
Ternyata si kembar bertarung dengan cepat . begitu juga dengan sang kakak. Pangeran Do Hyun yang sejak tadi sudah marah atas tingkah mereka di depan sang Bunda , membuat dia hilang kendali. Dia membabat habis lawan dengan cepat. Sedang sang Raja dan Alea hanya melihat pertempuran itu sambil melihat pertarungan sang putra.
Melihat kekuatan ketiga putranya. Raja sangatlah kagum pada sang istri. Karena dia tahu kalau semua itu didikan Putri Alea sendiri walau sedikit ada campur tangan dari para guru sang putra , namun andil besar kekuatan dan kemamouan beladiri putra putrinya adalah hasil jerih payah permaisuri yang sangat dia cintai dan dia kagumi. Sang Permaisuri belum meminta. dirinya untuk memanggilkan kelima putranya guru khusus . Mereka masih di bawa didikan sang Bunda dan Ke empat Hewan kontrak sang istri. Begitu juga dengan dirinya. Sesekali dia juga mengajarkan pada mereka ilmu yang dia miliki. Hewan Kontraknya juga sering ikut sang istri kedalam ruang di mensi secara bergantian untuk membantu memberi pelajaran pada mereka berlima . bagaimana dia tidak puas dalam kehidupan ini. Dia tidak butuh lagi orang lain dalam hidupnya. Dia hanya ingin hidup dengan sang kekasih sekaligus sang istri dalam hidupnya. Sudah cukup kedamaian dalam hidupnya bersama Permaisuri Alea. Pernah suatu Hari Raja kerajaan Li datang ke istana nya untuk mempersembahkan putrinya untuk di jadikan istri atau selir di dalam istananya. Namun dia menolak karena tidak ingin kehidupan yang dia miliki sekarang terganggu. Lagipula cinta mati hidupnya hanya pada sang istri yaitu Permaisuri Alea. Dia tidak butuh siapapun lagi.
Sedang di dalam pertempuran terlihat ketiga putranya sudah mulai menghabisi para prajurit gadungan itu. Dan ketiga pimpinan mereka sudah mulai lemah. Mimi dan Zio Sang pun sudah selesai membuat Alea palsu terduduk memuntahkan darah karena terkena tendangan pada perutnya oleh kaki Mimi yang panjang. tak berapa lama dia sudah terikat kaki dan tangannya.
Begitu juga dengan Guansi , Dia sudah membuat Guansi palsu terkapar tak sadarkan diri. Kini hanya tinggal Jihao yang msih berkutat melawan Raja Palsu Lingzhi. Dan dalam waktu satu jam setengah akhirnya para prajurit palsu dan pemimpin mereka telah jatuh terkapar di tanah. Semua prajurit mati. Dan ketiga pemimpinnya terikat tangan dan kakinya serta terluka cukup parah dan dan akan di bawa ke istana.
Raja Lingzhi segera memanggil salah satu penjaga bayangan untuk memanggil para prajurit untuk membereskan para korban kekacauan. Sedangkan dia dan keluarganya segera pulang ke istana.
Pangeran Mongli dan pengawalnya yang tadi ikut membantu dalam pertempuran ikut pulang ke istana.
"Sayang kita pulang sekarang..." ucap Raja pada sang istri.
"Baik Yang Mulia..." jawab Alea. Rajq , Aleq dan ketiga putranya menggunakan Lauyan untuk kembali ke istana. Para penduduk kerajaan Shi sudah tidak asing lagi dengan para hewan kontrak Raja dan Permaisuri mereka. Kekuatan dan kemampuan sang Permaisuri tidak Asing lagi bagi mereka. Sedangkan yang lain pulang kembali ke istana dengan berjalan kaki atau dengan ilmu meringankan tubuh mereka. Mereka juga membawa para pengacau ke istana. Tak berapa lama terlihat sang Raja dan permaisuri serta ketiga putra mereka telah sampai di istana kerajaan Shi. Raja dan Permaisuri melihat kedua puyrinya datang menghampiri saat mereka baru turun dari tubuh burung Phoenix mahluk kontrak sang Bunda..
