
Pangeran kedua kerajaan kegelapan menatap Alea dengan sengit. Pria tampan ini terlihat sangat Marah. Siapa Pria yang menjengkelkan itu..seru hati pangeran kegelapan.
"Siapa kau..mengapa kau ikut. Campur urusan kami...." seru pangeran kegelapan marah. Mendengar bentakan Pangeran kegelapan Alea sadar diri kalau dia sekarang masih memakai baju pria.
"Dia istriku...tentu saja dia ikut campur urusanku..." jawab Pangeran Lingzhi dingin. Alea menatap sang suami dengan perasaan senang.
"Apa maksudmu..apakah Putra Mahkota Kerajaan Shi menikahi seorang Pria..." ucap Pangeran Kegelapan menghina.
"Tutup mulutmu...! dia seorang Wanita..!' kata Pangeran Lingzhi dengan marah.
"Apaaa.....dia seorang wanuta...? dan dia istrimu..?.ma..maksudmu dia Putri Lea putri dari Jendral Murong Han...!" seru Pangeran kegelapan kaget.
"Sudahlah jangan banyak omong, sekarang mau kalian apa...? Kalau mau membalas dendam pada suamiku, itu bukan kesalahan dia...kakakmulah yang salah...dia menculikku tentu saja calon suamiku marah ...mana ada calon istri di culik tidak marah...dan kini kami sudah menikah...!" ucap Alea tenang.
"Dasar kalian berdua manusia laknat... kakakku sekarang terluka parah karena kalian, dan kalian enak- enakan menikah..!' serunya marah.
"Lo...itu bukan salah kami...kakakmulah yang mencari masalah sendiri...!" teriak Akeh marah.
"Sudah, sudah...sekarang katakan maumu apa...?" kata Pangeran Lingzhi menengahi .
"Baik kalian ingin tahu mauku...?mauku adalah Putri Lea ikut kami dan kami ingin membunuh Putra Mahkota Shi, itu mau kami..." ucapnya sinis.
"Ck..kau ini..Di kasi hati minta jantung Ya... mana mungkin kami mau, memangnya kami bodoh apa...!" ucap Alea kesal.
"Kalau begitu kami ingin membunuh kalian semua...!" seru pria itu Marah.
"Apa kalian bisa...?" ejek Alea.
"Sombong...kami lebih banyak dua kali lipat dari kalian, apa kalian tahu itu.?" ucap Pangeran kedua Kerajaan kegelapan.
"Emang kami takut...?" ejek Alea .
"Sombong...Semua tangkap Putri Lea dan bunuh mereka semua..." seru pria itu marah. Dan mereka segera menyerang Alea dan sang suami serta teman mahluk kontrak Alea dan Pangeran Lingzhi. Pertempuranpun terjadi dengan sengit . Alea dengan pedang kembarnya, Oangeran Lingzhi dengan pedang miliknya. mereka membunuh Orajurid kegelaoan dengan cepat . begitu juga dengan keenam mahluk kontrak Alea. Terlihat kelompok Alea lebih unggul walaupun mereka menang banyak . tak memakan waktu kama, mereka bisa menumpas kerusuhan malam itu juga tanpa sisah .
Setelah selesai mereka segera kembali ke benteng dengan ilmu meringankan tubuh . Setelah samoai di benteng Pangeran Lingzhi membawa Alea masuk kedalam kamar . setelah itu mereka segera masuk kedalam ruang dimensi . mereka segera mandi dan memilih tidur di istana ruang dimensi milik Alea.
Keesokan harinya mereka kembali kekamar mereka. Ternyata sampai di kamar mereka hari masih pagi mereka keluar untuk berolah raga. Untuk mengisi waktu Pangeran Lingzhi dan Alea melatih ilmu pedang mereka. Dan dengan semangat mereka bermain pedang saling serang. Alea menyerang Pangeran Lingzhi dengan ilmu pedang kembarnya. Sedangkan Pangeran Lingzhi mengimbangi dengan ilmu pedangnya. Mereka berlatih dengan semangat tanpa mereka sadari , mereka menjadi tontonan para prajurit yang baru saja berlatih di tanah kosong di belakang barak. Hingga akhirnya keasyikan mereka terhenti ketika terdengar ribut- ribut dari luar benteng.
