
Sore harinya Pangeran Lingzhi datang , dia terlihat sangat marah.
"Ada apa My Zhi...?"tanya Alea heran.
"Dia tidak mau menjawab malah lebih memilih bunuh diri..." jawab Pangeran Lingzhi sambil masuk kedalam kamar.
"Maksud pangeran Kepala pelayan itu..?" tanya Alea .
"Siapa lagi sayang..." jawab Pangeran Lingzhi sambil merebahkan diri di tempat tidur.
"Kok bisa...? bukankah dia dalam pengawasan Jihao dan Guansi..memang nya dia bunuh diri dengan cara apa...?" tanya Alea heran.
"Menggigit lidahnya..." jawab pangeran Lingzhi kesal.
"Aku fikir dia tadi tidak seberani itu..dan sekarang aku semakin yakin kalau di belakang dia ada orang kuat yang menyuruhnya My Zhi..." kata Alea sambil mmengusap kepala pangeran Lingzhi dengan sayang.
"Orang kuat...maksudmu apa sich sayang...?" tanya pangeran Lingzhi kaget. dia segera duduk menatap sang istri .
" Menurutku bukan sembarang orang yang bisa memerintah Pelayan untuk mencelakaiku, butuh irang yang berani untuk melakukan itu . dan orang yang memerintah kepala pelayan itu aku fikir bukan sembarang orang , karena kalau cuma orang biasa atau hanya bangsawan saja, tidak mungkin dia mengakhiri hidupnya semudah itu ..." jawab Alea dengan wajah tenang .
"Oo..bisa juga sich... " ucap Oangeran Lingzhi .
"Lebih baik kita menyelidiki lebih teliti. Sekarang kita coba tenang dulu, agar si pelaku menganggap kita tidak tahu tindakannya . kita akan diam biar nanti aku akan mencoba ikut menyelidiki . kita mencari kelengahan si pelaku. nanti kita bisa tahu siapa mereka.." kata Alea lagi.
"Baiklah kalau begitu aku akan menyuruh Jihao menyelidiki secara diam- diam. .." ucap pangeran Lingzhi.
"Jangan sampai mereka tahu kalau kita menyelidiki mereka..." kata Alea lagi .
"Iya aku tahu...Sayang..kenapa otakmu secerdas ini sich...?" ucap Pangeran Lingzhi sambil mencium lembut bibir Alea.
"Itulah gunanya punya istri yang berotak jinius My Zhi..." ucap Alea narsis sambil terkekeh pelan.
"Iya Aku tahu...istriku adalah wanita yang sangat jenius..." jawab Pangeran Lingzhi sambil memeluk Alea dengan Posesif dan mencium kenangnya lama .
"Sekarang mandilah..Bukankah kita akan makan malam di istana..." kata Alea lagi .
"Baik Ratuku...." ucap Pangeran Lingzhi sambil melepas pelukannya .Pangeran Lingzhi segera pergi ke kamar mandi dan Alea segera menyiapkan baju untuk pangeran Lingzhi. Sejak menikah pangeran tidak memperbolehkan Alea tinggal di istana Anggrek dia ingin tinggal selamanya bersama Alea di istana miliknya. Sebenarnya setelah menikah seorang permaisuri akan memiliki istana sendiri. Dan istana Anggrak adalah istana milik Alea. Namun karena keinginan Pangeran yang tidak mau berpisah , Semenjak Alea menjadi permaisurinya. Oangeran tidak ingin Putri Alea jauh darinya. karena itu dia menetaokan Akea tetap tibggal dengannya.
Dan Alea juga menetapkan semua tentang kebutuhan pangeran Lingzhi Alea lah yang mengurus. Dari menyiapkan baju sampai makanan yang akan di makan Pangeran Lingzhi , selain saat makan bersama di istana Raja.
Setelah pangeran Lingzhi selesai bersiap, dia membiarkan sang istri untuk berbenah di bantu Sella dan Gina. Setelah itu mereka berjalan ke istana sang Ayah.
