
Ternyata yang masuk kedalam babak semi final adalah dua dari perguruan Tiangzi dan dua dari perguruan Calang. Dari perguruan Calang Alea dan putra Mahkota Feng. Sedang dari perguruan Tiangzi pria yang menyapa Alea saat baru datang kapan hari, dan dia ternyata bernama .Zheng Bai dan satu lagi bernama Tan Huang Ju dan ternyata dia putra mahkota kerajaan Amora.
Tapi semi final akan di lakukan dua hari lagi dan di lakukan langsung di kerajaan Amora.
Sedangkan hari ini adalah kompetisi di bidang Alkemia. Di mana Alkemia terbaik akan mendapatkan beberapa bahan langkah dari persatuan Alkemia. Dan Alkemia yang mendapatkan juara akan mendapatkan plakat Alkemis nomer satu dan dia bisa masuk kedalam ikatan alkemia di manapun dia mau.
Pagi- pagi sekali mereka sudah bersiap- siap, dua Alkemis dari perguruan Calang sudah bersiap- siap. Setelah makan pagi di penginapan mereka semua bersiap- siap pergi ke perlombaan. Mereka semua ikut untuk memberi semangat pada rekan yang akan berlomba. Ketika sampai di sana para peserta sudah berdatangan. Namun saat persyaratan di umumkan mereka kaget. Karena mereka harus mengajukan tiga kandidat didalam perlombaan. Akhirnya Alea harus maju mendaftar sebagai Alkemis untuk menamba jumlah kandidat dari perguruannya.
"Hanpey.., maaf kami harus merepotkan dirimu..." kata guru Juan saat Alea akan berjalan kepodium.
"Tidak masalah guru...murid juga ingin mencoba kemampuan diri..." jawab Alea sambil tersenyum . mereka bertiga akhirnya melangkah ke podium yang ada di depan aula sekte Harimau putih . di sana ada delapan meja yang memanjang dan di setiap meja terdapat tiga tungku pil . Alea dan dua temannya segera berjalan kearah meja yang sudah terdapat nama perguruannya. Banyak praktisi kaget melihat kemunculan Alea.
"Bukankah dia seorang kultivator, mana mungkin dia bisa dalam pengobatan..." kata salah satu peserta dari sekte Harimau putih.
"Mungkin dia hanya menjadi pelengkap saja...?" kata sang teman .
"Namun lihatlah gayanya yang sok tenang tanpa keraguan , seperti seorang ahli dalam bidang Alkemia..." kata siswa pertama.
"Biarkan saja...kita akan mentertawakan dia saat dia mengalami kegagalan nanti...." jawab sang teman.
Sedang penilai kontes adalah guru besar dari tiga benua. Satu dari benua barat yang di wakilkan oleh guru Lao, dua guru besar dari benua tengah, dan satu guru besar dari benua timur. Mereka merupakan Ahli kemia dari masing- masing benua. Terutama guru besar dari sekte Tiangzi yaitu guru Cheng Raw.
Setelah dia melihat Alea naik keatas podium, Dia kaget sekali Ada apa dengan gadis itu... Apakah dia seorang Alkemia juga...? Tapi mana mungkin, biasanya seorang Alkemia tidak bisa menjadi koltivator, tapi kenapa gadis ini naik keatas juga.. ? Seru tabib Cheng Raw dalam hati. Dia tahu kalau Alea adalah gadis yang di tunggu oleh tetua agung.
"Tabib Lao, apa kau nggak salah menyuruh dia tampil di atas...?" tanya tabib Cheng Raw pada tabib Lao.
'Tidak...kenapa..?" tanya tabib Lao sambil tersenyum .
"Bukankah dia seorang Kultivator...?" tanya tabib Cheng Row penasaran.
"Iya lalu kenapa...?" tanya tabib Lao .
"Mana mungkin seorang kultivator menjadi Alkemis...?" kata tabib Cheng Raw penasaran.
"Kau lihat saja hasilnya nanti ...?" jawab tabib Lao sambil tersenyum lembut .
