
Merekapun sampai di hutan Kematian yang berada di ujung selatan benua tengah. Yang letaknya hampir mendekati benua timur. Hutan ini terkenal dengan keangkerannya tidak ada yang berani menjamah atau datang kehutan itu. Jika ada yang berani masuk maka, mereka tak akan pernah kembali lagi. Semua itu membuat para penduduk di sekitarnya sangat takut untuk masuk kedalam hutan itu . Jadi hutan itu semakin di takuti oleh penduduk desa. Dan letak desa paling dekatpun berada beberapa mil dari hutan itu.
"Lo kenapa getaran perasaanku lebih cepat ketika kita berada di hutan ini..?" seru Eagle yang mumpunyai ikatan kuat dan besar dengan banduk giok milik Alea .karena dia merupakan penjaga bandul giok itu.
"Tapi di mana istana kerajaan kegelapan Elang dewa..." seru Lauyan . mereka menatap setiap sudut hutan kematian.
"Lebih baik kita turun dulu...!" seru Pangeran Lingzhi yang sudah meloncat turun dari tubuh sang naga. Akhirnya mereka semua mengikuti turun kebawa.
Dan saat itulah terdengar ucapan dari Alea.
"Gege Eagle..kalian sudah sampai..?" tanya Alea pada eagle.
"Sudah Lea'er...kami sudah sampai...!" seru Eagle gembira. Dia mendengar suara nyaring Alea.
"Lea'er...aku juga bisa mendengarkan mu...!" seru Xiao Bai gembira.
"Hey...aku juga...!" seru White.
"Lea'er...kau dimana...aku juga bisa mendengar suaramu...?" Seru Lauyan gembira. Mendengar suara para mahluk kontraknya Alea merasa gembira.
"Kalian bisa mendengar suaraku...?" tanya Alea gembira.
"Benar Lea'er..." seru mereka hampir bersamaan. Mendengar mereka menjawab bersamaan Alea tertawa senang.
"Apakah kalian sudah berada dekat dengan kerajaan Kegelapan...?" tanya Alea lagi.
"Kami tidak tahu di mana letak kerajaan kegelapan itu Lea'er...yang ada didepan kami hanyalah hutan belantara yang sangat terasa menyeramkan sekali. mungkin di sini ada tabir penghalang , kami belum meneriksanya .." jawab Eagle.
"Kalau begitu jangan kalian lakukan dulu, akan kucoba membawa gege Eagle kemari untuk mengambil obat penawar racun serta memberikan racun yang baru aku buat, untuk yang lain cobalah sementara itu menyembunyikan kekuatannya dulu agar tidak membuat mereka sadar kalau kalian sudah datang dan membuat mereka waspada.." ucap Alea pada mereka.
"Baik akan aku katakan pada mereka..." jawab Xiao Bai.
"Bagus . dan gege Eagle bersiaplah...." ucap Alea. Dan diapun segera mengeluarkan tenaga Qi nya untuk membawa eagle yang ada di luar kekuatan Eagle sendiri. Sedangkan pangeran Lingzhi terlihat berkultivasi dan saat itulah indra keenamnya mulai terbuka, dia dapat melihat kalau sebenarnya ada jalan menuju kedalam kerajaan Kegelapan. Namun tertutup oleh kabut yang sengaja di pasang agar tak terlihat oleh manusia .saat Dia ingin membuka kabut tabir tersebut . Dia mendengar kalau Xiao Bai menyuruh mereka menutup aura kekuatan mereka, selama Eagle mengambil obat untuk mereka . Pangeran Lingzhi pun membatalkan keinginannya walaupun dia sangat menghawatirkan Alea dan sangat merindukannya. Saat itu tiba- tiba Eagle hilang dari pandangan mereka.
Sedangkan Eagle sendiri kini sudah berada di dekat Alea. Melihat Eagle beada di dekatnya Alea kangsung memeluknya.
"Gege.. .kalian tidak apa- apa kan...?" tanya Alea setelah melepas pelukannya.
"Kami baik- baik saja Lea'er..." jawab Eagle.
"Sudah ceritanya kita lanjutkan kalau kita sudah terlepas dari kerajaan kegelapan ini . Sekarang gege harus membawa obat penawar racun ini untuk mereka.." ucap Alea sambil memberikan obat dan bubuk racun. Mereka memang sedang di dalam laboratorium milik Alean .
