PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
GURU BESAR.


__ADS_3

Sepuangnya dari Kantin , Alea dan pangeran Lingzhi serta Jihao dan Guansi kembali kekamar mereka masing - masing. pangeran Lingzhi tahu kalau Alea sangat merasakan kelelahan.


Emang benar, saat ini Alea merasakan kelelahan yang teramat sangat. Setelah satu minggu tidak merasakan rasanya tidur di atas kasur. Di tambah tadi menyembuhkan Xiao Bai. Rasanya badan Alea bagai di peras seperti kain pel. Setelah berpisah di depan pintu kamar dengan pangeran Lingzhi , Alea segera masuk kedalam kamar lalu melangkah kearah ranjangnya. Tak lama terlihat dia sudah tertidur lelap di atas kasur empuknya tanpa mengunci pintu .


Dan keesokan harinya , Alea terbangun pagi sekali saat dia merasakan sentuhan lembut di keningnya. Namun ketika terbangun dia tidak melihat satu orang pun yang berada di dalam kamarnya.


"Ck...apa aku mimpi ya....tapi sepertinya sentuhan lembut ini masih dapat aku rasakan... " gumam Alea sambil memegang keningnya.


"Bodoh ach....mungkin gue mimpi tadi... Mending gue mandi..." kata Alea sambil bangun dari tempat tidurnya. Dia segera berjalan kearah kamar mandinya. Setelah menyelesaikan ritual mandi dan memakai baju, Alea segera membenahi kamarnya. Saat baru selesai berbenah tiba- tiba terdengar ketukan di daun Pintu .


Tok


Tok


"Lea'er...kau ada di dalam....?" terdengar suara yang sangat dia kenal .


Buru- buru dia berjalan membukakan pintu kamarnya. Saat pintu kamar terbuka , seraut wajah cantik sedang berdiri sambil tersenyum padanya.


"Kakak...." seru Alea senang.


Dia segera memeluk tubuh Mimi yang berdiri sambil merentangkan tangannya. Mereka berpelukan cukup lama. sudah beberapa hari ini Alea belum bertemu Mimi.


Setelah puas Mimi melepas pelukannya.


"Kak..tumben kau kemari...?" tanya Alea .


"Emang nggak boleh..." kata Mimi pura- pura marah.


"Ya bolehlah...." jawab Alea.


"Kalau begitu aku akan di sini....?" jawab Mimi.


"Kenapa...?" tanya Alea heran.


"Karena Aku akan tinggal di dini bersamamu..." jawab Mimi dengan wajah gembira.


"Yang bener kak...?" seru Alea tak percaya


"Beneran Lea'er..." jawab Mimi.


"Kok bisa sich kak... ? Apa guru yang menyuruhmu pindah kemari...?" tanya Alea bingung.


"Tunggu...apa kau tak mengajakku masuk dulu...." goda Mimi.


"Ya Dewa, maaf...ayo masuk...?" kata Alea sambil menepuk keningnya.


Mereka segera berjalan dan duduk pembaringan. mereka melanjutkan pembicaraan mereka.


"Tadi pagi tuan Jihao datang ke asramaku , dia berkata kalau mulai sekarang aku di suruh pindah kemari, ini perintah dari pangeran Lingzhi..." kata Mimi menerangkan .


"Pangeran Lingzhi ....? Kok dia nggak bilang ke aku...?" kata Alea pelan .


"Mungkin dia sibuk Lea'er..." .Oh ya Lea'er...ini ada sesuatu buatmu dari Pangeran Lingzhi...." ucap Mimi sambil mencari sesuatu di dalam buntalan bajunya. Tak lama dia mengeluarkan secarik kertas dari dalam buntalannya .


"Tadi tuan Jihao menitipkannya padaku. .."kata Mimi sambil menyerahkan kertas yang terlipat rapi .


"Jihao...kenapa dia tidak memberikan sendiri padaku....?" ucap Alea.


"Sepertinya mereka terburu- buru Lea'er.." jawab Mimi.


Alea segera membuka lipatan kertas itu, namun sebelum dia sempat membaca tiba - tiba terdengar ketukan di daun pintu.


Tok


Tok


Alea dan Mimi segera menatap pada pintu kamar yang terbuka. terlihat dua orang pria yang telah berdiri di depan pintu kamar .