"Gege...apa kalian mendengarkan panggilanku....!" seru Alea sambil berjalan kearah istana Raja.
"Gege....kalian di mana...apakah kalian mendengar aku memanggil kalian...!" seru Alea lagi. memang dia menutup energi batu giok dengan kekuatannya . karena dia tak ingin para mahluk kontraknya tahu apa yang dia lakukan bersama pangeran Lingzhi .
"Ada apa Lea'er...kami mendengarmu.." terdengar suara Lauyan dari ruang dimensi.
"Ck...kalian tidak tahu kan kalau Lea'er cantikmu ini ingin di celakai seseorang.." ucap Alea yang membuat mahluk kontraknya kaget.
"Apa...ada yang ingin mencelakaimu.. ? Siapa..?" tanya Lauyan kaget.
"Aku belum tahu, sebab si tersangkah bunuh diri sebelum mengatakan siapa yang menyuruh .. Coba nanti kalian perhatikan satu persatu penghuni kerajaan ini. Aku hanya ingin tahu kenapa mereka ingin menggagalkan pernikahanku..." jawab Alea pelan.
"Kau mencurigai salah satu dari mereka..?" tanya Xiao Bai.
"Benar...tapi aku belum tahu siapa mereka..." kata Alea.
"Baik akan aku perhatikan nanti dan kami akan menyelidiki siapapun orang itu..." jawab Lauyan.
"Jangan khawatir Lea'er kami akan menemukan secepatnya siapa orang yang ingin mencelakaimu..." ucap Eagle menimpali .
"Trimakasih ..." kata Alea.
"Sudah kewajiban kami Lea'er..." jawab Xiao Bai.
"Oh ya Lea'er...ijinkan kami keluar...?" kata Lauyan.
"Hey sejak kapan kalian meminta ijin kalau mau keluar, keluar saja gege....?" tanya Alea sambil tertawa
"Kenapa diam sayang ...?" tanya Pangeran Lingzhi yang melihat Alea diam saja sejak keluar dari istana.
Alea terkejut mendapat teguran dari sang suami. Dan terlihat dua burung sudah berada di kanan dan kiri Alea.
__ADS_1
"Aku sedang bercakap- cakap dengan gege Lauyan dan gege Eagle serta gege Xiao Bai My Zhi...." jawab Alea.
"Apakah kau meminta tolong pada mereka...?" tanya pangeran Lingzhi sambil melihat dua burung berada di pundak sang istri. Seperti biasa dua burung itu, burung kuning dan burung pipit.
"Benar..meminta tolong pada mereka akan lebih mudah , karena mereka mudah menyamar..." jawab Alea.
"Benar juga Apa katamu sayang... Mereka bisa membuntuti orang yang kita cirigai , tanpa mereka mengerahuinya..." kata Pangeran Lingzo lagi .
Tanpa terasa mereka telah sampai di istana Raja Rong Kyu . Mereka segera masuk kedalam istana. Ketika sampai di ruang makan istana. Kasim segera berseru..
"Putra Mahkota dan Putri Mahkota telah tiba. !" seru seorang kasim . Pangeran Lingzhi dan Alea segera masuk kedalam ruang makan didalam istana Raja .
Setelah memberi salam pada mereka semua , Alea dan Pangeran Lingzhi segera duduk di kursi yang memang khusus untuk Putra dan Putri Mahkota.
Tak berapa lama Raja dan Permaisuri tiba. Mereka segera berdiri menyambutnya.
"Salam sejahtera bagi Raja dan permaisuri, semoga selalu bahagia...!" ucap mereka bersamaan.
"Salam kalian aku terima sekarang duduklah, kita mulai saja acara makannya..." ucap Raja sambil duduk di kursi khususnya. Yaitu di ujung meja .
"Trimakasih Ayah..." jawab Para Putra dan Putri kerajaan.
