PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
PERGURUAN TIANGZI .


__ADS_3

Setelah keluar dari kamar Alea, pangeran Lingzhi langsung pergi ke Kerajaan Amora. Dia langsung ketempat, putra mahkota Huang. Ke istana putra Mahkota


Sampai di sana, bukannya masuk lewat pintu depan dengan mengetuk pintu, tapi dia langsung masuk kekamar tidur putra Mahkota Huang melalui cendela kamar pangeran Huang yang terbuka. Saat dia sampai di dalam kamar, dia melihat pangeran Huang yang belum tidur. Merasakan ada seseorang yang datang, putra mahkota Huang langsung meloncat ceoat dari pembaringamnya. Dan saat melihat siapa yang berdiri dengan gagah di depannya, dia berseru dan segera menubruk dan memeluk pria itu.


"Dasar manusia siluman, kau berani sekali masuk kekamarku ha..." seru pangeran Huang sambil memeluk erat pria di depannya.


"Hey anak sialan...tingkah mu tidak pernah berubah ya...sudah tua masih kayak anak kecil, Kau itu Putra Mahkota atau bukan sich....?" olok si tamu.


"Sialan kau memang siluman dingin... sembarangan ngomong, kapan kau datang...?" tanya pangeran Huang sambil melepas pelukannya.


"Tadi pagi....." jawab pangeran Lingzhi dengan wajah tenang. Dia berjalan dan duduk di kursi yang ada di ruangan itu.


"Apakah Ayah dan bunda sudah tahu kalau kau datang...?" tanya pangeran Huang sambil duduk di kursi yang lain.


"Belum..." jawab Pangeran Lingzhi kembali.


"Kenapa ...? bukankah biasanya kau selalu menemui mereka lebih dahulu...?" tanya pangeran Huang heran, karena setiap kali pangeran Lingzhi datang ke negaranya , pasti dia akan menemui kedua orang tuanya lebih dahulu sebelum mendatangi kamarnya .


"Aku kesini menemui kekasihku.." jawab pangeran Lingzhi dengan wajah tenang.


"Apaa kekasih...? Jadi kau sudah memiliki kekasih..? Siapa dia..?" tanya Pangeran Huang beruntun karena kaget dan senang.


"Kau ingin tahu...?" tanya pangeran Lingzhi tenang dan dia menatap pangeran Huang sambil tersenyum.


"Tentu...aku ingin tahu, siapa gadis yang bisa membuat gunung salju mencair dan mampu membuat sahabatku bertekuk lutut padanya...?" kata Pangeran Huang dengan wajah penuh keheranan. sebab Pangeran Lingzhi adalah pria paling dingin soal urusan dengan wanita. tidak ada seorang gadispun yang berani mendekatinya, Saudara perempuannya banyak yang menyukai pangeran Lingzhi, tapi tidak ada yang berani mendekati pangeran Lingzhi. Pria Arogan , sombong,tegas , cuek dan kejam, itulah pangeran Lingzhi yang dia kenal.


"Kau mengenalnya...?" jawab pangeran Lingzhi penuh teka- teki.


"Aku mengenalnya...? apa dia gadis kerajaan Amora...?" tanya Pangeran Huang penasaran.


"Bukan ...dia gadis dari kerajaan Long...?" jawab pangeran Lingzhi.


"Dari kerajaan Long...? Sepertinya aku nggak pernah mengenal gadis dari kerajaan Long...?" jawab pangeran Huang semakin bingung.


"Ck kau ini... Dia tadi pagi datang kesini, dan kau juga menyukainya...." jawab Pangeran Lingzhi terus terang.


Pangeran Huang kaget , dan dia semakin penasaran, dan dia berucap.


