PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.
AKHIR CERITA.


__ADS_3

Mendengar sang teman mengucapkan semua rahasia mereka, panglima perang mereka yang menjadi Raja Lingzhi palsu terlihat sangat marah.


"Mm...mmm..." terdengar dia ingin berbicara.


"Ooo...kau ingin berbicara...?sayang... apakah aku harus membuka penyumpal mulutnya.?" tanya Alea pada sang suami.


"Biarkan Jihao yang membukanya Sayang...?" ucap Raja Lingzhi.


"Baik..Jihao kau bisa membuka mulut Raja Lingzhi palsu..." ucap Alea sambil menatap pria yang terlihat marah depannya.


"Hamba akan melakukannya yang Mulia..." ucap Jihao. Dia lalu mendekati pria yang jadi tahanan mereka. Akhirnya kain yang di sumpalkan ke mulut pria itu terlepas. Ketika mulutnya sudah terbuka, dia berteriak dengan marah pada wanita temannya.


"Apa kau sudah gila ha...berani sekali kau membuka semua rencana tuanku Raja...!" teriaknya dengan marah.


"A..aku tidak melakukan itu dengan sengaja...! Mulutku tiba- tiba bicara sendiri..!" seru gadis itu dengan wajah penuh sesal.


"Mana mungkin...atau... hey permausuri laknat, kau memakai sihir ya...!" teriaknya pada Alea.


Plaaaak....


Sebuah tangan milik Jihao menampar pipinya.


"Jaga mulutmu...berani sekali kau menyumpahi permaisuri ..!" seru Jihao Marah.


"Ilmu sihir...? He he he...kami rakyat kerajaan Shi tidak menyukai ilmu sihir , Mana mungkin aku memilikinya...? temanmu bukan kena ilmu sihir , tapi meminum pil kejujuran. pil itu akan membuat orang berkata jujur... sepertinya kau ingi mencoba juga ya...?" kata Alea sambil mendekat.


"Bohong...kau ini wanita sihir...!" teriaknya lagi.


"Jihao...sepertinya dia juga menginginkan pil itu...dia juga ingin merasakan rasanya kejujuran...kalau begitu beri dia satu saja...!' ucap Alea pada Jihao. Dan dia memberikan satu pil pada Jihao untuk di berikan pada panglima perang kerajaan Mantab itu.


"Kak Zheng bantu Jihao meminumkan pil itu pada panglima perang kerajaan Martab..." ucap Alea. Akhirnya dengan paksaan Jihao dan Zheng Bai, pil itu masuk kedalam mulut Pria itu. Dia terbatuk dan berusaha mengeluarkan pil yang sudah dia telan. Namun usahanya gagal. Pil itu telah masuk kedalam perutnya. Alea membiarkan saja pria itu melakukan cara dia yang ingin memuntahkan pil itu. Namun usahanya gagal. Tak berapa lama Alea mendekati pria itu . namun langkahnya tertahan ketika sebuah tangan kekar memeluk pinggangnya.


"Biarkan aku yang bertanya sayang...?" ucap Raja Lingzhi yang kini berada di sampingnya. Dan Alea hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Siapa namamu..." tanya Raja Lingzhi dingin.


"Chu Gu..." ucapnya namun terlihat wajahnya kaget .


"Kau Panglima perang kerajaan Martab..?" tanya Raja lagi .


"Ya benar..aku adalah panglima perang Kerajaan Martab..." ucapnya lancar .


"Apa benar ucapan temanmu tadi...?" tanya Raja Lingzhi kembali.


"Benar..." ucapnya lagi .


mendengar ucapannya sendiri dia merasa kaget.


" Gila...ternyata benar ucapan Permaisuri itu, ternyata kami telah salah menjadi musuh wanita itu...batin pria itu.


"Kalau begitu Jihao penjarakan dia sampai menunggu keputusan dariku. Dan jaga mereka dengan ketat..." kata Raja Lingzhi dengan marah. Setelah itu dia mengajak sang istri untuk kembali ke istana mereka. Karena hari telah menjelang sore, Raja mengajak sang istri beristirahat di istana Naga saja,


Alea ingin pergi ke ruang dimensi, Namun Raja menyarankan lebih baik besok saja.


"Sayang apa tidak lebih baik kita keruang dimensi sekarang...?" tanya Permaisuri saat setelah selesai membersihkan badan dan makan malam .


"Biarkan mereka di sana sebentar...aku hanya ingin berduaan dengan istriku.." ucap Raja dengan menarik tubuh sang istri di dalam pelukannya.


"Lalu gimana dengan Anak- anak...?" tanya Permaisuri lembut.

