
Keesokan Harinya setelah makan pagi Alea dan pangeran Lingzhi serta keempat pengawal mereka bersama Lian Han dan Pangeran Huang akan pergi menghadap Raja . Mereka segera berangkat setelah berpamitan pada sang kakek.
"Kek... Alea pergi ke istana dulu, nanti siang Alea akan kemari lagi, kalau Kakek membutuhkan sesuatu ada paman Rekyu dan gege Zio Seng yang akan menjaga kakek berdua, .." kata Alea pada sang kakek.
"Iya, pergilah..jangan cemaskan kami..?" kata kakek Jing Hao lembut.
"Kalau begitu Alea pergi kek..." ucap Alea sambil memeluk kakek Jing Hao dan Kakek Bing Hu bergantian. Begitu juga dengan Pangeran Lingzhi dan yang lainnya. Mereka segera berpamitan dan memberikan hormat lalu segera pergi.
Ketika bertemu Zio Seng Alea menitipkan sang kakek.
"Gege..titip kakek, tolong perhatikan mereka ya...?" kata Alea sambil tersenyum.
"Tentu Putri...aku akan menjaga beliau,.." jawab Zio Seng.
"Kami juga akan menjaganya putri..." ucap nyonya San dan nyonya Zio.
"Trimakasih ibu...kalian memang the Best...!" ucap Alea sambil mengacungkan jempolnya.
"Apaa putri..ta pes...?" ucap nyonya Zio .
"Ha ha ha...the Best ibu...maksudnya yang terbaik..." jawab Alea sambil tertawa.
Aleapun segera keluar restoran bersama para sahabat dan kekasihnya. Mereka segera berangkat ke istana. Sesampainya di gerbang istana para penjaga segera membukakan pintu gerbang istana. Mereka segera masuk kedalam istana setelah memberikan kuda pada para penjaga. Sesampainya di istana mereka segera masuk kedalam ruang pertemuan setelah kasim memberitahukan kedatangan mereka.
Sesampainya di dalam ruangan , terlihat Raja dan permaisuri sedang duduk di singasana Kekaisaran.
"Salam sejahtera bagi Raja dan permaisuri. Semoga di beri umur panjang .." ucap mereka bersamaan.
"Salam kalian aku terima, dan kalian duduklah..." kata sang Raja sambil tersenyum.
"Trimakasih yang Mulia..." jawab mereka serempak.
"Ternyata kalian sudah kembali, dan kau Huang...kau ikut juga kemari...?" seru Raja Rong Kyu bahagia.
"Benar Paman...hamba pergi bersama mereka. Mungkin Ayah dan Bunda beberapa hari lagi akan datang..." kata Pangeran Huang dengan hormat.
"Ha ha ha...lama tidak jumpa, ternyata kau sudah tumbuh besat dan kuat ya...?' ucap Raja Rong Kyu bahagia.
Pangeran Huang hanya tersenyum mendengar ucapan Raja Rong Kyu .
yang merupakan Pamannya.
"Oh ya Putri Mahkota...aku dengar Sekte Tiangzi mendapat serangan , apa benar itu Putri..?" tanya Raja Rong Kyu pada Alea.
"Benar sekali Ayah... Mereka menyerang Sekte tiangzhi. Namun semua sudah teratasi dengan baik yang mulia..." jawab Alea.
"Dari mana mereka...? berani sekali mereka menyerang Tiangzi..?" tanya Raja Rong Kyu Lagi.
Sebelum Alea menjawab , Pangeran Lingzhi menjawab lebih dahulu.
"Mereka sengaja menyerang Sekte Tiangzi untuk membawa pergi Lea'er Ayah..." jawab Pangeran Lingzhi. terdengar nada kemarahan di ucapannya.
"Membawa Putri Lea...maksud Putra Mahkota menculik Putri Mahkota...?" kata Raja Rong Kyu kaget .
"Benar Ayah...untung ada mahluk kontrak Lea'er yang bisa mencari keberadaan Lea'er..." kata Pangeran Lingzhi lagi.