"Tadi pagi dia kesini, dan aku juga menyukainya...?apa..aku juga menyukainya...?memang tadi pagi ada siapa yang datang kemari..." gumam pangeran Huang kaget sekaligus bingung. Sedang pangeran Lingzhi hanya diam saja sambil memandang pria di depannya yang kebingungan, dia mengingat kejadian tadi pagi . Tadi pagi dia baru bisa sampai di kerajaan ini setelah dia Menyelesaikan tugas dari sang Ayah untuk memberantas pemberontak yang ada di perbatasan. Dia berusaha menyelesaikan pertempuran dengan cepat dengam oara pemberontak, yang merongrong desa perbatasan yang membuat sengsara penduduk desa perbatasan. Setelah tugasnya dia kerjakan dengan cepat. Dia baru bisa melihat sang kekasih pagi tadi. Setelah di beritahu tempat menginap Alea dan rombongan siswa dari perguruan Calang oleh Jihao , dia segera ingin pergi menemuinya. Namun saat dia keluar dari penginapan yang berada di sebelah penginapan Alea, dia melihat Alea dan para siswa perguruan Calang sedang pergi ke rumah makan yang berada di sebelah penginapan. Namun saat dia ingin menyapa sang kekasih, dia mendengar kalau guru Lao ingin mengajak Alea menemui sahabatnya ini, saat itu ingin rasanya Pangeran Lingzhi membawa pulang Alea, namun kecemburuan di dalam hatinya dengan susah paya dia tekan, dia ingin tahu perasaan sebenarnya Alea padanya. Dia membiarkan Alea dan guru Lao menemui sahabatnya ini. Hati pangeran Lingzhi agak terhibur, karena dia melihat sepertinya Alea enggan bertemu dengan pangeran Huang. Ketika sampai di sana dengan kepandaiannya dia bisa menjadi seorang mata- mata untuk sang kekasih. Saat pertemuan Alea dan pangeran Huang dia hampir tidak tahan ketika pangeran Huang sengaja menggoda Alea, namun semua terobati ketika Alea menjawab pertanyaan Pangeran Huang tentang memiliki seorang kekasih, dan Alea menjawab Memiliki . kemarahannya yang sebelumnya ingin meledak surut seketika. dia merasa tak percuma menahan kekesalan dan rasa cemburunya tadi. Dan dia tahu sang sahabat tidak akan mundur kalau belum di beritahu siapa Alea sebenarnya .


Dia tak ingin siapapun merebut Alea darinya, sampai kapanpun itu . Dan kini dia akan mengatakannya pada sang sahabat kalau Alea miliknya .


"Kau masih belum tahu siapa dia...?" tanya pangeran Lingzhi sambil tersenyum.


"Tunggu..tadi pagi aku ketemu dia dan aku menyukai dia juga, tadi pagi...tadi pagi..?" terlihat pangeran Huang masih tetap berfikir sambil mengulang- ulang oerkataannya . Namun tak lama kemudian tiba- tiba dia berseru .


"Hey manusia siluman...jangan kau bilang gadis itu tabib Hanpey...? Apa benar dia...?" tanya pangeran Huang dengan cemas.


"Yap..memang dia...dia gadis yang aku cintai , dialah putri Mahkota kerajaan Shi.." jawab pangeran Lingzhi dengan ceria.


"Jadi yang di maksud dia memiliki seorang kekasih itu kamu...?" kata pangeran Huang dengan wajah kecewa.


"Benar...dialah putri Mahkotaku...." jawab pangeran Lingzhi lagi.


"Sialan...kenapa harus kamu yang menemukan dia lebih dahulu,...." seru pangeran Huang kesal.


"Karena dia memang jodohku..." jawab pangeran Lingzhi dengan gembira.


"Ist...kenapa bukan aku yang pertama menemukannya....!" seru Pangeran Huang kesal.


"Karena keberuntungan ada padaku..." goda pangeran Lingzhi.


" Dasar kau siluman, tapi ingat...jangan kau sakiti dia, jika kau sampai membuat dia menderita atau kecewa , dengan segala cara aku akan merebutnya darimu..." ancam putra Mahkota Huang.


"Kau memgancamku...?" kata pangeran Lingzhi sambil mencibir.