Mereka mendatangi keributan itu.
"Pangeran...kami menemukan beberapa puluh mayat tergeletak persis di perbatasan. Dan juga salah satu dari mereka adalah prajurid kita..." kata Jendral Xhenju.
"Siapa mereka..." kata Pangeran Lingzhi tenang.
"Sepertinya mereka kepala pimpinan prajurid musuh Yang Mulia.." jawab Jendral Xhenju.
"Tinggalkan saja mereka di perbatasan. Kalau memang dia pemimpin mereka, mungkin pertempuran ini sudah berakhir..." jawab Pangeran Lingzhi pura- pura tidak tahu .
"Lalu siapa yang membantai mereka...?" tanya Jendral Xhenju heran.
"Siapa dia itu tidak penting, yang penting mereka tidak merugikan kita..." ucap Pangeran Lingzhi .
"Ya sudah kalau gitu kita menunggu pergerakan mereka, persiapkan saja mereka, kalau tidak ada lagi pertempuran, kita langsung Pulang...!" kata pangeran Lingzhi lagi.
"Baik Yang Mulia..." jawab Jendral Xhenju.
walau dalam hati dia masih penasaran.
"Apakah mereja di bantai Pangeran dan Putri ya...kok mereka terlihat santai...?" ucap Jendral Xhenju dalam hati . dia segera pergi dari hadapan pangeran Lingzhi dan Alea untuk memerintahkan para prajurit melakukan apa yang di suruh Pangeran Lingzhi .
Setelah di tunggu satu hari satu malam tidak ada lagi pergerakan, akhirnya mereka membawa pulang pasukan kembali ke Kerajaan pada hari kedua. Mereka pulang dengan santai karena tidak ada yang mengharuskan mereka terburu- buru pulang. Karena mereka berjalan dengan santai maka mereka memerlukan waktu empat hari tiga malam untuk sampai di kerajaan Shi. Ketika sampai di kota kerajaan mereka di sambut dengan gembira oleh penduduk kerajaan Shi.
Begitupun sampai di istana , Raja Rong Kyu dan Permausuri Sendiri yang menyambut mereka dengan gembira.
__ADS_1
ππππ
Hari- Haripun berlalu dengan cepat. Pelantikan Raja tak terasa tinggal satu hari lagi . penjagaan di istana pangeran Lingzhi sudah di perketat. Sangat sulit datang ke ke istana Pangeran Lingzhi selain orang- orang tertentu .
Sedang Raja Rong Kyu telah memindahkan barang- barangnya keistana khusus Raja dan Permaisuri yang telah lengser. Karena istana itu besok sore sudah di diami Raja dan permaisuri yang baru.
Dan Haripun berlalu dengan cepat Hari ini Pangeran Lingzhi dan Alea segera menduduki posisi Pria dan Wanita utama di kerajaan Shi. Sejak kemaren dan tadi pagi sudah banyak tamu yang datang. Apalagi hari ini, dari keempat kerajaan di benua barat sudah datang. Begitu juga dari kerajaan Amora. Mereka sudah masuk ke kerajaan Shi sejak tadi pagi. Pangeran Huang sudah berlari ke istana Pangeran Lingzhi. Dia ingin menemui sang sahabat yang sebentar lagi akan menjadi Raja kerajaan Shi ini.
"Manusia siluman...apa sudah ada pangeran Lingzhi kecil di perut Permaisurimu...?" tanya Pangeran Huang yang masuk kedalam kamar Pangeran Lingzhi yang terbuka karena Sang Pangeran Sedang memakai baju kebesaran. Sedang Alea berada di kamar samping sedang berdandan.
"Ck kau ini...aku menikah baru sebulan lebih, itupun kami mendapatkan masalah, bagaimana ada sikecil di perut istriku bodoh...!" ucap Pangeran Lingzhi sambil cemberut.
"Masalah...? Masalah apa...?" tanya Pangeran Huang sambil duduk di dekat pangeran Lingzhi yang sedang sibuk memakai baju di bantu seorang kasim.
