PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
PERGI KE TEMPAT PARA PERAMPOK.


__ADS_3

Setelah hari berganti malam, saat Alea melihat Mimi telah tidur dengan nyenyak dia segera melompat keluar rumah melalui cendela kamar. Sesampainya di luar rumah dia melihat halaman rumah kepala desa terlihat sudah sepi .


Alea segera melanjutkan langkah keluar dari halaman rumah . Dia melanjutkan langkahnya menuju perkemahan para prajurit dan tabib yang berada di tanah kosong agak jauh dari rumah sang kepala desa . sesampai di sana dia melihat keadaan sebagian dari mereka sudah tidur, dan sebagian masih terjaga. Mungkin yang masih bangun adalah mereka yang mendapat giliran jaga .


"Gege...ayo kita datangi para perampok itu, bukankah kau sudah tahu tempat mereka ...?" kata Alea pada Lauyan yang berada di bahu kanannya.


"Sudah Lea'er.... Ayo..." jawab Lauyan.


Alea segera bergerak dengan cepat menuju tempat para penjahat yang ingin mengganggu mereka.


"Lea'er..kau sudah keluar juga...? Mau kemana..." sebuah suara menyapa Alea saat Alea mau melanjutkan langkahnya.


"Pangeran....kau juga susah keluar...?" jawab Alea setelah tahu siapa yang telah menegurnya .


"Kau mau kemana...?" tanya Pangeran Lingzhi yang telah berdiri di depan Alea.


"Aku ingin mendatangi tempat mereka yang mulia... Dari pada nanti membuat keributan di sini..." jawab Alea kembali.


"Baiklah...ayo aku temani..." ucap sang pangeran.


Mereka segera berlari menuju tempat para penjahat dengan mendapatkan arahan dari Lauyan . dan ternyata Lauyan membawa mereka berdua ke sebuah hutan kecil yang berada tidak terlalu jauh dari desa tempat mereka singgahi. Saat mereka telah sampai di pertengahan hutan, mereka melihat puluhan orang berada di sana . Alea dan pangeran Lingzhi segera melompat kesebuah pohon besar yang terletak tidak terlalu jauh dari mereka.


"Pangeran, mereka adalah para penjahat yang akan berniat jahat pada rombongan kita...apakah kita langsung menyerang..?" tanya Alea pelan.


"Kita lihat saja dulu..." jawab sang pangeran .


Tak berapa lama terlihat ada tiga orang pria keluar dari sebuah tenda kecil yang ada di sana. Tiga pria itu memakai baju yang terlihat berbeda dari puluhan orang yang kesemuanya memakai baju warna hitam. Alea dan pangeran Lingzhi segera menghilangkan Aura kehidupan mereka ketika mereka melihat satu diantara ketiga orang itu terlihat waspada dan melihat kanan kiri .


"Dia kah pemimpinnya...?" bisik Alea.


"Mungkin saja... aku merasakan aura kegelapan dari mereka..." jawab pangeran Lingzhi .


"Lea'er...sepertinya aura kegelapan itu hanya di miliki oleh sang pemimpin..." ucap Lauyan menimpali.


"Tunggu Lea'er...aku melihat bayangan ular hitam berada di antara mereka..." seru White yang kini sudah berada di bahu kiri Alea.


'Benarkah....?" tanya Alea.


"Yap...itu dia...dia berada di lengan si pemimpin...." ucap White kembali.


Alea segera menajamkan penglihatannya , terlihat seekor ular hitam melingkar di lengan atas pria kekar yang memang memakai baju tanpa lengan .


"Kau tahu dia...?" tanya Alea.


"Sangat...kau ingat saat kau bertemu denganku dulu...?" ucap White lagi.


"Iya...lalu apa hubungannya dengan dia..?" tanya Alea.


"Gara- gara dia aku terluka..." jawab White dengan nada marah.


"Maksudmu kau kalah saat bertempur dengannya...?" tanya Alea.


"Cih..mana mungkin aku kalah dengannya, ilmunya hanya seujung kuku mana mungkin bisa mengalahkanku.." ucap White sombong.


"Lalu...?" tanya Alea penasaran.


"Dia menipuku dengan memasukkan bubuk pelemah dalam minumanku..." jawab White dengan nada marah.


"Apa maksudmu..." tanya Alea tak mengerti .


"Dia dulunya sahabatku, nanti aku ceritakan semuanya. Sekarang biarkan aku membalas perbuatannya lebih dahulu...." jawab White dengan gemas.


