PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
PERTARUNGAN ALEA.


__ADS_3

"Sayang...kenapa kau mau meladeni gadis itu sich....biarkan aku yang menghukumnya langsung..." kata Pangeran Lingzhi saat dia mengantar Alea kekediaman Putri Yinhan. Tadi setelah melihat keadaan Ibu Suri sudah kembali stabil , satu parsatu mereka pulang kekediaman mereka sendiri. Namun mereka tak lupa menyapa Alea barang sebentar . menanyakan kabar Alea, atau pertandingan besok. Saat permaisuri meminta Alea untuk tidur di istananya, Alea menolak secara halus karena dia tadi sudah berjanji pada pitri Yinhan untuk tidur di istananya .


"Tidak My Zhi...kalau kau melakukan itu, kau akan menjadi Raja yang semena- mena walaupun dia terbukti bersalah menghina calon Putri Mahkota. Lagian dia memandangku rendah di depan semua keluargamu dan pelayan , jika aku tidak mengikuti apa maunya, aku yang akan malu....mereka akan menganggapku wanita yang bisanya hanya merayumu, wanita yang tak layak mendapatkanmu ,jadi jangan khawatir ya..? bukankah aku nanti bisa menghukum dia di sana..." jawab Alea sambil tersenyum misterius . Mendengar perkataan Alea, pangeran Lingzhi merasakan ada kebahagiaan di hatinya.


"Baiklah kalau itu maumu, lalu siapa mahluk kontrakmu yang akan bermain bersamamu besok...?" tanya Pangeran Lingzhi .


"Kita lihat saja , mahluk apa yang dia miliki..." jawab Alea.


"Aku berharap kau tidak terlalu lama mengalahkan gadis itu. Melihat keyakinannya dan siapa ayahnya. Kau harus berhati- hati. Aku merasa dia memiliki kekuatan hebat..." ucap pangeran Lingzhi .


"Pasti My Zhi... Semoga aku bisa membereskannya dengan cepat..." jawab Alea. Tak terasa mereka telah sampai di Istana Rose tepat tinggal putri Yinhan. Saat melihat kedatangan Alea, putri Yinhan sangat bahagia, gadis yang sudah dia anggap sebagai adik sendiri itu, semakin lama semakin terlihat sangat menarik . dan setelah berbincang sebentar dengan pangeran Lingzhi serta suami putri Yinhan , Alea segera berpamitan untuk pergi ke kamar tidurnya. Saat putri Yinhan mengantar Alea kekamar, mereka berbincang sebentar.


"Lea'er...kau tidak mencurigai Putra Mahkota ada hubungan dengan gadis pelayan Nenek kan...?" tanya Putri Yinhan lembut.


"Tentu saja tidak jiejie...untuk apa aku curiga pada gadis itu , karena dapat kita lihat kalau gadis itulah yang menginginkan pangeran Lingzhi..." jawab Alea sambil tertawa kecil.


"Syukurlah kalau kau seperti itu Lea'er... Aku takut kau salah sangka pada putra Mahkota...." ucap putri Yinhan lagi.


"Tentu saja tidak jiejie... Dia bukan gadis yang perlu di cemburu, aku melakukan pertandingan ini bukan karena aku cemburu, tapi karena dia menghina diriku, dan tempat kita bertanding juga bukan pilihanku . jadi jika ada apapun nanti, itu bukan kemauan atau kesalahanku..." jawab Alea.


"Bagus sayang aku mendukungmu . aku tadi juga merasa sangat marah ketika dia menghinamu, untunglah kau telah mengambil keputusan yang tepat. ..." ucap Putri Yinhan sambil tertawa senang.


"Jiejie...ternyata memiliki kekasih tampan banyak resikonya ya...?" ucap Alea sambil terkekeh, mengingat para gadis yang ingin memiliki Pangeran Lingzhi.


"Apa maksudmu...?" tanya putri Yinhan heran.


"Aku sudah beberapa kali harus bertempur dengan gadis - gadis yang menyukai Pangeran Lingzhi, ..." ucap Alea dengan wajah kesal. Mendengar perkataan Alea, putri Yinhan tertawa keras.