Tanpa di sadari oleh Alea , sebenarnya saat Alea mengeluarkan tenaga dalamnya berlebihan tadi , Raja Chenyuan yang ada di luar kamar tidurnya merasakan kekuatan besar ada di sekitarnya. Namun saat dia memburu kekuatan itu. Kekuatan itu pun tiba- tiba hilang seketika.
"Sial..! Darimana kekuatan itu berada..aku bisa merasakan kekuatan besar baru saja melintas. Tapi kenapa hilang...!" serunya marah. Sudah beberapa hari ini dia mencari keberadaan Putri Mahkota. Namun dia tidak dapat menemukan gadis itu. Sudah berpuluh kali seluruh kerajaannya dia obrak - abrik. Sampai daerah yang tak mungkin sudah dia datangi. Tapi gadis cantik itu belum juga dia temukan. hatinya sangat marah dan rindu. entah kenapa hatinya yang membeku puluhan tahun ini menjadi hilang kendali saat melihat wajah cantik dan imut itu berada di dekatnya.
"Di mana gadis itu bersembunyi...mana mungkin dia bisa keluar dari daerah kekuasaan ku...PITRI LEA.....DIMANA KAU...!!!" teriaknya dengan marah.
Saat itu Alea sedang memberikan pil kepada Eagle. Ketika mendengar teriakan yang sangat nyaring membuat mereka kaget. Memang saat itu Raja kegelapan berteriak di dalam kamarnya saat dia memburu kekuatan yang tiba- tiba menghilang.
"Gege...mungkin dia merasakan kekuatan yang barusan aku gunakan untuk menarikmu..." ucap Alea pada Eagle.
"Benar...untung saja kau tidak keluar dari dalam ruang dimensi ini..!" seru Eagle lagi .
"Apakah gege bisa melihat keadaan di luar tanpa memakai tenaga dalam..?" tanya Alea lagi.
"Mana mungkin Lea'er..." jawab Eagle.
"Tapi gege bisa keluar tanpa mereka sadari. Sekarang gege pergi dulu. Jaga diri baik- baik sebentar lagi kami akan menjemputmu.." kata Eagle lagi.
"Tidak....aku ingin bertempur bersama kalian..." jawab Alea.
"Baiklah gege akan memberitahu kedatangan kami nanti, sekarang gege pergi..." dan tak lama Eagle pun menghilang dari pandangan Alea.
Saat itupun Raja kegelapan merasakan adanya kekuatan melintas di dalam kamarnya walaupun kecil sekali dan tak bisa di tentukan dimana itu dan berasal dari apa.
Saat itu Eagle sudah kembali berada di dekat pangeran Lingzhi.
"Ini obat dari putri Lea. Kalian semua harus meminum obat ini. Obat ini bertahan tiga hari jadi kalau kita dalam tiga gari belum bisa keluar, maka kalian bisa meminumnya lagi.." ucap Eagle sambil membagikan tiap orang dua butir pil penawaran racun. Dan sisahnya Eagle memberikan semuanya pada Pangeran Lingzhi.
Setelah mereka meminum pil itu, Eagle memberikan mereka botol berisi serbuk racun buatan Alea.
"Kata putri Alea, kalian di suruh menaburkan serbuk ini sedikit di udara saat sudah berharap dengan musuh. Kalian sendiri bisa melihat efeknya pada musuh kita nanti. Itu ucapan Putri Alea." kata Eagle menirukan ucapan Alea.
"Bagus kalau begitu ayo kita segera pergi dari sini ..." ucap Putra Mahkota Huang.
"Tunggu...biarkan aku yang membuka tabir nya. Agar pria iblis itu tidak menyadari kehadiran kita. Dan kalian bisa menyembunyikan kekuatan kalian sementara ini.." ucap pangeran Lingzhi.
Dan mereka menyetujuinya. Maka segeralah Pangeran Lingzhi membuka tabir itu. Setelah tabir terkuak, terlihat di depan mereka ada jalur jalan yang menuju kearah suatu tempat. Dengan ceepat mereka mengikuti jalur jalan itu. Diantara mereka Mimilah yang paling rendah ilmunya. Karena itu Pangeran Lungzhi meminta pada salah satu mahluk kontrak Alea untuk mendampingi Mimi. Mereka tahu Mimi merupakan salah satu orang yang di sayangi Alea. Karena itu mereka harus melindungi Mimi. mereka pun akhirnya memilih White lah yang akan mendampingi Mimi.