"Apakah pria itu tuannya...?" tanya Alea.


"Bukan....bukan orang itu tuan dia...?" jawab White lagi .


Sedang para penjahat itu terlihat sedang mendengarkan pria besar yang terlihat seperti pimpinan sedang berbicara.


"Kalian sudah siap....?" teriak pria itu.


"Siap....!" seru mereka bersamaan. Mereka ternyata berjumlah hampir seratus orang .


"Gila...niat banget mereka menyerang kita...?" bisik Alea pada pangeran Lingzhi.


"Aku tahu mereka...mereka anak buah perampok Lokda...." bisik pangeran Lingzhi pelan.


"Perampok Lokda...?" tanya Alea tak percaya. Sebab yang Alea tahu perampok Lokda adalah perampok dari benua Tengah, kenapa mereka bisa ada disini.


"Iya...mereka adalah anak buah dari perampok Lokda dari benua Tangah...." jawab pangeran Lingzhi kembali .


"Lo..kenapa merek sampai di sini...?" tanya Alea heran.


"Ada seseorang yang meminta Mereka...


Kau ingat saat kau menolongku dulu.." tanya Pangeran Lingzhi lagi.


"Iya...lalu..?" tanya Alea .


"Pemimpin mereka yang melukaiku..." jawab pangeran Lingzhi dingin.


"Jadi kau juga telah kalah oleh pemimpin Merek...?" tanya Alea.


"Mereka melakukan kecurangan..." jawab pangeran Lingzhi lagi.


"He he...kenapa kalian berdua mengalami kecurangan yang sama..." seru Alea pelan.


"Kalian...? Maksudmu apa Lea'er...?" tanya pangeran Lingzhi.


"Maksudku, luka kalian berdua sama, dan masalahnya juga sama...?" jawab Alea.


"Berdua...?" tanya pangeran Lingzhi tak mengerti.


"Kau dan ular putihku..." jawab Alea.


"Kita tunda dulu percakapan kita, Ayo kita serang mereka..." jawab Alea.


"Benar...ayo kita serang mereka sekarang juga...." seru pangeran Lingzhi.


Merekapun segera turun dari atas pohon.


Kemunculan mereka mengejutkan para perampok yang akan segera berangkat mengerjakan tugas mereka.


Kejutan itu membuat mereka menatap kedatangan dua orang di depan mereka . terutama pria besar yang memiliki ular hitam di lengannya .


Dia kaget karena tidak merasakan kehadiran mereka berdua.


Tapi tunggu...apakah aura yang sempat aku rasakan tadi milik mereka berdua..." batin pria itu sambil memandang Alea dan pangeran Lingzhi .

__ADS_1


"Waah...ternyata banyak sampah yang harus kami bersihkan..." ucap Alea lantang.


"Kau..menyebut kami sampah...?" tanya salah satu dari ketiga penjahat yang keluar dari tenda tadi.


"Hmm..benar sekali....bukankah niat kalian sekarang ingin merampok barang untuk korban bencana...? apa kalian fikir itu perbuatan baik...? kalau bukan di sebut sampah apa namanya...?" ejek Alea dengan sinis.


"Sialan...kalian berani menyebut kami sampah...? Dasar manusia bodoh, kalian tidak tahu, sedang berhadapan dengan siapa kalian sekarang..." ucap pria itu dengan marah.


"Aku tidak perduli siapa kalian semua... Mau kalian anjing, kucing, atau biawak, masa bodoh, Kalau aku sudah bilang sampah pada kalian, ya..tetap sampah, ..." ucapan Alea hampir membuat pangeran Lingzhi tertawa melihat gaya bicara Alea .


Emang dasar gadis nakal..." senyum Pangeran Lingzhi terlihat tipis di bibirnya.


"Brengsek manusia Bodoh...ternyata nyalimu besar juga ya...lalu mau apa kalian di sini...?" tanya pria itu marah.


"Menghalangi kalian...." jawab Alea tenang.


"Ha ha ha...menghalangi kami...? kau sedang bermimpi atau menggigau nak..." seru Pria itu sambil tertawa keras bersama anak buahnya.


"He he he....mungkin.." jawab Alea konyol.


"Dasar sableng...kau hanya berdua, sedang kami berpuluh orang, apa kau sudah gila...?" teriak pria itu dan di sambut tertawa anak buahnya lagi.