"Berani sekali mereka...siapa sebenarnya mereka...?" tanya Raja Rong Kyu marah.
"Pangeran ke gelapan atau Raja kegelapan..." jawab Putra Mahkota lagi.
"Apa...Raja kegelapan...? Lalu apa yang terjadi nak...? Tapi kau tidak apa- apakan putri...?" tanya Raja Rong Kyu menatap Alea dengan cemas.
"Untunglah Putri bisa meloloskan diri dan bersembunyi sambil menetralkan racun yang menyerangnya, dan dia bisa membuat penawar racun yang mereka miliki, hingga kami terhindar dari keracunan seperti yang di alami putri .. dan akhirnya kami bisa membebaskan Putri..." kata pangeran Lingzhi dengan perasaan bangga.
"Apa putri di racun...?" tanya Raja dengan kaget.
"Benar Ayah...dengan racun pelumpuh kultivasi. karena itulah dengan mudah Pangeran kegelapan menculik Lea'er.." ucap Pangeran Lingzhi dengan marah.
'Syukurlah ...semua bisa teratasi dan tidak terjadi apa - apa padamu nak.. " ucap Raja Rong Kyu .
"Kalau tidak, entah apa yang akan di lakukan putraku jika melihat dirimu celaka..." kata Raja Ring Kyu dalam hati.
__ADS_1
Semua orang yang berada di aula pertemuan merasa bangga pada gadis cantik yang akan menjadi permaisuri Kerajaan mereka kelak. Mereka sudah mulai mengetahui sifat dan kebaikan Alea. mereka sangat bangga memiliki seorang Putri mahkota seperti Alea.
"Apakah kakekmu ikut juga...?" tanya Raja kembali.
"Kakek hamba ikut Yang Mulia..."jawab Alea lagi.
"Lalu di mana mereka...?" tanya baginda Raja.
"Mereka ada di penginapan kota.." jawab Alea.
"Kenapa tidak kau bawa dia kemari...?" tanya Raja Rong Kyu kembali.
"Besok akan hamba bawa kemari yang Mulia ..." jawab Alea .
"Pasti kalian lelah, sekarang kembalilah ke istana kalian, oh ya dua minggu lagi pernikahan kalian akan di laksanakan. jadi kalian bisa mempersiapkan diri dengan baik, .Lingzhi ...ajak Pangeran Huang ke istanamu, biarkan dia istirahat di sana sampai acara pernikahan.." kata Raja Rong Kyu pada pangeran Lingzhi
"Baik Ayah..." jawab Pangeran Lingzhi .
"Trimakasih yang Mulia...." jawab yang Lain. Mereka segera undur diri dan keluar dari ruang pertemuan.
Setelah berada di luar. Alea dan pengawalnya segera kembali ke istana Anggrek. , sedang Pangeran Lingzhi mengajak Pangeran Huang ke istananya.
💖💖💖💖
Hari - Haripun cepat berlalu, tak terasa hari yang di nanti oleh setiap penduduk kerajaan Shi tinggal dua hari lagi. Kini Alea sudah tidak di perbolehkan keluar dari kediaman . dan pangeran Lingzhi pun sudah tidak di perkenankan datang ke istana anggrek. Kediaman Alea sudah di jaga dengan ketat. Mimi dan Zheng Bai berjaga bergantian di depan pintu kamar Alea. Semua perawatan kecantikan serta tata cara pernikahan kuno telah di lakukan oleh petugas . dan tanpa mereka ketahui kalau sebenarnya Alea merawat dirinya dengan ramuan yang dia buat sendiri dan berendam di air sungai atau di bawah air terjun kehidupan. Dan yang paling ampuh jus buah pohon kehidupan .
Semakin hari semakin cerah kulit tubuh Alea, juga kecantikannya semakin membuat orang jatuh cinta.
Kalau Alea dengan tekun melakukan perawatan atau melaksanakan semua tata cara seorang wanita yang akan menjadi mempelai. Lain pula dengan pangeran Lingzhi.
