PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
SIAPA ALEA.


__ADS_3

Alea berjalan mengikuti tuan Borong bersaudara mendekati tetua agung yang duduk bersama para tetua perguruan Tiangzi.


"Salam sejahtera tetua agung..." tuan Borong dan kedua saudaranya memberi salam sambil menghormat, Alea dan rombongannya ikut juga melakukan seperti apa yang tuan Borong lakukan.


"Kau datang juga Borong..." kata kakek tua itu.


"Hamba tetua agung..." jawab tuan Borong penuh hormat.


"Terimakasih kau telah membawa cucuku kemari..." kata terua agung dengan wajah gembira. Sedang orang yang mendengar perkataan tetua agung terkejut, hanya satu orang yang tidak yaitu kakek tua yang berada di sebelah tetua agung dan kini menatap Alea dengan kembut dan penuh kasih. Aleapun terkejut dan menatap si tetua agung heran, siapa yang di maksud cucu sang kakek ini. Namun saat dia menatap kembali kakek yang berada di samping tetua agung kembali otak Alea berfikir keras.


"Ayolah otakku yang pintar...ingat dong siapa kakek yang berada di samping tetua agung itu, dimana aku pernah bertemu dengannya. Alea menatap kakek itu lagi. Namun fikiran Alea terpecah lagi saat dia mendengar pembicaraan sang tetua agung dengan tuan Borong kembali.


"Tetua...kalau boleh tahu apa maksud tetua mengatakan hamba membawa cucu tetua, dan yang di maksud cucu tetua itu siapa.


Terlihat senyum di wajah terua yang terlihat tampan walau sudah tua.


"Kau tidak tahu siapa mereka..." tanya tetua lagi.


"Gadis berbaju hijau dan pria tampan yang berpakauan putih itu..." kata tetua pada tuan Borong. Tentu saja mereka semua menatap pada kedua orang yang di sebut tetua agung. Dan ternyata yang di maksud tetua agung adalah Lea dan Lian Han. Alea dan Lian Han pun kaget atas perkataan dari tetua agung.


"Kami...?" seru Alea dan Lian hampir bersamaan.


"Benar nak...kalian adalah kedua cucuku yang telah lama aku tunggu, terutama kamu putri Lea..." kata tetua pada Alea dan Lian Han.


"Kami cucu kakek...? Mana mungkin kek.. Kakek kami dari Ayah sudah meninggal beberapa tahun yang lalu , dan aku tahu itu, sedang Bunda kami adalah seorang gadis yatim piatu, jadi mana mungkin kakek adalah kakik kami...?" kata Lian Han menyangkal perkataan tetua agung.


"Ceritanya panjang nak... Kalau kau tak percaya kemarilah aku akan menunjukkan pada kalian berdua tanda keluarga kita..." kata tetua sambil melambaikan tangannya pada Alea dan Lian Han. Kedua anak itu berjalan mendekati tetua agung dengan penuh tanda tanya. Saat mereka telah mendekat sang tetua agung berkata.


"Pada pangkal lengan kananmu akan ada tanda lambang keluarga kita yaitu tanda bintang kembar, sekarang aku perlihatkan punya kakek..." kata tetua. Dia lalu menaikan caosannya sampai memperlihatkan lengan putihnya. Dan di pangkal lengan atasnya hampir di bahu kanannya terlihat dua tanda bintang yang berjejer sangat jelas. Lalu dia menatap pada Lian Han yang berwajah pucat.


"Kenapa nak...apa kau juga memiliki itu..?" tanya tetua agung.


"Be..benar kek...walaupun samar aku tahu kalau itu dua gambar bintang seperti punya kakek..." kata Lian Han pelan.