"Anggap seperti itu..." jawab Pangeran Huang.


"Cih...tak akan kuberi kesempatan kau merebut dia dari tanganku, ingat itu..." kata pangeran Lingzhi sambil berjalan kearah cendela.


Hey...kau mau kemana...?" tanya pangeran Huang saat melihat pangeran Lingzhi menaiki jendela.


"Pulang kepenginapan..." jawabnya .


"Kau tidak menginap di sini...?" tanya Pangetan Huang lagi.


"Tidak...kapan- kapan saja dan sampaikan salamku pada bibi dan paman ...!" serunya sambil melompat pergi.


"Hey...ingat perkataanku siluman..jaga dia dengan baik...!" seruan pangeran Huang membuat sudut bibir pangeran lingsi terangkat.


"Jangan khawatir Huang...tak akan kubiarkan kau, ataupun pria lain memiliki kesempatan untuk merebutnya dari tanganku..." ucal pangeran Lingzhi lirih . Dia segera kembali kepenginapannya.


Sampai disana terlihat Jihao dan Guansi masih duduk berjaga sambil ngobrol.


Saat mereka melihat pangeran Lingzhi datang , Guansi berucap.


"Kau sudah kembali...?" tanya Guansi .


"Hmm..." jawab sang Pangeran sambil berjalan mendekat.


" Kapan peserta dari perguruan Calang kembali pulang..." tanya Guansi lagi.


"Besok pagi...tapi kita tidak pulang dulu..." jawab pangeran Lingzhi lagi.


"Kenapa...?" tanya Guansi heran.


"Kita akan mengikuti Putri ke sekte Tiangzi...." jawab pangeran Lingzhi.


"Sekte Tiangzi...? Untuk apa...?" tanya Guansi heran .


"Entahlah...kita lihat saja nanti..." jawab Pangeran Lingzhi.


"Ya sudah kalian tidurlah, besok kita akan ketempat mereka dan mengikuti Putri Lea pergi ke sekte Tiangzi.." jawab pangeran Lingzhi sambil berjalan masuk kedalam kamar yang sudah di sediakan untuknya.Terlihat pintu kamar segera tertutup saat dia sudah masuk kedalam kamarnya. Jihao dan Guansi pun mengikuti jejak pangeran Lingzhi.


💖💖💖💖💖


Keesokan Harinya pagi- pagi sekali Alea masuk kedalam ruang dimensinya untuk membuatkan makanan bagi mereka berempat . sebab beberapa hari ini Alea hanya membelikan makanan buat mereka. Walaupun mereka sudah di beri contoh untuk menggoreng telor mata sapi. Alea juga sering membeli bermacam bahan makanan untuk mengisi ruang pendingin di istananya. Ruang pendingin di dalam istana bukan seperti kulkas di jaman modern harus memakai aliran listrik , tapi suatu ruang yang di dalamnya diberi beberapa bongkahan inti es yang mendinginkan ruangan itu hingga seperti kulkas di jaman modern. Namun yang istimewanya, bahan yang di masukkan kedalam ruang itu tetap segar walaupun berhari- hari. (Aneh kan...autor juga merasa aneh. 🤣)


Setelah masuk kedalam ruang dimensi, Alea segera memasak di dapur. Saat dia masuk tadi, Alea tidak melihat keempat mahluk kontraknya, di mana mereka..? batin Alea. Akhirnya dia masuk istana dan langsung menuju dapur.


Setelah memasak hampir dua jam, Alea sudah menghasilkan empat hidangan , ayam goreng , sup Ayam , ikan asam manis dan bergedel kentang serta sambal . setelah semua terhidang di meja, tiba- tiba Lauyan dan White telah berdiri di depan pintu.


"Lea'er..kau kapan masuk kemari...?" tanya Lauyan sambil berjalan kearah meja.


'Sudah tadi ... kalian dari mana ....?" tanya Alea.


"Kami habis melihat daerah perbukitan di belakang sana, ..." jawab Lauyan.

