PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
MENYEMBUHKAN XIAO BAI .


__ADS_3

Kemarahan pangeran Lingzhi membuat semua orang ketakutan , apalagi gadis yang sudah mendapatkan tendangan dari sang pangeran. Terlihat dia jatuh terlentang dan memuntahkan seteguk dara dari mulutnya. Sedang lengan tangannya yang telah terluka cukup parah karena terkena tebasan pedang Alea semakin meprihatinkan, Darah mengucur dengan deras dari lengan tangan yang terpotong.


Jihao yang mendengar namanya di panggil buru- buru menghadap pada pangeran Lingzhi dan membungkuk memberi hormat .


"Hamba menghadap yang mulia..." ucap Jihao .


"Seret wanita itu keluar ...aku ingin dia keluar dari perguruan ini...berani sekali dia ingin melakukan pembunuhan di depanku...." teriak pangeran Lingzhi , Terlihat wajahnya memerah karena menahan amarah.


"Tunggu..." teriak gadis itu dengan berani walau dengan suara lemah. Terlihat wajahnya pucat pasih karena banyak kehilangan darah, namun wajah itu menatap pangeran Lingzhi dengan raut muka kekaguman .


Pangeran Lingzhi memandang gadis itu dengan dingin.


"Kau masih membantah...? Apakah kau tidak merasa kasihan dengan nyawamu..?" tanya pangeran Lingzhi dengan wajah memerah karena marah dan jijik .


"Anda ...tidak berhak mengusir hamba .. dari perguruan ini,... karena yang berhak mengusir hamba.. hanyalah guru besar.." ucap gadis itu dengan berani walau dengan terbatah- batak dan menahan sakit . semua orang merasa ketakutan melihat keberanian wanita itu .


"Benarkah.....? Kalau begitu baiklah aku akan menanyakan ini pada guru besar..." kata pangeran Lingzhi dingin. Dia menatap guru besar dengan pandangan tajam menakutkan.


"Guru apa benar aku sebagai Putra Mahkota kerajaan Shi tidak berhak mengusir dia dari perguruan ini...?" tanya Pangeran Lingzhi dingin.


"Ya Dewa anak itu...sudah terluka parah dan membuat masalah cukup besar, sekarang malah menyeretku dalam masalah juga..." rintih guru besar Juan Bili dalam hati.


"Semua kejadian ini merupakan kesalahanmu Lan Yuyun...dan perbuatan yang menjadi kesalahanmu banyak yang menjadi saksinya. Di sini putra Mahkota juga berhak mengusirmu dari perguruan ini, jangan kau remehkan kekuasaannya.." ucap guru besar sambil menatap Lan Yuyu dingin. Lan Yuyu sejak pertama memang sudah bersalah, dia sudah berani menentang keputusan yang di mabil Putra Mahkota, dan dia terbukti di depan para siswa dan guru ingin membunuh Hanpey . Bagaimanapun juga guru besar tidak bisa menolongnya , walaupun dia cucu perempuan dari sahabat sang guru besar . Kesalahan yang cukup fatal srperti itu , mana berani guru besar membelanya.


Di sini memang sangay terlihat sekali , kesombongan sifat Lan Yuyulah yang membuat dia tertimpa bencana. Untung hanya hukuman pengusiran dari perguruan, bukankah hukuman itu lebih ringan daripada hukuman penjara, atau hukuman di pukul sampai mati.


"Guru...." seru gadis yang bernama Lan Yuyu kaget. Dia tak menyangka guru besar yang menjadi sahabat sang kakek tidak membela dirinya . Dia menatap guru besar dengan harapan dapat menolongnya. Namun guru besar tidak melihat pada dirinya, karena dia tidak bisa menolong karena kesalahan memang ada pada dirinya.


"Nach Nona...apakah kau masih menolak perintahku....? Atau....kau ingin mendapat hukuman dari itu....?' ucap pangeran Lingzhi dengan sinis dan dingin .


Akhirnya Lan Yuyu yang semakin banyak kehilangan darah di bawa Jihao keluar dari perguruan dengan wajah kesal dan marah, Dia menatap pada Alea yang berdiri di sebelah pangeran Lingzhi dengan penuh kebencian. Dia akan di kembalikan ke keluarga besarnya , yaitu keliarga besat Lan seorang mentri dari kerajaan Shi. Dan mulai saat itu Lan Yuyu di coret dari perguruan Calang .


Setelah kepergian Lan Yuyu , pangeran Lingzhi kembali menatap para calon prajurit itu.