"Salam Ayah handa dan Bunda..." ucap kedua putrinya dengan sopan , sebelum berlari kearah sang Bunda .
"Hmm..." ucap Raja yang berada di dekat permaisuri
"Bun...kenapa Ayah bisa bersama Bunda.." tanya Putri Ling ketika melihat sang Ayah turun juga dari tubuh paman Lauyan. Sebab yang mereka tahu kalau sang Ayah tidak ikut berpetualang dengan Bunda dan ketiga saudaranya.
"Ayahmu menjemput kami Putri..." ucap Alea pada sang Putri.
"He he he...kalian tadi tidak ikut dalam pesta pertempuran Jiejie..." ejek sang adik sambil terkekeh senang.
'Hey...apa maksudmu...?" tanya putri Al yang paling kepo kalau soal berkelahi.
"Jangan dengarkan Adikmu Putri Al..." ucap sang Bunda sambil membelai rambut sang Putri yang terlihat panjang indah.
'Tidak bunda...sebenarnya apa yang terjadi...?" kata Putri Al lagi.
"Ada pemberontakan di dekat gunung Halimun Al..." jawab sang Ayah.
"Jadi ada pertempuran...? Ayah...kenapa tidak mengajak kami...?" ucapnya sedih.
"Pamanmu Lauyan menyusul Ayah dengan buru- buru Al, mana sempat Ayah menemui kalian ..." jawab sang Ayah , dan Lauyan yang masih berada di sana membenarkan.
"Salah kita sendiri Al...kenapa kita tidak ikut Bunda ke hutan Halimun..." ucap si tenang putri Ling dengan lembut.
"Iya , iya memang salah kita..." ucap Al cemberut. Membuat si kembar tertawa melihat sang kakak kesal.
"Sayang...tidak boleh seperti itu..kau membuat Jiejie kalian kesal..." ucap sang Bunda dengan sayang , Dia membelai kedua kepala Putri kembarnya dengan sayang.
"Ya sudah, ayo kedalam..Ayah masih ada pekerjaan..Bun...pergilah untuk membersihkan badan dulu sebelum mereka datang..." ucap sang Suami sambil membelai lembut rambut sang istri yang di ikat ekor kuda .
"Baik yang Mulia...Oh ya hubby...kalau mereka sudah datang kita langsung mengorek keterangan dari mereka..." ucapnya sebelum berlalu.
'Baik...nanti akan Ayah suru Baizi memanggilmu..." ucap sang suami .
Alea segera pergi dengan ke lima putra putrinya kembali keistana Naga. Mereka segera membersihkan diri mereka. Melihat sang junjungan datang, Sella dan Gita sangat senang. Mereka segera membantu sang Permaisuri di kamarnya.
"Gita...bilang pada kepala pelayan untuk menyiapkan makanan untuk kami, bilang yang banyak karena kami akan makan bersama...." ucap Alea pada salah satu pelayan setianya.
"Baik yang Mulia..." ucap Gita . Dia segera pergi meninggalkan ruang kamar tempat Permaisuri .
Setelah selesai mandi serta mengganti baju Alea segera mendatangi kamar putra putrinya satu persatu. Saat sampai di kamar sang putra tertua, terlihat Pangeran Do Hyun sedang bermain pedang.
"Kenapa kau masih bermain pedang Pangeran.. ?" tanya sang Bunda.
"Aku masih penasaran dengan ilmu pedang Bunda..." ucap sang Putra yang masich memainkan pedangnya.
"Ilmu pedang Bunda ada dua sayang,...ilmu pedang tunggal dan ilmu pedang ganda..." ucap Alea sambil tersenyum.
"Ada dua Bunda...?" tanya sang Putra kaget. Memang Alea belum menurunkan ilmu itu pada Putra - putrinya sebab dia fikir biar mereka meperdalam ilmu pedang tunggal mereka dulu.