Sedang Alea sendiri masih diam di ruang dimensinya setelah kepergian White. Dia hanya mempertajam pendengarannya. Untunglah Alea tidak berusaha keluar, karena Raja kegelapan mulai merasa curiga kalau di kamarnya ada seseorang yang datang. Jadi dia segera mencari di segala sudut ruangan. Dia mencari keberadaan kekuatan yang pasti di miliki orang itu.
Karena dia tidak menemukan keberadaan seseorang, akhirnya dia tiduran di pembaringannya. Dia merasakan bau wangi tubuh wanita. Dan dia tahu wangi siapa itu. .
"Kenapa wangi ini terlalu nyata, seperti dia berada di sekitar sini.." ucapnya perlahan. Alea yang mendengar ucapannya menahan nafas karena takut keberadaannya di ketahui pria gila itu.
Tak berapa lama terdengar ketukan di daun pintu.
Tok tok tok ..
"Siapa...!" serunya dingin.
"Hamba yang Mulia..." terdengar suara seseorang dari luar.
"masuk...!" terdengar perhatiannya .
Seorang prajurid masuk dengan tergopoh- gopoh.
"Maaf yang Mulia hamba mengganggu."
__ADS_1
Ucap pria itu dengan wajah ketakutan.
"Ada apa...?" tanya Raja Chengyuan dengan nada dingin.
"Ada serangan di pintu gerbang, dan banyak prajurit yang jatuh..." ucap prajurit itu sambil menunduk takut.
"Apaa..penyerangan...?" tanya Raja Chengyuan kaget.
"Benar yang Mulia.. Beberapa orang tak di kenal menyerang para prajurit yang sedang berjaga di luar gerbang . Dan mereka sudah di bantu, namun mereka kalah.." jawab prajurid itu.
"Bodoh...! Siapa yang berani menyerang Kerajaanku..." teriaknya marah.
Dia segera berdiri dan berjalan keluar dari kamarnya dengan cepat . Terlihat sekali kalau dia sedang marah.
Setelah pintu terdengar di tertutup , Alea tahu pria itu sudah keluar .
Alea menunggu sebentar lalu keluar dari ruang dimensinya setelah meminum pil penawar Racun . dia juga membawa dua botol serbuk buatannya. Ketika sampai di dalam kamar Raja kegelapan. Alea segera mengambil botol yang berisi serbuk itu. Sebelum dia keluar dia menaburkan sedikit serbuk itu di udara. Karena tertiup Angin serbuk itu segera menyebar di sekitar tempat kediaman Raja Chengyuan. Serbuk itu tercium oleh para penjaga atau prajurit yang menjaga tempat itu. Dan Alea melihat hasilnya. Para prajurit jatuh terduduk dan tak lama jatuh tertidur seperti orang pingsan. Dengan tersenyum Alea keluar dari kamar Raja Chengyuan berjalan dengan riang keluar dari kamar Raja Chengyuan.
"Cih...begitu saja sudah pingsan.." kata Alea sambil tersenyum senang. Di sepanjang jalan yang di lalui Alea, banyak orang pingsan karena ulahnya.
"Aku tak ingin melukai kalian , karena itu jangan menghalangi langkah ku..." ucap Alea pekan. Diapun berjalan tanpa hambatan kearah pintu gerbang. Namun sebelum dia sampai di pintu gerbang. Dia melihat beberapa ribu tentara berada di bawah sebuah benteng. Sepertinya mereka akan menyerbu teman- teman Alea.
"Wah gawat...kalau sebanyak ini merepotkan sekali. Apa yang harus aku lakukan..(Alea berfikir gimana mencegah mereka agar tidak bisa Bertarung).isst bodoh..bukankah aku punya bubuk ini, aku harus berada di atas mereka agar aku bisa menaburkan bubuk ini, dan harus searah dengan angin yang mengarah pada mereka.." Alea melihat di sekitar tempat itu. Dan di pojok benteng ada sebuah menara kecil yang tempatnya cukup bagus untuk menaburkan bubuk racun miliknya. Dia segera berteleportasi (menghilang berpindah ketempat yang di ingini ) kearah menara kecil itu. Dan dia segera berdiri di puncaknya. Perlahan dia menaburkan bubuk racun yang ada di botol miliknya dan dengan bantuan angin , bubuk itu menyebar kearah para prajurit kerajaan kegelapan.
