PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
MENGHADAP RAJA 2


__ADS_3

Mendengar siapa Alea yang sebenarnya dan dukungan nama besar dari dua keluarga maka Pangeran Lingzhi tidak lagi mendapat protes dari para Mentri, walaupun ada beberapa orang yang terlihat sangat kecewa terutama Mentri Coiran . Dia bingung apa yang harus dia katakan pada putri yang sangat dia manjakan itu.


"Ya ampuun...apa yang akan aku katakan pada gadis manjaku nanti..aku yakin dia akan marah besar dan kecewa. Kenapa sich pangeran Lingzhi memutuskan tidak mau memiliki selir... Atau...jangan- jangan semua ini gara- gara gadis itu..yach pasti semua ini permintaan gadis itu, lagian kenapa pangeran memilih gadis itu sich, kalau soal cantik... Cantikan putriku Lan Lan, apa karena dia putri angkat perdana mentri.. Yach pasti karena dia putri angkat perdana Mentri .... " seruan di dalam hati Mentri Coiran yang kecewa .


Setelah Masalah tentang calon putri Mahkota selesai di bahas, Raja melanjutkan membicarakan masalah banjir dan kelaparan serta penyakit yang melanda desa Nenggo. Saat mendengar masalah yang di derita rakyat, Alea memohon pada Raja untuk ikut mendengarkan rapat yang di adakan oleh baginda Raja.


"Maaf Baginda..kalau di perkenankan apa boleh hamba ikut mendengarkan rapat ini...?" tanya Alea dengan lembut dan sopan.


Mendengar permintaan Alea semua mentri dan Raja sendiri kaget. Begitu juga dengan pangeran dan Perdana Mentri .


"Sayang...sebaiknya kau kembali ke istana Bunda saja ya...." kata Pangetan Lingzhi Lembut.


"Tidak Pangeran...hamba ingin mendengar masalah yang melanda rakyat kerajaan ,bukankah hamba calon ibu kerajaan ini....." jawab Alea lembut. Sejenak Raja terpanah mendengar kalimat yang di ucapkan Alea.


"Gadis ini...ternyata tak salah piyraku memilihnya..." batin Raja Rong.Tak lama terdengar baginda bericap.


"Baiklah kalau itu keinginan calon putri Mahkota. Nach...ayo kita lanjutkan rapat ini...oh ya Mentri kependudukan, coba kamu lanjutkan laporan anda..." ucap Raja mengawali rapat kembali .


"Hamba yang mulia.... " ucap Mentri Yexuan mentri kependudukan yang tadi sedang melaporkan bencana banjir yang melanda Desa Nenggo, yang mengakibatkan banyak sawah dan rumah yang hancur karena di landa banjir. Dan sekarang mereka mengalami bencana kelaparan dan penyakit. Serta banyak para penduduk yang kehilangan tempat tinggal.


"Karena sekarang masih di musim hujan, banyak dari mereka menderita sakit dan banyak dari mereka kehilangan tempat tinggal yang Mulia...". lanjut mentri Yexuan .


mendengar laporan Mentri Yexuan Raja terdiam.


"Lalu solusi apa yang harus kita lakukan..." tanya Raja Rong datar .


"Bagaimana kalau kita mengirim bantuan pangan dan beberapa tabib kesana yang Mulia...?" ucap perdana Mentri Heng mengusulkan .


"Itu memang harus kita lakukan Mentri Heng...tapi di sini yang aku tanyakan adalah bagaimana kita mengatasi bencana banjir yang selalu melanda desa Nenggo itu...? Bukankah kita tahu Desa Nenggo akan selalu mengalami bencana banjir saat musim penghujan, namun saat musim kemarau mereka mengalami kekeringan..Itu yang aku maksud. Sudah beberapa kali kita mencari solusinya, tapi selalu mengalami kegagalan...." ucap Raja Rong dengan nada sedih.


"Lo...kok masalah ini seperti desa cahaya.." batin Alea .


"Maaf yang Mulia hamba lancang bertanya, apakah di desa Nenggo ada sungainya...?" tanya Alea yang membuat para mentri menatap kepadanya .


"Di situ masalahnya putri...saat di musim hujan, rakyat desa Nenggo mengalami bencana banjir karena luapan air sungai itu..dan saat kemarau panjang , sungai itu mengalami kekeringan , hingga tidak ada air untuk mengairi persawahan....." jawab Raja Rong dengan wajah sedih .


Mendengar perkataan sang Raja , Alea teringat akan keadaan desa cahaya yang kini sudah subur makmur.