"Sayang...tapi kau harus tahu...sejak dulu Pangeran Lingzhi sangar dingin pada wanita, dan aku baru tahu kalau dia bisa juga jatuh cinta saat bertemu denganmu , kau lah gadis satu- satunya yang membuat Putra Mahkota Lingzhi tergila - gila pada seorang gadis. Aku percaya haya kaulah yang ada di hatinya Lea'er..." ucap Putri Yinhan Sambil memegang bahu Alea sambil tersenyum.


"Percayalah padanya Lea'er..." ucap Putri Yinhan lagi.


"Aku percaya padanya Jiejie ..." jawab Alea sambil membalas senyuman Putri Yinhan.


"Syukurlah kalau kau percaya, kalau begitu kau harus segera istirahatlah, besok pagi kau akan bertanding kan..?" kata putri Yinhan.


"Trimakasih jejie...aku akan masuk dulu , selamat malam jiejie...." ucap Alea lembut.


"Selamat malam Lea'er, tidur yang nyenyak..." ucap putri Yinhan. Setelah itu dia meninggalkan kamar yang di tempati Alea . Sedang Alea setelah kepergian Putri Yinhan, Dia segera masuk kedalam kamarnya, setelah berada di dalam kamar , Alea segera masuk kedalam ruang dimensinya , ketika sampai disana terlihat keempat mahluk kontraknya sudah menunggu kedatangannya.


"Kalian sedang menungguku...?" tanya Alea sambil tersenyum riang.


"Kau sudah siap untuk pertarungan besok...?" tanya Lauyan.


"Harus...semua itu demi harga diriku gege...?" jawab Alea dengan wajah serius.


"Baguslah...kalau begitu kau harus mulai mengumpulkan energi kekuatanmu..." ucap Eagle yang selalu bijak dalam berfikir.


"Kalian tahu siapa gadis Menwa itu....?" tanya Alea pada keempat mahluk kontraknya .


"Dia hanya gadis yang terlanjur di manja oleh keluarganya . dan dia memang ingin di jadikan jodoh Putra Mahkota Lingzhi oleh keluarganya. Terutama kakek dan neneknya...mereka terlalu ambisi untuk menjadikan cucu mereka seorang permaisuri . dulu putri merekalah yang akan di calonkan untuk permaisuri raja yang sekarang, namun karena putra Mahkota yang kini sudah menjadi Raja kerajaan Shi ini yaitu Raja Rong Kyu sudah memiliki seorang calon sendiri, akhirnya keinginan mereka tak terwujud, namun keinginan mereka tidak padam, saat sang cucu sudah besar, mereka Alihkan keinginan mereka pada cucu perempuan mereka . dan kebetulan cucu mereka menyukai Pangeran Lingzhi ." jawab Eagle . Eagle dan Xiao Bai sejak pertama sudah mencurigai identitas Menwa . karena gadis itu seoertinya memeliki kekuatan yang tidak kecil, dia begitu berusaha menjatuhkan Alea. Dan dengan kekuatan gaib mereka, mereka bisa mengetahui siapa Menwa sebenarnya dengan cepat. .


"Jadi sebenarnya dia bukan rakyat biasa yang ingin menjadi seorang putri....?" tanya Alea .

__ADS_1


"Bukan...dia cucu dari pendiri sebuah sekte yang tidak terlalu besar, namun tidak boleh di remehkan, ..." jawab Eagle.


"Lalu hewan apa yang menjadi hewan kontak gadis Menwa...?" tanya Alea.


"Entahlah, kami belum mengerahuinya, karena itu kami akan melihat besok..." jawab Eagle lagi.


"Ya sudah, kalau begitu aku pergi bermeditasi lebih dahulu, dan sekalian ingin menyempurnakan ilmu pukulan salju. ku..." kata Alea sambil berjalan kearah air terjun.


"Baik kami akan menunggumu di dini..." ucap mereka hampir bersamaan. Alea tersenyum mendengar perkataan mereka.


"Nggak usah...lebih baik kau buatkan makanan untukku agar aku selesai bermeditasi bisa langsung makan..." kata Alea sambil tersenyum.