"Itu karena adik kakekmu ini yaitu kakek Zheng Bing Hu telah menyamarkan tanda itu demi keselamatan diri kalian berdua.. Kemarilah aku akan memperjelas tanda itu..." jawab tetua agung. Perlahan Kian Han mendekat, Lian menunjukkan tanda yang ada di pangkal lengannya, tetua agung segera mengusap lengan Lian Han. Dan kini tampak tanda dua bimtang tampak jelas di pangkal lengan Lian Han. Melihat itu Lian Han mengeluarkan Air matanya . ternyata mereka masih memiliki kakek dari sang ibu yang telah meninggalkan mereka sejak kecil.


"Kakek...jadi benar kau adalah kakek kami...?" tanya Lian Han terharu .


"Benar nak...kau cucuku yang lama aku cari.. " kata Kakek tetua sambil memeluk Luan Han, Sedang Alea hanya menatap mereka dengan penuh keraguan . melihat Alea yang tetap diam , kakek yang berada di sebelah tetua agung tersenyum.


"Kau masih penasaran padaku nak...?" tanya kakek tua itu .


Mendengar suara pria tua itu seketika ingatan Alea kembali. Dia ingat wajah pria tua yang menemui Alea di parkiran mobil di jaman midernnya yang telah memberi Alea bandul giok ruang dimensi. Dan Alea kembali menatap pria itu.


"Kakek...apakah kakek yang menemuiku di parkiran mobil ketika aku pulang kerja..?" tanya Alea ragu.


"Benar nak... Akulah pria tua itu..." jawab kakek itu.


"Tapi mana mungkin kek..?" tanya Alea tak percaya.


" Nanti akan aku jelaskan semuanya nak..?" jawab kakek, itu.


"Kak..lebih baik mereka kita bawa kedalam dulu kak...kasihan mereka berdiri terlalu lama, dan lagi sikap kita tidak baik jika kita membiarkan Raja besar calon menantu kita berdiri di luaran..." kata kakek dari yang tadi menyapa Alea.


"Benar sekali perkataanmu Bing Hu..." kata tetua agung sambil tertawa.


"Ayo masuk nak... Kita akan ngobrol di dalam. ..." jawab kakek itu. Saat Alea mendekati tetua agung, barulah mereka semua sadar kalau wajah Alea sangatlah mirip dengan wajah tetua agung. Para murid memang tidak pernah melihat wajah tetua agung. Semenjak kehilangan putrinya dan sang isti juga meninggal beberapa tahun setelah hilangnya sang putri. Tetua agung tidak pernah lagi terlihat di luar. Dia akan pergi keluar mencari sang putri tanpa di sadari oleh para murid perguruan. Semua kegiatan sekte adiknya lah yang mengerjakan semuanya. Adik yang paling setia dan sangat menyayanginya. Alea yang merasa kalau kakek di depannya adalah kakek dari putri Lea yang asli merasa ikut bahagia. Dan saat mereka akan masuk kedalam Alea dengan pelan mendekati dan membantu sang kakek bangun dari tempat duduknya. Dan menggandeng beliau masuk kedalam rumah bersama Lian Han. Di ikuti oleh beberapa tetua sekte tiangzi . karena sebagian harus kembali mengurusi para murid perguruan yang memang berjumlah banyak sekali. Ternyata tempat tinggal tetua agung sangatlah besar dan indah , Hampir mirip dengan sebuah istana kerajaan, dan memang kekuatan dari Sekte Tiangzi hampir menyerupai kekuatan sebuah kerajaan besar. Semua perguruan ataupun kerajaan di tiga benua sudah mengetahui kekuatan sekte tiangzi. Murid ataupun keturunan dari sekte Tiangzi banyak berada di beberapa kekaisaran yang ada di tiga benua, banyak putra dan putri dari keturunan kerajaan di tiga benua menjadi murid dari sekte Tiangzi. Karena itu sering orang menyebut sekte Tiangzi sebagai istana Tiangzi. Saat mereka sudah berada di dalam tempat tinggal tetua agung, mereka segera di bawa keruang keluarga yang terlihat sangatlah luas. Dan memiliki perabotan yang sangat modern dan mewah. Alea hanya bisa melihat dengan kekaguman.