"Yang Mulia sebenarnya saya punya solusi tapi takutnya tidak berkenan di hati yang Mulia..." kata Alea sedikit ragu.


"Katakan saja putri...." jawab baginda Raja.


"Gimana kalau kita memperdalam sungai, agar air tidak terlalu meluap keluar dari aliran sungai..." ucap Alea tenang.


Mendengar perkataan Alea semua mentri tertawa.


"Ha ha ... Maaf yang mulia... Apakah putri Lea sedang bercanda...? Mana mungkin sungai di perdalam, sejak dulu sampai sekarang aliran sungai ya seperti itu... " jawab salah satu mentri sambil tertawa. Mendengar perkataan salah satu Mentri tadi, terlihat wajah pangeran Lingzhi memerah karena marah. Sedang Alea terlihat tenang - tenang saja .


"Maaf yang mulia...bukan maksud hamba bergurau, tapi itu memang usulan hamba, karena hamba telah melakukan itu di desa cahaya , peristiwa desa Nenggo mirip sama dengan desa cahaya. Desa cahaya dulunya seperti itu, tapi kini sudah lebih baik,..." jawab Alea dengan sabar.


Mendengar perkataan Alea semua Mentri yang tadinya tertawa jadi terdiam, mereka saling pandang satu sama lainnya. Sebab banyak dari mereka yang sudah mendengar atau datang kedesa Cahaya , desa wisata yang sangat populer itu.


"Apa Benar itu putri...?" tanya Raja Rong Kyu menegaskan.


"Mana berani hamba berbohong yang Mulia..." jawab Alea.


"Ayah...desa itu desa putri Lea tinggal, dan dialah kepala desanya walau dia tidak mau ..masyarakat yang memilihnya..?" ucap pangeran Lingzhi .


"Benarkah....?Kalau begitu coba kita terapkan usulan putri Lea, lalu sekarang masalah rakyat yang tidak memiliki rumah dan para rakyat yang menderita penyakit di tempat bencana bagaiman ..?." ucap Raja Rong sambil menatap mereka yang berada di ruang pertemuan .


"Baginda..hamba mengusulkan untuk mengirimkan beberapa tabib kesana, dan kita juga bisa mengirimkan bantuan bahan pangan untuk para penduduk yang kelaparan..." terdengar saran dari perdana mentri Heng kembali .


"Kalau di perkenankan hamba akan ikut kesana yang mulia..." ucap Alea lagi.


"Putri...ini bukan pergi ke tempat hiburan, ...apakah kau tahu itu...?" ucap Mentri Coiran dengan nada kesal.


"Hamba tahu itu...sebagai seorang tabib hamba punya kewajiban untuk menolong orang yang sakit, dimanapun dia berada. .." jawab Alea dengan tegas.


"Hamba juga akan kesana sebagai membawa bahan makanannya Ayah... " ucap Pangeran Lingzhi mengejutkan semua orang. Dia tak ingin sang kekasih pergi sendiri . Raja terdiam sejenak, Dia menatap kedua anak muda yang berada di depannya.


"Apakah kalian yang akan pergi membantu mereka...?" tanya Raja Memastikan.


"Benar Yang mulia..." jawab mereka berdua serenpak.


"Baiklah kalau itu kemauan kalian berdua. Kalian bisa secepatnya berangkat ke desa Nenggo..." ucap Raja Rong Kyu tegas.


"Kami siap yang Mulia..." jawab mereka berdua bersamaan.


"Kalau begitu ijinkan hamba untuk kembali ke perguruan untuk meminta ijin yang Mulia..." kata Alea lagi.


"Ndak usah...biar nanti urusan perguruan biar aku yang mengurus, kalian berdua bersiaplah untuk pemberangkatan kalian berdua dua hari lagi..." ucap sang raja kembali.


"Hamba mengerti yang Mulia..." jawab mereka dengan wajah cerah .


"Kalau begitu kami mohon diri yang mulia..." ucap pangeran Lingzhi lagi.


"Pergilah...ingat dua hari lagi kalian berangkat kedesa Nenggo" jawab sang Raja.

__ADS_1


"Trimakasih yang Mulia, kami siap ..." jawab mereka berdua.


Setelah itu keduanya pergi ke istana kediaman pangeran Lingzhi.


"Lea'er apa benar desa cahaya yang subur itu dulunya desa tandus seperti desa Nenggo...?" tanya Pangeran Lingzhi pada Alea .