__ADS_1


"Di belakang... ? Maksud gege di belakang istana...?" tanya Alea sambil menaruh piring terakhir di meja makan.


"Bukan...maksudku hutan di atas Air terjun... " jawab Lauyan lagi.


"Lalu...?" tanya Alea Antusias.


"Kata Eagle, ruang dimensi masih butuh satu benda lagi yang belum bersatu..." jawaban Lauyan mengagetkan Alea.


"Apaa...kurang satu benda...?" tanya Alea dengan wajah kaget.


"Benar..." jawab Lauyan.


"Benda apa...?" tanya Alea lagi.


"Eagle juga tidak tahu...saat kami menelusuri bukit, Eagle merasa kalau benda yang menjadi ruang dimensi ini kurang satu..." jawab Lauyan sambil duduk di kursi meja makan.


"Lalu di mana gege Eagle dan gege Xiao Bai...?" tanya Alea.


"Kau mencari kami Lea'er..." suara bariton terdengar dari pintu masuk.


"Gege...kalian sudah datang...?" tanya Alea sambil tersenyum.


"Iya..kau sudah tadi datangnya...?" tanya Eagle dan berjalan kearah meja bersama Xiao Bai.


"Iya...dan kalian tidak ada semua..." jawab Alea .


"Kami melihat keluasan ruang dimensi, aku merasa kalau lingkup ruang dimensi masih kekurangan satu benda yang belum bersatu Lea'er..." jawab Eagle .


"Apakah benda itu masih bisa kita cari gege..?" tanya Alea sambil menatap Eagle.


"Tidak bisa Lea'er...benda itu akan datang dengan sendirinya. Benda itu akan tertarik oleh kedua benda yang kau milik sekarang .." jawab Eagle.


"Lalu..apakah benda itu akan memiliki ruang dimensi seperti ini ...?" tanya Alea.


"Maksudmu saat di pegang orang lain...?" tanya Eagle memperjelas.


"Iya itu maksudku..." jawab Alea.


"Tidak...setiap benda selain bandul giok tidak memiliki ruang, mereka hanya memicu perluasan area ruang dimensi bandul. Dan benda itupun tidak muda orang memakainya. Seperti gelang giok itu, dia akan terlihat kebesaran di tangan orang lain tapi saat kau pakai , dia langsung pas di tanganmu, begitupun dengan benda yang belum kita temukan. Aku mengira kalau bendi ini berupa cincin giok..." jawab Eagle panjang kali lebar.


"Tunggu kak...apakah si pemilik ruang dimensi ini yang dahulu ,seorang wanita juga...?" tanya Alea heran.


"Tidak...selama aku menjaga ruang ini, hanya kau yang wanita satu- satunya..." kata Eagle.


"Lalu kenapa benda yang di butuhkan oleh ruang dimensi merupakan perhiasan wanita...?" tanya Alea heran.


"Aku juga tidak tahu... tapi benda itu akan serasi dan pas di tangan para pemilik sebelumnya.


"Lalu kenapa kakak tidak tahu benda yang terakhir...?" tanya Alea semakin heran.


"Maaf aku lupa, mungkin karena setiap berpinda pemilik daya ingatku melemah, dan saat kau membuka kembali bandul giok, itu waktu yang paling lamaruang dimensi ini terbuka dari pada waktu pemilik sebelumnya...." kata Eagle menjelaskan.


"Ooo begitu... "kata Alea sudah mengerti.


"Yah sudah, sekarang silahkan tuan- tuan menikmati makanan yang hamba buat..." kata Alea sambil mempersilahkan pada mereka untuk menikmati makanannya dengan Ala koki terkenal jaman modern.


Xiao Bai mengacak rambut Alea karena gemas. dan yang lain tertawa karena Alea cemberut. melihat wajah cemberut Alea semakin membuat Xiao Bai gemas. dia mencubit pelan pipi kiri dan kanan Alea.


"Gege..gimana kalau pipi cantik Lea'er melar...?" seru Alea kesel.