"Kau membuatku penasaran Lao..." ucap tabib Cheng Rao kembali. Dan tabib Lao hanya tertawa mendengar omongan sahabatnya.
Sedang gadis yang menjadi sorotan banyak orang sedang santai bersama kedua temannya. Setelah masing- masing mendapatkan nomer peserta serta pidato singkat dari tuan rumah, maka perlombaanpun segera di mulai. Materi pertama adalah pengenalan nama dan tanaman obat , di sana ternyata banyak daun obat yang hampir sama warna dan bentuknya. Jika mereka tidak benar- benar ahli dalam pengobatan, bisa- bisa yang di ambil daun beracun. Tahap pertama dapat di lalui dengan baik, karena mereka memang seorang Alkemis tentu saja mampuh membedakan timbuhan obat yang panitia minta , walaupun cara meletakkan tidak teratur. .
Dan tahap kedua yaitu, Menetralisir kayu hitam, kayu hitam adalah bahan untuk menambah kadar kekuatan pada obat yang akan di buat. Namun kayu itu sulit sekali di lebur, jika tidak hati- hati, maka kayu akan terbakar dan tak bisa di pakai lagi. Setelah masing- masing peserta mendapatkan kayu hitam, perlombaanpun segera di mulai. Mereka mulai memanaskan tungku api masing- masing, begitu juga dengan Alea. Dia mulai memanaskan tungku api di depannya. Dia menstabilkan panas api yang membakar tungku, tak lama dia mulai memasukkan kayu hitam kedalam tungku pil . jika pembakaran kayu dengan api terlalu panas maka kayu akan cepat terbakar dan gosong tapi jika kita memberi api terlalu lemah maka kayu hitam akan lama terurai. Karena itu setiap Alkemis dalam mencampurkan bahan kayu hitam pada pembuatan pil nya harus benar- benar menjaga panas api yang membakar tungku. Beberapa waktu kemudian terdengar suara
Tak
Tak
Wus...
Dari beberapa peserta. Begitu juga dengan salah satu teman Alea...itu pertanda kayu yang mereka urai hangus. Terlihat kekecewaan dari para peserta. Mereka yang bahan kayu hitamnya hangus mulai membuatnya lagi dari awal, sedang waktu yang di tentukan tinggal sedikit. di sebelah Alea ternyata peserta dari sekte Harimau putih. Dan di belakang Alea , peserta dari sekte keluarga Yue. Dua rekan mereka masing- masing mengalami kegagalan, ketika mereka melihat ketenangan Alea , mereka menjadi sangat heran, apa dia bisa menguraikan kayu hitam itu..? Batin mereka.
Setelah waktu hampir habis , tercium harum kayu hitam yang sudah menjadi bahan pil. satu persatu mereka mulai membuka tungku Api mereka. Begitu juga dengan Alea, dia mulai membuka tungku pil nya . terlihat dua gumpalan hitam yang sangat sempurna dari dalam tungku pil milik Alea. Para penilai segera berjalan kemasing- masing peserta untuk menilai hasil yang mereka buat.
Ketika tabib Cheng Raw sampai di meja Alea, terlihat keterkejutan di wajah nya.
Dia sangat kagum dengan kayu hitam yang Alea libur tadi. Dia melihat hasil yang sempurna dari pil hitam yang Alea buat. Dan hasil penilaian dari kedelapan peserta yang mendapatkan poin dua haya ada tiga perguruan , sekte Tiangzi , perguruan Calang, dan sekte pedang perak. Sedang yang lainnya memiliki satu poin.
Kini babak ketiga di mulai babak ketiga adalah pemurnian pil untuk pil level tiga.
Alea segera melihat bahan yang ada di atas meja yang sudah di sediakan oleh penyelengara. Melihat bahan- bahan itu Alea ingin membuat pil pembuka saluran Qi yang merupakan pil level tiga tahap akhir, pil ini bisa di anggap pil tahap empat. Hanya tergantung pemurnian nya saja. Alea tahu pasti mereka akan membuat pil Dong Bi yang berada di level tiga dan tingkat pemurnian nya agak sulit. Alea segera mengambil beberapa tumbuhan obat, juga jamur putih untuk menambah kekuatan pada pil pembuka saluran Qi.
