
Terlihat tekat membunuh ada di mata putri Mentri Coiran. Melihat itu Mentri Coiran sedikit gelisah dan cemas.
"Lan Lan lebih baik kau berfikir lebih banyak, gadis yang akan menjadi musuhmu itu adalah gadis yang di sukai dan di cintai oleh putra Mahkota nak...." ucap sang ibu.
"Ha ha ha..di sukai...? Tidak ibu, putra mahkota hanya menyukai aku, dia hanya mencintai aku putri Lan Lan. Jadi tidak ada yang boleh mencintai putra Mahkota Lingzhi selain aku..." serunya dengan keangkuhan. dia sudah terobsesi dengan putra mahkota Lingzhi. Mentri Coiran menatap sang anak dengan tatapan yang rumit, sedang sang ibu menatap putrinya dengan kesedihan yang dalam .
Di tempat lain terlihat pangeran Lingzhi sedang berjalan bersama Alea menuju istana Raja dan permaisuri. Mereka ingin menemui sang Raja untuk melihat kesehatannya.
"Yang Mulia maaf...apakah akhir- akhir ini anda mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan manis...?" tanya Alea dengan sopan setelah melihat denyut nadi Raja Rong Kyu.
"Maaf...aku melupakan nasehatmu saat aku melihat makanan di depanku...." jawab Raja Rong sambil tertawa.
"Maaf yang Mulia...selama beberapa bulan ini hamba minta untuk mengurangi makanan seperti itu dulu.. Setelah keadaan tubuh yang Mulia telah kembali puluh, yang mulia bisa menikmati hidangan itu kembali..." ucap Alea kembut.
"Baiklah putriku , aku akan berusaha mengontrol makananku..tapi kenapa kau masih memanggilku dengan panggilan seperti itu...panggil aku Ayahanda seperti anak nakal itu...?" ucap Raja Rong sambil menunjuk Pangeran Lingzhi yang duduk dekat sang bunda dengan dagunya.
"Baik Ayahanda..." jawab Alea .
"Nach...itu lebih bagus..." ucap Raja Rong gembira.
.
"Oh ya...apakah kalian sudah mempersiapkan kepergian kalian besok lusa...?" tanya Raja kembali.
"Sudah Ayah...tapi masih akan kami lanjutkan besok lagi , masih ada barang yang belum kami beli..?" jawab pangeran Lungzhi .
"Nggak masalah yang penting kalian siap besok lusa...?" ucap Raja Rong dengan serius.
"Baik Ayah..." jawab Putra mahkota.
Karena hari sudah hampir waktunya makan malam, Mereka di minta oleh permaisuri untuk makan malam di istana Raja. Putri Yinhan juga hadir bersama suaminya. Setelah selesai makan malam , mereka segera berpamitan . Putri Yinhan mengajak Alea untuk langsung ke istana nya.
"Jie jie...aku akan menjemput kak Mimi dulu..." ucap Alea .
"Nggak usah.... Jihao akan membawa dia ke istana kakak..." kata pangeran Lingzhi menyelah.
"Ya sudah ayo kita langsung ke istanaku.." ajak Putri Yinhan gembira. Merekapun segera berjalan kearah istana tuan putri Yinhan.
Ketika mereka sampai di istana Rose milik putri Yinhan, ternyata Mimi sudah ada di sana.
" kak kau sudah disini...?" tanya Alea ketika Mimi sudah berada di taman depan istana putri Yinhan.
"Iya...tadi pengawal Jihao menjemputku..." jawab Mimi.
"Mimi...kau sudah datang...?" tanya putri Yinhan sambil mendekati mereka.
"Selamat malam putri Yinhan..." sapa Mimi.
"Malam...ayo masuk..." ajak sang putri gembira .
Merekapun segera masuk bersama- sama. Ketika sampai di dalam istana , putri Yinhan segera membawa Alea ke dalam sebuah kamar yang bersih dan harum.
"Lea'er...tidurlah disini... Kau pasti lelah istirahatlah..." ucap putri Yinhan lembut.