"Dasar gege konyol..." umpat Alea.


"Aku mau mandi dan langsung pergi, kalau makanannya masih kurang, di dapur masih ada..aku pergi dulu..." seru Alea sambil berjalan pergi.


"Hati - hati..." jawab mereka serempak.


'Iya..." teriak Alea dari jauh.


mereka hanya bisa geleng kepala sambil tersenyum. mereka sangat bahagia dan sayang pada master yang mereka miliki sekarang. orang yang memiliki sifat, penyabar ,sayang, suka menolong, tapi tegas dalam pendirian. Saat mereka masih makan sambil berbincang tiba- tiba kepala Alea nongol di pintu.


"Gege...siapa yang akan menemaniku di luar nanti...?" tanya Alea.


"Kau akan pergi ke sekte Tiangzi kan..?"


Tanya Eagle.


"Iya..." jawab Alea cepat.


"Biar White dan Lautan yang menemani, Sebab mereka tahu kau pemilik pedang salju, dan itu ada kaitannya dengan Lauyan...." jawab Eagle .


"Baiklah , sekarang Aku pergi jawab Alea sambil memakan buah pohon kehidupan yang ada di tangannya.


"Kau tidak makan...?" tanya Eagle lagi.


"Tidak, karena saat ini pasti aku sudah di tunggu mereka, karena mereka akan segera berangkat kembali ke benua barat.." jawab Alea.


"Ya sudah, pergilah...." kata Eagle lagi.


"Aku pergi..." dalam sekejap Alea telah hilang dari pandangan mereka. ketika sampai di ruang kamarnya terlihat Mimi sedang membersihkan kamar.


"Kak... udah mandi..." sapa Alea yang berada di belakang Mimi sambil menepuk pundak Mimi.


"Aaaa....!" seru Mimi kaget . karena sejak tadi tidak ada orang di dalam kamar.


Melihat Mimi kaget Alea malah tertawa.


"Dasar anak nakal...kau sengaja melakukan itu kan...?" tanya Mimi sambil mencubit hidung Alea dengan gemas .


"Habis kakak serius amat kerjanya..." jawab Alea sambil masih tertawa.


"Bukannya serius...tadi kan nggak ada orang dikamar ini kakak tahu kau ada dimana, lalu tiba- tiba ada suara keras di belakang kakak, tentu saja kakak kaget.." jawab Mimi.


'Ya sudah, Alea minta maaf kak..." kata Alea sambil memeluk Mimi . dan Mimi membalas pelukan gadis yang amat dia sayangi ini.


"Kak..sudah mandi kan...?" tanya Alea .


" Sudah memang kenapa...?" tanya Mimi.


"Barang- barang kita sudah di rapikan...?" tanya Alea lagi.


"Sudah semua sudah rapi tinggal kita pergi..." jawab Mimi.


"Kalau gitu kita keluar dulu yuk, lihat mereka suda pada siap pergi atau tidak, Sekalian menjemput gege Lian Han...?" kata Alea.


"Ayo...".ajak Mimi. mereka segera melangkah akan keluar kamar.


"Kalian mau kemana ...?" sebuah suara bariton menghentikan langkah mereka. Mimi dan Alea segera mengalihkan pandangan mereka pada suara yang tiba - tiba menegur mereka.

__ADS_1


" Pangeran Lingzhi..." seru Alea dan Mimi hampir bersamaan .


"Kenapa kaget...? memangnya kalian mau kemana...?" tanya Pangeran Lingzhi sambil mendekati Alea.


"Hey pria tampan, kenapa lewat jendela.. bukankah ada pintu...?" kata Alea saat melihat Pangeran Lingzhi turun dari jendela kamar mereka yang memang terbuka .


"Aku lebih suka lewat jendela dari pada pintu gadis cantikku..." jawab Pangeran


Lingzhi sambil memegang tangan Alea.


"Sudah makan...?" tanya Alea .