"Iya...kenapa kau penasaran...?" tanya Alea lembut.
"Benar Bunda..." jawab pangtan Do Hyun dengan penuh harap.
"Baiklah kita pergi keluar yuk...akan ibu tunjukkan padamu...?" ucap sang Bunda.
"Baik Bunda..." ucap Pangeran Do Hyun antusias . mereka pergi keluar dari Istana naga ke tempat biasa mereka berlatih. Yaitu di area samping istana yang menjadi tempat mereka berlatih selain di ruang dimensi.
Sesampainya di sana. Alea memanggil Ke empat gegenya . mereka segera muncul di depan Alea dan pangeran Do Hyun. Bahkan bukan hanya empat orang , malah serigala putih dan trio macan pun ikut.
"Ada apa Lea'er memanggil kami .." ucap Xiao Bai .
"Putraku ingin melihat ilmu pedang kembarku gege, tolong dua di antara kalian serang aku..." ucap Alea.
Lauyan dan White maju. Namun tiba- tiba Eagle dan Xiao Bai ikut maju juga.
__ADS_1
"Lo ..kenapa kalian ikut maju juga...?" tanya Alea kaget.
"Kami ingin me getahui kemajuan dari ilmu pedang kembarmu Lea'er..." jawab Xiao Bai. Ucapan Xiao Bai membuat Alea bernafas kasar.
"Dasar kalian ya...baik kalian bisa maju bersama..." ucap Alea sambil tersenyum
Alea segera mengambil pedang kembarnya dari Cincin ruangnya. Pedang yang jarang Alea keluarkan itu terlihat sangat anggun di tangan Alea.
"Mari kita mulai gege...!" seru Alea.
Dan tak lama terlihat pertarungan yang sengit antara Alea dan keempat gege hewan kontraknya. Tubuh Alea terlihat hanya berubah bayangan kuning yang terbang di antara warna baju sang hewan kontraknya yang berwarna merah , hijau hutam dan putih . denting pegang yang beradu membuat pelayan dan prajurit yang melintas di sana penasaran dan mereka segera mencari asal suara itu. Begitu juga dengan putra- putri Permaisuri. Mereka juga mendengar suara besi yang beradu. Mereka segera mencari asal suara itu. Dan mereka melihat seseorang yang sedang bertarung . dan di sana mereka melihat sang kakak sedang asyik menonton pertarungan. dan di sebelahnya trio macan dan dua orang pria tampan berbaju putih juga berada di sana.
"Gege...siapa mereka...?" seru putri Ling.
"Janga. Banyak bertanya , lihat saja dulu , ..!" seru Pangetan Do Hyun yang sedang menonton dengan serius.
Merekapun menonton dengan wajah tegang. Tak Lama terlihat bayangan kuning terbang keatas. Dan mereka bisa melihat kalau bayangan kuning itu adalah sang Bunda.
"Ya ampuun...itu Bunda...?" seru Putri Al dengan kagum.
"Dan aku tahu. Pasti itu keempat paman kita kan...?' seru Putri Ling dengan wajah gembira. Dan bayangan kuning itu terlihat melesat kembali di antara warna hijau merah hitam dan putih. Pertarungan itu terjadi hampir satu jam. Dan kelimanya tidak ada yang mengalah hingga akhirnya. Bayangan kuning melesat kembali keudara dan jatuh di dekat para pangeran dan putri.
Dan keempat gege Alea berhenti juga.
"Kalian keterlaluan..Tidak ada yang mau mengalah..." ucap Alea sambil mengusap peluh di wajahnya dengan ujung lengan bajunya.
"Bunda jorok..ini..." ucap Putri Ling yang paling suka kebersihan. dia memberikan sebuah kain kecil pada sang Bunda .
