PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
JAHAT


__ADS_3

Putri Lan Wen berlari bersama para pembantu kearah kamar nyonya Lan.


"Bundaaa..ada apa...?" seru putri Lan Wen cemas.


"Tidak...tidak....apa tang terjadi dengan muka dan sekujur tubuhku...!" teriak Nyonya Lan ketakutan. Sedang Lan Wen setelah melihat tubuh sang Bunda terbelalak ngeri. Terlihat seluruh tubuh dan muka nyonya Lan bentol- bentol sebesar biji jagung dan bernanah sangat mengerikan ,


"Bundaa...apa yang terjadi dengan bunda...? Kenapa wajah dan sekujur tubuh bunda seperti ini...?" seru Lan Wen ngeri.


"Jangan banyak bicara..panggilkan tabib...!" teriaknya ketakutan,


Lan Wen segera menyuruh pelayannya untuk memanggil tabib. Tak berapa lama tabib pun datang. Lan Wen segera menyuruh tabib memeriksa sang ibu.


setelah memeriksa badan Nyonya Lan tabib pun berkata.


"Saya akan mengirimkan obat dan salep untuk nyonya dan tolong langsung di minum nanti serta oleskan salep yang akan saya kirim.." ucap tabib itu. Dia segera pamit pulang, dan seorang pelayan ikut ketempat tabib untuk mengambil obat. Setelah sang pelayan datang nyonya Lan segera meminum obat itu. Namun bukannya baikan dia sekarang merasakan gatal dan panas di sekujur tubuhnya .


Saat mentri keuangan mendengar tentang keadaan sang istri. Dia kaget bukan main, dia segera pulang kerumahnya . ketika sampai di rumahnya, dia telah di sambut oleh sanh istri tangisan yang menyayat karena menahan sakit dan gatal di tubuhnya.


"Ada apa ini Bunda...? Apa yang terjadi padamu...?" tanya tuan Lan Tao Su pada sang Istri


"Aku juga tidak tahu Ayah...aku bangun tidur tiba- tiba tubuh dan wajahku seperti ini..." jawab nyonya Lan sambil menahan sakit .


"Apakah kau salah makan...?" ucapnya sambil mendekati sang istri. Dia melihat kalau tubuh dan wajah sang istri Keluar bentol- betol di sekujur tubuhnya . dan sebagian terlihat mengandung nanah.


"Mana Mungkin suamiku...bukankah makanan yang aku makan tadi malam kau dan Wen'er juga memakannya...?" ucap Nyonya Lan sambil tangannya berusaha menggaruk badannya pelan . karena takut terkena benjokan yang ada di tubuhnya yang akan menimbulkan rasa sakit.


"Lalu kenapa bisa jadi begini..? apa sudah di panggilan tabib. .?" tanya Mentri Lan dengan wajah cemas.


"Sudah ..tapi saat meminum obat dari tabib aku malah merasakan gatal yang semakin parah, serta benjolan- benjolan ini terasa agak panas. .." jawab Nyonya Lan denga wajah kesakitan .


"Tolong...tolong suamiku , tolong carikan aku seorang tabib yang handal.." teriak Nyonya Lan dengan wajah memucat karena menahan sakit dan gatal.


Akhirnya Tuan Lan mencari tabib lain untuk kesembuhan sang istri. Kejadian nyonya Lan sakit aneh tersebar di seluruh ibukota, dan juga istana kekaisaran. aleapun juga mendengar itu. Banyak pelayan dan orajurit yang membicarakan masalah itu.


Alea terkejut ketika mendengar nyonya Lan sakit hasil racun yang dia berikan.


"Lo...kok sekarang...? Lagian kok hanya sang ibu yang terkena...?" gumam Alea.


"Itu aku yang menambahkan Lea'er... " jawab Lauyan.


"Maksud gege...?" tanya Alea.


Akhirnya Lauyan menceritakan semua yang dia dengar dan berapa banyak racun yang Lauyan taburkan di tubuh Nyonya Lan.