"Apakah kau tidak mendengar beritanya..?"tanya Pangeran Lingzhi sambil menatap sang sahabat sekaligus saudaranya itu .
"Tidak...mana kami sempat mendengar berita. Aku hanya satu minggu di istana ku lalu kembali lagi kemari bersama Ayah. Tapi Bunda dan Yuan Tan tidak ikut. Aku hanya bersama Ayah...!" kata Pangeran Huang menjelaskan.
"Jadi kau tidak mendengar masalah itu.." tanya Pangeran Lingzhi yang di jawab gelengan kepala oleh pangeran Lingzhi.
"Baiklah akan aku ceritakan..."akhirnya Pangeran Lingzhi menceritakan Alea yang terkena racun sampai pada pangeran Ketiga yang pergi dan gilanya Selir Qin dan keponakan . Mendengar perkataan Pangeran Lingzhi terlihat Pangeran Huang sangat marah.
"Bodoh...! Bukankah aku sudah bilang, jika kau menyakitinya aku akan merebut dia dari tanganmu, kalau kau tidak sanggup menjaga dia, berikan dia padaku...!" seru Pangeran Huang marah.
"Kau fikir dia barang apa...dan aku akan melepaskan dia...? Jangan mimpi...dia istriku satu- satunya yang amat aku cintai. Tak akan pernah aku melepaskan dia dari sisiku camkan itu..." ucap Pangeran Lingzhi juga marah.
"Kebodohanmu membuat dia terluka...!" teriak Pangeran Huang marah.
"Aku tahu itu..." seru pangeran Lingzhi. pertengkaran mereka berdua membuat Kasim yang sedang membantu Pangeran Lingzhi berpakaian menjadi takut. dia memakaikan baju pangeran Lingzhi dengan tangan gemetar.
'Baik kali ini aku memaafkanmu, tidak untuk lain kali. lain kali lihat saja walaupun dengan taruhan nyawa aku akan merebutnya dari tanganmu...!" ucap Pangeran Huang marah sambil berjalan pergi. Dia pergi mencari Zheng Bai dan menanyakan kebenarannya . mendengar perkataan Zheng Bai, Pangeran Huang sangat marah pada Selir Qin dan Pangeran ketiga Mongli.
"Tapi yang jahat bukan Pangeran Mongli Pangeran, tapi Selir Qin. Sebenarnya Selir Qin sudah lama ingin meracuni Tuan Putri tapi karena dapat ancaman pangeran Mongli , membuat Selur Qin tidak meracuni Putri Alea. Mungkin karena mendengar Putra mahkota dan Putri mahkota akan di nobatkan, akhirnya beliau nekat..." ucap Zheng Bai.
"Dasar Manusia jahat dan serakah...apa maunya dia sebenarnya...?" ucap Pangeran Huang kesal .
"Kenapa dia tidak menyuruh Putranya untuk merebut kedudukan Putra Mahkota...?" kata Pangeran Huang marah.
"Pangeran Huang tidak mau, dia tidak berambisi oada kedudukan..." jawab Zheng Bai lagi.
"Dasar manusia serakah....dan Pangeran Lingzhi juga Pria bodoh...seharusnya dia mendengarkan dulu apa kata para hewan Kontrak Lea'er...bukan malah lari dari kenyataan....!" ucapnya kesal.
"Mungkin Putra Mahkota malu Pangeran..." ucap Zheng Bai .
"Sekarang Pangeran Mongli kemana..?" tanya Pangeran Huang.
"Entahlah...kami juga tidak tahu, yang kami tahu saat Selir Qin menjadi gila, Pangeran Mongli sudah pergi..." jawab Zheng Bai .
Terlihat wajah pangeran Huang sangat marah. Mendengar sampai Alea tidak sadar sampai dua minggu membuat hati pangeran Huang sakit.
Pangeran Huang tidak kembali ke istana Pangeran Lingzhi. Dia merasa sangat marah mendengar cerita tentang Alea, gadis yang sangat dia cintai walaupun dia sudah merelakan pada sahabat sekaligus saudaranya itu. Namun saat mendengar masalah Alea, dia sangatlah marah.