"Maaf Nona kami mengganggu..." ucap salah satu dari Mereka .


"Ya ada apa...?" tanya Alea sambil berjalan mendekati mereka.


Saat Alea mendatangi mereka, terlihat wajah mereka terpesona dengan kecantikan Alea .


"Ya ampuun...cantik sekali gadis ini..." teriak mereka dalam hati.


"Tuan...ada apa...?" tanya Alea bingung melihat mereka bengong .


"Aah...maaf...maafkan kami Nona..kami mengantarkan barang kiriman dari putra mahkota..." jawab salah satu pria itu . dan sepertinya dia orang yang di beri perintah oleh putra mahkota.


"Barang dari pangeran...?" tanya Alea.


"Benar Nona....ini barangnya..." jawab pria tadi.


Dan beberapa orang membawa barang yang ternyata seperangkat tempat tidur sederhana.


"Oo...mungkin tempat tidur untukmu kak.."kata Alea pada Mimi .


"Benar Lea'er...." jawab Mimi senang .


"Pak...tolong ada masukkan sekalian kedalam, dan taruh di sebelah sana..." kata Alea .


"Baim Nona...." jawab pria itu. Dia segera menyuruh anak buahnya mengangkat dan menata tempat tidur itu. Tak berapa lama selesai juga pekerjaan mereka. Ketika mereka pamit pulang, Alea memberi beberapa keping uang perak untuk mereka.


"Trimakasih nona yang agung...." kata pria tadi kegirangan. Mereka pun segera meninggalkan kamar Alea.


Setelah mereka pergi Mimi segera mengingatkan Alea tentang surat dari pangeran Lingzhi. Alea pun segera membaca surat itu , Ternyata didalam surat itu, sang pangeran mengatakan kalau dia kembali kekerajaan karena ada tugas mendadak dari sang Raja. Mungkin dia pergi agak lama , untuk itu pangeran Lingzhi menyuruh Mimi tinggal bersama nya..


Namun ketika dia membaca kalimat terakhir, kaliamatnya membuat Alea cemberut,

__ADS_1


Jaga diri baik- baik, aku tidak sempat berpamitan denganmu, kau terlalu lelap tidur, jadi aku tak tega membangunkanmu , ingat...jangan terlalu dekat dengan pria lain, kau tahu aku manusia pencemburu.. Aku tak ingin ada pria yang berani menggoda wanitaku.. Ingat...kau adalah wanitaku selamanya..


"Dasar pria posesif... Siapa juga wanita dia..."omel Alea sendiri.


"Ada apa Lea'er... Kenapa kau marah- marah...? Apa yang di katakan oleh putra Mahkota...?" tanya Mimi.


"Apa lagi kak kalau bukan ucapan aneh dari pria dingin itu..." terdengar kembali omelan dari mulut Alea.


"Dia itu mencintaimu Lea'er..." tiba- tiba terdengar suara Lauyan yang telah berdiri di dekat Alea.


"Ck..mana mungkin Yan'ge...dia itu idola para wanita , dia bisa mencari kekasih yang lebih cantik, lebih kaya yang sepadan dengan dia... " jawab Alea kesal.


"Tapi yang cantik dan baik juga jenius hanya ada satu yaitu kau gadis nakal..." jawab Lauyan sambil mengacak rambut Alea.


"Ha ha ha...kau mengatakan seperti itu karena aku mastermu Yan'ge..." seru Alea tergelak.


"Dasar anak tak sadar diri... Kau ini tak sadar kalau wajahmu itu cantik Nona ...." ucap Laoyan sambil mengacak rambut Alea kembali.


"Dia itu nggak akan pernah menyadari kalau dia itu cantik Lau...." ucap White yang kini sudah berada di sebelah Alea juga.


"Iya dech iya gue nyerah.... Terserah apa kata kalian, yang penting gue juga seneng punya gege yang gagah dan Handsome seperti kalian..." ucap Alea bahagia.


"Han..hanse...apa itu Lea'er..." tanya Mimi yang kini sudah berada di depan Alea.


"Bukan Hanse kak...tapi Handsome.. maksudnya sama saja dengan kalimat tampan kak..." jawab Alea.


"Itu bahasa mana si Lea'er..." tanya Mimi kembali.