__ADS_1


"Di sana ada ke empat mahluk kontrakmu , juga ada Baizi dan Lion .." ucap Raja kembali.


"Baiklah terserah suamiku saja..." ucap permaisuri pasrah.


"Sayang aku mau tanya...sejak kapan kau dan anak - anak bertemu dengan Pangeran ketiga...?" tanya sang Raja sambil menatap sang istri dengan tatapan cemburu.


"Hey...jadi masalah Pangeran Mongli jadi fikiranmu...?" tanya Alea sambil tertawa.


"Tentu saja...karena aku tahu dia sangat mencintaimu...!" ucap sang Raja dengan nada cemburu.


"Sayang...dia datang saat kami akan masuk kedalam hutam, Dia tiba- tiba menyapa kami.." ucap Alea sambil membelai wajah sang suami manjanya. Dalam keadaan cemburu seperti inj, Alea harus hati- hati, kalau tidak Alea akan kesulitan merayu Raja yang tengah merajuk. Semua orang tidak akan pernah tahu sifat manja sang suami saat sedang merajuk. Alea akan kesulitan lepas dari pengawasannya. Dia akan menempel seperti Prangko sampai beberapa hari.


"Apakah dia juga mengikuti kalian kedalam hutan..." ucapnya dengan wajah cemburu.


"Iya sich..." ucap Alea pelan sambil menatap sang suami.


"Jadi dia jalan bersamamu...?" seru Raja dengan wajah terlihat kesal .


"Iya..tapi, tapi dia berjalan bersama pengawalnya sayang...dan di sisihku ada tiga putramu juga ada Kak Zheng Bai dan kak Mimi kan..." ucap Alea menghibur.


"Tapi Dia berjalan bersamamu setiap hari kan ...?" ucap Raja Lingzhi kesal.


"Bukan denganku sayang...tapi bersama kami..." ucap Alea meralat.


"Sama saja...yang intinya selama satu minggu dia punya kesempatan dekat denganmu..." seru Raja Lingzhi dengan marah.


"Hey...bukan seperti itu...!" seru Alea yangelihat sang suami terlihat sangat cemburum


Tiba- tiba sang Raja memeluk permaisuri dengan wajah kesal.


"Tidak...kau harus mendapat hukuman.." ucap Raja yang tiba- tiba sudah membawa Alea keatas tempat tidur mereka.


"Yang Mulia...apa yang akan Yang mulia lakukan...?" ucap Alea. Dan sekali gerakan Alea sudah berada di bawah kungkungan sang Raja .


"Itu kata - kata bunda dari jaman masa depan Ayah... Dan itu hanya kata- kata pujian kok..." bohong Alea sambil menatap sang suami yang sedang menatapnya dengan senyum liciknya .


"Apa benar itu...? kau fikir aku percaya dengan omonganmu..?" tanya Raja yang tahu akal bulus sang istri .


"Ben...." ucapan Alea belum selesai ketika bibir merahnya telah tertutup oleh bibir sexsi sang suami. dan akhirnya Alea hanya bisa pasrah ketika Raja Lingzhi meminta haknya sebagai suami. Dan sebagai hukuman Alea harus menerima ketika sang suami meminta padanya hingga beberapa kali. Dan hukuman itu di tambah dengan sang suami akan menempel padanya hingga entah untuk beberapa hari kedepannya.


(Ha ha ha kasihan Bunda AleaπŸ˜‚)


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Keesokan harinya pagi- pagi sekali Alea sudah bangun namun badannya terasa berat. ternyata sang suami mesumnya masih dengan erat memeluk tubuhnya.


"Ya ampuun... ini tangan kenapa masih nangkring di sini sich..." seru Alea dalam hati. perlahan dia ingin membuka tangan yang ada di pinggangnya . namun ketika tangan kecilnya ingin melepaskan tangan sang suami. bukannya terbebas malah Raja semakin memperkuat pelukannya sambil menarik tubuhnya hingga kepalanya kembali berada di depan wajah sang suami yang masih memejamkan matanya Alea hanya bisa menatap wajah tampan sang suami yang berada di depannya.


"Dasar suami mesum...tapi aku sangat mencintaimu sayang....jangan pernah Ayah mengecewakan Bunda ...Bunda tak sanggup berpisah denganmu, namun jika sampai itu terjadi , dengan perasaan tak rela Bunda pasti pergi dari sisihmu... Bunda tak ingin membagi cintamu dengan Wanita lain. karena hanya ada Ayah di hati Bunda sampai kapanpun itu...ucap Alea sambil mencium dahi, mata, pipi dan terakhir bibir sang suami . namun tiba- tiba sebuah tangan sudah ada di belakang kepalanya hingga mencegah bibirnya menjauh dati bibir sang suami. dan ternyata Raja telah bangun dan kini membalas ciumannya. setelah lama berciuman Raja melepas ciumannya.


