
Ketika melihat Alea datang bersama Pangeran Lingzhi, terlihat Ibu Suri sangat bahagia.
"Sayang...kau datang...? Kenapa kau tidak kemari, apa kau sudah lupa atau bosan sama Nenek tua ini...?" tanya Ibu Suri sambil cemberut .
"Maaf Nenek...bukannya Alea lupa sama Nenek, tapi ada pekerjaan yang harus Alea kerjakan, bukankah Putri yang lain sekarang banyak yang menemani Nenek.." kata Alea sambil mencium tangan dan pipi ibu suri. Melihat tingkah Alea yang terlihat manja tapi sopan membuat Ibu Suri terharu.
"Tapi Nenek pinginnya cucu nenek ini yang datang..." jawab Ibu suri.
"Baiklah Nek...Alea akan berusaha datang tiap hari . tapi dengan satu syarat nenek harus ikut Alea jalan- jalan sebentar melihat- lihat bunga tiap hari, gimana ...? Kalau nenek setuju tiap hari Alea akan datang setiap hari..." janji Alea.
"Benarkah kau akan datang tiap hari..?" tanya Nenek tak percaya.
"Alea janji. Jalaupun Alea akan pergi. Pasti Alea akan pamit pada Nenek...?" jawab Alea.
" Baik...Nenek akan ikuti kemauan cucu nenek ini..." ucap Ibu suri dengan wajah bahagia. Melihat interaksi Putri Alea dengan sang nenek membuat Pangeran Lingzhi bahagia. Mereka pun akhirnya berbincang bersama sambil memakan kudapan yang di buat di istana Ibu Suri.
Setelah berbincang lama sampai makan siang di istana Ibu Suri, Akhirnya Alea dan pangeran Lingzhi kembali ke istana anggrek. Pangeran Lingzhi mengantar Alea sampai di depan istana anggrek.
"My Zhi...apakah kau nanti malam ikut melihat pertunjukan...?" tanya Alea.
"Tentu saja sayang...mana mungkin aku melewatkan melihat pertunjukan itu. Aku akan datang setelah makan malam..." jawab Pangeran Lingzhi sambil tersenyum lembut. Namun tiba- tiba
Alea merasa ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka berdua. Saat dia melihat di belakang sebuah pot besar , dia bisa melihat Putri Renata sedang memperhatikan mereka. Melihat itu dia segera memeluk pinggang Pangeran Lingzhi .
"Sayang...apakah kau tidak akan mampir kedalam...?" ucapnya dengan manja. Melihat tingkah Alea yang tak biasa membuat Pangeran Lingzhi kaget.
"Ada apa ini..." bisik pangeran Lingzhi
sambil mendekatkan kepalanya di wajah Alea.
"Musuh masa kecilmu berada di belakang sebuah pot besar di taman.." bisik Alea dengan sikap manja.
"Sayang...aku mau dia berada di sana terus agar gadis nakalku berubah seperti ini...?" goda pangeran Lingzhi sambil mendekatkan wajahnya di telinga Alea. Dan itu akan terlihat dari tempat Putri Renata seperti pangeran Lingzhi sedang mencium putri Alea.
"My Zhi...apa ingin aku menggigit telingamu..." kata Alea, ketika dengan nakal pangeran Lingxhi mencium dan menjilati telinga dan pipi Alea.
"Dengan senang Hati sayang..." jawab Pangeran Lingzhi.
"Dasar pangeran mesum..." umpat Alea Alea dalam hati.
"Sayang...ingat ini di muka umum ya...di belakang kita ada penjaga My Zhi .." ucap Alea pelan.
"Biarkan saja...bukankah mereka tahu kita sepasang kekasih...lagian siapa tadi yang memulai...?" jawab Pangeran Lingzhi semakin menggoda Alea.
Dan cubitan kecilpun jatuh di perut rata Pangeran Lingzhi kala pelukannya tak lepas dari tubuh Alea.
"Aauuu..." jerit tertahan sang pangeran.
"Sakit sayang..." ucap Pangeran Lingsi pura- pura kesakitan. sambil melepas pelukannya .
"Ya sudah aku masuk dulu sayang...aku tunggu nanti malam...." bisik Alea sambil tersenyum manis dan mencium pipi Kanan dan kiri Pangeran Lingzhi sebelum dia bergegas masuk kedalam istana anggrek.