"Trimakasih yang Mulia..." jawab para Selir. Merekapun segera melaksanakan makan malam bersama .
Mereka melakukan tanpa suara. Hanya terdengar denting sendok dan garpu yang terdengar di sana .
Sesekali Alea melihat wajah- wajah dari mereka.
"Apakah ada yang mencurigakan gege...?" tanya Alea lagi.
"Iya Lea'er...tapi aku belum terlalu yakin.." kata Lauyan pada Alea.
"Benar Lea'er..aku juga nencurigai dua orang disini.." jawab Eagle
"Baik...aku serahkan semuanya pada kalian berdua.." kata Alea lagi.
Tak lama makan malam pun telah selesai. Saat Raja menaruh sendok di atas piring mau tak mau mereka semua menghentikan makan mereka. Setelah itu Raja berucap.
"Hari ini aku akan mengumumkan sesuatu pada kalian semua, saat ini usiaku sudah tua , sudah waktunya Putra mahkota menggantikan posisi ku karena itu kau Putra Mahkota. Bersiaplah untuk pelantikan dirimu, satu bulan lagi saat umurmu menginjak usia dua puluh kau akan di lantik menjadi Raja...!" kata Raja Rong Kyu dengan tegas .
Dan semua itu tak luput dari Penglihatan Lauyan Dan Eagle. Mereka menatap dengan tajam kedua orang itu. Mereka adalah Selir Qinsia atau lebih di kenal dengan sebutan Selir Qin dan putranya Pangeran Mongli atau Pangeran ketiga kerajaan Shi. Pangeran Mongli berumur hampir sama dengan Pangeran Lingzhi hanya berjarak satu tahun .
Selir Qin sebenarnya keturunan dari seorang mentri. dia putri dari Mentri Kerakyatan yang bernama Sen Pau . Sedang putra pertama Mentri Sen Pao seorang Jendral dari ketahuan Shi yaitu Jendral Honglan . Selir Qin sendiri adalah anak kedua dari mentri Sen Pau. Sebenarnya kakak dan Ayahnya tidak terlaku ambisi di dalam pemerintahan. Mereka memang orang- orang yang jujur dalam mengabdi pada kerajaan. Entah mengapa Selir Qin yang dulunya seorang gadis lugu setelah menjadi Selir berubah menjadi orang yang ambisius. Dia menginginkan Putranya menjadi Putra Mahkota . namun saat dia melihat kekuatan Pangeran Lingzhi semua keinginannnya hilang. karena dia tahu tidak mungkin putra nya bisa mengalahkan Pangeran Lingzhi. namun setelah melihat keponakannya tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik. timbul ide di dalam otaknya. kenapa tidak menjodohkan pangeran Lingzhi dengan keponakannya...? bukankah jika sang keponakan menjadi permaisuri dia bisa menjadikan sang keponakan jadi pionnya. mendapatkan ide itu. dia sering mengundang sang keponakan untuk bermain ke Kerajaan. namun sudah beberapa tahun sang keponakan tidak dapat menaklukkan hati Pangeran Lingzhi. hingga akhirnya datanglah Alea yang membuat hatinya geram dan marah. gadis dari kerajaan Long itu tiba- tiba melenyapkan harapannya. bukan hanya Pangeran Lingzhi saja yang menyukai gadis itu, tapi Raja dan Permaisuri sangat menyukai dan menyayangi gadis itu. saat mendengar kalau Alea akan di angkat menjadi putri mahkota, dia sangatlah marah namun apa daya dia tidak bisa mengalahkan kekuatan dari Permaisuri sebagai ibu dari putra mahkota. dia tidak bisa menghalangi keinginan dari putra mahkota untuk memilih Alea menjadi istrinya. apalagi menjodohkan dia dengan keponakannya.
Sedang Pangeran ketiga yaitu pangeran Mongli bukan ingin merebut kedudukan Putra mahkota menjadi Raja, tapi ingin merebut Alea dari tangan Putra mahkota.