"Sudahlah Pangeran...putri sekarang baik- baik saja kok, kita doa kan saja semoga kebahagiaan selalu bersama putri Alea. .." ucap Zheng Bai .
"Benar katamu Bai, kita doakan semoga dia selalu bahagia..." jawabnya dengan wajah sedikit tenang. Zheng Bai merasa kasihan pada Pangeran Huang yang mencintai Putri Alea . cintanya kandas karena dia telat mengenal Putri Alea.
"Ya sudah lebih baik kita kesana menemui mereka, mungkin mereka sudah selesai ...." kata Zheng Bai lagi.
"Baiklah ayo...." ucap Pangeran Huang.
Akhirnya mereka keluar dari tempat Zheng Bai . Mereka berjalan menuju tempat Pangeran Lingzhi dan Alea. Ketika sampai di sana mereka bertemu Mimi yang sedang menunggu Alea.
Mereka berbincang sebentar sambil menunggu Alea dan pangeran Lingzhi selesai berdandan. tak berapa lama akhirnya yang di tunggu sudah selesai. terlihat pangeran Lingzhi sudah selesai memakai baju kebesaran seorang Raja .
__ADS_1
kini terlihat wajah Pangeran Lingzhi yang tampan berwibawa. wajah yang membuat para wanita histeris melihatnya, wajah yang membuat para pria iri menatap wajahnya. Melihat pangeran Lingzhi yang tersenyum padanya Pangeran Huang merasakan kalau kemarahannya pada pangeran Lingzhi mencair seketika. baga mana juga pria ini adalah sahabat sekaligus saudaranya. dan dia merupakan pria yang di cintai wanita yang sangat dia sayangi. akhirnya dia tersenyum dan berjalan mendekati pangeran Lingzhi. Dan memeluk tubuh gagah itu.
"Sudah hilang kemarahanmu saudaraku..?" ucap Pangeran Lingzhi lembut.
mendengar ucapan Pangeran Lingzhi, Pangeran Huang tersenyum . sambil melepas pelukannya dia berucap .
"Maafkan aku saudaraku, aku tadi terlalu emosi mendengar penderitaan Lea'er... kau tahu kan perasaanku padanya. tapi aku tahu batasanku, aku akan merubah perasaan ini menjadi perasaan seorang kakak padanya. karena dia adalah adik angkatku dan juga saudara iparku...tapi aku mohon tolong jangan bodoh lagi. kebodohanmu akan membuat dia sakit hati, dan juga akan membuat kau kehilangan dia. aku yakin akan banyak pria yang dengan suka rela menampung perasaannya jika dia lepas darimu . ingat itu saudaraku, dan ingat juga ucapanku padamu..." ucap Pangeran Huang panjang kali lebar.
"Iya aku tahu...dan aku tak akan memberi kesempatan pada mereka untuk berharap cinta dari istriku..." kata pangeran Lingzhi kesal.
"Aku tahu itu, dan semoga kau menepati kata - katamu itu..." jawab Pangeran Huang sambil menepuk bahu sang sahabat dengan sayang.
"Kau terlihat tampan dan gagah saudaraku..." puji Pangeran Huang pada pangeran Lingzhi.
"Sudah sejak lahir...." jawab Pangeran Lingzhi narsis.
"Cih...kenapa aku baru sekarang menyadari ketampananmu, dasar pria menyebalkan." ucap Pangeran Huang kesal. dan tingkah pangeran Huang membuat pangeran Lingzhi tertawa keras. hingga membuat orang sekitarnya merasa heran. mereka memang menyadari kedekatan kedua saudara itu sejak kecil. mereka berdua sejak kecil memang tidak pernah dekat dengan seorang gadis. hingga mereka besarpun tidak pernah ada seorang gadis yang dekat dengan mereka berdua. apalagi menyukai seorang gadis. mereka berdua terkenal dengan pria tampan yang berwatak dingin, sombong, cuek, dan arogan . namun apalah daya, mereka memang pria nomer satu di negara mereka masing- masing , hingga akhirnya mereka kini menyukai satu gadis yang sama- sama mereka cintai. namun memang seharusnya salah satu dari mereka harus mengalah. dan itu ,harus terjadi pada pangeran Huang. karena dia yang harus bertemu dengan Alea terakhir kali .(Hu...kasihanπππ)
Akhirnya wanita yang ditunggu mereka semua telah keluar dengan dua dayang yang mendampinginya.