Cukup lama Alea berada di ruang dimensi untuk bermeditasi dan menyempurnakan ilmu Salju nya. Ketika dia selesai bermeditasi dan Berganti baju, terlihat di meja makan beberapa makana sudah tersedia.


"Waah...siapa yang sudah menyediakan ini...?" tanya Alea sambil melihat beberapa telor ceplok berada di atas meja makan .


"He he he...aku udah beberapa hari ini berusaha membuat telor seperti yang kau ajarkan Lea'er...tapi belum bisa sempurna. Kalau tidak gosong pasti kurang masak.


"Kalau aku suka yang setengah masak seperti ini gege..." Jawab Alea untuk membuat White bahagia .


"Benarkah... ?" tanya White senang mendapat pujian dari Alea.


"Hmm..." anguk Alea .


"Ayo kita makan..." ucap Alea lagi . mereka segera mulai menyantap makan yang ada di atas meja. Mereka pun segera memakan masakan hasil jerih payah White. Setelah selesai makan , Alea keluar dengan membawa buah pohon kehidupan untuk dia makan.


Ketika sampai di dalam kamar ternyata hari masih terlalu pagi . Akhirnya Alea memutuskan untuk istirahat sejenak. Ketika menjelang pagi Alea terbangun . dia segera bersiap untuk pergi kealun- alun kerajaan seperti janji Menwa padanya kemarin. Saat Akeh keluar dari ruang kamar tidurnya, terlihat putri Yinhan sudah berdiri di depan pintu.


"Jiejie kau sudah ada di sini...?" tanya Alea dengan wajah gembira.


"Sudah jiejie ....." jawab Alea.


"Aku fikir kau masih tidur, jadi aku kemari ingin membangunkan dirimu.." ucap putri Yinhan gembira.


"Kalau begitu ayo kita sarapan dulu sebelum kau pergi ke alun- alun, jiejie sengaja menyuruh meteka masak buatmu..." kata putri Yinhan sambil menggandeng tangan Alea.


"Trimakasih Jiejie....kau memang jiejie yang terbaik buatku. andai kedua jiejieku dulu sebaikmu, mungkin kami akan hidup rukun bahagia..." kata Alea sambil mempererat genggaman di tangannya.


"Jangan bersedih Lea'et...bukankah aku telah menggantikan mereka, dan semua keluarga kerajaan ini sayang sekali padamu..." ucap putri Yinhan dengan mengelus lembut tangan Alea yang ada di gemggamannya dengan tangan yang lain.


"Benar jiejie...aku beruntung menemukan kalian semua..." jawab Alea sambil menatap putri Yinhan dan tersenyum manis. Merekapun segera pergi keruang makan. ketika siapa di sana, ternyata pangeran Lingzhi sudah ada di sana. dia sedang berbincang dengan Mentri Ji suami putri Yinhan. Ketika mereka melihat kedatangan Alea bersama putri Ji. terlihat senyum mengembang di bibir pangeran Lingzhi. Dia segera bangun dari duduknya dan berjalan ke arah Alea.


"Selamat pagi sayang...." ucap pangeran Lingzhi lembut. dia segera menarik sebuah kursi untuk sang kekasih.


"Trimakasih My Zhi..." ucap Always lembut. Mendengar apa yang di ucapkan Alea untuk panggilan pada Pangeran Lingzhi. Putri Yinhan dan Mentri Ji. sama- sama tersenyum.


"Apakah nama yang kudengar itu panggilan sayang untuk adik dinginku...?" goda Putri Yinhan sambil melihat pada Alea dan pangeran Lingzhi yang duduk berdekatan..


"Ck Jiejie...kenapa pingin tahu saja..." ucap pangeran Lingzhi.