"Benar pangeran....dulu desa cahaya hanyalah desa kecil yang di tinggalkan banyak penduduknya. Seperti desa Nenggo di mana saat hujan akan terjadi banjir karena air dari sungai cahaya meluap sampai menggenangi persawahan milik penduduk desa. Mengakibatkan tanaman mereka rusak berat, dan sebaliknya pada saat musim panas, air sungai cahaya menyusut. Sehingga tidak dapat mengaliri sawah penduduk. Namun setelah kami membuat bendungan untuk menampung ait sungai daribpegunungan. Saat musim hujan sampai musim panas kami tidak mengalami lagi masalah air atau bencana. ..." jawab Alea .


"Jadi apakah kita akan membuat bendungan seperti di desa Cahaya...?" tanya pangeran lagi.


"Kita lihat dulu keadaan di sana.." jawab Alea. Pangeran Lingzhi menatap gadis yang sekarang berjalan di sebelahnya .


"Lea'er...dari mana semua ide itu kau dapatkan...?" tanya Pangeran Lingzhi sambil menahan tangan Alea yang sedang berjalan , hingga gadis itu berhenti.


'Ya ampuun...apa yang harus gue katakan, masak iya gue bilang kalau semua ini dapat dari jaman modern gue.." seru Alea dalam hati .


"Lea'er...." terdengar suara pangeran Lingzhi menegurnya .


"Ah...begini pangeran..sebenarnya semua itu dari fikiran hamba karena melihat penderitaan masyarakat desa Cahaya...." jawab Alea sekenanya.


"Benarkah...?" tanya pangeran sambil menatap Alea dengan matanya yang tajam itu.


"Beneran pangeran..." jawab Alea.


"Kau ini....kenapa kepala kecilmu ini memiliki kecerdasan yang banyak sih..." ucap Pangeran Lingzhi sambil mengusap kepala Alea dengan sayang.


Alea tertegum menerima perlakuan pangeran Lingzhi.


"Aku ingin masuk kedalam kepala kecilmu ini...ingin kulihat ada apa saja di dalam otak kecilmu ini , hingga membuatmu begitu cerdas..." kata pangeran Lingzhi lembut.


"Mana muat kepala hamba menampung tubuh besar pangeran. .." jawab Alea .


Dia segera kembali berjalan untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah .


Melihat Alea pergi , pangeran Lingzhi tahu kalau gadis itu malu dan itu membuatnya gembira. Dia segera berjalan kembali di sebelah Alea. Tak lama mereka sampai di istana sang pangeran . Sampai di sana mereka di sambut oleh Mimi, Lian dan kedua pengawal sekaligus sahabat pangeran Lingzhi.


"Lea'er...dari mana...? kok lama banget..?" tanya Lian Han ketika melihat Alea masuk kedalam ruang tamu istana pangeran Lingzhi .


"Dari istana permaisuri Lian'ge..." jawab Alea.


"Istana permaisuri....? memangnya ada apa Lea'er...?" tanya Lian Han kembali.


Dia heran kenapa sang adik sepertinya sudah memiliki hubungan yang dekat dengan keluarga kerajaan Shi ini.


"Memeriksa kesehatan yang mulia permaisuri gege...sebenarnya tadi ingin memeriksa yang mulia Raja, tapi beliau sibuk ..." jawab Alea.


"Nanti sore saja kita kesana sayang...?" ucap pangeran Lingzhi sambil mengusap kepala Alea.


"Kenapa...? dia calon Putri Mahkotaku, apa kalian keberatan...?" tanya pangeran Lingzhi dengan wajah dinginnya.


"Tidak yang Mulia..." jawab mereka serempak.


" Baiklah...kita nanti kesana..." jawab Alea sambil menghempaskan tubuhnya di


dekat Mimi.


"kalau begitu Ayo kita makan dulu...Jihao apakah pelayan sudah menyiapkan makanannya....?' tanya pangeran Lingzhi pada Jihao yang ada di belakangnya.


"Sudah yang mulia..." jawab Jihao.


"Ayo sayang kita makan dulu..." kata Pangeran Lingzhi sambil mengulurkan tangan pada Alea untuk mengajak Alea berdiri.


"Pangeran...hamba bisa berdiri sendiri..." kata Alea . di tatapnya wajah tanpan itu yang sedang tersenyum padanya. namun tangan kekar pangeran Lingzhi masih menggantung di udara.


Akhirnya dengan terpaksa Alea menyambut uluran tangan itu. mereka berjalan bergandengan tangan menuju ruang makan. Sedang ke empat orang yang berada bersama mereka hanya bisa melongo melihat tingkah pangeran Lingzhi yang sudah tidak segan memperlihatkan kasih sayang dan perhatiannya pada Alea.