"Kau sudah selesai Lea'er...." sapa Pangeran Lingzhi.
"Sudah My Zhi..." Ucap Alea lembut.
"Lea'er...apa kabar...?" sapa Pangeran Huang.
"Gege Huang....kau ada di sini...?" tanya Alea bahagia.
"Tentu...mana mungkin aku melewatkan adik gege di nobatkan..."ucap Pangeran Huang sambil mengusap bahu Alea dengan sayang.
"Trimakasih gege..." jawab Alea dengan senyum mengembang di bibir merahnya.
"Jangan lama- lama..." bisik Pangeran Lingzhi sambil cemberut .
Pangeran Huang dan Alea tersenyum melihat si bucin cemburu. mana mungkin tidak cemburu kalau kita tahu pria di depannya adalah Pria yang memiliki perasaan pada sang istri π.
Akhirnya semua pergi bersama menuju Aula pertemuan tepat Pangeran Lingzhi di nobatkan .
Sesampainya mereka di sana, mereka melihat istana penuh penduduk yang ingin melihat saat- saat Putra Mahkota akan di nobatkan menjadi Raja Kerajaan Shi. Sesampainya di aula terlihat tamu dari para Anggota kerajaan, petinggi kerajaan, para bangsawan maupun Tamu dari Kerajaan Lain Sudah berdatangan, juga keluarga Alea yang duduk di dekat perdana Mentri Heng juga sudah datang.
Pangeran Lingzhi dan Alea segera masuk dan duduk di tempat yang sudah di sediakan. Tak lama Raja dan Permaisuri masuk bersama Ibu Suri. Melihat kedatangan sang Raja dan Permaisuri semua berdiri untuk memberi hormat.
"Salam sejahtera bagi Raja dan Permaisuri serta Ibu Suri , semoga berumur panjang dan hidup bahagia.." ucap mereka bersamaan.
"Salam kalian aku terima silahkan duduk kembali ..." ucap Raja Rong Kyu dengan wibawah . Merekapun duduk kembali.
"Selamat datang Para penduduk kerajaan Shi, para sahabat dari Kerajaan Lain . selamat datang di acara yang aku selenggarakan. di sini aku sebagai Raja kerajaan Shi. meminta maaf jika ada penyambutan dari kami yang kurang baik atau tidak berkenan di hati kalian. Saat ini aku sebagai Raja Kerajaan Shi merasa sudah cukup tua untuk memimpin kerajaan ini menuju kejayaan, jadi aku rasa yang lebih muda akan lebih baik dari diriku, untuk itu aku sebagai Raja Kerajaan Shi akan mengangkat Putra Mahkota Lingzhi He Rong sebagai Raja Kerajaan Shi. dan Putri Lea Min Han Sebagai Permaisuri Kerajaan Shi ..." ucap Raja Rong Kyu dengan keras dan lantang.
Mendengar ucapan Raja Rong Kyu terdengar tepukan tangan Para tamu kehormatan , juga di sambut teriakan bahagia para penduduk Kerajaan Shi.
"Untuk itu silahkan Putra Mahkota dan Putri Mahkota untuk Naik keatas..." ucap Raja Rong Kyu sambil berdiri di ikuti Permaisuri Shulia. Alea dan Putra Mahkota Lingzhi segera berdiri dan berjalan kearah Raja dan Permaisuri . sesampainya di sana mereka berdiri memakai dua lutut mereka. tak lama terlihat Raja Rong Kyu mencopot mahkota raja dari kepalanya. dan memasangkan mahkota itu di atas kepala Pangeran Lingzhi , serta memakaikan juba kebesaran seorang Raja pada tubuh Putra Mahkota. sedang Permaisuri juga mencopot Mahkota di kepalanya dan memasangkan di kepala Alea. setelah itu permaisuri mencium kening Pangeran Lingzhi dan Putri Alea. tak lama Raja dan permaisuri membantu mereka berdua berdiri.