"Ho ho ho..indah sekali nama itu...apalagi itu nama pemberian orang rerkasih..." kembali putri Yinhan menggoda. Terlihat wajah Alea memerah. melihat itu putri Yinhan tak tega hatinya untuk lebih menggoda gadis imut itu. dia segera me bajak mereka untuk menikmati makanan yang ada di atas meja . Setelah selesai menikmati makanan, Alea dan pangeran Lingzhi segera berpamitan, namun Putri Yinhan ternyata ingin melihat pertandingan antara putri Alea dengan Menwa. Akhirnya mereka bersama pergi ke area tanding kerajaan Shi yang berada di tengah- tengah alun- alun kota kerajaan Shi. Ternyata yang akan melihat pertandingan itu, hampir seluruh isi istana Shi. para pangeran dan putri ternyata ingin ikut melihat juga.


"Jiejie Lea...aku mendukungmu..." ucap putri bungsu Raja Rong Kyu.

__ADS_1


"Trimakasih putri Sora...aku punya satu hadiah kejutan untukmu jika aku menang nanti, jadi do'akan aku ya...?" ucap Alea sambil menoel hidung mancung Putri Sora .


"Benarkah...? Hadiah apa itu...?" tanya putri Sora dengan wajah berbinar.


Dia memeluk lengan Alea.


"kalau kuberitahu sekarang, namanya bukan kejutan nona cantik..." goda Alea yang membuat putri Sora tertawa. Sedang Pangeran Lingzhi yang melihat adik kandungnya begitu dekat dengan sang kekasih terlihat bahagia. namun perasaan egonya masih ada. dia seolah tidak rela jika Alea terlihat terlalu akrab dengan orang lain, walaupun dia seorang wanita.


"Sayang...kekasihmu aku, bukan putri Asoya..." bisiknya di telinga Alea. tentu saja Alea terkejut.


"ist...kenapa Pangeran Lingzhi terlalu posesif . bukankah ini adiknya sendiri ... lagian dia seorang wanita..." ucap Alea.


"Pangeran...." gumam Alea sambil memelototkan matanya kesal. melihat tingkah Alea , Pangeran Lingzhi tertawa bahagia karena bisa menggoda sang kekasih yang terlihat semakin menggemaskan .


"Ya sudah ayo kita berangkat...." ajak pangeran Lingzhi pada mereka semua.


Terlihat mereka mulai masuk kedalam kereta kerajaan,kerwts khusis untuk para putri kerajaan Sedang para Pangeran Menaiki kuda mereka masing- masing. sedang Alea terlihat menaiki kudanya yang berwarna putih , kontras dengan bajunya yang berwarna metah menyala, membuat wajahnya terlihat cantik dan anggun.


Saat mereka sampai di alu- alun kota, mereka melihat para penduduk yang sudah datang di arena aduan, begitu juga dari keluarga Menwa. Mereka duduk di deretan depan sebelah kiri Arena aduan, sedang para anggota kerajaan yang datang ingin menyaksikan perkelahian Alea dengan Menwa , duduk di deretan depan sebelah kanan arena aduan. Dan di atas arena , telah berdiro Menwa dengan baju berwarna hijau yang membuat wajahnya terlihat cantik . dia berdiri di tengah arema dengan gagah. dan saat Alea dan keluarga kerajaan datang. terlihat wajah Menwa menyerah karena marah. karena dia melihat pangeran Lingzhi yang menggenggam tangan Alea dengan mesra.


"Ck dasar tak tahuu malu...di depan banyak orang kalian masih saja mengumbar kemesraan...tapi tak apa, bukankah ini hari terakhir kalian berdua bersama, jadi nikmatilah hari terakhir buatmu putri Lea...." ucap Wanita itu dengan sorot mata menghina. sedang Alea sedang berjalan keatas Arena aduan setelah sebelumnya dengan perasaan sayang Pangeran Lingsi mencium lembut tangan Alea .


Alea dengan wajah cantiknya serta keanggunan di tubuhnya berjalan dengan anggun naik ke arena aduan. membuat terlihatata semua mata terlihat menatap kearahnya, dengan perasaan terpesona , kekaguman dan rasa ingin memiliki wajah cantik itu . melihat itu. pangeran Lingzhi sangat marah. ingin rasanya dia berlari dan menyembunyikan tubuh Alea . dari tatapan mereka yang terlihat begitu bernafsu pada tubuh Alea.


Alea kini telah berada di depan Menwa, terlibat senyuman sinis terukir di wajah Menwa.