Alea dan Lian Han membantu tetua agung duduk di kursi kebesarannya.


"Lian, Lea...kalian duduklah di dekat kakek, dan kau Bing Hu ceritakan semuanya agar aku juga mendengarkan dengan jelas masalah putri Lea..." kata tetua agung dengan lembut. Alea segera duduk di kursi panjang sebelah Lian Han.


"Baik kak..." jawab tetua Bing Hu . semua orang duduk di kursi yang ada di ruangan itu. ingin mendengarkan penjelasan kakek Bing Hu bercerita.


"Baiklah akan kumulai ceritaku ini. Akan aku mulai ceritaku saat dua puluh tiga tahun yang lalu saat kejadian pemberontakan dari putra pertama pemilik sekte perguruan ini yang ingin menguasai sekte ini dan di dukung oleh beberapa tetua yang berhianat pada sekte. Putra tertua dari pemilik sekte ini adalah keponakanku sendiri namanya Zheng Rua Sah , dia putra pertama kakaku zheng Jing Hao yaitu kakek kalian itu. Saat iti dia sudah tidak sabar ingin menguasai seluruh sekte Tiangzi saat sang Ayah masih segar bugar. Keinginannya di dukung oleh tetua yang ingin menyingkirkan kakak dari kekuasaannya yang sudah dia rintis dari saat dia masa sangat muda .


Pemberontakan itu bisa terjadi saat aku dan kakak serta beberapa tetua pergi kesuatu daerah karena ada pertemuan selama hampir dua bulan .


Karena itu pemberontakan mereka berhasil , karena sekte pada saat itu hanya ada beberapa tetua kecil serta istri dan putri dari tetua yaitu keponakan perempuanku yang pada saat itu masih berumur enam belas tahun . Zheng Rua Sah menyerang sekte bersama kelompoknya dan menawan ibu dan adik perempuannya yang terluka parah karena mempertahankan sekte. Lebih kejam lagi dia ingin membunuh adik satu- satunya yang dia anggap batu sandung perjalanannya menuju kekuasaan untuk menguasai sekte ini. Namun untunglah keponakan perempuanku mampuh lolos dari tawanan sang kakak. Dia pergi dari sekte dengan pertolongan sang ibu sendiri. Saat kami kembali dari tugas kami, baru kami tahu kalau sekte di kuasai oleh zheng Rua . dan dengan susah payah kami dapat merebut kembali sekte ini. Sayang sekali zheng Rua bisa lolos . kami tidak bisa menangkapnya. Dan saat kami sudah kembali menguasai sekte, putri kakak telah terlanjur pergi dari sekte ini. Dia pergi entah kemana, kami mencari bertahun- tahun tidak menemukan dia. Hingga pada suatu saat, enam tahun dari hilangnya putri Zheng Mai Li Nama putri kakak, aku mendengar kalau dia menikah dengan seorang wakil Jendral dari kerajaan Long. Yang aku tahu sekarang dia sudah menjadi Jendral besar kerajaan Long, Setelah kuselidiki ternyata benar, dan saat aku akan membawa dia kembali kemari, aku mendengar kalau Zheng Rua telah bersatu dengan sebuah kerajaan yang memiliki seorang raja yang bersekutu dengan kerajaan iblis, dan sang iblis berkata kalau Zheng Mai Li sedang mengandung, dan ramalan mengatakan kalau anak Zheng Mai Li perempuan dan anak itu memiliki tanda lahir bulan bintang di dahinya, anak itulah yang akan menjadi senjata si Raja iblis untuk menguasai kehidupan ini, karena bayi itu akan menjadi wanita jenius dan kuat di kehidupannya. gadis itu pilihan Alam semesta . Karena itu sang iblis menginginkan bayi itu , dan dia akan mengambil anak itu dari tangan Zheng Mai Li, aku mendengar itu sangat kaget akhirnya aku membatalkan niatanku untuk membawa Zheng Mai Li pulang .