Setelah mendengar perkataan Lauyan, Alea tertawa keras.


"Bagus...bagus gege...ternyata mereka tidak bisa di beri kesempatan untuk berubah diri mereka lebih baik, sekarang rasakan semua rasa sakit yang kini kau rasakan...!" ucap Alea dengan kesal .


"Lalu untuk putrinya kapan dia akan merasakan siksaannya juga Lea'er.. ?" tanya Lauyan.


"Tenang gege.. Besok dia akan merasakan gatal dan keluar ruam- ruam yang terasa panas. Dia akan merasakan sakit yang bertahap tidak seperti sang ibu yang telah mendapatkan racun lebih banyak .


"Aku rasa ayahnya tidak ikut campur Lea'er..." kata Lauyan lagi.


"Kenapa gege bisa berbicara sepertu itu..." kata Alea yang merasa kalau Lauyan ingin membela Mentri Lan.


"Sebab kemarin saat Anak dan istrinya memiliki fikiran untuk membunuhmu, dia sudah berkata agar anak dan istrinya menghentikan keinginan mereka untuk mengusikmu . tapi dasar anak dan ibu sama- sama serakah dan tak mau mendengarkan omongannya. Akhirnya dia pergi meninggalkan Anak dan istrinya dengan marah ..." jawab Lauyan.


"Oo baguslah, kalau memang masih ada sisih hati yang baik dari Mentri Lan..." ucap Alea.


"Baiklah kita lihat saja besok ..." ucap Alea. sebenarnya hati nuraninya tak tega, tapi sifat yang terlanjur serakah sepertinya tidak bisa di hilangkan di hati mereka berdua.


####


Ke esokan harinya di kediaman Mentri Lan , terlihat tuan Lan sedang membantu sang ustri tidur kembali setelah dari kamar kecil. Dan sang istri belum juga sembuh, kini anak perempuannya pagi- pagi sekali berteriak keras dari dalam kamarnya. Dan ketika di lihat, ternyata dia mengalami penyakit seperti sang istri. Wajahnya memerah dan terlihat banyak luka, dan beberapa bagian terlihat benjolan kecil telah ada di sana. Semua itu membuat Putri Lan Wen ketakutan, walau pun tak separah milik sang ibu.


"Ayaah...ayaah....!" serunya keras.


Mendengar teriakan samg putri, tuan Lan segera berlari kearah kamar sama putri. Sesampainya di sana terlihat sang purri sedang menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Ada apa Lan Wen...?" seru sang Ayah cemas.


"Ayah...wajah dan tubuhku gatal dan lihat ada banyak benjolan di lengan dan tubuhku, juga beberapa di wajahku..." seru sang Putri panik .


"Apaa....? Kau mengalami penyakit seperti Bundamu...?" tanya sang Ayah lebih panik.


"Sepertinya iya Ayah...!" jawab Putri Lan Wen dengan wajah memerah . dia merasakan rasa gatal mulai menyerang tubuh dan wajahnya kembali . Dia berteriak kesakitan dan rasa gatal yang menyiksa. Semua itu membuat mentri Lan panik dan segera memanggil tabib untuk datang kerumahnya.


Setelah memeriksa keadaan Putri Lan Wen tabib itupun berkata kalau dia hanya bisa membuat salep yang hanya bisa merendam rasa gatal di tubuh Putri Lan Wen sebentar saja. Karena dia tidak mampu membuatkan obat untuk penyakit Lan Wen dan ibunya.


Mendengar perkataan tabib, tuan Lan sangat bingung dan cemas . dan berita itupun telah sampai di telinga Raja Rong Kyu. Raja Rong Kyu kaget akan kejadian itu, dia masih berfikir bagaimana caranya dia menghukum keluarga Mentri Lan. walaupun sudah ada bukti secarik kertas surat milik nyonya Lan. Dia tak bisa gegabah menghukum Mentrinya yang merupakan salah satu mentri terbaik dan setia padanya, walaupun ternodai sifat sang istri yang tamak. Tapi kini...kenapa masalah ini seperti suatu kebetulan, dan yang menjadi sasaran hanya kedua wanita yang sengaja ingin membuat Putri Mahkota celaka.