Sejak mengetahui tabib Hanpey adalah seorang gadis cantik rupawan, Pangeran Mongli langsung jatuh cinta pada gadis cantik itu. dia menyesali diri kenapa bukan dia yang menemukan gadis cantik itu. karena itulah dia diam- diam selalu memperhatikan Alea. dia akan tenang dan bahagia jika berkumpul bersama keluarga dan di situ ada Alea. walau dia sering melihat adegan Pangeran Lingzhi yang begitu posesif pada Alea yang sangat membuat dia cemburu.
Terkadang dia akan dengan sengaja menyapa Alea. walaupun Alea dengan ramah menyapanya sebagai saudara dari Pangeran Lingzhi. itupun sudah membuat dia bahagia. walau terkadang dia sering merasakan kecemburuan saat melihat Alea dan Pangeran Lingzhi terlihat mesra
Namun kecemburuannya menggila ketika mendengar Alea akan menikah dengan Oangeran Lingzhi . Diq tak tahan mendengar berita itu . dengan pertolongan sang Bunda yang memiliki maksud lain, mereka menyuruh kaki tangan mereka yang seorang kepala pelayan untuk melaksanakan keinginan mereka. mereka sengaja membuat putri Alea tidak makan sejak sore hari sebelum pernikahan sampai ke esokan harinya. namun saat itu Alea tak menyadarinya. dengan cara itu, mereka mengharapkan Alea akan pingsan saat pernikahan dan akan tertunda pernikahannya. dan saat itulah pangeran Mongli akan menculik Alea dan akan membawanya pergi sejauh mungkin dari Pangeran Lingzhi. Sang ibu ingin meracuni Alea, mana mungkin Pangeran Mongli membiarkan gadis pijaan hatinya dalam bahaya . Karena itu mereka memilih jalan membiarkan Alea pingsan karena kelaparan. Namun semuanya di luar perkiraan mereka. Putri Mahkota ternyata sangat kuat, Saat pernikahan berlangsung terlihat Putri Mahkota sehat tanpa terlihat kelesuhan apalagi menderita. dia terlihat tenang Anggun dan tetap cantik.
Melihat semua itu Pangeran Mongli hanya bisa marah dan kecewa . gadis yang dia cintai telah menjadi istri Putra Mahkota . dan sekarang gadis pujaannya berada di depannya. Sejak Mereka masuk tadi Pangeran Mongli sudah menunjukkan kerinduan di hatinya . gadis yang sangat dia cintai terlihat masuk sambil bergandengan tangan dengan sang Suami. wajah yang terlihat sangat cantik membuat pesona di hati pangeran Mongli. dan dia semakin cemburu pada Pangeran Lingzhi . Namun dia masih bertekat untuk merebut Alea dari pangeran Lingzhi walaupun dia sudah menjadi istri Putra Mahkota. dan sekarang Putra Mahkota akan segera di angkat menjadi Raja kerajaan Shi . dan itu semakin mempersulit niatnya.
"Tidak...aku masih memiliki kesempatan untuk merebut gadis milikku itu..." ucap Pangeran Mongli dalam hati.
Dia menatap Putri Alea dengan penuh cinta. sedang yang menjadi pusat perhatian pangeran Mongli hanya diam sambil menatap dan mendengarkan perkataan Raja Rong Kyu.
Sedang Selir Qin sangat marah karena usahanya menjodohkan Pangeran Lingzhi dengan sang keponakan semakin mendapat halangan. kalau Alea sudah menjadi permaisuri tidak ada jalan lagi untuk dia menjadikan sang keponakan permaisuri di kerajaan Shi . dan itu membuat kedudukan yang dia incar hilang sudah.
"Sial...kalau gadis ja***g itu menjadi permaisuri maka hilang sudah kesempatan menjadikan Yulian istri pangeran Lingzhi. tidak...masih ada waktu untuk mencelakakan gadis itu. akan kusuruh kepala pelayan itu memberikan racun pada makanan nya.." ucap Selir Qin dalam hati. dia hanya bisa marah sambil mengepalkan tangannya.