Sudah satu minggu ini dia tidak di perbolehkan bertemu dengan Putri Alea. Dia kelimpungan sendiri di kamarnya .
"Jihao...!" terdengar seruan pangeran Lingzhi dari dalam kamarnya.
Jihao segera masuk kedalam kamar pangeran Lingzhi .
"Ya Pangeran...apa ada yang bisa saya bantu...?" tanya Jihao pada pangeran Lingzhi.
"Itu sudah tradisi Pangeran..." jawab Jihao kalem.
"Kau sengaja mau menyiksaku ya...?" tanya dia dengan marah.
"Itu sudah tradisi yang Mulia.. Anda tidak di perbolehkan bertemu dengan tuan Putri sebelum anda menikah. Sabarlah Pangeran...bukankah dua hari lagi kalian akan menikah..." kata Jihao dengan menenangkan pangeran Lingzhi.
"Tidak...aku akan menemuinya sekarang..!" ucap Pangeran Lingzhi kesal.
"Apakah anda tahu resiko yang akan anda dapatkan kalau sampai anda ketahuan...?" kata Jihao memperingati. dan tanpa sadar kaki pangeran Lingzhi yang akan melompati cendela terhenti.
"Apa itu...?" tanya Pangeran Lingzhi lagi.
"pernikahan akan tertunda satu bulan lagi. apakah Pangeran Mau...?" kata Jihao kembali.
"Cih ..kau menakut- nakutiku...siapa yang akan percaya omonganmu..." ucap Pangeran Lingzhi sambil membuka cendela. namun sebelum kakinya melangkah. dua orang prajurit kerajaan menegurnya.
"Siang Pangeran...anda mau kemana..?" ucap Prajurit itu sambil tersenyum ramah.
Akhirnya pangeran Lingzhi kembali menutup pintu dengan wajah kesal.
Jihao hanya bisa tersenyum melihat wajah pangeran Lingzhi yang terlihat kesal.
"Sudahlah pangeran...bukankah hanya tinggal dua hari lagi kalian akan bertemu.!" kata Jihao sambil tersenyum . Akhirnya dia kembali ketempat tidur dengan wajah marah.
dan dua Haripun berlalu dengan cepat. kini tiba saatnya hari yang di nanti semua penduduk kota Shi. hari di mana Putra mahkota kerajaan mereka akan memiliki seorang istri. hari di mana putri Mahkota resmi menjadi permaisuri putra mahkota.
Pagi- pagi sekali Alea sudah mulai di dandani. dengan baju berwarna merah baju khas pengantin wanita telah terpakai di badan wanita cantik itu. riasan wajah yang tidak terlalu tebal membuat wajahnya semakin bersinar. kecantikannya semakin terlihat ,
"Ya dewa...lihatlah putri Mahkota sangat cantik sekali. aku tidak pernah melihat pengantin wanita yang terlihat secantik ini, dan kau lihat juga kulit tubuhnya sangat halus dan mulus bagai giok yang indah dan bercahaya . dia bagai seorang dewi yang baru turun dari langit..." bisik salah satu perias saat melihat penampilan Alea.
"Benar aku iri sekali dengan kecantikan beliau, betapa beruntungnya Putra Mahkota kita memiliki seorang wanita atau istri yang secantik beliau. aku yakin walaupun dia tidak memakai riasan wajah, pasti wajahnya tetaplah cantik. dan aku juga dengar kalau hatinya sangat baik, dia banyak menolong para kaum miskin. dan dia membuat orang sangat mencintainya..." jawab teman pelayan tadi. Sedangkan Alea yang sudah di dandani sempat melihat mereka berdua yang sedang berbisik- busik dengan wajah kagum menatapnya. melihat semua itu sifat iseng Alea timbul .
"Hey..kalian berdua...ada apa...apakah aku terlihat jelek...?" tanya Alea dengan wajah mengkerut.
__ADS_1
Betapa terkejutnya kedua pelayan itu. dia segera berlutut dan meminta ampun pada Alea.
"Ampun putri kami hanya kagum dengan kecantikan putri. kami sangat mengagumi putri. ampuni kami putri.. kami mohon.." kata salah satu pelayan tadi. mereka bersujud di depan Alea.