"Ku hitung sampai sepuluh kalian pasti akan tidur panjang. .." ucap Alea sambil tersenyum manis.
"Satu...dua...tiga...empat..." terlihat mereka mulai mengibaskan kepalanya. Dan mulai Lemas.
"Lima...enam...tuju...delapan.. " terlihat mereka mulai ambruk satu, persatu para prajurit mulai banyak yang ambruk .
"Sembilan...se..pu..luh..." dan benar saja. Mereka terlihat ambruk semua. Hanya beberapa orang saja yang terlihat berdiri namun sudah sempoyongan dan tak lama ambruk juga. Melihat semua itu Alea terkekeh pelan.
"He he he...semudah itukah kalian loyo.. Makanya jangan memberi contoh pada Alea. Ist ..kenapa aku jadi sombong...!" kata Alea sambil menepuk kepalanya sendiri.
"Lea'er...kamu dimana..." tiba- tiba terdengar ucapan Eagle.
"Aku lagi ada di benteng, ada apa gege Eagle...?" tanya Alea bodoh.
"Ck dasar gadis bandel...bukankah aku sudah bilang kau harus menungguku..!" seru Eagle kesal dan cemas.
"Aku bosan nunggu gege...jadinya aku jalan- jalan.." jawab Alea sekenanya.
"Kau ini...baik gege mau kesana...!" seru Eagle . tak lama dia telah berdiri di sebelah Alea.
Ketika Eagle melihat pemandangan di depannya , dia kaget sekali.
"Lea'er...apakah ini ulahmu...?" tanya Eagle kaget.
"Hmm..." angguk Alea sambil terkekeh.
"Apakah ini karena bubuk racun yang kau buat...?" tanya Eagle lagi.
"Ya dewa...ternyata master yang aku miliki sekarang benar- benar menakutkan untuk di lawan..." seru Eagle dalam hati. Eagle memeluk wanita yang menjadi masternya ini. Dia baru sekarang memiliki master sehebat ini, dan dia seperti adiknya sendiri. Dan Alea memang sangat manja dan menganggap para mahluk kontraknya sebagai gegenya sendiri. Malah kemanjaan Alea lebih manja pada ke empat masternya dari pada terhadap Lian Han. Sedangkan Akeh yang di peluk kaget.
"Hay...ada apa ini...!" seru Alea pelan saat Eagle memeluknya.
"Aku bangga memiliki seorang master sekaligus adik ku..." ucap Eagle yang masih memeluk Alea.
"Trimakasih gege cakepku...tapi kita nggak boleh lama- lama di sini Lo..." ucap Alea mengingatkan. Mendengar omongan Alea , Eagle melepas pelukannya dan tersenyum.
" Kalau begitu ayo kota membantu teman kita di luar.." ucap Eagle.
"Ayo..." jawab Alea sambil tersenyum. Tak lama terlihat dua bayangan itu menuju benteng kerajaan kegelapan.
Alea dan Eagle segera membuka pintu gerbang yang sudah tidak di jaga . mereka segera keluar dari dalam istana kegelapan .
Terlihat ketiga mahluk kontrak Alea sedang bertempur bersama kedua mahluk kontrak pangeran Lingzhi terlihat mereka sangat kuat dan ganas, banyak prajurid yang jatuh terkena senjata mereka. Sedang Mimi dan Zheng Bai juga terlihat sangat ganas. Banyak prajurit yang jatuh di tangan mereka. Dan Alea sedikit kaget ketika dia melihat pangeran Huang berada di antara mereka.
"Gege...kenapa pangeran Huang ikut kemari..?" tanya Alea heran.
"Dia merasa kau adalah adik angkatnya yang harus dia cari..." jawab Eagle.
"Lalu dimana pangeran Lingzhi...?" tanya Alea heran.
"Lihat di sebelah sana...dia sedang bertarung dengan Raja kegelapan.." jawab Eagle sambil menunjukkan tangannya kearah kejauhan. Terlihat dua orang manusia yang saling menyerang di sana. Dan serangannya bukan sembarang serangan . Kekuatan mereka sepertinya di tahap tingkat tinggi. Dan serangannya membuat suasana di sekitar mereka sunyi dan berkabut. Alea bisa melihat kalau kedua orang itu sangatlah tinggi ilmu kanuragannya . setelah menyaksikan bawa masih banyak prajurit yang menyerang mereka, akhirnya Alea segera turun ikut serta di dalam perkelahian.