"Trimakasih sayang..." ucap sang Bunda
"Kau sendiri tidak mau mengalah juga.." ucap Lauyan yang juga sudah keluar dari arena. Dia memberikan botol minuman dan memberikan pada Alea. Sedang Xiao Bai memberikan buah pohon kehidupan yang dia bawa.
Melihat tingkah para paman mahluk kontrak sang Bunda putri Al mendekat.
"Paman...kalian terlalu sayang sama Bunda...kami jadi iri...!" seru Putri Al sambil mendekati paman Lauyan nya.
"Tentu saja kami sayang sama Bundamu, karena Dia adalah tuan Kontrak kami yang terbaik dan menganggap kami saudara dan sahabat nya..." ucap Lauyan Pada Al sambil mengusap lembut kepala gadis remaja itu. Yang kini tingginya hampir setinggi sang Bunda.
"Bun...tapi kami iri sama bunda.." ucap Putri Ling yang sudah memeluk tubuh Alea.
"Kenapa kau iri sama Bunda..?" tanya Alea heran.
"Kata teman- teman Ling, wajah Bunda awet muda..jika kami bersama pergi dengan Bunda, mereka bilang kami pergi bersama jiejie kami..." ucap Putri Ling dengan wajah lembutnya.
"Kata - kata Jiejie memang benar bunda.. teman - teman Wee juga berucap dimikian, katanya Bunda Alea seperti wanita remaja...kata mereka wajah bunda teramat cantik..andai mereka setua Bunda, mereka rela berebut Bunda..." ucap Pangeran Wee dengan wajah terlihat bahagia.
"lalu kenapa wajahmu bahagia..." ucap sang Kakak yang sejak tadi diam saja.
"Karena aku bangga pada Bunda kita.. selain Cantik, jenius, tangguh tapi baik hatinya. itu yang selalu aku dengar setiap para temanku bergosip tentang Bunda.." jawab pangeran Wee kembali .
"Sudah- sudah...kalian tidak perlu membahas itu lagi...sekarang siapa yang menginginkan pelajaran tentang ilmu pedang milik Bunda..." ucap Alea, menghilangkan rasa malu dalam hatinya gara- gara ucapan para putra- putrinya. tanpa mereka sadari Raja Lingzhi sudah berada di atas pohon yang berada di sisi istana. sedang mendengarkan pembicaraan mereka. dan dia dapat melihat wajah sang istri yang memerah karena rasa malu atas ucapan Putra Putrinya .
"Kau selalu menggemaskan buatku sayang...kau adalah matahari dalam hidupku. benar kata- kata putra putrimu. kau memang selalu terlihat cantik dan muda . Tak heran jika kau menjadi idola rakyat kita...aku bangga padamu istriku..." ucap Raja Lingzhi perlahan.
Mendengar perkataan Oermaisuri Alea, terlihat tangan dari semua Putra putrinya di angkat keudara.
"Sepertinya kami semua menginginkan ilmu pedang Bunda.." ucap Pangeran Do Hyun.
"Kalau begitu kalian mulai sekarang banyak berlatih di ruang dimensi. kalian mau...?" tanya Alea.
"Horee...aku paling suka kalau kita latihan di sana...!" seru Pangeran Le sambil melompat kegirangan .
Bukan hanya pangeran Le yang senang. tapi semua putra putri Raja Lingzhi terlihat senang.
"Apa yang membuat anak- anak Ayah gembira he...!" ucap suara dari belakang mereka. Melihat siapa yang datang semua berucap.
"Salam Ayah...." ucap mereka serempak.
"salam Yang Mulia..." kata Alea bersama keempat hewan kontraknya. serta oriq tampan Srigala.dan Trio Macan menunduk hormat.
"Salam kalian aku terima...nach sekarang katakan padaku, apa yang membuat putra putri Ayah bahagia...!" ucap Raja Lingzhi sambil mendekati sang istri.
"Kami akan berlatih dengan bunda di ruang dimensi Ayah...!" seru Pangeran Le dengan senang.
"Karena itu kalian bahagia...?" tanya Sang Ayah lagi.