Aku segera datang ketempat Zheng Mai Li. Saat bertemu denganku Mai Li sangat bahagia apalagi aku juga mengatakan keadaan kakaku. Namun saat kuceritakan tentang kabar yang aku dengar dari seseorang Mai Li sangar syok mendengar kabar dariku, akhirnya aku dan Mai Li akan mengambil keputusan setelah melihat apa benar anak yang akan di lahirkan Mai Li adalah seorang bayi perempuan. Karena itu aku berada dekat dengan Mai Li . agar keberadaanku tidak di ketahui oleh Zheng Rau , aku menyamar jadi tukang kebun keluarga wakil Jendral Murong Han. Untuk keselamatan Lian juga, aku menutupi tanda di lengan kanannya. Saat Mai Li melahirkan, aku dan Mai Li sangat kaget. Apa yang di ramalkan itu terbukti. Mai Li melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik sekali, dan bayi itu memiliki tanda bintang bulan di keningnya tepatnya di antara kedua alisnya . Aku dan Mei Li sangat kaget melihat itu, ada perasaan sedih dan gembira bercampur jadi satu. akhirnya kami memutuskan jiwa putri Mai Li kami kirim kemasa depan. akulah yang membawa jiwa itu kemasan depan sendiri. dan otomatis tanda di tubuh putri Mai Li tidak timbul karena jiwanya aku bawa , dan saat para utusan dari Raja iblis mengetahui tempat Mei Li berada mereka menemukan kalau putri Mai Li tidak memiliki tanda itu, bayi itu juga tidak memiliki adanya kekuatan di dalamnya. untunglah saat aku berada di masa depan, aku menemukan seorang ibu muda yang melahirkan bayi perempuan . lalu aku menukar jiwa bayi perempuan itu dengan jiwa putri Mai Li. dan itu kau nak...kaulah jiwa sesungguhnya dari tubuh yang sekarang kau diami...sedang jiwa yang pernah mendiami tubuh itu, adalah jiwa dari putri keluarga masa depanmu, namun dia meninggal saat dia terjatuh dahulu.." kata tetua Bing Hu mengakhiri ceritanya. semua yang berada di ruangan itu menjadi syok mendengar cerita dari tetua Bing Hu.


"Apaa...jadi sebenarnya aku berasal dari jaman ini kek...?" tanya Alea tak percaya.


"Benar nak..kau adalah pemilik asli tubuh yang sekarang kau tempati, kau bukan menggantikan tempat orang lain, tubuh itu milikmu sendiri dan kau cucu asli dari kakakku Zheng Jing Hao...." kata- kata tetua Bing berakhir, Alea menjadi sok. dia terduduk dengan lemas di kursinya. Pangeran Lingzhi yang sejak tadi melihat perubahan Alea berlari mendekat dan berjongkok di depan Alea sambil memegang kedua tangan Alea.

__ADS_1


"Lea'er...kau tidak Apa- apa...?" tanya Pangeran Lingzhi lembut.


"Tidak pangeran hamba hanya sedikit syok..." jawab Alea.


"Tenang lah... kalau itu memang benar- benar dirimu, kau seharusnya bahagia , kau telah berkumpul kembali dengan keluargamu..." kata pangeran Lingzhi lembut. Pangeran Lingzhi duduk di sebelah Alea sambil memegang tangan Alea untuk memberi kekuatan.


"Kek...lalu gimana keadaan tubuhku yang aku tinggalkan di jaman modern...?" tanya Alea .


"Kau terluka parah dan tak dapat di tolong lagi. ..." jawab kakek Bing Hu.


"Kedua orang tuaku...?" tanya Alea.


"Kakek tidak tahu nak..." jawab kakek Bing Hu lagi.