"Trimakasih Jie jie..." jawab Alea senang.
"Dan kau Mimi...ayo ikut aku, akan kutunjukkan kamar untukmu..." kata putri Yinhan pada Mimi.
"Baik putri..." jawab Mimi.
Saat putri Yinhan akan keluar kamar , terlihat putra Mahkota Lingzhi berdiri di pintu dengan bersandar pada pintu kamar.
"Lo kau disini pangeran ..? Kau tidak kembali ke istanaku....?" tanya sang putri heran. Alea yang berada di belakang putri Yinhan pun kaget .
"Pangeran....hamba fikir pangeran sudah kembali ke istana Naga...?' seru Alea heran .
"Aku masih ingin di sini..." jawabnya tenang.
Melihat tingkah pangeran Lingzhi , putri Yinhan tersenyum lucu. Dia tidak pernah melihat adik dinginnya sebucin ini.
"Pangeran...bukankah kalian besok masih bertemu. Dan lusa kalian tugas bersama, kenapa kau tak kembali dulu dan beristirahat dengan tenang..." ucap putri Yinhan menggoda.
"Kak...mana mungkin aku bisa tidur, kalau hatiku berada di sini...?" jawab pangeran Lingzhi sambil menatap Alea yang cemberut di sebelah putri Yinhan.
"ist..lebay banget..." sungut Alea .
mendengar ucapan Alea putri Yinhan tertawa. namun tak urung dia bertanya pada Alea.
"Lea''er...apa itu lebay...?" tanya sang putri.
"Ya elah....kenapa gue bilang lebay..." sungut Alea dalam hati.
"Lebay itu....ya kayak pangeran Lingzhi itu Jie jie, manja ..." jawab Alea sekenanya.
"Oo..begitu...tapi apa kau tahu sayang.. pangeranmu ini nggak pernah jie jie lihat se..apa tadi..." tanya putri Yinhan lupa ucapan Alea.
"Lebay..." ucap Alea.
"Yap..selebay seperti sekarang ini...kau tahu...mukanya itu, dingin kayak es..." goda putri Yinhan.
"Ck..benar sekali jie jie...dan saat Alea ketemu dia pertama kali, jie jie tahu julukan untuk dia..?" ucap Alea.
"Apaa...?" tanya putri Yinhan penasaran.
"Si balok es..." jawab Alea sambil tersenyum.
"ha ha ha...beneran kau sebut dia balok es...? tanya putri Yinhan sambil tertawa.
"Hmm..." angguk Alea.
"Jadi kau menyebutku Balok es...?" ucap Pangeran Lingzhi sambil berjalan kearah Alea,
__ADS_1
"Ee..ee..pangeran mau apa....?" seru Alea kager dan menjau dari pangeran Lingzhi.
"Aku...?aku mau apa..?" tanya pangeran Lingzhi sambil berjalan mendekati Alea.
"Tunggu...tunggu pangeran... Jie jie..." Alea berlari kebelakang putri Yinhan yang berdiri sambil tertawa melihat tingkah mereka yang seperti anak kecil.
"Kakak...apa hukuman seseorang yang berani mengatai seorang putra Mahkota...?" kata Pangeran Lingzhi .
"Yee...siapa yang mengatai putra Mahkota.." jawab Alea.
"La ucapanmu tadi...?" ucap pangeran Lingzhi menggoda.
"Baiklah...hamba minta maaf..." kata Alea sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada. tanpa Alea sadari putri Yinhan telah keluar dari ruangan itu.
saat terdengar pintu tertutup baru Alea menyadari kalau putri Yinhan sudah pergi dari sisi nya.
"Putri...." seru Alea.
"Ya elah putri...kenapa gue di tinggalin sama dia sich..." seru Alea dalam hati.
"Ada apa...?kenapa kau takut...? apakah kau merasa bersalah...? " ucap Pangeran Lingzhi sambil berjalan semakin mendekati Alea. dan tanpa sadar Alea mundur kebelakang untuk menjaga jarak dari sang pangeran.