"Tunggu...jangan- jangan ini ulah menantuku sendiri...tapi bagaimana dua bisa melakukan itu. Setahuku dia tidak pernah mendekati keluarga Mentri Lan, dan yang aku lihat semalam, dia bercengkrama dengan ibu Suri...? aah..


Lebih baik kutanyakan saja pada dia sendiri dan Pangeran Lingzhi . Kalau memang dia, waah... memang benar- benar berbahaya kalau bermusuhan dengan dia. Namun aku tahu, tak semuda itu dia marah pada seseorang. Dia akan melakukan tindakan kalau orang- orang itu benar- benar sudah di luar batas kesabarannya..." batin Raja Rong Kyu . tanpa sadar dia bergidik jika dia membayangkan kalau memang ini semua ulah sang menantu.


Akhirnya Raja Rong kyu memanggil seorang pengawal untuk memanggil Pangeran Lingzhi dan Putri Alea.


Dan Saat itu kebetulan pangeran Lingzhi sedang datang keistana Anggrek tempat tinggal Putri Alea. Ketika sampai disana dia melihat Alea sedang berbincang dengan sang Ayah . sebab sang Ayah masih satu minggu lagi kembali ke kerajaan Long.


Saat melihat kedatangan Pangeran Lingzhi dan kedua pengawalnya , Sang Ayah , Istri dan saudara- saudaranya segera pergi dari ruangan itu. Kini hanya tinggal Alea dan Pangeran Lingzhi yang ada di dalam ruangan . Sedang para pengawal Alea berada di luar .


"Sayang....aku ingin menanyakan sesuatu padamu..." kata pangeran Lingzhi sambil pindah duduk di dekat Alea.


"Alea tahu apa yang Akan My Zhi tanyakan pada ku..." jawab Alea.

__ADS_1


"Benarkah...? Apa itu..?" ucap Pangeran Lingzhi sambil menatap sang kekasih dengan tatapan serius.


"Soal keluarga Mentri Lan kan...?" jawab Alea sambil tersenyum lembut. Mendengar perkataan Alea, Pangeran Lingzhi kaget, dia tak menyangka kalau sang kekasih menebaknya dngan tepat.


"Kok kau tahu...?" tanya Pangeran Lingzhi dengan wajah kaget.


"Tentu saja...bukankah aku seorang ahli nujun..." goda Alea.


"Hey...benarkah....?" ucap Pangeran Lingzhi kaget.


"Ha ha ha...kau mudah sekali di tipu My Zhi...mana mungkin aku ahli nujun...aku tahu karena kabar itu sudah menjadi berita terbesar di kerajaan ini, maka itu aku yakin pasti kau akan datang kesini dan menanyakan soal itu ." ucap Alea sambil tertawa.


"Kau ini ya ,suka sekali menertawakan calon Suamimu he..." ucap Pangeran Lingzhi sambil menyentil kening Alea pelan . Alea kembali tertawa.


"Apa yang akan kau tanyakan padaku My Zhi...?" tanya Alea setelah berhenti dari tertawanya .


"Apakah penyakit nyonya Lan dan Lan Wen ada hubungannya dengan dirimu..?" tanya Pangeran Lingzhi pelan.


"Bukan hanya dia My Zhi...tapi Putri Asuya..." jawab Alea ikut pelan.


"Apaa....!" seru pangeran Lingzhi kaget.


Melihat reaksi pangeran Lingzhi Alea jadi kesal, dia menyangka Pangeran Lingzhi marah karena Putri Asuya .


"Hmm...apakah pangeran menyalahkan diriku...?" tanya Alea dengan wajah cemberut. Melihat wajah sang kekasih cemberut Pangeran Lingzhi mendekatkan wajahnya.


