PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
PENDAFTARAN MASUK PERGURUAN.


__ADS_3

Keesokan paginya .


Setelah mambersihkan diri, Alea dan Mimi segera berkemas untuk pergi mendaftar di perguruan Calang . Mereka segera turun kebawa dan menyelesaikan pembayaran kamar penginapan mereka. Setelah itu barulah mereka menuju rumah makan yang memang satu lokasi dengan penginapan yang mereka tempati.


"Kak...kau pesan apa...?" tanya Alea.


"Ayam goreng aja Lea'er..." jawab Mimi .


"Ya sudah kita samain aja ..." kata Alea.


Tak berapa lama seorang pelayan mendekati mereka berdua.


"Tuan dan nona...kalian mau pesan apa...?" tanya pelayan itu.


Alea segera memesan dua makanan dan dua minuman buat mereka berdua .


Sang pelayanpun segera meninggalkan tempat mereka.


"Kak..kau sudah siapa menghadapi ujiannya...?" tanya Alea pada Mimi.


"Sudah Lea'er... Kakak sudah mempersiapkan semuanya...."Jawab Mimi.


"Syukurlah.. Karena aku takut kita gagal kak...?" kata Alea kembali.


Tak lama pelayan mengantarkan makanan pesanan mereka. Alea dan Mimi segera menyantap makanan yang berada di depan mereka berdua. Setelah selesai makan dan membayar Alea dan Mimi segera berangkat ke perguruan Calang yang berada di kaki gunung Halimun. Gunung paling tinggi dan masih banyak terdapat hewan Roh yang memiliki kekuatan yang cukup tinggi. Hewan Roh di sana ada yang memiliki kekuatan setingkat dengan kultivator di tingkat Kaisar level 4 atau 5. dam banyak juga yang berada di bawah nya.


Setelah menempuh perjalanan dengan mengendarai kuda mereka tanpa henti. akhirnya satu jam kemudian sampailah mereka di desa Hanleng yang berada di bawah gunung Halimun tempat keberadaan perguruan Calang. Ketika mereka sampai di sana ternyata sudah banyak pendaftar yang akan mendaftar juga . karena Pendaftaran masih akan di buka besok pagi, Alea dan Mimi segera mencari penginapan.


Mungkin karena banyaknya peserta yang akan mendaftar mereka mendapat kesulitan mencari penginapan.


"Kak..aku nggak nyangka yang mendaftar banyak banget , sampai - sampai kita kesulitan mencari penginapan..." kata Alea sambil menatap pada para pendatang yang hilir mudik di depannya. Ternyata banyak juga yang berminat menjadi murid perguruan calang. Maklum perguruan calang adalah perguruan yang paling besar di antara empat perguruan di empat kerajaan di benua ini . Yaitu perguruan Bai di kerajaan Li , perguruan Qing di kerajaan We dan di kerajaan Long sendiri yaitu perguruan Kanca. Banyak para pangeran atau anak Bangsawan yang menjadi murid perguruan calang. Termasuk tiga pangeran dari kerajaan Long.


"Kak...kita masuk kedalam penginapan ini yuk...kayaknya ini penginapan terakhir yang belum kita masuki dech... Kalau ini juga nggak ada , terpaksa kita tidur di tempat terbuka..." kata Alea.


"Kalau terpaksa kau bisa tidur di ruang dimensinya ini Lea'er..." kata Eagle dari dalam ruang dimensinya.


"Kalian sudah bangun...?" tanya Alea gembira .


"Iya...baru saja, kenapa ....?kau sudah merindukan Gege tampanmu...?" goda Lauyan .


"Isc...kau terlalu narsis Yan ge...." jawab Alea.


"Tapi emang aku tampan kan...?" goda Lauyan kembali.


"Iya, iya...kalian emang tampan semua, ..." jawab Alea. Terdengar tawa Lauyan di ruang dimensinya.


"Baiklah kalau aku nanti tidak mendapatkan penginapan, aku akan tidur disana..." jawab Alea.


"Lea'er...aku keluar..." terdengar suara White , namun saat ucapannya berakhir dia sudah menjalar di tangan Alea, dan melingkar manis di tangan putih Alea. Alea hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Tapi sepertinya penginapan ini yang paling besar dan terbagus Lea'er...apa masih ada kamar yang kosong...?" tanya Mimi pesimis.


"Kita coba aja dulu kak...siapa tahu masih ada buat kita..." kata Alea.


"Baik Lea'er...ayo kita masuk..." jawab Mimi.