"Baiklah, baiklah, hamba bersalah.. bukankah tadi hamba sudah meminta maaf...?" jawab Alea yang kini sudah tersudut di dinding kamar. dan kedua lengan pangeran Lingzhi sudah mengurung Alea di tembok kamar.
"Tidak semudah itu kau meminta maaf.. kau harus mendapatkan hukuman karena kesalahanmu..." kata- kata pangeran Lingzhi membuat Alea merinding.
"Apakah hamba harus di penjara...?" tanya Alea bodoh.
"Ya..kau harus di penjara selama hidupmu bersamaku selalu..." ucap pangeran Lingzhi . Alea semakin merinding saat wajah pangeran Lingzhi begitu dekat dengan wajahnya.
"Tapi..tapi pangeran...hamba rasa anda terlalu dekat...." ucap Alea sambil mendorong tubuh kekar pangeran Lingzhi. namun tubuh itu bukannya terdorong malah kini semakin mendekat.
"Pa....." belum selesai ucapan Alea terucap, tiba- tiba bibir kenyal pangeran Lingzhi telah menutup bibirnya dengan cepat. Alea membeku seketika ketika dia merasakan kelembutan bibir Pangeran Lingzhi. Setelah beberapa saat pangeran melepas ciumannya.
"Kalau kau berani mengatasi calon suamimu lagi, kau akan mendapat hukuman yang lebih parah dari ini..." bisik Pangeran Lingzhi di telinga Alea . dia kembali mencium kening Alea lembut.
"Selamat malam..tidur yang nyenyak, aku pulang dulu..." ucap pangeran Lingzhi sambil berjalan keluar kamar. sesampainya di pintu dia menatap Alea yang masih membeku. terlihat senyuman manis di bibirnya saat dia menutup pintu dan berlalu dari kamar Alea.
Sedang Alea tersadar saat mendengar pintu tertutup.
"Di..dia menciumku..." seru Alea tersadar dari rasa kekagetannya .
"Dasar pangeran Mesum....ya ampuun... ciuman pertamaku hilang sudah...dasar pangeran balok es..." teriak Alea kesal sendiri. dia terduduk di ranjang dengan wajah kesalnya.
"Lea'er...kenapa kau marah...?" kata Lauyan yang sudah berada di depannya.
"Gege...itu pangeran mesum dia telah men..." Alea terdiam, dia bingung harus ngomong Apa pada Lauyan.
"Siapa pangeran mesum itu...dan apa yang telah dia lakukan padamu...?" tanya Lauyan sambil menahan tawa. mereka semua tahu apa yang telah di lakukan oleh pangeran Lingzhi pada Alea.
"Siapa lagi kalau bukan putra Mahkota... Dia telah....dia telah..." Alea kembali terdiam.
"Apa yang telah di lakukan pangeran Lingzhi padamu hm..." tiba- tiba Eagle dan ketiga mahluk kontrak Alea yang lainnya sudah berada di kamar Alea.
"Kami akan mengajakmu berkultivasi bersama di ruang dimensi, bukankah kau akan pergi ketempat bencana kebanjiran dan tempat wabah penyakit...?" ucap Eagle lembut. mereka tersenyum melihat Alea mengubah topik pembicaraan.
"Benar gege...lusa kami berangkat...?" jawab Alea.
"Karena itu kau harus banyak berkultivasi dan membuat pil penyembuh, dan kami merasakan akan ada seseorang yang akan menyerangmu...?" ucap Eagle kembali.
"Benarkah...? Siapa...?" tanya Alea antusias.
"Entahlah....kami merasa akan ada aura jahat yang akan menyerangmu, ..." lanjut Eagle.
"Apakah aku harus takut jika ada kalian berempat...?" tanya Alea dengan wajah tenang.
"Benar katamu Lea'er...tapi kau harus lebih hati- hati..." kata Lauyan lembut. dia mengusap kepala Alea dengan sayang.
"Karena itu mulai sekarang salah satu dari kami akan selalu berada bersamamu di luar..."ucap White mewakili ketiga temannya.