"Apakah masih ada yang ingin mencoba dan meragukan pengawal pribadiku...?" tanya pangeran Lingzhi dingin. Mereka semua terdiam, mana ada yang berani menentang keinginan sang putra Mahkota. Namun pangeran Lingzhi merasa minum cuka saat dia melihat tatapan kagum dan memuja dari para siswa pria yang ada di sana. Melihat semua itu kemarahannya datang lagi.


"Guru...aku akan membawa pengawalku pergi..." seru pangeran Lingzhi sambil memegang tangan Alea.


Melihat perbuatan sang putra Mahkota, guru besar hanya bisa geleng kepala.


"Pergilah...dan kau Hanpey, guru tunggu kau datang ke ruang guru besok pagi..." kata guru besar dengan wajah lembutnya.


"Baik guru...murid undur diri. Alea segera memberi hormat pada para guru dan guru besar. Setelah itu dia di tarik pergi keluar dari aula oleh sang pangeran . Guansi hanya bisa mengikuti mereka pergi tanpa banyak bicara .


"Pangeran...pangeran...tunggu dulu....


Pangeran kenapa sich...?" seru Alea kebingungan, sebab dia melihat sang pangeran menariknya dengan wajah marah.


"Pokoknya sekarang kita pulang ke asrama..." seru pangeran Lingzhi dingin.


"Ya Dewa....nich orang kenapa sich... kenapa dia marah- mara...Emang gue salah apa ..." seru Alea dalam hati.


"Cukup pangeran....kalau pangeran tidak mengatakan kesalahan hamba ,mana hamba tahu... maka hamba tidak akan ikut pangeran...." kata Alea sambil berhenti berjalan dan menarik tangannya dari genggaman tangan pangeran Lingzhi.


"Oh ya...kau tidak akan ikut denganku.?"


Tanya Pangeran Lingzhi sambil menatap dan mendekati Alea.


"Iya ...!" Tegas Alea.


Dan tanpa basa- basi pangeran lingsi mengangkat Alea keatas pundaknya dan membawanya pergi menuju asrama mereka. Alea yang ada di pundaknya terbelalak kaget melihat perbuatan sang pangeran, setelah tersadar dia berteriak sambil memukuli punggung pangeran Lingzhi untuk menurunkannya. pangeran Lingzhi tidak memperdulikannya , dia tetap berjalan sambil menggendong Alea di atas pundaknya , Ketika sampai di kamar Alea dia segera mengunci pintu dan baru menurunkan Alea. Alea yang baru turun dari gendongan sang pangeran menjadi kaget ketika di pepet di dinding kamarnya. Dan secara reflek dia mendorong dada kekar sang pangeran .


Namun mana mungkin kuat tangan kecil Alea mendorong tubuh kekar itu. Dia hanya bisa menahan nya agak tak menempel di tubuhnya saja.


"Tunggu, tunggu pangeran...apa yang akan anda lakukan dan Sebenarnya kenapa pangeran marah sama hamba.? bukankah hamba tak bersalah...?" tanya Alea tak mengerti .


"Tak bersalah....?Kau tak mengerti kesalahanmu...?"tanya Pangeran kesal.


"Benar...hamba tak mengerti pangeran.... kalau hamba tahu , hamba tak akan bertanya pada pangeran...." jawab Alea polos.


Melihat kepolosan wajah Alea membuat pangeran Lingzhi gemas sendiri. Pingin rasanya pangeran Lingzhi menggigit habis gadis cantik di depannya. Namun dia sadar kalau gadis ini tidak sadar kalau kecantikannya membuat pria perguruan ini melihat dengan wajah penuh pesona. Akhirnya kemarahannya perlahan meredah .


"Siapa yang menyuruhmu membuka ikatan rambutmu...?" kata putra Mahkota dengan kesal.


"Ikatan rambut...? Ya dewa....bukankah pangeran juga tahu kalau semua ini gara- gara si gadis gila itu yang melakukannya..." seru Alea dengan wajah kesal.


"Kenapa kau beri dia kesempatan untuk melakukannya...?" terdengar nada kesal dan marah saat dia mengatakan kalimat itu.


"Ck..mana hamba tahu kalau dia akan berbuat seperti itu..." jawab Alea.


tak.

__ADS_1


"Aauu...." seru Alea kesakitan saat keningnya kena sentil.


"Kau tahu itu kecerobohanmu... Kalau kau menghadapi wanita seperti itu kalahkan sampai tuntas. jangan mengasihaninya ...." seru Pangeran Lingzhi dengan kesal .


"Tapi hamba tidak sanggup pangeran... karena dia teman seperguruan hamba..." jawab Alea .