"Kau meremehkan kami...." jawab Alea tenang. Lalu dia segera menyuruh para mahluk kontraknya keluar. Setelah itu terlihat empat orang pria tampan berdiri dengan anggunnya di depan mereka. Semua orang terkejut melihat kehadiran Keempat pria itu, tak terkecuali Pangeran Lingzhi.


"Lea'er...siapa mereka...?" tanya pangeran Lingzhi dengan wajah curiga.


"Mereka Mahluk kontrak hamba pangeran...." jawab Alea tenang.


Pangeran Lingzhi terkesiap ketika dia menyadari kalau gadisnya memiliki empat mahluk kontrak. Dia kaget bukan main, yang dia tahu Alea hanya memiliki dua Mahluk kontrak, tapi ternyata gadis itu memiliki empat mahluk kontrak. Sedang dia sendiri hanya memiliki dua mahluk kontrak . dan saat melihat wajah keempat mahluk kontrak wanita yang dia cintai, wajah Pangeran Lingzhi memerah. Ada rona kesal di wajah tampannya .


"Sabar...sabar...dia hanya mahluk kontraknya...." seru Sang Pangeran dalam hati ( he he...ada yang lagi minum cuka kebanyakan 🤣)


Saat melihat keempat pria yang ada di kanan kiri Alea, sang pemimpin terlihat wajahnya Agak pucat. Dia tahu keempat pria itu.


"Mahluk kontrak...dari mana gadis ini mendapatkan mahluk kontrak sehebat ini... Mereka adalah mahluk kontrak yang bisa berubah menjadi manusia, tak salah lagi keempat mahluk kobtrak ini adalah mahluk ilahi..." seru sang pemimpin dalam hati.


"Ha ha ha...apakah kau merasa sudah menang karena kedatangan empat orang temanmu itu...?" seru pria tadi.


"Kita lihat saja, siapa yang akan kalah..." jawab Alea dengan wajah cueknya.


"Anak mudah...jangan terlalu sombong, lebih baik kalian menyingkir dari sini, atau kalian bisa bergabung dengan kami... " kata sang pemimpin dengan wajah terlihat menakutkan. Dia mengeluarkan aura membunuhnya. Saat Alea dan pangeran Lingzhi merasakan aura itu, mereka hanya tersenyum dan kini mereka tahu di mana level kekuatan milik sang pemimpin, ternyata dia berada di level kaisar tingkat empat .


"Kalau kami tidak mau...?" tanya Alea dengan wajah menghina.


"Dasar manusia Bodoh...di kasihani kau mencari mati...!" teriak pria itu marah.


"Kami tidak membutuhkan rasa kasihan kalian, kalau kalian masih ingin mengganggu kerajaan kami, maka hadapi kami dulu..." ucap Alea dingin.


"Dasar manusia Bodoh..serang...." teriak sang pemimpin marah. dam akhirnya pecah juga pertempuran enam melawan sekelompok penjahat yang terdiri hampir seratus orang itu. Pangeran Lingzhi segera menghadapi sang pemimpin dan kedua anak buahnya. sedang Alea dan ke empat hewan kontraknya sudah berada di tengah- tengah para perampok yang haus darah itu. terlibat pedang salju milik Alea berkelebat mengambil nyawa.


Dengan kemampuan Alea dan keempat hewan Kontraknya, membuat formasi penyerangan para perampok itu hancur , satu persatu mereka tumbang di ujung pedang Alea dan kekuatan mahluk kontrak Alea.


Sedang sang pemimpin perampok dan kedua anak buahnya sudah terlihat terluka parah oleh pedang milik Pangeran Lingzhi .


Melihat keadaan mereka terlihat sudah terdesak, sang pemimpin segera melompat kebelakang.


"Jangan bangga dulu... sekarang trimalah kematian kalian semua...." serunya keras.


Tak berapa lama terlihat asap hitam membumbung keatas. dan tiba- tiba di depan mereka telah berdiri seekor ular hitam besar dengan mata merah menatap kearah Pangeran Lingzhi ,Alea dan keempat mahluk kontraknya. sedang para perampok ketika melihat asap hitam tebal membumbung tinggi, mereka segera menghindar.


Melihat kehadiran ular hitam itu, Alea dan pangeran Lingzhi mundur selangkah.


"Ha ha ha...kau berani menampakkan dirimu mahluk hina...." seru White sambil tertawa. tiba- tiba dia Menghilang, tak lama terlihat seekor Ular putih yang memiliki tiga mata dan warna putih seputih awan berdiri dengan mega di depan mereka.