"Okey...kalau itu sudah menjadi keputusan kalian ber empat....nach sekarang ayo kita pergi keruang dimensi..." ajak Alea. mereka segera lenyap dari kamar itu pergi keruang dimensi milik Alea.
Sedang pangeran Lingzhi yang berjalan meninggalan kamar Alea dengan senyuman terlihat di wajah tampannya.
saat dia melewati ruang utama dia berpapasan dengan putri Yinhan.
"Adik...kau mau pergi kemana..?" tanya putri Yinhan ramah.
"Aku mau pulang kak..." jawab Pangeran Lingzhi .
"Kau tidak tidur di sini...?" tanya dia dengan suyum menggoda.
"Tidak kakak... aku akan kembali ke istana ku, titip calon istriku, tolong jaga dia..." kata Pangeran Lingzhi lagi.
"Putra Mahkota...kau meremehkan kekuatan putri Mahkota..."jawab sang kakak.
Pangeran Lingzhi tersenyum mendengar ucapan sang kakak.
"Kalau begitu aku pergi kakak...selamat malam..." ucap pangeran Lingzhi berpamitan.
"Selamat malam pangeran..." jawab putri Yinhan lagi. Pangeran Lingzhi segera meninggalkan istana Rose milik sang kakak.
Sedang Alea kini sudah berada di dalam ruang dimensinya. Dia terlihat duduk lotus di bawah pohon kehidupan bersama ketiga mahluk kontraknya. Dia tenggelam dalam meditasi mengumpulkan mana dan energi Qi dari alam sekitarnya yang memang sangat kaya dengan energi Qi nya. setelah bermeditasi hampir seharian penuh, tiba- tiba dia merasakan energi panas masuk kedalam meridian miliknya . dengan perasaan senang Alea mulai menyerap dan mengumpulkan semua rasa panas itu dan menyalurkan ke seluruh tubuhnya. dan perasaan melayang dan memanas memenuhi meridian dan tubuhnya. Alea merasakan saat ini energi Qi nya melonjak deras di dalam tubuhnya. ini bertanda kalau dia akan mengalami peningkatan di dalam kultivasinya. namun tiba- tiba perasaan panas dan sejuk tiba- tiba menyerang bersamaan , dengan susah paya Alea menetralisir kedua kekuatan itu menjadi satu kekuatan. cukuo lama Alea melakukan itu , hingga akhirnya Alea rasakan kekuatan itu bersatu di dalam meridian miliknya, dan perasaan hangat menjalar keseluruhan tubuhnya. sedang ke empat mahluk kontrak Alea melihat tubuh Alea yang memancarkan cahaya putih menyilaukan berganti dengan cahaya biru yang saling bersatu dengan cahaya putih , hingga menimbulkan cahaya putih biru keemasan. mereka ber empat menatap Alea yang masih tenang duduk dengan posisi Lotus di kelilingi ketiga cahaya itu.
"Ya ampuun...apakah master kita memiliki energi inti bumi...?" ucap Lauyan dengan bangga.
"Tuan kita telah mendapatkan pasangan giok yang dia dapat dari keluarga Heng.
apakah kalian tidak melihat kalau ruang alam dimensi kita ini semakin lengkap dan luas...." kata Eagle denga. wajah kekaguman.
"Benar apa yang kau ucapkan Elang dewa, aku melihat alam dimensi semakin luas dan lengkap...?" kata Xiao Bai mengiyakan.
__ADS_1
Memang benar taman bunga dan taman tanaman obat yang sangat langkah tiba- tiba telah berada di depan Mereka. serta pohon kehidupan semakin rimbun dan berbuah lebat. dan anehnya buah kehidupan tidak pernah jatuh atau membusuk, buah pohon itu seperti mendapatkan nutrisi yang membuat buah selalu segar. dan disebelah istana tiba- tiba berdiri bangunan kecil yang menyerupai sebuah gudang. namun bangunan itu terlihat rapi indah dan bersih.