Akhirnya mereka berdua masuk di dalam penginapan yang terlihat paling besar dari penginapa yang mereka masuki tadi.


Ketika mereka mulai masuk seorang pria paruh baya datang menghampiri.


"Selamat siang tuan dan nona...ada yang bisa kami bantu...?" tanya pria itu sopan.


"Kami butuh kamar tuan...apa masih ada yang kosong buat kami...?" tanya Alea sopan.


"Kebetulan ada tuan...tapi maaf tuan, kamarnya cuma satu..." jawab pria itu.


"Nggak masalah...kami kakak beradik kok, jadi kami bisa menempati satu kamar..." jawab Alea.


"Bagus kalau begitu...ini kuncinya tuan..dan kamarnya ada di lantai tiga, dan uang sewanya 50 keping uang emas tuan.. .." ucap pria paruh baya tersebut sambil memberikan kunci kamarnya. Alea segera memberikan 100 keping uang emas pada pelayan penginapan.


"Tuan...uang ini terlalu banyak..." kata pelayan itu .


"Sisahnya buat istri dan anak anda ..." kata Alea.


Terlihat binar kebahagiaan di mata tuanya.

__ADS_1


"Ya Dewa...ini rejeki untuk membeli obat buat anakku...." kata pria paruh baya itu dalam hati.


"Trimakasih tuan..nona...." seru pria itu bahagia.Alea hanya bisa tersenyum membalas ucapan pria itu. Alea dan Mimi segera melangkah masuk kedalam penginaoan yang merangkap sekaligus restoran .


Saat Alea dan Mimi mulai melangkah mereka menjadi pusat perhatian para pria dan wanita yang ada di dalam restoran yang berada di lantai bawah penginapan itu. Wajah tampan yang tertutup topeng milik Alea menjadi sebuah maha karya sang Kuasa yang sangat indah . membuat iri siapapun yang melihatnya.


"Hey..lihatlah pria bertopeng itu, dia berjalan dengan seorang gadis yang cukup cantik, tapi sepertinya wajah di balik topeng itu lebih cantik dari si gadis.." setu salah satu tamu restoran.


"Benar...walaupun tertutup topeng tapi kita masih bisa melihat aura ketampanannya..." jawab yang lainnya.


"Cih...siapa bilang dia tampan, kalian itu memang bodoh...dia menutup wajahnya itu karena dia menyembunyikan wajahnya yang jelek..." seorang pria yang berpakaian mewah merasa iri melihat pria bertopeng itu menjadi pusat perhatian pengunjung restoran.


"Alaaa.....kau aja yang sirik...walau wajahnya tertutup topeng tapi kita juga masih bisa melihat kalau wajahnya terlihat mulus dan tampan...tidak seperti kita- kita...meskioun wajah kita tak memakai topeng, tapi emang dasarnya jelek ya tetep jelek..." seru sang teman menyindir. Pria itu terdiam merasa tersindir oleh ucapan temannya.


Sedang Alea dan Mimi berjalan kearah tangga.


"Tuan...boleh aku bersamamu..." tiba- tiba seorang wanita cantik datang mendekati Alea, wanita itu dengan genitnya mendekati Alea.


"Waah...lihatlah dewi racun mendekati mangsanya..." kata salah satu pengunjung.


"Kasihan pria tampan itu...dia akan menjadi mangsa wanita sadis itu..." jawab yang lain.


"Ha ha...kita bisa melihat pertunjukan.." kata salah satu dari penonton. Dan semua itu dapat di dengar oleh Alea.


Begitu juga dengan ketiga mahluk kontraknya.


"Lea'er...wanita ini memiliki kuat tenaga dalamnya lumayan tinggi . Dia sepertinya ada di level 4 Raja...dan dia memiliki Racun..." ucap Eagle.


"Benarkah...? wah lumayan juga ..Tapi kalau dia terlalu genit dan mengganggu terpaksa gue buat latihan...." kata Alea tenang.


"Maaf nona.. Kami buru - buru..." kata Alea lembut. Dia tak ingin membuat keonaran .


"Jangan buru- buru tuan....kita bisa minum- minum dan ngobrol dulu yuk...?" kata gadis itu sambil merangkul tangan Alea dengan genit .


"Maaf... Anda cari pria lain saja...." kata Alea mulai dingin, dia melepas tangan yang melingkari lengannya.


"Ayolah...jangan jual mahal...." seru wanita itu semakin berani.


"Nona...saya bilang pergi cari yang lain..." tekan Alea dalam ucapannya.