Bentuk White kala menjadi ular .



melihat kehadiran mahluk putih itu, para perampok terlonjak ketakutan, begitu juga dengan ular hitam yang berdiri di depan mereka.


"Kau ingat aku hitam..." terdengar suara menggelegar dari ular putih.


terlihat wajah dari ular hitam seperti gelisah.


"Kau masih ingat penghianatanmu....? kau fikir aku sudah mati ha..." kembali suara menakutkan itu bergema di angkasa. Kini gerakan kegelisahan si ular hitam semakin terlihat.


"sekarang trimalah kematianmu..." tiba- tiba ular putih menyemburkan api keras kearah ular hitam. tak lama terlihat pertarungan seru di udara. para manusia yang di bawah semua menghindar seketika, begitu juga dengan Alea , Pangeran Lingzhi dan Ketiga mahluk kontrak Alea. banyak pohon yang tumbang karena sabetan atau hempasan dari tubuh mereka , namun tak berapa lama terlihat ular hitam yang terlilit oleh ular putih tiba- tiba mengecil. dan saat badan ular itu sebesar ular biasa tiba- tiba kepala ular putih turun kebawa dan memakan ular hitam itu. semua itu terjadi hanya dalam beberapa detik saja. tak lama ular putih menghilang. dan kini White mncul kembali.


"Ha ha ha..gege kau memakannya..." seru Alea gembira.


"Tentu saja...dengan memakan tubuhnya, kekuatanku akan bertambah...." jawab White.


"Bukankah biasanya kalian hanya memakan inti roh binatang, kenapa kau memakan tubuhnya juga. .." tanya Alea .


"Lea'er...dengan daging ular hitam, kekuatan fitalitas ular putih akan semakin bertambah, dan itu akan membuat dia mudah untuk meningkatkan kultivasinya." terdengar Pangeran Lingzhi berbicara.


"Waah...kalau begitu selamat gege..." seru Alea gembira.


Sedang White merasakan kalau dia akan mengalami kenaikan kultivasinya. buru - buru dia berucap.


"Lea'er ...aku pergi dulu..." ucapnya .


"Pergilah...biar di sini kami yang akan menyelesaikan semuanya..." jawab Alea yang tahu apa yang akan terjadi pada White.


White segera menghilang dari pandangan mereka semua.


Melihat ular kebanggaan mereka telah hilang, para perampok terlihat ketakutan, namun karena tidak ada lagi jalan untuk mereka lari , akhirnya dengan sisa- sisa kekuatan yang mereka milik, Mereka kembali menyerang kelompok pangeran Lingzhi. akhirnya tak menunggu waktu lama, kelompok perampok itu kalah telak. Saat kepala perampok dan kedua pengawalnya jatuh, para perampok kecil menyerah tanpa perlawanan lagi. Melihat mereka yang hanya tinggal beberapa orang saja pangeran Lingzhi berkata.


"Kalian kuampuni...tapi ingat, jika aku melihat kalian melakukan perbuatan seperti ini lagi, jangan salahkan aku kalau aku menghilangkan nyawa kalian...." ucap pangeran Lingzhi dingin.


"Kami mengerti pendekar..." jawab Mereka serempak.


"Pergilah...dan carilah pekerjaan yang layak buat kalian..." ucap Pangeran Lingzhi kembali. beberapa orang itupun segera pergi dengan cepat meninggalkan Pangeran Lingzhi dan Alea. setelah melihat keadaan telah tenang kembali, ketiga Mahluk kontrak Alea segera kembali kedalam ruang dimensi Alea.


Setelah melihat mereka semua pergi dari tempat itu, dan meninggalkan dia berdua dengan gadis cantiknya, Pangeran Lingzhi menatap sang pujaan hatinya.


"Sayang...tolong jelaskan siapa mereka berempat itu...?" tanya Pangeran Lingzhi sambil menatap Alea dengan wajah cemberut.


"Hey...kenapa Wajah pangeran seperti orang kesal...ada apa..?" tanya Alea tak mengerti.


"Siapa mereka...?" tanya Pangeran Lingzhi .


"Maksud pangeran empat pria tampan tadi...?" tanya Alea sambil tersenyum menggoda.


"Hmm...." angguk sang pangeran.


"Mereka mahluk kontrak hamba pangeran..." jawab Alea sambil kembali mengembangkan senyum manisnya.