"Elang....bangunan apa itu..?" tanya Xiao Bai heran.
"Aku juga belum tahu..." jawab Eagle.
"Kita akan melihatnya setelah Lea'er bangun dari meditasinya...' ucap Lauyan .
"Benar...kita akan melihatnya bersama - sama..." seru White dengan gembira.
"Apa yang kalian bicarakan..." sebuah suara merdu terdengar menegur mereka.
serempak ke empat wajah tampan itu menatap kearah datangnya suara.
"Lea'er..." seru mereka bersama. terlihat wajah Alea semakin cantik dan berkulit putih berkilau.
"Apa yang sedang kalian lakukan... ?kenapa menghentikan meditasi kalian ...?" tanya Alea lembut.
"Kami sedang melihat keberhasilan yang kau lakukan...?" jawab White dengan wajah berseri.
"Keberhasilan....?" tanya Alea sambil mengerutkan kedua alisnya karena tidak mengerti yang White ucapkan.
"Ternyata gelang yang kau dapat dari keluarga Heng merupakan pasangan dari bandul yang kau miliki sekarang, dan itu membuat ruang dimensi kita ini semakin luas dan semakin lengkap setelah kau satukan kekuatannya..." jawab Eagle menjelaskan .
"Benarkah...? lalu kapan aku menyatukan kekuatan gelang giok itu...?" tanya Alea tak mengerti.
"Tadi...tadi apakah kau tak merasakan apapun...?" tanya Lauyan.
"Oo...itu tadi...? iya sich..tadi aku merasakan hawa panas dan dingin menyerang meridian milikku, dan itu sangat menyakitkan, untunglah aku dapat menyatukan mereka , Hingga menjadi hawa hangat di dalam tubuhku..." jawab Alea.
"Kau memang hebat Lea'er... kau tahu.. kekuatanmu sekarang sudah bertambah...?" kata Lauyan bangga.
"Masak sich...tapi emang aku merasakan kekuatanku bertambah.... Kini aku sudah naik satu level lagi gege..." jawab Alea.
"Kami tahu itu..." kata Xiao Bei lembut.
mendengar perkataan Xiao Bai Alea menatap Xiao Bai.
"Bai'ge...ternyata kau bisa lembut juga ya..." seru Alea sambil tertawa.
Mendengar ucapan Alea terlihat wajah Xiao Bai yang putih memerah. melihat itu Alea semakin tertawa.
Setelah puas tertawa, Alea menatap sekelilingnya, dia melihat di sebelah istana miliknya terlihat sebuah bangunan kecil tapi indah dan bersih berdiri dengan meganya.
"Gege...sepertinya gue baru sekarang melihat bangunan itu ya...?" tanya Alea dengan menatap bangunan kecil itu dengan wajah heran.
"Iya...bangunan itu hadir saat kekuatanmu bertambah..." jawab Eagle.
"Benarkah...? kalau begitu ayo kiya lihat... bangunan apa itu...?" seru Alea semangat.
"Ayo..." mereka segera berjalan menuju bangunan yang terlihat kecil tapi indah itu .
desampainya di sana Alea segera membuka pintu bangunan itu perlahan. ketika bangunan itu mulai terbuka, betapa tercengangnya mereka semua.
"Ya ampun...ini ruang medis dan ruang untuk membuat pil...?" seru Alea tertahan. mereka melihat di ruangan itu terdapat Almari yang di dalamnya terdapat Alat- alat kedokteran di jaman Modern dan itu sangat lengkap sekali. dan di sana juga terdapat obat- obat di jaman modern pula. sedang di sebelah Almari tempat peralatam jaman modern terdapat sebuah Almari lagi yang berisi tanaman obat yang sudah di keringkan dan beberapa lagi sepertinya baru dan segar.
"Gege...ini gila banget...bahan- bahan ini adalah bahan langkah semua, dan tanaman obat ini masih segar semua... lihatlah ini..bukankah ini jamur es yang cukup langkah, dan ini ..." Alea tertegun, karena di dalam sebuah kaca berbentuk kotak terlihat sebuah rumput yang terlihat sangat segar tumbuh di sana. rumput itu berdaun panjang dan memiliki bunga berwarna merah .
