalu memeluk Alea.
"Kenapa kalian tidak ke istana ku...?" tanya Putri Asuya sambil melepas pelukannya.
"Maaf..kami sedang ada tugas Jiejie..." jawab Alea.
"Oh maaf...salam sejahtera Raja Lingzhi.." kata Putri Asuya sambil memberi hormat pada Pangeran Lingzhi.
"Sudah jangan terlalu format putri..." jawab Pangeran Lingzhi.
'Trimakasih yang Mulia.." kata Putri Asuya .
"Gege Zheng Bai, Kau ada di sini juga..?" sapa Putri Asuya pada Zheng Bai sambil tersenyum Malu. terlihat ada binar kerinduan di mata indahnya.
"Kau lupa kalau aku pengawal pribadi Putri Alea...!" ucap Zheng Bai sepertinya agak kesal.
"ah iya aku lupa..." ucap Putri Asuya dengan tersenyumanis.
Udah dulu ya...aku lanjut besok
Jangan lupa like, vote dan komennya.
__ADS_1
Bersambung.