Panheran Lingzhi yang mendapatkan ciuman lembut dari sang kekasih tertegun . saat dia tersadar terlihat binar kebahagiaan di matanya dan senyum lebar di bibirnya.
"Dasar gadis nakal....semakin lama tingkahmu sangat menggemaskan sayang, rasanya aku tak ingin melepasmu jauh dariku... Lihat saja nanti kalau kita menikah..." gumam Pangeran Lingzhi . dia pergi dengan senyuman di wajah tampannya. Sambil melangkah dia melirik kearah tempat di mana Alea tadi mengatakan kalau Renata berada . dan benar sekali , Dia masih melihat gadis itu bersembunyi dan sedang menatap kearah dirinya.
"Dasar wanita bodoh , culas dan serakah , nikmati waktu- waktu kehidupan terakhirmu..." ucap Pangeran Lingzhi dalam hati. Dia segera berjalan kearah istana tempat tinggalnya.
Sedang Renata terlihat mengepalkan tangannya erat. Masih terbayang dalam ingatannya saat dia melihat kedatangan Alea dab Pangeran Lingzhi tadi entah datang dari mana. Saat tadi setelah dia menelfon sang paman , sang Paman segera datang menemui dia dan sang ibu di pavilyun khusus tamu yang di sediakan Raja Rong. Setelah mendengar cerita dari ibu dan dia. Sang paman akan membantu Renata menyelesaikan masalah itu dengan segera dan secepatnya . Mereka akan melakukan itu nanti malam langsung dari kamar Renata . untuk itu sang paman akan mengintai dulu keadaan di istana. Dia akan menyelidiki kekuatan Alea. Namun saat anak buah sang paman mengikuti Alea dan Pangeran Lingzhi. Tiba- tiba mereka kehilangan jejak Alea dan pangeran Lingzhi. Dengan penasaran Renata mendatangi istana yang di tempat Alea. Saat dia berdiri di bangunan yang mega itu dan melihat kemegahannya , Dia samakin bertekat untuk melenyapkan Alea. Dia merasa Alea telah merebut kemewahan yang seharusnya miliknya. Saat dia menikmati keindahan istana anggrek itulah dia melihat pangeran Lingzhi dan Alea datang dan betapa hatinya semakin panas dan semakin ingin menghilangkan Alea saat dia melihat kedua bercanda dengan mesra. Apalagi melihat senyum pangeran Lingzhi yang tak perna dia lihat , ketika berbicara dengan Alea. Begitu benci dan iri dirinya ketika melihat dengan beraninya Alea mencium pipi Pangeran Lingzhi. Dan wajah bahagia pangeran Lingzhi membuat kemarahan di dalam hatinya semakin kuat.
"Dasar wanita menggoda...awas kau nanti malam, nikmati saat- saat terakhirmu ja***g...!" serunya marah. Dia segera kembali ketempat dia dan keluarganya tinggal. Ketika sampai di depan sang Mama , Renata dengan kemarahan yang meluap menceritakan apa yang dia lihat tadi. Sang Ibu yang mendengar cerita Renata ikut merasa marah.
"Biarkan saja, sebentar lagi nyawanya akan melayang juga..." kata sang ibu menghibur Renata.
Renata hanya bisa mengangguk membenarkan .
Saat makan malam bersama, Alea mendengar dari White kalau paman dari Putri Renata telah mempersiapkan diri untuk menyerangnya. Dan Renata tidak hadir di acara makan malam dengan Alasan tidak enak badan .
Di saat makan malam Alea bisa melihat kalau Bibi Selin sering menatap kearah dirinya namun Alea pura- pura tidak tahu.
__ADS_1
Sedang pangeran Lingzhi sesekali menatap nyonya Selin dengan tatapan mematikan .
Setelah makan malam selesai mereka satu per satu meninggalkan ruang makan setelah melihat Raja Rong Kyu keluar ruangan.
Saat Alea akan melangkah pergi dari istana Naga, tiba - tiba terdengar panggilan memanggil namanya.
"Putri Lea...!" Alea segera menghentikan langkahnya dan kembalikan badannya . Begitu juga dengan pangeran Lingzhi yang berada di sebelahnya.
"Anda memanggil saya nyonya Selin..?" tanya Alea sambil menunjuk badannya sendiri . Dia menatap nyonya Selin yang datang bersama suami dan ketiga anaknya.
"Bagaimana rasanya menjadi putri mahkota...?" kata nyonya Selin sambil berjalan mendekati Alea dan pangeran Lingzhi.