"Kenapa tidak.. Apa yang harus aku takutkan pada dirimu..." kata Alea dingin.


"Bangsat...kau ternyata punya nyali juga anak kecil...kau tahu siapa aku...?" tanya wanita itu marah.


'Hanya punya sedikit ilmu racun kau sudah begitu sombong nyonya..." jawab Alea. Wanita itu terkejut ketika mendengar perkataan Alea. Kenapa pria mudah ini tahu tentang dirinya. Apakah namanya setenar itu hingga orang yang baru dia temui sudah mengenalnya. Mendapatkan fikiran seperti itu wanita genit tadi tersenyum angkuh.


"Setelah mengetahui tentang diriku , apakah kau mau minta ampun padaku. ..?" tanya dia dengan wajah angkuhnya.


"Dalam mimpi...." ucap Alea dingin.


"Dasar pria tak tahu diri... Kau akan kuampuni kalau kau meminta maaf dan mau menjadi budakku..." ucapnya dengan senyum menghina.


"Kau fikir siapa dirimu hingga aku harus jadi budakmu..." jawab Alea dingin.


"Pria Bodoh terimalah kematianmu..." seru wanita itu sambil mengangkat tangannya. Namun tanpa dia duga dan dia sadari tiba- tiba Alea sudah berada di depannya dan satu tangannya sudah mengunci di lehernya .


"Siapa sekarang yang akan mati duluan nyonya...?" ucap Alea. Wanita itu bukan main kagetnya ketika tiba- tiba lehernya telah ada di dalam cengkraman Alea.


"K..ka..kau...." kata wanita itu dengan wajah pucat. Bukan saja wanita itu yang kaget, tapi para tamu yang menonton pertengkaran itu, mereka tidak melihat gerakan Pria bertopeng itu, tapi tiba- tiba wanita yang terkenal dengan kesadisannya sudah berada di dalam cengkraman pria bertopeng itu.


"Gila...cepat sekali gerakannya., kalau dia ingin membunuh wanita iblis itu, pasti kini dia sudah kehilangan nyawanya.." kata salah satu tamu penginapan.


"Benar...ternyata pria mudah itu bukan orang sembarangan,...." jawab sang teman.


"He he he...wanita iblis itu terkena batunya sekarang..." jawab yang lain.


"Kau masih ingin membunuhku...?" tanya Alea dingin.


"Ka..kau...le.. lepaskan aku...kalau kau berani kita bertarung dengan senjata....." kata Wanita itu terbatah- batah. Mana mungkin dia akan mengakui , kekalahan nya di depan semua orang, jika itu terjadi, dia tidak akan bisa menunjukkan muka lagi pada mereka .


"Ha ha ha...ternyata kamu sulit menyadari kekalahanmu ya...baik kita bertarung memakai pedang di luar , tapi ingat...saat kau kalah kau harus bersujut padaku...kau berani...?" tantang Alea.


"Kau...!" seru wanita itu menahan marah. Dia kini berfikir. Pria ini ilmu dan kekuatannya sepertinya di atas level miliknya. Kalau sampai dia terkalahkan di dalam perkelahian, pasti dia akan lebih malu, apalagi dia harus sujud minta ampun. Dia merasa dilema.


"Bagaimana kau mau....?" tanya Alea sambil tersenyum mengejek .

__ADS_1


"Baiklah aku minta maaf... Aku tak mengenali seorang kesatria di hadapanku..." kata wanita itu. Lebih baik dia meminta maaf sekarang daripada harus mempermalukan diri .


"Bagus...kau ternyata memilih pilihan yang lebih bijak..Aku juga tak ingin memiliki seorang musuh ..." kata Alea sambil melepas cengkramannya di leher wanita itu. Setelah merasakan tangan yang memegang lehernya terlepas. wanita itu segera pergi dengan cepat. Melihat kepergian wanita itu Alea berjalan kembali kearah tangga sambil berucap


"Ayo kak kita pergi ..." ajak Alea pada Mimi dengan wajah cuek.


"Baik..."jawab Mimi ,


Saat mereka melangkah kembali kearah tangga terdengar suara wanita yang berkata dengan lantangnya.


"Hey pelayan aku butuh satu kamar..." seru wanita itu dengan nada sombong.


"Maaf Nona...kamar sudah habis, baru saja tuan dan nona itu mengambil yang terakhir..." kata sang pelayan dengan nada pelan.


"Aku tak perduli...pokoknya carikan sebuah kamar untukku..." teriak wanita itu lantang.