"Gege...bisa ambilkan aku daun pohon kehidupan satu kembar..." ucap Alea melalui telepati pada mahluk kontraknya.
"Baik Lea'er..."jawab Eagle.
Setelah kembali dari mengambil bahan obat, Alea segera memanaskan kembali tungku pil miliknya. Tanpa orang sadari Eagle memberikan daun pohon kehidupan pada Alea. Setelah tungku cukup panas, Alea segera memasukkan bahan obat kedalam tungku pil . dan dia mulai menstabilkan api yang membakar tungku. Semua orang terlihat tegang. Mungkin mereka takut pemurnian pil mereka akan mengalami kegagalan seperti yang mereka lakukan pada kayu hitam. Namun tidak dengan para praktisi dari Tiangzi dan murid Calang, mereka terlihat santai terutama Alea. Terlihat ketenangan di wajah cantiknya. Dan benar saja, banyak praktisi yang harus mengulang kembali karena pil yang mereka buat mengalami kegagalan . begitupun praktisi dari sekte Harimau putih. Hanya satu yang terlihat tenang, dia terlihat tenang dan sombong, wajahnya sombong dan congkak seolah dialah pemenangnya nanti. Waktunya berlalu dengan cepat. Hingga akhirnya tercium harum ramuan obat di udara. Satu persatu para praktisi mulai membuka tungku pil mereka. Mereka mulai memasukkan pil yang bisa mereka buat. Namun tidak dengan Alea, ketika semua praktisi telah selesai , terlihat Alea masih memurnikan pil nya dengan tenang.
"Tabib Lao..apa yang terjadi dengan muridmu, kenapa dia belum selesai membuat pemurnian pil nya. Lihatlah semua peserta sudah memasukkan pil mereka kedalam botol . lalu sampai kapan muridmu akan selesai, sedang waktunya hampir habis sebentar lagi...?" tanya tabib Chang Raw saat melihat Alea masih belum selesai pemurnian nya.
"Bukankah masih ada waktu walau tinggal sedikit, ..." jawab tabib lao . dan bertepatan dengan kalimat tabib Lao berakhir. Tercium di udara harum ramuan obat yang kental sekali. Dan harum ramuan itu berasal dari tungku milik Alea.
"Pil apa yang dia hasilkan..? Ini seperti harum pil pembuka saluran Qi..jangan kau bilang kalau muridmu membuat pil
Pembuka saluran Qi yang berada di level tiga akhir...?" tanya tabib Cheng Raw kaget.
"Kita lihat saja nanti..." ucap tabib Lao.
Sedang Alea telah membuka tungku pil nya dan mengeluarkan tiga pil warna merah muda dari tungku pil nya dan di masukkan kedalam botol giok yang sudah dia sediakan. semua orang kaget melihat pil hasil pemurnian milik Alea. dari haru wangi ramuan yang tercium, itu adalah pil ramuan pembuka saluran Qi, yang sangat sulit di murnikan.
Biasanya level Alkemis yang bisa membuat pil seperti itu adalah Alkemis tingkat empat atau lima. Sedang Alea bukan terdaftar sebagai seorang Alkemis.
"Lao.. Alkemis yang kau bawa ada di level berapa...? Kau jangan curang..." kata tabib Chang Raw pada tabib Lao.
"Hey...dia belum terdaftar sebagai Alkemia, jadi dia tidak memiliki level, kau tahu sendiri, kalau aku menyuruh dia karena tambahan kuota yang harus di tampil kan...?" jawab tabib Lao.
__ADS_1
Walaupun di dalam hatinya dia tertawa, mana mungkin mereka bisa mengalahkan Alea yang telah mengalahkan dirinya sendiri di dalam pengobatan.