__ADS_1


"Jadi kau memiliki empat Mahluk kontrak..?" tanya sang Pangeran kembali.


"Benar pangeran..." jawab Alea dengan wajah tenang.


"Dari kemampuan mereka berubah bentuk menjadi manusia , apakah mereka telah menjadi mahluk ilahi...?" tanya Pangeran Lingzhi .


"Benar Pangeran..." jawab Alea.


pangeran Lingzhi memandang Alea dengan pancaran kekaguman yang terlihat di mata hitamnya.


"Betapa hebatnya gadis kecilku ini, aku saja yang sekuat ini hanya mampuh mengontrak dua hewan , sedang dia sampai mampu mengontrak empat mahluk kontrak.


"Mahluk Apa saja mereka...?" tanya Pangeran Lingzhi sambil menatap Alea penuh dengan kasih sayang dan cinta.


"yang Satu anda sudah tahu kan... sedang tiga mahluk yang lainnya adalah Burung Phoenix , Elang dewa dan Rubah ekor sembilan..."jawab Alea tenang.


"Apaa...semua itu adalah mahluk kontrak yang kau miliki...?" tanya Pangeran Lingzhi tak percaya.


"Iya...memang ada ada pangeran...?" tanya Alea heran.


"Kau nggak bercanda kan sayang....?" tanya pangeran Lingzhi kembali.


"Pangeran tidak percaya....?" tanya Akeh kesal.


"Bukan...bukan begitu... aku hanya heran dengan kampuanmu memiliki mahluk kontrak yang sehebat itu...kau tahu...di jaman ini banyak orang yang juga memiliki mahluk kontrak seperti kita ini, tapi mereka hanya mampuh mengontrak binatang hanya satu saja, sedang aku yang sudah di katakan manusia jenius dan kuat, aku hanya mampuh mengontrak dua jenis mahluk kontrak , sedangkan dirimu... kau mampu memiliki mahluk kontrak hingga empat, sebenarnya sejenius apa dirimu ini sayang...?" tanya pangeran Lingzhi sambil menatap Alea penuh sayang.


"Hamba manusia biasa saja yang Mulia.. hamba bukan manusia jenius seperti yang anda katakan. ..." jawab Alea merendah.


"Ck..dasar kau ini...kalau boleh apakah aku bisa melihat salah satu dari mereka...?" tanya Pangeran Lingzhi penuh harap .


"Baiklah... hamba akan memperlihatkan salah satu dari mereka..." jawab Alea.


Dia segera memanggil Lauyan agar bertemu dengan pangeran Lingzhi dan menunjukkan bentuk aslinya.


Lauyan segera keluar dari dalam ruang dimensi dan membentuk tubuhnya aslinya, burung Phoenix yang indah di depan Pangeran Lingzhi.


ini bentuk Lauyan saat bertemu Putra Mahkota.



Putra Mahkota kagum melihat keindahan burung Phoenix yang berada di depannya. Burung itu berdiri di sebelah Alea.


"Apakah anda sudah puas pangeran...? tanya Alea ramah.


"Puas...sangat puas...terimakasih sayang..." ucap pangeran Lingzhi dengan wajah bahagia. dia tak pernah membayangkan bisa melihat burung legendaris itu di depan matanya.


"Gege kembalilah...kau pasti sudah lelah..." kata Alea sambil mengusap kepala mahluk indah itu . tak berapa lama , Lauyan hilang dari pandangan.


Terlihat wajah kebanggaan dan cinta di mata pangeran Lingzhi saat menatap wajah Alea.


"Sayang....kita pulang..." ucap sang pangeran sambil merahi tangan mungil Alea . Merekapun segera kembali kerumah kepala desa. terlihat tangan putra mahkota tidak mau melepaskan tangan mungil Alea saat mereka berlari cepat dan sesekali melompah keatas pohon menuju rumah kepala desa.


Tak berapa lama mereka pun sampai di tempat kepala desa.


"Sayang kita sudah sampai...pergilah tidur, pagi- pagi sekali kita akan berangkat ..." kata Pangeran Lingzhi dengan lembut.


"Baik yang Mulia...." jawab Alea.


Tiba- tiba pangeran Lingzhi memeluk Alea , tentu saja Alea kaget dengan tingkah pangeran Lingzhi. dan belum sadar dari keterkejutannya. tiba- tiba pangeran Lingzhi mencium kening Alea.


"Selamat tidur sayang...." ucap pangeran Lingzhi lembut.