"Ya sudah hanya itu pemberitahuan dariku. dan ingat kalian berdua, Pangeran dan Putri Mahkota , kalian harus mempersiapkan diri. dan tolong bilang pada Ayah dan Kakek Putri Mahkota agar jangan pulang dulu..." kata Raja Rong Kyu lagi.
"Baik Ayahanda..." jawab Alea dan Pangeran Lingzhi bersamaan.
"Ya sudah kalian boleh kembali ke kegiatan kalian sendiri..." ucap Raja Rong Kyu lalu berdiri dari tempat duduknya. setelah kepergian Raja dan Permaisuri , mereka satu persatu pergi meninggalkan meja makan tersebut. Alea juga sempat bercanda dan menyapa para putri dan pangeran yang mengucapkan selamat sambil menggodanya . begitu juga dengan Pangeran Ketiga , dia mendekati Alea.
"Selamat malam Kakak ipar..." sapanya lembut.
"Selamat Malam Pangeran Mongli, apa kabar...?" sapa Alea ramah .
"Baik...kau terlihat sehat dan bahagia...?' jawabnya lembut.
__ADS_1
"Tentu saja kak....siapa yang nggak akan bahagia menikah dengan sang kekasih.." goda putri Yin Yi .
"Putri....!" seru Alea malu. terlihat rona merah di wajah cantiknya membuat dia semakin terlihat cantik.
"Ha ha ha...lihatlah jiejie iparku wajahnya memerah...dan kau tahu jiejie saat kau malu seperti itu, wajahmu semakin cantik. aku iri melihat kecantikanmu jiejie...!" seru Putri Yin Yi sambil tertawa . dia gemas melihat wajah kakak iparnya. karena itu dia mendekati Alea dan menciumnya dengan gemas.
"hi hi hi...maaf aku gemas melihat wajahmu Jie...!" seru Putri Yin Yi .
"Hey...aku juga mau mencium jiejie Lea..!" seru putri Sora.
Akhirnya Alea memeluk gadis abg itu dengan sayang dam mencium kedua pipinya.
"Kau sudah puas..." ucap Alea.
"Jiejie...aku iri...." seru putri Yin Yi. akhirnya Alea memeluk kedua putri yang memang paling dekat dengannya selain putri Yinhan. melihat kelakuan kedua adiknya. putri Yinhan dan Pangeran Lingzhi hanya bisa tersenyum. Setelah itu Pangeran Lingzhi menarik Alea pergi.
"Sudah...aku akan membawa istriku pulang.." ucap Pangeran Lingzhi sambil menarik tangan Alea pergi.
"Gege...kami masih rindu Jiejie Alea..." sungut Putri Sora.
"Kalian bisa bermain ke istanaku...!" seru Pangeran Lingzhi sambil membawa Alea pergi. dan Alea pun hanya bisa tersenyum dan melambaikan tangannya.
dalam perjalanan Pangeran Lingzhi sudah tidak melihat kedua burung milik Alea.
"Sayang...kemana perginya Lauyan dan Eagle...?" tanya Pangeran Lingzhi.
"Mereka telah menemukan orang yang mereka curigai. dan sekarang mereka sedang menyelidiki..." jawab Alea sambil tersenyum .
"Jadi orang itu keluarga kerajaan sendiri..?" tanya Pangeran Lingzhi.
"Kayaknya seperti itu My Zhi..." jawab Alea kembali.
"Brengsek...berani sekali mereka melakukannya..." ucap pangeran Lingzhi marah.
"kita belum tahu motif mereka melakukan semua ini . kita akan tahu setelah gege Lauyan dan gege Eagle datang ." jawab Alea.