Karena waktu telah berakhir, akhirnya para penilai mulai memeriksa dan menilai hasil dari pemurnian pil yang peserta buat. Kebanyakan dari para peserta adalah pemurnian pil pengobatan tahap tiga, dan siswa dari Tiangzi memurnikan pil Dong Bi yang terkenal sulit di dalam pemurniannya, begitu juga murid dari Harimu putih. Dia juga memurnikan pil Dong Bi . mungkin karena itu dia terlihat sangat sombong. Saat penilai berada di mejanya, dia terlihat angkuh dan sombong.
"Wah...kau bisa dengan sempurna memurnikan pil Dong Bi ini...selamat kau memiliki bakat bagus , kau pasti akan menjadi seorang Alkemis yang sukses..." kata guru Cheng Raw pada pria yang terlihat memiliki umur jauh di atas Alea.
pria itu tersenyum dengan bangga ketika mendengar perkataan guru Cheng Raw.
di dalam hatinya dia sudah berfikir kalau dia pasti menjadi sang juara.
Kini para penilai sudah berada di depan meja dari peserta perguruan Calang. mereka memurnikan pil penyembuh level tiga. dan saat para penilai melihat pil yang di buat Alea, mereka tercengang karena pil yang di buat Alea memang pil pembuka saluran Qi level tiga akhir namun, pil itu terlihat sangat berbeda, seperti ada penambahan bahan yang terkandung di dalamnya, pil itu terlihat merah muda terang dan sedikit mengeluarkan cahaya. Jangankan tabib Cheng Raw dan tabib dari benua timur yang tidak tercengang, sedang tabib Lao sendiri sebagai guru Alea, kaget melihat pil yang Alea buat.
"Hanpey...bukankah ini pil pembuka saluran Qi ...?" tanya guru Lao.
"Benar guru..." jawab Alea tenang.
sedang para praktisi yang mendengar perkataan guru Lao dan Alea kaget.
sebab mereka tidak menyangka peserta dari perguruan Calang akan membuat pil yang mereka tahu sangat sulit di dalam pemurnian nya.
"Lalu kenapa terlihat beda sekali dengan pil pembuka saluran Qi yang biasanya..." kata tabib Lao pada Alea.
"Saya hanya menambahkan jamur putih untuk menambah kekuatan pil itu..." jawab Alea. mendengar perkataan Alea tabib Lao dan ketiga tabib yang lain tertegun. Mereka baru menyadari kalau jamur putih bisa menjadi penambah kekuatan pada pil pembuka saluran Qi.
"Apakah kami bisa memiliki pil yang kau murnikan Hanpey...?" tanya tabib dari benua timur.
"Silahkan kalau tabib berkenan pada pil yang saya murnikan..." jawab Alea.
karena pil yang Alea murnikan ada tiga pil, maka terpaksa tabib Lao mengalah tidak mendapatkan pil itu namun dia mendapatkan janji dari Alea akan memurnikan beberapa obat untuk tabib Lao. dan dengan melihat minat para penilai pada pil yang di murnikan Alea, tentu saja juaranya adalah Alea dari perguruan Calang. mendengar keputusan dari para penilai, terlihat rasa ketidak puasa dan kemarahan para peserta dari sekte Harimau putih. namun mereka tidak bisa berkutik, karena hasil pil yang mereka murnilan kalah dengan milik Alea. setelah mereka selesai kompetisi dan mendapatkan Hadiahnya, mereka segera kembali kepenginapan. mereka sangat bahagia karena kemenangan di bidang Alkemia berada ditangan perguruan Calang . terlihat kebahagian di wajah setiap peserta. kemenangan di bidang Alkemia yang tidak pernah mereka dapatkan kini menjadi milik mereka.
"Hanpey terimakasih kau telah membuat kami memenangkan perlombaan ini..." kata guru Lao pada Alea.
"Sudah kewajiban murid melakukan itu guru..." jawab Alea.