Alea tertegun sejenak, setelah sadar dia segera berbalik pergi dengan menyembunyikan wajah merahnya. Melihat tingkah kekasihnya , pangeran Lingzhi tersenyum lembut.


"Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku sayang...dan aku akan dengan sabar menunggu saat- saat kebahagiaan itu menghampiri kita.." ucap pangeran Lingzhi pelan. Setelah itu pangeran Lingzhi segera kembali kedalam kamarnya. sedang Alea yang kembali kekamarnya melalui cendela kamar terlihat terduduk di pembaringannya.


"ada apa ini....kenapa aku merasakan debaran aneh di dalam hatiku saat pangeran Lingzhi memeluk dan Mencium keningku. perasaan apa yang sedang melandaku ini...?" tanya Alea sendiri. dia menekan dadanya yang masih terasa berdebar. Dasar Alea....di jaman modern pun Alea belum pernah jatuh cinta, jadi dia belum tahu perasaan apa yang sedang melanda hatinya.


"Ah...kelau aku seperti ini, bisa - bisa aku akan selaku membayangkan wajah sang pangeran, Bodoh amat lah...sekarang lebih baik aku tidur dulu. ucap Alea sendiri. akhirnya dia naik ke atas pembaringannya .


Keesokan harinya , Alea terbangun hari sudah menjelang pagi. terlihat Mimi telah bangun . Alea segera masuk kedalam ruang dimensinya untuk mandi dan berganti baju di sana. Dia juga sempat membuatkan makanan buat keempat mahluk kontraknya. ketika dia akan kembali ke kamar tidurnya. dia melihat White yang terlihat segar dan kuat sedang duduk bersama ketiga mahluk kontraknya yang lain .


"White'ge...apakah kau mendapatkan peningkatan kultivasimu...?" tanya Alea.


"Benar Lea'er...aku mendapat satu tingkat lebih tinggi kemaren..." jawab White dengan bangga.


"syukurlah...oh ya aku sudah membuat makanan buat kalian di dalam, aku tinggal dulu...." kata Alea sambil tersenyum.


"Trimakasih Lea'er..." ucap mereka serempak .


Alea segera kembali kekamarnya . Ketika sampai di sana ternyata Mimi sedang menunggu kedatangannya . Mimi tahu kemana Alea pergi.


"Sayang...kau sudah mandi..?" tanya Mimi lembut.


"Sudah kak... kakak tadi dari mana..?" tanya Alea sambil berjalan mendekati Mimi.


"Membantu mereka membuat makanan untuk makan pagi..." jawab Mimi.


"Sudah selesai...?" tanya Alea.


"Sudah..." jawab Mimi.


"Kalau begitu ayo kita keluar...sekalian bawa barang kita keluar kak, kita akan langsung berangkat kembali menuju daerah bencana..." kata Alea lembut.


"Baik Lea'er..." jawab Mimi sambil mengambil barang yang mereka bawa .


Setelah itu terlihat kedua perempuan cantik itu keluar dari dalam kamar yang di huni mereka berdua. ketika sampai di luar kamar, ternyata pangeran Lingzhi telah menunggu mereka. Melihat sang kekasih keluar dari kamarnya dia segera mendekatinya.


"Tidurmu nyenyak...?" tanya pangeran Lingzhi lembut.


"Tentu..." jawab Alea sambil tersenyum


Merekapun segera melangkah menuju rumah induk kepala desa.ketika melewati kamar Jihao, Guansi dan Lian mereka juga baru keluar dari kamar mereka.


"Kalian baru bangun...?" tanya pangeran Lingzhi.


"Tidak pangeran...kami baru kembali dari melihat keadaan prajurid dan para sukarelawan serta perbekalan, mereka dalam keadaan aman- aman saja.." ucap guansi.


"Apakah semalam kalian tidur di sini..?" tanya Pangeran Lingzhi.


" Hanya hamba dan tuan Lian yang tidur di sini yang Mulia..sedang Jihao berada bi tenda prajurid...." jawab Guansi.


"Baguslah kalau begitu, ayo kita segera berangkat..." ajak pangeran Lingzhi.


Mereka kembali meneruskan langkah mereka. Ketika sampai di rumah induk milik kepala desa, ternyata sang kepala desa telah menunggu kedatangan mereka. Mereka di paksa untuk makan pagi bersama kepala desa. dan akhirnya mereka makan di sana.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa Like, vote dab komennya ya...🙏


__ADS_2