"Hey...kenapa kalian bersujud, dan siapa yang ingin menghukum kalian...bukankah aku hanya bertanya, kenapa kalian setakut itu.. ayo bangun aku paling tidak suka ada orang yang bersujud padaku. ' ucap Alea dengan wajah kaget.
"Tapi kami telah salah telah membuat putri mahkota marah...kami pantas di hukum putri..." kata salah satu dari pelayan itu.
"Ist kalian ini...aku malah akan menghukum kalian jika aku melihat kalian masih berlutut seperti itu. ayo bangun...!" seru Alea kesal.
"jadi putri tidak marah pada kami..?" tanya mereka.
"Siapa yang marah...bukankah aku hanya bertanya pada kalian, mengapa kalian sekaget tadi...apa kalian menjelek- jelekan diriku...?" tanya Alea lagi.
"Tidak putri...kami malah sangat mengagumi kecantikan putri...kami baru sekarang merias wajah wanita yang secantik dan mulus tubuh dan wajah seorang putri..tidak ada satupun gadis yang ada di kekaisaran ini yang memiliki kecantikan seperti wajah putri.." kata mereka lagi.
"Ooo..gitu..ya sudah kalian bangun. teruskan pekerjaan kalian. ." kata Alea.
Tak lama selesai juga Alea di rias. dengan wajah cantik dan tertutup cadar. Alea segera di bawah keluar dari kamarnya.
Sesampainya di luar terlihat tandu pengantin sudah ada di sana dengan Pangeran Lingzhi yang menaiki kuda putih berdiri dengan gagahnya di samping tandu . tak lama terlihat Alea keluar dari dalam istana Anggrek diiringi beberapa wanita. pangeran Lingzhi yang sudah satu minggu lebih belum bertemu dengannya . merasakan kerinduan di hatinya , ingin rasanya dia berlari memeluk gadis yang berjalan dengan cadar di wajahnya itu. sedang Alea hanya melihat sepintas wajah sang kekasih sebelum dia masuk kedalam tandu pengantin. mereka segera berjalan membawa pengantin wanita dengan kawalan sang pengantin pria menuju tepat upacara pernikahan di selenggarakan. setelah sampai di tempat pernikahan kedua mempelai segera menuju tempat upacara di langsungkan. setelah melalui semua proses pernikahan maka kini Alea syah sebagai istri Pangeran Lingzhi. terlihat sekali kebahagiaan di wajah pangeran lingzhi .
Setelah melaksanakan ritual pernikahan, acarapun di lanjutkan di aula pertemuan dengan para tamu dari segala penjuru. dan rakyat kekaisaran Shi yang telah menunggu di depan gerbang kerajaan . mereka ingin melihat mempelai wanita dari sang Putra mahkota yang sebentar lagi akan di nobatkan sebagai Raja kerajaan Shi. dan otomatis Alea sebagai permaisuri. dan ritual terakhir kerajaan Shi adalah kirab Agung sepasang Pengantin yang akan menjadi pemimpin rakyat kerajaan Shi yang akan datang.
Pangeran Lingzhi dan Alea segera naik keatas kereta kerajaan yang memiliki bagian depan terbuka. mereka duduk bersama. serta di kawal oleh beberapa pengawal terkuat kerajaan shi. tidak ketinggalan empat pengawal pribadi mereka yang berada di kanan kiri kereta kerajaan. akhirnya keretapun keluar dari istana di iringi pasukan khusus. mereka mulai mengelilingi jalanan ibukota yang penuh penduduk di pinggiran jalan yang antusias ingin melihat Putra Mahkota dan Putri Mahkota yang akan menjadi Raja dan Permaisuri mereka kelak. saat melihat wajah permaisuri. terdengar seru kekaguman dari para penduduk yang melihatnya.
"Ya ampun....cantik sekali permaisuri kita..lihatlah kulit tubuhnya putih bersinar bagai giok alam yang tak tersebut tangan..." seru seorang wanita mudah yang melihat Alea dari dekat.