"Belum..." jawab Pangeran Lingzhi.


"Kita makan bareng guru dan teman- teman ya...?" kata Alea sambil menatap pangeran Lingzhi.


" Aku menurut apa kata putri Mahkota...." jawab Pangeran Lingzhi sambil tersenyum.


"list...sudah mulai pandai merayu...?" kata Alea sambil mencibir.


"Belajar merayu calon istri nggak masalah kan...?" kata pangeran Lingzhi sambil menarik- naikkan alis matanya .


tentu saja tingkah pangeran Lingzhi membuat pipi Alea merona merah.


Melihat tingkah Pangeran Lingzhi , Mimi ingin tertawa.


"Ya sudah Lea'er..kakak keluar dulu.." kata Mimi merasa jadi obat nyamuk.


"Kak ini buat kakak...jangan sampai terlihat orang lain..." kata Alea sambil mengulurkan buah pohon kehidupan pada Mimi.


"Trimakasih Lea'er...akan ku simpan dulu, nanti saja saat kita akan berangkat , baru aku makan..' kata Mimi. sambil berjalan keluar kamar.


"Buah itu...?" tanya Pangeran Lingzhi kaget. sebab dengan seenaknya Alea memberikan buah yang sudah dia ketahui kalau buah itu tidak ada di dunia ini.


"Pangeran juga mau..?' tanya Alea sambil mengambil satu buah lagi dari dalam lengan bajunya.dia lalu melap buah itu dengan kain putih yang baru dia ambil dari tempat dia mengambil buah . setelah itu dia berikan pada pangeran Lingzhi.


"Tunggu Lea'er... sebenarnya dari mana kau dapatkan buah ini...?" tanya Pangeran Lingzhi dengan wajah keheranan.


"Hamba tahu pangeran pasti sudah tahu buah apa ini, ini buah dari pohon kehidupan, suatu saat Lea'er akan mengajak pangeran melihat pohon buah itu, tapi bukan sekarang. pasti nanti pangeran akan tahu semua tentang diriku, cuma...pangeran haris sabar..." kata Alea pada pangeran Lingzhi.


"Aku tahu sayang.. kau masih meragukan tentang kesungguhanku dan cintaku padamu, tapi jangan khawatir aku akan memperlihatkan semua cintaku padamu... sampai kapanpun aku akan sabar menunggu kau benar- benar membuka hatimu untukku..." kata Pangeran Lingzhi dengan wajah tulusnya.


"Hamba tahu yang Mulia... hamba berjanji akan berusaha mencintai baginda dengan ketulusan hati hamba, hanya saja... hamba akan mengatakan sekali lagi, hamba tidak ingin berbagi cinta yang mulia dengan wanita manapun, jika itu sampai terjadi apapun Alasannya, jangan sampai yang mulia menghalangi kepergian hamba, walaupun kita sudah mempunyai buah cinta dari cinta kita berdua..." kata Alea memastikan .


Mendengar kalimat yang diucapkan Alea, terlihat binar di wajah dan mata pangeran Lingzhi. Dia segera memeluk Alea dengan penuh kasih sayang .


"Sayang...aku berjanji, aku berjanji akan menjaga cinta kita seumur hidupku, dan aku berjanji takkan ada wanita lain yang akan hidup di antara kita berdua, aku berjanji tak akan mengambil selir di dalam kerajaan kita nanti... " ucap pangeran Lingzhi sambil memeluk Alea erat.


"Trimakasih pangeran...semua itu karena hamba tidak ingin kejadian yang terjadi pada hamba tidak akan pernah terjadi pada putra - putri kita kelak, hamba takut karena ulah seorang selir membuat anak kita menderita seperti yang pernah hamba Alami...." kata Alea lagi.


Pangeran Lingzhi menjauhkan kepalanya dari Alea dan menatap wajah cantik itu.


"Itu tak akan pernah terjadi pada putra putri kita sayang, aku janjikan itu padamu..." Janji pangeran Lingzhi pada Alea.