"Gege...rumput apakah ini...?" tanya Alea sambil mendekati kotak kaca yang berisi rumput itu.
"Lea'er...itu rumput fuji... rumput yang sangat berguna untuk menyembuhkan beberapa penyakit langkah yang sulit di sembuhkan ..." jawab Eagle.
"cara pembuatannya di campur dengan apa ...?" tanya Alea.
"Hanya dengan akar dan buah serta air kehidupan dan di tambah dengan gingseng ..." jawab Eagle .
"Berapa biji pil yang bisa aku dapatkan kalau aku memurnikan bagan- bahan itu..?" tanya Alea antusias.
"Sekitar tiga atau empat butir pil yang bisa kau dapatkan, itupun tergantung dengan kekuatan yang bisa kau salurka .."jawab Eagle lagi.
"Gege...apakah kita tidak bisa pembudi daya tanaman ini..." tanya Alea lagi.
"Sangat sulit Lea'er...karena tumbuhan ini hanya bisa muncul dalam sepuluh tahun, itupun kalau kita beruntung, kalau tidak,
sampai lebih dari sepuluh tahunpun kita tidak akan bisa mendapatkannya. karena itu banyak tabib dan para ahli yang mencari keberadaan rumput ini..." kata Eagle menjelaskan.
"Apakah kita harus langsung memurnikan rumput ini gege...?" tanya Alea lagi.
"Tidak perlu....sebab rumput ini sudah berada di tempat khusus seperti ini , ini akan membuat kesegaran rumput lebih lama, nanti saja saat kau memiliki waktu lebih banyak , kau bisa memurnikan rumput ini...buka kah lebih baik kau memurnikan pil penyembuh lebih banyak untuk persiapan di lokasi bencana. .." jawab Eagle. sedang ketiga gege yang lain sedang sibuk melihat - lihat ruangan itu. dan ternyata di dalam ruang itu juga terdapat dua tungku pil yang terbuat dari perak dan satu lagi tungku pil terbuat dari lapisan emas di luarnya . saat melihat tungku itu Alea terkagum- kagum.
"Gila...kalau di jaman modern bisa gue jual dengan harga mahal banget..." ucap Alea dalam hati.
"Lea'er...kau tahu nama tungku itu...?" tanya Eagle yang tiba- tiba sudah berada di dekatnya.
"Tidak....apakah kedua tungku ini memiliki nama gege..?" tanya Alea bodoh
"Tungku pil yang ini bernama tungku pil tetes air mata dewi ..." kata Eagle pada Alea sambil mengusap tungku pil yang terbuat dari perak yang terlihat sangat indah.
"Lalu yang ini...?" tanya Alea sambil mengusap tungku pil yang berlapis emas atau terbuat dari emas .
"Ini tungku pil dewa kehidupan. kedua tungku ini tidak ada bandingannya. keduanya merupakan tungku pil yang sangat kuat, tak akan ada kekuatan yang bisa menghancurkan kedua tungku pil ini..." jawab Eagle .
"Waah...beruntung sekali aku memiliki kedua tungku ini gege..." kata Alea senang.
"Benar...tapi kau harus selalu berhati- hati saat memakai mereka di luar sana, kalau tidak terpaksa jangan kau pakai tungku ini , kau bisa memakai tungku yang ada di ruang istana saja..." nasehat Eagle.
"Baik gege...Alea akan selalu mendengar nasehat kalian semua..." jawab Alea gembira. Mereka kembali memeriksa isi ruang pengobatan itu, dan ternyata ruangan itu lengkap dengan semua peralatan medis.
Setelah puas mereka segera keluar dari ruangan itu. dan Alea segera masuk kedalam ruang obat yang ada di dalam istana untuk memurnikan pil penyembuh tingkat dua untuk di bawa ke daerah bencana.
Jangan lupa like, komen dan votenyq ya..
__ADS_1
Bersambung.