"Dengan ini Pangeran Lingzhi dan Putri Alea telah sah sebagai Raja dan Ratu kerajaan Shi.." ucap Raja Rong Kyu lagi. terdengar tepukan tangan meriah dari para tamu dan teriakan gembira kembali terdengar dari para rakyat yang ada di luar istana. setelah itu acarapun berlanjut dengan pawai arak- arakan Pangeran Lingzhi dan Putri Alea mengelilingi kota kerajaan Shi dengan menaiki kereta yang pernah mereka pakai saat pernikahan mereka. hanya saja saat ini Alea dan Pangeran Lingzhi berdiri sambil melambaikan tangan mereka pada Rakyat kerajaan Shi. setelah mengelilingi Kota kerajaan, mereka kembali ke istana . kembali ketengah- tengah pesta perayaan penobatan Raja dan Permaisuri yang baru. Tanpa mereka sadari seorang gadis Putri dari Mentri kerakyatan yaitu Putri Lan Lan terlihat sangat marah dan iri. namun apalah daya, dia bukan tandingan Alea si Putri Mahkota yang sekarang sudah menjadi permaisuri yang Sah. saat dulu dia tidak terpilih menjadi permaisuri masih ada harapan dalam hatinya untuk menjadi Selir Raja. dan dia akan mencari akal untuk menggantikan Putri Alea . namun saat dia mendengar kalau sampai kapanpun Pangeran Lingzhi yang sekarang sudah menjadi Raja Lingzhi tak akan pernah mencari Selir di kehidupannya dia sudah bersumpah hanya akan memiliki satu istri yaitu Permaisuri Alea. dan Raja Rong Kyu sudah menyetujuinya. dan itu sudah mutlak. untuk itu Raja Rong Kyu maupun Raja Lingsi berharap agar tidak ada seorangpun memiliki keinginan untuk mengusulkan Raja memiliki Selir.
mendengar semua itu Lan Lan sangat kecewa , Marah dan iri pada Putri Alea.
Apalagi sang Ayah dan Bundanya me ngancam kalau sampai Putri Lan Lan bertindak macam- macam maka Mentri Coiran akan mengeluarkan dia dari rumah dan keluarganya. Mereka tidak ingin tingkah sang Putri merugikan atau berdampak pada kehidupan seluruh keluarga mentri Coiran dan istrinya. Mereka sudah sadar kalau mendidik Putrinya dengan salah. karena itu mereka tidak ingin kegilaan sang Putri mencelakai seluruh keluarga mereka. Apalagi yang menjadi musuh Putri Lan Lan adalah Permaisuri Kerajaan Shi yang mereka ketahui seorang Wanita yang teramat baik dan berbudi luhur. wanita itu jauh sekali dengan sifat sang Putri. mereka tak ingin mendukung perbuatan yang jelek sang Putri.
Acarapun berlanjut hingga sore. banyak kemeriaan di seluruh wilaya kerajaan Shi. banyak hiburan atau perayaan yang di sekenggarakan di dalam kota kerajaan Shi untuk menyambut Raja baru. pokoknya hari itu adalah hari kebahagiaan untuk rakyat kerajaan Shi.
Namun Raja Dan Permaisuri seta Pangeran Lingzhi dan Alea sudah kembali ke istana mereka . istana mereka adalah istana baru yang dulu di tinggali oleh Raja Rong Kyu yaitu Istana Naga. walau pertama kali Pangeran Lingzhi tak ingin menempati Istana itu, tapi karena paksaan Raja dan Permaisuri akhirnya Pangeran Lingzhi dan Alea pindah kesana . Sedang istana yang di tinggali Pangeran Lingzhi terdahulu adalah istana milik Putra mahkota . karena Raja baru belum memiliki Putra Mahkota, maka istana itu menjadi kosong. untuk sementara ini menjadi tempat tinggal tamu yang datang , karena istana untuk tamu kekurangan. kamar.
Sampai di sini dulu ceritanya ya...besok aku buat lagi.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu.
Bersambung.