" Guru...seharusnya kita berterimakasih pada pemyelemggara yang telah menambahkan kuota untuk peserta Alkemia, kalau bukan karena mereka menambahkan peserta , mana mungkin Hanpey akan ikut dalam kompetisi Alkemia.." kata Lian Han sambil tertawa.
"Benar juga perkataanmu Lian, guru juga heran. kenapa mereka menambah peserta jadi tiga orang, biasanya kan cuma dua.." kata guru Juan heran.
"Mungkin itu strategi dari sekte Harimau putih guru..." kata pangeran ketiga menimpali.
"Dan setrategi mereka menjadi keuntungan buat kita. hingga akhirnya Alea bisa tampil di sana..." jawab guru Lao sambil tertawa senang.
"Kalau begitu bagaimana kalau keberhasilan ini kita rayakan dengan makan- makan...?" kata putra mahkota Fang Xing Long.
"Baiklah, baiklah kalian menang, kita akan pergi kerumah makan setelah kalian selesai membersihkan badan kalian..." kata guru Juan mengalah. Tidak ada salahnya membuat mereka bahagia sebelum bertanding esok hari. pertandingan semi final dan final akan di selenggarakan di dalam Kerajaan Amora esok hari.
Sampai di penginapan mereka segera masuk kedalam kamar masing- masing untuk membersihkan diri. setelah satu jam kemudian, mereka telah berkumpul kembali di depan ruang kamar guru Juan yang bersebelahan dengan kamar guru Lao. Saat Alea keluar dari kamarnya bersama Mimi , semua mata menatapnya dengam kekaguman, tak terkecuali putra Mahkota Fang Xing Long, Terlihat wajah Alea yang cantik jelita saat memakai baju berwarna merah maron dengan rambut di ikat ekor kuda , Putra Mahkota Fang Xing Long terpesona melihat penampilan Alea. bukan hanya putra mahkota, tapi semua orang terlihat terpesona dengan kecantikan Alea. Lian Han berseru.
"Lea'er..tumben kau berdandan Ala wanita tulen...?" tanya Lian Han menggoda sang Adik.
"Gege...apa kau tidak senang melihat adikmu seperti wanita tulen...?" tanya Alea kesal.
"Tidak sayang....kakak malah suka kalau kau seperti ini..." jawab Lian Han sambil memeluk sang adik. Alea hanya bisa tersenyum senang dalam pelukan sang kakak.
"Ya sudah ayo kita berangkat...." ajak guru Juan pada mereka.
Mereka segera berjalan menuju restoran yang berada di sebelah penginapan setelah mereka sudah kumpul semuanya. sesampainya di restoran mereka segera mencari tempat duduk yang cukup untuk mereka semua, setelah itu merekapun segera memesan makanan yang merupakan selera masing- masing orang. tak berapa lama hidanganpun telah datang, mereka segera menyantap makanan dengan nikmat.
Saat mereka sedang asyik makan, tiba- tiba beberapa orang masuk kedalam restoran dengan gaya urakan.dan bertepatan tempat duduk yang mereka pilih tidak terlalu jauh dari tempat Alea dan rombongannya yang sedang makan.
"Pelayan....! cepat kemari..." seru salah satu dari mereka dengan gaya sombongnya. pelayan yang di panggil segera berlari kearah mereka.
"Hamba pelanggan, apa ada yang bisa hamba bantu..." terdengar suara pelayan yang terdengar ketakutan.
"Sediakan makanan terenak yang ada di restoran ini , cepat...!" seru pria itu.
"Baik tuan..." jawab si pelayan dengan wajah ketakutan. sang pelayan segera pergi dari meja mereka. terlihat tingkah mereka sangat sombong dan arogan . saat salah satu dari mereka melihat kearah meja Alea dan rombongannya, pria itu terbelalak melihay kecantikan Alea,
"Gila saudaraku , aku tidak pernah bertemu gadis secantik itu selama hidupku...!" serunya pada teman- temannya.
"Gadis...? gadis mana...?" tanya sang teman yang duduknya membelakangi Alea.
"Itu..lihatlah di belakangmu, gadis secantik itu akan membuat kita betah di rumah..." jawabnya sambil tertawa.