"Nanti aku jelaskan kak...sekarang kita berangkat dulu yuk, hari ini aku harus bertemu dengan guru besar...?" kata Alea sambil berjalan keluar.


"Baik Lea'er...aku juga ada tugas..." jawab Mimi.


"Ya sudah yuk... " ajak Alea .


"Lea'er, Mimi...kau makan dulu buah ini...bukankah kalian belum makan...?" kata Lauyam sambil memberikan buah pohon kehidupan pada Alea dam Mimi.


"Trimakasih Yan'ge..." ucap Alea riang . merekapun segera keluar dari kamar sambil memakan buah pohon kehidupan.


Sedang kedua hewan kontrak Alea segera berubah bentuknya , White berada di pergelangan Alea, sedang Lauyan berada di pundak Alea. Mereka segera pergi meninggalkan kamar Alea


Mimi menuju ruang pelatihan , sedang Alea pergi keruang guru besar. Ketika sampai di sana dia berjumpa kembali dengan kedua siswa yang kapan hari dia temui di sini.


"Pagi kak... ." sapa Alea pada mereka.


"Pagi...kau Hanpey kan...?" tanya salah satu dari mereka.


"Benar kak..."jawab Alea ramah.


"Kau sudah di tunggu guru di dalam ..." ucapnya sambil tersenyum ramah.


"Trimakasih kak....Kalau begitu saya masuk ya kak..." ucap Alea .


Sesampainya di dalam ruangan terlihat guru Juan sudah menunggu kedatangan nya.


"pagi guru..." sapa Alea.


"Pagi nak...kau sudah makan...?" tanya sang guru .


"Sudah guru..." jawab Alea.


Mana mungkin dia mengatakan kalau dia belum sarapan pada guru besar.


"Kalau begitu duduklah.... guru hanya ingin menanyakan sesuatu padamu sebelum kau mengikuti kelasmu..." kata guru Juan lembut.


"Silahkan guru..." jawab Alea sambil duduk di depan sang guru. guru Juan melihat burung kontrak yang merupakan burung phoenix ada di bahu Alea serta ular putih yang juga merupakan hewan kontrak yang kini sedang melingkar dengan manis di tangan lembut Alea.


Setelah menatap seksama kedua hewan itu, sang guru berkata perlahan.


"Nak...apakah burung Phoenix itu yang kau dapatkan di hutan Halimun.... ?Tapi kenapa selama ini kami tidak pernah mendengar kalau di hutan itu ada burung Phoenixnya..." kata sang guru.


"Maaf guru...Yan'ge, murid dapatkan bukan dari hutan Halimun, tapi dia sudah menjadi hewan kontrak Murid sebelum murid berada di perguruan ini..." jawab Alea lembut .


"Jadi sebelum kau mendaftar di perguruan ini kau sudah memiliki hewan kontrak selain ular putih itu...?" tanya Sang guru kaget.


"Benar guru..." jawab Alea polos.


"Lalu kau di hutan Halimun tidak mendapatkan hewan kontrak...?" tanya guru Juan Bili dengan sabar.


"Murid juga mendapatkan nya guru..." jawab Alea tenang.


"Apaaa...kau juga mendapatkan lagi...?" tanya sang guru merasakan jantungnya seperti terkena hantaman benda keras. sebenarnya siapakah gadis ini... seharusnya manusia hanya bisa memiliki hewan kontrak hanya satu saja. terkecuali Putra Mahkota yang memiliki dua hewan legendaris tingkat tinggi yaitu seekor naga putih dan singa putih.


Tapi kenapa gadis ini memiliki hewan kontrak lebih dari satu ...teriak dang guru dalam hati. sedang dia sendiri hanya memiliki hewan purba badak bercula tiga.


"Benar guru...seekor Rubah ekor sembilan..." jawab Alea tenang.


"Apaaa..." guru Juan Bili hampir pingsan mendengar perkataan Alea. Dia terduduk dan bersandar di sandaran kursi dengan wajah pucat.


"Guru...guru tidak apa- apa...?" tanya Alea khawatir. dia mengambilkan air minum dalam mangkok.


Sang guru hanya menggelengkan kepalanya. dia menatap Alea penuh kekaguman. setelah agak lama guru Juan baru bisa berkata.