"Maksud anda...?" tanya Alea tak mengerti.
"Kau tidak mengerti...?" tanya dia sinis.
"Katakan dengan jelas apa maksud anda...?" tanya Alea lagi.
"Gimana rasanya menduduki tahta yang seharusnya bukan milikmu...?" tanya Wanita itu tajam.
"Hmm...rasanya enak...apalagi dengan seorang kekasih yang selalu memanjakanku bukankah begitu My Zhi. .." kata Alea sambil bergelayut manja di lengan pangeran Lingzhi.
Terlihat wajah nyonya Selin menatao Alea dengan marah. Dia mengepalkan tangannya dengan kuat. hingga terlihat memutih.
"Tentu saja sayang..karena kau adalah gadis yang aku cintai ." jawab Pangeran Lingsi sambil mengusap kepala Alea lembut.
"oh ya nyonya Selin ...anda menahan saya di sini , apakah anda tidak takut jika saya terluka dan Raja Rong Kyu tahu diapa yang melukai saya , Apalagi calon suami hamba ada di sini....?" kata Alea dengan wajah tenang.
"Apa maksudmu...?" tanya dia dengan kaget. terlihat wajahnya sedikit memucat.
"Apa anda fikir kami tidak tahu kalau anda sebenarnya mencegah saya agar saya tidak segera kembali kekediaman, saya tahu anda mempunyai rencana untuk membunuh..?" jawab Alea. Terlihat wajah nyonya Selin semakin memucat ketika Alea mengatakan itu .
"Jangan menuduh yang bukan - bukan putri...kami bisa menuntutmu.." jawabnya kasar.
"Benarkah...? Kalau begitu lihat saja nanti. Kit...." Namun sebelum selesai ucapan Alea tiba- tiba terdengar kegaduhan dari istana tempat tamu tidur. Tempatnya memang tidak terlalu jauh dari istana Naga . Dan seorang penjaga terlihat lari mendatangi mereka.
"Nyonya...hamba mendengar teriakan nyaring dari ruang kamar anda, dan kami tidak berani melihat apa yang terjadi di dalam kamar..." kata prajurit itu dengan wajah ketakutan . Mendengar laporan si Prajurit nyonya Selin dan keluarga lari menuju kamar mereka . Alea dan pangeran Lingzhi segera ikut pergi juga.
Dan saat pintu di dobrak mereka sangat terkejut melihat isi di dalam kamar nyonya Selin . Terlihat seorang pria paruh baya tergeletak di sebelah Putri Renata . mereka terkapar di lantai dengan darah keluar dari mulutnya dan wajah menghitam . terlihat tubuh renata kejang - kejang sebentar sebelum kemudian diam selamanya. sedang seorang pria oaruh baya itu sudah dalam keadaan mati.
"Renataaaa...." seru nyonya Selin sambil berlari kearah tubuh Renata yang sudah Diam tak bernyawa . Begitupun dengan pria paruh baya itu . tubuh mereka mengeluarkan darah dari seluruh lubang yang ada di seluruh tubuhnya.
"Tata...apa yang terjadi nak...? Tata bangun...ayo bangun nak...!" teriak nyonya Selin sambil menggoyang- ngorangkan tubuh Renata.
Alea dan Pangeran Lingzhi hanya menatap pada kedua tubuh yang kini penuh dengan darah dan tak dapat lagi di tolong.
"Tolong...tolong panggilan tabib... pelayan tolong panggilkan tabib..!" teriaknya dengan panik. Akhirnya pangeran Lingzhi menyuruh seorang penjaga untuk memanggilkan tabib istana. Dan satu lagi memberitahukan pada sang Raja. Namun saat mata nyonya Selin melihat keberadaan Alea, dia tiba- tiba berteriak histeris dan berlari mendekati Alea.
"Kauuuu...kau yang telah membunuh putriku...kaulah pembunuhnya...!" teriaknya kalap. Namun sebelum tubuh nyonya Selin memegang Alea. Sebuah tangan kekar telah menampar tubuh itu lebih dahulu.
"Lancang sekali anda... bibi mau mencelakai Putri Mahkota...!" seru Pangeran Lingzhi Marah. Menerima tamparan Pangeran Lingzhi nyonya Selin semakin marah.
"Pangeran...Pangeran berani menamoar saya ..!" serunya kaget .
"Karena anda berani mengangkat tangan pada putri mahkota...!" teriak pangeran Lingzhi .