"Lea'er .gimana dengan yang di dalam tadi..." tanya eagle sambil ikut masuk dalam perkelahian.
"Jangan khawatir gege...mereka akan seperti itu selama dua hari. Dan saat sadar kekuatan mereka akan turun..!" seru Alea sambil ikut menghabisi para anak buah Raja kegelapan.
Dan permainan pedang kembar Alea terlihat sangat ganas. Hingga bagai dua manusia kembar yang sedang berkelahi. Mimi yang berada dekat dengan Alea menyadari kehadirannya.
"Lea'er...kau tidak apa- apa... Tanya Mimi dengan wajah bahagia.
"Iya aku tidak apa- apa..jangan banyak tanya dulu kak...habisi semua musuh dulu...jangan lengah..." teriak Alea.
"Baik..kita berbicara nanti saja...!" seru Mimi . mereka segera melawan kembali para prajurit kerajaan Kegelapan.dan akhirnya. Mereka bisa menyelesaikan perkelahian itu. Untunglah sebagian besar prajurit itu sudah di lumpuhkan Alea. . Setelah semuanya bisa di atasi mereka bisa melihat Alea sudah berada di antara mereka. Ke empat mahluk kontraknya segera berlari kearah Alea. Begitu juga Mimi dan Zheng Bai serta pangeran Huang.
Mereka memeluk Alea satu - persatu. Hanya Zheng Bai dan Pangeran Huang lah yang menatap Alea dengan perasaan haru. Alea menyadari itu.
"Kak...apakah kau tidak ingin memelukku..." ucap Alea pada Zheng Bai sambil merentangkan tangannya.
Zheng Bai pun segera berlari memeluk Alea.
"Maafkan kakak yang tidak bisa menjagamu dengan baik...!" seru Zheng Bai sambil memeluk Alea.
"Bukan salahmu kak...Raja kegelapan bertindak licik padaku, andai tidak mana mungkin adik cantikmu ini bisah dia bawa dengan mudah..." jawab Alea narsis. Mendengar perkataan Alea semua orang tersenyum. Suasana yang semula haru menjadi agak ceriah. Zheng Bai pun segera melepas pelukannya.
Setelah itu Alea menatap pada Putra mahkota Huang.
__ADS_1
"Kau tidak ingin memeluk adik angkatmu ini pangeran...?" kata Alea lembut. Dia tahu pangeran Huang terlihat gembira melihat Alea selamat.
"Apakah boleh..?" tanya pangeran Huang terharu.
"Bukankah kau gegeku..?" tanya Alea lembut. Pangeran Huang segera memeluk gadis cantik itu dengan mata yang mulai menangis . Sebenarnya sejak pertama mengetahui Alea tidak ada, dia merasa separuh nyawanya hilang, dia merasa kalau dia tidak mampu menolong gadis yang telah memberi dia kehidupan lagi itu. Dan setelah dia bisa melihat dia baik- baik saja. Keharuan dalam hatinya sangatlah besar. Ingin rasanya dia memeluk wanita yang ada di depannya dengan kasih sayang seorang kakak , dan sekarang gadis itu memperbolehkan dirinya melakukan itu.
"Trimakasih kau masih hidup Lea'er... gege sangat mencemaskan ke adaanmu..." ucap Pangeran Huang haru .
"Trimakasih Pangeran..." ucap Alea. Setelah itu Mereka melihat pertempuran Pangeran Lingzhi dan Raja kegelapan yang terlihat sangat menegangkan.
Namun terlihat kalau Raja kegelapan mulai terdesak. Dan banyak terluka parah. Saat pertempuran hampir di menangkan Pangeran Lingzhi , tiba- tiba Raja kegelapan melepaskan sesuatu yang mengeluarkan Asap hitam menutupi tubuhnya .
"Pangeran...! Menghindar...!" seru Alea sambil berlari kearah pangeran Lingzhi.
Mendengar teriakan Alea. Pangeran Lingzhi segera menghindar dan menjauh dari asap hitam itu. Tak lama Alea sudah berada di depannya. Dan setelah Asap hitam itu lenyap. Mereka tidak dapat melihat keberadaan Raja kegelapan.