"Sayang... Jangan selalu menggodaku dengan wajahmu, jika pria tampan ini hilang kendali, jangan salahkan aku..." ucap Pangeran Lingzhi sambil mendekatkan wajahnya pada Alea. Tanpa sadar reflek Alea menarik wajahnya kebelakang. Dan terlihat wajahnya yang memerah karena malu.


"Ck dasar pria mesum..." gumam Alea kesal. Sebab Alea tidak bisa menghentikan debaran jantungnya yang menggila karena wajah pangeran Lingzhi yang berada tidak jauh dari wajahnya tadi . Mendengar umpatan Alea, Pangeran Lingzhi tertawa.


Setelah itu dia kembali mendekat dan menarik Alea dalam dekapannya .


"Sayang...mana.mungkin aku akan menyalahkan tindakanmu, apalagi ini semua adalah kesalahan fatal bagi mereka. Andai saja bukan karena kau halangi, mungkin saat ini mereka hanya tinggal nama saja di kerajaan Shi dan We. Sekarang dengarkan perkataanku .


Tak perduli siapa dia , jika mereka berani membuat permaisuriku , Ratu hatiku terluka atau berani mengusik dia, dia sama saja dengan mengusik diriku. Aku masih toleransi kalau dia membuat keributan denganku, tapi kalau kau yang menjadi target mereka, jika bukan kau yang menghalangi. mungkin sudah kemaren- kemaren mereka hilang dari muka bumi ini..jadi jangan Ada fikiran macam- macam lagi di kepala kecil ini.." kata Pangeran Lingzhi sambil mencium lembut Kening Alea. Mendengar


Perkataan Pangeran Lingzhi. Alea merasakan perasaan hangat mengalir di dalam hatinya.


"Trimakasih My Zhi..." kata Alea sambil mepererat pelukannya .


Merasakan pelukan Alea semakin erat, pangeran Lingzhi merasakan kebahagiaan yang tak dapat dia lukiskan, kini dia bahagia karena dia yakin sang kekasih juga mencintai dirinya . Dan itu membuat pangeran Lingzhi berjanji tak akan pernah melepas atau menyia yiakan gadis cantik ini seumur hidupnya . Setelah agak lama berpelukan, mereka melepaskan diri.


"Kau apakan mereka sayang..." ucap Pangeran Lingzhi .


"Kalau untuk Putri Asuya aku beri seperti racun yang aku berikan pada saudara tiriku. Dan tak akan oernah ada satu tabib pun yang bisa melepas racunku. Selain aku sendiri. Tapi untuk anak dan ibu yang masih bertekat ingin merebutmu dari sisiku, dan ingin kembali membunuhku, Gege Lauyan terlalu banyak memberi racun khusus buat mereka. Mungkin seumur hidup mereka . mereka tidak bisa lepas dari racun itu kalau bukan Ajal yang menimpa mereka , karena aku tak ingin membuat penawar untuk mereka. .." jawab Alea.


"Apa sebenarnya yang kau maksud, kalau mereka masih berencana membunuhmu.?" tanya pangeran Lingzhi sambil menatap Alea penuh tanya.


"Tadi malam kedua perempuan itu masih berfikiran untuk mencari seorang pembunuh untuk menyingkirkan diriku, karena putri Lan Wen tidak mau pria lain yang menjadi suaminya selain dirimu My Zhi..dan dia masih berambisi menjadi Putri Mahkota, walaupun sang Ayah telah memarahi mereka , namun mereka kekeh dengan keinginan mereka. Dan mereka tidak sadar kalau gege Lauyan sedang mendengarkan percakapan mereka..." jawab Alea menjelaskan pada pangeran Lingzhi.


Namun percakapan mereka terhenti saat tiba- tiba ada suara Jihao daru luar.


"Maaf Pangeran,...ada utusan dari Raja ingin menghadap pangeran dan Putri..." terdengar suara Jihao dari luar .