"Pasti mama dan papa sangat sedih. maafkan Alea Ma, Pa...batin Alea. dengan wajah murung.


"Kek...apa kakek yang membawaku kemari..?" tanya Alea.


"Benar...mungkin sudah waktunya kau harus kembali ke keluargamu yang sebenarnya Lea'er , hingga kejadian di masa depanmu terjadi, mungkin dewa mengharapkan kau hadir di sini...." kata Kakek Bing Hu dengan lembut.


"Apakah kekuatan itu ada padaku kek...?" tanya Alea dengan wajah sedih dan lemas.


"Ada ...kemarilah cucuku, aku akan memperlihatkan itu padamu ..." ternyata yang berucap kakek Jing Hao.


Alea menatap kakek Jing Hao, lalu perlahan dia berjalan mendekati kakek tetua agung itu. setelah dekat dia berjongkok di depan kakek Jing Hao. perlahan kakek Jing Hao mengusap kepala Alea dan dahinya. Alea merasakan aliran hangat berjalan masuk kedalam kepalanya dan tiba- tiba di depan semua orang terlihat cahaya kuning kehijauan memancar dari kening Alea, cahaya itu semakin lama semakin terlihat terang. hingga membuat mata semua orang silau. bersamaan dengan itu terdengar suara guntur dan halilintar di luar, sepertinya Alam memberi penghormatan pada gadis pemilik jiwa kehidup . Setelah cahaya itu hilang terlihat di kening Alea muncul tato bulan bintang kecil berwarna kuning keemasan . membuat semua orang kaget dan gembira.


"Lihatlah nak...tanda itu telah muncul di keningmu, dan sepertinya Alam menyambut kedatanganmu..." kata kakek Jing Hao.


"Kek..benarkah aku cucu kakek yang sebenarnya...?" tanya Alea dengan wajah terharu, ternyata dia memang pemilik asli tubuh ini. dan keluargaku yang sebenarnya ada di sini.


"Benar cucuku...kau adalah cucu kandungku..." jawab kakek Jing Hao.


Alea langsung memeluk tubuh kakek Jing Hao.


"Kek maafkan Alea yang bersikap buruk pada kakek..." kata Alea terharu.


"Tidak masalah nak karena itu bukan salahmu..." jawab Kakek Jing Hao bahagia. dia memeluk tubuh Alea penuh sayang. setelah puas Alea melepas pelukannya pada tubuh sang kakek.


"Kek..trimakasih kau masih perduli pada kami cucu- cucu kakek....." kata Alea sambil memandang sang kakek.


"Maafkan kesalahanku kak..semua itu aku lakukan demi keselamatan kedua cucumu itu..." kata kakek Bing Hu.


"Kek..jangan marahi kakek Bing Hu...tanpa beliau mungkin aku tidak akan berada di depan kakek sekarang ini.." kata Alea menghibur kakek Jing Hao.


"Benar katamu nak...aku memang harus berterimakasih pada adikku yang Bodoh itu..." ucap Kakek Jing Hao sambil tertawa. Alea tersenyum melihat kakek Jing Hao tertawa. dia lalu berdiri dan mendekati kakek Bing Hu.


"Kek..terimakasih atas semua perlindungan kakek padaku, andai tidak ada kakek , apa jadinya aku sekarang... boleh Alea memeluk kakek...?" kata Alea sambil tersenyum.


"Tentu saja sayang...." jawab kakek Bing Hu sambil merentangkan tangannya. dan Alea segera memeluk kakek Bing Hu .


Semua orang terharu dan bahagia melihat pertemuan kakek dan cucu di depan mereka .


"Nak...kakek dengar kau memiliki pedang salju...?" tanya Kakek Jing Hao pada Alea


"Benar kek... kakek mau lihat...?" tanya Alea.


"Apa boleh kakek lihat...?" tanya Kakek Jing Hao.