"Tapi lihat tadi...bukankah nyawamu taruhannya...." seru pangeran Lingzhi marah.


"Maaf...." jawab Alea pelan.


"Dan apakah kau tahu...saat pedang dia hampir mengenai kepalamu, aku hampir kehilangan separuh jiwaku,...' ucap sang pangeran sambil memeluk Alea dengan posesif. Alea yang melihat perbuatan pangeran menjadi kaget. Dia tertegun diam dan kaku dalam pelukan Pangeran Lingzhi.


"Pangeran...." gumam Alea pelan.


"Aku mohon...jangan membuatku ketakutan lagi, jangan biarkan siapapun menyakitimu, jika kau menemukan wanita lain atau siapapun itu jangan beri kesempatan pada mereka untuk mencelakai dirimu lagi, kau mengerti....!" ucap Pangeran Lingzhi sambil memeluk erat Alea. Alea kini baru sadar kalau pangeran marah karena dia tadi ketakutan melihat dia hampir celaka, terasa Ada kehangatan yang menjalar dalam hatinya . dia mendengar perkataan pangeran Lingzhi ada nada marah dan cemas di setiap perkataannya.


"Baik..hamba akan lebih berhati- hati lagi... Tapi tolong lepas dulu pelukan pangeran, agar hamba tidak mati karena sesak nafas...." ucap Alea dengan nada lembut. Mendengar perkataan Alea , Pangeran Lingzhi menyadari kalau pelukannya terlalu erat di tubuh gadis yang kini dalam pelukannya. Dia semakin sadar kalau dia teramat mencintai gadis ini. Masih terbayang dalam ingatannya saat pedang wanita itu hampir membela kepala Alea, dia bagai kehilangan nafasnya. Tak bisa dia bayangkan apa yang akan dia lakukan pada wanita itu andai gadis ini terluka tadi.


Perlahan Dia mulai melepas pelukannya. Dia menatap gadis yang ada di depannya.


"Kau harus janji padaku, mulai saat ini jangan lengah lagi , jika nanti menghadapi wanita seperti dia, kau harus mengalahkannya sampai akhir..." kata pangeran Lingzhi lagi.


"Iya, iya hamba berjanji ..." jawab Alea sambil tersenyum menatap sang pangeran. Melihat wajah cantik, imut dan bibir merah basa, pangeran Lingzhi hampir hilang kendali, Andai tak takut pada tabiat gadis yang ada di depannya, ingin rasanya dia ******* bibir merah itu. Namun dia tahu gadis di depannya bukan seperti gadis- gadis yang selalu ingin dekat dengannya, dia gadis yang unik, teguh pendirian , mempunyai harga diri yang tinggi , serta berani dan kuat, gadis yang membuat dia tahluk dan ingin mengejar dan memiliki cintanya.


"Hey...halo...pangeran.. ada apa...?" seru Alea sambil melambaikan tangan di depan wajah pangeran Lingzhi . Sebab sejak tadi pangeran Lingzhi bengong menatap dirinya.


"Pangeran halo...." seru Alea kembali, kini Alea menepuk pipi sang pangeran. Mendapat tepukan pelan dari Alea, pangeran Lingzhi tersadar dari lamunannya.


"Ah...ada apa Lea'er...?" tanya pangeran Lingzhi gagap . Mendengar panggilan yang di ucapkan pangeran Lingzhi Alea jadi merinding.


"Pangeran...jangan memanggil hamba seperti itu..." kata Alea sambil berjalan menjauh dari pangeran Lingzhi. Namun tak urung wajahnya sempat memerah. Dan itu sempat terlihat oleh pangeran Lingzhi. Sang pangeran tersenyum bahagia melihat itu.


"Lo memang kenapa...?" ucapnya menggoda .


"Ingat Pengertian...hamba ini pengawal anda... Apa kata mereka jika mereka mendengar ucapan pangeran...." kata Alea mengingatkan . Alea berjalan ketempat tidur untuk membersihkan tempat tidurnya karena sudah satu minggu lebih dia tinggalkan.


"Aku tak perduli apa kata mereka... bukankah kau pengawalku dan kau penjaga hatiku...?" jawab pangeran Lingzhi mengeluarkan gombalannya .


Waaah...bagaimana jika Jihao dan Guansi mendengar perkataan pangeran Lingzhi ya... Mungkin mereka akan jatuh pingsan 😂 😂.


"Ck..ternyata pangeran sudah pandai menggombal ya...?" kata Alea sambil menatap sang pangeran sejenak lalu kembali pada pekerjaannya .