"Benar...aku tidak pernah melihat wanita secantik itu , walaupun tertutup cadar. namun wajah cantiknya tidak bisa di sembunyikan. .." kata wanita yang lain.
"Beruntungnya pangeran kita memiliki wanita secantik itu, siapapun akan iri dengan keberuntungannya..." jawab yang Lain.
Dan banyak lagi suara yang di dengar pangeran Lingzhi mengagumi sang istri. membuat hati pangeran Lingzhi semakin bangga memiliki istri Alea. dengan rasa bangga dia memegang erat tangan Alea. dia ingin menunjukkan pada seluruh masyarakat Kerajaan Shi atau kerajaan Lain kalau gadis cantik di sebelahnya adalah istri yang sangat dia cintai dan hanya milik dirinya seorang ( wiiih bucin banget pangeran kita ye,😂 😂)
Mereka berdua tak lepas dari senyum manis di bibir mereka. hingga akhirnya mereka kembali ke istana untuk kembali masuk ke dalam pesta pernikahan mereka , untuk menerima ucapan selamat dari para tamu. Ketika mereka masuk terlihat berpuluh pasang mata menatap kedatangan mereka. dengan gagahnya pangeran Lingzhi yang terlihat sangat tampan hari ini masuk menggandeng sang istri yang terlihat cantik dan anggun. Mereka mendekati Raja dan permaisuri yang telah menunggu kedatangan mereka. di sebelah kanan sang permaisuri terlihat Ibu suri duduk dengan tersenyum manis dan juga beberapa selir Raja Rong Kyu . sedang agak jauh dari Raja terlihat kedua kakek Alea dan Jendral Murong Han beserta Selir Shena duduk menunggu kedua mempelai . Kedua mempelai segera memberi hormat pada Raja Dan Permaisuri. Lalu pada keluarga kedua mempelai. Setelah mendapatkan Restu dari kedua orang tua mereka merekapun segera di giring menuju tempat pelaminan.
Terlihat beberapa pasang mata menatap kearah pasangan pengantin itu.
Mata dari Putri Lan Lan yang sangat marah dan Cemburu pada Alea yang terlihat anggun di atas pelaminan, dia mengepalkan tangannya dengan kuat hingga kuku jarinya melukai telapak tangannya. Rasa cemburu di dalam hatinya sangatlah memyiksa dirinya. Ingin rasanya dia berlari dan merampas Pangeran Lingzhi dari tangan Alea. namun apalah daya. dia sudah tahu kekuatan yang di miliki Alea. Saat Alea dan pangeran Lingzhi pergi ke pengungsian dulu, sebenarnya dialah dan sang sahabat yaitu Quiran putri dari saudagar kaya kerajaan sebelah. yang ingin meleyapkan Alea . dan Quiran mendapatkan masalah karena kejadian itu. sampai sekarang gadis itu belum sembuh dari penyakitnya dan sang Ayah sangatlah marah hingga dia di keluarkan dari rumah orang tuanya. sang Ayah tidak ingin di sangkut pautkan dengan perbuatan dari Quiran. Sang Ayah takut akan murka pangeran Lingzhi. karena kejadian itulah Lan Lan tak bertindak ceroboh lagi. dia hanya bisa diam di dalam kecemburuan. Selain Lan Lan terlihat Pangeran Fang Xing Long yang tertunduk sedih melihat Alea yang begitu cantik berdampingan dengan Pangeran Lingzhi. Dia yang begitu menyesali perbuatannya dulu, kini hanya bisa gigit jari. gadis yang dia tolak mentah- mentah kini terlihat sangat cantik dan anggun di depan sana. tidak pernah Pangeran Fang melihat gadis yang secantik dan seanggun Alea. penyesalan yang dia rasakan membuat dia enggan melirik gadis lain. gadis yang seharusnya miliknya dengan begitu mudahnya dia tolak dan kini menjadi milik orang lain.