"Kau ini...cantiknya seperti apa sich sampai- sampai kau berkata seperti itu..." jawab Pria yang ada di depannya.
"Kak...gadis itu memang teramat cantik kak, seumur hidupku aku belum pernah menemukan gadis secantik dia..." kata pria yang berada di sebelah pria pertama.
"Benar kak...benar kata mereka.." ucap yang lainnya. mereka berlima tapi kegaduhannya seperti satu pasar.
'Mana sich coba kulihat..." kata pria itu sambil memalingkan wajahnya menatap kearah Alea. saat dia melihat wajah Alea dia tertegun dan matanya melotot sedang mulut menganga.
"Gila...ini bukan cantik lagi, tapi teramat cantik, dia manusia apa bidadari..." jeritnya dalam hati.
__ADS_1
"Kak gimana , benarkan perkataanku...?" kata pria pertama sambil tersenyum melihat wajah sang kakak melongo.
"Betul katamu, Baru sekarang aku melihat wanita yang secantik itu, jika dia jadi istriku, tak akan kubiarkan dia keluar dari kediamanku, aku tak ingin kecantikannya dilihat dan dinikmati banyak orang, aku rela kehilangan semua istriku jika dia mau menjadi istri baruku...!" serunya dengan wajah mesumnya.
"Kenapa kakak mesti bertanya..datangi dan kita bawa dia pergi kemarkas kita, apa susahnya kak.." kata pria pertama .
"Baiklah ayo kita datangi mereka..." kata pria yang sepertinya pemimpin dari pria- pria urakan itu. Dia segera berdiri dan berjalan kearah Alea berada.
"Hey gadis cantik...lebih baik kau duduk bersama kami dari pada duduk di sini..." kata pria itu langsung setelah berada di belakang Alea.
"Benar Nona...lebih baik kau bersama kami, kau akan menikmati semua makan yang kau suka secara cuma- cuma..." kata salah satu dari mereka.
Melihat tingkah para pria urakan itu, Lian ingin segera menghajar mereka. namun dia melihat sang adik sudah memberikan kode agar dia diam.
"Apa mau kalian....?" tanya Alea tenang.
'Kami ingin kau ikut dengan kami, dan menjadi istri kakak tertua kami..." jawab salah satu dari mereka.
"Kalau aku tidak mau...?" tanya Alea dengan nada datar.
"Kami akan memaksa..." jawab mereka.
"Apakah kalian mampu...?" tanya Alea dengan nada mengejek.
"Ha ha ha..ternyata kau sombong juga nona, baiklah karena kau yang meminta, aku akan memaksamu ikut kami..." kata pria itu sambil mengulurkan tangan untuk merahi pundak Alea, namun sebelum tangan itu sampai di bahu Alea , tiba - tiba dia sudah terpelanting jatuh di lantai.
dengan kaki Alea sudah berada di punggung pria itu.
"Kau fikir semudah itu kau meminta seseorang untuk mengikuti kamauan dirimu...?" kata Alea dengan wajah dinginnya.
"Kauu...berani sekali kau memukul kakak tertua kami, rasakan ini perempuan ja***g...?" teriak mereka sambil menyerang Alea bersamaan. namun kembali aksi Alea membuat orang tercengang. dengan gerakan cepat kaki Alea telah melayang menghantap keempat orang itu secara bersamaan hingga akhirnya mereka jatuh terkapar menghantam meja dan kursi yang ada di sekitar mereka. dan mereka tak sadarkan diri. semua orang yang ada di dalam rumah makan melihat takjub pada Alea. melihat semua itu sang pemimpin segera merangkak meminta maaf.
"Pendekar... aku minta maaf, maafkan kami pendekar..." seru pemimpin dari orang- orang sombong itu.
"Semudah itu...? kalian telah membuat nafsu makanku hilang...?" kata Alea datar.
"Lalu bagaimana kami harus meminta maaf pada anda..?" tanya pria itu was- was. dia takut Alea meminta nyawa mereka.