"Masuklah...!" seru Pangeran Lingzhi dari dalam ruangan.


Tak lama terlihat Jihao masuk bersama seorang pengawal istana.


"Salam sejahtera yang mulia Putra Mahkota dan Putri Mahkota, semoga panjang umur dan selalu bahagia.." ucap pengawal istana.


"Salammu aku terima , ada apa...?" tanya Pangeran Lingzhi.


"Yang Mulia Putra Mahkota dan Putri Mahkota di harap kedatangannya di istana di ruang kerja Yang Mulia Raja sekarang juga..." jawab Pengawal istana sambil menunduk memberi hormat. Mendengar perkataan pengawal istana , Alea dan Pangeran Lingzhi saling berpandamgan.


Terlihat senyum di bibit merah Alami milik Alea.


"Pasti Ayahanda akan bertanya seperti dirimu My Zhi..." ucap Alea sambil tersenyum.


"Kalau begitu ayo kita kesana..." jawab Pangeran Lingzhi.


"Siapa takut..." jawab Alea. Mendengar jawaban sang kekasih pangeran Lingzhi tertawa. Dia mengacak rambut Alea pelan.


"Dasar gadis nakal..." kata pangeran Lingzhi. Melihat tingkah Pangeran Lingzhi pada Putri Alea, penjaga itu terpanah . sebab dia tidak pernah melihat pangeran Lingzhi tertawa seperti itu . dan dia tidak pernah melihat tingkah sang pangeran yang terlihat sangat menyayangi Putri Mahkota.


"Ayo..." ucap Pangeran Lingzhi sambil membantu Alea berdiri. sambil mengandeng tangan Alea, Mereka segera pergi keistana bersama pengawal pribadi mereka bersudua.


Ketika sampai di ruang kerja sang Raja di istana , kasim segera mengumumkan kedatangannya .


"Putra Mahkota dan Putri Mahkota menghadap yang Mulia..." seru Kasim lantang.


"Masuklah..." terdengar jawaban dari dalam.


Pangeran Lingzhi dan Alea segera masuk kedalam ruang kerja Raja.


"Salam sejahtera yang mulia, semoga panjang umur dan bahagia..." ucap Pangeran Lingzhi dan Alea bersama- sama.


"Salam kalian aku terima, duduklah..." jawab Raja Rong Kyu dengan lembut.


"Trimakasih Ayah.." jawab Pangeran Lingzhi. Mereka berdua segera duduk di sofa yang ada di ruangan Raja Rong Kyu.


"Bagaimana kabar kalian hari ini...?" tanya Raja Rong Kyu dengan lembut.


"Kami baik- baik saja yang mulia..." jawab Pangeran Lingzhi mewakili mereka


berdua.

__ADS_1


"Baguslah...itu yang selalu Ayah harapkan dari kalian berdua. Dan perlu kau ingat Pangeran Dan kau Putri Kalau pernikahan Kalian akan di selenggarakan sebelum pengangkatan Putra Mahkota menjadi Raja. ..!" ucap Raja Rong Kyu dengan lembut.


"Tapi Ayah..." ucap Alea spontan karena kaget.


"Putri...keputusan Ayahmu ,Ayah angkatmu serta diriku sendiri, sudah tidak bisa di ganggu gugat sayang...!" ucap Raja Rong Kyu dengan tegas.


Mendengar perkataan sang Ayah terlihat senyum tipis di bibir sexsi pangeran Lingzhi.


"Hamba mengerti Ayahanda..." jawab Alea pasrah.


"Dan sekarang ada yang akan Ayah tanyakan pada kalian berdua..." kata Raja Rong Kyu dengan lembut.


"Kalau boleh hamba tebak pasti soal istri Mentri Lan ..." kata Pangeran Lingzhi dengan wajah menatap sang Ayah. sedang Alea haya diam dengan tenang.


"Hey...kenapa tebakan kalian sangat tepat...!" ucap Raja Rong Kyu heran.