"Trimakasih Pangeran...ya sudah ayo keluar, takutnya kita sudah di tunggu mereka, hari ini mereka akan kembali ke perguruan Calang..." kata Alea.


"Baiklah ayo..." kata Pangeran Lingzhi sambil menggandeng tangan Alea berjalan keluar kamar Alea . ketika sampai di luar kamar, terlihat Mimi sedang berjalan kearah mereka.


"Kak apa mereka sudah pergi kerumah makan...?" tanya Alea pada Mimi.


"Mereka masih di luar penginapan menunggumu, oh ya kata mereka , mereka akan segera pergi setelah makan pagi, jadi barang mereka sudah mereka bawa, lebih baik kita juga segera keluar dari penginapan , kita bawa saja barang kita sekalian ya...?" kata Mimi.


"Iya kak..kalau begitu aku tunggu di luar kak..." jawab Alea.


"Baik Lea'er..." kata Mimi sambil berjalan masuk kedalam kamar.


Sedang Alea menyelesaikan pembayaran penginapan mereka, dan ternyata semua telah di bayar kerajaan. mendengar perkataan sang pemilik penginapan, Alea tersenyum dan berucap dalam hati


"Rejeki anak baik..." tak lama Mimi datang dengan membawa buntalan kecil di lengan kanannya . mereka segera keluar dari penginapan. Lauyan dan White telah berada di tempat biasa mereka tempati . ketika sampai di halaman penginapan, terlihat teman dan guru mereka telah menunggu. Saat mereka melihat pangeran Lingzhi bersama Alea, mereka kaget.


"Pangeran Lingzhi...!" seru mereka hampir bersamaan.


"Salam Guru..." ucap pangeran Lingzhi sambil menunduk hormat.


"Salam juga Yang Mulia, semoga panjang umur..." ucap guru Juan mewakili semuanya.


"Apa kabar kalian semua...?" tanya Pangeran Lingzhi sambil tersenyum pada semua orang. Semua orang tertegun melihat senyum Pangeran Lingzhi yang jarang mereka lihat .


"Kami baik- baik saja Pangeran... kapan pangeran datang...?" tanya Lian Han .


"Kemaren..." jawab Pangeran Lingzhi sambil memandang Alea. yang kebetulan juga menatap pada pangeran Lingzi, melihat itu Alea mengalihkan pandangannya. sedang tangan Alea masih setia di dalan genggaman Pangeran Lingzhi . tanpa mereka sadari, putra Mahkota Fang menatap mereka, dengan perasaan sakit dan cemburu.


"Lian'ge...kau jadi ikut kami...?" tanya Alea pada sang gege.


"Tentu saja gege ikut .." jawab Lian Han semangat.


"Hanpey...kau harus hati - hati nak...jaga keselamatan dirimu,dengan baik, guru tak ingin mendengar kau terluka..." nasehat guru Juan pada Alea.


"Baik guru... maafkan Alea yang nggak bisa pulang bersama kalian..." kata Alea.


"Nggak jadi masalah... Kalian semua sudah membuat perguruan Calang kembali mendapatkan kejuaraan lagi. dulu putra Mahkota Lingzhi yang merebut tempat pertama untuk perguruan Calang, dan sekarang Hanpey yang memberikan itu pada perguruan kita. Trimakasih semua jerih payah kalian,.." ucap guru Juan pada mereka.


"Sama- sama guru..." jawab mereka serempak.


'Ya sudah , ayo kita segera makan, kita akan segera berangkat kembali ke perguruan, biar keberangkatan kita tidak terlalu siang .." lanjut guru Juan.


Merekapun segera pergi ke rumah makan, saat itu kedua pengawal Pangeran Lingzhi juga bergabung bersama rombongan murid perguruan Calang, tak lama terlihat mereka sudah makan bersama .