"Tapi dia telah membunuh Renata Pangeran...!" teriak nyonya Selin marah.
"Bibi mengatakan Putri Alea membunuh Renata , dari mana kau bisa mengatakan kalau Putri Alea yang membunuh Renata..? apakah Bibi melihat dengan mata sendiri...? bukankah sejak tadi putri Alea selalu bersamaku, dan ketika kami pulang bibiklah yang mencari gara- gara untuk menahan kami pulang...!" seru Pangeran Lingzhi semakin marah.
"Tapi semua ini gara- hara dia ...dia merebut dirimu yang merupakan calon renata..calon suaminya !" teriaknya dengan marah.
"Cukup..cukup Bik...sejak dulu aku bukan milik atau kekasih Renata apalagi calon suaminya. aku tidak pernah mencintai dia apalagi mau jadi calon suaminya...! kalian yang terlalu tinggi berhayal , jadi jangan bilang kalau Putri Lea merebutku dari Renata. aku tidak pernah mencintai gadis lain selain Putri Alea...!" teriak Pangeran Lingzhi marah. melihat pangeran Lingzhi berwajah merah karena marah . Alea segera mengajak Oangeran Lingzhi untuk pergi. Melihat Alea pergi sambil menggandeng tangan pangeran Lingzhi. nyonya Selin semakin marah.
"Mau pergi kemana kau pe****r sialan..!" teriak nyonya Selin.
"Siapa yang kau panggil pe****r sialan itu Selin...?" terdengar suara bariton dengan penuh kemarahan. kini di depan pintu sudah berdiri Raja dan permaisuri serta kasim kepercayaan Raja . mendengar Raja datang Nyonya Selin bermaksud mengadukan masalah itu pada sang Raja.
"Raja beri keadilan pada putriku...lihatlah putriku ini, dia mati karena perbuatan Putri Alea...!" ucap nyonya Selin dengan marah.
__ADS_1
"Lancang sekali mulutmu Selin...! apakah saat kau menemukan tubuh pitrimu yang terluka itu putri Alea berada bersama mereka...?!' seru Raja marah.
mendengar perkataan sang Raja , Nyonya Selin terdiam .
"Kau telah memfitna seorang Putri Mahkota , dan kau juga mengucapkan sumpah serapah pada seorang calon permaisuri..berani sekali kau...!" teriak Raja marah.
"Tapi yang Mulia....!" ycaoan Nyonya Selin terpitong kalumat dari Raja.
"Cukup Selin...aku sudah mendengar perkataanmu yang dengan berani mengatakan kata- kata kasar oada Putri Alea serta menuduhnya tanpa bukti, Karena memandang kau masih saudar iparku . maka kau mendapat hukuman pergi dari jerajaan ini dan jangan pernah kembali lagi kerajaan Shi telah tertutup untuk semua keluargamu , bawa pulang jasad putri dan laki laki itu . Pengawal....!! bawa keluarga ini keluar dari istana ini dan berikan dua mayat itu agar mereka bawa pulang. dan mulai sekarang dia dilarang masuk ke kerajaan ini ingat itu..." titah raja membuat semua orang kaget. Apalagi nyonya Selin yang terlihat sangat Syok mendengar tita Raja. . Sedang Pangeran Lingzhi terlihat tersenyum senang. dan beberapa pengawal segera mengeluarkan nyonya Selin serta keluarganya , juga mayat putri dan kakaknya dari istana . Raja tak perduli lagi dengan apa kata masyarakat. apalagi mendengar perkataan Pangeran Lingzhi kalau mereka meninggal gara- gara ilmu mereka sendiri yang di kembalikan oleh hewan kontrak mereka. karena yang mereka tuju sebenarnya adalah membunuh Putri Mahkota.
Setelah semua beres, Alea segera kembali ke istana Anggrek. ketika sampai di dalam kamarnya , Alea segera pergi keruang dimensi.
,💖💖💖💖
Keesokan harinya seperti hari- hari biasanya. Alea pagi- pagi setelah saraoan akan meracik obat dan memperdalam keahlian medis bersama tabib Cheng Raw. dan siangnya pasti pangeran akan datang mengganggunya sampai dia mau bersama dengannya hingga menjelang sore. namun hari ini ternyata beda sekali. saat dia bersama tabib Cheng Raw sedang berada di ruang pengobatan yang memang di bangun untuk Alea , tiba- tiba ada pengawal istana yang datang padanya dan mengatakan kalau mereka berdua di minta menghadap Raja Rong Kyu sekarang juga . tentu saja kedua orang itu sangat kaget.