Ketika sampai di ruang Makan, Pangeran Lingzhi segera menarik kursi untuk tempat duduk Alea .


"Sayang silahkan duduk...." ucap pangeran Lingzhi lembut.


Alea segera duduk di kursi yang di siapkan untuknya oleh sang pangeran.


'Trimakasih..." ucap Alea lembut. bagaimanapun dia ini putra Mahkota. jadi Alea tak berani begitu kasar .


Melihat Alea sudah duduk , sang pangeran segera mengambilkan makanan buat Alea.


"Pangeran...boleh hamba mengambilnya sendiri...?" pinta Alea saat dia tahu kalau pangeran Lingzhi mengambil makanan untuknya.


"Tidak...diamlah di sana..kau tunggu saja aku akan mengambilkannya untukmu..." ucap sang Pangeran dengan wajah ceriah.


"Tapi pangeran...." seru Alea ingin protes.


"Sst...diamlah..." ucap Pangeran Lingzhi kembali. Akhirnya Alea hanya bisa dia menunggu makanan yang diambilkan oleh Pangeran Lingzhi.


"Ini sayang.. sekarang makanlah..." ucap sang pangeran setelah di depan Alea telah tersedia semangkok nasi , dan mangkok berisi beberapa ikan dan sayuran. Sedang ke empat manusia yang bersama pangeran dan Putri Lea hanya bisa keheranan melihat tingkah pangeran Lingzhi. tak lama akhirnya mereka makan bersama- sama .


Saat mereka sedang makan, Pangeran Lingzhi membuka percakapan.

__ADS_1


"Kalian besok bersiap- siap untuk ikut aku pergi ke desa Nenggo dua hari lagi bersama Putri Lea..." ucap Pangeran Lingzhi .


"Apaa...desa Nenggo...?" seru mereka bersamaan.


"Pangeran...bukankah desa itu yang terkena bencana banjir...?" tanya Guansi.


"Benar...kita akan pergi kesana sebagai utusan kerjaan, kita akan membawa bahan makanan dan pakaian untuk kebutuhan mereka, dan putri Lea..dia akan datang kesana sebagai tabib bagi rakyat yang sakit, jadi jika kau kakak ipar Lian dan kau Mimi tidak ingin ikut , maka kalian bisa kembali ke perguruan setelah ini, biar nanti Jihao yang mengantarkan kalian..." kata pangeran Lingzhi sambil memandang Lian dan Mimi sekilas.


Lian yang mendengar pangeran Lingzhi memanggilnya kakak Ipar jadi terkejut.


"Benarkah putri Lea akan menjadi putri mahkota kerajaan Shi..?" ucap Lian Han dalam hati .


"Tidak...hamba akan selalu ikut dengan adik hamba Pangeran...." jawab Mimi.


"Aku juga....aku akan bersama adikku..." jawab Lian Han tegas. mana mungkin dia meninggalkan sang adik di antara orang yang mengalami bencana.


"Kalau begitu kalian bisa tidur di sini sampai pemberangkatan kita nanti.


"Pangeran hamba akan menginap di tempat Jie jie Yinhan..." kata Alea lembut.


"Apaa...kau mau tinggal di istana kak Yinhan...? kenapa tidak di sini Lea'er...?' tanya sang Pangeran dengan wajah cemberut.


"Itu tidak mungkin yang Mulia...kita belum menikah, tidak baik seorang gadis baik- baik berada dalam satu rumah dengan seorang pria ..." jawab Alea.


"Baiklah kalau itu maumu, setelah ini kita akan ke istana Ayah dan Bunda, lalu kita akan pergi ke istana kak Yinhan..." kata pangeran Lingzhi dengan tersenyum licik.


Namun Alea tidak memperhatikan itu, dia masih asik denga. makanannya.


Sedang di tempat lain, di tempat tinggal mentri Coiran terlihat sang putri sedang marah- marah sambil menangis.


"Tidak, tidak Ayah....ini tidak mungkin, dia adalah calon suamiku, dia rajaku, tidak mungkin dia jadi milik wanita lain Ayah..." seru putri Lan Lan marah sambil menangis.


"Tapi semua ini kenyataannya putriku.." ucap sang Ayah.


"Siapa wanita itu Ayah...siapa wanita yang telah berani merebut Pangeran Lingzhi dari tanganku...?" Teriak putri LanLan sambil menatap sang Ayah dengan tatapan marah.


"Dia putri dari Jendral Murong Han dari kerajaan Long Yang bernama Lea Min Han...." jawab sang Ayah.