"Jadi mahluk kontrakmu sekarang ada tiga...?" tanya guru Juan Bili setelah meminum seteguk Air yang di ambilkan Alea.


"Bukan tiga guru...tapi empat..." jawab Alea tenang . dan Guru Juan hanya bisa menatap Alea dengan sorot Mata yang berubah- ubah. sedang Lauyan dan White tertawa keras melihat keadaan guru besar yang ada di depan mereka.


"Lea'er...kau akan berdosa besar jika guru besar mati karena kena serangan jantung lo..." ucap White.


"Dia akan mati berdiri kalau tahu isi ruang dimensimu Lea''er..." kata Lauyan menambahkan .

__ADS_1


"Karena itu aku tidak ingin ada orang yang tahu keberadaan ruang dimensiku.." seru Alea .


"Guru...minumlah dulu..." kata Alea pelan. Dia prihatin melihat keadaan guru besar. dan guru besar pun menuruti perkataan Alea. Dia segera mengambil mangkok minum yang di sodorkan Alea.


"Lalu hewan apa lagi yang kau miliki...?" tanya guru besar pelan. dia merasa cemas dan ketakutan sendiri , jika mendengar hewan yang di miliki Alea satunya adalah hewan legendaris juga


"Guru...apakah guru akan sanggup mendengar nama hewan milik murid...?" tanya Alea lagi, karena Alea takut sang guru akan jatuh pingsan ketika mendengar nama si Eagle.


"Katakanlah...." jawab sang guru denga. pelan.


"Elang dewa..." jawab Alea pelan .


Dan benar saja, ketika nama itu terucap dari bibir Alea, guru Juan Bili pingsan di tempat duduknya.


"Guru...." seru Alea kaget.


mendengar teriakan Alea, kedua murid yang berada di depan ruang guru besar segera masuk kedalam.


"Guru..." seru mereka serempak.


"Kak..tolong bawa guru kedalam..." seru Alea Pada kedua murid itu.


dengan panik mereka membawa guru Juan masuk kedalam kamarnya.


"Kenapa dengan beliau dik...?" tanya mereka dengan wajah panik.


"guru pingsan karena kaget...sekarang biarkan aku menolong nya..." ucap Alea pelan. Dia segera memeriksa nadi di pergelangan tangan Juan Bili, ternyata sang guru terkena serangan jantung .Dia segera mengambil jarum akupuntur dari cincin ruangnya.


"Kak...tolong kau bukakan baju guru..." seru Alea pada kedua murid Senior itu.


"Apa yang akan kau lakukan....? biarkan kami memanggil tabib..." seru mereka.


"Jangan...nanti bisa terlambat, sekarang tolong kakak buka dulu baju atasan guru..." kata Alea lagi.


"Tapi ..." mereka sekarang sudah tahu kalau Alea sebenarnya seorang gadis.


"guru dalam bahaya kalau kita tidak cepat menolongnya, bisa fatal akibatnya..." kata Alea tegas.


mendengar perkataan Alea kedua murid itu cepat- cepat membuka baju sang guru. setelah itu dengan cekatan tangan Alea menancapkan jarum - jarum akupunturnya di titik- titik akupuntur di tubuh guru besar . kedua murid guru besar ternganga melihat Alea melakukan pengobatan akupuntur. setelah beberapa jarum akupuntur menanjam di tubuh guru Juan Bili, Alea segera menyalurkan kekuatan tenaga Qi ketubuh sang guru. tak berapa lama , secata perlahan wajah pucat sang guru berubah kemerahan. Hingga akhirnya Aliran darah kembali normal. setelah melihat sang guru Kembali normal, Alea segera menyudahi pengobatannya. dia segera mencabut jarum- jarum perak akupuntur dari tubuh guru besar.


"Fuuh...selesai sudah kak... Sekarang kakak bisa kembali memakaikan baju guru..." kata Alea pelan, dia segera menjauh dari tubuh guru Juan Bili.


Tak berapa lama terlihat guru besar membuka matanya.


"Guru...guru sudah sadar..." seru salah satu siswa senior.


"Ada apa denganku...?" tanya guru besar.


"Penyakit jantung guru kambuh..." jawab mereka.


"Kambuh...?" Dia teringat apa yang terjadi sebelum dia tak ingat apapun.