"Apa itu menggombal....?" tanya sang pangeran Lingzhi tak mengerti ucapan Alea sambil mendekat.


'ha ha..gue lupa mereka tidak tahu apa kata gombal...' tawa Alea dalam hati.


"Ya ...ucapan seperti yang pangeran ucapkan tadi..." jawab Alea sekenanya.


"Aku mencoba merayumu Lea'er..." goda pangeran Lingzhi kembali.


'Waah...kalau dia terus di sini bisa lain cerita nich....tawa Alea dalam hati.


"Benarkah....? tapi sekarang Lea'er ini butuh mandi dan istirahat, jadi sekarang pangeran Lingzhi keluar dulu ...." ucap Alea sambil membalikkan badan Pangeran Lingzhi dan mendorongnya keluar dari dalam kamarnya. dan dengan patuh pangeran Lingzhi keluar dari kamar Alea.


Setelah pangeran Lingzhi keluar dari kamar, Alea segera menutup pintunya.


"Tunggu...." cegah sang Pangeran menahan tangan Alea untuk menutup pintu.


"Apa lagi tuan besar..." tanya Alea dengan wajah cemberut. melihat wajah Alea, pangeran Lingzhi menatapnya dengan gemas.


"Sudah kubilang jangan menunjukkan wajah seperti itu...apakah kau sengaja menggodaku....?" ucap Pangeran Lingzhi sambil mendekati wajah Alea.


Buru- buru Alea menjauhkan wajahnya.


"Yee...pangeran aja yang memiliki otak mesum...." seru Alea kesal.


"Kau berani mengataiku mesum...?" ucap pangeran Lingzhi sambil mencubit hidung Alea gemas.


"Cepatlah mandi sana...setelah itu kita pergi kekantin, bukankah kau belum sempat mengisi perutmu...?" kata sang pangeran sambil mengacak rambut Alea dengan lembut .


"Baik...sekarang boleh hamba pergi mandi...?" kata Alea dengan senyum terpaksa.


"Pergilah...ingat jangan lama- lama, kami menunggumu.." kata pangeran Lingzhi lagi. Alea segera menutup pintu kamar dan menguncinya . setelah itu dia segera pergi keruang dimensinya.


Ketika sampai di sana dia melihat dua pengawal Xiao Bai yaitu dua serigala putih sedang bermeditasi di bawah pohon kehidupan bersama ketiga hewan kontraknya. Ketika mereka merasakan kedatangan Alea, mereka segera menyudahi meditasi mereka.


"Lea'er....." sapa White, Lauyan dan Eagle bersamaan .


"Nona....." sapa kedua pengawal Xiao Bai.


"Apa kabar kalian...?" sapa Alea sambil tersenyum dan berjalan mendekati mereka.

__ADS_1


"Baik- baik saja Lea'er..." jawab Eagle.


"Kami baik- baik saja Nona...?" jawab Kedua pengawal Xiao Bai.


"Apakah Gege Xiao Bai masih di bawah Air terjun...?" tanya Alea .


"Dia masih di sana Lea'er...." jawab Lauyan tenang.


"Kalau begitu bawa Rajamu kemari, aku akan melihat keadaan racun yang ada di tubuhnya..." kata Alea pada kedua pengawal Xiao Bai.


"Baik Nona..." jawab Mereka serempak .


"Yan ge...apakah dia meminum pil penawar racunnya...?" tanyan Alea pada Lauyan.


"Iya...dia meminum setiap hari satu pil sesuai perkataanmu...?" jawab Lauyan.


"Bagus lah...."ucap Alea.


Tak lama terlihat Xiao Bai datang bersama kedua pengawalnya. Kini wajahnya terlihat segar dan tampan walau dengan pakaian basah dan rambut basah.


"Lea'er...kau ada di sini...?" ucap Xiao Bai lembut. Alea tersenyum mendengar Xiao Bai memanggil dia Lea'er seperti ketiga hewan kontraknya .


"Iya..aku ingin melihat kesehatanmu.." jawab Alea .


pria tampan itu datang mendekati Alea.


Dia duduk di dekat Alea.


"Keringkan dulu baju mu gege..." kata Alea pada Xiao Bai.


Rubah putih itu segera duduk bersila untuk mengeringkan baju dan badannya dengan tenaga Qi nya. setelah badan dan bajunya kering. Alea segera memeriksa nadi di tangan Xiao Bai. terlihat ada senyuman di wajah cantiknya.