"Ya ampuun....dia hilang...!" seru Alea kesal .
Mendengar suara Alea, pangeran Lingzhi baru sadar siapa gadis yang berada di depannya dan sedang membelakanginya
"Lea'er....!" serunya bahagia . dia segera menarik sang kekasih dalam pelukannya tanpa perduli dengan badannya yang terluka.
Gb pangeran Lingzhi yang memeluk Alea.
Pangeran Lingzhi bagai tak ingin melepas pelukan itu selamanya. Dia tak perduli berada di mana. Dia tak perduli betapa tubuhnya banyak mengalami luka.
"Sayang...kau tak terluka kan...?" ucapnya . setelah puas memeluk Alea, dia mendorong sedikit Alea dan memeriksa tubuh Alea dengan teliti.
"Tidak...aku tidak terluka, tapi kaulah sekarang yang terluka. Dan kau harus segera di obati..." jawab Alea.
"Aku tak perduli dengan diriku. Yang peting kau selamat..." jawab Pangeran Lingzhi dengan gembira.
"Tapi aku yang perduli. Bagaimana aku bisa menikah kalau calon suamiku terluka parah. Atau kau mau menunda pernikahan kita tahun depan saja ...?" goda Alea pada pangeran Lingzhi.
"Tidak...Mana boleh..." ucapnya dengan cepat.
"Kalau begitu lebih baik kita segera pulang. Agar kau segera dapat di obati. Sementara ini kau minum dulu pil penyembuh ini.." ucap Alea sambil menyerahkan dua pil penyembuh pada pangeran Lingzhi.
Dengan patuh pangeran Lingzhi meminum pil itu.
"Apakah prajurit kerajaan Kegelapan hanya segini...?" tanya Lian Han.
"Tidak...lihat saja apa yang di lakukan putri mahkota kita di dalam..." kata Eagle menjawab pertanyaan Lian Han.
Mereka segera berjalan masuk kedalam kerajaan kegelapan.
Saat mereka masuk, mereka tertegun dan kaget melihat beribu prajurit tergeletak di dalam sana. Semuanya pingsan dan tak bergerak.
"Mereka mati atau pingsan..." tanya Zheng Bai.
"Mereka akan seperti itu selama satu hari satu malam..." ucap Alea.
"Apakah semua ini perbuatan Putri Alea..?" tanya mereka tak percaya.
"Siapa lagi..." jawab Eagle.
Mereka merasa tak percaya melihat kejadian itu.
"Apakah kalian tak percaya ...?" tanya Alea dengan wajah cemberut.
"Bukan begitu...bagaiman kau membuat mereka pingsan seperti itu...? Sepertinya mereka akan membantu para prajurit yang menyerang kita di depan gerbang..." tanya Lian Han.
"Dengan bubuk racun yang aku berikan pada kalian..." jawab Alea.
"Apaa..bubuk racun..?" tanya mereka serempak. Mereka baru ingat kalau mereka di bekali bubuk racun oleh Aleh.
"Jangan bilang kalau kalian melupakan barang itu...?" tanya Alea kaget.
"He he he..kami memang melupakannya Lea'er..." jawab Mimi.
"Dasar kalian ini...untuk saja kalian tidak ada yang terluka.. !" seru Alea kesal .
"Maaf..." jawab mereka bersamaan.
"Sudahlah... Untung saja kalian selamat dan tidak terluka. Kalau begitu ayo kita segera kembali..." ucap Alea lagi .
"Benar ayo..." kata Pangeran Lingzhi lagi.
"Pangeran...apakah kita tidak mencari keberadaan Raja kegelapan...?" tanya Alea pada pangeran Lingzhi.
"Tidak usah...dia sudah tidak ada di sini, dia sekarang sudah terluka sangat para . butuh waktu cukup lama untuk kembali sehat seperti semula.." kata pangeran Lingzhi dengan yakin.
"Kalau begitu Ayo kuta pergi..lukamu harus cepat di obati.." kata Alea prihatin.
"Bagaimana dengan mereka Lea'er..." tanya Lian Han.
"Biarkan saja...mereka akan kehilangan sebagian kekuatannya. Dan mereka tidak bersalah..." jawab Alea.
Merekapun segera keluar dari kerajaan
Wajah pangeran /Raja kegelapan.
cukup dulu ya...jangan lupa like ,vote dan komennya author tunggu..
Bersambung.
__ADS_1