"Dasar wanita norak...masak nggak malu teriak- teriak kayak tarsan aja..." sungut Alea dalam hati. mereka tetap melangkah kearah tangga.


"Tapi maaf nona...di sini memang sudah habis kamar yang kosong..." masih terdengar pelayan itu berucap dengan sopan.


"Bukankah kau bisa meminta pada mereka berdua..." kata Wanita itu saat dia melihat tangan si pria yang sedang berjalan kearah tangga memegang kunci kamar.


"Mana mungkin Nona..kamar itu sudah milik mereka berdua..." jawab pelayan menolak permintaan gadis itu.


"Bukankah mereka dua orang pria dan wanita, mana mungkin mereka satu kamar, lebih baik mereka memberikannya padaku...lagian mereka belum bayar juga kan...?" kata wanita itu sombong.


"Maaf...mereka kakak beradik nona...dan mereka sudah bayar penuh, bukan urusan kita untuk mengganggu mereka..." jawab pelayan itu bijak.


"Katakan pada mereka aku akan membayar dua kali lipat uang yang dia bayar padamu..." katanya dengan keras.


si pelayan hanya bisa diam saja.


melihat si pelayan hanya diam saja gadis itu mendekati Alea dam Mimi .


"Hey kau....berikan kunci kamar itu padaku, aku akan mengganti dua kali lipat uang yang kau bayarkan..." teriaknya sambil melangkah kearah Alea dan Mimi.


Alea dan Mimi tetap berjalan kearah tangga .


"Hey...kau tuli ya...aku bicara pada kalian berdua...."kata gadis itu yang kini sudah berada di belakang Alea yang mulai menaiki tangga.


Akhirnya Alea dam Mimi berhenti dan membalikkan badannya. saat Alea menghadap kearah gadis itu, gadis itu terkejut melihat wajah tampan Alea yang memakai topeng.


"Kau berbicara denganku Nona...?" tanya Alea dingin.


"Ka..kau....iya aku berbicara pada kalian, berikan kunci kamarmu pada ku..." ucapnya setelah lepas dari pesona Alea.


"Kau bercanda...kami sudah membayar harga kamar itu..." jawab Alea dingin.


"Tapi aku membutuhkan kamar itu..." jawabnya sombong.


"Kau fikir kami tidak membutuhkan juga.." jawab Alea mulai jengkel.


"Kau bisa mencari di tempat lain..." jawabnya tenang .


"Kenapa bukan kau sendiri yang mencari..." jawab Alea cuek.


"Ayo kak kita pergi...." ajak Alea pada Mimi. Dia segera melangkah menaiki tangga kembali.


"Hey kau...aku seorang wanita, dan kau seorang pria kenapa tidak kau berikan saja kamar itu padaku, aku akan membayar tiga kali lipat..." seru gadis itu.


"Kakakku juga seorang wanita.. dan aku tidak butuh dengan uangmu..." jawab Alea cuek.


"400 keping emas..." teriaknya.


"aku tidak butuh...." seru Alea.


"lima ratus keping uang emas..." teriak gadis itu lagi. para tamu di ruangan itu yang mendengar perkataan gadis itu menjadi terkejut. uang bayar sewa satu kamar hanya 50 keping uang emas, kalau gadis itu mau membayar 500 maka mereka akan menghasilkan untung 450 . terlihat Alea berhenti dan membalikkan badannya, dia menatap gadis itu dengan wajah kesal. sedang si gadis merasa menang melihat Alea berhenti .


"Cih dasar munafik, aku kira dia nggak suka dengan uang, tapi ternyata hanya ingin mendapatkan uang lebih banyak... seru wanita itu dalan hati . Dia menatap Alea dengan wajah menghina.


"Ck...kalau kau membutuhkan uang lebih banyak kenapa tidak kau katakan sejak tadi...buang- buang waktu saja..." sungut gadis itu .


"Siapa bilang aku butuh uangmu, Aku tidak butuh uangmu... akan aku beri kamu uang 500 keping uang emas agar kau menutup mulutmu dam keluar dari penginapan ini..." ucap Alea sambil melemparkan kantong uang pada gadis itu. setelah itu dia melangkah kembali menaiki tangga. sedang Mimi hanya bisa tersenyum melihat tingkah Alea gadis yang amat dia kagumi dan dia sayangi.


Udah dulu ya ceritanya. maaf author selalu mengingatkan pada kalian jangan lupa like, vote , serta komennya selalu author tunggu... jangan lupa jadikan novel author novel favorit mu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2