Di tengah makan mereka, tiba- tiba tuan Borong dan kedua saudaranya datang menyusul Alea,


ketika mereka melihat pangeran Lingzhi berada di sebelah Alea, mereka jadi terkejut dan segera memberi salam pada pangeran Lingzhi. dan ketika mereka tahu kalau pangeran Lingzhi akan mengikuti Alea pergi ke Sekte Tiangzi. mereka baru yakin kalau Pangeran Lingzhi benar- benar jatuh cinta pada Alea, dan benar kata mereka kalau Alea adalah putri Mahkota kerajaan Shi.


Setelah berbasa- basi sebentar dan berpamitan pada guru dan teman- temannya, Alea , pangeyan Lingzhi , Lian Han , dan Mimi serta kedua pengawal pangeran Lingzi segera mengikuti tuan Borong dan saudaranya pergi menuju Sekte Tiangzhi. Di dalam perjalanan menuju sekte Tiangzi mereka tak menemukan hambatan apapun, cukup lama mereka melakukan perjalanan, Lima jam kemudian , mereka sampai di sebuah hutan yang terlihat cukup lebat, namun saat tuan Borong memperlihatkan sebuah plakat dari kayu dengan ukiran burung Elang kearah hutan ,tiba- tiba dua orang pria keluar dari kegelapan hutan itu. kedua orang itu terkejut, ketika mereka melihat ketiga tetua yang datang dari Kerajaan datang membawa beberapa orang masuk kewilaya sekte Tiangzi , Apakah mereka tamu yang di tunggu tetua agung...? tapi mereka masih sangat muda. kalau memang mereka, lalu kapan mereka bertemu dengan tetua agung...mau menanyakan pada tiga tetua yang ada di deoan mereka, mereka tidak berani bertanya . kedua orang itu segera memberi hormat pada tuan Borong dan kedua saudaranya .


"Selamat datang tetua..." kata kedua pria itu sambil memberi hormat pada ketiga orang yang berada di depan mereka.


"Buka gerbangnya..." kata tuan Borong .


Ketika mendengar perkataan tuan Borong Alea bingung.


"Gerbang...emang mana gerbangnya...? yang aku lihat semua hutan gelam.." seru Alea dalam hati. namun tak lama pertanyaan Alea terjawab. tiba - tiba suasana hutan gelap tadi berubah menjadi pintu gerbang sebuah perguruan yang sangat besar Ramai dan mega. Alea dan Rombongannya selain tiga orang itu kaget dan kagum, Mereka segera melangkah masuk kedalam gerbang pintu masuk kedalam sekte Tiangzi. Ketika mereka masuk kedalam perguruan, mereka seperti di sambut oleh penghuni perguruan , Seperti sudah di tunggu kedatangannya. tuan Borong, dan kedua saudaranya segera berjalan membawa Alea masuk kedalam. terlihat di kanan kiri Alea, para Siswa sekte Tiangzi yang memakai baju putih bersih dengan sulaman burung elang di dada ,berjejer dengan rapi di sepanjang jalan menuju kedalam perguruan. Saat mereka semua sampai di ujung barisan para murid, terlihat tabib Chen Rao Zheng Bai dan beberapa tetua perguruan berdiri di ujung barisan. dan di tengah mereka duduk seorang kakek tua yang terlihat wajahnya masih tampan dan gagah. dan wajah itu memiliki kemiripan dengan wajah Alea fersi pria tua. Alea tertegun melihat kakek tua itu, Apalgi saat dia tersenyum , kemiripan wajahnya dengan Alea semakin nyata. Lalu Alea melihat pria yang duduk di dekat kakek tua itu, Alea lebih kaget lagi, sepertinya dia pernah bertemu dengan pria tua itu. di mana ya...? Alea memeras daya ingatnya.


pria tua...pria tua... ya dewa...di mana aku bertemu dengan kakek tua ini sich..? Ayo otak..ayo otak ingatlah, siapa kakek tua ini, kita pernah ketemu dengannya, ayo ingat, ayo ingat....seru Alea dalam hati .


Jangan lupa like, vote dan komennya selaku author tunggu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2