"Boleh kek..." jawab Alea sambil mengambilkan pedang salju dari cincin ruangnya. kini di tangan Alea telah ada sebila pedang panjang yang memang milik Alea yaitu pedang salju . Alea segera memberikan pedang itu pada kakek Jing Hao.


"Ini kek pedang salju milik Alea..." kata Alea. Kakek Jing Hao melihat pedang itu dengan wajah kagum.


"Ternyata pedang ini berjodoh denganmu nak..." kata kakek Jing Hao bangga.


"Bukankah biasanya pedang ini bersama seekor burung Phoenix nak...?" tanya kakek lagi.


"Iya kek... dia ada bersamaku...." jawab Alea. tak lama di depan mereka berdiri seorang pria tampan dengan rambut panjang berwarna kuning emas dan berbaju kuning bercorak hijau berdiri di sebelah Alea. semua orang kaget ketika mereka melihat pria tampan itu.kecuali orang terdekat Alea . mereka segera siap waspada.


"He he he...jangan kaget kek...dialah burung Phoenix yang kakek tanyakan tadi, aku memanggilnya agar kakek tahu dia..." kata Alea sambil tertawa . semua orang ternganga melihat pria yang ada di depan mereka.


"Tapi aku juga dengar kalau putri memiliki mahluk kontrak lain selain burung Phoenix, apa benar itu putri ..?" tanya tuan Borong pada Alea.


Alea menggaruk kepalanya yang tak gatak ketika mendengar pertanyaan tuan Borong.


"Aku juga melihat mahluk itu putri, saat putri melawan siswa dari perguruan Harimau putih dulu..mahluk itu seekor rubah..." kata tabib Chang Raw yang memang menyaksikan pertandingan itu.

__ADS_1


Melihat Alea yang seba salah akhirnya Xiao Bai keluar dari dalam ruang dimensi.


Dia keluar berbentuk manusia tampan, dan dia berdiri di sebelah Alea.


"Lea'er ...apa ada orang yang ingin berjumpa denganku...?" tanya Xiao Bai dengan menatap mereka satu- persatu. semua orang kembali kaget.


"I..ini..Rubah putih itu ...?" tanya tuan Borong gagap.


"Hmm...benar tuan Borong...inilah rubah yang kalian tanyakan tadi. .." jawab Alea sambil tersenyum lembut.


"Jadi benar kau memiliki hewan kontrak lebih dari satu hewan...?" tanya tuan Borong tak percaya.


"Seperti itulah tuan..." jawab Alea dengan wajah tenang. semua orang hanya bisa menatap kagum pada Alea.


"Nak...kemarilah...." panggil Kakek Jing Hao.


"Iya kek...gege, kalian berdua kembalilah.." kata Alea pada kedua hewan kontraknya.


"Baik Lea'er..".jawab mereka serempak. Mereka segera menghilang dari pandangan orang yang ada di ruangan itu. Alea segera mendekati sang kakek.


"Ya kek..." kata Alea sambil duduk di sebelah sang kakek .


"Ayo makan dulu...kakek tahu perut kalian perlu di isi, kalian sudah menempuh perjalanan cukup lama..." kata kakek Jing Hao dengan penuh kasi sayang.


"Benar kek...perut Alea sudah lapar, kita makan dulu ya...?" ucap Alea polos.


melihat kepolosan Alea, kakek Jing Hao dan kakek Bing Hu tertawa.


"Kalau begitu Ayo kita makan dulu..." Ajak kakek Jing Hao kembali. Merekapun segera berjalan kedalam ruang makan yang letaknya agak jauh dari ruang tamu tadi. sesampainya di meja makan, mereka segera duduk bersama di kursi yang mengelilingi meja makan. dan dengan pasti Pangeran Lingzhi memilih duduk dekat sang pujaan hati.