"Sebab berita itu sudah menyebar di seluruh Kerajaan Ayah... Karena itulah kami bisa menebaknya..." jawab Pangeran Lingzhi.


"Apakah itu ada kaitannya dengan Putri Mahkota ...?" tanya Raja Rong Kyu sambil menatap Putri Mahkota.


Alea menunduk sebentar sambil berucap


"Maafkan hamba Yang Mulia.. Memang benar semua perbuatan hamba... Karena mereka masih menginginkan nyawa hamba.." jawab Alea dengan lembut .


"Apa maksudmu Putri...?" tanya Raja Rong Kyu kaget.


"Maksud hamba, walaupun hamba sudah di angkat menjadi Putri Mahkota tapi mereka masih berniat mencari pembunuh bayaran untuk membunuh hamba , karena mereka masih berkeinginan menjadikan Putri Lan Wen Putri Mahkota, dan semua itu di dengar sendiri oleh mahluk kontrak hamba yang mulia. Karena itu gege Lauyan marah dan memberikan racun itu pada kedua wanita itu..." ucap Alea menjelaskan.


"Dasar wanita tak tahu diri...! Bagaimana mentri Lan yang baik itu bisa memiliki niatan seperti itu..." ucap Raja Rong Kyu dengan tangan mengepal .


"Maaf Ayah...bukan hamba membela Mentri Lan Tao Su , semua itu bukan ide dari Mentri Lan, tapi itu ide dan keinginan istri dan putrinya... Meskipun mentri Lan sudah menasehati dan memberi peringatan pada mereka berdua. Namun mereka berdua tetap pada keyakinan dan keinginan mereka..." kata Alea membela Mentri Lan.


"Dasar wanita- wanita serakah. Tapi Mentri Lan Tao Su juga harus mendapat hukuman , karena dia tidak bisa mendidik Putri dan Istrinya..." ucap Raja dengan tegas.


"Hamba mengerti yang Mulia..." jawab Alea.


"Ya sudah kalian boleh kembali , dan aku ingatkan lagi, kalian akan menikah sebelum Pangeran Lingzhi di nobatkan menjadi Raja, ingat itu..." ucap Raja Rong Kyu lagi.


"Kami mengerti Ayah..." jawab mereka berdua bersama- sama. setelah itu mereka berdua undur diri.


####


Sedang di Kekaisaran We telihat beberapa tabib berada di kamar putri Asuya. gadis itu sudah tak terlihat lagi kecantikannya. wajahnya yang dulunya mulus cantik dan anggun , kini terlihat bengkak dengan luka di sekujur tubuhnya. kini badannya terlihat agak kurus, setelah kepulangannya dari kerajaan Shi . Putri Asuya seperti orang yang kehilangan keinginan untuk hidup. dia jarang makan , bukan hanya karena sakit hati, tapi karena penyakit yang tak dapat di sembuhkan.


"Gimana tabib...apakah kalian mendapatkan cara untuk menyembuhkan putriku...?" tanya Raja We yaitu Raja Saujin dengan wajah sedih. dia tidak tega melihat penderitaan putri Asuya .


"Maafkan kami yang Mulia...kami sudah mencoba mencari penawaran atau obat untuk penyakit Putri. namun kami tidak tahu penyebab dari penyakit sang putri, Seandainya kami tahu apa penyebabnya , mungkin saja kami bisa mencari penawaran atau obatnya.." jawab Tabib Rou dengan wajah sedih.


"Apakah tidak ada tabib yang pintar dari kerajaan Lain Rou..." kata Raja Saujin sedih.


"Akan hamba coba memanggil tabib dari kerajaan Amora, Mungkin beliau bisa menyembuhkan Putri Asuya.." kata tabib Rou .


"cobalah kau cari...aku tidak ingin melihat penderitaan putriku lebih lama lagi..." kata Raja Saujin dengan wajah sedih.


"Akan hamba usahakan Yang Mulia..." jawab tabib Rau. Para tabib pun segera keluar dari kamar tidur Putri Asuya.