"Gege...racun di dalam tibuhmu sudah mulai berkurang , hanya yang ada di sekitar jantung dan hatimu sepertinya agak sulit di hilangkan. sekarang aku akan membuat ramuannya dulu untuk menuntaskan menghilangkan racun itu, tinggulah kau di sini sebentar, kau bisa bermeditasi di bawah pohon kehidupan itu..." kata Alea.


"Baik Lea'er..." jawab Xiao Bai dengan wajah bahagia saat mendengar penyakit yang sudah dia derita terlalu lama itu akan segera sembuh.


Alea segera beranjak dari hadapan Rubah ekor sembilan. Dia segera mencari tanaman obat yang ada di sekitar istana nya yang memang sangat lengkap. Setelah itu dia segera masuk kedalam ruang khusus untuk menyempurnakan Pil racun untuk Xiao Bai.


Tak lama terlihat Alea keluar dengan membawa botol berisi pil untuk Xiao Bai dan kotak jarum akupunyur. Dia segera mendekati Xiao Bai.


Melihat kedatangan Alea. ke enam hewan kontrak itu menatap kedatangannya.


"Lo...kenapa kalian berkumpul di sini...?" tanya Alea.


"Kami menemani Xiao Bai yang merasa cemas..." jawab Eagle.


"Kenapa cemas....? gege takut aku gagal menyembuhkan dirimu...?" tanya Alea.


"Bukan begitu Lea'er... aku merasakan kecemasan dan kebahagiaan jadi satu, kau tahu...sudah puluhan tabib yang mengobatiku. namun tidak ada satupun yang mampuh menyembuhkanku...." ucapnya dengan raut wajah tegang.


"Ya sudah....sekarang duduklah dengan rilek... dan kau harus bisa menahan sakit yang akan kau derita nanti....sekarang minumlah pil ini..." Alea segera memberikan Pil penawar racun yang baru dia buat , setelah itu dia duduk di depan Xiao Bai.


"Gege ...tolong kau buka baju Atasmu..." pinta Alea. Xiao Bai segera membuka bakunya. terlihat bentuk yangsempurna milik Xiao Bai sempat membuat pipi Alea memerah. melihat itu ketiga gege mahluk kontraknya tersenyum.


"Dasar hewan- hewan sialan...kenapa tubuh dan wajah mereka sangat sempurna. Andai mereka ada di jaman modern, mereka akan mengalahkan opa- opa Koreaku..."seru Alea dalam hati. dia segera nenepis perasaannya.


Setelah baju Xiao Bai terbuka, Alea segera menusukkan jarum Akupunturnya di tubuh Xiao Bai. Terlihat dada Xiao Bai seperti landak penuh dengan jarum akupuntur . Setelah itu Alea berjalan kearah belakang Xiao Bai.


"Kak.. ingat kau harus menahan sakit ...dam kau harus menerima tenaga yang akan aku salurkan , jangan menolaknya...." kata Alea sambil menaruh kedua telapak tangannya di punggung Xiao Bai.


"Baik..." jawab Xiao Bai dengan yakin.


Tak lama terlihat Alea mulai menyalurkan tenaga Qi nya kedalam tubuh Xiao Bai untuk mendorong keluar racun yang ada di tubuhnya. wajah Alea terlihat agak pucat, dan di wajahnya terlihat penuh dengan keringat. begitu juga dengan Xiao Bai. cukup lama Alea melakukan itu, hingga akhirnya Xiao Bai memuntahkan darah hitam yang begitu banyak dari mulutnya . Setelah darah hitam keluar semua, Alea segera menyudahi pengobatannya.


"Fuuh...selesai sudah...gege..kau makanlah buah pohon kehidupan, dan kembalilah berkultivasi di bawah air terjun, kau sekarang hanya tinggal memulihkan kesehatanmu..." kata Alea pada Xiao Bai.


"Apakah racun dalam tubuhku sudah hilang Lea'er..." tanya Xiao Bai tak percaya.


"Benar...kau sekarang sudah terbebas dari racun itu..." jawab Alea.


"Nona....trimakasih...trimakasih Nona..


kau tekah menyembuhkan Raja kami..." seru kedua pengawal Xiao Bai sambil bersujud.


"Hey..hey..apa yang kalian lakukan...ayo berdiri... bukankah sudah kubilang jangan berlaku seperti itu padaku...kalian adalah keluargaku jadi sudah seharusnya aku menolong gege Xiao Bai.. apa kalian ingin melihat aku marah..." seru Alea sambil cemberut.


"Tidak, tidak Nona.." jawab mereka sambil kembali duduk, terlihat ada air mata di pipi mereka berdua ketika menatap Alea dengan wajah haru.


Maaf aku lanjut besok ya.... jangan lupa like, vote dan komennya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2