"Tentu saja Ayah..karena kami akan banyak membaca buku koleksi Bunda, dan kami akan sering berlatih dan berkultivasi..." ucap Putri Ling yang paling menggemari buku tentang kedokteran yang ada di perpustakaan istana dimensi milik Alea.
"Lalu kalian akan meninggalkan Ayah...?" kata Raja Lingzhi sambil pura- pura sedih.
"Jangan lebay Ayah...bukankah Ayah akan lebih suka jika hanya berduaan dengan Bunda.,.." goda pangeran Do Hyun yang pendiam .
__ADS_1
"Hey...apa itu lebay..." ucap Raja Lingzhi heran.
"Itu kalimat yang sering Bunda ucapkan saat kami atau Ayah bersikap manja..." ucap Pangeran Do Hyun sambil berlalu.
Mendengar ucapan sang Putra, Raja Lingzhi menatap pada istrinya.
"Apa benar itu sayang...?" ucap sang Raja pada Alea.
"Waah gawat...si bucin pasti berulah tanpa melihat tempat...derunAlea dalam hati.
"Sayang...ayo kita pergi , makanan telah menunggu kita lo..." ucap permausuri sambil menarik tangan sang Suami dan putra - putrinya. di ikuti semua hewan peliharaannya dan ke enam mahluk kontraknya .
"Sayang...kau punya dua hutang penjelasan padaku..." bisik Raja Lingzhi sambil tersenyum licik. saat mereka berjalan berdua menuju istana.
Melihat senyum sang Suami Alea bergidik. mereka segera berjalan keruang makan di istana Naga. Ruang makan yang sudah di rombak oleh Alea lebih luas dan mega itu, kini sudah di penuhi dengan putra putrinya serta keempat hewan kontraknya di tambah dua manusia serigala yang baru bergabung, serta trio Macan . terlihat tempat itu sangat ramai. dan kini mereka tinggal menunggu empat pengawal tetap mereka. tak berapa lama terlihat keempatnya datang bersama istri atau suami mereka. hanya putra putri mereka tidak ikut. mereka akan membawa anak- anak mereka hanya saat ada acara tertentu saja. walaupun sering Alea meminta mereka membawanya, namun mereka merasa belum saatnya mereka selalu datang membawa putra putri mereka ke istana.
Setelah menyelesaikan makan bersama, Alea segera menyuruh putra- putrinya untuk pergi keruang dimensi bersama hewan kontraknya dan hewan peliharaannya. Alea meminta tolong pada gege- gegenya untuk melatih dasar ilmu pedang miliknya. sedangkan dia dan sang Raja akan menemui Raja Lingzhi palsu di penjara kusus mereka , bersama pengawalnya setelah mereka mengantarkan istri masing- masing. Sedang suami Mimi tetap ikut.
Ketika mreka sampai di ruang tahan khusus mereka. Alea bisa melihat kalau Raja , Permaisuri, dan Jendral Palsu sedang duduk dengan tangan terikat pada kursi kayu khusus yang ada di penjara itu.
Alea menyuruh Jihao untuk meminumkan pil yang sudah dia bawa pada Permaisuri palsu tawanan mereka .
"Apa yang kau berikan pada Ku..?" ucap Wanita yang mengaku Permaisuri Lea.
"Racun yang akan membuat dirimu nanti bahagia...?" ucap Alea.
"Apa maksudmu...?" tanya perempuan itu lagi.
"Kau lihat saja nanti...." ucap Alea.
Alea menunggu beberapa saat agar pil yang dia berikan pada wanita itu sudah bereaksi.
"Sekarang aku bertanya..siapa namamu..?" tanya Alea.
"Wenyuh..." ucapnya tanpa sadar.
"Dari mana asalalmu dan dimana kau tinggal..?" tanya Alea lagi. sedang Raja Lingzhi sedang duduk dengan nyaman mendengarkan Alea yang sedang mengintrogasi tahanan.