Satu bulan kemudian


Setelah satu bulan berlalu, ternyata tidak ada satupun tabib yang mampuh menyembuhkan nyonya Lan Maupun putri Lan Wen.


Hari demi hari mereka lewati dengan penuh penderitaan, benjolan yang mulanya kecik akan berganti besar lalu mengeluarkan nanah yang sangat bau. begitu seterusnya. hingga sekarang wajah cantik Lan Wen telah berubah sangat menakutkan, tidak ada lagi Lan Wen yang cantik dan lembut. sudah banyak tabib yang di datangkan dari luar kota maupun dari kerajaan Shi sendiri. namun tak satupun yang bisa mengobati atau mengetahui penyakit apa sebenarnya yang menyerang kedua wanita bangsawan itu. dan akhirnya mereka meminta tolong pada sang guru Lao dari perguruan Calang untuk menyembuhkan Putri Lan Wen dan Ibunya. namun ternyata tabib Lao pun tidak mampu menyembuhkan, hingga tanpa sengaja tabib Lao berkata pada Mentri Lan di depan istrinya yang terlihat menderita .


"Kenapa Anda tidak meminta Putri Mahkota untuk menyembuhkan Istri dan Putri Anda...?" tanya tabib Lao.


"Putri Mahkota...?" tanya Mentri Lan kaget.


"Iya...apakah kalian tidak tahu kalau Putri Mahkota seorang tabib jenius, sudah banyak pasien yang sembuh seketika di tangannya. apakah kalian tidak dengar itu..?" tanya tabib Lao heran.


"Apakah itu benar tabib...?" tanya Mentri Lan tak percaya.


"Ck, Ck, Ck...kalian ini gimana, dari Raja Rong Kyu yang sakit , sampai ibu Suri, Kaisar tua dari Kerajaan Long dan banyak lagi pasien yang dia sembuhkan kenapa kalian tidak tahu..? malah penduduk kerajaan lain saja sudah banyak yang tahu...!" seru tabib Lau heran.


Mendengar perkataan tabib Lau Mentri dan Nyonya Lan kaget . mereka terdiam mendengar perkataan tabib Lao.


"Apakah benar dia tabib yang pintar,..atau mungkin dia mempunyai guru . jadi sebenarnya gurunyalah yang menyembuhkan para pasiennya..." kata nyonya Lan tak percaya.


"Dasar orang - orang bodoh...seru tabib Lao dalam hati dengan kesal.


"saya melihatnya sendiri saat dia menyembuhkan pasien- pasiennya .." kata tabib Lao kesal.


"Kalau anda ingin istri dan putri anda sembuh, coba saja minta pertolongan pada Putri Mahkota. saya yakin dia mampu menyembuhkan kedua wanita ini, ya sudah saya pergi dulu, karena saya tidak ada gunanya di sini karena saya tidak bisa menyembuhkan putri dan istri anda. saya pamit dulu, Selamat siang..." ucap tabib Lao undur diri. dia segera melangkahkan kakinya keluar dari rumah Mentri Lan.


Setelah mendengar perkataan tabib Lao, Mentri Lan berkata,


"Apa yang harus aku lakukan...? apakah aku harus meminta gadis yang ingin kau bunuh dulu untuk mengobati penyakitmu..?" tanya Mentri Lan datar.


"Ya iyalah...bukankah dia seorang tabib, pasti dia mau mengobatiku, lagian mana mungkin dia tahu kalau aku ingin membunuhnya.." jawab Nyonya Lan sombong.


"Biarlah aku meminta oertolongannya sekarang. setelah aku sembuh akan kulaksanakan rencananku lagi. ucap nyonya Lan dalan hati ( ya ampuin dasar orang Licik , nggak ada kapok - kapoknya juga ya 😠😠😠)


Maaf aku lanjut besok ya...


Jangan lupa like, vote dan komennya selalu author tunggu 🙏🙏


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2