"Nikmati detik- detik terakhir di kehidupanmu putri Sombong...!" seru Menwa dengan wajah sinisnya.


"Trimakasih Menwa.. kau mengingatkanku untuk itu...?" jawab Alea tenang.


"Kalau begitu kita mulai sekarang, aku sudah tak sabar untuk menghajar tubumu yang sok baik itu....!" teriak Menwa dengan marah.


"Dengan senang hati Nona..." jawab Alea tenang. Setelah omongan Alea jatuh tiba- tiba Menwa telah menyerang Alea dengan gencar, namun tak satu pun serangan dari Menwa mengenai tubuh Alea.


"Hanya itu kekuatanmu Menwa...?" ejek Alea.


"Bangsat... jangan Sombong wanita bodoh...!" teriak Menwa dengan marah. melihat Menwa yang menyerang Alea dengan gencar dan bisa di hindari Alea dengan mudah . Membuat kedua orang tua serta sang kakek dan Neneknya, menjadi cemas, dan lebih membuat mereka takut saat ada kesempatan dengan mudah dan gesit Alea menendang dada Menwa dengan keras hingga membuat tubuh Menwa melayang agak jauh hingga hampir jatuh dari arena aduan. dan terlihat dia memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Apakah kau masih kuat Nona Menwa... atau kau akan mengakui kekalahanmu...?" ucap Alea memprofokasi.


?


"Brengsek....! jangan bermimpi...sampai aku mati , aku tak akan pernah mengaku kalah padamu, apalagi seperti sekarang ini, belum terlihat siapa yang akan kalah...!" teriak Menwa dengan marah.


"Bagus...itu juga keinginanku, aku tidak ingin kau buru- buru menyerah kala , tapi kenapa aku sudah bosan menhadapimu yang terlihat lemah seperti ini ya...?" ejek Alea sambil tersenyum sinis.


"Sialan....dasar wanita murahan, sekarang terimalah kematianmu. ...!" teriaknya marah. Dia segera mengeluarkan pedang Hitam yang agak panjan yang berada di pinggangnya.


"Keluarkan Pedangmu agar semua orang tahu , kita sama- sama memakai pedang, jadi aku tak akan di bilang tak adil jika kau nanti terbunuh, ...." teriak Gadis itu dengan marah .


"Baik kalau itu maumu. harap kau jangan kaget ya... saat melihat pedangku. ini...? Alea segera mengambil pedang salju yng ada di cincin ruangnya. Saat pedang itu terlepas dari sarungnya. mereka bisa merasakan perasaan dingin yang di keluarkan dari pedang yang ada di tangan Alea. mereka bisa merasakan aura dingin dari pedang itu . .


"Pedang salju....!" seru sang Ayah serta kakek san neneknya. mereka terkejut dengan kehadiran pedang Salju yang di miliki Alea. pedang yang sudah di cari oleh puluan praktisi perguruan. pedang pembunuh yang memiliki aura dingin namun tidak bagi Menwa, dia tak perduli dengan pedang salju itu. dia kembali menerjang Alea dengan kekuatan penuh. terjadilah pertempuran Satu lawan satu dengan pedang masing- masing di tangan mereka . saat pedang beradu, terdengar suara besi berada sangat keras. dan terlihat percikan api serta cahaya yang meyilaukan dari kedua pedang, hingga membuat mereka merasa mata mereka silau karena kejadian itu. namun semua orang heran, saat cahaya hilang , tiba- tiba terlihat bagia atas pedang milik Menwa . pucuk pedangnya patah dan itu membuat sok para penonton ternganga . Melihat kejadian itu Menwa segera mengeluarkan hewan kontraknya. terlihat seekor Srigaka berbulu abu- abu kehitaman . serigala itu sangat besar, dan matanya merah menyala. Melihat kemunculan serigala itu tiba- tiba mereka melihat seorang pria tampan berdiri bersama mereka.

__ADS_1


Maaf ya...author terlalu sibuk sekarang, jadi Author membuat ceritanya agak pendek.🙏🙏🙏


ja.ga. lupa selalu aku ingatkan Like dan Vote dan komentarnya selaku aku tunggu.


__ADS_2