"Memangnya ada apa Pengawal...?" tanya Alea dengan wajah heran .
"Hamba juga tidak tahu Putri...Yang Mulia hanya meminta hamba untuk memanggil anda..." jawab Pengawal itu .
"Baiklah kalau begitu kami akan kesana sekarang..." kata Alea lagi.
Tak lama terlihat Alea bersama tabib Chang Raw serta si pengawal pergi menuju istana. sampai di sana Alea bersama tabib Cheng Raw masuk kedalam istana setelah kasim mengumumkan kedatangannya .
"Putri Mahkota dan tabib Raw memasuki istana..." terdengar teriakan lantang sang kasim.
Alea dan tabib Cheng Raw segera berjalan masuk dan menghadap Raja Rong Kyu.
"Salam sejahtera bagi yang Mulia, semoga selalu mendapatkan berkah.." ucap Alea dan tabib Cheng Raw memberi salam.
"Salam kalian berdua aku terima, duduklah..." ucap Raja Rong Kyu sambil mengibaskan tangannya.
Alea segera duduk di kursi yang ada di hadapan Raja , dan tanpa sengaja dia melihat orang yang datang manghadap Raja juga .
"Raja Saujin...ada apa dia datang kemari.. jangan katakan kalau mereka ingin aku menyembuhkan putrinya...batin Alea sambil melihat sekilas pada Raja We.
Sedangkan Raja Saujin sendiri kaget ketika dia melihat tabib Cheng Raw berada di kerajaan ini dan kini dia sedang bersama gadis yang dulu pernah ingin dia bunuh. Ada perasaan Malu yang mendera hatinya. mana mungkin dia tidak malu ,
karena gadis yang ingin ia mintak tolong adalah gadis yang ingin dia bunuh karena keserakaannya.
"Maaf Lea'er...Ayah mengganggu pekerjaanmu..." kata Raja Rong Kyu sambil menatap Alea.
"Tidak Masalah Yang Mulia...apakah ada yang bisa hamba bantu Ayah...?" tanya Alea dengan lembut.
"Ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu. dia ingin meminta pertolonganmu nak..." ucap Raja Rong Kyu dengan lembut pula.
"Nach...benar kan yang aku duga...ya ampun apa yang harus aku lakukan sekarang..batin Alea .
"Pertolongan Hamba...?" tanya Alea .
"Iya...itu orangnya...Raja We ingin meminta tolong padamu..." lanjut Raja Rong Kyu.
"Raja Saujin...?" tanya Alea .
"Iya...Raja Saujin dari Kerajaan We..." jawab Raja Rong Kyu.
"Maaf Yang Mulia...apakah yang Mulia Saujin tidak salah meminta pertolongan pada hamba....bukankankah hamba hanya rakyat jelata ..?" jawab Alea penuh dengan penekanan.
"Maaf tabib Hanpey...maafkan orang tua ini yang penuh dengan kesalahan...' ucap Raja Saujin dengan wajah sedih.
"Ya ampuun...dia meminta maaf,..? apa nggak salah pendengaranku...?" ucap Alea dalam hati.
"Apakah dengan meminta maaf , semua masalh bisa terselesaikan...? gimana dengan keinginan anda untuk melihat hanba mati.. apakah semudah itu hamba harus memaafkan Yang Mulia...?" kata Alea sinis.
"Nak...kau bisa menghukumku , kalau perlu kau juga bisa membunuhku jika semua itu bisa membuat kau mau mengobati putriku, aku mohon Nak.." ucap Raja Saujin.
"Putri yang Mulia...? kenapa dengan gadis itu...apa yang terjadi dengan dia...?" tanya Alea pura- pura tidak tahu .
"Dia menderita Penyakit Aneh yang langkah nak... sudah berpuluh tabib yang kami datangkan , namun dia masih belum sembuh juga...?" jawab Raja Saujin.
__ADS_1
"Aku mohon tabib...tolonglah putriku , kasihanilah dia , apakah aku harus bersujud memohon padamu.? semua akan aku lakukan demi kesembuhan putri tabib..." kata Raja Saujin dengan sedih. Dia sudah tidak merasa malu lagi memohon pada Alea
Maaf siapa di sini dili ceritaku ya... jangan lupa like vote dam komrnnya aku tunggu.