"Putri Jendral Murong...?siapa namanya Ayah...? " tanya Lan Lan kaget.


Sebab ketiga putri Jendral Murong Han satu perguruan dengan dia di sebuah perguruan kecil. karena mereka tidak dapat masuk seleksi perguruan Calang.


"Putri Lea Min Han..." jawab sang Ayah.


"Tunggu Ayah...bukankah putri Jendral Murong Han ada tiga orang yaitu putri Meilan, putri May dan putri Rebeca, setahuku tidak ada yang bernama putri Lea...?" ucap putri Lan Lan heran.


"Entahlah nak... yang Ayah tahu mereka mengatakan itu saat di ruang pertemuan tadi, dan wanita itu juga menjadi putri angkat perdana mentri Heng..." lanjut sang Ayah.


"Apaaa...." seru putri Lan Lan dengan ibunya bersama.


"Kok bisa Ayah...?" tanya putri Lan Lan .


"Ayah juga tidak tahu nak... yang Ayah dengar tadi hanya seperti itu..." jawab sang Ayah.


"Ya sudahlah Nak...bukankah kau masih bisa menjadi selir sang Pangeran, dan kelak kau bisa merebut kedudukan dia nantinya..." hibur sang ibu.


"Benar juga katamu ibu..Lan Lan bisa menjadi selir Pangeran Lingzhi dan lama- kelamaan pasti aku bisa merebut kedudukan itu darinya ...." terlihat senyuman licik di bibirnya.


"Itu tak akan mungkin terjadi nak..." kata Mentri Coiran dengan wajah sedih.


"Kenapa tidak Ayah...apakah Ayah tidak mengijinkan diriku menjadi selir...? jangan kawatir Ayah...lama- lama aku akan menjadi permaisuri..." ucap putri Lan- Lan dengan yakinnya.


"Bukan...bukan ayah tidak mengijinkan dirimu menjadi selir...tapi kesempatan menjadi selir itu yang tidak akan ada..." ucap mentri Coiran dengan nada kesal.


"Maksud Ayah...?" tanya putri Lan Lan tak mengerti.


"Benar...apa maksud Ayah sich...?" tanya sang istri tak mengerti juga .


"Karena pangeran Lingzhi tidak akan pernah menerima atau memilih seorang selit di dalam istanahnya. dia hanya akan memiliki satu istri yaitu putri Mahkota..." ucap Mentri Coiran yang membuat istri dan putrinya kaget. mereka bagai di sambar petir.


"Apaaa....!' teriak mereka bersama.


"Pangeran Lingzhi sudah berkata seperti itu tadi , dia tidak akan memilih seorang selir di dalam kerajaannya..."kata Mentri Coiran menegaskan .


"Tidak...itu tidak mungkin Ayah... mana bisa, seorang Raja pasti memiliki beberapa selir di haremnya, mana mungkin boleh Ayah... pasti Raja akan menolak permintaan putra Mahkota kan..?" seru Putri Lan Lan dengan wajah marah dan kecewa.


"Sayangnya Yang Mulia Raja mengabulkan permintaan sang putra Mahkota..." jawab Mentri Coiran dengan wajah sedih.


'Tidak...itu tidak mungkin Ayah..' teriak putri Lan Lan sambil melempar barang yang ada di depannya.


"Putriku...sudah cukup...cukup nak... masih banyak pria di luar sana yang lebih baik dari putra mahkota nak..." ucap sang ibu sambil memeluk putrinya.


"Apa...masih banyak kata ibu... apakah ibu lupa siapa dia...? dia seorang putra mahkota Ibu, dia pria terhebat dari empat kerajaan ini.. dia seorang yang gagah perkasa tanpa mengenal rasa takut, Dia pria kuat ,dan perkada ibu..dia pria nomer satu di antara keempat kerajaan ini, ibu bilang masih ada yang lebih baik dari dia...?" seru putri Lan Lan marah.


"Tapi dia tidak mencintaimu putri Lan Lan dia mencintai gadis lain, ..." jawab sang ibu.


"Tidak..pangeran Lingzhi milikku, pangeran Lingzhi mencintaiku, aku akan merebut dia dari gadis Ja***g itu...aku akan membunuh gadis itu, jika dia mati tidak ada lagi penghalang buatku untuk memiliki pangeran Lingzhi..." tekat putri Lan Lan. Mendengar perkataan putri Lan Lan , Ayah dan Ibunya hanya bisa menatapnya dengan wajah sedih.

__ADS_1


"cukup dulu ceritanya ya...jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu.🙏


Bersambung.


__ADS_2