"Ayaah...ternyata kau sudah bangun...!" seru Alea kaget.


"Kau fikir apa Ayah akan diam saja ketika istri cantikku berani membuat wajah Ayah sebagai mainan..." ucap Raja yang kini sudah berada di atas tubuhnya.


"Sejak kapan Ayah Bangun...?" tanya Alea. Dia khawatir ucapannya terdengar oleh sang suami.


"Sejak seseorang berkata padaku kalau dia akan meninggalkan Ayah kalau sampai Ayah mencintai gadis lain..." ucap Raja dengan wajah menatap sang permaisuri dengan tatapan penuh cinta.


"Apaaa...jadi Ayah sejak tadi sudah bangun...?" kata Alea kaget. dan sang Raja hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Sayang...sampai kapanpun Ayah tidak akan pernah membagi cinta Ayah dengan wanita lain . sampai kapanpun tak akan ada Selir di kehidupan Ayah yang akan membuat dirimu memiliki kesempatan untuk meninggalkan Ayah ingat itu..." ucap Raja dengan menatap sang permaisuri penuh dengan cinta.


"Syukurlah Ayah...karena Bunda juga tak sanggup hidup tanpa Ayah..." ucap Alea lembut. dan perlahan Raja ******* lembut bibir merah Alea . dan perlahan turun kebawah. dan akhirnya kembali Raja Lingzhi meminta haknya. Alea pun hanya bisa menuruti kemauan sang suami mesumnya.


Setelah mandi bersama sang Suami , Alea segera membantu Raja berpakaian setelah melihat Raja terlihat rapi Alea segera mengambil baju untuk dirinya.


"Ayah...kenapa masih di sini...?" tanya Alea saat sang suami malah duduk di atas pembaringan sambil melihat lembar kertas yang dia ambil dari meja.


"Ayah akan menunggu Bunda selesai berpakaian..." ucap Raja tenang.


"Tapi Ayah...." Seru Alea.


"Tidak ada tapi- tapian...Bunda masih ingat hukuman Bunda kan...?" ucap Raja dengan senyum liciknya.


"Kalau tidak dalam masa hukuman , aku yang selalu tidak ingin berjauhan dengan istri cantikku ini tidak akan bisa membuat dia berada di dekatku, dia akan selaku bersama anak- anak , namun beberapa hari kedepan aku tak akan melepaskan dia barang sedetik pun. maafkan Ayah nak ...karena beberapa hari kedepan ayah akan menguasai Bundamu sendiri. " batin Raja Lingzhi dalam hati. dan dia sudah bertelepati dengan kedua hewan kontraknya agar menjaga dan membantu keempat hewan kontrak sang istri untuk menjaga dan memberi pelajaran pada kelima anak- anaknya.


Alea hanya bisa geleng kepala melihat kebucinan sang suami. tak lama terdengar ketukan di daun pintu.


"masuk...!" seru Alea.


Tak lama terlihat Sella dan Gita masuk kedalam kamar.


"Ayo Sella , Gita bantu aku memakai bajuku..." ucap Alea sambil tersenyum lembut pada kedua pelayannya.


"Baik yang Mulia..." sekilas mereka melirik pada Raja yang terlihat duduk tenang di atas tempat tidur. dan mereka tahu , pasti Permaisuri mendapat hukuman dari Raja. semua itu sudah bukan Rahasia lagi. jika Raja masih tetap di dalam kamar saat selesai berpakaian itu bertanda kalau Permaisuri akan selalu berada di dekat sang Raja. mereka tahu hukuman itu untuk sang permaisuri .


Mereka sangat iri sekaligus bangga melihat Raja dan permaisuri sangat harmonis dan mesra. mereka tahu kalau Raja sangat mencintai Permaisuri . perlahan mereka membantu permaisuri memakai baju dan merias diri. tak berapa lama selesai sudah tugas mereka. Setelah melihat sang istri sudah terlihat cantik dan anggun, Raja segera berdiri dan menggandeng tangan Alea yang sudah berdiri di depannya.


"Kita makan lalu ke aula sayang....ada rapat tentang pengacau kemaren, dan kita harus memberi hukuman pada mereka yang telah berani mengganggu ketentraman kerajaan kita. untung semua itu cepat kau ketahui, kalau tidak rakyat kita pasti akan menderita...!" ucap Raja Lingzhi dengan kesal .