Lain Pangeran Fang Lain Pula dengan Pangeran Huang. Dia menatap Alea dan Pangeran Lingzhi dengan pandangan bahagia. walaupun dia mencintai Alea, namun dia merelakan gadis itu dengan ketulusan kepada pangeran Lingzhi. dia tahu sahabatnya sekaligus saudara yang dia sayangi itu sangatlah mencintai putri Alea. karena itu dia dengan tulus mendoakan kebahagiaan bagi pasangan itu . apalagi Alea kini menjadi adik angkatnya , dan terlihat Alea juga menyayanginya sebagai seorang sahabat sekaligus saudara. mendapatkan kenyataan itu pangeran Huang sudah cukup bahagia. Dia rela asal gadis yang dia cintai bahagia. namun jika Pangeran Lingzhi berani melukai atau menyakiti Putri Alea . apapun yang terjadi dia akan merebut Alea dari tangan pangeran Lingzhi.( waah..keren juga pangeran Huang)
Setelah beberapa waktu di atas pelaminan , Alea segera di bawa masuk kedalam kamar khusus untuk pengantin baru yang ada di istana milik Pangeran Lingzhi . Kini Alea sudah pindah ke istana milik Pangeran Lingzhi.
Seperti adat mereka , Alea di dudukkan di atas pembaringan yang memiliki kelambu. di dalam kelambu itu. Alea duduk dengan tenang. dia di temani oleh seorang dayang tua yang memang bertugas menjaga Alea. Cadar yang menutupi mukanya masih belum terbuka karena cadar itu pangeran Lingzhilah yang berkewajiban membuka. tak berapa lama dayang tua itu keluar dan tak lama terlihat pangeran Lingzhi masuk kedalam kamar pengantin. Alea yang semula duduk tenang. kini tiba- tiba kegelisahan melanda hatinya. dadanya berdebar dengan kencang. apalagi saat pangeran Lingzhi mulai membuka cadar yang menutupi wajahnya.
"Sayang...maaf aku agak lama.." kata pangeran Lingzhi Lembut.
"Tidak masalah..." jawab Alea sambil menatap pangeran Lingzhi yang juga menatapnya.
"Sayang...aku merindukan dirimu... beberapa Hari kita tidak bertemu membuatku serasa berabad- abad ..." ucap Pangeran Lingzhi sambil memeluk tubuh gadis cantik di depannya.
"Bukankah kita hanya tidak bertemu dalam satu minggu My Zhi..." kata Alea menggoda.
"Kau ini...apakah kau tahu, itu penyiksaan yang paling menyakitkan buatku. lebih baik aku di pukuli setatus kali dari pada harus berjauhan denganmu...!" seru pangeran Lingzhi semakin memeluk Alea dengan erat.
"Jangan ngomong seperti itu...tidak baik tahu...ya sudah lepaskan aku dulu, aku akan membuka baju pengantin ini dulu, terlalu berat baju ini di tubuhku..."kata Alea yang masih ada dalam pelukan Pangeran Lingzhi.
"Tidak...biarkan aku memelukmu lebih lama..." tolak pangeran Lingzhi.
"My Zhi..tolong lepaskan aku dulu... kepalaku serasa mau pecah membawa mahkota di kepalaku ini.." kata Alea lagi.
Menyadari penderitaan Alea. pangeran Lingzhi segera melepas pelukannya , dan dia membantu Alea melepas mahkota serta pernak- pernik di kepalanya.
"Ffuu...Legah rasanya..." ucap Alra sambil melepas nafas kelegahan.
"Sayang...." panggil Pangeran Lingzhi dengan lembut. Alea segera mendongak kan kepalanya , namun tiba- tiba bibir kembut itu telah mendarat di bibir manisnya. dan ( maaf bayangin sendiri ya apa kelanjutan yang terjadi di malam pertama mereka, habis author puasa takut batal kalau ngebayangin yang nggak - nggak 😂😂😂)
udah cukup dulu ya...besok Author sambung lagi. jangan lupa Like, vite dan komennya author selalu tunggu. selamat menunaikan ibadah puasa..bagi umat muslim.
Bersambung.
__ADS_1