"lalu siapa yang menolongku...?berapa lama aku pingsan....?" tanya guru Juan sambil menatap satuper satu siswanya.


"Guru pingsan selama dua kali pembakaran dupa , dan dia yang telah menybuhkan guru....." jawab salah satu dari mereka ,sambil menunjuk pada Alea.


"Dia...?" tanya guru Juan tak percaya. mana mungkin dia sembuh secepat ini, sebab ketika penyakitnya kambuh, dia akan tidak sadarkan diri cukup lama. dan akhir- akhir ini penyakit itu sering kambuh dan tabib sudah angkat tangan dengan penyakitnya.


"Benar guru...dialah yang telah menyembuhkan guru..." jawab salah satu siswanya .


"Maaf guru, hamba memotong pembicaraan kalian ... sekarang guru minum pil ini lebih dulu...lalu cobalah untuk bermeditasi sebentar..." kata Alea sambil memberikan sebuah botol giuk yang berisi tiga Pil penyembuh tingkat lima. Guru Juan Bili menerima botol itu dari tangan Alea, lalu dia segera mengambil satu butir pil penyembuh. tak lama terlihat Dia bermeditasi. dengan sabar Alea dan murid senior menunggui sang guru.


Setelah sepembakaran dupa, sang guru menyudahi meditasinya . dia merasakan kesehatan nya telah kembali,


"Nak...Trimakasih kau telah menyembuhkan penyakitku..." ucap guru besar bahagia.


"Semua bukan karena hamba guru., tapi Dewa lah yang menyembuhkan guru..." jawab Alea .


"Tidak, tidak...penyakitku sudah parah, dan para tabib sudah tidak mampu lagi memberikan harapan untukku..tapi sekarang malah kau yang telah menyembuhkannya...." kata guru Juan terharu.


"Kebetulan hamba bisa membantu guru.." jawab Alea merendah.


"Dengan obat apa kau tadi menyembuhkanku nak...? " tanya guru besar.


'Dia memakai cara akupuntur guru..." kata salah satu siswa menyela pembicaraan mereka .


"Akupuntur....? Kau bisa melakukan pengobatan Akupuntur...?" tanya guru besar.


"Hamba bisa sedikit guru...." jawab Alea.


"Kau gadis yang Jenius dan baik nak... betapa bangganya Jendral Murong memiliki putri sepertimu..." kata guru besar terharu dan bangga. Dia tak menyangka gadis di depannya merupakan murid jenius yang di.miliki perguruan Calang. Dia tak bisa membayangkan, apa jadinya gadis di depannya ini di masa yang akan datang.


"Guru...kalau boleh tahu, apa benar Hanpey putri Jendral Murong Han..." tanya salah satu siswa senior.


"Benar...dia Putri Lea Min Han , Putri Jendral Murong Han adik dari Chan Lian Han teman kalian..." jawab guru besar.


"Maaf...bukankah putri Jendral Murong Han yang Bernama Lea Min Han terkenal sebagai gadis sampah guru...?" tanya siswa itu .


"Nach sekarang kalian sudah melihat dia...apakah dia gadis sampah seperti rumor yang kalian dengar...?" tanya sang guru sambil menatap Alea dengan bangga.


Mereka menatap Alea dengan wajah kagum dan senang.


"Ternyata rumor tak selaku benar.... jika seperti putri Lea di katakan sampah, lalu bagaimana dengan kami guru...lalu apa julukan kami....?' seru mereka dengan perasaan malu. guru besar yang mendengar perkataan siswanya tertawa keras.


"Karena itulah, Mulai sekarang kalian harus lebih keras belajar lagi. Oh ya Hanpey...kuperkenalkan mereka adalah murid- muridku, nama mereka Lhipo dan Rhonza, mereka belajar pada guru tua ini. walaupun mereka juga belajar di kelas penjurusan. dan ada lagi satu murid seorang Alkemis, tapi dia sekarang sedang pergi mencari tanaman obat di luar perguruan . jadi kau mendapatkan tiga kakak senior . Dan kalian berdua, Hanpey adalah adik junior kalian yang akan belajar bersama dengan kalian...." kata guru besar memperkenalkan Alea.


"Murid mengerti guru...." seru Alea dan siswa senior bersamaan.


Jangan lupa like, vote dan komennya ya..

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2