"Benar Suamiku...Andai kita tidak mengetahui lebih awal , pasti rakyat kita yang akan dirugikan . untuk saja kita mengetahui lebih Awal..." kata Permaisuri Alea membalas ucapan sang suami.


"Ya sudah ayo kita makan dulu lalu ke aula pertemuan...." ucap Raja sambil duduk di meja makan. merekapun segera makan bersama. setelah itu mereka segera pergi ke aula pertemuan.


Sesampainya di sana terlihat para Mentri dan bangsawan telah datang. saat Kasim memberitahukan kalau sang Raja dan Permaisuri datang. para mentri dan Bangsawan segera berdiri untuk menyambut kedatangan mereka berdua.


Terlihat kedua penguasa kerajaan Shi itu telah masuk kedalam aula pertemuan.


"Salam sejahtera dan semoga Raja dan permaisuri hidup sejahtera panjang umur dan selalu bahagia ..." ucap mereka bersamaan.


"salam kalian aku terima, duduklah..." ucap sang Raja sambil duduk di singgasananya bersama sang permaisuri. Pertemuan segera di mulai yang membahas tentang hukuman untuk penjahat dari kerajaan Martab. dan Akhirnya pertemuan menghasilkan kalau pengacau dari kerajaan Martab mendapatkan hukuman mati. karena mereka telah berani mengacaukan kerajaan Shi. Dan hukuman itu akan di laksanakan satu minggu lagi. Setelah keputusan itu di ambil maka Raja dan permaisuri segera keluar dari ruang pertemuan menuju ruang kerja sang Raja.


Sesampainya di sana, seperti biasa Raja dan permaisuri akan kembali kerutinitas mereka untuk menyelesaikan masalah kerajaan. dan itu membuat keduanya tidak bisa di ganggu .


Sedangkan di Kerajaan Martab sendiri. terlihat sang Raja sangat marah ketika dia tahu Panglima perangnya telah tertangkap beserta pengawal setianya. begitu juga dengan kekasihnya.


"Bodoh...dasar bodoh...kenapa melakukan pekerjaan yang segampang itu mereka tidak bisa melakukannya dengan benar... dasar tidak berguna...!" teriaknya dengan marah.


melihat kemarahan sang Raja, para pengawalnya dan pelayan yang ada di ruangan sang Raja, hanya bisa diam ketakutan. karena mereka takut menjadi sasaran kemarahan sang Raja. terlihat banyak barang yang sudah menjadi sasaran kemarahan sang Raja.


"Brengsek...bodoh..!" teriaknya dengan marah.


"kalau sudah seperti ini. mana mungkin aku bisa merebut kekuasaan Raja Lingzhi dan merebut istrinya...!" teriaknya lagi. Masih terbayang dalam ingatannya wanita cantik bukan...bukan wanita cantik tetapi teramat cantik yang sedang berjalan dengan beberapa pria gagah dengan memakai baju rakyat jelata. dia mengira saat itu dia sedang bertemu dengan gadis desa yang teramat cantik dengan beberapa pria yang berjalan bersamanya. dia berfikir gadis itu adalah gadis biasa dari kalangan rakyat jelata. Ketika dia ingin mendekati gadis itu, tiba- tiba beberapa penduduk menyapanya dengan hormat . Dia baru menyadari siapa gadis cantik itu saat para penduduk yang mengetahui kedatangan gadis itu memberikan penghormatan . masih teringat didalam otaknya ketika para Rakyat berucap.


"Salam sejahtera yang Mulia Permaisuri." ucap mereka bersamaan.


Aah...ternyata dia seorang Permaisuri yang sangat di sayangi rakyatnya. terlihat oleh Raja Martab kalau gadis itu menolak penghormatan mereka . dan dia melihat gadis itu berbaur dengan para rakyat yang terlihat bahagia bersama sang permaisuri.


"Ya dewa...kenapa bukan kerajaan Martab ini yang memiliki Permaisuri yang seperti gadis itu..." gumam Raja kerajaan Marta itu dengan wajah yang semakin frustasi dan marah. Dan dia tahu kalau angannya tidak akan terwujud karena gadis itu milik Raja Lingzhi yang memiliki kekuasaan tertinggi dan kekuatan yang besar di seluruh benua. dan dia juga sudah tahu kekuatan permaisuri Alea gadis yang teramat cantik yang tak pernah dia temukan di seluruh benua ini. Dia tahu keagungan Permaisuri Alea.

__ADS_1


Maaf...author akhiri dulu ceritanya ya..author lanjut pada cerita lainnya.


jangan lupa , like, vote dan komennya author tunggu .


__ADS_2