"Aku ingin tahu siapa mereka dan apa keinginan mereka hingga kamu yang jadi incaran mereka...." kata Pangeran Lingzhi dengan marah. Akhirnya mereka sampai juga di istana mereka. Alea menyuruh kedua pengawalnya untuk kembali kekamar mereka. sedangkan Pangeran Lingzhi menyuruh Jihao dan Guansi untuk kembali ke rumah mereka juga.
Sedangkan mereka berdua segera pergi ke ruang dimensi untuk bermeditasi.
Saat ini Lauyan dan Eagle bersepakat mengikuti mereka satu persatu. Eagle mengikuti Selir Qin sedang Lauyan mengikuti pangeran Mongli.
Lauyan yang mengikuti pangeran Mongli sedang memperhatikan dari jarak jauh karena keberadaan bulunya yang indah beda dengan burung lain membuat dia mudah di kenali. karena itu dia terbang agak jauh dari pangeran Mongli.
terlihat wajah kemarahan dan cemburu terlihat di wajah Pangeran Mongli. beda sekali saat dia berharap dengan Alea serta keluarga yang lain. dengan cepat pria tampan itu berjalan kearah istananya. sesampainya di istana kediamannya. dia melempar dan menendang semua barang yang ada di dekatnya. Melepaskan kekesalan , rasa cemburu dan kemarahan di dalam hatinya. para pengawal kepercayaan hanya bisa diam dan tak bisa menghiburnya. Setelah puas dia berteriak keras.
"Jingkuuu....!" teriaknya marah.
Seseorang pengawal kepercayaannya masuk dengan sigap.
"Hamba yang Mulia..." ucap Jingku dengan wajah datarnya.
"Bagaimana kabar kepala pelayan yang telah tertangkap...?!" seru Pangeran Mongli dengan wajah marah.
"Hamba dengar dia meninggal karena bunuh diri..." jawab Pengawal Jingku.
"Apakah dia belum memberitahu semuanya.." tanya Pangeran Mongli .
"Belum yang Mulia, dia langsung bunuh diri...." jawab Jingku lagi.
"Bagus..sekarang cari cara agar kita bisa menculik Putri , bagaimanapun caranya Kalian harus bisa membawa Putri Alea ketempat persembunyianku. aku tidak mau kalian gagal dan mengakibatkan Putra Mahkota mengetahui semua ini, PAHAM...!"serunya sambil menegaskan kata paham pada pengawalnya.
"Paham Yang Mulia..." jawab Pengawal itu.
"Aku tidak butuh kedudukan sebagai Raja, aku hanya menginginkan Putri Mahkota . aku hanya menginginkan dia sebagai istriku bukan istri Putra Mahkota..." ucapnya dengan nada cemburu dan marah.
"Hamba akan berusaha mendapatkan Putri Alea Yang Mulia..." ucap Pengawal Jingku berusaha menenangkan sang Pangeran. Jingku tidak pernah melihat Pangeran Mongli yang bersikap seperti ini , apalagi soal wanita. Pangeran Mongli seorang pria dingin dan tak pernah neko- neko. pria tampan yang selalu membuat gadis - gadis kerajaan Shi histeris jika pangeran Mongli berjalan di jalanan , pria tampan kedua setelah Pangeran Lingzhi. kalau soal kekuatan memang dia kalah dengan pangeran Lingzhi. Apalagi kekuasaan. namun dia bukan pangeran yang berambisi dengan kekuasaan. dia tahu batas mana yang harus dia lalui.
Beda dengan sang ibu yang terlalu berambisi, dulu Selir Qin sangat santun dan penyayang. entah sejak kapan dia menjadi wanita yang ambisius dan serakah. hingga membuat pangeran Mongli sering marah - marah melihat tingkah sang ibu. Namun sejak Mengenal Putri Mahkota. terlihat Pangeran Mongli bertingkah beda. dia terlalu terobsesi dengan putri Mahkota.
maaf udah dulu ceritanya ya...besok aku sambung lagi.
Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.
__ADS_1
Bersambung.