"Aku berasal dari Kerajaan Martab dan aku juga tinggal di sana..." ucapnya lagi.
"Wen..kenapa kau mengatakannya...!" teriak pria yang mengaku Raja Lingzhi.
"Aku juga tidak tahu...mulutku ngomong sendiri...!" teriak Wen keheranan.
"Kak...sumpal mulut pria itu agar tidak berisik..." ucap Alea pada Zheng Bai.
"Baiknya Mulia..." jawab Zheng Bai .
Tak lama terlihat mulut pria itu di beri sumpal. sebenarnya bukan karena berisik tapi Alea takut pria itu akan memilih bunuh diri dengan menggigit lidahnya.
'Kalau begitu kau berasal dari kerajaan Martab, di mana letak kerajaan Martab....?" tanya Alea tenang.
"Di sebelah utara kerajaan Amora. kerajaan kecil yang masih dalam wilayah kerajaan Amora..." ucap wanita itu .
"Maksudmu kerajaan kecil yang masi di bawah kerajaan Amora...?" tanya Alea lagi.
"Aku tahu tempatnya sayang..." ucap Raja dengan tenang.
"Lalu kenapa kalian datang kemari dan melakukan perbuatan ini, berpura- pura menjadi kami dan melakukan perbuatan yang membuat rakyat kami merugi. .." ucap Alea terlihat marah.
"Agar rakyat kalian membenci kalian, agar kami mudah menghancurkan kalian.." ucap Wanita itu dengan wajah semakin bingung dengan mulutnya.
"Apakah kau menyukai suamiku...? aku lihat sejak pertama kali kau bertemu dengannya, kau selalu menatap sumi tercintaku, apakah kau menyukainya..?" tanya Alea dengan tenang.
"Sebenarnya aku sudah pernah bertemu dengan Raja Lingzhi , dulu..saat dia memberantas kejahatan di perbatasan kota Wame, Saat itu mungkin dia masih bersetatus Putra Mahkota. Namun Dia pria yang dingin dan sombong serta arogan, namun di sanalah letak kesenangan para gadis padanya. banyak gadis- gadis yang menyukainya, salah satunya adalah aku . Sesuai dengan julukannya, pria dingin. Namun sayangnya kami tidak ada yang bisa menaklukkan hatinya. hingga aku mendengar kalau dia tergila- gila pada seorang gadis yang hanya seorang tabib. saat itu aku ingin membunuh gadis itu namun aku tak bisa. karena ternyata tabib itu sangat pandai dalam ilmu beladirinya .
"Tapi aku heran...kenapa Raja Lingzhi malah menikahimu gadis yang masih bau kencur sepertimu. di mana tabib itu...kenapa bukan dia yang menikahi Raja...?" ucap Wanita itu terlihat kesal.
"Karena gadis itu ya aku sendiri..." jawab Alea tenang.
"Tidak...tidak mungkin...!" seru wanita itu tak percaya.
"Terserah apa katamu...lalu kenapa kalian melakukan itu...apa kalian ingin merebut kekuasaan Raja kami. ..?" tanya Alea.
"Raja Martab mencintai Permausuri kerajaan Shi. dia tergila- gila padamu...!" serunya dengan marah.
"Hey...melihat reaksimu yang marah, apakah kau mencintai raja Martab juga..?" ucap Alea kaget.
'Dia kekasihku...Dia berjanji akan menikahiku dam mengangkatku menjadi selirnya, namun semuanya tinggal janji, dia malah tergila- gila padamu. dan ingin merebutmu dari tangan Raja Lingzhi. dan apakah kau tahu..Dia itu Panglima tertinggi kerajaan Martab dan yang itu dia pengawal kepercayaannya...!" ucap gadis itu sambil menunjuk pada Raja Lingzhi palsu dan Jendral Guansi palsu . Yang membuat kanget Alea dan Pangeran Lingzhi serta para pengawal mereka
maaf cukup dulu ceritanya ya...
__ADS_1
jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.
Bersambung.