"Hentikan tingkah kalian yang sok jago itu, bayar semua kerugian yang di akibatkan oleh tingkah kalian ini.." jawab Alea datar.
"Cuma itu Nona...?" tanya pria itu tak percaya.
"Kau minta lebih...?" tanya Alea kesal.
"Tidak, tidak Nona...aku akan membayar semua ganti rugi barang yang telah kami hancurkan,..." kata pria itu dengan wajah senang. dia seberapa membayar ganti rugi barang yang rusak dan makanan yang telah dia pesan, setelah itu dia menyeret teman- temannya keluar dari restoran itu.
Guru dan teman- teman Alea tersenyum melihat tingkah Alea.
."Kau hebat Lea'er..."puji Lian Han pada sang adik.
"Biasa saja Lian'ge..." jawab Alea sambil kembali duduk di tempatnya semula. saat pelayan lewat Alea memesan beberapa makanan untuk di bawa pulang.
"Kau memesan makanan banyak sekali buat Apa Lea'er...?" tanya Lian Han heran.
"Untuk temanku ..." jawab Alea.
merekapun diam, karena mereka sadar siapa yang di maksud Alea. setelah selesai semua, mereka segera kembali kepenginapan mereka. setelah masuk kedalam kamar , Alea segera menata makanan di meja yang ada di dalam kamar . Keempat mahluk kontrak Alea segera muncul di dalam ruang kamar Alea setelah makanan tertata di meja . Mimi yang sudah biasa bertemu dengan mereka tak merasa kaget lagi.
"Lea'er , aku fikir kau melupakan kami..." ucap Lauyan yang kini sedang menikmati makanan yang di bawa Alea.
"Aku tahu kalian menginginkan makanan yang sedang aku santap...." goda Alea.
"He he....kau tahu saja Lea'er..." tawa Lauyan menggema di ruang tidur Alea.
'Baiklah kalian habiskan makanan itu, aku mau tidur dulu..." kata Alea sambil merebahkan diri.
'Tidurlah...kau akan bertarung besok kan..?' kata Eagle.
"Iya..." jawab Alea. tak lama terdengar dengkur halus dari mulut Alea. Mereka berempat menatap sebentar pada tubuh Alea, lalu kemudian melanjutkan makan mereka. tak lama terlihat Mimi juga naik ke atas ranjang .
"Kalau kalian sudah selesai makan tinggalkan saja, besok biar aku yang membereskan semua..." ucap Mimi sambil berbaring di sebelah Alea.
Mereka berempat hanya mengangguk dan melanjutkan makan mereka.
Sedang di tempat lain di kamar putra Mahkota Fang Xing Long, terlihat seorang pria tidak bisa memejamkan matanya. masih terbayang wajah dan senyuman Alea yang sangat memukau dirinya. Dia merasakan penyesalan yang cukup dalam atas perbuatannya memutuskan pertunangannya dengan Alea dulu itu.
Dulu Alea memang tergila- gila padanya. namun saat itu wajahnya sangat menjijikan hingga dia tak sanggup untuk menatap wajah gadis itu. tapi Kini.... siapa yang menyangka kalau wajah jelek itu bisa berubah menjadi wajah yang sangat memukau menakjubkan, wajah jelek itu berubah menjadi wajah seorang dewi yang menggetarkan hati siapapun yang menatap wajahnya. namun sialnya, wajah gadis yang dulu menatapnya penuh cinta dan damba , kini semua hilang setelah dia menyakitinya dengan memutuskan perjodohan di antara mereka. dan kini hanya ada wajah datar menatapnya.
Putra Mahkota Fang Xing Long hanya bisa meratapi penyesalan dan kebodohannya.
Udah dulu ceritanya ya...trimakasih doa dari kalian, Alhamdulillah sekarang keadaanku udah sedikit membaik. jangan lupa like, vote, dan komennya selalu author tunggu.
maaf jika masih banyak kesalahan yang author buat.
__ADS_1
Bersambung.