Saat mengambil makanan Alea mengambilkan makanan untuk pangeran Lingzhi, setelah itu baru dia mengambil untuk dirinya sendiri. tanpa di sadari Alea, kakek Jing Hao dan Kakek Bing Hu menatap perbuatan Alea dan tersenyum Bahagia . bukan kakek saja yang ternyata memperhatikan perbuatan Alea, tapi kedua kakaknya dan pengawal sang pangeran, mereka tersenyum memperhatikan tingkah Alea.


Sedang pangeran Lingzhi tersenyum bahagia. Setelah selesai makan kakek Jing Hao berucap.


"Sekarang kalian istirahatlah dulu..kakek tahu kalian semua telah lelah, nanti kita akan berbincang lagi..." kata sang kakek sambil memanggil beberapa murid untuk mengantarkan Pangeran dan pengawalnya serta Lian Han ke kamar untuk beristirahat.


sedang Alea dan Mimi mendapatkan kamar dekat dengan ruang tamu yang tadi tempat mereka mengobrol .


Setelah berada di dalam kamar khusus mereka, Alea segera pergi keruang dimensi, dan berpesan pada Mimi untuk memanggilnya kalau ada orang yang mencarinya.


Ketika sampai di dalam ruang dimensi, semua hewan Kontraknya memandang Alea dengan wajah kagum,


"Kenapa kalian memandangku seperti itu...?" tanya Alea sambil menatap keempat mahluk kontraknya.


"Lea'er...kami tak pernah menyangka kalau gadis master kami adalah dewi kehidupan yang di pilih Alam..." kata Lauyan sambil memandang Alea dengan wajah bangga dan kagum.


"Ck..apa- apan sich kalian ini.... aku ini tetap Alea si gadis yang akan selalu mengganggu kalian berempat, ..." kata Alea yang berjalan kearah pohon kehidupan .


"Kami tahu.. tapi bukan hanya kami yang memilihmu sebagai master kami, tapi Alam pun menentukan kau sebagai gadis pilihan mereka....kami bangga padamu Lea'er...." kata Eagle bahagia


"Iya, iya...aku juga bahagia memiliki kalian berempat. nach sekarang biarkan Aku mengambil buah dari pohon kehidupan..." kata Alea sambil melompat keatas pohon kehidupan dengan entengnya. Dia segera mengambil lima biji buah pohon kehidupan, lalu dia masukkan semuanya di dalam cincin ruangnya.


"Untuk Apa itu Lea'er...?" tanya Lauyan setelah Alea berada kembali di depan mereka.


"Untuk kedua kakekku gege...?" jawab Alea sambil tersenyum. mendengar perkataan Alea mereka tersenyum kagum, memang master mereka gadis yang baik hati..ucap mereka dalam hati.


"Ya sudah, aku akan membuatkan makanan buat kalian berempat, tapi kalian harus membantuku...?" kata Alea.


"Baiklah Ayo..." seru Lauyan sambil menyeret Alea masuk kedalam dapur istana. dan tak lama terlihat mereka berlima sibuk di dapur, setelah semua masakan yang Alea buat tersaji di meja makan, Alea segera keluar dari ruang dimensi. ketika sampai di dalam kamar , Alea melihat Mimi sedang duduk di depan cemdela.


"Kak lagi ngapain...?" tanya Alea pelan.


"Kau sudah kembali Lea'er...?" tanya Mimi saat melihat Alea berada di belakangnya.


"Iya kak...nggak ada yang kemari kan...?" tanya Alea.


"Tidak ada... kau tidak istirahat...?" tanya Mimi.


"Tidak kak...kak kau tunggu di sini dulu ya..aku akan menemui kakek Jing Hao dan kakek Bing Hu..." kata Alea lagi.


"Pergilah , aku akan menunggumu di sini.." kata Mimi.


"Trimakasih kak...aku pergi dulu...?" kata Alea sambil berjalan kearah pintu .


Maaf segini dulu ceritanya ya...aku lanjut besok. jangan lupa like, vote, dan komennya selalu author tunggu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2